p-Index From 2021 - 2026
15.318
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Jurusan Ilmu Keolahragaan Sains Olahraga : Jurnal Ilmiah Ilmu Keolahragaan Competitor : Jurnal Pendidikan Kepelatihan Olahraga Indonesian Journal of Applied Linguistics (IJAL) Harmonia: Journal of Research and Education Mimbar Sekolah Dasar Jurnal Pendidikan Agama Islam Al-Wijdan : Journal of Islamic Education Studies JURNAL MANAJEMEN MOTIVASI Gelanggang Olahraga: Jurnal Pendidikan Jasmani dan Olahraga (JPJO) Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Jurnal Kesehatan Holistic Journal Analytica Islamica JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI Jambura Health and Sport Journal ACTIVE: Journal of Physical Education, Sport, Health and Recreation SPORTIVE: Journal Of Physical Education, Sport and Recreation Jurnal Ilmiah Religiosity Entity Humanity (JIREH) Jurnal Akademi Pariwisata Medan Edification Journal : Pendidikan Agama Islam JURNAL PENELITIAN PERAWAT PROFESIONAL Jurnal PORKES Akademika Multilateral: Jurnal Pendidikan Jasmani Dan Olahraga At-Tajdid : Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam Journal Coaching Education Sports Al-Mubin: Islamic Scientific Journal Jurnal Keperawatan Galuh Jurnal Kesehatan Tambusai Intan Husada : Jurnal Ilmiah Keperawatan Al-Sharf: Jurnal Ekonomi Islam Jurnal Keperawatan Florence Nightingale Jurnal Ilmiah Teunuleh: The International Journal of Social Sciences JINTAN : Jurnal Ilmu Keperawatan Jurnal Penelitian Inovatif Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Kutubkhanah Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan International Journal Mathla'ul Anwar of Halal Issues Al-MIKRAJ: Jurnal studi Islam dan Humaniora Gladi : Jurnal Ilmu Keolahragaan ALSYS : Jurnal Keislaman dan Ilmu Pendidikan Jurnal Keperawatan Innovative: Journal Of Social Science Research Ranah Research : Journal of Multidisciplinary Research and Development Jurnal Riset Rumpun Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora (JURRISH) Jurnal Pariwisata PaRAMA : Panorama, Recreation, Accomodation, Merchandise, Accessbility JURNAL PENDIDIKAN OLAHRAGA Sosio Religi: Jurnal Kajian Pendidikan Umum Journal of Physical Education and Sport Pedagogy Jurnal Keperawatan Profesional Journal of Education and Teacher Training Innovation (JETTI) ACTIVE: Journal of Physical Education, Sport, Health and Recreation Journal of Physical Education Health and Sport JHSS (Journal of Humanities and Social Studies) Tadulako Journal Sport Sciences and Physical Education Borneo Nursing Journal
Claim Missing Document
Check
Articles

PERSPEKTIF ISLAM TERHADAP IVF: ANTARA KEBUTUHAN MEDIS DAN ETIKA SYARIAH Pradipta, Dea Vega; Rahmawati, Alya; Sayaroh, Farikha Aulia; Shalimar, Jesika; Shalawati, Shally; Supriyadi, Tedi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.38102

Abstract

Bayi tabung (In Vitro Fertilization) merupakan suatu tindakan yang mengacu pada kebutuhan medis untuk membantu pasangan yang sedang menghadapi masalah kesuburan melalui teknologi reproduksi dengan mengambil sperma dari pihak suami dan sel telur dari pihak istri, kemudian menyatukannya di luar tubuh (in vitro). Namun demikian, etika syariah mempertimbangkan dampak dan hukum dari tindakan ini karena sering kali terjadi kesenjangan antara kebutuhan medis penggunaan bayi tabung dengan larangan syariah yang menekankan pentingnya menjaga garis keturunan, serta larangan donasi sperma atau sel telur. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan pemahaman tentang bagaimana hukum Islam mengatur praktik bayi tabung, termasuk implikasi etika dan moralnya. Metode: Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif (observasi) dan wawancara. Hasil: Hasil wawancara dengan narasumber pertama yaitu seorang bidan menjelaskan tentang tahapan bayi tabung dan bagaimana faktor keberhasilan bayi tabung. Narasumber kedua yaitu seorang ibu rumah tangga memaparkan tentang alasan memilih bayi tabung dikarenakan adanya masalah pada tuba fallopi dan pentingnya pemahaman agama. Narasumber ketiga, wakil ketua MUI, menyatakan bahwa bayi tabung dibolehkan dalam Islam dengan syarat-syarat tertentu dan menekankan kesiapan mental pasangan. Wawancara ini memberikan wawasan tentang berbagai pertimbangan dalam menjalani bayi tabung. Kesimpulan: tindakan bayi tabung (In Vitro Fertilization/IVF) dalam perspektif Islam dapat diterima jika dilakukan sesuai dengan prinsip-prinsip syariah, terutama dengan memperhatikan aspek-aspek maqasid syariah, seperti perlindungan agama, jiwa, akal, harta, dan keturunan.
ANALISIS PENDAPAT ULAMA ORGANISASI ISLAM DAN TENAGA KESEHATAN TERHADAP PANTI JOMPO A. Ario Mandehe; Nailah, Intan Hana; Hasanah, Khoula Shofil; Nisa, Neng Lina Rohamatun; Nursadiyah, Siti; Syirin, Zaenab; Faozi, Akhmad; Supriyadi, Tedi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.38250

