Claim Missing Document
Check
Articles

GAMBARAN SELF-MANAJEMEN PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE II DI PUSKESMAS TAROGONG KABUPATEN GARUT Citra Windani M.S; Mohammad Abdul; Udin Rosidin
Jurnal Kesehatan Komunitas Indonesia Vol 15, No 1 (2019)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (491.02 KB) | DOI: 10.37058/jkki.v15i1.984

Abstract

Pada penderita DM tipe II sangat diperlukan pemantauan pemahaman perilaku pola hidup dalam melakukan Self-managemen yang terdiri dari perilaku tentang diet, latihan fisik, pemantauan gula darah dan perawatan kaki dan menurut Dinkes Kabupaten Garut DM paling terbanyak ada di puskesmas tarogong sebesar 210 orang penderita dari wilayah keraja puskesmas. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi self-managamen pada pasien DM tipe 2 di Puskesmas Tarogong Kabupaten Garut. Rancangan penelitian ini menggunakan deskritif kuantitatif, dalam penelitian deskriptif ini melibatkan 138 pasien DM menggunakan teknik konsekutif sampling. Data self-managemen dikumpulkan menggunakan Diabetes Self-Managemen Instrumen (DSMI). Analisis skor self-manajemen dibagi menjadi tiga kategori yaitu baik sedang dan buruk, setengah responden adalah lansia akhir (44,9%). Hasil penelitian ini menunjukan responden yang melakukan self-managemen sedang (97%) dan baik (2,9%). Analisis pada aspek diet, olahraga, pemantauan gula darah dan perawatan kaki mendapatkan hasil sedang dan pada aspek medikasi mendapatkan hasil baik Kesimpulan dari penilitian ini menunjukan responden yang belum melakukan self-manajemen dengan baik. Penting bagi perawat komunitas untuk memfasilitasi jenis olahraga yang tepat bagi lansia dan dan pelaksanaan program-program khusus pasien DM serta pemberian leaflet memberikan setiap ada kegiatan prolanis di Puskesmas.
Dangers of Free Sex Lurking Adolescent in Jayawaras Village, Garut Nina Sumarni; Udin Rosidin; Umar Sumarna; Iwan Sholahudin
ABDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2022): ABDIMAS UMTAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (623.613 KB) | DOI: 10.35568/abdimas.v5i2.2258

Abstract

Sexual behavior carried out before marriage can be at risk of sexually transmitted diseases and unwanted teenage pregnancy, which can lead to abortion and marriage at a young age. The incidence of free sex in adolescents is caused by adolescents who do not understand the impact of free sex on their health and life, lack of guidance from their families, and poor friendships. Another impact of premarital sexual behavior is the risk of being infected with HIV. The purpose of the activity was to increase knowledge and understanding of the dangers of free sex for adolescent. The method used was lecture method via zoom, poster installation, question and answer and group discussion. Result of health education activities in RW 03 and RW 13 Jayawaras Village, Tarogong Kidul Regency which was held on Thursday, September 29, 2021 Time : 13.00 - finished. Furthermore, the installation of educational posters in RW 03 and RW 14. In the process of implementing counseling; The participants participated in the counseling enthusiastically and the counseling was carried out using online method. The outreach activities were conducive because the community paid attention to the material presented well.
Health Education about Dental Health of School Children at SDN 7 Sukamenteri, Garut Kota District Iwan Shalahuddin; Udin Rosidin; Umar Sumarna; Nina Sumarni; Ahmad Yamin; Mamat Lukman
ABDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2022): ABDIMAS UMTAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (840.373 KB) | DOI: 10.35568/abdimas.v5i2.2384

