Claim Missing Document
Check
Articles

Pemberdayaan masyarakat lokal dalam pengelolaan sampah di ITDC Mandalika untuk keberlanjutan ekosistem pariwisata Rahmat, Nurul Isnaeni; Asdiani, Harlinda; Ghaffar, Abdul Azizul; Sabri, Sabri; Sukuryadi, Sukuryadi; Ibrahim, Ibrahim; Johari, Harry Irawan
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 2 (2025): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i2.29939

Abstract

Abstrak Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika yang dikelola oleh Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) merupakan salah satu destinasi wisata unggulan di Indonesia. Namun, peningkatan jumlah wisatawan di kawasan ini juga menimbulkan permasalahan lingkungan, terutama dalam pengelolaan sampah. Pengabdian ini bertujuan untuk menganalisis peran ITDC dalam pengelolaan sampah di kawasan Mandalika serta mengevaluasi tantangan dan peluang dalam mewujudkan sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Metode yang digunakan melalui wawancara dengan pihak ITDC untuk memperoleh data mengenai kebijakan, implementasi, serta kendala dalam pengelolaan sampah di kawasan tersebut. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa meskipun ITDC telah menerapkan berbagai kebijakan dan program dalam pengelolaan sampah, masih terdapat tantangan dalam hal infrastruktur, kesadaran masyarakat, serta koordinasi dengan pihak terkait. Untuk mengatasi permasalahan ini, diperlukan strategi yang melibatkan edukasi dan pemberdayaan masyarakat, peningkatan infrastruktur pengelolaan sampah, penerapan konsep ekonomi sirkular, serta kolaborasi dengan berbagai pihak. Dengan implementasi yang tepat, diharapkan kawasan Mandalika dapat menjadi destinasi wisata yang bersih, nyaman, dan berkelanjutan. Kata kunci: ekonomi sirkular; ITDC Mandalika; pariwisata berkelanjutan; pemberdayaan masyarakat; pengelolaan sampah Abstract The Mandalika Special Economic Zone (SEZ), managed by the Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), is one of Indonesia's premier tourist destinations. However, the increasing number of tourists in this area has also led to environmental issues, particularly in waste management. This initiative aims to analyze ITDC's role in waste management within the Mandalika area and evaluate the challenges and opportunities in establishing a sustainable waste management system. The method used involves conducting interviews with ITDC representatives to gather data on policies, implementation, and obstacles related to waste management in the area. The results indicate that although ITDC has implemented various policies and programs for waste management, challenges persist in terms of infrastructure, public awareness, and coordination with relevant stakeholders. To address these issues, strategies such as community education and empowerment, enhancement of waste management infrastructure, the application of circular economy principles, and collaboration with multiple stakeholders are necessary. With proper implementation, the Mandalika area is expected to become a clean, comfortable, and sustainable tourist destination. Keywords: circular economy; community empowerment; ITDC Mandalika; sustainable tourism; waste management.
KAJIAN KEBERADAAN TEMPAT PEMBUANGAN AKHIR SAMPAH TERHADAP LINGKUNGAN SOSIAL MASYARAKAT KEBON KONGOK DESA SUKA MAKMUR KECAMATAN GERUNG KABUPATEN LOMBOK BARAT Johari, Harry Irawan; Sukuryadi, Sukuryadi; Jannah, Putri Miftahul; Mas'ad, Mas'ad
Jurnal Planoearth Vol 8, No 1 (2023): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpe.v8i2.7634

