Claim Missing Document
Check
Articles

FORMULASI DAN EVALUASI SEDIAAN SHAMPO EKSTRAK ETANOL DAUN BELIMBING WULUH (Averrhoa bilimbi L.) Zulia Ananda; Fania Ayunda Putri; Siti Samaniyah; Faradilla Safitri
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 11 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i1.4690

Abstract

AbstrakMempercantik diri telah menjadi prioritas utama dalam penampilan sehari-hari, dan salah satu cara yang digunakan adalah melalui penggunaan kosmetik. Salah satu tanaman yang memiliki banyak manfaat di Indonesia adalah belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.), yang dikenal dapat digunakan untuk mengobati jerawat, terutama bagian daunnya yang kaya akan flavonoid, saponin, dan senyawa lainnya. Penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun belimbing wuluh dapat dikembangkan menjadi produk farmasi, seperti krim dan sampo. Oleh karena itu, penelitian ini akan fokus pada formulasi dan evaluasi sampo berbahan dasar ekstrak etanol daun belimbing wuluh. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ekstrak daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) dapat di formulasikan sebagai sediaan shampoo anti ketombe. Metode penelitian yang dilakukan adalah eksperimental laboratorium. Dari daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.), pembuatan formulasi sediaan shampo meliputi beberapa tahap penelitian yaitu pembuatan ekstrak, pembuatan formulasi dan evaluasi terhadap hasil sediaan shampo dari ekstrak daun belimbing wuluh. Data hasil penelitian dioleh menggunakan aplikasi SPSS dengan menggunakan uji ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) dapat diformulasikan sebagai sedian shampo dengan konsentrasinya, 5%, 10% dan 15%. Ekstrak daun belimbing wuluh dapat di formulasikan sebagai sediaan shampo yang stabil, secara fisik dapat di lihat dari uji organoleptik, uji homogenitas, uji pH, uji tinggi busa dan uji iritasi sediaan. Sediaan shampo ini juga dan memiliki memiliki perbedaan pada setiap formulasinya berdasarkan tingkat kesukaan dari responden.Kata kunci: Daun Belimbing Wuluh, Shampo, Antiketombe, Evaluasi Sediaan.  Abstract Beautifying oneself has become a top priority in everyday appearance, and one way that is used is through the use of cosmetics. One of the plants that has many benefits in Indonesia is starfruit (Averrhoa bilimbi L.), which is known to be used to treat acne, especially the leaves which are rich in flavonoids, saponins, and other compounds. Research shows that ethanol extract of starfruit leaves can be developed into pharmaceutical products, such as creams and shampoos. Therefore, this study will focus on the formulation and evaluation of shampoos based on ethanol extract of starfruit leaves.  The purpose of this study was to determine whether starfruit leaf extract (Averrhoa bilimbi L.) can be formulated as an anti-dandruff shampoo preparation. The research method used was an experimental laboratory. From Belimbing Wuluh Leaves (Averrhoa bilimbi L), the formulation of Shampoo preparations includes several stages of research, namely extract making, formulation making and evaluation of the results of shampoo preparations from belimbing wuluh leaf extract. The research data were processed using the SPSS application using the ANOVA test. The results showed that belimbing wuluh leaves (averrhoa bilimbi L.) can be formulated as a shampoo preparation with concentrations of 5%, 10% and 15%. Belimbing wuluh leaf extract can be formulated as a physically stable shampoo preparation as seen from the organoleptic test, homogeneity test, pH test, foam height test and irritation test of the preparation. This shampoo preparation also has differences in each formulation based on the level of preference of the respondents.Keywords: Wuluh starfruit leaves, shampoo, anti-dandruff, preparation evaluation.
PERBANDINGAN EFEKTIFITAS PENINGKATAN PENGETAHUAN TENTANG BAHAYA ROKOK DENGAN MENGGUNAKAN METODE CERAMAH DAN LEAFLET PADA SISWA KELAS I DI SMP SWASTA ISLAM JAMIAH AL-AZIZIYAH BATEE ILIEK SAMALANGA KABUPATEN BIREUN TAHUN 2018 Finaul Asyura; Chairanisa Anwar; Eva Rosdiana; Ulfa Husna Dhirah; Siti Samaniyah; Ratna Wilis
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 11 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i1.4835