Abstract

Panti jompo adalah tempat merawat orang tua yang tidak dapat dirawat anaknya. Namun, ada kasus di mana orang tua sengaja ditelantarkan, memicu fatwa seperti dari Dÿ''irat al-Iftÿ'' Jordan dan Syaikh ''Abd al-ÿamÿd al-Aÿrash yang menganggap menitipkan orang tua di panti jompo sebagai pengucilan. Diperlukan analisis ulama untuk mengubah persepsi keluarga dan masyarakat mengenai panti jompo.Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan case study. Penelitian ini bertujuan untuk memahami fenomena panti jompo menurut perspektif Islam dan tenaga kesehatan, maka dari itu penelitian ini menggunakan desain kualitatif. Dengan instrumen wawancara pada triagulasi yaitu ulama, tenaga kesehatan, dan pengurus serta klien panti jompo. PERSIS berpendapat bahwa memasukkan orang tua ke panti jompo tergantung kesepakatan keluarga. Jika keinginan orang tua, itu wajib. Jika anak menelantarkan, itu dosa. Pendapat ulama NU menyatakan panti jompo tidak dilarang, namun menyayangkan jika anak mampu merawat namun menitipkan orang tua di panti jompo. Ulama Muhammadiyah berpendapat sebaiknya orang tua dirawat di rumah oleh keluarga atau perawat, dan jangan dikirim ke panti jompo. Keberadaan panti jompo merupakan isu kompleks dengan pandangan beragam. Panti jompo menawarkan perawatan bagi lansia yang tidak memiliki dukungan keluarga. Cendekiawan Islam sepakat panti jompo tidak dilarang, namun menekankan pentingnya kesepakatan keluarga. Tenaga kesehatan berperan penting dalam merawat lansia, namun ikatan keluarga tetap harus diperkuat. Stigma negatif terhadap panti jompo perlu diatasi agar menjadi lingkungan sehat bagi orang tua.
FENOMENA GANGGUAN DISOSIATIF POSSESSION TRANCE DISORDER MENURUT PANDANGAN ULAMA SERTA IMPLIKASINYA DALAM DUNIA MEDIS Purnama, Ila Asyifa; Akbariska, Fahma; Sabila, Ismi; Sa’adah, Ismi Siti; Alfiani, Reggyna; Fadhillah, Widi Yanti; Supriyadi, Tedi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.38309

Abstract

Possession Trance Disorder adalah gangguan disosiatif yang ditandai dengan hilangnya kontrol atas kesadaran, perilaku, dan tindakan. Terdapat perbedaan pandangan menurut agama Islam dan medis terkait fenomena ini. Dalam masyarakat, kondisi ini sering dianggap sebagai kerasukan akibat pengaruh supranatural, seperti roh atau jin. Namun, secara medis, gangguan ini diakui dalam Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM-5) dan sering dikaitkan dengan trauma psikologis atau stres yang dipicu oleh faktor lingkungan maupun kehidupan sosial. Perbedaan pendapat ini menjadi permasalahan yang perlu dipecahkan guna mengetahui bagaimana Islam dan medis menyoroti fenomena Possession Trance Disorder tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif melalui wawancara secara langsung kepada dua ulama dari dua pondok pesantren di Sumedang, satu dokter dari puskesmas di Sumedang, satu perawat rumah sakit di Jepang, dan satu psiokolog di pondok pesantren Cirebon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fenomena gangguan disosiatif Possession Ttrance Disorder dipahami secara berbeda oleh ulama, tenaga medis (dokter, perawat), dan psikolog. Ulama mengaitkannya dengan masuknya jin akibat lemahnya keimanan, sementara medis dan psikolog melihatnya sebagai respons terhadap stres, trauma, atau gangguan fisik (kelelahan) dan mental. Kesimpulannya, perbedaan pandangan antara ulama dan tenaga medis mengenai Possession Trance Disorder menunjukkan pentingnya pendekatan holistik yang menggabungkan aspek spiritual dan medis dalam penanganannya.
PERSPEKTIF ULAMA DAN PERAWAT ANTARA MEMPRIORITASKAN KEWAJIBAN BERIBADAH ATAU MELAKSANAKAN TINDAKAN KEPERAWATAN Azhari, Hasbinoer Ibnu; Nisa, Farida Zahra Khairun; Yulistina, Nabila; Aisyah, Siti; Yuningsih, Yuyun; Supriyadi, Tedi; Faozi, Akhmad
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.38349

