Claim Missing Document
Check
Articles

Introduksi Teknologi Proses Pengolahan Minyak Kelapa Sebagai Upaya Inisiasi Rintisan Usaha di Dusun Bilasundung Nurhayati, Nurhayati; Adiansyah, Joni Safaat; Ibrahim; Sukuryadi; Johari, Harry Irawan; Ghazali, Mursal; Rais, Ahmad Kutbi
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 6 No 4 (2023): Oktober-Desember 2023
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v6i4.6209

Abstract

Permintaan minyak kelapa yang cukup tinggi berasal dari kebutuhan rumah tangga, dan rumah makan yang berbahan ikan dengan ciri khas sambal yang dituangkan minyak kelapa. Hal ini tentunya menjadi sebuah peluang melakukan pengembangan industri minyak kelapa dalam skala indutsri kecil. Pengabdian ini bertujuan untuk membuat rintisan usaha minyak kelapa dilakukan transfer pengetahuan dan aplikasi teknologi pengolahan minyak kelapa, sebagai upaya meningkatkan mutu minyak kelapa yang dihasilkan. Langkah-langkah pelaksanaan kegiatan pengabdian ini adalah : (1) penyuluhan, (2) pelatihan, (3) pendampingan dan (4) Evaluasi. Hasil Kegiatan ini menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengatahuan mitra setelah dilakukan penyuluhan oleh tim pelaksana terkait dengan pengolahan minyak kelapa sebesar 54%. Minyak kelapa yang dihasilkan dari introduksi teknologi pendinginan dan penyaringan menghasilkan minyak kelapa yang lebih jernih dibandingkan dengan pengolahan minyak kelapa yang dilakukan secara tradisional.
Strategi peningkatan kualitas pembelajaran berbasis dunia kerja Samengasbumi, Ringgi Puteri; Hamdani, Hafiz; Ubaidillah, Aji Syailendra; Sukuryadi; Swahip; Rasikhun, Hady; Hidayati, Nurul; Yustissiani, Erni; Pascanawati, Maya Saridewi; Isfanari; Putri, Amanda; Artansyah, M. Tunso Sapta
Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M) Vol. 5 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jp2m.v5i4.22291

Abstract

Keterampilan kerja yang berkualitas sangat penting untuk bersaing dalam pasar global yang semakin terhubung dan canggih. Pemerintah Indonesia telah meluncurkan program SMK Pusat Keunggulan melalui Dirjen Vokasi untuk menjawab kebutuhan tersebut. Program ini bertujuan memperbaharui pendidikan vokasi sesuai dengan tuntutan industri. Terdiri dari tiga kategori, yaitu SMK Pusat Keunggulan 2021, SMK Pusat Keunggulan Lanjutan, dan SMK Pusat Keunggulan Skema Pemadanan, yang memberikan dukungan infrastruktur serta pengembangan kapasitas fisik dan non-fisik. Tujuan program ini adalah membentuk hubungan antara pendidikan dan dunia kerja melalui pelatihan guru, pengembangan kurikulum, dan penerapan Teaching Factory. Di SMKN 1 Sekampung, tim dari Fakultas Teknik UMMAT memberikan bimbingan selama tiga bulan dengan fokus pada koordinasi, proyek industri, dan Bursa Kerja Khusus (BKK). Dampaknya terlihat dari peningkatan hasil tracer study dari 80% menjadi 90%, panduan sarana prasarana baru, serta penyesuaian kurikulum dengan konsep Merdeka Belajar. Meskipun dihadapkan dengan tantangan teknis dan non-teknis, upaya ini telah berhasil meningkatkan kualitas pendidikan serta kesesuaian kurikulum dengan kebutuhan industri. Kolaborasi antara sekolah, dinas pendidikan, dan perguruan tinggi menjadi kunci sukses dalam mengatasi tantangan tersebut. Program ini menjadi contoh bagus dalam meningkatkan kualitas pendidikan vokasi dengan mengintegrasikan dunia pendidikan dan industri, yang diharapkan dapat menjadi model untuk program serupa di masa depan.
Pemberdayaan Masyarakat Lingkar Tambang dalam Pengolahan Limbah Organik Adiansyah, Joni Safaat; Sukuryadi, Sukuryadi; Ariyanto, Ariyanto; Nurhayati, Nurhayati; Muliatiningsih, Muliatiningsih; Wijaya, Arif; Matrani, Bedy Fara Aga; Irawan Johari, Harry
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 7 No 3 (2024): Juli - September
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v7i3.9084