Abstract

Dental health problems can have a negative impact and affect the quality of life for children, dental health problems such as cavities and dental caries will cause pain and discomfort. This will also interfere with children's activities at school, where children will experience a decrease in learning abilities, children with dental pain will not do their homework, and it is difficult to answer questions as well as children who are not bothered by dental health problems. Dental and Oral Health, Mouth is formed by 2 jaws, namely the upper and lower jaws. In this jaw there are teeth and gums. The teeth and mouth themselves function to chew, speak, and give a harmonious shape to the face. The purpose of education is to provide and improve students' understanding of the importance of preventing dental health problems and to identify the importance of early detection to avoid dental disease. The method used is the lecture method, question and answer, discussion and demonstration. The results of the health counseling activities were approximately 151 students. The counseling participants looked enthusiastic when the material was given. Participants participated in the counseling happily because the counseling was carried out in a fun way. The counseling activity was conducive because the participants paid attention to the material presented well. This is evidenced by the number of participants who are interested in answering questions during the question and answer session. Participants participated in the counseling happily because the counseling was carried out with a pleasant face-to-face method. The counseling activity was conducive because the participants paid attention to the material presented well about personal hygiene and dental and oral hygiene.
Empowerment of The Community Health Workers in Management of Posbindu for Non-Communicable Deases in Sukamentri Village, Garut Kota District, Garut Regency Udin Rosidin; Dadang Purnama; Iwan Shalahuddin; Nina Sumarni; Umar Sumarna; Rohmahalia M Noor
ABDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2022): ABDIMAS UMTAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (998.997 KB) | DOI: 10.35568/abdimas.v5i2.2429

Abstract

Non-communicable diseases are currently a major health problem and the biggest cause of death in the world. This problem arises is caused of the behavior of the people who do not understand how to prevent it. The right prevention strategy is to utilize the service an facility is aimed at integrated human development that called Posbindu, especially posbindu for non-communicable diseases. In order that the posbindu non-communicable diseases  of to function properly, it requires the ability of community health worker to manage the posbindu non-communicable diseases in each hamlet in a village. The purpose of this activity is to increase the knowledge and ability of community health worker in managing posbindu non-communicable diseases. The target of the councelling is community health worker in 1th Hamlet to 7th Hamlet Sukamentri Village, Garut Kota district, Garut Regency. The activity is carried out in two days starting on May 17th until 24th, 2022. The stages of the activity consist of social and administrative preparation, implementation and evaluation of activities. Preparation is done by conducting an survey to see the community health problems. Implementation is done through health education and training. The activities went well according to plan. The results of the activity showed an increase in knowledge and skills of the community health workers in managing posbindu non-communicable diseases. Implementer of the activity is the councelling team consisting of lecturers, Guntur  Community Health Center and the students at Padjadjaran University.
Pendidikan Kesehatan tentang Kesehatan Reproduksi Remaja Putri pada Siswi Mts Persis Tarogong Garut Umar Sumarna; Udin Rosidin; Nina Sumarni; Rohmahalia M Noor
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i11.7467