Abstract

Salah satu penyebab tingginya perokok dikalangan remaja adalah kurangnya pengetahuan tentang bahaya merokok. Pengetahuan tentang bahaya merokok yaitu segala sesuatu dan informasi yang diperoleh mengenai hal yang berhubungan dengan bahaya merokok, Penggunaan metode dan media yang tepat dapat mempengaruhi pengetahuan responden. Penelitian ini ingin mengkaji Perbandingan Efektifitas Peningkatan Pengetahuan Tentang Bahaya Rokok dengan Menggunakan Metode Ceramah dan Leaflet Pada Siswa Kelas I di SMP Swasta Islam Jamiah Al-aZIziyah Batee Iliek Samalanga Kabupaten Bireuen.Jenis penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimental design, dengan rancangan pretest-posttest two group design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas I SMP sebanyak 60 siswa. Sampel sebanyak 60 orang yang terdiri dari 30 orang pada kelompok kasus (metode ceramah) dan 30 orang pada kelompok kontrol (kelompok leaflet). Pengumpulan data  dilakukan dari tanggal 08 sampai dengan 22 Januari 2018. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara. Data dalam penelitian ini dianalisis dengan uji statistik non parametrik (t-tes) dengan ? = 0,05. Hasil penelitian diperoleh ada perbedaan tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan mengenai bahaya merokok melalui ceramah (p value= 0,011) dan ada perbedaan tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan mengenai bahaya merokok melalui leaflet (p value= 0,001). Dari hasil uji independen sampel t-tes dapat disimpulkan media promosi leaflet lebih efektif dibandingkan dengan metode ceramah dalam meningkatkan pengetahuan tentang bahaya merokok (p value 0,023).Disarankan Dinas Kesehatan Kabupaten Bireuen agar dapat melakukan penyuluhan dengan menggunakan metode leflet guna meningkatkan pengetahuan siswa tentang bahaya merokok bagi kesehatan
ANALISIS KADAR MERKURI (HG) KRIM PEMUTIH WAJAH MENGGUNAKAN SPEKTROFOTOMETRI SERAPAN ATOM (SSA) DI KOTA BANDA ACEH Siti Samaniyah; Rulia Meilina; Fitria Fitria; Syarifah Asyura; Mutiawati Mutiawati
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 11 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i1.4852

Abstract

AbstrakKrim pemutih wajah merupakan salah satu produk kosmetik yang banyak digunakan masyarakat, khususnya di kota-kota besar seperti Banda Aceh. Namun, maraknya penggunaan krim pemutih ilegal yang mengandung bahan berbahaya seperti merkuri (Hg) menjadi perhatian serius karena dapat membahayakan kesehatan pengguna. Pemeriksaan BPOM Aceh pada tahun 2023 menemukan banyak kosmetik mengandung bahan berbahaya. Keberadaan merkuri dalam produk kosmetik dapat menyebabkan kerusakan ginjal, gangguan sistem saraf, hingga kanker kulit dalam penggunaan jangka panjang. Oleh karena itu, pengawasan rutin terhadap produk kosmetik di pasaran sangat diperlukan guna melindungi konsumen dari paparan bahan berbahaya. Oleh karena itu, diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi dan mendeteksi kandungan merkuri dalam krim pemutih wajah yang digunakan di Kota Banda Aceh. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah masih ada krim pemutih wajah yang mengandung merkuri (Hg) dipasaran Kota Banda aceh. Jenis metode penelitian ini dilakukan secara eksperimental dengan variabel bebas diwakili oleh krim pemutih wajah yang terdapat di pasaran kota Banda Aceh serta. Penelitian meliputi pengumpulan sampel, penyiapan sampel, desktrusi basah, dan analisa kualitatif serta analisis kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa masih ada kosmetik di kawasan kota banda aceh yang mengandung merkuri.Kata kunci: Merkuri, Krim Pemutih Wajah, Spektrofotometri Serapan Atom. AbstractThe cosmetic industry in Indonesia has grown rapidly. However, some products, such as facial whitening creams, often contain hazardous chemicals such as mercury which can cause serious health problems. BPOM Aceh's inspection in 2023 found that many cosmetics contained hazardous materials. Therefore, further research is needed to identify and detect mercury content in facial whitening creams used in Banda Aceh City. The purpose of this study was to determine whether there are still facial whitening creams containing mercury (Hg) on the Banda Aceh City market. This type of research method was carried out experimentally with the independent variable represented by facial whitening creams available on the Banda Aceh City market as well. The study included sample collection, sample preparation, wet detrusion, and qualitative and quantitative analysis. The results of this study indicate that there are still cosmetics in the Banda Aceh City area that contain mercury.Keywords: Mercury, Facial Whitening Cream, Atomic Absorption Spectrophotometry.
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL KULIT BUAH MANGGIS (Garcinia mangostana L.) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus epidermidis Periskila Dina Kali Kulla; Irza Mazinatul Ula; Siti Samaniyah; Eva Rosdiana
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 11 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i1.4892