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dampak keberadaan TPA sampah terhadap lingkungan sosial masyarakat Kebon Kongok Desa Suka Makmur Kecamatan Gerung Kabupaten Lombok Barat, serta untuk mengetahui apa saja kendala yang dihadapi pemerintah dalam pengelolaan sampah di TPA Kebon Kongok Desa Suka Makmur Kecamatan Gerung Kabupaten Lombok Barat. Metode Penelitian menggunakan penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data dalam penelitian menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik penentuan informan menggunakan Purposive Sampling. Analisis data yaitu, pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan dampak keberadaan TPA sampah terhadap lingkungan sosial masyarakat adalah, aktivitas masyarakat menjadi terganggu bila sedang beraktivitas di setiap harinya. Masyarakat bersikap dan berperilaku menerima dan tidak menerima. Perubahan gaya hidup terjadi setelah masyarakat bekerja di TPA Kebon Kongok. Kesehatan ada masyarakat yang terkena penyakit demam berdarah, sesak napas, gatal, dan batuk. Kesejahteraan, masyarakat merasa sejahtera dan ada masyarakat yang merasa tidak sejahtera dengan keberadaan TPA Kebon Kongok. Pendidikan, setelah masyarakat bekerja di TPA Kebon Kongok mereka dapat membiayai kebutuhan pendidikan anaknya. Adapun kendala yang dihadapi pemerintah dalam pengelolaan sampah di TPA Kebon Kongok adalah adanya Aksi demo, dan penutupan akses jalan yang dilewati oleh truk pengangkut sampah. Cara pemerintah mengatasi kendala tersebut adalah memberikan dana KDN, melakukan sosialisasi kepada masyarakat, dan mempekerjakan masyarakat.Abstract: The purpose of this study was to determine the impact of the existence of a waste landfill on the social environment of the Kebon Kongok community, Suka Makmur Village, Gerung District, West Lombok Regency, and to find out what obstacles the government faces in managing waste in the Kebon Kongok Landfill, Suka Makmur Village, Gerung District, West Lombok Regency. The research method uses qualitative research with data collection techniques in research using observation, interviews, and documentation. The technique of determining informants using Purposive Sampling. Data analysis, namely, data collection, data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results showed that the impact of the existence of waste landfills on the social environment of the community is that community activities become disrupted when doing activities every day. The community has an attitude and behavior of acceptance and non-acceptance. Lifestyle changes occurred after the community worked at the Kebon Kongok landfill. Health there are people who are affected by dengue fever, shortness of breath, itching, and coughing. Welfare, the community feels prosperous and there are people who feel not prosperous with the existence of Kebon Kongok Landfill. Education, after the community works at Kebon Kongok Landfill they can finance their children's educational needs. The obstacles faced by the government in managing waste at the Kebon Kongok landfill are demonstrations, and the closure of road access passed by garbage trucks. The way the government overcomes these obstacles is to provide KDN funds, conduct socialization to the community, and employ the community.
PENYULUHAN PENGELOLAAN EKOWISATA MANGROVE DESA LEMBAR SELATAN KABUPATEN LOMBOK BARAT Sukuryadi, Sukuryadi; Johari, Harry Irawan; Ibrahim, Ibrahim; Nurhayati, Nurhayati; Adiansyah, Joni Safaat; Nurjan, Fatman; Rahman, Fatuh; Palahuddin, Palahuddin
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 1 (2025): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i1.31333