Abstract

Sebagai tenaga kesehatan perawat harus memprioritaskan keselamatan pasien dengan memberikan asuhan keperawatan yang baik dan sebagai seorang muslim perawat juga memiliki kewajiban beribadah yang harus dilaksanakan tepat waktu yang dimana keduanya harus dilaksanakan sebaik mungkin. Tujuan Penelitian ini bertujuan untuk melihat perspektif ulama dan perawat antara memprioritaskan kewajiban beribadah dan tugas melaksanakan tindakan keperawatan. Penelitian menggunakan desain kualitatif berupa fenomenologi dengan cara melakukan wawancara kepada dua ulama dari pondok pesantren di Sumedang dan tiga perawat dari RSUD Umar Wirahadikusumah dan di Puskesmas Cimalaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para ulama sepakat bahwa Islam merupakan agama yang fleksibel dan memberikan kemudahan dalam situasi darurat, termasuk menunda ibadah demi menyelamatkan nyawa. Namun, penting untuk tetap menjadikan ibadah sebagai prioritas utama di luar situasi darurat. Begitu pula perawat yang menekankan bahwa keselamatan pasien merupakan prioritas utama perawat sesuai dengan kriteria kegawatdaruratan dan kode etik keperawatan. Tugas perawat adalah menjaga keselamatan dan memberikan perawatan terbaik, terutama dalam situasi darurat. Hal ini berdasarkan sumpah perawat yang mengutamakan kepentingan pasien di atas kepentingan pribadi. Tindakan keperawatan yang dinilai mendesak dan harus segera dilakukan terutama dalam kondisi darurat, termasuk juga ke dalam bentuk ibadah. Dalam Islam kewajiban beribadah, seperti shalat, merupakan hal yang fundamental, tetapi hukum Islam juga memberikan kelonggaran (rukhsah) untuk situasi darurat.
PANDANGAN ULAMA DAN TENAGA KESEHATAN MENGENAI PERAWATAN ODGJ DENGAN METODE RESTRAIN Rahmawati, Asri; Miladhiyah, Anindha Nur; Dewi, Astri Puspita; Palupi, Latifa Putri; Septiani, Riani Jihan; Nuraeni, Widya; Supriyadi, Tedi; Faozi, Akhmad
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.38443

Abstract

Tindakan restrain terhadap orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) menimbulkan perdebatan yang kompleks, terutama terkait dengan masalah pelanggaran hak asasi manusia dan dampak psikologis bagi individu yang terlibat dalam kesehatan mental. Penelitian ini membahas pandangan ulama dan tenaga kesehatan mengenai perawatan ODGJ dengan metode restrain. Fokus penelitian ini adalah memahami terkait pandangan ulama dan tenaga kesehatan mengenai perawatan dengan metode restrain, serta menelaah bagaimana pandangan ulama dan tenaga kesehatan dapat menilai perawatan yang diberikan kepada ODGJ dengan metode restrain tersebut. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan wawancara kepada satu ulama di Sumedang, satu ulama di Majalengka, satu pembina Panti Disabilitas Mental Barokah Bhakti dan satu perawat dari Puskesmas Cimalaka. Wawancara dilakukan selama satu kali untuk tiap narasumbernya pada tanggal 17-19 Oktober 2024. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu voice recorder sebagai alat perekam suara.  Hasil penelitian dari tenaga kesehatan (perawat), pembina Panti Disabilitas Barokah Bhakti, dan dua ulama berpendapat bahwa penggunaan metode restrain boleh dilakukan jika tidak ada alternatif lain untuk mengendalikan ODGJ yang berperilaku agresif serta harus dilakukan dengan cara yang aman dan tanpa melukai. Pendekatan ini penting untuk menghindari resiko cedera fisik maupun psikologis dari pasien dalam perawatan ODGJ perlu diperhatikan dampak jangka panjang yang mungkin timbul, baik pada pasien maupun lingkungan sekitar.
Penggunaan Cadaver Sebagai Media Pembelajaran dalam Perspektif Islam dan Medis Wilayah Sumedang: Kajian Etika, Legalitas, dan Nilai Lokal dalam Pendidikan Kesehatan Puspita, Reza; Putri, Amelia Cahya; Ameliawati, Bella Ayu; Prasasti, Cania; Karomah, Isti; Wulandari, Yuni; Supriyadi, Tedi
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 3 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i3.19000