Abstract

Jerawat merupakan masalah kulit kronis yang umum terjadi akibat produksi sebum yang berlebihan dan infeksi bakteri. Manggis (Garcinia mangostana L.) memiliki sifat antibakteri, antioksidan, dan antiradang. Penelitian ini bertujuan untuk memastikan konsentrasi penghambatan terendah (KHM) dan konsentrasi bakterisida minimum (KBM) dari ekstrak etanol kulit manggis (Garcinia mangostana L.) terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis. Berbagai konsentrasi pengenceran, termasuk 5%, 10%, 15%, 20%, dan 25%, digunakan dalam penelitian ini untuk menetapkan KHM dan KBM bakteri Staphylococcus epidermidis. Metode difusi cakram digunakan untuk memeriksa kerentanan mikroorganisme terhadap antibiotik. Kontrol positif adalah 25 µg amoksisilin, sedangkan kontrol negatif adalah air suling. Uji ANOVA digunakan dalam program SPSS untuk memproses data penelitian. 5% merupakan konsentrasi di mana uji Konsentrasi Hambat Minimum (MIC) tercapai. 20% ditemukan sebagai hasil uji konsentrasi bakterisida minimum (MBC). 
EFEKTIVITAS LULUR SERBUK ALAMI DARI AMPAS KOPI ARABIKA GAYO (COFFEA ARABICA),UBI JALAR UNGU (IPOMOEA BATATAS) DAN RIMPANG JAHE (ZINGIBER OFFICINAE) UNTUK MENCERAHKAN KULIT Intan Azura; Siti Samaniyah; Eva Rosdiana
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 11 No. 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i2.4950