Abstract

ABSTRAK                                                                            Program pemberdayaan yang dilaksanakan melalui kegiatan pendampingan dan pembinaan sejauh ini belum berhasil mendorong kemandirian masyarakat pesisir dalam melanjutkan inisiatif pengelolaan yang telah dirintis bersama pihak pemerintah maupun swasta. Umumnya, keterlibatan masyarakat hanya tampak pada tahap awal, yakni perencanaan dan pelaksanaan, sementara aspek evaluasi, monitoring, dan keberlanjutan program belum mampu dikelola secara mandiri. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan pengetahuan masyarakat terkait pengelolaan Ekowisata Mangrove di Desa Lembar Selatan, Kabupaten Lombok Barat. Kegiatan ini dilaksanakan melalui Focus Group Discussion (FGD) dengan beberapa tahapan, yaitu persiapan, pelaksanaan, kunjungan lapangan ke kawasan ekowisata, dan evaluasi. Peserta yang terlibat berjumlah 20 orang meliputi kelompok pengelola dan konservasi, mahasiswa, serta perwakilan dari lembaga swadaya masyarakat sebagai mitra kegiatan. Berdasarkan hasil pelaksanaan kegiatan penyuluhan, diperoleh temuan bahwa kegiatan ini memberikan dampak positif, tercermin dari tingginya partisipasi masyarakat dalam diskusi. Penyuluhan telah memperluas pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan ekosistem mangrove secara berkelanjutan. Masyarakat mulai menyadari bahwa mangrove memiliki nilai ekonomi sekaligus peran strategis dalam menjaga kelestarian lingkungan, khususnya melalui pemanfaatan jasa lingkungan seperti ekowisata. Pemahaman ini sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam upaya pelestarian lingkungan pesisir demi keberlanjutan kehidupan yang bergantung pada keseimbangan ekosistem. Kata kunci: Ekowisata; Penyuluhan; Pemberdayaan Masyarakat; Pengelolaan Mangrove. ABSTRACTEmpowerment programs implemented through mentoring and coaching activities have so far not succeeded in encouraging the independence of coastal communities in continuing management initiatives that have been initiated with the government and the private sector. Generally, community involvement is only seen in the early stages, namely planning and implementation, while aspects of evaluation, monitoring, and program sustainability have not been able to be managed independently. Therefore, this community service activity aims to increase community capacity and knowledge related to Mangrove Ecotourism management in Lembar Selatan Village, West Lombok Regency. This activity was carried out through a Focus Group Discussion (FGD) with several stages, namely preparation, implementation, field visits to ecotourism areas, and evaluation. The participants involved totaled 20 people including management and conservation groups, students, and representatives from non-governmental organizations as activity partners.. Based on the results of the implementation of counseling activities, it was found that this activity had a positive impact, reflected in the high participation of the community in the discussion. The counseling has broadened the community's understanding of the importance of sustainable mangrove ecosystem management. The community began to realize that mangroves have economic value as well as a strategic role in preserving the environment, especially through the use of environmental services such as ecotourism. This understanding is in line with government policies in efforts to preserve the coastal environment for the sake of sustainability. Keywords: Counseling; Community Empowerment; Ecotourism; Mangrove Management.
Regression Model as a Tool for Evaluating Mangrove Degradation in Lembar Bay, West Lombok Johari, Harry Irawan; Rahmat, Nurul Isnaeni; Sukuryadi, Sukuryadi
JTAM (Jurnal Teori dan Aplikasi Matematika) Vol 9, No 3 (2025): July
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jtam.v9i3.31664

Abstract

The mangrove ecosystem plays a vital role in maintaining ecological balance, supporting economic livelihoods, and sustaining socio-cultural functions. However, in Lembar Bay, West Lombok Regency, this ecosystem is increasingly threatened by human activities, particularly land conversion for aquaculture. These activities have led to significant ecological degradation, biodiversity loss, and weakened coastal protection. This study aims to analyze the key factors influencing mangrove degradation and to evaluate the effectiveness of regression models in assessing the contribution of these factors. A quantitative research approach was employed, with data collected through structured questionnaires distributed to 45 purposively selected community members considered knowledgeable about local mangrove conditions. The study also integrated field measurements and satellite imagery interpretation to assess mangrove density, biodiversity, and related environmental variables. Multiple linear regression analysis was used to examine the relationship between anthropogenic pressures such as land clearing, water quality, and rehabilitation efforts and indicators of mangrove degradation, namely biodiversity and mangrove density. Regression analysis showed a strong and significant effect of water quality on both mangrove biodiversity and density. The biodiversity regression model produced a correlation coefficient (R) of 0.820 and a determination coefficient (R²) of 0.673, indicating that 67.3% of the variation in biodiversity can be explained by the analyzed factors. Similarly, the mangrove density model yielded an R of 0.800 and R² of 0.640, meaning that 64.0% of the variation in mangrove density was explained. F-test results confirmed that both models were statistically significant (p-value < 0.05). The findings indicate that aquaculture expansion and land use changes are the most critical contributors to mangrove degradation. These pressures directly impair the physical condition of the ecosystem, leading to biodiversity loss and increased vulnerability to coastal hazards. Based on community perceptions, most respondents supported stricter sanctions against mangrove destruction and agreed that mangrove conservation improves the quality of life. Therefore, this study recommends that policymakers and local governments strengthen their roles in monitoring and controlling land use changes, enforcing environmental regulations, and promoting environmental education programs. It is also essential to enhance community participation in mangrove rehabilitation through inclusive, knowledge-based initiatives and integrate scientific evidence into participatory coastal spatial planning. This study contributes to the scientific literature on mangrove conservation by demonstrating the empirical effectiveness of regression analysis in identifying and quantifying human-induced pressures affecting mangrove ecosystems.
PEMETAAN EKSISTING EKOSISTEM MANGROVE WILAYAH SELATAN LOMBOK TENGAH PASCA PEMBANGUNAN SIRKUIT MANDALIKA LOMBOK TENGAH Sukuryadi, Sukuryadi; Johari, Harry Irawan; Nuryaddin, Ari; Putra, Aryan Perdana; Khosiah, Khosiah; Mas'ad, Mas'ad
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 13, No 1 (2025): APRIL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v13i1.30791

