p-Index From 2021 - 2026
11.716
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Al-Iqtishad : Jurnal Ilmu Ekonomi Syariah (Journal of Islamic Economics) Al-Risalah : Jurnal Imu Syariah dan Hukum Jurnal Diskursus Islam AL-Fikr Laa Maisyir Jurnal Ekonomi Islam Al-Ihkam: Jurnal Hukum dan Pranata Sosial Jurnal Tabarru': Islamic Banking and Finance Ad-Deenar: Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam Widya Balina :Jurnal Ilmu Pendidikan dan Ekonomi Ekspose: Jurnal Penelitian Hukum dan Pendidikan FINANSIA : Jurnal Akuntansi dan Perbankan Syariah NUKHBATUL 'ULUM : Jurnal Bidang Kajian Islam Journal of Enterprise and Development (JED) BUSTANUL FUQAHA: Jurnal Bidang Hukum Islam Al-Azhar Journal of Islamic Economics Siyasatuna Jurnal Ilmiyah Mahasiswa Siyasah Syariyyah Al-Syakhshiyyah : Jurnal Hukum Keluarga Islam dan Kemanusiaan Jurnal Ilmiah Al-Tsarwah Mutawasith: Jurnal Hukum Islam Mazahibuna: Jurnal Perbandingan Mazhab El-Iqtishady Iqtishaduna : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah Jurnal Studi Islam Lintas Negara (Journal of Cross-Border Islamic Studies) JURNAL ILMIAH GLOBAL EDUCATION Jurnal Ar-Ribh Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Shautuna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Perbandingan Mazhab Jurnal Iqtisaduna Al-Buhuts (e-journal) Jurnal Ilmiah Mappadising AL-KHIYAR: Jurnal Bidang Muamalah dan Ekonomi Islam Jurnal Tafsere Jurnal Sosial dan Sains Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner Journal of Islamic Economics Lariba DIKTUM: JURNAL SYARIAH DAN HUKUM Madani: Multidisciplinary Scientific Journal Indonesian Journal of Economics, Entrepreneurship, and Innovation Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu Ethics and Law Journal: Business and Notary Southeast Asia Journal of Graduate of Islamic Business and Economics Al-Jadwa: Jurnal Studi Islam Al-Kharaj: Jurnal Ekonomi, Keuangan & Bisnis Syariah International Journal of Islamic Studies Jurnal Ilmiah Nusantara JIMMI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Multidisiplin Jurnal Cendekia Ilmiah PESHUM Parewa Saraq: Journal of Islamic Law and Fatwa Review Makkah: Journal Of Islamic Studies
Claim Missing Document
Check
Articles

Dispensasi Nikah Dalam Tinjauan Maqashid Al Syariah (Studi Kasus Pengadilan Agama Makassar) Fatur Baldan Haramain; Misbahuddin Misbahuddin; Nasrullah Bin Sapa; Abdul Wahid Haddade; Abdul Syatar
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 4: Juni 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i4.16296

Abstract

Penelitian ini menganalisis praktik dispensasi nikah di Pengadilan Agama Makassar dalam perspektif Maqāṣid al-Syarī‘ah. Masalah utama yang dikaji adalah dasar pertimbangan hakim dalam mengabulkan permohonan dispensasi serta relevansinya dengan tujuan hukum Islam. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan yuridis-empiris, data dikumpulkan melalui wawancara dan dokumentasi perkara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hakim memberikan dispensasi nikah didasarkan pada alasan mendesak (darurat) untuk menghindari kemudaratan yang lebih besar, seperti perzinaan atau kehamilan di luar nikah. Secara tinjauan Maqāṣid al-Syarī‘ah, penetapan ini selaras dengan upaya perlindungan terhadap agama (hifz al-din), jiwa (hifz al-nafs), dan keturunan (hifz al-nasl). Penelitian menyimpulkan bahwa meskipun dispensasi merupakan solusi hukum darurat demi kemaslahatan, penguatan kesiapan mental dan ekonomi tetap diperlukan bagi pasangan di bawah umur.
Dominasi Pendapatan Istri dalam Perspektif Maslahah (Analisis Relasi Suami dan Istri di Ulumanda, Kabupaten Majene) Iskandar; Kurniati; Nila Sastrawaty; Abdul Wahid Haddade; Abd Syatar
Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol 6 No 1 (2025): Education and Islamic Studies
Publisher : STAI DDI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55623/au.v6i1.383

