Claim Missing Document
Check
Articles

PERBANDINGAN EFEKTIFITAS PENINGKATAN PENGETAHUAN TENTANG BAHAYA ROKOK DENGAN MENGGUNAKAN METODE CERAMAH DAN LEAFLET PADA SISWA KELAS I DI SMP SWASTA ISLAM JAMIAH AL-AZIZIYAH BATEE ILIEK SAMALANGA KABUPATEN BIREUN TAHUN 2018 Finaul Asyura; Chairanisa Anwar; Eva Rosdiana; Ulfa Husna Dhirah; Siti Samaniyah; Ratna Wilis
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 11, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i1.4835

Abstract

Salah satu penyebab tingginya perokok dikalangan remaja adalah kurangnya pengetahuan tentang bahaya merokok. Pengetahuan tentang bahaya merokok yaitu segala sesuatu dan informasi yang diperoleh mengenai hal yang berhubungan dengan bahaya merokok, Penggunaan metode dan media yang tepat dapat mempengaruhi pengetahuan responden. Penelitian ini ingin mengkaji Perbandingan Efektifitas Peningkatan Pengetahuan Tentang Bahaya Rokok dengan Menggunakan Metode Ceramah dan Leaflet Pada Siswa Kelas I di SMP Swasta Islam Jamiah Al-aZIziyah Batee Iliek Samalanga Kabupaten Bireuen.Jenis penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimental design, dengan rancangan pretest-posttest two group design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas I SMP sebanyak 60 siswa. Sampel sebanyak 60 orang yang terdiri dari 30 orang pada kelompok kasus (metode ceramah) dan 30 orang pada kelompok kontrol (kelompok leaflet). Pengumpulan data  dilakukan dari tanggal 08 sampai dengan 22 Januari 2018. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara. Data dalam penelitian ini dianalisis dengan uji statistik non parametrik (t-tes) dengan ? = 0,05. Hasil penelitian diperoleh ada perbedaan tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan mengenai bahaya merokok melalui ceramah (p value= 0,011) dan ada perbedaan tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan mengenai bahaya merokok melalui leaflet (p value= 0,001). Dari hasil uji independen sampel t-tes dapat disimpulkan media promosi leaflet lebih efektif dibandingkan dengan metode ceramah dalam meningkatkan pengetahuan tentang bahaya merokok (p value 0,023).Disarankan Dinas Kesehatan Kabupaten Bireuen agar dapat melakukan penyuluhan dengan menggunakan metode leflet guna meningkatkan pengetahuan siswa tentang bahaya merokok bagi kesehatan
FORMULASI EKSTRAK DAUN BENALU KOPI (Loranthus ferrugineus Roxb) SEBAGAI DASAR PEMBUATAN KRIM ANTIINFLAMASI Nasria Nasria; Zulia Ananda; Kesumawati Kesumawati; Eva Rosdiana; Siti Samaniyah
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 11, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i1.4452

Abstract

Abstrak Inflamasi adalah reaksi lokal jaringan terhadap infeksi atau cedera yang melibatkan mediator dan respons imun. Salah satu tumbuhan yang dapat digunakan untuk mengobati inflamasi yaitu tumbuhan benalu kopi (Loranthus ferrugineus Roxb). Sebagai upaya pemanfaatan benalu kopi yang lebih efektif, maka perlu dilakukan pengembangan menjadi suatu produk sediaan topikal, seperti krim antiinflamasi. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui apakah ekstrak daun benalu kopi (Loranthus ferrugineus Roxb) dapat dijadikan bahan dasar krim antiinflamasi. Metode Penelitian: True Experimental Laboratories dengan uji stabilitas sediaan krim meliputi uji organoleptis, homogenitas, daya sebar, daya lekat, pH, dan viskositas serta uji aktivitas antiinflamasi yang menggunakan mencit sebanyak 18 ekor yang dibagi ke dalam 6 kelompok perlakuan yang terdiri dari kontrol negatif, kontrol positif (krim hidrokortison), krim F1, krim F2, Krim F3 dan krim F4. Edema pada kulit punggung mencit di ukur pada interval jam ke-0 (setelah induksi karagenin 2%) dan jam ke-1 hingga ke-6 (setelah perlakuan). Data dianalisis menggunakan program SPSS dengan uji normalitas (Kolmogorov-Smirnov), uji homogenitas (Levene Test), dan uji statistik parametrik (One-Way ANOVA).  