Abstract

ABSTRAK Remaja di Indonesia saat ini sedang mengalami peningkatan kerentanan terhadap berbagai ancaman risiko kesehatan terutama yang berkaitan dengan kesehatan seksual dan reproduksi. Salah satu upayanya yang dilakukan oleh pemerintah adalah pendidikan kesehatan di sekolah-sekolah, karena langkah ini dianggap langkah utama yang cukup strategis dalam meningkatkan kesehatan reproduksi. Seperti kita bahwa komunitas remaja banyak terkumpul di sekolah-sekolah sebagai peserta didik. Dalam hal ini tim pengabdian lebih tertarik pada masalah kesehatan remaja putri, karena remaja putri memiliki tingkat kerentanan yang lebih tinggi dibanding remaja putra. Akhirnya pada kesempatan ini remaja putri di MTs Persis Tarogong Garut yang dijadikan sasaran pengabdian. Hal ini dilakukan tim pengabdian dengan pertimbangan bahwa tingkat pengetahuan siswi MTs Persis Tarogong Garut tentang kesehatan reproduksi remaja putri masih rendah, yang dibuktikan pada saat survey lapangan melalui interview pada beberapa siswi yang ditemui. kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswi MTs Persis Tarogong Garut tentang kesehatan reproduksi remaja putri. Metode yang digunakan berupa pendidikan kesehatan dengan pendekatan berbasis luring dengan protokol kesehatan yang ketat. Setelah pendidikan kesehatan tentang reproduksi dilakukan, maka terjadi peningkatan pengetahuan yang cukup besar, yaitu dari rata-rata pengetahuan (Mean) sebesar 60,45 meningkat menjadi 80,13. Rendahnya tingkat pengetahuan siswi-siswi MTs Persis Tarogong Garut dapat ditingkatkan melalui pendidikan kesehatan dengan pendekatan berbasis luring. Kata Kunci: Remaja Putri, Kesehatan Reproduksi, Tingkat Kerentanan  ABSTRACT Adolescents in Indonesia are currently experiencing an increasing vulnerability to various health risks, especially those related to sexual and reproductive health. One of the efforts made by the government is health education in schools, because this step is considered a major strategic step in improving reproductive health. Like us, the youth community is mostly gathered in schools as students. In this case the service team is more interested in the health problems of young women, because young women have a higher level of vulnerability than young men. Finally, on this occasion it was the young women at MTs Persis Tarogong Garut who were the targets of devotion. This was done by the service team with the consideration that the level of knowledge of MTs Persis Tarogong Garut students about adolescent girls' reproductive health was still low, which was proven during a field survey through interviews with several students they met.This dedication activity aims to increase the knowledge of students of MTs Persis Tarogong Garut about reproductive health of adolescent girls.The method used is in the form of health education with an offline-based approach with strict health protocols. After health education on reproduction was carried out, there was a considerable increase in knowledge, namely from the average knowledge (Mean) of 60.45 which increased to 80.13. The low level of knowledge of MTs Persis Tarogong Garut students can be improved through health education with an offline-based approach. Keywords: Adolescent Girls, Reproductive Health, Level of Vulnerability
Upaya Peningkatan Kewaspadaan terhadap Serangan Stroke pada Penderita Hipertensi di Rw 05 dan 06 Sukamentri Garut Nina Sumarni; Udin Rosidin; Umar Sumarna; Witdiawati Witdiawati; Iwan Sholahuddin; Rohmahalian M. Noor
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i12.7628

Abstract

ABSTRAK Jumlah penderita hipertensi meningkat dengan pesat sebagian besar penderita tidak terkontrol tekanan darahnya. Hasil kajian menunjukkan bahwa masih banyak penduduk yang memiliki perilaku berisiko. Sebanyak 78,4% KK terdapat anggota keluarga yang merokok, sebanyak 53,9% KK tidak melakukan aktivitas fisik. Selain itu, berdasarkan hasil wawancara pada penderita hipertensi, sebagian besar penderita masih sering mengkonsumsi tinggi garam, tinggi lemak dan kader mengatakan tidak terdapat kegiatan olahraga rutin yang dilakukan secara bersama, sebanyak 51,3% lansia tidak rutin datang ke posbindu. Diperlukan kerja sama semua pihak baik tenaga medis  ,pemerhati hipertensi baik itu pemerintah, privat maupun komunitas  agar penyakit hipertensi dapat terkendali. Tujuan kegiatan adalah memberikan edukasi mengenai pendidikan kesehatan tentang upaya peningkatan kewaspadaan terhadap serangan stroke pada penderita hipertensi di Rw 05,06 Kelurahan Sukamentri Garut. Metode yang digunakan pada aktivitas ini adalah lektur, diskusi dan interview. Hasil akhir yang  diharapkan setelah dilakukan edukasi pendidikan kesehatan, para peserta mengetahui dan memahami tentang bahaya hipertensi. Kata Kunci: Peningkatan, Kewaspadaan, Stroke  ABSTRACT The number of patients with hypertension is increasing rapidly, most of them are not controlled for their blood pressure. The results of the study show that there are still many people who have risky behavior. As many as 78.4% of households have family members who smoke, as many as 53.9% of households do not do physical activity. In addition, based on the results of interviews with hypertension sufferers, most patients still often consume high salt and high fat, cadres said there were no routine sports activities carried out together, as many as 51.3% of the elderly did not regularly come to posbindu. The cooperation of all parties, both medical personnel, hypertension observers, be it government, private or community so that hypertension can be controlled. The purpose of the activity is to provide education about health education about efforts to increase awareness of stroke in patients with hypertension in Rw 05.06 Sukamentri Garut Village. The methods used in this activity are literature, discussion and interviews. The impact that can be expected after health education education is carried out is that the participants know and understand the dangers of hypertension. Keywords: Enhancement, Alertness, Stroke       
Korelasi Sikap, Norma Subjektif, Persepsi Kontrol Perilaku dan Niat terhadap Pelaksanaan Program PHBS di Puskesmas Wilayah Kecamatan Garut Kota Umar Sumarna; Iwan Shalahuddin; Udin Rosidin; Rohmahalia M. Noor
Malahayati Nursing Journal Vol 4, No 11 (2022): Volume 4 Nomor 11 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v4i11.7501