Abstract

Tujuan pokok penelitian adalah untuk menganalisis Dominasi Pendapatan Istri dalam Perspektif Hukum Islam (Analisis Relasi Suami dan Istri di Ulumanda, Kabupaten Majene), Tujuan khusus, yaitu: 1) Untuk mengetahui realitas sosial peran istri dan suami dalam mencari nafkah 2) Untuk mengetahui dampak dominasi pendapatan istri terhadap dinamika relasi suami dan istri 3) Untuk mengetahui Pandangan Maslahah mengenai dampak dominasi pendapatan istri dalam relasi suami dan istri. Jenis penelitian ini tergolong penelitian kualitatif (field research) dengan pendekatan yang digunakan adalah teologis-normatif syar’i dan yuridis empiris. metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dokumentasi, dan penelusuran referensi. Teknik pengolahan data dan analisis data dilakukan dengan melalui tiga tahapan, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan, 1) Realitas pendapatan istri dalam rumah tangga membawa berbagai konsekuensi sosial yang memengaruhi dinamika keluarga dan pandangan masyarakat. Realitas sosial yang sering muncul diantaranya adalah perubahan peran domestik dalam rumah tangga, 2) Dampak dominasi pendapatan istri dalam rumah tangga dapat menimbulkan dampak negatif dan positif. 3) Pandangan Maslahah Mursalah tentang relasi suami istri diatur dengan prinsip keadilan, tanggung jawab, dan saling melengkapi. Namun, dominasi pendapatan istri dalam keluarga dapat memengaruhi dinamika, terutama jika tidak ada pemahaman yang mendalam tentang hak dan kewajiban masing-masing pasangan.
Implementasi Akad Ijarah Muntahiyah Bit Tamlik Pada Pembiayaan Bank Syariah Di Indonesia Fitriani Arief; Nasrullah Bin Sapa; Abdul Wahid Haddade
Jurnal Ilmiah Al-Tsarwah Vol. 7 No. 1 (2024)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bone

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30863/al-tsarwah.v7i1.7055

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi akad IMBT pada pembiayaan bank syariah di Indonesia, dengan fokus pada faktor pendukung dan penghambat. Data diperoleh melalui pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif dari berbagai sumber literatur, laporan keuangan, dan regulasi terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa regulasi dari Bank Indonesia dan Fatwa DSN-MUI, serta meningkatnya pemahaman nasabah, mendukung implementasi akad IMBT di Perbankan Syariah. Namun, terdapat beberapa tantangan dalam implementasi akad IMBT yaitu  kurangnya pemahaman nasabah tentang akad IMBT, kompleksitas operasional, risiko kredit yang lebih besar, dan risiko pemasaran yang tinggi.
Penggunaan Plasma Darah Pada Perawatan Kecantikan PRP (Platelet Rich Plasma) Perspektif Kaidah Al- Ḍararu Yuzāl (Studi Kasus ZAP Klinik Makassar) Shabrina Syifa Salsabila; Abd. Rauf Muhammad Amin; Abdul Wahid Haddade; Kurniati; Fatmawati
Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol 5 No 2 (2024): Education and Islamic Studies (Juni-Desember)
Publisher : STAI DDI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55623/au.v5i2.363

