Claim Missing Document
Check
Articles

Pentingnya Diet Hipertensi pada Lansia Hipertensi di Rw 05 Ciwalen Garut Nina Sumarni; Udin Rosidin; Dadang Purnama; Iwan Shalahhudin; Witdiawati Witdiawati
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i5.14648

Abstract

ABSTRAK Meningkatnya usia harapan hidup di Indonesia telah menjadi sebuah fenomena yang berdampak langsung pada peningkatan jumlah lansia di negara iniTop of Form, salah satu masalah kesehatan yang paling umum pada orang tua adalah hipertensi. Hipertensi cenderung mengalami peningkatan seiring bertambahnya usia disebabkan oleh perubahan fisiologis yang terjadi pada tubuh, gaya hidup, dan faktor genetik. Hipertensi telah meningkat sebesar 80 persen. Jumlah hipertensi di negara-negara berkembang meningkat dari 639 juta pada tahun 2000 menjadi 1,15 miliar pada tahun 2025. Pendekatan holistik dan efektif dapat dikembangkan dalam manajemen asuhan kesehatan lansia ialah dengan mengendalikan pola makan, pengobatan, serta olahraga yang teratur. Penerapan diet rendah hipertensi dapat berhasil jika penderita hipertensi memiliki pengetahuan, sikap, dan dukungan keluarga yang baik terhadap pelaksanaan diet. Kurangnya Pengetahuan masyarakat tentang diet dapat menyebabkan kurangnya kesadaran dalam menjaga dan pencegahan terjadinya peningkatan tekanan darah. Tujuan kegiatan adalah memberikan pendidikan kesehatan pada para penderita hipertensi yang berada di Rw 05 tentang pentingnya diet hipertensi. Metode yang Digunakan metode ceramah dengan alat bantu Power Point, Poster, dan video. Kegiatan diikuti oleh 36 orang. Sebelum Ceramah diet hipertensi, para peserta diberi pretest selama 20 menit dengan hasil skor rata rata pretest 65, dan setelah diberikan ceramah dan tanya jawab dilakukan lagi posttest dengan skor rata rata 87. Setelah dilakukan ceramah dan Tanya jawab terdapat peningkatan pengetahuan tentang pentingnya diet hipertensi sebesar 22 poin. Terdapat peningkatan pengetahuan setelah dilakukan pendidikan kesehatan tentang” Pentingnya Diet pada penderita hipertensi di RW 05 Ciwalen Garut. Kata Kunci: Pendidikan Kesehatan, Diet Hipertensi, Lansia  ABSTRACT Increasing life expectancy in Indonesia has become a phenomenon that has a direct impact on the increase in the number of elderly people in this country, one of the most common health problems in older people is hypertension. Hypertension tends to increase with age due to physiological changes that occur in the body, lifestyle and genetic factors. Hypertension has increased by 80 percent. The number of hypertension in developing countries increased from 639 million in 2000 to 1.15 billion in 2025. A holistic and effective approach can be developed in the management of elderly health care by controlling diet, medication, and regular exercise. Implementing a low-hypertension diet can be successful if hypertension sufferers have good knowledge, attitudes, and family support for implementing the diet. Lack of public knowledge about diet can lead to a lack of awareness in maintaining and preventing increased blood pressure. The activity aims to provide health education to hypertension sufferers in Rw 05 about the importance of a hypertension diet. The method used is the lecture method using PowerPoint, posters, and videos. The activity was attended by 36 people. Before the hypertension diet lecture, the participants were given a pretest for 20 minutes with an average pretest score of 65, and after being given a lecture and question and answer, a posttest was carried out again with an average score of 87. After the lecture and question and answer there was an increase in knowledge about the importance of diet. hypertension by 22 points. There was an increase in knowledge after health education was carried out about "The Importance of Diet for Hypertension Sufferers in RW 05 Ciwalen Garut." Keywords: Health Education, Hypertension Diet, Elderly
Edukasi Penerapan Hidup Bersih dan Sehat sebagai Upaya Pencegahan Infeksi Laten Tuberkulosis di RW 19 Kelurahan Sukamentri Garut Kota Nina Sumarni; Udin Rosidin
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i7.15293