Abstract

Abstrak: Pembangunan fasilitas infrastruktur, terutama proyek pariwisata seperti Sirkuit Mandalika, mampu menginduksi perubahan yang signifikan pada lingkungan alam setempat, termasuk ekosistem mangrove yang memiliki peran penting. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi perubahan pada luas mangrove, komposisi spesies, dan kondisi keseluruhan dari ekosistem mangrove setelah pembangunan sirkuit. Pendekatan penelitian mencakup analisis Indeks Perbedaan Vegetasi Normal (NDVI) dengan menggunakan data dari satelit Sentinel-2 serta survei lapangan untuk mengumpulkan data empiris. Evaluasi lebih lanjut melibatkan penerapan metode klasifikasi untuk memetakan dan mengidentifikasi variasi kondisi vegetasi. Penekanan penelitian ini adalah untuk meningkatkan akurasi identifikasi NDVI dari data Sentinel-2, dengan harapan hasilnya dapat mendukung pemantauan vegetasi, praktik konservasi, dan pengelolaan sumber daya alam. Hasil pengolahan citra Sentinel-2 menunjukkan ekosistem mangrove pada daaerah penelitian semakin berkurang setiap tahunnya. Mangrove cover 2019 = 540004.504 m persegi dibandingkan dengan mangrove cover 2022 = 301232.015 m persegi. Temuan dari penelitian ini diharapkan memberikan pemahaman yang mendalam terhadap dampak pembangunan infrastruktur yang besar terhadap ekosistem mangrove, dan dapat memberikan landasan bagi upaya pelestarian dan manajemen yang berkelanjutan di wilayah tersebut. Implikasi dari temuan ini juga diharapkan dapat menjadi dasar untuk perumusan kebijakan yang mempertimbangkan aspek keberlanjutan dan pelestarian ekosistem mangrove dalam konteks pembangunan regional. Abstract:  The development of infrastructure, particularly tourism projects like the Mandalika Circuit, can bring about significant changes to the local natural environment, including the crucial mangrove ecosystem. This research aims to analyze alterations in mangrove extent, species composition, and overall health of the mangrove ecosystem post-construction of the circuit. The research methodology involves the analysis of the Normalized Difference Vegetation Index (NDVI) using data from the Sentinel-2 satellite and field surveys to obtain empirical data. Further analysis includes the application of classification techniques to map and identify various vegetation conditions. The primary goal of this study is to enhance the accuracy of NDVI identification from Sentinel-2 data, with the expectation that the results will support vegetation monitoring, conservation practices, and natural resource management. The findings of this research are anticipated to provide a comprehensive understanding of the impact of significant infrastructure development on the mangrove ecosystem and serve as a basis for sustainable conservation and management efforts in the region. The implications of these findings are also expected to guide the formulation of policies that consider sustainability and preservation aspects of the mangrove ecosystem within the regional development context. 
VALUASI MANFAAT TIDAK LANGSUNG MANGROVE DI KECAMATAN JEROWARU KABUPATEN LOMBOK TIMUR NUSA TENGGARA BARAT Sukuryadi, Sukuryadi; Johari, Harry Irawan; Mas'ad, Mas'ad; Ibrahim, Ibrahim
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 10, No 1 (2022): APRIL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v10i1.7596

