Claim Missing Document
Check
Articles

EVALUASI PENGELOLAAN SAMPAH DENGAN PENDEKATAN STAKEHOLDER ANALYSIS PADA KAWASAN PERDESAAN PRIORITAS BERBASIS PARIWISATA SEMBALUN KABUPATEN LOMBOK TIMUR Hesti, Dhita Eka; Johari, Harry Irawan; Adiansyah, Joni Safaat; Sukuryadi, Sukuryadi
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 13, No 2 (2025): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v13i2.31944

Abstract

Abstrak: Pasca penetapan Sembalun sebagai kawasan perdesaan prioritas berbasis pariwisata melalui Keputusan Bupati Lombok Timur No.100.3.3.2/310/PD/2024 pada tanggal 5 September 2024, sebagai desa tematik dalam RPJMN 2025–2029, kawasan ini mengalami peningkatan jumlah wisatawan yang signifikan. Kondisi ini menyebabkan lonjakan produksi sampah, menimbulkan tantangan serius dalam pengelolaannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengelolaan sampah di kawasan Sembalun dengan menggunakan pendekatan Stakeholder Analysis untuk memahami peran, kepentingan, serta hubungan antar pemangku kepentingan. Metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi lapangan, dokumentasi, wawancara, dan Focus Group Discussion (FGD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan aktivitas wisata dan pertumbuhan ekonomi menjadi faktor utama yang memicu peningkatan volume sampah. Analisis pemangku kepentingan mengidentifikasi berbagai kelompok kunci, termasuk pemerintah daerah, masyarakat lokal, pengelola destinasi wisata, pelaku usaha, serta wisatawan. Temuan ini mengungkap adanya perbedaan kepentingan dan peran dalam pengelolaan sampah, yang mempengaruhi efektivitas upaya pengelolaan limbah. Untuk mencapai pengelolaan sampah yang berkelanjutan, diperlukan kolaborasi lintas sektor melalui peningkatan kesadaran lingkungan, pengembangan teknologi pengelolaan sampah, serta penguatan regulasi. Dengan pendekatan yang tepat, pengelolaan sampah di kawasan perdesaan prioritas berbasis pariwisata Sembalun dapat lebih efisien, mendukung kelestarian lingkungan, serta kesejahteraan masyarakat lokal.  Abstract:  Following the designation of Sembalun as a priority rural tourism area through the Lombok Timur Regent's Decree No. 100.3.3.2/310/PD/2024 on September 5, 2024, and its recognition as a thematic village in the 2025–2029 National Medium-Term Development Plan (RPJMN), the area has experienced a significant increase in tourist arrivals. This surge has led to a sharp rise in waste production, presenting a serious challenge for sustainable waste management. This study aims to evaluate waste management in the Sembalun area using the Stakeholder Analysis approach to understand the roles, interests, and relationships among key stakeholders. The research adopts a qualitative descriptive approach, utilizing data collection techniques including field observations, documentation, interviews, and Focus Group Discussions (FGD). The findings reveal that increased tourism activities and economic growth are the primary drivers of rising waste volumes. Stakeholder analysis identified various key groups, including local government, local communities, tourism operators, business owners, and tourists. The results highlight differences in interests and roles among stakeholders, affecting the effectiveness of waste management efforts. Achieving sustainable waste management requires cross-sector collaboration through enhanced environmental awareness, the development of waste management technologies, and the strengthening of regulations. With the right approach, waste management in the priority rural tourism area of Sembalun can become more efficient, supporting environmental conservation and local community welfare.
The Influence of Global Cultural Infiltration on the Sasak Traditional Marriage System in Lombok Island Tarmizi, Muhamad Alfin; Sanisah, Siti; Sukuryadi, Sukuryadi; Prasad, Ravinesh Rohit; Junaidin, Junaidin; Mas’ad, Mas’ad
JURNAL GEOGRAFI Vol. 16 No. 2 (2024): JURNAL GEOGRAFI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jg.v16i2.43446