Abstract

ABSTRAK Tuberkulosis masih menjadi permasalahan kesehatan publik yang signifikan dan menjadi isu kesehatan global di seluruh dunia karena menyebabkan tingkat morbiditas dan mortalitas yang tinggi. Pola perilaku adalah salah satu faktor yang menyebabkan angka penyebaran penyakit terus meningkat. Hal ini menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat kita tentang menjaga kebersihan lingkungan relatif rendah. Diharapkan penyakit menular yang khas negara berkembang, termasuk Indonesia, dapat ditekan semaksimal mungkin melalui PHBS dan peningkatan pelayanan kesehatan. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan edukasi mengenai cara mencegah penularan penyakit tuberkulosis (TBC) melalui praktik perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah ceramah, tanya jawab. Hasil yang dicapai setelah dilakukan  pendidikan kesehatan melalui edukasi, para peserta dapat mengetahui dan memahami penerapan hidup bersih  dan sehat sebagai upaya pencegahan infeksi laten tuberculosis. Terdapat peningkatan pengetahuan tentang penerapan hidup bersih dan sehat dalam upaya pencegahan infeksi laten tuberculosis, sebesar 21 point. Kata Kunci: Edukasi, Penerapan Hidup Sehat, Upaya Pencegahan, Infeksi TBC  ABSTRACT Tuberculosis is still a significant public health problem and is a global health issue throughout the world because it causes high levels of morbidity and mortality. Behavioral patterns are one of the factors that cause the spread of disease to continue to increase. This shows that our society's awareness about maintaining environmental cleanliness is relatively low. It is hoped that infectious diseases typical of developing countries, including Indonesia, can be suppressed as much as possible through PHBS and improved health services. This community service aims to educate on how to prevent the transmission of tuberculosis (TB) transmission through practicing clean and healthy living behavior (PHBS). The method used in this activity is lecture, question, and answer. The results achieved after health education were carried out through education, participants were able to know and understand the implementation of clean and healthy living to prevent latent tuberculosis infection. There is an increase in knowledge about implementing clean and healthy living in efforts to prevent latent tuberculosis infection, by 21 points. Keywords: Education, Implementation of Healthy Living, Prevention Efforts, TB Infection
The Relationship between Adolescent Characteristics and Adolescent Health Knowledge in the RW 08 Area, Wetan Garut City Village Shalahuddin, Iwan; Rosidin, Udin
Jurnal Kesehatan Vol 17, No 3 (2024): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jk.v17i3.6663

Abstract

Pendahuluan: Remaja menghadapi masalah yang sangat kompleks selama masa transisi mereka. Problem seksualitas seperti perilaku seks pranikah, HIV/AIDS, infeksi menular seksual, dan NAPZA adalah masalah yang paling umum di kalangan remaja. Metode: Penelitian ini menggunakan metode survey dengan desain penelitian deskriptif kuantitatif. Jumlah populasi dalam penelitian ini adalah sebanyak 79 remaja dengan usia 15 – 18 tahun RW 08 di Kelurahan Kota Wetan. Hasil: sebanyak 24 remaja (31%) masih ada yang memliki pengetahuan kurang tentang penyakit menular seksual, 19 remaja (24,1%) memiliki pengetahuan yang kurang terkait penyakit HIV/AIDS dan 8 remaja (10,3%) memiliki pengetahuan yang kurang terkait kesehatan reproduksi, serta sebanyak 11 remaja (13,8%) memiliki pengetahuan yang kurang terkait NAPZA. Simpulan: tingkat pengetahuan remaja di RW 08 Kelurahan Kota Wetan masih ada yang berpengatahuan kurang tentang penyakit infeksi menular seksual, penyakit HIV/AIDS, kesehatan reprodukasi serta tentang NAPZA. Hal tersebut beresiko terjadinya kejadian penyakit sesuai variabel dan berpotensi bisa melakukan penyalahgunaan NAPZA.   Introduction: Adolescents face very complex problems during their transition period. Sexuality problems such as premarital sex behavior, HIV/AIDS, sexually transmitted infections, and drug abuse are the most common problems among adolescents. Method: This study uses a survey method with a quantitative analytical research design. The total population in this study is 79 adolescents aged 15 – 18 years. Results: As many as 24 adolescents (31%) still have insufficient knowledge about sexually transmitted diseases, 19 adolescents (24.1%) have insufficient knowledge related to HIV/AIDS and 8 adolescents (10.3%) have insufficient knowledge related to reproductive health, and as many as 11 adolescents (13.8%) have insufficient knowledge related to drugs. Adolescent gender and employment status have a significant relationship with adolescent knowledge levels. Conclusion: That the level of knowledge of adolescents in RW 08 Wetan City Village is still in the category of lack of knowledge about adolescent health knowledge. Characteristics of adolescents by gender and occupation have a significant relationship with adolescent health knowledge, while adolescent characteristics by age have no relationship with adolescent health knowledge level.
Gambaran Kondisi Kesehatan Lingkungan Rumah Warga di RW 08 Kelurahan Kota Wetan Kecamatan Garut Kota Shalahuddin, Iwan; Rosidin, Udin
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 1 (2025): Volume 7 Nomor 1 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i1.17669

