Claim Missing Document
Check
Articles

Introduksi Teknologi Proses Pengolahan Minyak Kelapa Sebagai Upaya Inisiasi Rintisan Usaha di Dusun Bilasundung Nurhayati, Nurhayati; Adiansyah, Joni Safaat; Ibrahim; Sukuryadi; Johari, Harry Irawan; Ghazali, Mursal; Rais, Ahmad Kutbi
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 6 No 4 (2023): Oktober-Desember 2023
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v6i4.6209

Abstract

Permintaan minyak kelapa yang cukup tinggi berasal dari kebutuhan rumah tangga, dan rumah makan yang berbahan ikan dengan ciri khas sambal yang dituangkan minyak kelapa. Hal ini tentunya menjadi sebuah peluang melakukan pengembangan industri minyak kelapa dalam skala indutsri kecil. Pengabdian ini bertujuan untuk membuat rintisan usaha minyak kelapa dilakukan transfer pengetahuan dan aplikasi teknologi pengolahan minyak kelapa, sebagai upaya meningkatkan mutu minyak kelapa yang dihasilkan. Langkah-langkah pelaksanaan kegiatan pengabdian ini adalah : (1) penyuluhan, (2) pelatihan, (3) pendampingan dan (4) Evaluasi. Hasil Kegiatan ini menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengatahuan mitra setelah dilakukan penyuluhan oleh tim pelaksana terkait dengan pengolahan minyak kelapa sebesar 54%. Minyak kelapa yang dihasilkan dari introduksi teknologi pendinginan dan penyaringan menghasilkan minyak kelapa yang lebih jernih dibandingkan dengan pengolahan minyak kelapa yang dilakukan secara tradisional.
PERENCANAAN LANSKAP SEBAGAI UPAYA REVITALISASI EKOWISATA BAGEK KEMBAR DI DESA CENDI MANIK KECAMATAN SEKOTONG KABUPATEN LOMBOK BARAT Sukuryadi, Sukuryadi; Johari, Harry Irawan; Zulhiani, Dyasti; Mas'ad, Mas'ad; Khosiah, Khosiah; Ashari, Daharanindra Pradina Arich; Parlendo, Ihjan
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 12, No 2 (2024): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v12i2.24676

Abstract

Abstrak: Penetapan kawasan ekowisata bagek kembar sebagai Kawasan Ekosistem Esensial (KEE) Mangrove SK Bupati No.637/18/DLH/2018. Setelah program penanaman selesai, supaya dapat langsung memberikan manfaat kepada warga masyarakat, ekowisata berbasis mangrove dipilih sebagai kelanjutan program dan dikelola oleh masyarakat setempat. Tujuan penelitian ini untuk menyusun perencanaan kembali Ekowisata Mangrove melalui eksplorasi potensi yang terdapat pada Bagek Kembar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yaitu dengan mendeskrifsikan hasil survey dan perencanaan dan desain lanskap ekowisata melalui inventarisasi, analisis, sintesis, perencanaan dan perancangan desain. Dalam inventarisasi dirumuskan potensi dan masalah yang terdapat pada Ekowisata Bagek Kembar Cendimanik. Hutan mangrove di Desa Cendimanik memiliki potensi wisata alam dan wisata konservasi. Perencanaan lanskap mencakup lokasi dan tata guna lahan, aksesibilitas, topografi, kondisi jalan, iklim, hidrologi, vegetasi, satwa, pengunjung dan masyarakat sehingga dapat merencanakan konsep ekowisata yang memperhatikan kelestarian sumberdaya secara berkelanjutan. Dalam perancangan mempertimbangkan aspek pelestarian lingkungan yaitu perencanaan pada ruang penerimaan, ruang pelayanan, penyangga, ruang ekowisata, jalur sirkulasi dan tata hijau.Abstract:  Determination of the Bagek Kembar ecotourism area as a Mangrove Essential Ecosystem (KEE) Regent's Decree No.637/18/DLH/2018. After the planting program was completed, so that it could directly provide benefits to community members, mangrove-based ecotourism was chosen as a continuation of the program and was managed by the local community. This research aims to re-plan Mangrove Ecotourism by exploring the potential contained in Bagek Kembar. This research uses qualitative methods, namely by describing the results of surveys and planning and designing ecotourism landscapes through inventory, analysis, synthesis, planning and design planning. In the inventory, the potential and problems found in Bagek Kembar Cendimanik Ecotourism are formulated. The mangrove forest in Cendimanik Village has the potential for nature tourism and conservation tourism. Landscape planning includes location and land use, accessibility, topography, road conditions, climate, hydrology, vegetation, animals, visitors and communities so that you can plan an ecotourism concept that pays attention to sustainable resource conservation. In the design, environmental preservation aspects are taken into account, namely planning the reception space, service space, buffer, ecotourism space, circulation routes and green layout.Keywords: Ecotourism; Mangroves; Planning and Designing
Pemberdayaan Masyarakat Lingkar Tambang dalam Pengolahan Limbah Organik Adiansyah, Joni Safaat; Sukuryadi, Sukuryadi; Ariyanto, Ariyanto; Nurhayati, Nurhayati; Muliatiningsih, Muliatiningsih; Wijaya, Arif; Matrani, Bedy Fara Aga; Irawan Johari, Harry
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 7 No 3 (2024): Juli - September
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v7i3.9084