Abstract

The essence and existence of culture in its process will gradually change due to various factors, such as the infiltration of global culture. This quantitative study aims to determine the effect of global cultural infiltration on the traditional Sasak marriage system in Lombok Island. The research was conducted in Montong Gamang Village, Kopang District, Central Lombok Regency, with 50 respondents determined by purposive sampling. The research data were obtained through a questionnaire analyzed using the Product Moment Correlation formula. The analysis results show a correlation coefficient (0.639) greater than the value of r-Product Moment (0.279) at a significance level of 5%. This means that global cultural infiltration has a significant effect on the traditional Sasak marriage system in Lombok Island. It is suggested that the tribe can wisely select and accept the foreign culture, be aware of negative influences, and maintain local cultural values. Keywords: Cultural Infiltration; Marriage System; Sasak Tribe Custom
Pendampingan desain masterplan pengembangan masjid Nurul Huda dusun Mentokan, desa Darek kabupaten Lombok Tengah Hamdani, Hafiz; Zarkasi, Ahmad; Ubaidillah, Aji Syailendra; Sukuryadi, Sukuryadi; Putra, Lalu Lunk Ryanata; Cahya, Serdian Eska; Hidayat, Ahmad Taufiq
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.26441

Abstract

AbstrakMasjid merupakan tempat ibadah yang juga berfungsi sebagai pusat kegiatan sosial dan pendidikan. Dalam konteks Masjid Nurul Huda di Dusun Mentokan, Desa Darek, Kabupaten Lombok Tengah, terdapat kebutuhan untuk pengembangan fasilitas akibat meningkatnya jumlah penduduk dan kondisi bangunan yang sudah tua. Tim pengabdian dari Program Studi Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah melakukan pendampingan desain masterplan untuk merespons kebutuhan tersebut. Metodologi yang digunakan mencakup pengumpulan data, analisis kebutuhan, dan perancangan konsep, dengan melibatkan masyarakat dalam setiap tahap. Hasilnya menunjukkan bahwa masyarakat menginginkan ruang multifungsi untuk kegiatan pendidikan dan sosial. Selain itu, masterplan yang dihasilkan juga mempertimbangkan aspek keberlanjutan dengan memanfaatkan sumber daya secara efisien. Partisipasi masyarakat dalam perencanaan terbukti meningkatkan rasa memiliki dan tanggung jawab terhadap masjid, sehingga diharapkan masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat kegiatan yang bermanfaat bagi komunitas. Kata kunci: masjid; pengabdian kepada masyarakat; masterplane. AbstractMosques are places of worship that also function as centers for social and educational activities. In the context of the Nurul Huda Mosque in Mentokan Hamlet, Darek Village, Central Lombok Regency, there is a need for the development of facilities due to the increasing population and the condition of the old building. The service team from the Civil Engineering Study Program, University of Muhammadiyah assisted in the design of a master plan to respond to these needs. The methodology used includes data collection, needs analysis, and concept design, by involving the community at every stage. The results show that the community wants a multifunctional space for educational and social activities. In addition, the resulting masterplan also considers sustainability aspects by utilizing resources efficiently. Community participation in planning has been proven to increase the sense of ownership and responsibility for the mosque, so it is hoped that the mosque will not only function as a place of worship, but also as a center of activities that are beneficial to the community. Keywords: mosque; community service; masterplane.
PENDEKATAN PENGELOLAAN SAMPAH TPA REGIONAL KEBONG KONGOK Sukuryadi, Sukuryadi; Anshari, Lalu Mokh Reza; Gunadi, Putu Eka; Johari, Harry Irawan; Ibrahim, Ibrahim; Adiansyah, Joni Safaat; Nurhayati, Nurhayati; Mas'ad, Mas'ad; Sabri, Muhammad; Palahuddin, Palahuddin
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 4 (2023): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i4.21004