Abstract

AbstrakLulur adalah sediaan kosmetika tradisional yang diresepkan secara turun-temurun dan digunakan untuk mengangkat sel kulit mati, kotoran, dan membuka pori-pori sehingga kulit menjadi lebih cerah, bersih, dan halus. Penelitian ini dibuat karena pada ampas kopi arabika gayo yang sering terbuang sebagai limbah memiliki kandungan senyawa fenolik.ubi jalar ungu memiliki kandungan kandungan antioksidan seperti antosianin,vitamin A dan C, serat dan kalium, selain itu rimpang jahe mampu menghambat pertumbuhan bakteripenyebab bau badan pada manusia. Oleh karena itu, ketiga bahan ini sangat potensial untuk dibuat suatu sediaan serbuk lulur alami.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas sediaan lulur dari ampas kopi arabika gayo (carl Linnaeus), ubi jalar ungu (Ipomoea batatas) dan rimpang jahe (zingiber officinale) untuk mencerahkan kulit. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitik melalui uji laboratorium dan menggunakan responden/relawan.Kata kunci: Lulur, Ampas kopi, Arabika gayo, Ubi jalar ungu, Rimpang jahe.  Abstract Body scrub is a traditional cosmetic preparation that is prescribed for generations and is used to remove dead skin cells, dirt, and open pores so that the skin becomes brighter, cleaner, and smoother. This study was conducted because the grounds of Gayo Arabica coffee which are often discarded as waste contain phenolic compounds. Purple sweet potatoes contain antioxidants such as anthocyanins, vitamins A and C, fiber and potassium, in addition, ginger rhizomes can inhibit the growth of bacteria that cause body odor in humans. Therefore, these three ingredients are very potential to be made into a natural body scrub powder preparation. The purpose of this study was to determine the effectiveness of the body scrub preparation and grounds of Gayo Arabica coffee (Carl Linnaeus), purple sweet potatoes (Ipomoea batatas), and ginger rhizomes (Zingiber Officinale) to brighten the skin. The research method used is descriptive analytical through laboratory tests and using volunteer respondents. Keywords: Body scrub, Coffee grounds, Gayo Arabica, Purple sweet potato, Ginger       rhizome 
INKOMPATIBILITAS INJEKSI DEXAMETHASONE DENGAN BEBERAPA LARUTAN INTRAVENA Syarifah Rahmatika; Siti Samaniyah; M. Rizal K; Eva Rosdiana
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 12 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v12i1.4998

Abstract

Penggunaan injeksi dexamethasone sodium phosphate secara intravena merupakan terapi yang umum dalam pengobatan berbagai kondisi inflamasi dan imunologis. Namun, pencampuran injeksi ini dengan larutan intravena lain seperti NaCl 0,9%, Dextrose 10%, dan Ciprofloxacin dapat menimbulkan risiko inkompatibilitas fisik dan kimia yang membahayakan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kompatibilitas pencampuran injeksi dexamethasone dengan ketiga larutan tersebut melalui dua metode: pencampuran dalam satu wadah dan penyuntikan bolus menggunakan infus set. Evaluasi dilakukan berdasarkan parameter warna dan kekeruhan secara visual, pH, ukuran dan morfologi partikel menggunakan mikroskop digital. Hasil yang diharapkan dari penelitian ini adalah identifikasi potensi inkompatibilitas yang dapat muncul akibat interaksi antar sediaan injeksi dan larutan infus, serta memberikan rekomendasi praktis dalam pengelolaan pemberian obat secara intravena di fasilitas pelayanan kesehatan. Penelitian ini berkontribusi pada praktik farmasi klinik yang lebih aman dan rasional. The intravenous use of dexamethasone sodium phosphate injection is a common therapy in the treatment of various inflammatory and immunologic conditions. However, mixing this injection with other intravenous solutions such as NaCl 0.9%, Dextrose 10%, and Ciprofloxacin may pose a risk of physical and chemical incompatibility that endangers patients. This study aimed to evaluate the compatibility of mixing dexamethasone injection with these three solutions through two methods: mixing in one container and bolus injection using an infusion set. The evaluation was based on visual color and turbidity parameters, pH, particle size and morphology using digital microscopy. The expected results of this study are the identification of potential incompatibilities that can arise due to interactions between injection preparations and infusion solutions, and provide practical recommendations in the management of intravenous drug administration in health care facilities. This research contributes to safer and more rational clinical pharmacy practice. 
AKTIVITAS ANTIINFLAMASI NANOGEL EKSTRAKS ETANOL DAUN SUKUN PADA TIKUS PUTIH JANTAN YANG MENGALAMI LUKA BAKAR DERAJAT II Fitria Fitria; Syarifah Yanti Astryna; Siti Samaniyah
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 11 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i1.5195