Abstract

Pengelolaan sampah hingga saat ini belum optimal padahal sampah dapat diolah menjadi barang bernilai ekonomis. Keterbatasan pengetahuan dan minimnya keterampilan menjadi kendala dalam pengolahan limbah. Maka dari itu perlu adanya upaya untuk meningkatkan SDM dalam pengelolaan sampah organik maupun anorganik. Pemberdayaan masyarakat lingkar tambang dalam pengolahan limbah organic adalah prioritas utama untuk menciptakan lingkungan yang sehat, membuka lapangan pekerjaan, terciptanya produk unggulan desa ramah lingkungan di Desa Daha Kecamatan Hu’u. Pendekatan metode yang digunakan adalah melalui wawancara dan Focus Group Discussion (FGD) bersama masyarakat dan kelompok binaan PT STM. Pengolahan limbah organik dari aktivitas pertanian dan peternakan menjadi kompos berjalan dengan baik atas prakarsa yang dilakukan oleh kelompok binaan PT STM hingga saat ini. Namun pengelolaan limbah rumah tangga belum berjalan secara optimal dan bersifat temporal sehingga diperlukan integrasi dengan kelompok binaan PT STM untuk memperkuat jaringan kelompok karang taruna dalam mengelola sampah organic rumah tangga sebagai input tambahan dalam pembuatan kompos padat maupun cair. Hasil uji laboratorium kompos yang dihasilkan dapat menjadi rekomendasi dalam kegiatan hydroseeding lahan reklamasi kawasan PT STM.
The Influence of Global Cultural Infiltration on the Sasak Traditional Marriage System in Lombok Island Muhamad Alfin Tarmizi; Siti Sanisah; Sukuryadi Sukuryadi; Ravinesh Rohit Prasad; Junaidin Junaidin; Mas’ad Mas’ad
JURNAL GEOGRAFI Vol 16, No 2 (2024): JURNAL GEOGRAFI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jg.v16i2.43446

Abstract

The essence and existence of culture in its process will gradually change due to various factors, such as the infiltration of global culture. This quantitative study aims to determine the effect of global cultural infiltration on the traditional Sasak marriage system in Lombok Island. The research was conducted in Montong Gamang Village, Kopang District, Central Lombok Regency, with 50 respondents determined by purposive sampling. The research data were obtained through a questionnaire analyzed using the Product Moment Correlation formula. The analysis results show a correlation coefficient (0.639) greater than the value of r-Product Moment (0.279) at a significance level of 5%. This means that global cultural infiltration has a significant effect on the traditional Sasak marriage system in Lombok Island. It is suggested that the tribe can wisely select and accept the foreign culture, be aware of negative influences, and maintain local cultural values. Keywords: Cultural Infiltration; Marriage System; Sasak Tribe Custom
Strategi Restorasi Ekosistem Mangrove di Kawasan Desa Lembar Kabupaten Lombok Barat Sukuryadi Sukuryadi; Harry Irawan Johari; Adi Wijaya
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 22, No 6 (2024): November 2024
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.22.6.1455-1465