Abstract

ABSTRAKPermasalahan sampah merupakan permasalahan yang banyak melibatkan berbagai pihak dalam pengelolaannya terutama di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Salah satu langkah dalam melakukan pengelolaan sampah adalah dengan melakukan identifikasi berbagai permasalahan yang dihadapi pihak pengelola bersama masyarakat sekitar TPA.  Oleh karena itu, Kegiatan Pengabdian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tantangan pengelolaan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Regional Kebon Kongok di Desa Sukamakmur, Lombok Barat. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah metode observasi dan wawancara di lokasi TPA. Kegiatan ini banyak melibatkan berbagai pihak terutama pihak pengelola TPA bersama masyarakat sekitar. Berdasarkan kegiatan iniditemukan bahwa distribusi sampah di TPA ini tidak merata, dengan adanya titik-titik kritis dan zona penumpukan sampah yang memerlukan perhatian khusus. Infrastruktur pengelolaan sampah yang terbatas, seperti fasilitas pemrosesan yang kurang, juga menjadi hambatan utama. Dampak lingkungan dan sosial ekonomi dari TPA ini belum sepenuhnya tergambarkan secara rinci, namun ada indikasi dampak sosial ekonomi terhadap masyarakat sekitar. Partisipasi masyarakat dalam program pengelolaan sampah masih rendah, dipengaruhi oleh persepsi negatif terhadap sampah dan ketidakpastian terkait manfaat partisipasi. Sebagai solusi, edukasi dan kesadaran masyarakat menjadi kunci untuk meningkatkan partisipasi. Penyesuaian program dengan konteks lokal dan pemberdayaan masyarakat melalui pendekatan inovatif juga diusulkan. Kata kunci: pengelolaan sampah; tempat pembuangan akhir; analisis data spasial ABSTRACTThe waste problem is a problem that involves many parties in its management, especially at final disposal sites (TPA). One of the steps in managing waste is to identify various problems faced by the management together with the community around the landfill. Therefore, this Community Service Activity aims to identify the challenges of waste management at the Kebon Kongok Regional Final Disposal Site (TPA) in Sukamakmur Village, West Lombok. The method used in this activity is the method of observation and interviews at the landfill location. This activity involves many parties, especially the landfill management and the surrounding community. Based on these activities was found that waste distribution in this landfill is uneven, with critical points and zones of waste accumulation requiring special attention. Limited waste management infrastructure, such as insufficient processing facilities, also poses a major obstacle. The environmental and socio-economic impacts of this landfill have not been fully detailed, but there are indications of socio-economic effects on the surrounding community. Community participation in waste management programs is low, influenced by negative perceptions of waste and uncertainty about the benefits of participation. As a solution, community education and awareness are key to increasing participation. Adjusting programs to local contexts and empowering communities through innovative approaches are also proposed. Keywords: waste management; landfill; spatial data analysis
Pendampingan pengelolaan desa wisata berkelanjutan berbasis masyarakat di dusun Sade Rambitan Lombok Tengah Sukuryadi, Sukuryadi; Ibrahim, Ibrahim; Johari, Harry Irawan; Adiansyah, Joni Safaat; Nurhayati, Nurhayati; Rahman, Fatuh; Nurjan, Fatman; Nurudin, Nurudin
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.23661

Abstract

Abstrak Kegiatan pengabdian ini merupakan kegiatan pendampingan pengeloaan wisata berkelanjutan berbasis masyarakat melalui pendekatan modal sosial yang terus tumbuh, berkembang, dinamis, berlanjut serta elemen dan pengaruhnya bagi masyarakat  Dusun Sade Rambitan. Kaitan dengan manfaat yg diperoleh dalam upaya mendampingi masyarakat lokal yang memiliki minat, memberikan kontrol lebih besar dalam proses sosial untuk mewujudkan kesejahteraan. Tujuan kegiatan ini adalah untuk merumuskan dan merekomendasikan upaya berkelanjutan dalam pengelolaan desa wisata berbasis masyarakat di dusun Sade Rambitan Lombok Tengah. Pendekatan yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini dilakukan secara partisipatif (Participatory Rapid Assessment). Adapun hasil yang diperoleh dalam pendampingan pengelolaan desa wisata berkelanjutan adalah diperlukan peningkatan kerjasama antar pemerintah daerah dan perguruan tinggi, pengelola desa wisata serta mendorong partisipasi aktif masyarakat untuk menghasilkan berbagai atraksi wisata yang lebih unik yang dapat meningkatkan daya daya tarik wisatawan baik wisatawan domestik maupun mancanegara. Disamping itu juga diperlukan penguatan individu dan kelompok pengelola wisata untuk lebih memperhatikan aspek daya dukung berkelanjutan desa wisata adat. Kata kunci: pengelolaan wisata; berkelanjutan; masyarakat sade; lombok tengah Abstract This service activity is a community-based sustainable tourism management assistance activity through a social capital approach that continues to grow, develop, dynamic, sustain and its elements and influence on the people of Sade Rambitan Hamlet. The connection with the benefits obtained in efforts to accompany local communities who have interests, provides greater control in the social process to realize prosperity. The aim of this activity is to formulate and recommend sustainable efforts in managing community-based tourism villages in Sade Rambitan hamlet, Central Lombok regency. The approach used in this service activity is carried out in a participatory manner (Participatory Rapid Assessment). The results obtained in assisting sustainable tourism village management are that it requires increased cooperation between local governments and universities, tourism village managers and encouraging active community participation to produce various more unique tourist attractions that can increase the attractiveness of tourists for both domestic and foreign tourists. Apart from that, it is also necessary to strengthen individuals and groups of tourism managers to pay more attention to aspects of the sustainable carrying capacity of traditional tourism villages. Keywords: tourism management ,sustainable, sade society, central lombok
Membangun Pondasi Sekolah Adiwiyata Melalui Edukasi Lingkungan di Ponpes Mu’alimin Muhammadiyah Boarding School Narmada Lombok Barat Adiansyah, Joni; Nurhayati, Nurhayati; Ibrahim, Ibrahim; Sukuryadi, Sukuryadi; Johari, Harry; Ghazali, Mursal
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 8 No 4 (2025): Oktober-Desember 2025
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v8i4.13266