Abstract

Penggunaan cadaver sebagai media pembelajaran anatomi dalam pendidikan kesehatan kerap menimbulkan dilema etika dan keagamaan, khususnya di daerah mayoritas Muslim seperti Sumedang. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pandangan medis dan Islam terhadap praktik penggunaan cadaver dalam pendidikan kesehatan. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara semi-terstruktur terhadap tokoh agama dan tenaga medis di Sumedang. Hasil menunjukkan bahwa penggunaan cadaver diperbolehkan dalam kondisi darurat dengan syarat tertentu, serta dinilai efektif dalam meningkatkan pemahaman anatomi, menumbuhkan empati, dan membentuk profesionalisme mahasiswa. Penelitian ini menyimpulkan perlunya pedoman etika berbasis religius-lokal agar praktik pendidikan berjalan selaras dengan nilai kemanusiaan, ajaran Islam, serta tuntutan keilmuan di bidang kesehatan. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan kurikulum dan kebijakan pendidikan medis yang kontekstual dan sensitif terhadap nilai-nilai lokal masyarakat. The use of cadavers as a medium for learning anatomy in medical education often raises ethical and religious dilemmas, especially in Muslim-majority areas such as Sumedang. This study aims to examine the medical and Islamic views on the practice of using cadavers in medical education. The method used was descriptive qualitative with semi-structured interviews with religious leaders and medical personnel in Sumedang. The results show that the use of cadavers is allowed in emergency conditions with certain conditions, and is considered effective in improving anatomical understanding, fostering empathy, and shaping student professionalism. This study concludes that there is a need for religious-local-based ethical guidelines so that educational practices run in harmony with human values, Islamic teachings, and scientific demands in the health sector. The findings are expected to be the basis for curriculum and policy development for medical education that is contextual and sensitive to local values.
Pengobatan Kecemasan Menggunakan Obat Anti Cemas yang Mengandung Narkotika Menurut Ulama MUI dan Pondok Pesantren At-Tarbiyyah di Kabupaten Sumedang dan Dokter Spesialis Kejiwaan Larasati, Azzahra; Khoerunnisa, Lena Melinda; Mukarromah, Lu’luil; Maulana, Rizal; Khoirunnisaa, Salma; Supriyadi, Tedi; Faozi, Akhmad
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 3 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i3.19007

Abstract

Abstrak Kecemasan yang terus-menerus dapat berubah menjadi gangguan kecemasan dan memerlukan perhatian medis, salah satunya dengan obat anti kecemasan jenis benzodiazepin yang mengandung narkotika. Obat ini efektif untuk kecemasan akut, tetapi berisiko menimbulkan ketergantungan jika digunakan tanpa pengawasan. Islam memperbolehkan penggunaan zat terlarang untuk pengobatan dalam keadaan darurat melalui kaidah adh-dhararu yuzâl dan adh-dharûrâtu tubîhu al-mahdhzûrât. Penelitian ini bertujuan untuk memahami pandangan para ulama dan psikiater mengenai penggunaan obat tersebut, dengan pendekatan kualitatif studi kasus dan fenomenologi melalui wawancara dengan dua ulama dan tiga dokter spesialis kejiwaan. Hasilnya menunjukkan adanya kesepakatan tentang perlunya kehati-hatian dalam penggunaan obat, serta pentingnya pendekatan holistik yang menggabungkan terapi medis dan dukungan spiritual. Spiritualitas seperti dzikir dan ibadah dianggap dapat memperkuat mental pasien, disertai edukasi masyarakat untuk mencegah doktrin. Abstract Persistent anxiety can turn into an anxiety disorder and require medical attention, one of which is with benzodiazepine-type anti-packaging drugs containing narcotics. This drug is effective for acute anxiety, but is at risk of causing dependence if used without supervision. Islam allows the use of prohibited substances for treatment in emergencies through the principles of adh-dhararu yuzâl and adh-dharûrâtu tubîhu al-mahdhzûrât. This study aims to understand the views of scholars and psychiatrists regarding the use of these drugs, with a qualitative case study approach and phenomenology through interviews with two scholars and three psychiatrists. The results show an agreement on the need for caution in the use of drugs, as well as the importance of a holistic approach that combines medical therapy and spiritual support. Spirituality such as dhikr and worship are considered to be able to strengthen the patient's mentality, accompanied by community education to prevent doctrine.
Pernikahan dan Hak Reproduksi ODHA Dalam Perspektif Islam dan Kesehatan Wulandari, Putri Eka; Nurfadhillah, Ayu Fitria; Khoerunnisa, Khoerunnisa; Raura, Kike Shakila; Salsabila, Sheila; Supriyadi, Tedi
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 3 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i3.19228