Abstract

Ekosistem mangrove merupakan salah satu ekosistem produktif di wilayah pesisir. Sebagai sumberdaya alam yang memiliki potensi yang tinggi, keberadaannya saat ini semakin kritis baik secara luas, sebaran, populasi dan keanekaragaman spesiesnya semakin berkurang. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan merumuskan rencana strategi alternatif restorasi ekosistem mangrove secara lestari di kawasan Desa Lembar Lombok barat. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif yang terdiri atas metode survey dan observasi. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis secara kuantitatif dan kualitatif. Analisis data secara kuantitatif dilakukan dengan pembobotan dan pemberian rating, sedangkan analisis secara kualitatif adalah analisis yang dilakukan terhadap faktor-faktor internal dan faktor eksternal dengan pendekatan analisis SWOT. Hasil analisis SWOT didapatkan beberapa strategi alternatif dalam upaya pengelolaan dan upaya restorasi ekosistem mangrove di Desa Lembar Lombok Barat yaitu diperlukan adanya peningkatan kualitas sumberdaya manusia dan melibatkan masyarakat dalam upaya restorasi dan pengelolaan, diperlukan inisiasi pembentukan POKMASWAS, dan diperlukan adanya upaya sinergisitas antar seluruh stakeholder sebagai upaya mewujudkan pengelolaan yang berkelanjutan. Dengan demikian, diharapkan dapat mewujudkan kesadaran dan kemandirian masyarakat dalam menjaga kelestarian sumberdaya alam pesisir sehingga dapat memberikan manfaat secara berkelanjutan terhadap aspek ekologi maupun ekonomi masyarakat pesisir.
Pendampingan Pekerjaan Rehab Masjid Nurul Huda Dusun Mentokan Desa Darek, Kabupaten Lombok Tengah Muhammad Khalis Ilmi; Hamdani, Hafiz; Fitrayudha, Adryan; Zarkasi, Ahmad; Swahip, Swahip; Hidayati, Nurul; Ramadhan Hidayat, Ari; Puteri Samengasbumi, Ringgi; Fariyadin, Adiman; Syailendra Ubaidillah, Aji; Sukuryadi, Sukuryadi; Toyyib, Mukhtar; Basir, Muhammad
Rengganis Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): November 2024
Publisher : Pendidikan Matematika, FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/rengganis.v4i2.488

Abstract

Masjid merupakan bangunan tempat beribadah bagi umat Islam. Hampir setiap Dusun di Pulau Lombok khusunya, memiliki Masjidnya masing-masing dan salah satunya adalah Dusun Mentokan. Dusun ini berada di Desa Darek Kecamatan Praya Barat Daya, Kabupaten Lombok Tengah. Didasari oleh peningkatan jumlah penduduk dan umur bangunan yang sudah cukup tua, maka masyarakat setempat bersepakat untuk melakukan kegiatan rehab pada Masjid Nurul Huda. Namun, hal tersebut menjadi suatu kegiatan yang cukup berat bagi masyarakat karena didasarkan kepada: keterbatasan anggaran, pengoptimalan pemanfaatan dana dan SDM masyarakat yang notabene sebagian besar adalah petani dan buruh harian lepas. Sebagai tenaga pengajar dalam bidang Teknik Sipil dan aktif dalam bidang pembangunan, serta sebagai bentuk pengabdian keilmuan kepada masyarakat, maka dilakukan pendampingan dalam kegiatan rehab Masjid Nurul Huda Dusun Mentokan. Dengan dimulai dari kegiatan: pengukuran; brainstorming dengan masyarakat; rembuk dan pendampingan pembuatan DED; dan pendampingan pelaksanaan pembangunan, maka rehab terhadap Masjid Nurul Huda Dusun telah diselesaikan dengan pengelolaan dana yang baik, tepat mutu dan guna.
MODAL SOSIAL DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN MASYARAKAT BANTARAN SUNGAI JANGKOK KELURAHAN DASAN AGUNG KOTA MATARAM Kutbi Rais, Ahmad; Ibrahim; Nurhayati, Nurhayati; Sukuryadi, Sukuryadi
Jurnal GeoEkonomi Vol. 15 No. 2 (2024)
Publisher : Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/geoekonomi.v15i2.558