Abstract

This community engagement program aimed to lay the foundations for the Indonesian “Sekolah Adiwiyata” (Eco‑School) model at Mu’alimin Muhammadiyah Boarding School (MBS) Narmada, West Lombok. Responding to uneven teacher understanding of environmental education, we designed a short, participatory capacity‑building intervention that combined an interactive presentation, guided discussion, and a rapid pre–post assessment. The activity was conducted on 20 September 2025 with 18 participants—boarding school leaders, the principal, and teachers. Content focused on (a) Adiwiyata concepts, goals, and benefits; (b) eligibility requirements; and (c) practical preparation strategies including establishing an Adiwiyata Team, drafting a one‑year School Environmental Work Plan (RKLS), integrating environmental values into lesson plans (RPP), and documenting evidence. Baseline insights indicated that more than half of the teachers did not yet understand the Adiwiyata concept. Following the session, all participants reported understanding the concept and were able to articulate its four core components (policy, curriculum, participatory activities, and eco‑friendly facilities). Discussion emphasized cultural relevance by linking ecological stewardship to Islamic values, which helped reframe Adiwiyata as a moral mission rather than mere compliance. The program also generated an agreed roadmap for curricular alignment and initial school‑wide practices (waste segregation and simple composting). We conclude that a targeted, context‑sensitive workshop can rapidly improve foundational knowledge and unlock organizational readiness for Eco‑School transformation, provided it is followed by structured mentoring and systematic documentation.
Sharing Knowledge Dalam Rangka Memperingati Hari Lingkungan Hidup 2025: Environmental Sustainability In Mining Industry Sukuryadi, Sukuryadi; Adiansyah, Joni; Nurhayati, Nurhayati; Muliatiningsih, Muliatiningsih; Wijaya, Arif; Ariyanto, Ariyanto; Matrani, Bedy; Johari, Harry; Palahuddin, Palahuddin
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 8 No 4 (2025): Oktober-Desember 2025
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v8i4.13289

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun 2025 dengan tema Environmental Sustainability in Mining Industry. Tujuannya adalah meningkatkan pengetahuan dan kesadaran para pemangku kepentingan termasuk karyawan industri pertambangan, mahasiswa, dan masyarakat sekitar mengenai praktik keberlanjutan lingkungan di sektor pertambangan. Metode pelaksanaan dilakukan melalui sharing knowledge yang meliputi seminar interaktif, diskusi kelompok, dan studi kasus berbasis pengalaman nyata di lapangan. Kegiatan ini menghasilkan peningkatan pemahaman peserta terhadap konsep green mining, pengelolaan limbah tambang yang ramah lingkungan, serta strategi rehabilitasi lahan pascatambang. Dampak kegiatan terlihat pada meningkatnya komitmen peserta dalam menerapkan prinsip keberlanjutan di lingkungan kerja maupun komunitas. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi model kolaborasi antara akademisi, industri, dan masyarakat dalam mendorong praktik pertambangan yang lebih berkelanjutan.
Penyembelihan Karakter Bahimiah Sebagai Implementasi Nilai Iduladha Palahuddin, Palahuddin; Sukuryadi, Sukuryadi; Mahsup, Mahsup; Ibrahim, Ibrahim; Gunawan, Adi; Hafiz, Abdul; Mintasrihardi, Mintasrihardi; Adiansyah, Joni Safaat; Johari, Harry Irawan; Nurhayati, Nurhayati; Suteja, Yulianto
Abdimas Mandalika Vol 5, No 1 (2025): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/am.v5i1.33939