Abstract

Pengelolaan sampah hingga saat ini belum optimal padahal sampah dapat diolah menjadi barang bernilai ekonomis. Keterbatasan pengetahuan dan minimnya keterampilan menjadi kendala dalam pengolahan limbah. Maka dari itu perlu adanya upaya untuk meningkatkan SDM dalam pengelolaan sampah organik maupun anorganik. Pemberdayaan masyarakat lingkar tambang dalam pengolahan limbah organic adalah prioritas utama untuk menciptakan lingkungan yang sehat, membuka lapangan pekerjaan, terciptanya produk unggulan desa ramah lingkungan di Desa Daha Kecamatan Hu’u. Pendekatan metode yang digunakan adalah melalui wawancara dan Focus Group Discussion (FGD) bersama masyarakat dan kelompok binaan PT STM. Pengolahan limbah organik dari aktivitas pertanian dan peternakan menjadi kompos berjalan dengan baik atas prakarsa yang dilakukan oleh kelompok binaan PT STM hingga saat ini. Namun pengelolaan limbah rumah tangga belum berjalan secara optimal dan bersifat temporal sehingga diperlukan integrasi dengan kelompok binaan PT STM untuk memperkuat jaringan kelompok karang taruna dalam mengelola sampah organic rumah tangga sebagai input tambahan dalam pembuatan kompos padat maupun cair. Hasil uji laboratorium kompos yang dihasilkan dapat menjadi rekomendasi dalam kegiatan hydroseeding lahan reklamasi kawasan PT STM.
The Influence of Global Cultural Infiltration on the Sasak Traditional Marriage System in Lombok Island Muhamad Alfin Tarmizi; Siti Sanisah; Sukuryadi Sukuryadi; Ravinesh Rohit Prasad; Junaidin Junaidin; Mas’ad Mas’ad
JURNAL GEOGRAFI Vol 16, No 2 (2024): JURNAL GEOGRAFI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jg.v16i2.43446

Abstract

The essence and existence of culture in its process will gradually change due to various factors, such as the infiltration of global culture. This quantitative study aims to determine the effect of global cultural infiltration on the traditional Sasak marriage system in Lombok Island. The research was conducted in Montong Gamang Village, Kopang District, Central Lombok Regency, with 50 respondents determined by purposive sampling. The research data were obtained through a questionnaire analyzed using the Product Moment Correlation formula. The analysis results show a correlation coefficient (0.639) greater than the value of r-Product Moment (0.279) at a significance level of 5%. This means that global cultural infiltration has a significant effect on the traditional Sasak marriage system in Lombok Island. It is suggested that the tribe can wisely select and accept the foreign culture, be aware of negative influences, and maintain local cultural values. Keywords: Cultural Infiltration; Marriage System; Sasak Tribe Custom
Strategi Restorasi Ekosistem Mangrove di Kawasan Desa Lembar Kabupaten Lombok Barat Sukuryadi Sukuryadi; Harry Irawan Johari; Adi Wijaya
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 22, No 6 (2024): November 2024
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.22.6.1455-1465

