Claim Missing Document
Check
Articles

Edukasi Menjaga Kesehatan Fisik Dan Mental Saat Siswa Menjalani Study From Home Udin Rosidin; Dadang Purnama; Umar Sumarna; Nina Sumarni; Furkon Nurhakim; Kosim Kosim
JPKMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia) Vol 3, No 3: Agustus (2022)
Publisher : ICSE (Institute of Computer Science and Engineering)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36596/jpkmi.v3i3.456

Abstract

Abstrak: Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar dalam proses belajar mengajar adalah ditetapkannya Study from Home. Dampak yang dirasakan oleh siswa dari kebijakan tersebut adalah dampak positif maupun dampak negatif(Fatimah and Puspaningtyas 2020). Permasalahan yang muncul sebagai dampak negatif dari sistem pembelajaran study from home diantarnya  adalah gangguan fisik maupun psikis yang kerap kali dirasakan siswa. Kesehatan fisik dan psikis adalah dua hal penting yang saling berkaitan dan harus dikelola secara seimbang. Tujuan dari kegiatan ini adalah peningkatan pengetahuan siswa tentang pentingnya menjaga kesehatan fisik dan mental sehingga diharapkan adanya peningkatan perilaku kesehatan baik fisik dan psikologis  selama melaksanakan Study from Home. Metode yang digunakan untuk mencapai tujuan tersebut adalah melakukan kegiatan pendidikan kesehatan kepada siswa. di SMA Negeri 1 Baleendah Bandung. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan rata-rata nilai pengetahuan siswa sebelum dan sesudah dilaksanakan pendidikan kesehatan sebesar 29,28 point.  Rata rata nilai pengetahuan sebelum pendidikan kesehatan sebesar 66,07 dan rata-rata nilai pengetahuan setelah dilaksanakan pendidikan kesehatan sebesar 95,35. Dengan meningkatnya pengetahuan siswa tentang cara mengatasi gangguan kesehatan saat menjalani study from home maka akan berdampak pada perlaku siswa untuk melakukan hidup sehat.Abstract: The Large-Scale Social Restriction Policy in the teaching and learning process is the stipulation of Study from Home. The impact felt by students from the policy is a positive impact as well as a negative impact. Problems that arise as a negative impact of the study from home learning system include physical and psychological disorders that are often felt by students. Physical and psychological health are two important things that are interrelated and must be managed in a balanced way. The purpose of this activity is to increase students' knowledge about the importance of maintaining physical and mental health so that it is hoped that there will be an increase in both physical and psychological health behavior while carrying out Study from Home. The method used to achieve this goal is to carry out health education activities for students. at SMA Negeri 1 Baleendah Bandung. The results of the activity showed an increase in the average value of students' knowledge before and after health education was carried out by 29.28 points. The average value of knowledge before health education is 66.07 and the average value of knowledge after health education is 95.35. With the increasing knowledge of students about how to overcome health problems when undergoing study from home, it will have an impact on student behavior to lead a healthy life.
Edukasi tentang Kesehatan dan Keselamatan Kerja pada Pekerja Industri Rumahan Jaket Kulit di Sukamentri Garut Umar Sumarna; Udin Rosidin; Nina Sumarni; Iwan Shalahuddin; Rohmahalia M Noor
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i1.8284