Abstract

ABSTRACT PHBS is a program of the Minister of Health of the Republic of Indonesia which aims to guide people's behavior towards habits that support health, both physically, mentally, and socially. The program must be implemented in various settings, namely household, schools, workplaces, public places and health institutions. PHBS program in this study is located in a health institution, precisely it is at the Community Health Center. This study aims to determine the correlation of attitudes, subjective norms, perceptions of behavioral control, and intentions towards the implementation of PHBS in puskesmas employees in the Garut City District. The research would be conducted using a path analysis design to find the correlation between the influence of attitudes, subjective norms, perceived behavioral control as an independent variable, intention as an intervening variable and behavior as dependent variable. Meanwhile, the behavior that will be studied is the Clean and Healthy Lifestyle of health about the workers at Community Health Center district area of Garut Kota, Garut Regency.The results showed that there was a direct influence of attitude towards intention of 0.258 with a significance level of 0.001 and there was an indirect influence of intention toward PHBS of 0.207, there was a direct influence of subjective norms toward intention of 0.275 with a significance level of 0.000 and there was an indirect influence through intention toward PHBS is 0.221, there is a direct influence of perceived behavioral control toward intentions of 0.456 with a significance level of 0.000, there is a direct influence of perceived behavioral control toward PHBS of 0.185 with a significance level of 0.154 and there is an indirect influence through intentions toward PHBS of 0.373, and there is a direct influence of intention toward PHBS of 0.805 with significance level of 0.000.From the results of this study it can be concluded that there is a positive correlation either directly or indirectly from attitudes, subjective norms, perceptions of behavioral control, and intentions towards the implementation of PHBS Keywords: Attitudes, Intentions, Perceptions of Behavioral Control, PHBS,  Subjective Norms    ABSTRAK Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) adalah program Menteri Kesehatan Republik Indonesia yang bertujuan mengarahkan perilaku masyarakat menuju pada kebiasaan yang menunjang kesehatan, baik secara fisik, mental, maupun sosial. Program tersebut harus dilaksanakan pada berbagai tatanan, yaitu tatanan rumah tangga, sekolah, tempat kerja, tempat umum dan institusi kesehatan. Adapun program PHBS dalam penelitian ini adalah berada di tatanan institusi kesehatan atau tepatnya di puskesmas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi sikap, norma subjektif, pesepsi kontrol perilaku, dan niat terhadap pelaksanaan PHBS pada karyawan puskesmas di wilayah Kecamatan Garut Kota Penelitian akan dilakukan dengan rancangan path analysis untuk mencari korelasi pengaruh mempengaruhi antara sikap, norma subyektif, persepsi kontrol perilaku sebagai variabel inpendenden, niat sebagai variabel intervening dan perlaku sebagai variabel dependen. Sementara perilaku yang akan diteliti adalah pelaksanaan program PHBS pada  karyawan puskesmas wilayah Kecamatan Garut Kota Kabupaten Garut. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa ada pengaruh langsung dari sikap terhadap niat sebesar 0,258 dengan tingkat signifikansi 0,001 dan ada pengaruh tidak langsung melalui niat terhadap PHBS sebesar 0,207, ada pengaruh langsung dari norma subyektif terhadap niat sebesar 0,275 dengan tingkat signifikansi 0,000 dan ada pengaruh tidak langsung melalui niat terhadap PHBS sebesar 0,221, ada pengaruh langsung dari persepsi kontrol perilaku terhadap niat sebesar 0,456 dengan tingkat signifikansi 0,000, ada pengaruh langsung persepsi kontrol perilaku terhadap PHBS sebesar 0,185 dengan tingkat signifikansi 0.154 dan ada pengaruh tidak langsung melalui niat terhadap PHBS sebesar 0,373, dan ada pengaruh langsung dari niat terhadap PHBS sebesar 0,802 dengan tingkat tingkat signifikansi 0,000. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ada korelasi positip baik secara langsung maupun tidak lansung dari sikap, norma subyektif, persepsi kontrol perilaku, dan niat terhadap pelaksanaan PHBS. Kata Kunci: Niat, Norma Subjektif, Persepsi Kontrol Perilaku, PHBS, Sikap 
SOSIALISASI PERILAKU SEJATI DI POSBINDU PTM WILAYAH KERJA PUSKESMAS HAURPANGGUNG KABUPATEN GARUT Udin Rosidin; Dadang Purnama; Nina Sumarni; Umar Sumarna; Witdiawati Witdiawati; Setiawan Setiawan; Rohmahalia M Noor
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 3 (2022): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v5i3.38453