Abstract

Ekosistem mangrove merupakan salah satu ekosistem produktif di wilayah pesisir. Sebagai sumberdaya alam yang memiliki potensi yang tinggi, keberadaannya saat ini semakin kritis baik secara luas, sebaran, populasi dan keanekaragaman spesiesnya semakin berkurang. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan merumuskan rencana strategi alternatif restorasi ekosistem mangrove secara lestari di kawasan Desa Lembar Lombok barat. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif yang terdiri atas metode survey dan observasi. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis secara kuantitatif dan kualitatif. Analisis data secara kuantitatif dilakukan dengan pembobotan dan pemberian rating, sedangkan analisis secara kualitatif adalah analisis yang dilakukan terhadap faktor-faktor internal dan faktor eksternal dengan pendekatan analisis SWOT. Hasil analisis SWOT didapatkan beberapa strategi alternatif dalam upaya pengelolaan dan upaya restorasi ekosistem mangrove di Desa Lembar Lombok Barat yaitu diperlukan adanya peningkatan kualitas sumberdaya manusia dan melibatkan masyarakat dalam upaya restorasi dan pengelolaan, diperlukan inisiasi pembentukan POKMASWAS, dan diperlukan adanya upaya sinergisitas antar seluruh stakeholder sebagai upaya mewujudkan pengelolaan yang berkelanjutan. Dengan demikian, diharapkan dapat mewujudkan kesadaran dan kemandirian masyarakat dalam menjaga kelestarian sumberdaya alam pesisir sehingga dapat memberikan manfaat secara berkelanjutan terhadap aspek ekologi maupun ekonomi masyarakat pesisir.
Pendampingan Pekerjaan Rehab Masjid Nurul Huda Dusun Mentokan Desa Darek, Kabupaten Lombok Tengah Muhammad Khalis Ilmi; Hamdani, Hafiz; Fitrayudha, Adryan; Zarkasi, Ahmad; Swahip, Swahip; Hidayati, Nurul; Ramadhan Hidayat, Ari; Puteri Samengasbumi, Ringgi; Fariyadin, Adiman; Syailendra Ubaidillah, Aji; Sukuryadi, Sukuryadi; Toyyib, Mukhtar; Basir, Muhammad
Rengganis Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): November 2024
Publisher : Pendidikan Matematika, FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/rengganis.v4i2.488

Abstract

Masjid merupakan bangunan tempat beribadah bagi umat Islam. Hampir setiap Dusun di Pulau Lombok khusunya, memiliki Masjidnya masing-masing dan salah satunya adalah Dusun Mentokan. Dusun ini berada di Desa Darek Kecamatan Praya Barat Daya, Kabupaten Lombok Tengah. Didasari oleh peningkatan jumlah penduduk dan umur bangunan yang sudah cukup tua, maka masyarakat setempat bersepakat untuk melakukan kegiatan rehab pada Masjid Nurul Huda. Namun, hal tersebut menjadi suatu kegiatan yang cukup berat bagi masyarakat karena didasarkan kepada: keterbatasan anggaran, pengoptimalan pemanfaatan dana dan SDM masyarakat yang notabene sebagian besar adalah petani dan buruh harian lepas. Sebagai tenaga pengajar dalam bidang Teknik Sipil dan aktif dalam bidang pembangunan, serta sebagai bentuk pengabdian keilmuan kepada masyarakat, maka dilakukan pendampingan dalam kegiatan rehab Masjid Nurul Huda Dusun Mentokan. Dengan dimulai dari kegiatan: pengukuran; brainstorming dengan masyarakat; rembuk dan pendampingan pembuatan DED; dan pendampingan pelaksanaan pembangunan, maka rehab terhadap Masjid Nurul Huda Dusun telah diselesaikan dengan pengelolaan dana yang baik, tepat mutu dan guna.
MODAL SOSIAL DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN MASYARAKAT BANTARAN SUNGAI JANGKOK KELURAHAN DASAN AGUNG KOTA MATARAM Kutbi Rais, Ahmad; Ibrahim; Nurhayati, Nurhayati; Sukuryadi, Sukuryadi
Jurnal GeoEkonomi Vol. 15 No. 2 (2024)
Publisher : Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/geoekonomi.v15i2.558

Abstract

Based on the 2022 Indonesian Environmental Status document (SLHI 2022), 59.05% of rivers in Indonesia have the status of heavily polluted, 26.61% are moderately polluted and only 8.87% are lightly polluted which meet good quality status. Based on the results of observations by researchers in 2024 carried out in the field, quite a few riverbank residents in Dasan Agung sub-district have the habit of throwing rubbish on riverbanks, so this has a negative impact on the sustainability of the Jangkok River Basin. This is certainly an illustration of the weakness of the social capital system. local community. The aim of this research is to determine social capital strategies for environmental preservation and determine the best social capital for environmental preservation along the Jangkok River. This type of research is qualitative. and Quantitative. This research method uses questionnaires or questionnaires as well as interview observations to collect data, then the data is analyzed using linear regression data processing techniques using the SPSS program. The results of the research show that the effect of social capital on environmental conservation is 93%. This shows that social capital has a significant effect on environmental preservation in the communities along the Jangkuk River, Dasan Agung sub-district, Mataram city.  The highest aspect of social capital is the network aspect at 55.73%, the trust aspect at 28.09 or 30.21%, while norms contribute 9.14 or 9.84%. The conclusion of this research is that social capital has a significant effect on environmental preservation on the banks of the Jangkok River, Dasan Agung Village, Mataram City, with the network aspect being the best option for preserving the environment on the banks of the Jangkok River, Dasan Agung Village.
Regression Model as a Tool for Evaluating Mangrove Degradation in Lembar Bay, West Lombok Johari, Harry Irawan; Rahmat, Nurul Isnaeni; Sukuryadi, Sukuryadi
JTAM (Jurnal Teori dan Aplikasi Matematika) Vol 9, No 3 (2025): July
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jtam.v9i3.31664