Abstract

Pernikahan dan hak reproduksi merupakan bagian dari hak asasi manusia yang juga sepenuhnya dimiliki oleh orang dengan HIV/AIDS (ODHA), meskipun dalam realitasnya mereka masih sangat sering menghadapi stigma, diskriminasi, serta penolakan sosial yang cukup kuat. Penelitian ini bertujuan untuk secara mendalam mengkaji dan menganalisis hak ODHA dalam menikah dan memiliki keturunan dari perspektif Islam dan juga dari sisi kesehatan. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dengan seorang ustad, seorang konselor HIV, dan seorang bidan yang berdomisili di Kabupaten Sumedang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Islam tidak melarang ODHA untuk menikah selama terdapat keterbukaan, kejujuran, kesiapan dari kedua pihak, serta memperhatikan prinsip pencegahan penularan HIV. Dari sisi medis, terapi ARV, konseling pranikah, serta program pencegahan penularan dari ibu ke anak (PMTCT) memungkinkan ODHA menjalani kehidupan pernikahan dan reproduksi yang aman. Penelitian ini menyimpulkan bahwa dengan dukungan agama, layanan kesehatan profesional, dan penghapusan stigma sosial yang menyeluruh, hak pernikahan dan reproduksi ODHA dapat terpenuhi secara bermartabat, sehat, dan bertanggung jawab.
Perspektif Islam Dan Kesehatan Mengenai Donor Asi: Status Mahram dan Keamanan Kesehatan Ardi Manggala Kusumawardana; Laurentina, Natasya Olga; Ardian, Muhammad Enrico; Agustin, Sabrina Dirga; Salsabila, Syifa Aurelia; Mahardika, Rafi; Supriyadi, Tedi; Faozi, Akhmad
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 3 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i3.19361

Abstract

Pemberian ASI eksklusif penting untuk kesehatan bayi, namun sekitar 15% ibu di Indonesia mengalami hambatan menyusui akibat kurangnya dukungan, gangguan kesehatan, dan kecemasan. Donor ASI menjadi alternatif solusi, meskipun masih menghadapi tantangan medis dan keagamaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui wawancara dengan dua tokoh agama dan dua tenaga kesehatan, serta analisis literatur dari berbagai database ilmiah. Hasil menunjukkan bahwa donor ASI diperbolehkan secara medis dan Islam jika memenuhi syarat seperti kesehatan pendonor, kejelasan identitas, dan kepatuhan pada prinsip syariah, khususnya terkait status mahram. Meskipun ada perbedaan pandangan, kolaborasi antara tenaga medis dan tokoh agama dinilai penting. Donor ASI berpotensi menjadi solusi efektif bagi ibu yang kesulitan menyusui jika dilaksanakan sesuai ketentuan. Diperlukan pemahaman menyeluruh dan sinergi lintas sektor untuk meningkatkan penerimaan dan efektivitas praktik ini.
PERSPECTIVES OF SCHOLARS AND MEDICAL PERSONNEL ON RECONSTRUCTIVE PLASTIC SURGERY FOR ACCIDENT VICTIMS Yoga Saputra, Dwiki; Nur Aeni, Ira; Riva Putri, Jans; Daya Lestari, Prima; Marsellina, Selly; Supriyadi, Tedi; Faozi, Akhmad
Al-Mubin Jurnal Ilmiah Islam
Publisher : Department of Research and Community Service at the Ummul Quro Al-Islami Bogor Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51192/almubin.v8i2.1746

