Claim Missing Document
Check
Articles

STRATEGI PENGEMBANGAN DESTINASI WISATA GILI NANGGU DALAM MENDUKUNG PARIWISATA BERKELANJUTAN Sukuryadi Sukuryadi
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 14, No 1 (2026): APRIL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v14i1.39017

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi pengembangan destinasi wisata Gili Nanggu dalam mendukung pariwisata berkelanjutan di Kabupaten Lombok Barat. Gili Nanggu merupakan destinasi wisata bahari yang memiliki potensi sumber daya alam pesisir dan laut yang tinggi, namun berada pada kawasan konservasi laut dengan status zona inti sehingga memerlukan pengelolaan yang terintegrasi dan berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode analisis SWOT untuk mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang memengaruhi pengembangan destinasi. Data diperoleh melalui observasi lapangan, wawancara mendalam dengan pemangku kepentingan, serta studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Gili Nanggu memiliki kekuatan utama berupa keindahan alam, kondisi perairan yang mendukung wisata bahari, serta keanekaragaman hayati laut. Namun demikian, masih terdapat kelemahan berupa pengelolaan sampah dan limbah yang belum optimal, keterbatasan sumber daya manusia pariwisata, serta promosi destinasi yang masih rendah. Peluang pengembangan didukung oleh tren ekowisata dan lokasi strategis jalur wisata Bali– Lombok, sementara ancaman berasal dari tekanan aktivitas wisata terhadap ekosistem pesisir dan laut. Strategi pengembangan yang direkomendasikan meliputi penguatan pengelolaan lingkungan, peningkatan kapasitas SDM lokal, pengembangan ekowisata berbasis konservasi, serta penguatan promosi dan kemitraan berkelanjutanAbstact: This study aims to formulate development strategies for the Gili Nanggu tourist destination in supporting sustainable tourism in West Lombok Regency. Gili Nanggu is a marine tourism destination with high coastal and marine resource potential, yet it is located within a marine conservation area with core zone status, requiring integrated and sustainable management. This research employed a descriptive qualitative approach using SWOT analysis to identify internal and external factors influencing destination development. Data were collected through field observations, in-depth interviews with relevant stakeholders, and document analysis. The results indicate that Gili Nanggu’s main strengths include its natural beauty, favorable marine conditions for tourism activities, and rich marine biodiversity. However, several weaknesses remain, particularly related to inadequate waste and wastewater management, limited local tourism human resources, and low destination promotion. Development opportunities are supported by the growing trend of ecotourism and the strategic location along the Bali–Lombok tourism route, while threats arise from uncontrolled tourism activities that may exert pressure on coastal and marine ecosystems. The recommended development strategies include strengthening environmental management, enhancing local human resource capacity, developing conservation-based ecotourism, and improving sustainable promotion and partnerships.
PEMBERDAYAAN KOMUNITAS MELALUI FISCAL LITERACY UNTUK MEMINIMALISIR FISCAL ILLUSION DALAM PEMBIAYAAN PENDIDIKAN DI DAERAH Siti Sanisah; Sukuryadi Sukuryadi; Nurin Rochayati; Sri Rejeki; Abdul Kadir; Edi Edi; Palahuddin Palahuddin; Astagini Putri Kariana; Ratnah Ratnah; Yulianto Suteja
Journal of Community Empowerment Vol 5, No 2 (2026): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v5i2.39906