Hasil Penelitian: Krim ekstrak daun benalu kopi (Loranthus ferrugineus Roxb) F1, F2, F3 dan F4 memiliki mutu fisik yang sesuai dengan spesifikasi selama uji stabilitas. Krim ekstrak daun benalu kopi (Loranthus ferrugineus Roxb) dapat menurunkan edema pada kulit punggung mencit sebesar 12,5 % (F2), 14,3 % (F3) dan 25,0 % (F4). Data yang dihasilkan tidak terdistribusi normal dan tidak homogen (P<0,05) serta tidak terdapat perbedaan rata-rata edema kulit punggung mencit pada jam ke-0 hingga jam ke-6 setelah diberikan perlakuan (P<0,05). Kesimpulan: Ekstrak daun benalu kopi (Loranthus ferrugineus Roxb) dapat dijadikan sebagai dasar pembuatan krim antiinflamasi dan formulasi krim yang memiliki aktivitas antiinflamasi paling besar dibandingkan dengan formulasi yang lain adalah formulasi 4 (F4).Kata Kunci    : Daun Benalu Kopi, Krim, Edema, Antiinflamasi Abstract Inflammation is a local tissue reaction to infection or injury involving mediators and an immune response. One plant that can be used to treat inflammation is the coffee parasite leaves (Loranthus ferrugineus Roxb). In an effort to use coffee parasites more effectively, it is necessary to develop it into a topical product, such as an anti-inflammatory cream. Aims: To determine that coffee parasite leaves extract (Loranthus ferrugineus Roxb) can be used as a basic ingredient for anti-inflammatory cream. Methodology: True Experimental Laboratories with stability tests of cream preparations including organoleptic tests, homogeneity, spreadability, stickiness, pH and viscosity as well as anti-inflammatory activity tests using 18 mice divided into 6 treatment groups consisting of negative control, positive control ( hydrocortisone cream), F1 cream, F2 cream, F3 cream and F4 cream. Edema on the back skin of mice was measured at the 0th hour interval (after 2% carrageenin induction) and 1st to 6th hour (after treatment). The data were analyzed using the SPSS program with normality tests (Kolmogorov-Smirnov), homogeneity tests (Levene Test), and parametric statistical tests (One-Way ANOVA). Result: Coffee parasite leaves extract cream (Loranthus ferrugineus Roxb) F1, F2, F3 and F4 has physical quality that meets specifications during the stability test. Coffee parasite leaves extract cream (Loranthus ferrugineus Roxb) can reduce edema on the back skin of mice by 12.5% (F2), 14.3% (F3) and 25.0% (F4). The resulting data was not normally distributed and homogeneous (P<0.05) and there was no difference in the average back skin edema of mice from the 0th to the 6th hour after treatment (P<0.05). Conclusion: Coffee parasite leaves extract (Loranthus ferrugineus Roxb) can be used as a basis for making anti-inflammatory creams and the cream formulation that has the greatest anti-inflammatory activity compared to other formulations is formulation 4 (F4).Keywords: Coffee Parasite Leaves, Cream, Edema, Anti-inflammatory 
ANALISIS KADAR MERKURI (HG) KRIM PEMUTIH WAJAH MENGGUNAKAN SPEKTROFOTOMETRI SERAPAN ATOM (SSA) DI KOTA BANDA ACEH Siti Samaniyah; Rulia Meilina; Fitria Fitria; Syarifah Asyura; Mutiawati Mutiawati
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 11, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i1.4852

Abstract