Abstract

Tujuan pokok penelitian ini adalah mengetahui bagaimana penggunaan plasma darah pada perawatan kecantikan PRP (Platelet Rich Plasma) perspektif kaidah al-Ḍararu Yuzāl studi kasus ZAP klinik Makassar. Adapun tujuan dari sub masalah, yaitu: 1) Untuk Menganalisa Urgensi Penggunaan Plasma Darah Pada Perawatan Kecantikan PRP. 2) Untuk Menganalisa Praktik Penggunaan Plasma Darah Pada Perawatan Kecantikan PRP. 3) Untuk Menganalisa Kaidah al-Ḍararu Yuzāl Dalam Penggunaan Plasma Darah Pada Perawatan Kecantikan PRP. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Studi lapangan dilaksanakan dengan mengumpulkan data primer melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Selain data yang diperoleh dari lapangan, diperkuat juga dengan data berupa literatur seperti buku, dan artikel-artikel ilmiah yang membahas berkaitan dengan permasalahan ini. Kemudian, teknik pengolahan dan analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan Kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan, 1) Perawatan kecantikan PRP menggunakan plasma darah sebagai media utamanya. PRP ini telah melalui proses istiḥālah yaitu perubahan dari darah utuh menjadi plasma yang sudah dipisahkan oleh alat sertigugasi maka hukum penggunaan plasma darah pada perawatan kecantikan PRP setelah istiḥālah adalah suci 2) PRP (Platelet Rich Plasma) yang dilakukan di ZAP Klinik Makassar memiliki perawatan kecantikan yang hygenis dan aman. Perawatan PRP (Platelet Rich Plasma) merupakan proses konsentrasi trombosit (platelet) yang digunakan untuk perawatan dermatologi dan estetika, seperti kebotakan, peremajaan kulit, dan pemulihan bekas luka. 3) Perawatan kecantikan PRP ini hasilnya sangat bergantung pada kualitas darah pasien perawatan kecantikan itu sendiri bahkan berpotensi membawa kemudaratan jika terdapat ketidakcocokan.
KEJAHATAN DALAM PERSPEKTIF FIKIH JINAYAH KONTEMPORER: TANTANGAN DAN RESPONS HUKUM ISLAM Muhammad Yasir; Patimah Patimah; Abd. Wahid Haddade
JURNAL ILMIAH NUSANTARA Vol. 3 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Nusantara Januari 2026
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jinu.v3i1.8101

Abstract

Perkembangan kejahatan modern seperti kejahatan siber, terorisme, dan korupsi menuntut adanya reinterpretasi terhadap prinsip-prinsip fikih jinayah agar tetap relevan dengan dinamika sosial dan teknologi kontemporer. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana metode ijtihad dan maqāṣid al-syarī‘ah digunakan dalam merespons kasus-kasus pidana modern dengan tetap mempertahankan nilai-nilai keadilan dan kemaslahatan dalam hukum Islam. Melalui pendekatan normatif-teologis dan analisis komparatif terhadap literatur fikih klasik serta hukum pidana kontemporer, penelitian ini menemukan bahwa ijtihad kontekstual dan maqāṣid al-syarī‘ah berperan penting dalam mengadaptasi prinsip-prinsip fikih jinayah tanpa meninggalkan dasar syariatnya. Penerapan konsep ta‘zīr memungkinkan fleksibilitas hukum terhadap bentuk kejahatan baru, sementara maqāṣid al-syarī‘ah memastikan setiap sanksi diarahkan pada perlindungan agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta. Dengan demikian, fikih jinayah tidak hanya relevan di masa lalu, tetapi juga menjadi solusi etis dan rasional bagi problem kejahatan modern.
Living Madhhab Moderation In Modern Islamic Boarding Schools: Dynamics Of Islamic Legal Thought At Pondok Modern Darussalam Gontor 11 Poso Irsyad Abd Raziq; Usman Jafar; Abdul Wahid Haddade; Rian Hidayat
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner Vol. 5 No. 3 Agustus 2026: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner
Publisher : Yayasan Azhar Amanaa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59944/jipsi.v5i3.1227