Abstract

Abstrak: Indonesia adalah negara dengan biodiversity melimpah yang memiliki berbagai macam ekosistem, keanekaragaman hayati dan beragam habitat alami yang unik dan khas. Salah satu ekosistem sebagai penyangga kehidupan masyarakat di daerah pesisir dan pantai yang dimiliki adalah ekosistem mangrove. Ekosistem ini memiliki berbagai fungsi dan peran ekonomi dan ekologi. Mangrove menggambarkan suatu kekayaan keanekaragaman hayati yang sangat penting bagi pembangunan di Indonesia.  Adapun tujuan penelitian ini adalah melakukan valuasi manfaat  tidak langsung mangrove di Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur. Pendekatan yang dilakukan dalam menentukan nilai ekonomi produk dan jasa mangrove adalah analisis finansial dan analisis ekonomi. Berdasarkan hasil analisis menunjukkan bahwa nilai manfaat tidak langsung mangrove ± 42.597.267 /ha/th yang berupa manfaat konservasi air tawar, menghalangi intrusi air laut ke darat, mencegah abrasi/erosi pantai dan perlindungan dari topan dan badai, mencegah pencemaran air tambak, penyedia hara/pakan alami bagi tambak, perluasan  lahan ke arah laut, perlindungan laut dan teluk dari pendangkalan, penyimpan karbon, regulasi mikroiklim dan makroiklim, serta keanekaragaman hayati dan spesies langka Abstract:  Indonesia is a country with abundant biodiversity that has various kinds of ecosystems, biodiversity, and a variety of unique and unique natural habitats. One of the ecosystems that support people's lives in coastal and coastal areas that are owned in the mangrove ecosystem. This ecosystem has various economic and ecological functions and roles. Mangroves represent a wealth of biodiversity which is very important for development in Indonesia. The purpose of this study was to evaluate the indirect benefits of mangroves in Jerowaru District, East Lombok Regency. The approach taken in determining the economic value of mangrove products and services is financial analysis and economic analysis. Based on the results of the analysis, it shows that the indirect benefit value of mangroves is ± 42.597,267 /ha/year in the form of freshwater conservation benefits, preventing seawater intrusion into the land, preventing coastal abrasion/erosion, and protection from typhoons and storms, preventing pond water pollution, providing natural nutrients/feed for ponds, expansion of land towards the sea, protection of seas and bays from siltation, carbon storage, microclimate, and macroclimate regulation, as well as biodiversity and endangered species.
Pengembangan Tata Ruang Berbasis Lingkungan di Kawasan Mandalika Kabupaten Lombok Tengah: Sebuah Analisis Strategi Keberlanjutan Rezi, Lalu Septiya Fahmi; Sukuryadi, Sukuryadi; Ali, Ibrahim; Adiansyah, Joni Safaat; Pramita Hesti, Dhita Eka; Kuniawati, Ety; Putri, Lulu Luciana
Justek : Jurnal Sains dan Teknologi Vol 8, No 3 (2025): September
Publisher : Unversitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/justek.v8i3.33117

Abstract

Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika di Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat, telah ditetapkan sebagai destinasi pariwisata berkelas dunia melalui Peraturan Pemerintah Nomor 52 Tahun 2014. Dengan luas area 1.035,67 Ha, KEK Mandalika memiliki potensi alam dan budaya yang kaya, serta komitmen kuat untuk menjadi contoh pengembangan pariwisata berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengembangan tata ruang berbasis lingkungan di Kawasan Mandalika dengan fokus pada integrasi aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan. Metode penelitian dikembangkan dengan menyertakan wawancara semi-terstruktur terhadap 5 pemangku kepentingan utama di kawasan Mandalika, termasuk perwakilan ITDC dan masyarakat lokal, untuk melengkapi analisis dokumen. Validasi data dilakukan dengan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kawasan Mandalika telah menetapkan tujuan keberlanjutan yang komprehensif, termasuk pengurangan emisi karbon sebesar 30% pada tahun 2025, pengelolaan limbah yang efektif, dan konservasi sumber daya alam. Program-program seperti Blue & Green Circularity Value Creations Quick Win 2024 dan Sustainable Quality Tourism Destination Program-Semester 2-2024 telah memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan infrastruktur ramah lingkungan dan penguatan produk wisata berkelanjutan. Namun, tantangan seperti koordinasi antar pemangku kepentingan, keterbatasan anggaran, dan sumber daya manusia masih perlu diatasi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa pengembangan tata ruang berbasis lingkungan di Kawasan Mandalika telah menunjukkan kemajuan yang signifikan, namun diperlukan integrasi yang lebih baik antara berbagai strategi dan program untuk mencapai tujuan keberlanjutan yang holistik.
Analysis of diversity, evenness and richness of vegetation in special purpose forest areas (KHDTK) at the University of Muhammadiyah Mataram Gunadi, Putu Eka; Johari, Harry Irawan; Nurhayati, Nurhayati; Sukuryadi, Sukuryadi
Jurnal Agrotek Ummat Vol 12, No 3 (2025): Jurnal Agrotek Ummat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jau.v12i3.33155