AbstrakKrim pemutih wajah merupakan salah satu produk kosmetik yang banyak digunakan masyarakat, khususnya di kota-kota besar seperti Banda Aceh. Namun, maraknya penggunaan krim pemutih ilegal yang mengandung bahan berbahaya seperti merkuri (Hg) menjadi perhatian serius karena dapat membahayakan kesehatan pengguna. Pemeriksaan BPOM Aceh pada tahun 2023 menemukan banyak kosmetik mengandung bahan berbahaya. Keberadaan merkuri dalam produk kosmetik dapat menyebabkan kerusakan ginjal, gangguan sistem saraf, hingga kanker kulit dalam penggunaan jangka panjang. Oleh karena itu, pengawasan rutin terhadap produk kosmetik di pasaran sangat diperlukan guna melindungi konsumen dari paparan bahan berbahaya. Oleh karena itu, diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi dan mendeteksi kandungan merkuri dalam krim pemutih wajah yang digunakan di Kota Banda Aceh. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah masih ada krim pemutih wajah yang mengandung merkuri (Hg) dipasaran Kota Banda aceh. Jenis metode penelitian ini dilakukan secara eksperimental dengan variabel bebas diwakili oleh krim pemutih wajah yang terdapat di pasaran kota Banda Aceh serta. Penelitian meliputi pengumpulan sampel, penyiapan sampel, desktrusi basah, dan analisa kualitatif serta analisis kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa masih ada kosmetik di kawasan kota banda aceh yang mengandung merkuri.Kata kunci: Merkuri, Krim Pemutih Wajah, Spektrofotometri Serapan Atom. AbstractThe cosmetic industry in Indonesia has grown rapidly. However, some products, such as facial whitening creams, often contain hazardous chemicals such as mercury which can cause serious health problems. BPOM Aceh's inspection in 2023 found that many cosmetics contained hazardous materials. Therefore, further research is needed to identify and detect mercury content in facial whitening creams used in Banda Aceh City. The purpose of this study was to determine whether there are still facial whitening creams containing mercury (Hg) on the Banda Aceh City market. This type of research method was carried out experimentally with the independent variable represented by facial whitening creams available on the Banda Aceh City market as well. The study included sample collection, sample preparation, wet detrusion, and qualitative and quantitative analysis. The results of this study indicate that there are still cosmetics in the Banda Aceh City area that contain mercury.Keywords: Mercury, Facial Whitening Cream, Atomic Absorption Spectrophotometry.
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL KULIT BUAH MANGGIS (Garcinia mangostana L.) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus epidermidis Periskila Dina Kali Kulla; Irza Mazinatul Ula; Siti Samaniyah; Eva Rosdiana
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 11, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i1.4892

Abstract

Jerawat merupakan masalah kulit kronis yang umum terjadi akibat produksi sebum yang berlebihan dan infeksi bakteri. Manggis (Garcinia mangostana L.) memiliki sifat antibakteri, antioksidan, dan antiradang. Penelitian ini bertujuan untuk memastikan konsentrasi penghambatan terendah (KHM) dan konsentrasi bakterisida minimum (KBM) dari ekstrak etanol kulit manggis (Garcinia mangostana L.) terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis. Berbagai konsentrasi pengenceran, termasuk 5%, 10%, 15%, 20%, dan 25%, digunakan dalam penelitian ini untuk menetapkan KHM dan KBM bakteri Staphylococcus epidermidis. Metode difusi cakram digunakan untuk memeriksa kerentanan mikroorganisme terhadap antibiotik. Kontrol positif adalah 25 µg amoksisilin, sedangkan kontrol negatif adalah air suling. Uji ANOVA digunakan dalam program SPSS untuk memproses data penelitian. 5% merupakan konsentrasi di mana uji Konsentrasi Hambat Minimum (MIC) tercapai. 20% ditemukan sebagai hasil uji konsentrasi bakterisida minimum (MBC). 