Abstract

ABSTRACT The health of the home environment is one of the important factors that affect the quality of life of the community, especially in dense residential environments such as RW. A healthy home environment can prevent various diseases and support the overall well-being of society. To describe the health condition of the home environment in RW 08 and Analyze the factors that affect it and assess the impact of the home environment on the health of the local community. The research method uses quantitative descriptive. The research is focused on aspects of the home environment related to health, such as water quality, sanitation, ventilation, and household waste management. The community settlement of RW 08 Wetan City Village is a fairly densely populated settlement characterized by the distance between the houses and the other houses is quite close and there are several houses that have unifying walls. Almost all people have permanent houses (95.4%), with sufficient ventilation (50.8%), the floors of the houses are entirely made of cement / plaster / boards / ceramics (100%), the condition of the house is poorly lit (67.7%), and the condition of the house is humid with a percentage (64.4%). The health conditions of the home environment in RW 08 are very diverse, but the majority show significant health risks related to poor air quality, humidity, and sanitation. To improve this condition, intervention from the government and local communities is needed to improve the quality of the home environment in a sustainable manner Keywords: Health Conditions, Home Environment, Community Members, RW   ABSTRAK Kesehatan lingkungan rumah merupakan salah satu faktor penting yang berpengaruh terhadap kualitas hidup masyarakat, terutama di lingkungan pemukiman padat seperti RW. Lingkungan rumah yang sehat dapat mencegah berbagai penyakit dan mendukung kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan. Untuk mendeskripsikan kondisi kesehatan lingkungan rumah di RW 08 dan Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhinya serta menilai dampak kondisi lingkungan rumah terhadap kesehatan masyarakat setempat. Metode penelitian menggunakan deskriptif kuantitatif. Penelitian difokuskan pada aspek lingkungan rumah yang berhubungan dengan kesehatan, seperti kualitas air, sanitasi, ventilasi, dan penanganan limbah rumah tangga. Pemukiman masyarakat RW 08 Kelurahan Kota Wetan merupakan pemukiman yang cukup padat penduduk ditandai dengan jarak rumah dengan rumah yang lainnya cukup rapat dan ada beberapa rumah yang memiliki tembok menyatu. Hampir seluruh masyarakat memiliki rumah permanen (95,4%), dengan ventilasi mencukupi (50,8%), lantai rumah seluruhnya memakai semen / plester / papan / keramik (100%), kondisi rumah kurang terang (67,7%), dan kondisi rumah yang lembab dengan persentase (64,4%). Kondisi kesehatan lingkungan rumah di RW 08 ini sangat beragam, tetapi mayoritas menunjukkan adanya risiko kesehatan yang cukup signifikan terkait dengan kualitas udara, kelembapan, serta sanitasi yang buruk. Untuk memperbaiki kondisi ini, diperlukan intervensi dari pemerintah dan masyarakat setempat guna meningkatkan kualitas lingkungan rumah secara berkelanjutan. Kata Kunci: Kondisi Kesehatan, Lingkungan Rumah, Warga Masyarakat, RW
Kemandirian Pasien Diabetes Melitus Tipe II dalam Pengelolaan Penyakit di Puskesmas Tarogong Windani, Citra; Rosidin, Udin
Jurnal Kesehatan dan Kebidanan Nusantara Vol. 1 No. 2 (2023): Jurnal Kesehatan dan Kebidanan
Publisher : CV. Utility Project Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69688/jkn.v1i2.58