Abstract

The mangrove ecosystem plays a vital role in maintaining ecological balance, supporting economic livelihoods, and sustaining socio-cultural functions. However, in Lembar Bay, West Lombok Regency, this ecosystem is increasingly threatened by human activities, particularly land conversion for aquaculture. These activities have led to significant ecological degradation, biodiversity loss, and weakened coastal protection. This study aims to analyze the key factors influencing mangrove degradation and to evaluate the effectiveness of regression models in assessing the contribution of these factors. A quantitative research approach was employed, with data collected through structured questionnaires distributed to 45 purposively selected community members considered knowledgeable about local mangrove conditions. The study also integrated field measurements and satellite imagery interpretation to assess mangrove density, biodiversity, and related environmental variables. Multiple linear regression analysis was used to examine the relationship between anthropogenic pressures such as land clearing, water quality, and rehabilitation efforts and indicators of mangrove degradation, namely biodiversity and mangrove density. Regression analysis showed a strong and significant effect of water quality on both mangrove biodiversity and density. The biodiversity regression model produced a correlation coefficient (R) of 0.820 and a determination coefficient (R²) of 0.673, indicating that 67.3% of the variation in biodiversity can be explained by the analyzed factors. Similarly, the mangrove density model yielded an R of 0.800 and R² of 0.640, meaning that 64.0% of the variation in mangrove density was explained. F-test results confirmed that both models were statistically significant (p-value < 0.05). The findings indicate that aquaculture expansion and land use changes are the most critical contributors to mangrove degradation. These pressures directly impair the physical condition of the ecosystem, leading to biodiversity loss and increased vulnerability to coastal hazards. Based on community perceptions, most respondents supported stricter sanctions against mangrove destruction and agreed that mangrove conservation improves the quality of life. Therefore, this study recommends that policymakers and local governments strengthen their roles in monitoring and controlling land use changes, enforcing environmental regulations, and promoting environmental education programs. It is also essential to enhance community participation in mangrove rehabilitation through inclusive, knowledge-based initiatives and integrate scientific evidence into participatory coastal spatial planning. This study contributes to the scientific literature on mangrove conservation by demonstrating the empirical effectiveness of regression analysis in identifying and quantifying human-induced pressures affecting mangrove ecosystems.
VALUASI MANFAAT TIDAK LANGSUNG MANGROVE DI KECAMATAN JEROWARU KABUPATEN LOMBOK TIMUR NUSA TENGGARA BARAT Sukuryadi, Sukuryadi; Johari, Harry Irawan; Mas'ad, Mas'ad; Ibrahim, Ibrahim
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 10, No 1 (2022): APRIL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v10i1.7596