FORMULASI DAN EVALUASI SEDIAAN SHAMPO EKSTRAK ETANOL DAUN BELIMBING WULUH (Averrhoa bilimbi L.) Zulia Ananda; Fania Ayunda Putri; Siti Samaniyah; Faradilla Safitri
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 11, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i1.4690

Abstract

AbstrakMempercantik diri telah menjadi prioritas utama dalam penampilan sehari-hari, dan salah satu cara yang digunakan adalah melalui penggunaan kosmetik. Salah satu tanaman yang memiliki banyak manfaat di Indonesia adalah belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.), yang dikenal dapat digunakan untuk mengobati jerawat, terutama bagian daunnya yang kaya akan flavonoid, saponin, dan senyawa lainnya. Penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun belimbing wuluh dapat dikembangkan menjadi produk farmasi, seperti krim dan sampo. Oleh karena itu, penelitian ini akan fokus pada formulasi dan evaluasi sampo berbahan dasar ekstrak etanol daun belimbing wuluh. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ekstrak daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) dapat di formulasikan sebagai sediaan shampoo anti ketombe. Metode penelitian yang dilakukan adalah eksperimental laboratorium. Dari daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.), pembuatan formulasi sediaan shampo meliputi beberapa tahap penelitian yaitu pembuatan ekstrak, pembuatan formulasi dan evaluasi terhadap hasil sediaan shampo dari ekstrak daun belimbing wuluh. Data hasil penelitian dioleh menggunakan aplikasi SPSS dengan menggunakan uji ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) dapat diformulasikan sebagai sedian shampo dengan konsentrasinya, 5%, 10% dan 15%. Ekstrak daun belimbing wuluh dapat di formulasikan sebagai sediaan shampo yang stabil, secara fisik dapat di lihat dari uji organoleptik, uji homogenitas, uji pH, uji tinggi busa dan uji iritasi sediaan. Sediaan shampo ini juga dan memiliki memiliki perbedaan pada setiap formulasinya berdasarkan tingkat kesukaan dari responden.Kata kunci: Daun Belimbing Wuluh, Shampo, Antiketombe, Evaluasi Sediaan.  Abstract Beautifying oneself has become a top priority in everyday appearance, and one way that is used is through the use of cosmetics. One of the plants that has many benefits in Indonesia is starfruit (Averrhoa bilimbi L.), which is known to be used to treat acne, especially the leaves which are rich in flavonoids, saponins, and other compounds. Research shows that ethanol extract of starfruit leaves can be developed into pharmaceutical products, such as creams and shampoos. Therefore, this study will focus on the formulation and evaluation of shampoos based on ethanol extract of starfruit leaves.  The purpose of this study was to determine whether starfruit leaf extract (Averrhoa bilimbi L.) can be formulated as an anti-dandruff shampoo preparation. The research method used was an experimental laboratory. From Belimbing Wuluh Leaves (Averrhoa bilimbi L), the formulation of Shampoo preparations includes several stages of research, namely extract making, formulation making and evaluation of the results of shampoo preparations from belimbing wuluh leaf extract. The research data were processed using the SPSS application using the ANOVA test. The results showed that belimbing wuluh leaves (averrhoa bilimbi L.) can be formulated as a shampoo preparation with concentrations of 5%, 10% and 15%. Belimbing wuluh leaf extract can be formulated as a physically stable shampoo preparation as seen from the organoleptic test, homogeneity test, pH test, foam height test and irritation test of the preparation. This shampoo preparation also has differences in each formulation based on the level of preference of the respondents.Keywords: Wuluh starfruit leaves, shampoo, anti-dandruff, preparation evaluation.