Abstract

Penyakit Diabetes Melitus Tipe II adalah salah satu masalah kesehatan masyarakat yang semakin meningkat prevalensinya. Pengelolaan yang baik dan kemandirian pasien dalam mengelola penyakit ini menjadi kunci utama dalam mencapai hasil pengobatan yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan tingkat kemandirian pasien Diabetes Melitus Tipe II dalam pengelolaan penyakit di Puskesmas Tarogong, Kabupaten Garut. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan melibatkan 50 responden pasien Diabetes Melitus Tipe II yang berkunjung ke Puskesmas Tarogong. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pasien memiliki pemahaman yang cukup baik tentang penyakit Diabetes Melitus Tipe II dan faktor risiko yang terkait. Meskipun demikian, tingkat kemandirian dalam pengelolaan penyakit masih bervariasi. Faktor-faktor seperti pendidikan, dukungan keluarga, dan akses terhadap informasi memainkan peran penting dalam meningkatkan kemandirian pasien. Beberapa pasien telah menerapkan perubahan gaya hidup sehat, seperti mengatur pola makan dan rutin berolahraga. Namun, masih ada pasien yang menghadapi hambatan dalam mengikuti rencana pengelolaan, terutama terkait dengan penggunaan obat secara teratur. Dalam konteks Puskesmas Tarogong, peran petugas kesehatan dalam memberikan edukasi dan dukungan kepada pasien sangat berpengaruh dalam meningkatkan kemandirian mereka. Penelitian ini menyoroti perlunya peningkatan upaya edukasi bagi pasien dan keluarga tentang manajemen Diabetes Melitus Tipe II serta pentingnya kolaborasi antara pasien, keluarga, dan tenaga medis dalam mencapai hasil pengobatan yang optimal. Diharapkan hasil penelitian ini dapat memberikan panduan bagi Puskesmas Tarogong dan pihak terkait dalam meningkatkan kualitas pelayanan bagi pasien Diabetes Melitus Tipe II serta mendorong penelitian lebih lanjut dalam bidang ini.
Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Tanpa Rokok di Home Industry “Rumah Makan Elok” Rosidin, Udin; Shalahuddin, Iwan
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i1.17809

Abstract

ABSTRAK Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang terpadu sesuai dengan Undang – Undang Republik Indonesia No.1/1970, yang mengatur keselamatan kerja, untuk memastikan keselamatan pekerja maupun orang lain di tempat kerja agar terhindar dari kecelakaan kerja yang dapat merugikan berbagai pihak, terutama perilaku merokok di tempat kerja yang beresiko terjadinya gangguan kesehatan kerja dan kecelakaan kerja. Tujuan Kegiatan pengabdian ini adalah: untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan pemilik serta karyawan home industry tentang pentingnya keselamatan kerja dan perilaku hidup bersih dan sehat tanpa rokok. Metode yang dilakukan dalam pendidikan kesehatan adalah penjelasan atau ceramah, tanya jawab dan demonstrasi melaui video yang diberikan oleh pemateri kepada pekerja dan pemilik Home Industry.  Hasil kegiatan, peserta kegiatan ini adalah owner atau pemilik home industry dan 5 karyawan dari home industry dengan hasilnya bahwa terjadi peningkatan pengetahuan dengan kemampuan mereka menjawab pertanyaan dengan baik dan benar dalam upaya mengendalikan kebiasaan perilaku merokok. Kesimpulan: Perlu ada upaya untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya kesehatan di lingkungan kerja, termasuk kebijakan yang mendukung gaya hidup agar bebas dari rokok di tempat kerja. Kata Kunci: Kesehatan Kerja, Merokok, Pendidikan Kesehatan, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat  ABSTRACT The implementation of integrated Occupational Safety and Health (K3) in accordance with the Law of the Republic of Indonesia No.1/1970, which regulates occupational safety, to ensure the safety of workers and other people in the workplace to avoid work accidents that can harm various parties, especially smoking behavior in the workplace which is at risk of occupational health disorders and occupational accidents. The purpose of this service activity is: to increase awareness and knowledge of home industry owners and employees about the importance of work safety and clean and healthy living behaviors without smoking. The methods carried out in health education are explanations or lectures, questions and answers and demonstrations through videos given by speakers to workers and owners of Home Industries.  As a result of the activity, the participants of this activity were owners or owners of the home industry and 5 employees from the home industry with the results that there was an increase in knowledge with their ability to answer questions properly and correctly in an effort to control smoking behavior habits. Conclusion: There needs to be an effort to raise awareness about the importance of health in the workplace, including policies that support a smoke-free lifestyle in the workplace. Keywords: Occupational Health, Smoking, Health Education, Clean and Healthy Living Behaviors
Bimbingan Karir untuk Menentukan Masa Depan pada Siswa/Siswi Kelas IX SMPN 3 Jatinangor Amira, Iceu; Hendrawati, Hendrawati; Rosidin, Udin
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i1.17796