Abstract

ABSTRAK                                                                                     Rendahnya literasi fiskal masyarakat dalam memahami pembiayaan pendidikan di daerah dapat memunculkan fiscal illusion, yang berdampak pada rendahnya keterlibatan masyarakat dalam proses evaluasi dan advokasi pembiayaan pendidikan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan literasi fiskal komunitas pemerhati pendidikan melalui program fiscal literacy bootcamp di Kabupaten Lombok Tengah bermitra dengan KLIK Foundation yang melibatkan 25 orang sebagai peserta aktif. Kegiatan dilaksanakan dengan mengintegrasikan pendekatan participatory action learning and empowerment (PALE) Community-Based Fiscal Literacy, dengan tahapan pelaksanaan mencakup asesmen partisipatif, penyusunan modul digital interaktif, pelaksanaan fiscal literacy bootcamp, pendampingan advokasi berbasis data, refleksi, dan penyusunan rencana tindak lanjut. Berdasarkan nilai pretest-postest yang dilakukan dapat diketahui bahwa hasil pelaksanaan kegiatan pengabdian menunjukkan adanya peningkatan literasi fiskal peserta yang mencakup pemahaman tentang struktur pembiayaan pendidikan di daerah, kemampuan membaca dan menganalisis dokumen anggaran, serta keterampilan menyusun advokasi berbasis data. Penggunaan modul digital interaktif yang dikembangkan juga mendukung pembelajaran yang lebih fleksibel dan aplikatif. Kegiatan ini memperkuat kapasitas komunitas dalam mendorong transparansi dan akuntabilitas pembiyaan pendidikan di daerah. Fiscal literacy bootcamp terbukti efektif sebagai model pemberdayaan komunitas berbasis literasi fiskal pendidikan. Disarankan agar kegiatan serupa dapat dilakukan secara berkelanjutan dan diperluas pada komunitas pendidikan lain agar partisipasi masyarakat dalam pengawasan anggaran pendidikan meningkat.Kata kunci: Fiscal Illusion; Literasi Fiskal; Pembiayaan Pendidikan; Pemberdayaan Komunitas; Advokasi Pendidikan. ABSTRACTLow levels of fiscal literacy among the public regarding the financing of education in local areas can lead to a “fiscal illusion,” which results in low public engagement in the evaluation and advocacy processes for education funding. This community service initiative aims to improve the fiscal literacy of the education advocacy community through a fiscal literacy bootcamp program in Central Lombok Regency, in partnership with the KLIK Foundation, involving 25 active participants. The activity was implemented by integrating the Community-Based Fiscal Literacy approach using Participatory Action Learning and Empowerment (PALE), with implementation stages including participatory assessment, development of interactive digital modules, conduct of the fiscal literacy bootcamp, data-driven advocacy mentoring, reflection, and development of a follow-up action plan. Based on the pretest-posttest scores, the community service activity demonstrated an increase in participants’ fiscal literacy, including an understanding of the structure of local education funding, the ability to read and analyze budget documents, and the skill to develop data-driven advocacy. The use of the interactive digital modules also supported more flexible and practical learning. This activity strengthened the community’s capacity to promote transparency and accountability in local education financing. The fiscal literacy bootcamp proved effective as a model for community empowerment.Keywords: Fiscal Illusion; Fiscal Literacy; Education Funding; Community Empowerment; Education Advocacy. 
Co-Authors -, Ibrahim - -, Mintasrihardi - Abdul Azizul Ghaffar Abdul Hafiz Abdul Kadir Abdul Wahab Adi Gunawan Adi Gunawan, Adi Adi Wijaya Adiansyah, Joni Adryan Fitrayudha Agum Muladi Agung Pramunarti Agus Herianto Agus Kurniawan Ahmad Kutbi Rais Ahmad Taufiq Hidayat Ahmad Zarkasi Ahmad Zarkasi Akbar, Ilham M Alfian Pujian Hadi Anshari, Lalu Mokh Reza Arif Arif Arif Arif Arif Arif Arif Wijaya Ariyanto Ariyanto Aryan Perdana Putra Asdiani, Harlinda Ashari, Daharanindra Pradina Arich Astagini Putri Kariana Bambang Semedi Burhanuddin Burhanuddin Deviana Mayasari Edi Edi Eka Fitriani Erwin Erwin Fariyadin, M. Ruslin Anwar, Indradi Wijatmiko, Adiman Fathul Rakhman Fatimaturrahmi Fatimaturrahmi Fatma Wulandari Fatman Nurjan Fatman Nurjan Fatuh Rahman Fifiarna Fifiarna Gunadi, Putu Eka Hafiz Hamdani Hafiz Hamdani Hafiz, Abdul Harlinda Asdiani Harry Irawan Johari Harry Irawan Johari Haryawan Haryawan Hesti, Dhita Eka Hirsan, Fariz Primadi Ibrahim Ibrahim Ali Ibrahim Ibrahim Ibrahim Ibrahim Ibrahim Ibrahim Ibrahim Ibrahim Idhar, Idhar Irma Setiawan, Irma Jannah, Putri Miftahul Johari, Harry Johari, Harry Irawan Joni Safaat Adiansyah Junaidi Am Junaidin Junaidin Junaidin, Junaidin Kamaluddin Kamaluddin Khaerul Anam Khosi'ah Khosi'ah Khosiah Khosiah Khosiah Khosiah Khosiah Khosiah, Khosiah Kuniawati, Ety Kutbi Rais, Ahmad Lalu Lunk Ryanata Putra Lalu Mokh Reza Anshari M. Saleh M. Sobry Mahsup Mahsup Mahsup, Mahsup Mardiyah Hayati Mas'ad Mas'ad Mas'ad Mas'ad Mas'ad, Mas'ad Mas,ad, Mas,ad Mas’ad, Mas’ad Mas’ad Mas’ad Mas’ad Mas’ad Mas’ad Mas’ad Matrani, Bedy Matrani, Bedy Fara Aga Mimit - Primyastanto Mimit Primyastanto Mintasrihardi, Mintasrihardi mohammad faisal Muhamad Alfin Tarmizi Muhamad Alfin Tarmizi Muhammad Basir Muhammad Khalis Ilmi Muhammad Nizaar Muhammad Sabri Muladi, Agum Muliatiningsih Muliatiningsih Najamudin Najamudin Nuddin Harahab Nurhayati Nurhayati Nurhayati, Nurhayati Nurin Rochayati Nurin Rochayati Nurjan, Fatman Nurudin Nurudin Nurul Hidayati Nurul Huda Nurul isnaeni Rahmat Nuryaddin, Ari Palahuddin Palahuddin Palahuddin Palahuddin, Palahuddin Parlendo, Ihjan Pramita Hesti, Dhita Eka Puteri Samengasbumi, Ringgi Putra, Aryan Perdana Putri, Lulu Luciana Putu Eka Gunadi Rahman, Fatuh Rahmat, Nurul isnaeni Rais, Ahmad Kutbi Ramadhan Hidayat, Ari Ratnah Ratnah Ravinesh Rohit Prasad Ravinesh Rohit Prasad, Ravinesh Rohit Rezi, Lalu Septiya Fahmi Sabri Sabri Serdian Eska Cahya Sinta Muhardini Sintayana Muhardini Sirajudin Sirajudin Siswahyudianto Siti Hasanah Siti Sanisah Siti Sanisah Sri Rejeki Sri Rejeki Surya Hadi Swahip, Swahip Tarmizi, Muhamad Alfin Taufiqurrahman Taufiqurrahman Toyyib, Mukhtar Ubaidillah, Aji Syailendra Wiwit Bayu Adi Wiwit Bayu Adi Yulianto Suteja Yulianto Suteja Yuniarman, Ardi Yusron Saudi Yusron Saudi Zaenudin Zaenudin Zulhiani, Dyasti