Abstract

ABSTRAK Industri rumahan banyak mengundang permasalahan kesehatan yang mengancam para pekerjanya. Di tempat kerjanya banyak pekerja yang bekerja dengan kondisi kesehatan dan keselamatan kerja yang kurang memadai. Kondisi yang dapat menimbulkan masalah-masalah gangguan kesehatan bagi pekerjanya. Hal demikian terjadi karena para pekerja memiliki tingkat pengetahuan yang rendah tentang kesehatan dan keselamatan kerja. Rendahnya tingkat pengetahuan ini berhubungan dengan rendahnya pengawasan pemerintah yang lebih berfokus pada perusahaan-perusahan besar. Sehingga para pekerja di industri rumahan kurang mendapat penyuluhan berupa edukasi yang berhubungan dengan kesehatan dan keselamatan kerja, walaupun sebagian besar jenis industri ini berada di lingkungan perkotaan. Salah satu industri rumahan yang dijadikan sasaran dalam pengabdian ini adalah industri jaket kulit yang bernama Fasya Leather yang berlokasi di Kelurahan Sukamentri Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut. Maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan pengetahuan pekerja setelah diberikan edukasi oleh tim pengabdian. Metoda yang diambil dalam pengabdian ini adalah edukasi atau penyuluhan. Melalui teknik pengumpulan data berupa pretes dan postes untuk dilakukan uji statistik sejauhmana peningkatan dari tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah edukasi. Melalui uji T paired, hasil yang didapat menyatakan bahwa terdapat peningkatan yang signifikan dengan tingkat signifikansi 0,000 < 0,05 dan t hitung 11,168 > t tabel 2,093. Maka dapat disimpulkan bahwa edukasi kesehatan dapat meningkatkan tingkat pengetahuan pekerja. Dalam hal ini disarankan edukasi kesehatan dilakukan secara kontinu terhadap pekerja di industri jaket kulit Fasya Leather. Kata Kunci: Pekerja, Industri Rumahan, Kesehatan dan Keselamatan Kerja  ABSTRACT Home industries cause many health problems that threaten their workers. In the workplace, many workers work with inadequate conditions of occupational health and safety. Conditions that can cause health problems for workers.This happens because workers have a low level of knowledge about occupational health and safety. This low level of knowledge is related to the low level of government oversight that focuses more on large companies. So that workers in the cottage industry do not receive counseling in the form of education related to occupational health and safety, even though most of these types of industries are located in urban environments. One of the home industries targeted in dedication team is the leather jacket industry named Fasya Leather, which is located in Sukamentri Village, Garut Kota District, Garut Regency. So this study aims to determine the increase in workers' knowledge after being given education by the deducation team. The method used in this dedication is education or counceling. Through data collection techniques in the form of pretest and posttest to do statistical tests on the extent of the increase from the level of knowledge before and after education. Through the paired T test, the results obtained stated that there was a significant increase with a significance level of 0.000 < 0.05 and    t count 11.168 > t table 2.093. So it can be concluded that health education can increase the knowledge level of workers. In this case, it is recommended that health education be carried out continuously for workers in the Fasya leather jacket industry. Keywords: Workers, Home Industry, Occupational Health and Safety
Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS) Siswa/siswi di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) Hendrawati, Sri; Rosidin, Udin; Astiani, Santi
Jurnal Perawat Indonesia Vol. 4 No. 1 (2020): May 2020
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.633 KB) | DOI: 10.32584/jpi.v4i1.454

Abstract

Perilaku hidup bersih dan sehat di lingkungan sekolah merupakan sekumpulan perilaku yang dipraktikan oleh peserta didik, guru, dan  masyarakat lingkungan sekolah sebagai hasil pembelajaran. Permasalahan yang muncul di sekolah menengah pertama negeri menunjukan siswa/siswi tidak melakukan PHBS seperti jarang melakukan cuci tangan dengan air mengalir dan sabun, jarang menggunakan jamban sehat, jarang membuang sampah pada tempatnya sehingga terjadi beberapa kasus kejadian penyakit dseperti diare, cacingan, typoid, dan maag. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi gambaran PHBS pada siswa/siswi di sekolah menengah pertama negeri. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif kuantitatif. Populasi pada penelitian ini adalah siswa/siswi di SMPN 3 dan SMPN 4 di Wilayah Kerja Puskesmas Guntur Garut yang berjumlah 1458. Teknik pengambilan sempel menggunakan stratified random sampling sehingga didapatkan 317 orang. Penelitian ini menggunakan intrumen kuesioner PHBS di sekolah. Data dianalisis  secara univariat dengan menggunakan nilai mean dan disajikan dalam distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukan bahwa setengah dari responden yaitu sebanyak 160 (50,5%) siswa/siswi sudah berperilaku baik dalam berperilaku hidup bersih dan sehat, dan hampir setengah responden yaitu sebanyak 157 (49,5%) siswa/siswi masih berperilaku buruk dalam berperilaku hidup bersih dan sehat. PHBS pada siswa/siswi ini harus lebih ditingkatkan lagi dengan cara pemberdayaan UKS bekerjasama dengan perawat yang ada di puskesmas terdekat dengan melakukan penyuluhan tentang PHBS.Clean and healthy life behaviour in school environment is an accumulation of behaviours which are practiced by students, teachers, and community as a result of learning. Problems which arose in junior high school showed that students did not do clean and healthy life behaviour such as rarely washing their hands with running water and soap, rarely using healthy toilets, rarely throwing garbage in the right places so that there were several cases of diseases such as diarrhea, intestinal worms, typoid, and peptic ulcer.This research aimed to identify the description of clean and healthy life behaviour in SMPN 3 and SMPN 4 Garut in the area of Guntur Community Health Centre. The research method used descriptive quantitative. The population in this research was students of SMPN 3 and SMPN 4 Garut, with the total of 1458. The sampling technique used stratified random sampling so that 317 people were obtained. This research used the clean and healthy life behaviour questionnaire instrument in schools. Data were analyzed univariately using mean values and presented in a frequency distribution. The results showed half of the respondents were 160 (50.5%) of students had behaved well in behaving clean and healthy, and almost half the respondents were 157 (49.5%) students still behaved poorly in the behavior of clean and healthy. PHBS for these students must be further improved by empowering School Health Unit in collaboration with the nurses at the nearest community health centre by conducting education about clean and healthy life behaviour. 
Senam Sehat Mampu Kendalikan Tekanan Darah pada Lansia di Rw 11 Kelurahan Sukamentri Garut Nina Sumarni; Udin Rosidin; Umar Sumarna; Ema Arum R.; Iwan Sholahuddin; Dadang Purnama
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i2.8347