Abstract

Based on the 2022 Indonesian Environmental Status document (SLHI 2022), 59.05% of rivers in Indonesia have the status of heavily polluted, 26.61% are moderately polluted and only 8.87% are lightly polluted which meet good quality status. Based on the results of observations by researchers in 2024 carried out in the field, quite a few riverbank residents in Dasan Agung sub-district have the habit of throwing rubbish on riverbanks, so this has a negative impact on the sustainability of the Jangkok River Basin. This is certainly an illustration of the weakness of the social capital system. local community. The aim of this research is to determine social capital strategies for environmental preservation and determine the best social capital for environmental preservation along the Jangkok River. This type of research is qualitative. and Quantitative. This research method uses questionnaires or questionnaires as well as interview observations to collect data, then the data is analyzed using linear regression data processing techniques using the SPSS program. The results of the research show that the effect of social capital on environmental conservation is 93%. This shows that social capital has a significant effect on environmental preservation in the communities along the Jangkuk River, Dasan Agung sub-district, Mataram city.  The highest aspect of social capital is the network aspect at 55.73%, the trust aspect at 28.09 or 30.21%, while norms contribute 9.14 or 9.84%. The conclusion of this research is that social capital has a significant effect on environmental preservation on the banks of the Jangkok River, Dasan Agung Village, Mataram City, with the network aspect being the best option for preserving the environment on the banks of the Jangkok River, Dasan Agung Village.
A GIS-Based Analysis for Mapping the Distribution of Seaweed Cultivation Area in East Lombok Southern Coastal Waters mohammad faisal; Sukuryadi Sukuryadi; Fatma Wulandari
GeoEco Vol 4, No 2 (2018): GeoEco July 2018
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ge.v4i2.23182

Abstract

The analysis employed in geographic information systems is an analysis using GIS (Geographic Information Systems) software as in land mapping or the like. GIS-based analysis can provide information that the potential distribution of seaweed cultivation area owned by the local territory is assuredly propitious; and for that reason, it needs to be maintained wisely for the people welfare. The objectives of this study are to find out the distribution of the potential seaweed cultivation area and to obtain the database on the suitability of seaweed cultivation area in the south waters of East Lombok. This research employs survey approach since it utilizes the existing data for gaining the problem solution rather than hypothesis testing. The instruments deployed in the process of the research are some equipment such as ships, GPS, current kites, measuring signals, thermometer, geological compasses, stopwatch, secchi disk, basic diving equipment, salinometer, and a GIS-based analysis software. The data of the research are carefully collected through observation method, documentation, and experiments. The result of the study shows that the total area of 606.936 ha are classified into suitable category (S2) 47.27%, not suitable area (N) 46.37% and highly suitable area (S1) 6.36%.
KAJIAN KEBERADAAN TEMPAT PEMBUANGAN AKHIR SAMPAH TERHADAP LINGKUNGAN SOSIAL MASYARAKAT KEBON KONGOK DESA SUKA MAKMUR KECAMATAN GERUNG KABUPATEN LOMBOK BARAT Johari, Harry Irawan; Sukuryadi, Sukuryadi; Jannah, Putri Miftahul; Mas'ad, Mas'ad
Jurnal Planoearth Vol 8, No 1 (2023): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpe.v8i2.7634

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dampak keberadaan TPA sampah terhadap lingkungan sosial masyarakat Kebon Kongok Desa Suka Makmur Kecamatan Gerung Kabupaten Lombok Barat, serta untuk mengetahui apa saja kendala yang dihadapi pemerintah dalam pengelolaan sampah di TPA Kebon Kongok Desa Suka Makmur Kecamatan Gerung Kabupaten Lombok Barat. Metode Penelitian menggunakan penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data dalam penelitian menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik penentuan informan menggunakan Purposive Sampling. Analisis data yaitu, pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan dampak keberadaan TPA sampah terhadap lingkungan sosial masyarakat adalah, aktivitas masyarakat menjadi terganggu bila sedang beraktivitas di setiap harinya. Masyarakat bersikap dan berperilaku menerima dan tidak menerima. Perubahan gaya hidup terjadi setelah masyarakat bekerja di TPA Kebon Kongok. Kesehatan ada masyarakat yang terkena penyakit demam berdarah, sesak napas, gatal, dan batuk. Kesejahteraan, masyarakat merasa sejahtera dan ada masyarakat yang merasa tidak sejahtera dengan keberadaan TPA Kebon Kongok. Pendidikan, setelah masyarakat bekerja di TPA Kebon Kongok mereka dapat membiayai kebutuhan pendidikan anaknya. Adapun kendala yang dihadapi pemerintah dalam pengelolaan sampah di TPA Kebon Kongok adalah adanya Aksi demo, dan penutupan akses jalan yang dilewati oleh truk pengangkut sampah. Cara pemerintah mengatasi kendala tersebut adalah memberikan dana KDN, melakukan sosialisasi kepada masyarakat, dan mempekerjakan masyarakat.Abstract: The purpose of this study was to determine the impact of the existence of a waste landfill on the social environment of the Kebon Kongok community, Suka Makmur Village, Gerung District, West Lombok Regency, and to find out what obstacles the government faces in managing waste in the Kebon Kongok Landfill, Suka Makmur Village, Gerung District, West Lombok Regency. The research method uses qualitative research with data collection techniques in research using observation, interviews, and documentation. The technique of determining informants using Purposive Sampling. Data analysis, namely, data collection, data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results showed that the impact of the existence of waste landfills on the social environment of the community is that community activities become disrupted when doing activities every day. The community has an attitude and behavior of acceptance and non-acceptance. Lifestyle changes occurred after the community worked at the Kebon Kongok landfill. Health there are people who are affected by dengue fever, shortness of breath, itching, and coughing. Welfare, the community feels prosperous and there are people who feel not prosperous with the existence of Kebon Kongok Landfill. Education, after the community works at Kebon Kongok Landfill they can finance their children's educational needs. The obstacles faced by the government in managing waste at the Kebon Kongok landfill are demonstrations, and the closure of road access passed by garbage trucks. The way the government overcomes these obstacles is to provide KDN funds, conduct socialization to the community, and employ the community.
PENYULUHAN PENGELOLAAN EKOWISATA MANGROVE DESA LEMBAR SELATAN KABUPATEN LOMBOK BARAT Sukuryadi, Sukuryadi; Johari, Harry Irawan; Ibrahim, Ibrahim; Nurhayati, Nurhayati; Adiansyah, Joni Safaat; Nurjan, Fatman; Rahman, Fatuh; Palahuddin, Palahuddin
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 1 (2025): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i1.31333