Abstract

This study analyzes the perspectives of ulama and medical personnel on reconstructive plastic surgery for accident victims, focusing on the dimensions of ethics, Islamic law, and medical practice. Through a qualitative case study approach involving in-depth interviews with scholars and medical personnel in Sumedang Regency, this study reveals that reconstructive surgery is permissible in Islam when it aims to restore bodily functions, according to the principles of maslahah (benefit) and emergency (urgent need). Intention (niyyah) is the main determinant of its legal status, where medical treatment for post-accident recovery is considered na effort to maintain health, while aesthetic surgery without medical indications is considered a violation of sharia. The findings show harmonization between sharia principles and medical needs, with scholars emphasizing that restoration of bodily functions is in line with the concept of hifdzun nafs (preservation of the soul) in Islam. From a medical perspective, reconstructive surgery plays a crucial role in holistic recovery-physical, psychological and social-with success rates varying depending on the type of injury. Medical personnel act as mediators between clinical needs and patients’ religious values, especially through empathic communication and informed consent to overcome religious-based resistance. However, societal stigmatization of plastic surgery as na act of “altering God’s creation” remains na obstacle, impacting on victims’ anxiety and trauma
Co-Authors . Khairunnisa, . A. Ario Mandehe Aam Abdussalam, Aam Aam Ali Rahman Abdul Hakam Aceng Kosasih, Aceng Adi Rohmat Adisha, Najma Afrillan, Muhammad Bintang Afrillianti, Karina Rizkia Afwa, Atiqah Ummu Agustin, Dita Agustin, Icha Sanista Agustin, Sabrina Dirga Agustina, Nadya Ahmad Fariz Ahmad Muzadi Ahmad, Alifah Azizah Ailsa Shakira Alya Maulani Aisyah, Iis Ajijah Nugraha, Nabila Zahran Akbariska, Fahma Akhmad Faozi Akhmad Faozi AKHMAD FAOZI Al Asadi, ⁠Iradillah Al Zahara, Al Zahara Al-Haq, Siti Fauziyah Alawiyah, Tuti Alfazri, Dimas Alfiani, Reggyna Alfiani, Salma Nur Alif, Muhammad Nur Aliyah, Alya Alya Chaeru Nissa Amalia, Septy Amanda Sofyan, Putri Amelia, Lienji Amelia, Safira Putri Amelia, Tri Amelia, Zirly Ameliawati, Bella Ayu Ananda Sekarbumi Anci, Sou Andestiaji, Salsabila Andika Putra Andrian Mulyana, Egi Andriansyah, Pasha Aprillya Andriyani, Fitriah Anestia Nur Hanifa Anggi Setia Lengkana Anggraeni, Shelpi Ani Nur Aeni, Ani Nur Anin Rukmana Anindia, Sharfina Anjani, Shena Ravina Annisa Rahma Anshori, Muhammad Sholahuddin Anto Akbar Anugrah, Rikman Anwar, Devi Kurnia Aprilia, Puput Bela Aprilia, Sandini Apriliyani, Lika Sheilia Ardi Manggala Kusumawardana Ardian, Muhammad Enrico Ardiansyah, Mochamad Rival Arhaj, Muhammad Fiqhri Ariesta, Syafira Az Hara Armila, Raihana Sekar Arvi Aliviani Aryadi, Jasella Kartika Aryanto, Noval Ashari, Oky Asmarani, Dea Asri Rahmawati Astri Agustin Astuti, Ayu Prameswari Kusuma Asyari, Fadli Adiya Athifah Aulia Audyta, Rindi Aulia Putri Syah Vadysna Aulia, Layli Nur Aulya Nur Azis Ayi Suherman Ayu Dewanti, Zahra Azhar, Muhammad Raihan Fadhil Azhari, Hasbinoer Ibnu Azizah, Heraz Nur Azizah, Sabrina Nurul Azka Indallah, R. Dhiya Azmi, Kayla Sabitul Azzahirah, Meutya Nabilah Azzahra, Dinda Nazwa Baehaqi, Mochamad Rafli Bella, Tiara Rizkika Berliyanti, Dini Boys, Marchelya Della Vega Bunyamin Maftuh Cahyani, Amanda Naifah Chaerani, Sabila Chinara Putri