Abstract

Abstract: This community service aims to provide understanding and internalization of the values of Eid al-Adha to Muslims, especially in the context of the slaughter of sacrificial animals carried out by Prophet Ibrahim and Ismail. This community service initiative is considered important due to the phenomenon of society being trapped in patterns of animalistic behavior, such as the ruthless and oppressive nature of wolves, the cunning of rats, the deceitful nature of dogs, and the slave-like mentality of sheep. The community service initiative was implemented using a service-learning approach with a lecture method. The results of this service show positive changes in perspective and behavior, reflected in increased religious devotion and better control of negative behavior in daily life. The activity is considered effective in strengthening religious understanding, building awareness, and promoting the values contained in Eid al-Adha.Abstrak: Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan internalisasi nilai-nilai Iduladha kepada umat Islam, terutama dalam konteks penyembelihan hewan kurban yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim dan Ismail. Pengambdian kepada masyarakat ini dianggap penting karena fenomena masyarakat yang sudah terjebak dalam pola hidup karakter bahimiah, seperti karakter serigala yang kejam dan menindas, tikus yang licik, anjing yang penuh tipu muslihat, dan domba yang bermental budak. Metode pengabdian dilaksanakan menggunakan pendekatan service learning dengan metode ceramah. Hasil pengabdian ini menunjukkan perubahan pandangan dan perilaku positif yang tercermin dalam peningkatan ketaatan beribadah dan pengendalian perilaku negatif dalam kehidupan sehari-hari.. Kegiatan dianggap efektif dalam memperkuat pemahaman agama, membangun kesadaran, dan mempromosikan nilai-nilai yang terkandung dalam Idul Adha.
Perayaan resepsi milad ke-45 tahun UMMAT: momentum refleksi dan mengambil ibrah dari Bendungan Ma’rib Palahuddin, Palahuddin; Sukuryadi, Sukuryadi; Ibrahim, Ibrahim; Johari, Harry Irawan; Gunawan, Adi; Hafiz, Abdul; Saudi, Yusron; Mintasrihardi, Mintasrihardi; Adiansyah, Joni Safaat; Nurhayati, Nurhayati
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 6 (2025): November (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i6.33799