Abstract

AbstrakDaun sukun (Artocarpus altilis) mengandung metabolit sekunder yang berperan dalam mempercepat penutupan luka bakar. Nanogel merupakan salah satu bentuk sediaan farmasi yang meningkatkan absorpsi senyawa aktif melalui kulit. Penelitian ini bertujuan meguji aktivitas antiinflamasi sediaan nanogel dari ekstrak etanol daun sukun pada tikus putih jantan yang mengalami luka bakar derajat II. Pembuatan ekstrak etanol daun sukun diperoleh dengan cara maserasi menggunakan etanol 96% dan diuji karakteristik fisik sediaan, stabilitas, aktivitas antibakteri, iritasi dan penyembuhan luka bakar pada kulit tikus. Formulasi nanogel dibuat dalam 3 konsentrasi yaitu F1 (1,5625%), F2 (3,125%) dan F3 (6,25%). Secara histopatologi aktivitas antiinflamasi kelompok tikus yang diberi basis menunjukkan inflamasi yang berat dengan skor 3, F1 menunjukkan tingkat inflamasi yang sedang dengan skor 2, F2 menunjukkan inflamasi yang ringan dengan skor 1, dan F3 menunjukkan inflamasi yang sedang dengan skor 2. F2 menunjukkan persen penurunan diameter luka yang lebih cepat yaitu 92,84% dalam waktu 21 hari dibandingkan kelompok F1 dan F3 dengan persentase penyembuhan 81,14% dan konsentrasi 88,91% dalam waktu 21 hari. 
ISOLASI SENYAWA BIOAKTIF DARI EKSTRAK DAUN KELOR (Moringa oleifera) DAN POTENSINYA SEBAGAI ANTIOKSIDAN UNTUK FORTIFIKASI PANGAN FUNGSIONAL Syarifah Asyura; Ismiati Ismiati; Nanda Fitriana; Kesumawati Kesumawati; Ella Frisella; Herawati Herawati; Pardi Pardi; Kurnia Rahmayanti; Putri Serianti; Melda Sofia; Syarifah Yanti Astrina; Siti Samaniyah
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 11 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i1.5216

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan mengisolasi senyawa bioaktif dari daun kelor (Moringa oleifera) serta mengevaluasi potensi antioksidannya untuk fortifikasi pangan fungsional. Daun kelor diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan etanol 70% dan dilanjutkan dengan fraksinasi pelarut n-heksana, etil asetat, dan metanol. Identifikasi senyawa bioaktif dilakukan dengan KLT, KCKT, spektrofotometri UV-Vis, dan FTIR, sedangkan uji aktivitas antioksidan dilakukan menggunakan metode DPPH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fraksi etil asetat memiliki aktivitas antioksidan paling tinggi dengan IC50 sebesar 48,72 µg/mL, yang dikategorikan sebagai antioksidan sangat kuat. Analisis fitokimia memperlihatkan bahwa senyawa utama yang berperan adalah flavonoid, fenolik, dan tanin. Temuan ini menegaskan bahwa daun kelor merupakan sumber antioksidan alami yang potensial dan dapat diaplikasikan sebagai bahan fortifikasi pangan fungsional untuk meningkatkan kualitas gizi serta memberikan manfaat protektif terhadap stres oksidatif.   
AKTIVITAS ANTIBAKTERI DAN KANDUNGAN FITOKIMIA EKSTRAK ETANOL DAUN Lawsonia inermis Linn. TERHADAP Propionibacterium acnes Dan Escherichia coli Siti Samaniyah; Syarifah Asyura; Rulia Meilina; Periskila Dina Kali Kulla
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 11 No. 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i2.5448

