Claim Missing Document
Check
Articles

PENINGKATAN LITERASI MASYARAKAT TENTANG INTERAKSI OBAT DENGAN HERBAL ‘OBATKU AMAN’ DI DESA RUMPET Siti Samaniyah; Finaul Asyura; Fitria Fitria; Fauziah Andika; Murnia Suri; Syarifah Asyura; Intan Saumi
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol. 7 No. 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penggunaan obat herbal di masyarakat semakin meningkat karena dianggap lebih alami dan minim efek samping. Namun, pengetahuan masyarakat mengenai potensi interaksi antara obat modern (obat kimia) dengan herbal masih rendah, sehingga dapat menimbulkan risiko penurunan efektivitas terapi maupun peningkatan efek toksik. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi masyarakat tentang interaksi obat dengan herbal melalui “Obatku Aman” di Desa Rumpet. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi interaktif, penyuluhan berbasis audiovisual, dan simulasi kasus interaksi obat-herbal yang sering dijumpai. Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan September 2025. Sasaran kegiatan adalah masyarakat usia produktif dan lansia yang sedang atau berpotensi menggunakan obat dan herbal secara bersamaan. Evaluasi dilakukan dengan membandingkan hasil pre-test dan post-test mengenai pemahaman interaksi obat-herbal. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan tingkat pengetahuan masyarakat, dari rata-rata 50% sebelum penyuluhan menjadi 85% setelah pelaksanaan. Selain itu, peserta menunjukkan perubahan sikap dalam berkonsultasi kepada tenaga kesehatan sebelum menggunakan obat atau herbal secara bersamaan. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi model edukasi berkelanjutan untuk meningkatkan kesadaran dan keamanan penggunaan obat di tingkat masyarakat desa. Kata kunci: Literasi obat, Interaksi obat-herbal, Edukasi masyarakat, Keamanan penggunaan obat, Desa Rumpet. Abstract The use of herbal medicines is increasing in the community because they are considered more natural and have fewer side effects. However, public awareness of the potential interactions between modern (chemical) drugs and herbal medicines remains low, which can lead to a risk of reduced therapeutic effectiveness or increased toxic effects. This community service activity aims to increase public literacy about drug-herbal interactions through "Obatku Aman" in Rumpet Village. The methods used include interactive outreach, audiovisual-based counseling, and simulations of frequently encountered drug-herbal interactions. This activity will be carried out in September 2025. The target group is productive-age and elderly people who are currently or potentially using drugs and herbal medicines simultaneously. Evaluation will be conducted by comparing pre-test and post-test results regarding understanding of drug-herbal interactions. The results of the activity show a significant increase in the level of community knowledge, from an average of 50% before the counseling to 85% after the implementation. In addition, participants showed a change in attitude in consulting with health professionals before using drugs or herbal medicines simultaneously. This activity is expected to become a model for ongoing education to increase awareness and safety of drug use at the village level. Keywords: Drug literacy, drug-herb interactions, public education, drug safety, Rumpet Village.
GERAKAN GAMPONG SIAGA DBD: PENINGKATAN PENGETAHUAN, SIKAP, DAN KESIAPSIAGAAN MASYARAKAT LUTUENG Finaul Asyura; Fauziah Andika; Rulia Meilina; Siti Samaniyah; Chairanisa Anwar; Ulfa Husna Dhirah; Rahmat Akbar; Rouzatun Nisa; Syarifah Asyura; Nurdin NurdinNurdin; Ratna Wilis
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol. 7 No. 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di berbagai daerah, termasuk Gampong Lutueng, Kabupaten Pidie, yang berpotensi mengalami peningkatan kasus akibat rendahnya kesiapsiagaan dan perilaku pencegahan masyarakat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan kesiapsiagaan masyarakat melalui program “Gerakan Gampong Siaga DBD.” Metode pelaksanaan meliputi edukasi kesehatan, pelatihan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) berbasis keluarga, pembentukan kader gampong siaga, serta simulasi penanganan dini kasus DBD. Evaluasi dilakukan sebelum dan sesudah intervensi menggunakan kuesioner terstruktur untuk mengukur perubahan pengetahuan, sikap, dan kesiapsiagaan warga. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pemahaman masyarakat mengenai penyebab, penularan, dan pencegahan DBD; perubahan sikap menuju perilaku hidup bersih; serta peningkatan kesiapsiagaan keluarga dalam melakukan deteksi dini dan tindakan PSN 3M Plus. Program ini diharapkan dapat menjadi model pemberdayaan masyarakat dalam pengendalian DBD secara berkelanjutan di tingkat gampong.