Abstract

Abstrak: Indonesia adalah negara dengan biodiversity melimpah yang memiliki berbagai macam ekosistem, keanekaragaman hayati dan beragam habitat alami yang unik dan khas. Salah satu ekosistem sebagai penyangga kehidupan masyarakat di daerah pesisir dan pantai yang dimiliki adalah ekosistem mangrove. Ekosistem ini memiliki berbagai fungsi dan peran ekonomi dan ekologi. Mangrove menggambarkan suatu kekayaan keanekaragaman hayati yang sangat penting bagi pembangunan di Indonesia.  Adapun tujuan penelitian ini adalah melakukan valuasi manfaat  tidak langsung mangrove di Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur. Pendekatan yang dilakukan dalam menentukan nilai ekonomi produk dan jasa mangrove adalah analisis finansial dan analisis ekonomi. Berdasarkan hasil analisis menunjukkan bahwa nilai manfaat tidak langsung mangrove ± 42.597.267 /ha/th yang berupa manfaat konservasi air tawar, menghalangi intrusi air laut ke darat, mencegah abrasi/erosi pantai dan perlindungan dari topan dan badai, mencegah pencemaran air tambak, penyedia hara/pakan alami bagi tambak, perluasan  lahan ke arah laut, perlindungan laut dan teluk dari pendangkalan, penyimpan karbon, regulasi mikroiklim dan makroiklim, serta keanekaragaman hayati dan spesies langka Abstract:  Indonesia is a country with abundant biodiversity that has various kinds of ecosystems, biodiversity, and a variety of unique and unique natural habitats. One of the ecosystems that support people's lives in coastal and coastal areas that are owned in the mangrove ecosystem. This ecosystem has various economic and ecological functions and roles. Mangroves represent a wealth of biodiversity which is very important for development in Indonesia. The purpose of this study was to evaluate the indirect benefits of mangroves in Jerowaru District, East Lombok Regency. The approach taken in determining the economic value of mangrove products and services is financial analysis and economic analysis. Based on the results of the analysis, it shows that the indirect benefit value of mangroves is ± 42.597,267 /ha/year in the form of freshwater conservation benefits, preventing seawater intrusion into the land, preventing coastal abrasion/erosion, and protection from typhoons and storms, preventing pond water pollution, providing natural nutrients/feed for ponds, expansion of land towards the sea, protection of seas and bays from siltation, carbon storage, microclimate, and macroclimate regulation, as well as biodiversity and endangered species.
Analysis of diversity, evenness and richness of vegetation in special purpose forest areas (KHDTK) at the University of Muhammadiyah Mataram Gunadi, Putu Eka; Johari, Harry Irawan; Nurhayati, Nurhayati; Sukuryadi, Sukuryadi
Jurnal Agrotek Ummat Vol 12, No 3 (2025): Jurnal Agrotek Ummat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jau.v12i3.33155