SG, Akiko Davina, Fayla Daya Lestari, Prima Dea Nanda Defira Fauziah Dendi Agustiana Destia Amellia Dewi Susilawati Dewi, Astri Puspita Dewi, Fitriani Dewi, Kamelia Dhika Kurniawan Dicka Trie Permana Dicky M Fahrul Rozi Dinangsit, Dinar Dinata, Nur Allissa Firda Dinda Astiana Salsabila Dini Saraswati Handayani Dita Puspita, Dita Dudung Dustnazarovna, Omonova Mukhlisa Egi Agustian Elsa Vita Elsya Jaisi Oktorra Encep Syarief Nurdin, Encep Syarief Entan Saptani Fadhillah, Widi Yanti Fadillah Ramdaniyah Fitri Anugrah Faiha, Haya Farhah, Hanisyah Dian Fathurrohman Jamil fatikha, evrilia sabella Fatmaghita Setyoningrum Faturahman, Fauzan Fauzan, Farhan Rizqi Fauzi, Dadan Ahmad Fawzy, Ahmad Febianti, Rahma Febriana, Linda Febriyanti, Intan Salsabila Felania, Nanda Asty Fieneyantie, Fatyah Firdaus, Sabiq Firyal Nazhifa Humaira Fitri Nurhayati Fitri, Gabriel Dwi Fitriani, Nurwulan Fitrianov, Wanda Fitriyani Gari Abdilah Ghaniyyuu Zaidan Aflaha Gilang Pratama Gushela, Priska Tiarany Habibah Madzin Yusufiah Hadi, Jesica Cetleya Hadi, Rizal Shofhan Halimah Sadiyah Desky Halimi, Alpin Halwa Sabrina Rasin Fibahrani Hanipah, Eva Hapsar, Meidina Dwi Hardiansyah, Ricky Haris Abdurahman Hasanah, Khoula Shofil Hasipa, Hani Siti Hera Ardila, Novi HERAWATI, DIANA Herdiyanti, Rinda Exsantri Hery Widijanto Hesti Rahmawati, Hesti Hidayah, Munaawarotul Hidayah, Risma Hidayani, Valentina Ibtisamah, Nailah Ida Nurhidayah Ilahiyani, Vinasti Ilham Muhamad Nasir Indah Widyaningsih Indra Safari Indra Safari Indriani, Silvi Ine Febrianty Inka Riana, Anjaeni Irena Novarlia Irpani, Nisrina Putri Islami, Elissa Noorwillah Isyabella, Annisa Julia Julia Julia, J Julia, J. Julia, J. Julia, Regina Juwita, Salwa Kaka Kustiana Kamila, Alda Humaimah Kanya, Dinda Gladys Karina Gayatri Karlina, Silvi Karomah, Isti Kartika Winata, Rieke Karunia, Suci Khairunnisa, Daniswara Khairunnisa, Siti Zakiah Khansa Nabilah, Rafa Khoerunnisa, Khoerunnisa Khoerunnisa, Lena Melinda Khoirunisa, Elsa Khoirunnisa, Anafi Khoirunnisa, Nazwa Khoirunnisaa, Salma Kosasih, Gina Sabila Koswara, Sulthan Nadhif Anhaf Rabbani Krisna Nafiul Ariyanto Kurniawan, Muhammad Damarjati Ladiva Mahaputri Fahrudin Laila, Arina Zuhda Larasati, Azzahra Larasati, Diah Ayu Laurentina, Natasya Olga Lengkana, , Anggi Setia Lengkana, Anggi Setia Lenni Rahmadani Lestari, Destiana Dwi Lestari, Rosyana Putri Lira Virna Lisnawati, Intan M Mimbar Maharani, Fita Mahardika, Faiz Anggara Mahardika, Rafi Mahyati, Mahyati Maolida, Nurul Marini Nurmalasari Marsellina, Selly Mauludia, Mila Mayastika, Intan Meirizka, Raisha Miladhiyah, Anindha Nur Mochamad Rizki Firdaus Mubina, Diani Illahi Mufarrohah, Siti Muh. Ikbal Hidayattuloh Muhamad Gumelar Asmarandana At Thaariq Muhamad Naufal Habibi Ardani Muhamad Rizki Muhamad Rizki Aditya Muhamad Samsul Hidayatulloh Muhammad Fajar Nurfalah Muhammad Naufal Lukmanul Hakim Muhammad Nur Alif Muhammad Rivai Muhammad Yusuf Muhammad Zaenudin Mukarromah, Lu’luil Mulyana Mulyana Musyrifah Khairunnisa Nababan, Chantika Salsabila Nabila Tiara Putri Nabila, Ersya Rahma Nabila, Rifa Siti Nadhira, Raisa Nailah, Intan Hana Nailla Hasna, Azwaj Naisa Syahra Salsabila Nakita, Julia Nan Rahminawati Nariswari, Raina Azhari Nasibah, Asri Aryanti Natasya Nurlaila Firdaus Natasya, Anita Nauval Abbrar Maula Nayla Fasya Maulidina Nazwa Aulia Rahman Neng Nurul Khotimah Nisa, Farida Zahra Khairun Nisa, Neng Lina Rohamatun Nofelinda, Shelfiana Novelarosa, Syarah Fitria Noverayanti, Indrie Fauziyah