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan : Masa depan adalah suatu hal yang harus dipikirkan secara  tepat, karena banyak siswa-siswi yang masih belum memahami tentang karir yang akan dipilih nanti kedepannya, hal ini disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya minat  terhadap suatu karir, minat orang tua dan kondisi sosial masyarakat, tingkat ekonomi  keluarga, dan lainnya. Sehingga pemilihan karir ini bagi para siswa- siswi SMP tidaklah mudah. Sebelum memilih karir, perlu dipikirkan terlebih dahulu jenjang pendidikan yang akan diambil selanjutnya apakah melanjutkan ke tingkat SMA atau SMK supaya bisa sejalan dengan karir yang akan kita ambil. Usulannya penyelesaian   sesuai dengan visi Indonesia Emas 2045 yaitu pendidikan ini merupakan salah satu kunci penting untuk adaptasi dan transformasi dalam mempersiapkan visi Indonesia  Emas 2045. Tujuan PKM: kami mengambil tema dan judul ini adalah untuk  sosialisasi kepada siswa-siswi tentang pentingnya bimbingan karir di lingkungan sekolah. Metode: Kegiatan ini menggunakan metode edukasi kepada siswa/ siswi, seta melakukan Teach- back Method yaitu evaluasi yang melibatkan peserta didik untuk menjelaskan kembali konsep- konsep yang telah diajarkan. Hasil: Respon peserta antusias dan aktif bertanya Ketika diberikan materi tentang bimbingan karir. Seluruh peserta aktif dalam kegiatan mulai dari pembukaan, pemaparan dan evaluasi, pre-test, post-test, pemberian penghargaan, hingga penutupan dan dokumentasi. Kesimpulan: Setelah dilakukan edukasi tentang pentingnya pemilihan karir bagi siswa ada   peningkatan dari hasil pre dan postest. Kata Kunci: Bimbingan, Karir, Siswa  ABSTRACT Introduction: The future is something that must be thought about appropriately, because many students still do not understand the career they will choose in the future, this is caused by several factors including interest in a career, parents' interest and the social conditions of society, family economic level, and others. So choosing this career for junior high school students is not easy. Before choosing a career, you need to think first about the level of education you will take and whether to continue to high school or vocational school level so that it can be in line with the career you will take. The proposed solution is in accordance with the vision of Golden Indonesia 2045, namely that education is one of the important keys for adaptation and transformation in preparing the vision of Golden Indonesia 2045. The purpose of PKM: we took this theme and title to socialize students about the importance of career guidance in the school environment. . Method: This activity uses an educational method for students, as well as carrying out a Teach-back Method, namely an evaluation that involves students to explain again the concepts that have been taught. Results: Participants responded enthusiastically and actively asked questions when given material about career guidance. All participants were active in activities starting from opening, presentation and evaluation, pretest, posttest, awarding, to closing and documentation. Conclusion: After providing education about the importance of career choice for students, there was an increase in pre and post-test results. Keywords: Career, Guidance, Student
Edukasi Persiapan Peserta Donor Sebelum Melakukan Donor Darah di Palang Merah Indonesia Garut Hendrawati, Hendrawati; Amira, Iceu; Rosidin, Udin
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i2.17646