Abstract

Hasil survei yang dilakukan mahasiswa PPN 41 di wilayah kerja Puskesmas Haurpanggung menunjukan masih tinggi angka kejadian penyakit tidak menular khususnya penyakit hipertensi.  Kondisi tersebut dimungkinkan karena masih banyak masyarakat yang belum melakukan pencegahan sebagai deteksi dini terhadap penyakit hipertensi. Masih banyak ditemukan masyarakat yang merokok, tidak melakukan aktivitas fisik secara teratur dan tidak datang ke pelayanan kesehatan untuk melakukan pemeriksaan tekanan darah. Apabila hal tersebut dibiarkan maka akan menjadi faktor pencetus tingginya angka penyakit hipertensi. Selain itu masyarakat juga masih rendah partisipasinya dalam pelayanan posbindu PTM padahal padahal pelayanan tersebut sudah ada disetiap RW. Melihat kondisi tersebut sangat diperlukan adanya sosialisasi perilaku Sejati sebagai deteksi dini terhadap pencegahan penyakit hipertensi. Tujuan kegiatan ini adalah untuk menyosialisasikan perilaku Sejati sebagai upaya pencegahan dan deteksi dini terhadap penyakit hipertensi. Metode yang dilakukan adalah melakukan penyuluhan kesehatan, melakukan aktivitas fisik bersama dan  melakukan pemeriksaan tekanan darah di posbindu PTM di RW masing-masing.  Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan tentang deteksi dini penyakit tidak menular sebesar 16 poin, seluruh peserta mengikuti kegiatan aktivitas fisik bersama dan pemeriksaan tekanan darah dan gula darah. Karena sosialisasi Sejati hanya diikuti oleh sebagian kecil masyarakat maka diharapkan kader kesehatan dan masyarakat yang sudah mengikuti kegiatan ini dapat menindaklanjuti sosialisasi perilaku Sejati  kepada seluruh masyarakat yang ada di wilayah kerja Puskesmas Haurpanggung. Dengan perilaku Sejati diharapkan masyarakat melakukan pencegahan dan deteksi dini terhadap penyakit hipertensi dan dapat memanfaatkan pelayanan kesehatan di posbindu secara rutin.
INTERVENSI NON FARMAKOLOGI PADA PASIEN SKIZOFRENIA DENGAN ISOLASI SOSIAL: LITERATURE REVIEW Hendrawati Hendrawati; Iceu Amira; Sukma Senjaya; Indra Maulana; Udin Rosidin; Taty Hernawaty
Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. 2 No. 3: November 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jcijurnalcakrawalailmiah.v2i3.4172