Abstract

ABSTRAK Dampak dari penurunan fungsi tubuh yang sering dirasakan oleh kalangan lansia yaitu pada sistem musculoskeletal, hal tersebut terjadi karena berkurangnya masa dan fungsi otot, kehilangan massa tulang sehingga lansia mudah merasa lelah, nyeri pada kaki dan pergerakan menjadi terbatas hal tersebut sangat berpengaruh terhadap aktivitas sehari-hari lansia. Kurangnya aktivitas fisik  dapat meningkatkan resiko terjadinya penyakit degeneratif seperti hipertensi, diabetes melitus dan asam urat. Salah satu olahraga yang dapat dilakukan oleh lansia yang menderita hipertensi adalah senam lansia. Senam lansia merupakan olahraga yang ringan dan mudah dilakukan oleh lansia. Senam lansia juga berpengaruh pada tekanan darah lansia terutama pada orang yang memiliki hipertensi. Hal ini terjadi karena senam dapat meningkatkan kerja jantung dan melancarkan peredaran darah sehingga tekanan darah menjadi stabil dan menurun. Tujuan kegiatan adalah memberikan pendidikan kesehatan  tentang Senam sehat mampu Kendalikan tekanan darah di RW 11 Kelurahan Sukamentri Garut. Metode yang digunaan pada kegiatan ini ialah ceramah dan diskusi serta tanya jawab. Hasil yang dicapai setelah dilakukan pendidikan kesehatan melalui pendidikan  kesehatan, para peserta dapat mengetahui dan memahami tentang senam sehat  yang mampu kendalikan tekanan darah serta  bersedia untuk aktif dikegiatan Posbindu dalam kegiatan senam sehat.Kesimpulan Terjadi peningkatan pengetahuan mengenai senam sehat mampu kendalikan tekanan darah sebesar 23,4 poin. Kata Kunci: Hipertensi, Lansia, Senam Sehat                                                ABSTRACT The impact of decreased body function that is often felt by the elderly is on the musculoskeletal system, this occurs due to reduced muscle mass and function, loss of bone mass so that the elderly feel tired easily, leg pain and limited movement, this greatly affects activities elderly everyday. Lack of physical activity can increase the risk of degenerative diseases such as hypertension, diabetes mellitus and gout. One sport that can be done by the elderly who suffer from hypertension is elderly gymnastics. Elderly gymnastics is a light exercise and easy for the elderly to do. Elderly gymnastics also has an effect on elderly blood pressure, especially in people who have hypertension. This happens because exercise can increase the work of the heart and improve blood circulation so that blood pressure becomes stable and decreases. Purpose: The purpose of this activity is to provide health education about healthy gymnastics to be able to control blood pressure in RW 11 Sukamentri Garut Village. Research Methods: The methods used in this activity are lectures and discussions as well as questions and answers. The results achieved after carrying out health education through health education, the participants can know and understand about healthy exercise that is able to control blood pressure and are willing to be active in Posbindu activities in healthy gymnastic activities. Conclusion There has been an increase in knowledge about healthy exercise being able to control blood pressure by 23.4 points. Keywords: Hypertension, Elderly, Healthy Gymnastics
Peranan Keluarga dan Masyarakat pada Odgj (Orang dengan Gangguan Jiwa) Hendrawati Hendrawati; Iceu Amira; Indra Maulana; Sukma Senjaya; Udin Rosidin
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i2.8313