ISOLASI SENYAWA BIOAKTIF DARI EKSTRAK DAUN KELOR (Moringa oleifera) DAN POTENSINYA SEBAGAI ANTIOKSIDAN UNTUK FORTIFIKASI PANGAN FUNGSIONAL Syarifah Asyura; Ismiati Ismiati; Nanda Fitriana; Kesumawati Kesumawati; Ella Frisella; Herawati Herawati; Pardi Pardi; Kurnia Rahmayanti; Putri Serianti; Melda Sofia; Syarifah Yanti Astrina; Siti Samaniyah
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 11, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i1.5216

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan mengisolasi senyawa bioaktif dari daun kelor (Moringa oleifera) serta mengevaluasi potensi antioksidannya untuk fortifikasi pangan fungsional. Daun kelor diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan etanol 70% dan dilanjutkan dengan fraksinasi pelarut n-heksana, etil asetat, dan metanol. Identifikasi senyawa bioaktif dilakukan dengan KLT, KCKT, spektrofotometri UV-Vis, dan FTIR, sedangkan uji aktivitas antioksidan dilakukan menggunakan metode DPPH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fraksi etil asetat memiliki aktivitas antioksidan paling tinggi dengan IC50 sebesar 48,72 µg/mL, yang dikategorikan sebagai antioksidan sangat kuat. Analisis fitokimia memperlihatkan bahwa senyawa utama yang berperan adalah flavonoid, fenolik, dan tanin. Temuan ini menegaskan bahwa daun kelor merupakan sumber antioksidan alami yang potensial dan dapat diaplikasikan sebagai bahan fortifikasi pangan fungsional untuk meningkatkan kualitas gizi serta memberikan manfaat protektif terhadap stres oksidatif.   
EDUKASI BAHAYA ROKOK BAGI REMAJA MELALUI CERAMAH DAN LEAFLET DI SMP SWASTA ISLAM JAMIAH AL-AZIZIYAH BATEE ILIEK SAMALANGA KABUPATEN BIREUN Finaul Asyura; Chairanisa Anwar; Eva Rosdiana; Ulfa Husna Dhirah; Siti Samaniyah; Henny Febriani; Ratna Wilis; Nurdin Nurdin; Ainun Mardiah
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 7, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Merokok merupakan salah satu kebiasaan berisiko tinggi yang kerap dimulai sejak usia remaja. Rendahnya pengetahuan mengenai bahaya rokok menjadi salah satu faktor utama yang mendorong perilaku merokok di kalangan pelajar. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa tentang dampak negatif rokok bagi kesehatan melalui dua metode edukasi, yaitu ceramah dan leaflet. Sasaran kegiatan ini adalah siswa kelas I di SMP Swasta Islam Jamiah Al-Aziziyah Batee Iliek, Kecamatan Samalanga, Kabupaten Bireuen. Metode yang digunakan meliputi pemberian pre-test, pelaksanaan edukasi melalui ceramah dan pembagian leaflet secara terstruktur, serta pengukuran kembali melalui post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan siswa setelah intervensi, dengan perbandingan efektivitas yang menunjukkan bahwa metode ceramah memberikan dampak yang lebih signifikan dibandingkan leaflet. Kegiatan ini membuktikan pentingnya pendekatan edukatif yang interaktif dan langsung dalam meningkatkan kesadaran remaja terhadap bahaya merokok. Diharapkan program serupa dapat diterapkan secara berkelanjutan di lingkungan sekolah sebagai bagian dari upaya pencegahan perilaku merokok sejak dini.