Abstract

Skizofrenia adalah gangguan jiwa berat ditandai dengan defisiensi dalam berpikir, persepsi, afek, dan perilaku sosial. Keterampilan sosial yang buruk berkaitan erat dengan kekambuhan penyakit dan kembalinya pasien ke rumah sakit. Sehingga diperlukan terapi komprehensif untuk meningkatkan kemampuan interaksi social. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui rekomendasi intervensi dalam meningkatkan kemampuan interaksi pasien skizofrenia dengan masalah isolasi social. Penelitian ini merupakan penelitian Literatur review dengan pencarian literatur menggunakan database PubMed, EBSCOhost-CINAHL, dan Google Scholar. Kriteria pencantuman artikel yang diambil meliputi artikel penelitian 10 tahun terakhir (2012-2022), berbahasa Inggris dan Indonesia, full text, Randomized Controlled Trial (RCT) atau Quasi eksperimen dan berupa intervensi meningkatkan kemampuan interaksi pada pasien skizofrenia dengan isolasi sosial. Penelitian bukan pada pasien skizofrenia dengan isolasi sosial dan hasil yang tidak signifikan dieksklusi. Artikel yang layak dianalisis dan disampaikan dalam bentuk narasi. Dari 6 artikel yang dianalisis, ditemukan 6 intervensi yaitu, terapi okupasi, terapi kognitif, terapi aktivitas kelompok sosialisasi, terapi berteman dengan relawan, social skill training. Seluruh intervensi yang ditemukan secara signifikan dapat meningkatkan interaksi sosial pada pasien skizofrenia dengan isolasi sosial. Seluruh intervensi yang ditemukan secara signifikan dapat meningkatkan kemampuan interaksi pasien skizofrenia dengan isolasi sosial.
Sosialisasi Program Cerdik Sebagai Upaya Pencegahan Penyakit Tidak Menular Udin Rosidin; Witdiawati Witdiawati; Dadang Purnama; Umar Sumarna; Nina Sumarni
JPKMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia) Vol 3, No 4: November (2022)
Publisher : ICSE (Institute of Computer Science and Engineering)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36596/jpkmi.v3i4.545