Abstract

Abstrak Latar Belakang: Indonesia memiliki kekayaan biodiversitas, termasuk tanaman herbal seperti daun Lawsonia inermis Linn. Biasa di kenal dengan daun pacar kuku, dikenal dalam pengobatan tradisional sifat antibakterinya. Namun, penelitian ilmiah tentang efektivitas daun pacar kuku terhadap bakteri patogen, seperti Propionibacterium acnes dan Escherichia coli, masih terbatas. Bakteri ini dapat menyebabkan infeksi kulit dan pencernaan, yang sering diobati dengan antibiotik, tetapi penggunaan antibiotik berlebihan menyebabkan resistensi. Penelitian ini mengeksplorasi kandungan fitokimia ekstrak etanol daun pacar kuku dalam mengatasi infeksi bakteri sebagai alternatif pengobatan berbasis herbal. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kandungan fitokimia dan aktivitas antibakteri parameter Kosentrasi Hambat Minimum (KHM) dari esktrak etanol daun pacar kuku pada variasi kosentrasi terhadap Propionibakterium acnes dan Escherichia coli. Metode penelitian yang digunakan ekperimental laboratorium, . Uji KHM ekstrak daun pacar kuku menggunakan metode dilusi cair kemudian diukur kekeruhan dengan spektrofotometer UV-Vis. Konsentrasi estrak yang digunakan 5%, 30%, 45%, 60%, 85%, ,100% serta Kontrol positif (tetrasiklin 30µg) dan Kontrol negatif DMSO (1%). Hasil penelitian ini menunjukkan ekstrak etanol daun pacar kuku (Lawsonia inermis Linn.) memiliki kemampuan menghambat bakteri Propionibacterium acnes dengan rerata zona 18-24.85mm, sedangkan Escherichia coli rerata zona sekitar 6.21-11.78mm. Nilai KHM pada kosentrasi 6.25-50%. Disimpulkan pada penelitian ini ekstrak daun pacar kuku (Lawsonia inermis Linn.) mempunyai aktivitas antibakteri terhadap Propionibacterium acnes dan Escherichia coli memiliki kemampuan menghambat (KHM) Saran: Ekstrak daun pacar kuku ini berpotensi dikembangkan sebagai sediaan topikal seperti krim atau gel untuk pengobatan jerawat, dan uji klinis diperlukan untuk memastikan keamanan dan efektivitasnya. Penelitian lanjutan dibutuhkan untuk mengisolasi dan mengidentifikasi senyawa aktif yang berperan dalam aktivitas antibakteri Kata Kunci: Daun Pacar Kuku, Antibakteri, KHM, Propionibacterium acnes, Escherichia coli Abstract Background: Indonesia has a wealth of biodiversity, including herbal plants such as Lawsonia inermis Linn leaves. Commonly known as henna leaves, known in traditional medicine for its antibacterial properties. However, scientific research on the effectiveness of henna leaves against pathogenic bacteria, such as Propionibacterium acnes and Escherichia coli, is still limited. These bacteria can cause skin and digestive infections, which are often treated with antibiotics, but excessive use of antibiotics causes resistance. This study explores the phytochemical content of henna leaf ethanol extract in treating bacterial infections as an alternative herbal-based treatment. The purpose of this study was to determine the phytochemical content and antibacterial activity of the Minimum Inhibitory Concentration (MIC) parameter of henna leaf ethanol extract at various concentrations against Propionibacterium acnes and Escherichia coli. The research method used was a laboratory experiment. The MIC test of henna leaf extract used a liquid dilution method and then measured the turbidity with a UV-Vis spectrophotometer. The extract concentrations used were 5%, 30%, 45%, 60%, 85%, 100%, as well as positive control (tetracycline 30µg) and negative control DMSO (1%). The results of this study indicate that the ethanol extract of henna leaves (Lawsonia inermis Linn.) has the ability to inhibit Propionibacterium acnes bacteria with an average zone of 18-24.85mm, while Escherichia coli has an average zone of around 6.21-11.78mm. The MIC value at a concentration of 6.25-50%. It was concluded in this study that henna leaf extract (Lawsonia inermis Linn.) has antibacterial activity against Propionibacterium acnes and Escherichia coli has the ability to inhibit (MIC). Suggestion: This henna leaf extract has the potential to be developed as a topical preparation such as a cream or gel for the treatment of acne, and clinical trials are needed to ensure its safety and effectiveness. Further research is needed to isolate and identify the active compounds that play a role in antibacterial activity. Keywords: Henna Leaves, Antibacterial, KHM, Propionibacterium acnes, Escherichia coli
FORMULASI dan UJI AKTIVITAS SEDIAAN KRIM EKSTRAK BIJI ALPUKAT (Persea americana Mill.) SEBAGAI PENYEMBUHAN LUKA BAKAR PADA TIKUS PUTIH JANTAN (Rattus norvegicus) Silmi Kaffah; Fitria Fitria; Rulia Meilina; Rina Kurniaty; Siti Samaniyah; Syarifah Yanti Astrina; Nurhayati Nurhayati; Syarifah Asyura; Maulidella Maulidella; Rouzatun Nisa; Monica Suryani
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 11 No. 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i2.5705