Abstract

Diversity of legal schools is an inherent characteristic of Islamic legal tradition, yet its management in Islamic educational institutions has largely been examined from a normative perspective. Limited attention has been given to how madhhab moderation is institutionalized as an educational culture. This study investigates the implementation of Living Madhhab Moderation in Pondok Modern Darussalam Gontor 11 Poso, the dynamics of Islamic legal thought cultivated within the institution, and its implications for the intellectual character formation of students. This research employed a qualitative approach within the framework of empirical Islamic law. Data were collected through in-depth interviews, participant observation, and document analysis involving school leaders, teachers, and students. Thematic analysis was conducted using the theoretical perspectives of wasatiyyah, fiqh al-ikhtilaf, and living Islamic law. The findings demonstrate that madhhab moderation is institutionalized through curriculum integration, comparative jurisprudence learning, academic dialogue, teacher role modeling, and the daily educational culture of the boarding school. The dynamics of Islamic legal thought are developed through mastery of classical Islamic texts, principles of Islamic legal methodology, structured scholarly discussions, and continuous training in legal reasoning. These processes cultivate students who appreciate methodological diversity in Islamic jurisprudence, demonstrate critical legal reasoning, respect the ethics of scholarly disagreement, and respond constructively to contemporary Islamic legal issues. The study further reveals that the sustainability of madhhab moderation depends on an integrated institutional culture that combines academic excellence, religious values, and social responsibility. This study proposes Living Madhhab Moderation as a conceptual framework explaining madhhab moderation as a lived practice of Islamic law embedded within the educational system of modern Islamic boarding schools. The framework contributes to the development of empirical Islamic legal studies and provides a theoretical foundation for designing more inclusive, dialogical, and context-responsive Islamic education.
TANTANGAN DAN PROSPEK SYARIAH ENTREPRENEURSHIP KE DEPAN Muhammad Ilham; Ridwan; Mukhtar Luthfi; Abdul Wahid Haddade
Makkah: Journal Of Islamic Studies Vol. 1 No. 4 (2025): Desember
Publisher : Makkah: Journal Of Islamic Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to comprehensively analyze the challenges, opportunities, and adaptation strategies of Shariah entrepreneurship in responding to global market dynamics and the development of the Industrial Revolution 4.0. The increasing global awareness of the halal lifestyle has positioned Shariah entrepreneurship as a sector with significant growth potential. However, Shariah-based business actors continue to face fundamental challenges, including the complexity of cross-border halal certification processes, low levels of Islamic financial literacy, limited access to capital, and the suboptimal utilization of digital technology. On the other hand, technological advancements such as blockchain, big data, and Islamic fintech present substantial opportunities to create a more transparent, efficient, inclusive, and accountable business ecosystem. This study concludes that the key to the future success of Shariah entrepreneurship lies in the synergy between the implementation of Islamic ethical values grounded in Maqasid Shariah and digital technological innovation. Adaptation strategies through the digitalization of the halal supply chain, enhancement of digital literacy, and the strengthening of ethics-based universal branding are crucial steps to enable Shariah entrepreneurs to compete in international markets while contributing meaningfully to economic development and societal well-being.
Analisis Maqāṣid Al-Syarī‘Ah terhadap Minuman Fermentasi Minas di Kecamatan Sinjai Utara: Maqāṣid Al-Sharī‘Ah Analysis of Minas Fermented Beverage in North Sinjai District Amirullah Amirullah; Abd Rauf Muhammad Amin; Abdul Wahid Haddade
BUSTANUL FUQAHA: Jurnal Bidang Hukum Islam Vol. 7 No. 2 (2026): BUSTANUL FUQAHA: Jurnal Bidang Hukum Islam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M), Sekolah Tinggi Ilmu Islam dan Bahasa Arab (STIBA) Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36701/bustanul.v7i2.3669