PEMANFAATAN AMPAS KOPI SEBAGAI BAHAN DASAR KOSMETIK DI SMK FARMASI CUT MEUTIA Fitria Fitria; Siti Samaniyah; M. Deddy Harfiansyah; Rahmat Akbar; Nurhayati Nurhayati
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol. 7 No. 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ampas kopi merupakan limbah organik yang dihasilkan dalam jumlah besar dari aktivitas konsumsi kopi, khususnya di daerah penghasil kopi seperti Provinsi Aceh. Ampas kopi masih mengandung senyawa bioaktif berupa kafein, polifenol, dan senyawa fenolik yang memiliki aktivitas antioksidan dan berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan dasar kosmetik. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa SMK Farmasi Cut Meutia Kota Banda Aceh dalam pemanfaatan ampas kopi sebagai bahan kosmetik sederhana yang aman dan ramah lingkungan. Metode kegiatan meliputi penyuluhan mengenai potensi bahan alam dalam kosmetik, demonstrasi pembuatan sediaan masker wajah berbasis ampas kopi, serta evaluasi pemahaman peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa mengenai pemanfaatan limbah organik dan kemampuan praktik pembuatan kosmetik sederhana. Kegiatan ini diharapkan dapat mendukung pembelajaran vokasional serta mendorong inovasi produk kosmetik berbasis bahan alam lokal.
PELATIHAN PEMBUATAN SCRUB KOPI ARABIKA (COFFEA ARABICA L.) SEBAGAI UPAYA EDUKASI KOSMETIK ALAMI PADA SISWA Silmi Kaffah; Fitria Fitria; Rulia Meilina; Rina Kurniaty; Siti Samaniyah; Syarifah Yanti Astrina; Nurhayati Nurhayati; Syarifah Asyura; Maulidella Maulidella; Rouzatun Nisa; Dini Rahmawati
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol. 7 No. 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Perkembangan industri kosmetik berbasis bahan alami mengalami peningkatan signifikan seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap keamanan produk, dampak kesehatan jangka panjang, dan isu keberlanjutan lingkungan. Kosmetik sintetis diketahui berpotensi menimbulkan iritasi dan efek samping apabila digunakan secara tidak tepat, sehingga mendorong pemanfaatan bahan alami yang lebih aman dan ramah lingkungan. Kopi Arabika (Coffea arabica L.) merupakan salah satu bahan alam yang mengandung senyawa bioaktif seperti kafein, polifenol, flavonoid, dan asam klorogenat yang berperan sebagai antioksidan serta agen eksfoliasi alami. Kegiatan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa dalam pembuatan kosmetik alami melalui pelatihan pembuatan body scrub berbahan kopi Arabika. Metode yang digunakan adalah pendekatan edukatif-partisipatif yang meliputi penyuluhan materi, demonstrasi formulasi, praktik langsung, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Sasaran kegiatan adalah 35 siswa SMK. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan skor pengetahuan dari rata-rata 56 menjadi 87 (peningkatan 78%). Produk scrub yang dihasilkan memiliki warna coklat alami, aroma khas kopi, tekstur semi-padat dan homogen, serta stabil selama dua minggu penyimpanan tanpa pemisahan fase. Selain meningkatkan literasi kosmetik alami, kegiatan ini juga menumbuhkan minat kewirausahaan pada 82% peserta. Pelatihan ini efektif sebagai bentuk edukasi aplikatif yang mendukung pemanfaatan bahan lokal dan pengembangan ekonomi kreatif berbasis sumber daya alam. Kata Kunci: kopi Arabika, body scrub alami, edukasi kosmetik
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PEMBUATAN REPELAN HERBAL BUNGA KECOMBRANG UNTUK PENCEGAHAN DEMAM BERDARAH DENGUE DI DESA LAM GAPANG ACEH BESAR Siti Samaniyah; Finaul Asyura; Syarifah Asyura; Chairanisa Anwar; Fitria Fitria
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol. 8 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu penyakit berbasis lingkungan yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Kabupaten Aceh Besar. Tingginya populasi nyamuk Aedes aegypti sebagai vektor utama DBD memerlukan upaya pencegahan yang efektif, aman, dan ramah lingkungan. Salah satu alternatif yang dapat dikembangkan adalah penggunaan repelan herbal berbahan alami, seperti bunga kecombrang (Etlingera elatior) yang diketahui memiliki kandungan metabolit sekunder berpotensi sebagai penolak nyamuk. Tim dosen Ilmu Kesehatan dan mahasiswa Universitas Ubudiyah Indonesia melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Desa Lam Gapang, Aceh Besar melalui program pemberdayaan masyarakat dalam pembuatan repelan herbal bunga kecombrang. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat mengenai pemanfaatan tanaman lokal sebagai upaya pencegahan DBD serta mendorong perilaku hidup sehat berbasis kearifan lokal. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan kesehatan, demonstrasi pembuatan repelan herbal, pelatihan praktik langsung, dan evaluasi pemahaman peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai bahaya DBD dan manfaat bunga kecombrang sebagai bahan alami penolak nyamuk. Selain itu, masyarakat mampu mempraktikkan secara mandiri proses pembuatan repelan herbal sederhana yang aman digunakan di lingkungan rumah tangga. Kegiatan ini diharapkan dapat mendukung upaya pencegahan DBD secara berkelanjutan serta meningkatkan pemanfaatan sumber daya alam lokal yang bernilai kesehatan dan ekonomis bagi masyarakat Desa Lam Gapang. Kata kunci: pemberdayaan masyarakat, repelan herbal, bunga kecombrang, Demam Berdarah Dengue, pencegahan DBD. Abstract Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is one of the environmental-based diseases that remains a public health problem in Aceh Besar Regency. The high population of Aedes aegypti mosquitoes as the primary vector of DHF requires prevention efforts that are effective, safe, and environmentally friendly. One alternative that can be developed is the use of herbal repellents made from natural ingredients, such as torch ginger (Etlingera elatior), which is known to contain secondary metabolites with potential mosquito-repellent activity. A team of lecturers conducted a community service program in Lam Gapang Village, Aceh Besar through a community empowerment initiative focused on the production of herbal torch ginger repellent. This activity aimed to improve community knowledge and skills regarding the utilization of local plants as an effort to prevent DHF and to promote healthy living behaviors based on local wisdom. The implementation methods included health education, demonstrations of herbal repellent preparation, hands-on practical training, and evaluation of participants’ understanding. The results of the activity showed an increase in community knowledge regarding the dangers of DHF and the benefits of torch ginger as a natural mosquito repellent. In addition, community members were able to independently practice the process of making simple herbal repellents that are safe for household use. This activity is expected to support sustainable DHF prevention efforts and enhance the utilization of local natural resources with health and economic value for the people of Lam Gapang Village. Keywords: community empowerment, herbal repellent, torch ginger, Dengue Hemorrhagic Fever, DHF prevention
PENGABDIAN MASYARAKAT MELALUI PELAYANAN INFORMASI OBAT DAN BANTUAN KESEHATAN BAGI KORBAN BANJIR DI PIDIE JAYA Fitria Fitria; Silmi Kaffah; Finaul Asyura; M. Deddy Harfiansyah; Siti Samaniyah
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol. 8 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bencana banjir berdampak langsung terhadap kesehatan masyarakat, terutama pada kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, dan penderita penyakit kronis. Kondisi pascabanjir dapat meningkatkan risiko penyakit berbasis lingkungan, pembatasan akses layanan kesehatan, serta penggunaan obat yang tidak tepat karena kurangnya informasi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pelayanan informasi obat dan bantuan kesehatan kepada korban banjir di Kabupaten Pidie Jaya. Metode kegiatan dilakukan melalui pemeriksaan kesehatan sederhana, pemberian obat sesuai keluhan, edukasi penggunaan obat yang aman dan rasional, serta konseling singkat mengenai penyimpanan obat, pemenuhan minuman obat, dan pencegahan penyakit pascabanjir. Sasaran kegiatan adalah warga yang terdampak banjir di wilayah Pidie Jaya. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat sangat membutuhkan layanan kesehatan dasar dan informasi obat, terutama terkait penggunaan obat demam, batuk, diare, gatal-gatal, vitamin, serta obat penyakit kronis. Kegiatan ini memberikan manfaat dalam meningkatkan pemahaman masyarakat tentang penggunaan obat yang benar serta membantu pemulihan kesehatan warga yang terdampak banjir. Pelibatan tenaga farmasi dalam kegiatan tanggap darurat bencana penting dilakukan untuk menjamin keamanan penggunaan obat dan mendukung pelayanan kesehatan yang lebih komprehensif.