Abstract

ABSTRAK                                                                            Program pemberdayaan yang dilaksanakan melalui kegiatan pendampingan dan pembinaan sejauh ini belum berhasil mendorong kemandirian masyarakat pesisir dalam melanjutkan inisiatif pengelolaan yang telah dirintis bersama pihak pemerintah maupun swasta. Umumnya, keterlibatan masyarakat hanya tampak pada tahap awal, yakni perencanaan dan pelaksanaan, sementara aspek evaluasi, monitoring, dan keberlanjutan program belum mampu dikelola secara mandiri. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan pengetahuan masyarakat terkait pengelolaan Ekowisata Mangrove di Desa Lembar Selatan, Kabupaten Lombok Barat. Kegiatan ini dilaksanakan melalui Focus Group Discussion (FGD) dengan beberapa tahapan, yaitu persiapan, pelaksanaan, kunjungan lapangan ke kawasan ekowisata, dan evaluasi. Peserta yang terlibat berjumlah 20 orang meliputi kelompok pengelola dan konservasi, mahasiswa, serta perwakilan dari lembaga swadaya masyarakat sebagai mitra kegiatan. Berdasarkan hasil pelaksanaan kegiatan penyuluhan, diperoleh temuan bahwa kegiatan ini memberikan dampak positif, tercermin dari tingginya partisipasi masyarakat dalam diskusi. Penyuluhan telah memperluas pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan ekosistem mangrove secara berkelanjutan. Masyarakat mulai menyadari bahwa mangrove memiliki nilai ekonomi sekaligus peran strategis dalam menjaga kelestarian lingkungan, khususnya melalui pemanfaatan jasa lingkungan seperti ekowisata. Pemahaman ini sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam upaya pelestarian lingkungan pesisir demi keberlanjutan kehidupan yang bergantung pada keseimbangan ekosistem. Kata kunci: Ekowisata; Penyuluhan; Pemberdayaan Masyarakat; Pengelolaan Mangrove. ABSTRACTEmpowerment programs implemented through mentoring and coaching activities have so far not succeeded in encouraging the independence of coastal communities in continuing management initiatives that have been initiated with the government and the private sector. Generally, community involvement is only seen in the early stages, namely planning and implementation, while aspects of evaluation, monitoring, and program sustainability have not been able to be managed independently. Therefore, this community service activity aims to increase community capacity and knowledge related to Mangrove Ecotourism management in Lembar Selatan Village, West Lombok Regency. This activity was carried out through a Focus Group Discussion (FGD) with several stages, namely preparation, implementation, field visits to ecotourism areas, and evaluation. The participants involved totaled 20 people including management and conservation groups, students, and representatives from non-governmental organizations as activity partners.. Based on the results of the implementation of counseling activities, it was found that this activity had a positive impact, reflected in the high participation of the community in the discussion. The counseling has broadened the community's understanding of the importance of sustainable mangrove ecosystem management. The community began to realize that mangroves have economic value as well as a strategic role in preserving the environment, especially through the use of environmental services such as ecotourism. This understanding is in line with government policies in efforts to preserve the coastal environment for the sake of sustainability. Keywords: Counseling; Community Empowerment; Ecotourism; Mangrove Management.