Abstract

This article examines the legal status of Minas, a fermented beverage made from cassava tape in North Sinjai District, through the framework of maqāṣid al-sharī‘ah and the criterion of ḥalālan ṭayyiban. It addresses a gap in the scholarship, which is divided between laboratory reports that measure ethanol content without drawing legal consequences and normative fiqh studies of khamr detached from actual production practices. The study employs qualitative field research and combines maqāṣid-based, theological-normative, juridical-shar‘ī, and sociological approaches. Data from observation and semi-structured interviews with ten informants — producers, religious figures, and consumers — are triangulated with two published laboratory studies, classical fiqh literature, and Fatwa Number 10 of 2018 of the Indonesian Ulema Council. The findings reveal a marked divergence in the laboratory evidence: one study reports ethanol content below the 0.5 per cent threshold, whereas a more recent study at an accredited public health laboratory reports averages of 1.5 to 1.9 per cent, threefold the fatwa threshold. The article argues that the legal status of Minas attaches not to the product’s name but to its condition when consumed, and proposes a three-tier ruling: permissibility for production controlled and verified below the threshold, suspicion (syubhat) for products whose ethanol content is unknown or that display continued fermentation, and prohibition for products reaching or exceeding the threshold or proven to be intoxicating. The study contributes by demonstrating that maqāṣid al-sharī‘ah can function as an operational instrument for assessing legal objects whose properties change over time, not merely as normative discourse.
Co-Authors Aam Azzatil Isma Abd Rauf Muhammad Amin Abd Syatar Abd. Gafur, Mulyawana Abd. Muzakkir Abdillah Abdul Qadir Gassing Abdul Rauf Abdul Rauf Muhammad Amin Abdul Wahab Abdullah, Fahri Afia Hafizah Afrianto, Afrianto Agus Miranto Ahmad Arief Ahmad Muhajir, Ahmad Ahmad Nouruzzaman Ahsana, Hardiyanti Ade Akmal, Andi Muhammad Alim Syariati Ambo Masse, Abd. Rahman Amin, Aminullah Amiruddin K Amirullah -, Amirullah Amirullah Amirullah Andi Fadli Natsif Andi Muhammad Ali Amiruddin Andi Sukmawati Assaad Andi Takdir Djufri Andril Muharram Anggraeni, Reny Aniq Akhmad Ali Bawafie Arfan Arfan Arif Rahman Arti Widia Sari Asfira Yuniar Asmira, Sri Asni Asni Asriani Asriani Ayma, Syahratul Baso Hasyim Bawafie, Aniq Akhmad Ali Chatarina Umbul Wahyuni Dalle, Jumarni Darnayanti Darnayanti Darwis, Sri Astuti Ana Desi Yuniarti Dr. Misbahuddin Ermiati Ermiati Fahrul Anggara Putra fatimah Fatimah Fatmawati Fatmawati, Fatmawati Fatur Baldan Haramain Fitrawansah Fitriani Fitriani Hadisa, Nur Hafizah, Afiah Hamka, Baso Hamzah Hasan Hasbiullah Hasriliandi Halim Herlina I Nyoman Budi Artawan Indo Santalia Irsyad Abd Raziq Irwan Misbach Irwan Misbach Iskandar Ismail Keri Ita Rukmanasari Jamaluddin Jamaluddin K, M Yusuf Kasjim Salenda Khaerul Anam Khaerul Anwar Kholid Albar Kurniati Kurniati Kurniati Lince Bulutoding Lomba Sultan M, Misbahuddin M. Qahar Awaka Mallarangang, Andi Mega Fatimah Rosana Misbahuddin Misbahuddin Muammar Bakry Muh Munafri S Muhammad Ilham Muhammad Risal Muhammad Risal, Muhammad Muhammad Saddam Nurdin Muhammad Shuhufi Muhammad Sukri Muhammad Taufan Badollahi Muhammad Wahyuddin Abdullah Muhammad Yasir Mukhtar Lutfi Mukhtar Luthfi Muliani Munadi Munadiah, Syahra Murliani Musa Murtiadi Awaluddin Muslimin Kara Mustaufiq Nani Hamdani Amir Nasmi, Nasmi Nasrah Hasmiati Attas Nasrullah Bin Sapa Natsir Mb, Jung Muhammad Nur Nila Sastrawaty Norman Omang Nur Afni A. Nurjannah Nurman Said Nurul Pratiwi Nurvadillah Nurvadillah Oskar Hutagaluh P, Patimah Patimah Patimah Patimah Pertiwi, Sri Adinda Prades Ariato Silondae Qorina, Ulfa R, Rahmatullah Rafiq Rachman N. L. Lewonamang Rahman Ambo Masse Rahmawati Muin Rian Hidayat Ridwan Ridwanto Rika Dwi Ayu Parmitasari Rosmita Ruslang Ruslang Ruslang, Ruslang S, Samsidar Sabri Samin Saifuddin Zuhri Qudsy Saiful Mukhlis Sapinah Sardo Mangatur Pardamean Sibarani Shabrina Syifa Salsabila Siradjuddin Sirajuddin Sirajuddin Siti Khofifah Sohrah Sri Aisyah Yope Sri Asmira Sri Wahyuni Subehan Khalik Sumarni Sumarni Sumar’in Sutarman, Akmal Suyuti, M. Gazali Syam, Anna Rahma Syamsuddin, Darussalam Syatar, Abd Syatar, Abdul Tajrim, Muh. Umar Laila Usman Jafar Utami, Kurnia Mega Wahda, Nur Aqiqah Widianti, Anyta Wulan Purnamasari Yolleng, Asrum Zalsabila, Putri Aulia Zamrud, Ahmad Khalifah Zarul Arifin