Abstract

The Special Purpose Forest Area of the University of Muhammadiyah Mataram has the potential to be a location for education and biodiversity conservation. This study aims to analyze diversity, species richness, and evenness of vegetation as indicators of forest ecosystem conditions. The study was conducted in June 2025 using a quantitative descriptive approach in 16 observation plots across four growth strata. The analysis was carried out using the Shannon-Wiener index for diversity, Margalef for species richness, and Pielou for evenness. The results showed that the tree stratum had a value of H' = 2.703, R = 5.951, and E = 0.780, reflecting a vegetation community with high and even diversity and distribution of individuals. In contrast, the seedling stratum showed very low values of H' = 0.049, R = 1.443, and E = 0.071, indicating the dominance of certain species and limited natural regeneration. Overall, 44 species from 24 families with a total of 236 individuals were identified. This pattern indicates an unbalanced vegetation structure across strata, with higher community stability at the tree level compared to younger growth levels. This finding provides a scientific basis for sustainable forest management and conservation planning.
KEBERAGAMAN JENIS VEGETASI PADA HUTAN PENDIDIKAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM DI DESA BATU LAYAR Sukuryadi, Sukuryadi; Johari, Harry Irawan; Muladi, Agum; Idhar, Idhar
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 12, No 1 (2024): APRIL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v12i1.20923

Abstract

Abstrak: Kawasan hutan merupakan Kawasan penyangga dan menjadi pengontrol iklim mikro untuk Kawasan disekitarnya serta Kawasan potensial dalam menyimpan keberagaman jenis flora serta fauna. Inventarisasi keberagaman jenis vegetasi pada suatu kawasan bernilai penting sebagai upaya potensial terhadap peningkatan ekonomi serta keberlanjutan ekologis suatu kawasan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi keberagaman jenis vegetasi yang dimiliki oleh KHDTK UMMAT. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif dengan metode penentuan sampel yaitu purposive random sampling dengan menggunakan 27 plot yang terbagi menjadi 4 kategori pengukuran yaitu 20x20 meter (pohon), 10x10 meter (tiang), 5x5 meter (pancang), dan 2x2 meter (semai). Berdasarkan pengukuran yang dilakukan, didapatkan hasil penelitian bahwa terdapat 49 jenis vegetasi dengan 364 individu vegetasi di KHDTK Universitas Muhammadiyah Mataram serta 5 jenis vegetasi terbanyak yaitu mahoni (Switenia mahagoni), nangka (Artucarpus heterophyllus), sonokeling (Dalbergia latifolia), mangga (Mangifera indica) dan aren (Arenga pinnata). Keberagaman jenis vegetasi yang dimiliki di KHDTK Universitas Muhammadiyah Mataram memberikan potensi pengembangan baik dalam aspek keberlanjutan ekologis, peningkatan sosial budaya dan ekonomi masyarakat sekitar Kawasan serta mempromosikan keindahan estetika yang dimiliki pada suatu Kawasan yang berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat sekitar Kawasan KHDTK.Abstract:  Forest areas are buffer areas and control the microclimate for the surrounding areas as well as potential areas for storing diverse types of flora and fauna. An inventory of the diversity of vegetation types in an area is important as a potential effort to improve the economy and ecological sustainability of an area. The aim of this research is to identify the diversity of vegetation types owned by KHDTK UMMAT. This research is descriptive qualitative in nature with a sample determination method, namely purposive random sampling using 27 plots which are divided into 4 measurement categories, namely 20x20 meters (trees), 10x10 meters (poles), 5x5 meters (saplings), and 2x2 meters (seedlings). Based on the measurements carried out, the research results showed that there were 49 types of vegetation with 364 individual vegetation at the KHDTK Muhammadiyah University of Mataram and the 5 most abundant types of vegetation, namely mahogany (Switenia mahagoni), jackfruit (Artucarpus heterophyllus), rosewood (Dalbergia latifolia), mango (Mangifera indica ) and sugar palm (Arenga pinnata). The diversity of vegetation types at KHDTK Muhammadiyah University of Mataram provides development potential both in the aspects of ecological sustainability, improving the socio-cultural and economic conditions of the community around the area as well as promoting the aesthetic beauty of an area which has an impact on improving the economy of the community around the KHDTK area.
EVALUASI PENERAPAN TUJUAN PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN (SDGs) TERHADAP PENINGKATAN PENDAPATAN PER KAPITA DI DESA DURIAN, KABUPATEN LOMBOK TENGAH Asdiani, Harlinda; Johari, Harry Irawan; Ibrahim, Ibrahim; Sukuryadi, Sukuryadi
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 13, No 2 (2025): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v13i2.31735