EDUKASI PENCEGAHAN DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) PASCA BANJIR MELALUI PENINGKATAN PENGETAHUAN MASYARAKAT DI GAMPONG MEUNASAH LHOK, KABUPATEN PIDIE JAYA Finaul Asyura; Chairanisa Anwar; Fitria Fitria; Siti Samaniyah; Rahmat Akbar; Syarifah Asyura; Rouzatun Nisa; Ulfa Husna Dhirah; Nurdin Nurdin; Ratna Wilis
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol. 8 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Demam Berdarah Dengue merupakan penyakit infeksi yang ditularkan melalui gigitan nyamuk dan masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat di daerah tropis, termasuk Indonesia. Kondisi pasca banjir dapat meningkatkan risiko penularan DBD karena adanya genangan air, sampah, barang bekas, dan tempat penampungan air yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti. Kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai cara penularan dan pencegahan DBD dapat menyebabkan rendahnya kesadaran dalam menjaga kebersihan lingkungan, terutama setelah banjir. Kegiatan edukasi ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang pencegahan DBD pasca banjir di Gampong Meunasah Lhok, Kabupaten Pidie Jaya. Kegiatan dilakukan melalui penyuluhan kesehatan, diskusi interaktif, tanya jawab, serta pembagian media edukasi mengenai pencegahan DBD dan penerapan 3M Plus. Tahapan kegiatan meliputi persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat antusias dan aktif mengikuti edukasi. Peserta mengalami peningkatan pemahaman mengenai penularan DBD, tanda dan gejala, tempat perkembangbiakan nyamuk, pentingnya kebersihan lingkungan, serta upaya pencegahan DBD setelah banjir. Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk menerapkan 3M Plus secara rutin, menjaga kebersihan lingkungan, memberantas sarang nyamuk, serta berperan aktif dalam mencegah penularan DBD pasca banjir secara berkelanjutan.
EDUKASI DAN PELATIHAN REED DIFFUSER AROMATERAPI MINYAK ATSIRI LEMON RELAKSASI KONSENTRASI BELAJAR SISWA SMK FARMASI Silmi Kaffah; Fitria; Rulia Meilina; Siti Samaniyah; Rina Kurniaty; Syarifah Yanti Astrina; Nurhayati; Syarifah Asyura; Kesumawati; Rouzatun Nisa; Muhammad Rizki; Syafriadi; Ulla Putri Safrina
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol. 8 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan gaya hidup sehat dan kesadaran akan pentingnya kesehatan mental mendorong meningkatnya minat masyarakat terhadap aromaterapi berbahan alami. Lemon (Citrus limon) merupakan salah satu tanaman penghasil minyak atsiri yang kaya akan senyawa limonene, sitral, dan flavonoid yang berperan sebagai antioksidan sekaligus agen penenang (relaksan) susunan saraf pusat. Siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Farmasi merupakan kelompok usia produktif yang rentan mengalami kejenuhan dan penurunan konsentrasi belajar akibat padatnya kurikulum teori dan praktikum. Kegiatan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa dalam pembuatan Reed Diffuser aromaterapi berbahan dasar minyak atsiri lemon sebagai media relaksasi dan peningkatan konsentrasi belajar. Metode yang digunakan adalah pendekatan edukatif-partisipatif yang meliputi penyuluhan materi, demonstrasi formulasi, praktik langsung pembuatan Reed Diffuser, uji coba penggunaan produk di ruang kelas, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Sasaran kegiatan adalah 32 siswa SMK Farmasi. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan skor pengetahuan dari rata-rata 54 menjadi 86 (peningkatan 79%). Produk Reed Diffuser yang dihasilkan memiliki aroma segar khas jeruk lemon, warna bening kekuningan, laju difusi aroma yang stabil melalui batang rotan, serta tidak mengalami perubahan warna maupun bau tengik selama dua minggu penyimpanan. Sebanyak 84% peserta melaporkan perasaan lebih rileks dan 78% peserta merasa lebih mudah berkonsentrasi setelah menggunakan Reed Diffuser lemon selama sesi belajar di kelas. Kegiatan ini efektif meningkatkan literasi aromaterapi alami, memperkuat keterampilan formulasi sediaan farmasi sederhana, serta membuka wawasan kewirausahaan berbasis produk kesehatan alami bagi siswa SMK Farmasi. Kata Kunci: minyak atsiri lemon, Reed Diffuser, aromaterapi, relaksasi, konsentrasi belajar
Co-Authors Aida Apriani Ainun Mardiah Ananda, Zulia Andika, Fauziah Anwar, Chairanisa Anwar, Chairanisa Asyura, Finaul Ayyu Wahifa Safira Azhari, Saiful Chairanisa Anwar Cut Ratna Keumala Dasawanti, Yoan Dhirah, Ulfa Husna Dini Rahmawati Ecie Kesumawati Ella Frisella Eva Rosdiana Eva Rosdiana Eva Susanna Eva Susanna, Eva Ewisna Syah Fitri Fania Ayunda Putri Faradila Safitri Faradilla Safitri, Faradilla Finaul Asyura Finaul Asyura Fitra Alvionida Fitri, Ewisna Syah Fitria Fitria Fitria Fitria Fitriliana Fitriliana Fitriliana Fitriliana Fitriliana Fitriliana Henny febriani Henny Febriani Herawati Herawati Husna, Zainatul Ibrahim Ibrahim Ida Mukhlisa Indah Amelia Putri Intan Azura Intan Saumi Irza Mazinatul Ula Ismiati Ismiati Kesumawati Kesumawati Kesumawati Kesumawati Kesumawati Kesumawati, Kesumawati Kurnia Rahmayanti L. Lisnawati M. Deddy Harfiansyah M. Rizal K Maghfirah, Ruhul Mahya Saputri Masfria Maulidar Maulidar, Maulidar Maulidella Maulidella Meilina, Rulia Melda Sofia Monica Suryani Muhammad Furqan, Muhammad Muhammad Naufal Muhammad Rizki Murnia Suri Mutiawati Mutiawati Mutiawati Mutiawati Nanda Fitriana Nasria Nasria Nasria, Nasria Nilawati Nilawati Nur Aida Nurdin Nurdin Nurdin NurdinNurdin Nurfadhilah, Ika Nurfatin Nisa Nasri Nurhayati Nurhayati Nurhayati Nurhayati Nurhayati Nuzulul Rahmi, Nuzulul Pardi Pardi Periskila Dina Kali Kulla Putri Serianti Rahmat Akbar Rahmat Akbar Ratna Wilis Ratna Wilis Ratna Wilis Ridjna, Hilal Zulikram Rina Kurniaty Rizka Maulina Rosdiana, Eva Rossi Aulia Pratiwi Rouzatun Nisa Rouzatun Nisa Rouzatun Nisa Ruhul Maghfirah Safitri, Dhiah Dwi Sahbainur Rezeki Sandea, Sandea Silmi Kaffah Silmi Kaffah Sitorus, Panal Sulasmi Sulasmi Suri, Murnia Syafriadi Syarifah Asyura Syarifah Asyura Syarifah Rahmatika Syarifah Yanti Astrina Syarifah Yanti Astryna Syarifah Yanti Astryna Thursina Andayani Tri Susanti Sirait Ulla Putri Safrina Wirza Wirza ZR, Stevi Yang Kana Zulia Ananda Zulia Ananda Zulia Ananda Zulwanis, Zulwanis