Abstract

ABSTRAK Kesehatan jiwa yaitu keadaan sejahtera, dimana individu yang memiliki kemampuan untuk menyadari potensi yang dimiliki dalam dirinya, dapat mengatasi tekanan kehidupan yang terjadi kepada individu, dapat bekerja secara produktif serta dapat berkontribusi dalam komunitasnya. Permasalahan – permasalahan kesehatan jiwa  yang sering terjadi salah satunya adalah kemampuan keluarga dalam kelolaan orang dengan gangguan jiwa(ODGJ), stigma yang ada ditengah masyarakat, seperti penggunaan istilah lokal terhadap ODGJ ternyata mempengaruhi ketidaknyamannya. Sikap penolakan masyarakat terhadap ODGJ juga berdampak pada penurunan harga diri dan mengoyak martabatnya. Tujuan penyuluhan  kesehatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan keluarga tentang  pentingnya peranan keluarga dan masyarakat  pada  ODGJ. Metode yang dipergunakan dalam kegiatan ini adalah penyuluhan  dengan tatap muka. Hasil  kegiatan ini adalah  adanya peningkatan rata-rata nilai pengetahuan yaitu sebesar 46,7 point. Kesimpulan adanya peningkatan pengetahuan keluarga dan masyarakat tentang peranan keluarga dalam perawatan ODGJ. Sehingga diharapkan akan terjadi peningkatan kemampuan masyarakat dalam melakukan perawatan ODGJ. Kegiatan ini dapat dijadikan program tetap yang dilaksanakan secara periodik sebagai upaya untuk meningkatkan kemandirian keluarga dan masyarakat dalam melakukan perawatan ODGJ di rumah.   Kata Kunci: Keluarga, Masyarakat,Orang dengan Gangguan Jiwa,Peranan  ABSTRACT Mental health is a state of well-being, where individuals have the ability to realize their potential, can cope with the pressures of life that occur to individuals, can work productively and can contribute to their community. One of the mental health problems that often occurs is the ability of families to manage people with mental disorders (ODGJ). The stigma that exists in society, such as the use of local terms for ODGJ, actually affects their discomfort. The attitude of society's rejection of ODGJ also has an impact on reducing self-esteem and destroying their dignity. The purpose of this health education is to increase family knowledge about the importance of the role of the family and community in ODGJ. The method used in this activity is face-to-face counseling. The result of this activity is an increase in the average value of knowledge that is equal to 46.7 points. The conclusion is that there is an increase in family and community knowledge about the role of the family in the care of ODGJ. So it is hoped that there will be an increase in the ability of the community to treat ODGJ. This activity can be used as a permanent program that is carried out periodically as an effort to increase the independence of families and communities in carrying out ODGJ care at home. Keywords: Family, Society, People with Mental Disorders, Role
Hubungan Monitoring Berat Badan melalui Posyandu dengan Hasil Kenaikan Berat Badan Balita di Desa Jayaraga Kabupaten Garut Ajeng Fajriati Nurul Fatimah; Mamat Lukman; Udin Rosidin
Malahayati Nursing Journal Vol 5, No 2 (2023): Volume 5 Nomor 2 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v5i2.8118