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan Sustainable Development Goals  (SDGs) dalam perencanaan pembangunan Desa Durian, Kabupaten Lombok Tengah, dengan fokus khusus pada aspek pendapatan per kapita masyarakat desa. Metode yang digunakan adalah mixed methods, yang menggabungkan analisis kuantitatif data pendapatan rumah tangga sebelum dan sesudah penerapan SDGs menggunakan paired sample t-test, serta wawancara kualitatif dengan perangkat desa dan masyarakat untuk memperoleh pemahaman lebih mendalam mengenai dampak dan tantangan pelaksanaan SDGs. Hasil analisis kuantitatif menunjukkan peningkatan signifikan pendapatan rata-rata rumah tangga dari Rp311.111 pada tahun 2019 menjadi Rp1.050.000 pada tahun 2024 dengan nilai t-hitung sebesar 28,47 dan p-value 0,000 (<0,05). Peningkatan ini mengindikasikan keberhasilan program pembangunan berbasis SDGs, khususnya dalam pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan ekonomi lokal. Temuan kualitatif mendukung hasil tersebut dengan menunjukkan peran penting partisipasi masyarakat, penguatan kapasitas kelembagaan, serta sinergi antara pemerintah desa dan berbagai pihak terkait dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi warga. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan pelatihan bagi aparat desa dan peningkatan partisipasi masyarakat untuk memperkuat implementasi SDGs di masa mendatang. Dengan demikian, Desa Durian dapat menjadi model keberhasilan pelokalan SDGs yang relevan untuk desa-desa lain di Indonesia.  Abstract:  This study aims to evaluate the implementation of Sustainable Development Goals  (SDGs) in the development planning of Durian Village, Central Lombok Regency, with a specific focus on the per capita income aspect of the village community. The study employs a mixed-methods approach, combining quantitative analysis of household income data before and after SDGs implementation using paired sample t-test, alongside qualitative interviews with village officials and residents to gain deeper insights into the impacts and challenges of SDGs implementation. Quantitative results show a significant increase in average household income from IDR 311,111 in 2019 to IDR 1,050,000 in 2024, with a t-value of 28.47 and a p-value of 0.000 (<0.05). This increase indicates the success of SDGs-based development programs, particularly in poverty alleviation and local economic empowerment. Qualitative findings support these results, highlighting the crucial roles of community participation, institutional capacity strengthening, and synergy between the village government and related stakeholders in improving residents’ economic welfare. The study recommends enhancing training for village officials and increasing community involvement to further strengthen SDGs implementation in the future. Therefore, Durian Village can serve as a successful model for localizing SDGs that is relevant for other villages across Indonesia.