Nugraha, Bintang Alvin Nur Aeni, Ira Nur Aisah Nur Safanah, Ashila Nuraeni, Anisa Nuraeni, Widya Nurani Dewi Safitri Nurazizah, Zahra Nurfadhillah, Ayu Fitria Nurfadilah, Syfa Dini Nurhayati, Ima Nurjanah, Tiara Siti Nurjanah, Yunisha Husnul Nurlaila, Saila Nurul Nurlita, Mira Ain Nursadiyah, Siti Nurul, Eli Nurul, Yasinta Nurulaeni, Devia Nuryani, Tiya Nurzamiyanti, Ghevira Nur’aeni, Intan Octaviani, Tiara Oktaviani, Tiara Dita Oktaviyani, Fitri Oman Sukirman, Oman Omonovich, Khimmataliev Dustnazar Oriza Sativa Palupi, Latifa Putri Pamungkas, Muhamad Imam Paramita, Rida Kania Pebriyanti, Jovani Shinta Peranita, Nita Permadi, Andri Nur Permana, Rifki Adit Tia Perniati, Peni Pina Permata Pratiwi Pirmanto, Kento Pradipta, Dea Vega Prana Dwija Iswara, Prana Dwija Prasasti, Cania Pratama, Dicky Satria Pratama, Yan Nurdiyana Purnama, Ila Asyifa Puspita, Dini Aulia Puspita, Reza Putra, Gilang Pratama Putra, Subhan Manggala Putri, Amelia Cahya Putri, Dinda Indika Putri, Eznelda Julia Putri, Melva Adinda Putri, Muthia Amelia Putri, Natasya Dwi Meilany Putri, Risma Indriani Putri, Shelyna Mardiana Putri, Yayang Putria, Nurlita Dheina Putritirano, Shaqina Zahra Rachman, Lyvia Aulia Radan Arifin Putra Raditya Hafizh Sopian Rahadian, Fakhira Agustine Rahayu, Wulan Indriani Rahmani, Nabila Rahmawati, Alya Ramadhani, Siffa Octavia Ramadhani, Zakiyyah Putri Rasyifa, Zahara Raura, Kike Shakila Ray Antariksa Rd. Natasya Aurellia Putri Restu Dwi Firmansyah Reva Sri Puspita Revana Putri Amanda Rifdah, Nur Rahidah Hana Rika Salima Rima Erihani Safitri Rimba Aprillia Asmara Rinda Sipa Nuraeni Ripani, Sifa Risma Dwi Apriliyana Riva Putri, Jans Rizal Ahmad Fauzi Rizal Maulana, Rizal Rizan Julian Rizka Dwi Putri Aghista Rizkia, Clara Rosadi, Nurrita Catharina Rosana, Marsha Emilia Rosdiani Rosdiani Rozalina, Fina Rukmana, Anin Ryan Ali Alfarizi Sa'diah, Regina Aulia Sabila, Ismi Sabrina Aulia Maulida Saefuloh Saepul Anwar Sagita, Meylani Salsabila Karimah Salsabila, Rizka Salsabila, Sheila Salsabila, Syifa Aurelia Sampurna, Jaya sandie gunara, sandie Sandrina Fitriani Saptani, Entan Sari, Intan Yulia Sarvinoz Baxtiyorovna, Allayorova Sayaroh, Farikha Aulia Sayyidah Rihhadatul 'Aisy Sa’adah, Ismi Siti Selma Nuraeni Septiani, Fadila Nurlita Septiani, Neneng Nanda Dwi Septiani, Nisya Aulia Septiani, Riani Jihan Septianisa, Riska Elora Shalawati, Shally Shalimar, Jesika Sinta Nurlaila Siti Aisyah Siti Hanifah Siti Nur Aisyah Siti Nurcholisa Siti Nurjanah Siti Nuryani, Siti Sofi Amelia Putri Sofiatunnisa, Dian Sopiah, Ika Sri Mulyani, Ira SRI RAHAYU Subagja, Putri Wulan Indah Wangi Subagja, Reva Suherman, Suherman Sumardi, Eprilia Putri Nurhaliza Syahputra, Muhammad Verdy Syarifi, Putri Nazwa Syifa Anisa Syirin, Zaenab Tachyawan, Feargie Baehanggy Tamiyanti, Rika Dila Tasya Dewi, Vanissa Tasya Rahadatul Aisar Tatang Muhtar, Tatang Taufik Hidayat Taupik Taupik, Taupik Tiara Rifqi Tiara, Ersa Ratmi Topan Samudra Hidayat Tri Aulia, Salwa Tri Eva Noviani Trias Syafira Tsany, Muhammad Arkan Putra Tyas Syahdina Putri Udin Supriadi Variza, Cindy Rantikal Vassiyevna, Salomova Rano Wahyuni, Zahra Warlim Warlim Wati, Risma Widianto, Rahmat Tri WIJANA WIJANA Wijaya, Zidan Rizky Wulandari, Anisa Wulandari, Putri Eka Yati Rohayati, Yati Yoga Gunawan Rinaldi Yoga Saputra, Dwiki Yohandi, Iklimah Yulistina, Nabila Yuni Wulandari Yuningsih, Yuyun Zah'ra, Tania Apriluna Zahra, Alinda Aura Zakaria, Ilyas Zalianty, Revalina Zhahra, Hilma Zulva, Yasmin