Abstract

ABSTRACT Monitoring of body weight and weight gain for toddlers has an effect on the growth status of toddlers which can be monitored through posyandu activities. Based on a preliminary study in Jaya Raga Village, data on the coverage of D/S Indicators in posyandu activities was 74.7%, but based on data, the coverage of N/S Indicators for children under five was only 36%. The purpose of this study was to determine the relationship between monitoring weight through posyandu with weight gain in Jayaraga Village. This study uses secondary data from the Posyandu Information System (SIP) book report from July to December 2020 in Jayaraga Village. The research uses quantitative methods that are correlation analytic. The population in this study was 497 toddlers in Jayaraga Village. Data were analyzed using chi square correlation test. The results showed that there were 62.8% of children under five who did weight monitoring through the posyandu, 37.2% who did not do weight monitoring through the posyandu. The results of the study also showed that 60% of under-fives experienced weight gain, and 40% of under-fives who did not gain weight. Based on the correlation test, there is a relationship between monitoring body weight and weight gain of toddlers in Jayaraga Village with a p value of 0.00 < (0.05) and an Odds Ratio of 3.5 means that toddlers who do weight monitoring at the posyandu have a chance to experience weight gain 3 times than those who do not do weight monitoring through posyandu. There is a relationship between weight monitoring through posyandu and weight gain of children under five. Thus, as a recommendation, it is necessary to empower cadres to actively motivate and increase community participation. Keywords: Monitoring Weight Gain, Posyandu, Toddler, Weight Gain   ABSTRAK Monitoring berat badan dan Kenaikan Berat Badan terhadap balita berpengaruh pada status pertumbuhan balita yang dapat dimonitoring melalui kegiatan posyandu. Berdasarkan studi pendahuluan di Desa Jaya Raga, data cakupan Indikator D/S pada kegiatan posyandu yaitu sebanyak 74,7% namun berdasarkan data  cakupan Indikator N/S pada balita hanya sebanyak 36%. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan monitoring berat badan melalui posyandu dengan Kenaikan Berat Badan di Desa Jayaraga. Penelitian ini menggunakan data sekunder dari laporan buku Sistem Informasi Posyandu (SIP) pada bulan Juli sampai bulan Desember 2020 di Desa Jayaraga. Penelitian mengggunakan metode kuantitatif yang bersifat analitik korelasi. Populasi dalam penelitian ini 497 balita yang ada di Desa Jayaraga. Data dianalisis menggunakan uji korelasi chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Terdapat 62,8% balita yang melakukan monitoring berat badan melalui posyandu, 37,2% yang tidak melakukan monitoring berat badan melalui posyandu. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa Kenaikan Berat Badan sebanyak 60% balita yang mengalami kenaikan berat badan, dan sebanyak 40% balita yang tidak mengalami kenaikan berat badan pada balita. Berdasarkan uji korelasi, terdapat hubungan antara monitoring berat badan dengan kenaikan berat badan balita di Desa Jayaraga dengan nilai p Value 0,00 < α (0,05) serta didapatkan Odds Rasio 3,5 maka balita yang melakukan monitoring berat badan ke posyandu memiliki peluang untuk mengalami kenaikan berat badan 3 kali dari pada yang tidak melakukan monitoring berat badan melalui posyandu. Terdapat hubungan antara monitoring berat badan melalui posyandu dengan kenaikan berat badan balita. Dengan demikan sebagai rekomendasi diperlukan pemberdayaan kader untuk aktif memotivasi dan meningkatkan partisipasi masyarakat. Kata Kunci: Balita, Berat Badan, Kenaikan Berat Badan Monitoring, Posyandu
Pelatihan Aplikasi Sehat Indonesiaku sebagai Deteksi Dini Ptm pada Kader Kesehatan di Wilayah Puskesmas Guntur Garut Udin Rosidin; Umar Sumarna; Nina Sumarni; Iwan Shalahuddin; Rohmahalia M Noor; Anggi Putri Ariyani; Nida Luthfiyani
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i4.8988