Abstract

Abstrak Perayaan milad UMMAT ke-45 harus dijadikan sebagai momentum untuk melakukan refleksi terhadap perjalanan UMMAT selama ini. UMMAT harus mengambil iktibar dari negeri Saba’ yang awalnya subur, makmur, dan diberi anugerah rizki melimpah melalui bendungan Ma’rib, tetapi karena kufur nikmat akhirnya kenikmatan itu berubah menjadi malapetaka. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman, kesadaran, dan implementasi nilai-nilai al-Qur’an dengan mengambil iktibar dari bendungan Ma’rib. Metode pengabdian dilaksanakan menggunakan pendekatan service learning dengan metode ceramah. Hasil pengabdian ini menunjukkan perubahan pandangan dan perilaku positif yang tercermin dalam peningkatan tata kelola UMMAT. Kegiatan partisipatif dalam resespsi milad dapat menjadi alternatif model yang efektif dalam memperkuat pemahaman agama, membangun kesadaran, dan mempromosikan nilai-nilai yang terkandung dalam ajaran Al-Quran dalam membangun tata kelola kampus yang lebih baik, terencana, transparan, dan akuntabel. Kata kunci: resepsi; refleksi; milad UMMAT ke-45; Bendungan Ma’rib. Abstract The 45th anniversary celebration of the UMMAT should be used as an opportunity to reflect on the UMMAT's journey thus far. The UMMAT must learn from the story of the land of Saba', which was once fertile, prosperous, and blessed with abundant provisions through the Ma'rib dam, but due to ingratitude, that prosperity eventually turned into disaster. This community service initiative aims to enhance understanding, awareness, and implementation of Quranic values by drawing lessons from the Ma’rib dam. The service learning approach is implemented through lectures. The outcomes of this community service demonstrate positive changes in perspectives and behavior, reflected in improved governance within the UMMAT. Participatory activities during the anniversary celebration can serve as an effective alternative model for strengthening religious understanding, fostering awareness, and promoting the values contained in the teachings of the Qur’an in building a better, well-planned, transparent, and accountable campus governance system. Keywords: reception; reflection; 45th milad of the UMMAT; Ma’rib Dam
Co-Authors -, Ibrahim - -, Mintasrihardi - Abdul Wahab Adi Gunawan, Adi Adi Wijaya Adiansyah, Joni Adryan Fitrayudha Agum Muladi Agung Pramunarti Agus Herianto Agus Kurniawan Ahmad Kutbi Rais Ahmad Zarkasi Ahmad Zarkasi Alfian Pujian Hadi Anshari, Lalu Mokh Reza Anwar Anwar Arif Arif Arif Arif Arif Arif Arif Wijaya Ariyanto Ariyanto Ariyanto Ariyanto Aryan Perdana Putra Asdiani, Harlinda Ashari, Daharanindra Pradina Arich Bambang Semedi Beddu Tang Burhanuddin Burhanuddin Cahya, Serdian Eska Deviana Mayasari Eka Fitriani Erwin Erwin Fariyadin, M. Ruslin Anwar, Indradi Wijatmiko, Adiman Fathul Rakhman Fatimaturrahmi Fatimaturrahmi Fatma Wulandari Fifiarna Fifiarna Ghaffar, Abdul Azizul Gunadi, Putu Eka Hafiz Hamdani Hafiz, Abdul Hamdani, Hafiz Harry Irawan Johari Harry Irawan Johari Haryawan Haryawan Hesti, Dhita Eka Hidayat, Ahmad Taufiq Hirsan, Fariz Primadi Ibrahim Ibrahim Ali Ibrahim Ibrahim Ibrahim Ibrahim Ibrahim Ibrahim Ibrahim Ibrahim Idhar, Idhar Irma Setiawan, Irma Jannah, Putri Miftahul Johari, Harry Johari, Harry Irawan Joni Safaat Adiansyah Junaidi Am Junaidin Junaidin Junaidin, Junaidin Kamaluddin Kamaluddin Khaerul Anam Khosi'ah Khosi'ah Khosiah Khosiah Khosiah Khosiah Khosiah Khosiah, Khosiah Kuniawati, Ety Kutbi Rais, Ahmad M. Saleh M. Sobry Mahsup Mahsup Mahsup, Mahsup Mardiyah Hayati Mas'ad Mas'ad Mas'ad Mas'ad Mas'ad, Mas'ad Mas,ad, Mas,ad Mas’ad, Mas’ad Mas’ad Mas’ad Mas’ad Mas’ad Mas’ad Mas’ad Matrani, Bedy Matrani, Bedy Fara Aga Mimit - Primyastanto Mimit Primyastanto Mintasrihardi, Mintasrihardi mohammad faisal Muhamad Alfin Tarmizi Muhamad Alfin Tarmizi Muhammad Basir Muhammad Khalis Ilmi Muhammad Nizaar Muhammad Sabri Muladi, Agum Muliatiningsih Muliatiningsih Najamudin Najamudin Nuddin Harahab Nurhayati Nurhayati Nurhayati, Nurhayati Nurin Rochayati Nurjan, Fatman Nurudin Nurudin Nurul Hidayati Nurul Huda Nuryaddin, Ari Palahuddin, Palahuddin Parlendo, Ihjan Pramita Hesti, Dhita Eka Puteri Samengasbumi, Ringgi Putra, Aryan Perdana Putra, Lalu Lunk Ryanata Putri, Lulu Luciana Rahman, Fatuh Rahmat, Nurul isnaeni Rais, Ahmad Kutbi Ramadhan Hidayat, Ari Ravinesh Rohit Prasad Ravinesh Rohit Prasad, Ravinesh Rohit Rezi, Lalu Septiya Fahmi Sabri Sabri Samasualam, Samsualam Sinta Muhardini Sintayana Muhardini Siti Hasanah Siti Sanisah Sri Rejeki Surya Hadi Swahip, Swahip Syaggaf, Andi Waliana Tarmizi, Muhamad Alfin Taufiqurrahman Taufiqurrahman Toyyib, Mukhtar Ubaidillah, Aji Syailendra Wiwit Bayu Adi Wiwit Bayu Adi Yulianto Suteja Yuniarman, Ardi Yusron Saudi Zaenudin Zaenudin Zaenudin Zaenudin Zulhiani, Dyasti