Abstract

ABSTRAK Donor darah adalah proses pengambilan darah dari seseorang secara sukarela untuk disimpan di bank darah yang digunakan untuk keperluan transfusi darah. Sebelum terjadi donor darah, pendonor akan melewati tahap seleksi donor darah dengan tujuan untuk melindungi kesehatan donor dengan cara memastikan bahwa donasi tersebut tidak berbahaya bagi kesehatannya, dan melindungi pasien dari resiko penyakit menular atau efek merugikan lainnya. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan pengetahuan bagi setiap pendonor supaya lebih siap dan merasa aman dan nyaman saat mau mendonorkan dan setelah di ambil darahnya. Metode yang dipergunakan dalam kegiatan ini adalah  memberikan edukasi secara tatap muka dan mengobservasi setelah dilakukan  pengambilan darah sampai pendonor merasa fit lagi/ tidak ada keluhan . Hasil kegiatan ini adalah adanya peningkatan  yaitu 47,8 point, hasil dari pretest /sebelum dilakukan edukasi dan postest. Adanya peningkatan pengetahuan dan kesiapan pendonor sebelum dilakukan pengambilan darah dan setelah di ambil darah, sehingga para pendonor tidak merasa ketakutan untuk diambil darahnya dan adanya kesadran untuk tetap menjadi pendonor secara rutin , diharapkan  persediaan darah di kabupaten Garut mencukupi untuk kebutuhan pasien baik  jangka pendek ataupun jangka panjanjang.. Kata Kunci:  Edukasi, Pendonor, PMI  ABSTRACT Blood donation is the process of taking blood from someone voluntarily to be stored in a blood bank to be used for blood transfusion purposes. Before a blood donation occurs, the donor will go through a blood donor selection stage with the aim of protecting the donor's health by ensuring that the donation is not dangerous to his health, and protecting the patient from the risk of infectious diseases or other adverse effects. The aim of this activity is to provide knowledge for Every donor should be better prepared and feel safe and comfortable when donating and after having their blood taken. The method used in this activity is to provide face-to-face education and observe after taking blood until the donor feels fit again/has no complaints. The result of this activity was an increase of 47.8 points, the results of the pretest / before education and posttest. There is an increase in knowledge and readiness of donors before taking blood and after blood is taken, so that donors do not feel afraid of having their blood taken and there is awareness to remain a regular donor. It is hoped that the blood supply in Garut district will be sufficient for patient needs, both short and long term. long term. Keywords: Education, Donors, PMI
Edukasi Dampak Pernikahan Dini terhadap Kejadian Stunting Rosidin, Udin; Amira, Iceu; Hendrawati, Hendrawati
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i1.18190