Abstract

ABSTRAK Pada saat ini kasus PTM telah menyebabkan meningkatnya angka kesakitan dan kematian.  Seringkali Gejala PTM tidak tampak sehingga lolos dari deteksi melalui anamnese tenaga medis. Hal ini menyebabkan PTM dijumpai pada tingkat yang lebih parah sehingga susah untuk dipulihkan. Untuk mengatasi permasalahan itu pengetahuan kader kesehatan tentang deteksi dini PTM harus diupayakan untuk ditingkatkan lagi.  Maka kegiatan ini bertujuan untuk menambah tingkat pengetahuan kader kasehatan mengenai deteksi PTM secara lebih awal melalui aplikasi ASIK. Dengan kegiatan ini diharapkan kader kesehatan memiliki kemampuan yang baik tentang deteksi dini pada PTM. Metode sosialisasi pada kegiatan ini adalah pendidikan dan pelatihan para kader kesehatan tentang deteksi dini pada PTM dengan menggunakan aplikasi ASIK. Jumlah peserta yang hadir sebanyak 60 kader kesehatan. Hasil kegiatan menunjukkan rata rata nilai hasil prestest sebesar 65 point dan rata rata nilai posttest sebesar 80 point. Kesimpulan dari kegiatan pengabdian ini adalah  bertambahnya tingkat pengetahuan kader kesehatan tentang PTM serta pengelolaan posbindu sebesar 15 point. Kegiatan yang sudah dilaksanakan diharapkan dapat berkelanjutan secara mandiri oleh masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Guntur. Setiap kelurahan dapat melaksanakan pelatihan kader kesehatan dalam penggunaan aplikasi ASIK secara rutin melalui anggaran kelurahan. Kata Kunci: Aplikasi ASIK, Deteksi Dini, Penyakit Tidak Menular  ABSTRACT Currently, almost all countries are facing problems due to Non-Communicable Diseases (PTM). PTM often goes undetected because it is asymptomatic and there are no complaints. This causes PTM to be found at a more advanced level making it difficult to recover and ending with disability or premature death. To overcome this problem, knowledge of community health workers about early detection of PTM should be made to improve again. The objective about this activity is to add of the knowledge level of community health workers in early detection about NCDs by way of the ASIK application. With this activity it is hoped that community health workers will have good skills in early detection about non-communicable diseases. The activity method used is training for community health workers on early detection of non-communicable diseases through the ASIK application. The whole of participants who attended were 60 community health workers. The results of the activity show an average pretest result of 65 points and an average posttest score of 80 points. The conclusion of this activity is that there is an increase in the knowledge of community health workers about non-communicable diseases and posbindu management by 15 points. The activities that have been do are expected to be sustainable independently by the community in the working area of Puskesmas Guntur. Each sub-district can carry out training for health cadres in using the ASIK application on a regular basis through the sub-district budget. Keywords: ASIK Application, Early Detection, Non-Communicable Diseases 
Promosi Kesehatan Mengenai Pengelolaan Sampah di Rw 13 Kelurahan Sukamentri Kecamatan Garut Kota Kabupaten Garut Umar Sumarna; Udin Rosidin; Nina Sumarni; Iwan Shalahuddin; Rohmahalia M Noor; Anggi Putri Ariyani; Nida Luthfiyani
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i4.9024