Abstract

Luka bakar merupakan kerusakan jaringan kulit akibat trauma panas. Biji alpukat (Persea americana Mill.) mengandung flavonoid yang bersifat antiinflamasi, antioksidan, dan berperan dalam penyembuhan luka. Penelitian ini bertujuan mengetahui efektivitas ekstrak biji alpukat serta formula krim yang optimal untuk pengobatan luka bakar. Pengujian dilakukan pada tikus jantan dengan empat formula: F0 (kontrol), F1 (5%), F2 (10%), dan F3 (15%). Hasil menunjukkan seluruh krim memenuhi standar SNI dan mempercepat penyembuhan luka bakar, dengan aktivitas terbaik pada formula F3 (15%). Kata kunci: Krim, Luka Bakar, Biji Alpukat.
Co-Authors Aida Apriani Ainun Mardiah Ananda, Zulia Andika, Fauziah Anwar, Chairanisa Anwar, Chairanisa Asyura, Finaul Ayyu Wahifa Safira Azhari, Saiful Chairanisa Anwar Cut Ratna Keumala Dasawanti, Yoan Dhirah, Ulfa Husna Dini Rahmawati Ecie Kesumawati Ella Frisella Eva Rosdiana Eva Rosdiana Eva Susanna Eva Susanna, Eva Ewisna Syah Fitri Fania Ayunda Putri Faradila Safitri Faradilla Safitri, Faradilla Finaul Asyura Finaul Asyura Fitra Alvionida Fitri, Ewisna Syah Fitria Fitria Fitria Fitria Fitriliana Fitriliana Fitriliana Fitriliana Fitriliana Fitriliana Henny febriani Henny Febriani Herawati Herawati Husna, Zainatul Ibrahim Ibrahim Ida Mukhlisa Indah Amelia Putri Intan Azura Intan Saumi Irza Mazinatul Ula Ismiati Ismiati Kesumawati Kesumawati Kesumawati Kesumawati Kesumawati Kesumawati, Kesumawati Kurnia Rahmayanti L. Lisnawati M. Deddy Harfiansyah M. Rizal K Maghfirah, Ruhul Mahya Saputri Masfria Maulidar Maulidar, Maulidar Maulidella Maulidella Meilina, Rulia Melda Sofia Monica Suryani Muhammad Furqan, Muhammad Muhammad Naufal Muhammad Rizki Murnia Suri Mutiawati Mutiawati Mutiawati Mutiawati Nanda Fitriana Nasria Nasria Nasria, Nasria Nilawati Nilawati Nur Aida Nurdin Nurdin Nurdin NurdinNurdin Nurfadhilah, Ika Nurfatin Nisa Nasri Nurhayati Nurhayati Nurhayati Nurhayati Nurhayati Nuzulul Rahmi, Nuzulul Pardi Pardi Periskila Dina Kali Kulla Putri Serianti Rahmat Akbar Rahmat Akbar Ratna Wilis Ratna Wilis Ratna Wilis Ridjna, Hilal Zulikram Rina Kurniaty Rizka Maulina Rosdiana, Eva Rossi Aulia Pratiwi Rouzatun Nisa Rouzatun Nisa Rouzatun Nisa Ruhul Maghfirah Safitri, Dhiah Dwi Sahbainur Rezeki Sandea, Sandea Silmi Kaffah Silmi Kaffah Sitorus, Panal Sulasmi Sulasmi Suri, Murnia Syafriadi Syarifah Asyura Syarifah Asyura Syarifah Rahmatika Syarifah Yanti Astrina Syarifah Yanti Astryna Syarifah Yanti Astryna Thursina Andayani Tri Susanti Sirait Ulla Putri Safrina Wirza Wirza ZR, Stevi Yang Kana Zulia Ananda Zulia Ananda Zulia Ananda Zulwanis, Zulwanis