Abstract

ABSTRAK Pernikahan dini merupakan fenomena sosial yang sering terjadi dewasa ini. Pelaksanaan pernikahan dini sering kali berakar dari kondisi ekonomi dan permasalahan keluarga. Salah satu dampak dari pernikahan dini bagi perkembangan anak yaitu anak berisiko stunting.  Keadaan ini dikarenakan pada usia remaja masih membutuhkan gizi maksimal hingga usia 21 tahun. Apabila dalam usia remaja sudah mengalami kehamilan, maka tubuh ibu akan berebut gizi dengan bayi di kandungannya sehingga jika nutrisi ibu tidak cukup selama kehamilan, bayi akan lahir dengan berat badan lahir rendah (BBLR) dan sangat berisiko terkena stunting. Stunting diartikan sebagai kondisi pertumbuhan fisik anak yang terhambat akibat malnutrisi kronis, berpotensi memengaruhi perkembangan kognitif dan kesehatan jangka panjang. Oleh karena itu, penting untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman remaja tentang bahaya pernikahan dini terhadap kesehatan anak. Metode kegiatan yang digunakan adalah penyuluhan kesehatan. Tujuan kegiatan adalah meningkatkan pengetahuan remaja tentang dampak pernikahan dini terhadap kejadian stunting. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan jumlah remaja dalam katagori pengetahuan baik dan ada penurunan jumlah remaja yang dalam katagori pengetahuan kurang. Kesimpulan ada peningkatan pengetahuan remaja tentang dampak pernikahan dini terhadap kejadian stunting sebesar 20,86 poin. Kegiatan yang sudah dilaksanakan diharapkan dapat dilanjutan oleh masyarakat RW 17 dengan dukungan dari kelurahan Kotawetan dan Puskesmas Guntur. Sehingga pada akhirnya masyarakat dapat mencegah kejadian stunting. Kata Kunci: Pernikahan dini, Remaja, Stunting   ABSTRACT Early marriage is a social phenomenon that often occurs today. The implementation of early marriage is often rooted in economic conditions and family problems. One of the impacts of early marriage on children's development is that children are at risk of stunting.  This situation is because teenagers still need maximum nutrition until the age of 21 years. If a teenager experiences pregnancy, the mother's body will compete for nutrition with the baby in her womb so that if the mother's nutrition is inadequate during pregnancy, the baby will be born with a low birth weight (BBLR) and be at high risk of stunting. Stunting is defined as a condition where a child's physical growth is hampered due to chronic malnutrition, potentially affecting cognitive development and long-term health. Therefore, it is important to increase teenagers' knowledge and understanding of the dangers of early marriage on children's health. The activity method used is health education. The aim of the activity is to increase teenagers' knowledge about the impact of early marriage on the incidence of stunting. The results of the activity showed that there was an increase in the number of teenagers in the good knowledge category and a decrease in the number of teenagers in the poor knowledge category. The conclusion is that there is an increase in teenagers' knowledge about the impact of early marriage on the incidence of stunting by 20.86 points. It is hoped that the activities that have been carried out can be continued by the RW 17 community with support from the Kotawetan sub-district and the Guntur Community Health Center. So that in the end the community can prevent stunting.  Keywords: Early Marriage, Teenagers, Stunting
Upaya Peningkatan Cakupan Pelayanan Posbindu melalui Program Edukasi dan Kunjungan Rumah Rosidin, Udin; Shalahuddin, Iwan
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i1.18064