Abstract

ABSTRAK Saat ini persoalan sampah menjadi persoalan masyarakat dunia. Di Indonesia juga sampah merupakan masalah yang cukup serius berhubungan dengan jumlah penduduk yang banyak akan menimbulkan timbunan sampah yang banyak juga. Bermunculannya industri disertai teknologi yang semakin canggih di Indonesia juga dapat merusak lingkungan yang ditimbulkan oleh sampah berkaitan dengan jumlah sampah tersebut berikut dengan segala karakteristiknya. Sementara cara mengelola sampah di Indonesia masih belum sesuai dengan cara mengelola sampah yang benar dengan mengingat dampaknya pada kesehatan lingkungan. Sistem pengelolaan sampah yang tergolong maju di Indonesia adalah Provinsi Jawa Barat, dimana setiap elemen terkait baik pemerintah maupun masyarakat dilibatkan dalam menangani persoalan sampah. Namun di Garut, salah satu kabupaten di Jawa Barat, terutama di RW 13 Kelurahan Sukamentri Kecamatan Garut Kota, sistem pengelolaan sampahnya yang belum sesuai dengan undang-undang. Tenyata masalahnya adalah rendahnya tingkat pengetahuan masyarakat di area tersebut tentang cara mengelola sampah yang berwawasan lingkungan. Kondisi tersebut berimbas pada perilakunya dalam menangani persoalan sampah tersebut. Berdasarkan hal itu, Tim PPM bertujuan meningkatkan tingkat pengetahuan masyarakat RW 13 Kelurahan Sukamentri mengenai cara mengelola sampah yang berwawasan lingkungan, dilanjutkan dengan mendampingi masyarakat melaksanakan perbaikan kesehatan lingkungan di area tersebut. Untuk menangani hal tersebut, metode yang dilakukan adalah penyuluhan berupa pendidikan kesehatan tentang pengelolaan sampah yang berwawasan lingkungan. Setelah dilakukan penyuluhan, didapatkan hasil pretes sebesar 43,28 dan postes sebesar 59,38. Terjadi peningkatan pengetahuan peserta penyuluhan tentang cara mengelola sampah yang berwawasan lingkungan sebesar 16,10 angka. Kata Kunci: Tingkat Pengetahuan, Perilaku, Kesehatan Lingkungan, Pengelolaan Sampah    ABSTRACT Currently the problem of waste is a problem for the world community. In Indonesia, waste is also a serious problem, related with a large population will also cause a lot of landfills. The emergence of industries accompanied by increasingly sophisticated technology in Indonesia can also damage the environment caused by waste related to the amount of waste along with all its characteristics. Meanwhile, the way to manage waste in Indonesia is still not in accordance with the correct way in managing waste by considering the impact on environmental health. The waste management system that is classified as advanced in Indonesia is West Java Province, where each related elements to both the government and the community are involved in dealing with waste problems. However, in Garut, a regency in West Java, especially in 13th Hamlet, Sukamentri Village, Garut Kota District, the waste management system is not in accordance with the law. In fact the problem is the low level of people knowledge in the area about how to manage waste in an environmentally sound manner. This condition has an impact on his behavior in dealing with the waste problem. Based on this, the PPM Team aims to increase the knowledge level of the 13th Hamlet Sukamentri Village community regarding how to manage waste in an environmentally sound manner, followed by accompany the community in carrying out environmental health improvements in the area. To deal with this, the method used is counseling in the form of health education about environmentally sound waste management. After counseling, the pretest results were 43.28 and the posttest was 59.38. There was an increase in the knowledge level of the counseling participants about how to manage waste in an environmentally sound manner by 16.10 points. Keywords:  Knowledge Level, Behavior, Environmental Health, Waste Management
Hardiness Level of Students in Facing Learning Online During the Pandemic Iyus Yosep; Cah Soniman Nitema Gea; Udin Rosidin; Rohman Hikmat
Jurnal Keperawatan Komprehensif (Comprehensive Nursing Journal) Vol. 9 No. 2 (2023): JURNAL KEPERAWATAN KOMPREHENSIF (COMPREHENSIVE NURSING JOURNAL)
Publisher : STIKep PPNI Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33755/jkk.v9i2.459

Abstract

Aims: Hardiness is a trait or personality of an individual with positive emotions for his physical and mental health. The COVID-19 pandemic has resulted in changes in learning methods, from offline to online. Readiness to adapt to online learning is a trigger for mental stress that affects the level of hardiness. Objective: This study aims to determine the level of hardiness in final year students of the 2018 Faculty of Nursing Universitas Padjadjaran (Unpad) in dealing with online learning during the pandemic. Method: Data collection was carried out from 17th -27th November 2021. The sampling technique in this study was random sampling. Data analysis used a quantitative study. The instrument used in this study is the Hardiness of Online Learning Period instrument. The research method used in this research is a descriptive quantitative method. The population used Faculty of nursing class of 2018 students, with a sample of 153 people calculated by the Slovin formula. Result: The results obtained indicate that most of the respondent have moderate hardiness (70,6%). Other result was found that the level of resilience and hardiness of respondents was in the medium category. Conclusion: This study shows that the respondents Most of the respondents have medium level of hardiness. students are expected to be able to maintain their hardiness during online learning and academics are expected to evaluate the applied learning. Nursing Implications: This study has implications, namely basic data for nurses to carry out nursing interventions in increasing hardiness in students at school.
Socialization About The Benefits Of Using BPJS Kesehatan In 15th Hamlet Sukamentri Urban Village Garut Kota District, Garut Regency Umar Sumarna; Udin Rosidin; Nina Sumarni; Iwan Shalahuddin; Rohmahalia M. Noor; Anggi Putri Ariyani; Nida Luthfiyani
ABDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2023): ABDIMAS UMTAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35568/abdimas.v6i2.3215