Co-Authors -, Ibrahim - -, Mintasrihardi - Abdul Azizul Ghaffar Abdul Hafiz Abdul Wahab Adi Gunawan Adi Gunawan, Adi Adi Wijaya Adiansyah, Joni Adryan Fitrayudha Agum Muladi Agung Pramunarti Agus Herianto Agus Kurniawan Ahmad Kutbi Rais Ahmad Taufiq Hidayat Ahmad Zarkasi Ahmad Zarkasi Akbar, Ilham M Alfian Pujian Hadi Anshari, Lalu Mokh Reza Arif Arif Arif Arif Arif Arif Arif Wijaya Ariyanto Ariyanto Aryan Perdana Putra Asdiani, Harlinda Ashari, Daharanindra Pradina Arich Bambang Semedi Burhanuddin Burhanuddin Deviana Mayasari Eka Fitriani Erwin Erwin Fariyadin, M. Ruslin Anwar, Indradi Wijatmiko, Adiman Fathul Rakhman Fatimaturrahmi Fatimaturrahmi Fatma Wulandari Fatman Nurjan Fatman Nurjan Fatuh Rahman Fifiarna Fifiarna Gunadi, Putu Eka Hafiz Hamdani Hafiz Hamdani Hafiz, Abdul Harlinda Asdiani Harry Irawan Johari Harry Irawan Johari Haryawan Haryawan Hesti, Dhita Eka Hirsan, Fariz Primadi Ibrahim Ibrahim Ali Ibrahim Ibrahim Ibrahim Ibrahim Ibrahim Ibrahim Ibrahim Ibrahim Idhar, Idhar Irma Setiawan, Irma Jannah, Putri Miftahul Johari, Harry Johari, Harry Irawan Joni Safaat Adiansyah Junaidi Am Junaidin Junaidin Junaidin, Junaidin Kamaluddin Kamaluddin Khaerul Anam Khosi'ah Khosi'ah Khosiah Khosiah Khosiah Khosiah Khosiah Khosiah, Khosiah Kuniawati, Ety Kutbi Rais, Ahmad Lalu Lunk Ryanata Putra Lalu Mokh Reza Anshari M. Saleh M. Sobry Mahsup Mahsup Mahsup, Mahsup Mardiyah Hayati Mas'ad Mas'ad Mas'ad Mas'ad Mas'ad, Mas'ad Mas,ad, Mas,ad Mas’ad, Mas’ad Mas’ad Mas’ad Mas’ad Mas’ad Mas’ad Mas’ad Matrani, Bedy Matrani, Bedy Fara Aga Mimit - Primyastanto Mimit Primyastanto Mintasrihardi, Mintasrihardi mohammad faisal Muhamad Alfin Tarmizi Muhamad Alfin Tarmizi Muhammad Basir Muhammad Khalis Ilmi Muhammad Nizaar Muhammad Sabri Muladi, Agum Muliatiningsih Muliatiningsih Najamudin Najamudin Nuddin Harahab Nurhayati Nurhayati Nurhayati, Nurhayati Nurin Rochayati Nurjan, Fatman Nurudin Nurudin Nurul Hidayati Nurul Huda Nurul isnaeni Rahmat Nuryaddin, Ari Palahuddin Palahuddin, Palahuddin Parlendo, Ihjan Pramita Hesti, Dhita Eka Puteri Samengasbumi, Ringgi Putra, Aryan Perdana Putri, Lulu Luciana Putu Eka Gunadi Rahman, Fatuh Rahmat, Nurul isnaeni Rais, Ahmad Kutbi Ramadhan Hidayat, Ari Ravinesh Rohit Prasad Ravinesh Rohit Prasad, Ravinesh Rohit Rezi, Lalu Septiya Fahmi Sabri Sabri Serdian Eska Cahya Sinta Muhardini Sintayana Muhardini Sirajudin Sirajudin Siti Hasanah Siti Sanisah Sri Rejeki Surya Hadi Swahip, Swahip Tarmizi, Muhamad Alfin Taufiqurrahman Taufiqurrahman Toyyib, Mukhtar Ubaidillah, Aji Syailendra Wiwit Bayu Adi Wiwit Bayu Adi Yulianto Suteja Yuniarman, Ardi Yusron Saudi Yusron Saudi Zaenudin Zaenudin Zulhiani, Dyasti