Abstract

The Special Purpose Forest Area of the University of Muhammadiyah Mataram has the potential to be a location for education and biodiversity conservation. This study aims to analyze diversity, species richness, and evenness of vegetation as indicators of forest ecosystem conditions. The study was conducted in June 2025 using a quantitative descriptive approach in 16 observation plots across four growth strata. The analysis was carried out using the Shannon-Wiener index for diversity, Margalef for species richness, and Pielou for evenness. The results showed that the tree stratum had a value of H' = 2.703, R = 5.951, and E = 0.780, reflecting a vegetation community with high and even diversity and distribution of individuals. In contrast, the seedling stratum showed very low values of H' = 0.049, R = 1.443, and E = 0.071, indicating the dominance of certain species and limited natural regeneration. Overall, 44 species from 24 families with a total of 236 individuals were identified. This pattern indicates an unbalanced vegetation structure across strata, with higher community stability at the tree level compared to younger growth levels. This finding provides a scientific basis for sustainable forest management and conservation planning.
Co-Authors -, Ibrahim - -, Mintasrihardi - Abdul Azizul Ghaffar Abdul Hafiz Abdul Kadir Abdul Wahab Adi Gunawan Adi Gunawan, Adi Adi Wijaya Adiansyah, Joni Adryan Fitrayudha Agum Muladi Agum Muladi Agung Pramunarti Agus Herianto Agus Kurniawan Ahmad Kutbi Rais Ahmad Taufiq Hidayat Ahmad Zarkasi Ahmad Zarkasi Akbar, Ilham M Alfian Pujian Hadi Andi Waliana Syaggaf Anwar Anwar Ari Nuryaddin Ari Nuryaddin Putra Ari Nuryaddin Putra Arif Arif Arif Arif Arif Arif Arif Wijaya Ariyanto Ariyanto Artansyah, M. Tunso Sapta Aryan Perdana Putra Aryan Perdana Putra Astagini Putri Kariana Bambang Semedi Beddu Tang Burhanuddin Burhanuddin Daharanindra Pradina Arich Ashari Deviana Mayasari Dhita Eka Hesti Dhita Eka Pramita Hesti Dyasti Zulhiani Edi Edi Eka Fitriani Erni Yustissiani Erwin Erwin Ety Kuniawati Fariyadin, M. Ruslin Anwar, Indradi Wijatmiko, Adiman Fathul Rakhman Fathuryani Fathuryani Fatimaturrahmi Fatimaturrahmi Fatma Wulandari Fatman Nurjan Fatman Nurjan Fatuh Rahman Fatuh Rahman Fifiarna Fifiarna Gunadi, Putu Eka Hady Rasikhun Hafiz Hamdani Hafiz Hamdani Hafiz, Abdul Harlinda Asdiani Harry Irawan Johari Harry Irawan Johari Harry Irawan Johari Harry Irawan Johari Haryawan Haryawan Hirsan, Fariz Primadi Ibrahim Ibrahim Ibrahim Ibrahim Ibrahim Ibrahim Ibrahim Ibrahim Ibrahim Ibrahim Ibrahim Idhar Idhar Ihjan Parlendo Irma Setiawan, Irma Isfanari Johari, Harry Johari, Harry Irawan Joni Safaat Adiansyah Joni Safaat Adiansyah Joni Syafaat Junaidi Am Junaidin Junaidin Junaidin, Junaidin Kamaluddin Kamaluddin Khaerul Anam Khosi&#039;ah Khosi&#039;ah Khosiah Khosiah Khosiah Khosiah Khosiah Khosiah Khosiah Khosiah Kutbi Rais, Ahmad Lalu Lunk Ryanata Putra Lalu Mokh Reza Anshari Lalu Mokh Reza Anshari Lalu Septiya Fahmi Rezi Lulu Luciana Putri M. Saleh M. Sobry Mahsup Mahsup Mahsup, Mahsup Mardiyah Hayati Mas&#039;ad Mas&#039;ad Mas&#039;ad Mas&#039;ad Mas&#039;ad Mas&#039;ad Mas&#039;ad Mas&#039;ad Mas'ad, Mas'ad Mas,ad, Mas,ad Mas’ad, Mas’ad Mas’ad Mas’ad Mas’ad Mas’ad Mas’ad Mas’ad Matrani, Bedy Matrani, Bedy Fara Aga Mimit - Primyastanto Mimit Primyastanto Mintasrihardi, Mintasrihardi mohammad faisal Muhamad Alfin Tarmizi Muhamad Alfin Tarmizi Muhammad Basir Muhammad Khalis Ilmi Muhammad Nizaar Muhammad Sabri Muliatiningsih Muliatiningsih Mursal Ghazali Najamudin Najamudin Nuddin Harahab Nurhayati Nurhayati Nurhayati Nurhayati Nurhayati, Nurhayati Nurhidayah Nurin Rochayati Nurin Rochayati Nurudin Nurudin Nurudin Nurudin Nurul Hidayati Nurul Huda Nurul isnaeni Rahmat Palahuddin Palahuddin Palahuddin Palahuddin, Palahuddin Pascanawati, Maya Saridewi Puteri Samengasbumi, Ringgi putri, amanda Putu Eka Gunadi Putu Eka Gunadi Rahman, Fatuh Rahmat, Nurul isnaeni Rais, Ahmad Kutbi Ramadhan Hidayat, Ari Ratnah Ratnah Ravinesh Rohit Prasad Ravinesh Rohit Prasad, Ravinesh Rohit Sabri Sabri Samengasbumi, Ringgi Puteri Samsualam Samasualam Serdian Eska Cahya Sinta Muhardini Sintayana Muhardini Sirajudin Sirajudin Siswahyudianto Siti Hasanah Siti Sanisah Siti Sanisah Sri Rejeki Sri Rejeki Surya Hadi Swahip Swahip, Swahip Syirril Ihromi, Syirril Tarmizi, Muhamad Alfin Taufiqurrahman Taufiqurrahman Toyyib, Mukhtar Ubaidillah, Aji Syailendra Wiwit Bayu Adi Wiwit Bayu Adi Yuliani Yuliani Yuliani Yuliani Yulianto Suteja Yulianto Suteja Yuniarman, Ardi Yusron Saudi Yusron Saudi Zaenudin Zaenudin