Co-Authors -, Ibrahim - -, Mintasrihardi - Abdul Wahab Adi Gunawan, Adi Adi Wijaya Adiansyah, Joni Adryan Fitrayudha Agum Muladi Agung Pramunarti Agus Herianto Agus Kurniawan Ahmad Kutbi Rais Ahmad Zarkasi Ahmad Zarkasi Alfian Pujian Hadi Anshari, Lalu Mokh Reza Anwar Anwar Arif Arif Arif Arif Arif Arif Arif Wijaya Ariyanto Ariyanto Ariyanto Ariyanto Aryan Perdana Putra Asdiani, Harlinda Ashari, Daharanindra Pradina Arich Bambang Semedi Beddu Tang Burhanuddin Burhanuddin Cahya, Serdian Eska Deviana Mayasari Eka Fitriani Erwin Erwin Fariyadin, M. Ruslin Anwar, Indradi Wijatmiko, Adiman Fathul Rakhman Fatimaturrahmi Fatimaturrahmi Fatma Wulandari Fifiarna Fifiarna Ghaffar, Abdul Azizul Gunadi, Putu Eka Hafiz Hamdani Hafiz, Abdul Hamdani, Hafiz Harry Irawan Johari Harry Irawan Johari Haryawan Haryawan Hesti, Dhita Eka Hidayat, Ahmad Taufiq Hirsan, Fariz Primadi Ibrahim Ibrahim Ali Ibrahim Ibrahim Ibrahim Ibrahim Ibrahim Ibrahim Ibrahim Ibrahim Idhar, Idhar Irma Setiawan, Irma Jannah, Putri Miftahul Johari, Harry Johari, Harry Irawan Joni Safaat Adiansyah Junaidi Am Junaidin Junaidin Junaidin, Junaidin Kamaluddin Kamaluddin Khaerul Anam Khosi&#039;ah Khosi&#039;ah Khosiah Khosiah Khosiah Khosiah Khosiah Khosiah, Khosiah Kuniawati, Ety Kutbi Rais, Ahmad M. Saleh M. Sobry Mahsup Mahsup Mahsup, Mahsup Mardiyah Hayati Mas&#039;ad Mas&#039;ad Mas&#039;ad Mas&#039;ad Mas'ad, Mas'ad Mas,ad, Mas,ad Mas’ad, Mas’ad Mas’ad Mas’ad Mas’ad Mas’ad Mas’ad Mas’ad Matrani, Bedy Matrani, Bedy Fara Aga Mimit - Primyastanto Mimit Primyastanto Mintasrihardi, Mintasrihardi mohammad faisal Muhamad Alfin Tarmizi Muhamad Alfin Tarmizi Muhammad Basir Muhammad Khalis Ilmi Muhammad Nizaar Muhammad Sabri Muladi, Agum Muliatiningsih Muliatiningsih Najamudin Najamudin Nuddin Harahab Nurhayati Nurhayati Nurhayati, Nurhayati Nurin Rochayati Nurjan, Fatman Nurudin Nurudin Nurul Hidayati Nurul Huda Nuryaddin, Ari Palahuddin, Palahuddin Parlendo, Ihjan Pramita Hesti, Dhita Eka Puteri Samengasbumi, Ringgi Putra, Aryan Perdana Putra, Lalu Lunk Ryanata Putri, Lulu Luciana Rahman, Fatuh Rahmat, Nurul isnaeni Rais, Ahmad Kutbi Ramadhan Hidayat, Ari Ravinesh Rohit Prasad Ravinesh Rohit Prasad, Ravinesh Rohit Rezi, Lalu Septiya Fahmi Sabri Sabri Samasualam, Samsualam Sinta Muhardini Sintayana Muhardini Siti Hasanah Siti Sanisah Sri Rejeki Surya Hadi Swahip, Swahip Syaggaf, Andi Waliana Tarmizi, Muhamad Alfin Taufiqurrahman Taufiqurrahman Toyyib, Mukhtar Ubaidillah, Aji Syailendra Wiwit Bayu Adi Wiwit Bayu Adi Yulianto Suteja Yuniarman, Ardi Yusron Saudi Zaenudin Zaenudin Zaenudin Zaenudin Zulhiani, Dyasti