Abstract

BPJS Kesehatan is the legal entity administering social security in the health sector. The health program is undertook the National Health Insurance. The entity was a replacement for Askes for civil servants and Jamsostek for non-civil servants. All Indonesian citizens are required to set aside their income for future health insurance. Thus all governments in all regions in Indonesia formed BPJS Kesehatan. It is recorded that up to 2021, 83.89% have been registered as participants of BPJS Kesehatan. So this program is also running in West Java, including Garut Regency where the participants in 2022 have reached 85%. However, there are problems in its implementation, that is awareness in paying dues as evidenced by the large number of participants who are in arrears. The PPM team decided to do community service in one of the downtown areas of Garut Regency, namely in 15th Hamlet, Sukamentri Urban Village, Garut Kota District. The results of the initial review, the participants of BPJS Kesehatan here are classified as low. The PPM team assumed that cause was the low level of community knowledge. So the purpose of this service is increasing the knowledge level of the people in 15th hamlet, Sukamentri Urban Village, Garut Kota District about BPJS Kesehatan. The method is counseling to the community and its leaders. The result is an average pretest of 42.58 and average posttest of 63.81. The conclusion that there was increase the knowledge level of the 15th Hamlet Sukamentri Urban Village community about BPJS Kesehatan. Keyword: BPJS Kesehatan, Health Insurance, Knowledge level
Co-Authors Aat Sriati Adelse Prima Mulya Ahmad Yamin Ahmad Yamin Ajeng Fajriati Nurul Fatimah Alam, Ismailah Anggi Putri Ariyani Anggi Putri Ariyani Anggi Putri Ariyani Ariyani, Anggi Putri Astiani, Santi Aulia, Syifa Nurul Cah Soniman Nitema Gea Cecep Eli Kosasih Citra Sari Citra Windani M.S Dadang Purnama Desy Indra Yani Ema Arum R. Ema Arum Rukmasari Erna Herawati Fatmaningsih, Nurul Khotimah Fauziyah, Shafira Fitri Fortuna, Amanda Dwi Furkon Nurhakim Furkon Nurhakim Habsyah Saparidah Agustina Haelena Wibowo, Gita Amoria Hartiah Haroen Harun, Hasniatisari Hendrawati Hendrawati Hendrawati Hendrawati Hendrawati Hendrawati Iceu Amira Iceu Amira Iceu Amira D.A Iceu Amira DA Ikeu Nurhidayah Indra Maulana Indra Maulana Indra Maulana Indra Maulana` Indra Maulana Iqbal Pramukti Iwan Shalahhudin Iwan Shalahuddin Iwan Sholahhudin Iwan Sholahuddin Iwan Sholahudin Iwan Sholahudin Iwan Suhendar Iyus Yosep Jatiningtyas, Kurnia Jemi Rahmani A Jemi, Jemi Rahmani A Komariah, Mariah Kosim Kosim Kurniawan Yudianto Kusman Ibrahim Laili Rahayuwati Lisfa Asifah Luthfi, Wazirul Luthfiyani, Nida M Noor, Rohmahalia Mamat Lukman Maziyya, Nur Mediawati, Ati Surya Mira Trisyani Koeryaman Mohammad Abdul Mubaroq, Bagja Al Mulya, Adelse Prima Neti Juniarti Nida Luthfiyani Nida Luthfiyani Nida Luthfiyani Nina Sumarni Noor, Rohmahalia M. Noor, Rohmahallia M Pristasari, Sheizi Purba, Avrilia Roroarta Wahyuni Purnama, Erita Cahya Putri, Dea Sephia Putri, Syifa Nabilla R, Ema Arum Rahmawati, Sephia Raini Diah Susanti Rohmahalia M Noor Rohmahalia M Noor Rohmahalia M Noor Rohmahalia M Noor Rohmahalia M Noor Rohmahalia M. Noor Rohmahalia M. Noor Rohmahalian M. Noor Rohman Hikmat Ryan Hara Permana Sandra Pebrianti Sandra Pebrianti Sandra Restuti Sena Yudipaty Setiawan Setiawan Setiawan Setiawan Setiawan Setiawan, Sobur Shalahhudin, Iwan Sholahudin, Iwan Sobur Setiawan Sopia Marlina Sri Amanda Sri Hendrawati Sukma Senjaya Sukmawati Sukmawati Sumarna, Umar Sumarna, Umar Sumarna, Umar Taty Hernawaty Tetti Solehati Theresia Eriyani Umar Sumarna Umar Sumarna Umar Sumarna Umar Sumarna Umar Sumarna Umar Sumarna Umar Sumarna Umar Sumarna Umar Sumarna Umar Sumarna Windani, Citra Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati, Witdiawati Witdiawati, Witidiawati Yuli Yani