EDUKASI KESADARAN MEMBANGUN KELUARGA SEHAT, TANGGUH DAN HUMANIS BERBASIS TEKNOLOGI INFORMASI DI DESA KAJHU KECAMATAN BAITUSSALAM KABUPATEN ACEH BESAR Murnia Suri; Fitriliana Fitriliana; Siti Samaniyah; Kesumawati Kesumawati; Ayyu Wahifa Safira
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG PENDIDIKAN Vol. 7 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kondisi keluarga sehat, tangguh dan memiliki hidup yang lebih baik berdasarkan asas perikemanusiaan merupakan impian setiap manusia. Demikian pula dengan masyarakat gampong kajhu Kacamatan Baitussalam Kabupaten Aceh Besar. Masyarakat yang sebagaian besarnya memiliki mata pencaharian sebagai petani tambak, petani garam dan nelayan, terhalang oleh waktu dan tempat untuk mendapatkan informasi tentang kesehatan dan ketahanan keluarga serta keinginan untuk memiliki kehidupan yang lebih baik. Padahal di era digital yang perkembangannya terus berubah saat ini menuntut keluarga membekali dirinya dengan kemampuan yang sesuai dengan perkembangan teknologi terutama teknologi informasi. Teknologi ini meliputi segala hal yang berkaitan dengan proses, penggunaan sebagai alat penunjang, manupulasi dan pengelolaan informasi. Keinginan warga gampong Kajhu tersebut bersambut dengan agenda Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang digagas oleh para dosen Fakultas Sosial Sains dan Ilmu Pendididikan dan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Ubudiyah Indonesia (UUI). PKM UUI melakukan edukasi kepada gampong Kajhu tentang teknologi informasi dasar di berbagai bidang teknik, kesehatan, ekonomi, pendidikan yang diselenggarakan selama satu hari bersama 76 orang warga setempat. Dari kegiatan tersebut didapatkan bahwa masyarakat Kajhu mendapatkan tambahan pengetahuan untuk perubahan hidup yang lebih baik. Para dosen UUI yang terlibat juga mendapatkan pengalaman langsung dengan masyarkat sebagai bentuk sumbangsih dan pengabdian ilmu.Kata kunci: pengabdian, edukasi, teknologi informasi
PENGUATAN MOTIVASI DAN LITERASI PENDIDIKAN TINGGI PADA SISWA SMAN 11 BANDA ACEH Murnia Suri; Fitriliana Fitriliana; Siti Samaniyah; Sulasmi Sulasmi
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG PENDIDIKAN Vol. 8 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Fakultas Sosial Sains dan Ilmu Pendidikan Universitas Ubudiyah Indonesia ini bertujuan untuk memperkuat motivasi dan literasi pendidikan tinggi pada siswa kelas XII di SMAN 11 Kota Banda Aceh melalui pendekatan yang interaktif dan variatif. Program dirancang secara sistematis dengan mengombinasikan berbagai metode seperti seminar, workshop, mentoring, diskusi kelompok, simulasi dan permainan edukatif guna meningkatkan keterlibatan siswa serta menghindari kejenuhan selama kegiatan berlangsung. Pelaksanaan kegiatan dilakukan secara terstruktur di dua lokasi, yaitu aula dan ruang kelas sehingga memungkinkan penyampaian materi secara klasikal sekaligus pendalaman secara lebih personal dalam kelompok kecil. Kegiatan yang melibatkan 237 siswa ini fokus pada peningkatan pemahaman tentang pentingnya pendidikan tinggi, pengenalan berbagai jalur studi termasuk reguler, nonreguler dan Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) serta pengembangan kesiapan mental siswa dalam merencanakan masa depan akademik. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan motivasi siswa yang diukur melalui angket pre-test dan post-test serta terbentuknya komitmen pribadi siswa untuk melanjutkan pendidikan. Luaran kegiatan mencakup aspek akademik, sosial/edukasi, publikasi, dan keberlanjutan, seperti laporan pengabdian, artikel ilmiah, booklet panduan studi lanjut, dokumentasi kegiatan, serta pembentukan komunitas inspirasi. Secara keseluruhan, kegiatan ini tidak hanya memberikan dampak langsung terhadap peningkatan motivasi dan literasi siswa, tetapi juga berkontribusi dalam memperkuat peran perguruan tinggi dalam mendukung akses dan kesiapan pendidikan tinggi secara berkelanjutan. Kata kunci: Motivasi dan Literasi Pendidikan Tinggi, Kesiapan studi lanjut, Akses Pendidikan Tinggi
FORMULASI EKSTRAK DAUN BENALU KOPI (Loranthus ferrugineus Roxb) SEBAGAI DASAR PEMBUATAN KRIM ANTIINFLAMASI Nasria Nasria; Zulia Ananda; Kesumawati Kesumawati; Eva Rosdiana; Siti Samaniyah
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 11 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i1.4452

Abstract

Abstrak Inflamasi adalah reaksi lokal jaringan terhadap infeksi atau cedera yang melibatkan mediator dan respons imun. Salah satu tumbuhan yang dapat digunakan untuk mengobati inflamasi yaitu tumbuhan benalu kopi (Loranthus ferrugineus Roxb). Sebagai upaya pemanfaatan benalu kopi yang lebih efektif, maka perlu dilakukan pengembangan menjadi suatu produk sediaan topikal, seperti krim antiinflamasi. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui apakah ekstrak daun benalu kopi (Loranthus ferrugineus Roxb) dapat dijadikan bahan dasar krim antiinflamasi. Metode Penelitian: True Experimental Laboratories dengan uji stabilitas sediaan krim meliputi uji organoleptis, homogenitas, daya sebar, daya lekat, pH, dan viskositas serta uji aktivitas antiinflamasi yang menggunakan mencit sebanyak 18 ekor yang dibagi ke dalam 6 kelompok perlakuan yang terdiri dari kontrol negatif, kontrol positif (krim hidrokortison), krim F1, krim F2, Krim F3 dan krim F4. Edema pada kulit punggung mencit di ukur pada interval jam ke-0 (setelah induksi karagenin 2%) dan jam ke-1 hingga ke-6 (setelah perlakuan). Data dianalisis menggunakan program SPSS dengan uji normalitas (Kolmogorov-Smirnov), uji homogenitas (Levene Test), dan uji statistik parametrik (One-Way ANOVA).  Hasil Penelitian: Krim ekstrak daun benalu kopi (Loranthus ferrugineus Roxb) F1, F2, F3 dan F4 memiliki mutu fisik yang sesuai dengan spesifikasi selama uji stabilitas. Krim ekstrak daun benalu kopi (Loranthus ferrugineus Roxb) dapat menurunkan edema pada kulit punggung mencit sebesar 12,5 % (F2), 14,3 % (F3) dan 25,0 % (F4). Data yang dihasilkan tidak terdistribusi normal dan tidak homogen (P<0,05) serta tidak terdapat perbedaan rata-rata edema kulit punggung mencit pada jam ke-0 hingga jam ke-6 setelah diberikan perlakuan (P<0,05). Kesimpulan: Ekstrak daun benalu kopi (Loranthus ferrugineus Roxb) dapat dijadikan sebagai dasar pembuatan krim antiinflamasi dan formulasi krim yang memiliki aktivitas antiinflamasi paling besar dibandingkan dengan formulasi yang lain adalah formulasi 4 (F4).Kata Kunci    : Daun Benalu Kopi, Krim, Edema, Antiinflamasi Abstract Inflammation is a local tissue reaction to infection or injury involving mediators and an immune response. One plant that can be used to treat inflammation is the coffee parasite leaves (Loranthus ferrugineus Roxb). In an effort to use coffee parasites more effectively, it is necessary to develop it into a topical product, such as an anti-inflammatory cream. Aims: To determine that coffee parasite leaves extract (Loranthus ferrugineus Roxb) can be used as a basic ingredient for anti-inflammatory cream. Methodology: True Experimental Laboratories with stability tests of cream preparations including organoleptic tests, homogeneity, spreadability, stickiness, pH and viscosity as well as anti-inflammatory activity tests using 18 mice divided into 6 treatment groups consisting of negative control, positive control ( hydrocortisone cream), F1 cream, F2 cream, F3 cream and F4 cream. Edema on the back skin of mice was measured at the 0th hour interval (after 2% carrageenin induction) and 1st to 6th hour (after treatment). The data were analyzed using the SPSS program with normality tests (Kolmogorov-Smirnov), homogeneity tests (Levene Test), and parametric statistical tests (One-Way ANOVA). Result: Coffee parasite leaves extract cream (Loranthus ferrugineus Roxb) F1, F2, F3 and F4 has physical quality that meets specifications during the stability test. Coffee parasite leaves extract cream (Loranthus ferrugineus Roxb) can reduce edema on the back skin of mice by 12.5% (F2), 14.3% (F3) and 25.0% (F4). The resulting data was not normally distributed and homogeneous (P<0.05) and there was no difference in the average back skin edema of mice from the 0th to the 6th hour after treatment (P<0.05). Conclusion: Coffee parasite leaves extract (Loranthus ferrugineus Roxb) can be used as a basis for making anti-inflammatory creams and the cream formulation that has the greatest anti-inflammatory activity compared to other formulations is formulation 4 (F4).Keywords: Coffee Parasite Leaves, Cream, Edema, Anti-inflammatory 
Co-Authors Aida Apriani Ainun Mardiah Ananda, Zulia Andika, Fauziah Anwar, Chairanisa Anwar, Chairanisa Asyura, Finaul Ayyu Wahifa Safira Azhari, Saiful Chairanisa Anwar Cut Ratna Keumala Dasawanti, Yoan Dhirah, Ulfa Husna Dini Rahmawati Ecie Kesumawati Ella Frisella Eva Rosdiana Eva Rosdiana Eva Susanna Eva Susanna, Eva Ewisna Syah Fitri Fania Ayunda Putri Faradila Safitri Faradilla Safitri, Faradilla Finaul Asyura Finaul Asyura Fitra Alvionida Fitri, Ewisna Syah Fitria Fitria Fitria Fitria Fitriliana Fitriliana Fitriliana Fitriliana Fitriliana Fitriliana Henny febriani Henny Febriani Herawati Herawati Husna, Zainatul Ibrahim Ibrahim Ida Mukhlisa Indah Amelia Putri Intan Azura Intan Saumi Irza Mazinatul Ula Ismiati Ismiati Kesumawati Kesumawati Kesumawati Kesumawati Kesumawati Kesumawati, Kesumawati Kurnia Rahmayanti L. Lisnawati M. Deddy Harfiansyah M. Rizal K Maghfirah, Ruhul Mahya Saputri Masfria Maulidar Maulidar, Maulidar Maulidella Maulidella Meilina, Rulia Melda Sofia Monica Suryani Muhammad Furqan, Muhammad Muhammad Naufal Muhammad Rizki Murnia Suri Mutiawati Mutiawati Mutiawati Mutiawati Nanda Fitriana Nasria Nasria Nasria, Nasria Nilawati Nilawati Nur Aida Nurdin Nurdin Nurdin NurdinNurdin Nurfadhilah, Ika Nurfatin Nisa Nasri Nurhayati Nurhayati Nurhayati Nurhayati Nurhayati Nuzulul Rahmi, Nuzulul Pardi Pardi Periskila Dina Kali Kulla Putri Serianti Rahmat Akbar Rahmat Akbar Ratna Wilis Ratna Wilis Ratna Wilis Ridjna, Hilal Zulikram Rina Kurniaty Rizka Maulina Rosdiana, Eva Rossi Aulia Pratiwi Rouzatun Nisa Rouzatun Nisa Rouzatun Nisa Ruhul Maghfirah Safitri, Dhiah Dwi Sahbainur Rezeki Sandea, Sandea Silmi Kaffah Silmi Kaffah Sitorus, Panal Sulasmi Sulasmi Suri, Murnia Syafriadi Syarifah Asyura Syarifah Asyura Syarifah Rahmatika Syarifah Yanti Astrina Syarifah Yanti Astryna Syarifah Yanti Astryna Thursina Andayani Tri Susanti Sirait Ulla Putri Safrina Wirza Wirza ZR, Stevi Yang Kana Zulia Ananda Zulia Ananda Zulia Ananda Zulwanis, Zulwanis