Abstract

ABSTRAK Paradigma sehat merupakan cara pandang masyarakat yang lebih mengutamakan pelayanan promotif dan preventif dari pada pelayanan kuratif. Cara pandang ini  mendukung masyarakat untuk hidup sehat. Salah satu indikator hidup sehat yaitu penderita hipertensi melakukan pengobatan secara teratur. Pengelolaan penyakit hipertensi merupakan tanggung jawab pemerintah, swasta dan masyarakat. Salah satu program pengelolaan penyakit hipertensi adalah program posbindu. Berdasarkan hasil survey yang dilakukan mahasiswa program profesi ners angkatan 46 yang dilaksanakan di RW 17 Kelurahan Kotawetan  ditemukan data masih rendah kunjungan lansia ke posbindu. Rendahnya kunjungan posbindu tersebut dimungkinkan karena faktor pengetahuan dan keterbatasan fisik lansia. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan cakupan kunjungan posbindu melalui peningkatan pengetahuan lansia tentang hipertensi dan manfaat posbindu serta melakukan kunjungan rumah. Metode kegiatan berupa pelaksanaan penyuluhan kesehatan dan kunjungan rumah. Kegiatan diikuti oleh 35 orang lansia. Hasil kegiatan menunjukan ada peningkatan pengetahuan sebesar 13 poin dan peningkatan kunjungan posbindu sebanyak 20 orang. Kegiatan yang sudah dilaksanakan diharapkan dapat dilanjutan dengan dukungan dari kelurahan Kotawetan dan Puskesmas Guntur. Sehingga pada akhirnya lansia dapat melaksanakan pengelolaan penyakit hipertensi di posbindu secara mandiri.  Kata Kunci: Hipertensi, Kunjungan Rumah, Posbindu.   ABSTRACT The healthy paradigm is a society's perspective that prioritizes promotive and preventive services rather than curative services. This perspective supports people to live healthy lives. One indicator of a healthy life is that people with hypertension take regular medication. Management of hypertension is the responsibility of the government, private sector and society. One of the hypertension management programs is the posbindu program. Based on the results of a survey conducted by students of the 46th class of the nursing profession program which was carried out in RW 17, Kotawetan Subdistrict, it was found that data on elderly visits to posbindu was still low. The low number of posbindu visits is possible due to the knowledge and physical limitations of the elderly. The aim of this activity is to increase the coverage of posbindu visits by increasing the elderly's knowledge about hypertension and the benefits of posbindu as well as conducting home visits. The activity method is in the form of health education and home visits. The activity was attended by 35 elderly people. The results of the activity showed that there was an increase in knowledge by 13 points and an increase in posbindu visits by 20 people. It is hoped that the activities that have been carried out can be continued with support from the Kotawetan sub-district and the Guntur Community Health Center. So that in the end the elderly can manage hypertension at Posbindu independently.   Keywords: Hypertension, Home Visits, Posbindu.
Co-Authors Aat Sriati Adelse Prima Mulya Ahmad Yamin Ahmad Yamin Ajeng Fajriati Nurul Fatimah Alam, Ismailah Anggi Putri Ariyani Anggi Putri Ariyani Anggi Putri Ariyani Ariyani, Anggi Putri Astiani, Santi Aulia, Syifa Nurul Cah Soniman Nitema Gea Cecep Eli Kosasih Citra Sari Citra Windani M.S Dadang Purnama Desy Indra Yani Ema Arum R. Ema Arum Rukmasari Erna Herawati Fatmaningsih, Nurul Khotimah Fauziyah, Shafira Fitri Fortuna, Amanda Dwi Furkon Nurhakim Furkon Nurhakim Habsyah Saparidah Agustina Haelena Wibowo, Gita Amoria Hartiah Haroen Harun, Hasniatisari Hendrawati Hendrawati Hendrawati Hendrawati Hendrawati Hendrawati Iceu Amira Iceu Amira Iceu Amira D.A Iceu Amira DA Ikeu Nurhidayah Indra Maulana Indra Maulana Indra Maulana Indra Maulana` Indra Maulana Iqbal Pramukti Iwan Shalahhudin Iwan Shalahuddin Iwan Sholahhudin Iwan Sholahuddin Iwan Sholahudin Iwan Sholahudin Iwan Suhendar Iyus Yosep Jatiningtyas, Kurnia Jemi Rahmani A Jemi, Jemi Rahmani A Komariah, Mariah Kosim Kosim Kurniawan Yudianto Kusman Ibrahim Laili Rahayuwati Lisfa Asifah Luthfi, Wazirul Luthfiyani, Nida M Noor, Rohmahalia Mamat Lukman Maziyya, Nur Mediawati, Ati Surya Mira Trisyani Koeryaman Mohammad Abdul Mubaroq, Bagja Al Mulya, Adelse Prima Neti Juniarti Nida Luthfiyani Nida Luthfiyani Nida Luthfiyani Nina Sumarni Noor, Rohmahalia M. Noor, Rohmahallia M Pristasari, Sheizi Purba, Avrilia Roroarta Wahyuni Purnama, Erita Cahya Putri, Dea Sephia Putri, Syifa Nabilla R, Ema Arum Rahmawati, Sephia Raini Diah Susanti Rohmahalia M Noor Rohmahalia M Noor Rohmahalia M Noor Rohmahalia M Noor Rohmahalia M Noor Rohmahalia M. Noor Rohmahalia M. Noor Rohmahalian M. Noor Rohman Hikmat Ryan Hara Permana Sandra Pebrianti Sandra Pebrianti Sandra Restuti Sena Yudipaty Setiawan Setiawan Setiawan Setiawan Setiawan Setiawan, Sobur Shalahhudin, Iwan Sholahudin, Iwan Sobur Setiawan Sopia Marlina Sri Amanda Sri Hendrawati Sukma Senjaya Sukmawati Sukmawati Sumarna, Umar Sumarna, Umar Sumarna, Umar Taty Hernawaty Tetti Solehati Theresia Eriyani Umar Sumarna Umar Sumarna Umar Sumarna Umar Sumarna Umar Sumarna Umar Sumarna Umar Sumarna Umar Sumarna Umar Sumarna Umar Sumarna Windani, Citra Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati, Witdiawati Witdiawati, Witidiawati Yuli Yani