Abstract

Abstrak: Saat ini penyakit tidak menular menjadi penyebab kematian terbesar dari seluruh kasus kematian yang terjadi di seluruh dunia. Peningkatan kematian akibat penyakit tidak menular di masa mendatang diproyeksikan akan terus terjadi akibat perubahan perilaku manusia dan lingkungan yang cenderung tidak sehat. Tujuan dari kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan media promosi kesehatan tentang pencegahan penyakit tidak menular dan meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pencegahan penyakit tidak menular melalui program cerdik. Metode yang digunakan untuk mencapai tujuan tersebut adalah melakukan kegiatan pemasangan media promosi berupa spanduk program cerdik dan komunikasi kelompok untuk membahas pesan pesan dalam spanduk.  Hasil kegiatan menunjukkan terpasangnya media promosi program cerdik di 3 (tiga) titik strategis dan adanya peningkatan rata-rata nilai pengetahuan masyarakat sebelum dan sesudah dilaksanakan pendidikan kesehatan sebesar 23 point. Dengan terpasangnya spanduk program cerdik di 3 titik yang mudah untuk dibaca akan berdampak pada peningkatan pengetahuan masyarakat. Rata-rata nilai pengetahuan masyarakat sebelum dilakukan kegiatan sosialisasi adalah sebesar 67 dan setelah dilakukan sosialisasi meningkat menjadi 90 point. Peningkatan 23 point pengetahuan masyarakat tentang cara melakukan upaya pencegahan penyakit tidak menular akan berdampak pada pemahaman masyarakat dalam melaksanakan perilaku pencegahan penyakit tidak menular.Abstract: Currently, non-communicable diseases are the biggest cause of death from all deaths that occur worldwide. The increase in deaths from non-communicable diseases in the future is projected to continue to occur due to changes in human behavior and the environment that tend to be unhealthy. The purpose of this activity is expected to increase health promotion media about prevention of non-communicable diseases and increase public knowledge about prevention of non-communicable diseases through smart programs. The method used to achieve this goal is to carry out promotional media installation activities in the form of clever program banners and group communication to discuss the messages in the banners. The results of the activity showed that clever program promotion media were installed at 3 (three) strategic points and an increase in the average value of public knowledge before and after health education was carried out by 23 points. By installing clever program spanduks at 3 points that are easy to read, it will have an impact on increasing public knowledge. The average value of community knowledge before the socialization activity was carried out was 67 and after the socialization was carried out it increased to 90 points. An increase in 23 points of public knowledge on how to prevent non-communicable diseases will have an impact on public understanding in implementing non-communicable disease prevention behaviors. 
Co-Authors Aat Sriati Adelse Prima Mulya Ahmad Yamin Ahmad Yamin Ajeng Fajriati Nurul Fatimah Alam, Ismailah Anggi Putri Ariyani Anggi Putri Ariyani Anggi Putri Ariyani Ariyani, Anggi Putri Astiani, Santi Aulia, Syifa Nurul Cah Soniman Nitema Gea Cecep Eli Kosasih Citra Sari Citra Windani M.S Dadang Purnama Desy Indra Yani Ema Arum R. Ema Arum Rukmasari Erna Herawati Fatmaningsih, Nurul Khotimah Fauziyah, Shafira Fitri Fortuna, Amanda Dwi Furkon Nurhakim Furkon Nurhakim Habsyah Saparidah Agustina Haelena Wibowo, Gita Amoria Hartiah Haroen Harun, Hasniatisari Hendrawati Hendrawati Hendrawati Hendrawati Hendrawati Hendrawati Iceu Amira Iceu Amira Iceu Amira D.A Iceu Amira DA Ikeu Nurhidayah Indra Maulana Indra Maulana Indra Maulana Indra Maulana` Indra Maulana Iqbal Pramukti Iwan Shalahhudin Iwan Shalahuddin Iwan Sholahhudin Iwan Sholahuddin Iwan Sholahudin Iwan Sholahudin Iwan Suhendar Iyus Yosep Jatiningtyas, Kurnia Jemi Rahmani A Jemi, Jemi Rahmani A Komariah, Mariah Kosim Kosim Kurniawan Yudianto Kusman Ibrahim Laili Rahayuwati Lisfa Asifah Luthfi, Wazirul Luthfiyani, Nida M Noor, Rohmahalia Mamat Lukman Maziyya, Nur Mediawati, Ati Surya Mira Trisyani Koeryaman Mohammad Abdul Mubaroq, Bagja Al Mulya, Adelse Prima Neti Juniarti Nida Luthfiyani Nida Luthfiyani Nida Luthfiyani Nina Sumarni Noor, Rohmahalia M. Noor, Rohmahallia M Pristasari, Sheizi Purba, Avrilia Roroarta Wahyuni Purnama, Erita Cahya Putri, Dea Sephia Putri, Syifa Nabilla R, Ema Arum Rahmawati, Sephia Raini Diah Susanti Rohmahalia M Noor Rohmahalia M Noor Rohmahalia M Noor Rohmahalia M Noor Rohmahalia M Noor Rohmahalia M. Noor Rohmahalia M. Noor Rohmahalian M. Noor Rohman Hikmat Ryan Hara Permana Sandra Pebrianti Sandra Pebrianti Sandra Restuti Sena Yudipaty Setiawan Setiawan Setiawan Setiawan Setiawan Setiawan, Sobur Shalahhudin, Iwan Sholahudin, Iwan Sobur Setiawan Sopia Marlina Sri Amanda Sri Hendrawati Sukma Senjaya Sukmawati Sukmawati Sumarna, Umar Sumarna, Umar Sumarna, Umar Taty Hernawaty Tetti Solehati Theresia Eriyani Umar Sumarna Umar Sumarna Umar Sumarna Umar Sumarna Umar Sumarna Umar Sumarna Umar Sumarna Umar Sumarna Umar Sumarna Umar Sumarna Windani, Citra Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati, Witdiawati Witdiawati, Witidiawati Yuli Yani