Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Batu Melekup: Transformasi Nilai Luhur dalam Pendidikan Karakter Pelajar Melalui Pembelajaran Berbasis Kreatif Lokal Fikri, Khaerul; Nurazizah, Siti
Jurnal Punyimbang Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Punyimbang
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Lampung, FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/punyimbang.v3i2.1175

Abstract

Abstract The phenomenon that occurs, many children who start to be brave against their parents and even say rude things, is very concerning. This is one sign that the child's character has deteriorated. Character can be interpreted as character, character, psychological traits, personality, and morals that distinguish a person from others. This research aims to examine the value contained in the folklore of Batu Melekup to be applied as a learning resource to improve student character. Batu Melekup is one of the folktales in Lampung. This research uses qualitative research methods with interview data collection techniques. Based on the research, it was found that Batu Melekup folklore teaches about the struggle and great love of mothers. This story also teaches to always obey and not disobey the mother. The values contained in the Batu Melekup story contribute to character education, by transforming the values that have been taught by the ancestors. This research is very important because it can be a solution to improve student character and as an effort to preserve Lampung's oral literary heritage. It is hoped that the results of this study can be a reference for utilizing Batu Melekup folklore as a learning resource in character education.   Abstrak Fenomena yang terjadi, banyak anak yang mulai berani melawan orang tua bahkan sampai berkata kasar menjadi hal yang sangat memprihatinkan. Hal tesebut merupakan salah satu tanda bahwa karakter anak tersebut telah memburuk. Karakter dapat diartikan sebagai watak, tabiat, sifat-sifat kejiwaan, kepribadian, dan akhlak yang membedakan seseorang dengan yang lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji nilai yang terkadung dalam cerita rakyat Batu Melekup untuk di implikasikan sebagai salah satu sumber belajar untuk meningkatkan karakter siswa. Batu Melekup merupakan salah satu cerita rakyat yang ada di Lampung. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data wawancara. Berdasarkan penelitian, diperoleh hasil bahwa cerita rakyat Batu Melekup mengajarkan akan perjuangan dan rasa kasih sayang ibu yang sangat besar. Cerita ini juga mengajarkan untuk selalu patuh dan tidak durhaka kepada ibu. Nilai yang terkandung dalam cerita Batu Melekup memberikan sumbangsih bagi pendidikan karakter, dengan mentransformasi nilai yang telah diajarkan oleh pada leluhur. Penelitian ini sanagt penting karena dapat menjadi solusi untuk meningkatkan karakter siswa dan sebagai upaya pelestarian warisan sastra lisan Lampung. Diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi acuan untuk memanfaatkan cerita rakyat Batu Melekup sebagai sumber belajar dalam pendidikan karakter.  
MENGUPAYAKAN KEMAJUAN SISWA-SISWI SMPN 02 SUNGAI APIT DALAM MEMAKSIMALKAN PENGARUH PENERAPAN TEKNOLOGI PADA MASA REVOLUSI INDUSTRI 4.0 Sari, Filma Alia; Aziz, Aufarrifqi Muthahhari; Yudnovon, Welsa Alfiona Putri; Afni, Nisa Rahtu; Patria, Agung; Fatina, Amiratul; Fadillah, Fanny Miftah; Yasfa, M. Farhan; Arief, Muhammad Sultan; Nurazizah, Siti; Rismawati, Wheny
Diklat Review : Jurnal manajemen pendidikan dan pelatihan Vol. 6 No. 3 (2022): Penguatan Kompetensi, Pendidikan, dan Pemberdayaan untuk Mendorong Kemandirian
Publisher : Komunitas Manajemen Kompetitif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35446/diklatreview.v6i3.1179

Abstract

Era revolusi industri 4.0 merupakan era dimana berkembangnya teknologi dan ilmu pengetahuan, dimana atas kehadiran berpengaruh pada berbagai aspek salah satunya pendidikan, Pendidikan adalah pilar utama dalam revolusi industri 4.0 karena hadirnya teknologi merupakan “produk” dari pendidikan itu sendiri, Pendidikan formal seperti sekolah memiliki peran penting pada proses adaptasi siswa-siswi peserta didik agar tidak tertinggal dengan teknologi, sama halnya yang bisa dilakukan SMPN 2 Sungai Apit sebagai upaya meningkatkan kemajuan siswa-siswi dalam pemaksimalan penerapan teknologi yaitu dengan pemanfaatan teknologi digital dalam setiap pembelajaran, di mana guru sebagai fasilitator dalam penyelenggaraan proses pembelajaran memiliki kebebasan untuk mendesain model pembelajarannya, misalnya dengan memanfaatkan video penjelasan yang di desain menarik dan model lainnya yang membuat siswa-siswi tidak jenuh serta mengadopsi model pembelajaran berbasis STEAM (science, technology, engineering, art, dan mathematics), dengan hal ini siswa diberikan kemerdekaan untuk dapat mengembangkan kreativitasnya.
KONSEP KEADILAN DALAM TAFSIR AMINA WADUD TERHADAP AYAT POLIGAMI: KAJIAN TAFSIR KONTEMPORER Aulia, Putri; Nurhayani, Rosita; Nurazizah, Siti; Rosa, Andi
Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 13 No. 3 (2025): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Riset ini berorientasi untuk mengemukakan analisis mendalam atas interpretasi Amina Wadud terhadap ayat-ayat Al-Qur'an tentang keadilan, khususnya dalam QS. an-Nisā' [4]:129. Riset ini berorientasi dalam rangka mengeksplorasi signifikansi eksegesis feminisnya dalam kaitannya dengan wacana keadilan gender dalam kerangka pemikiran Islam kontemporer. Penelitian ini didasarkan pada pemahaman bahwa interpretasi tradisional terhadap ayat-ayat Al-Qur'an tentang poligami seringkali dipengaruhi oleh perspektif patriarki, yang cenderung melanggengkan status subordinat perempuan dalam struktur keluarga. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini menganalisis karya Amina Wadud yang berpengaruh, Qur'an and Woman: Rereading the Sacred Text from a Woman's Perspective. Temuan penelitian ini mengungkapkan bahwa Amina Wadud menafsirkan ayat kitab suci Al-Qur'an berkenaan dengan legalitas bukanlah sebagai hal yang didukung terhadap praktik tersebut, melainkan sebagai batasan moral yang mensyaratkan keadilan sejati suatu kondisi yang, pada kenyataannya, hampir mustahil dipenuhi oleh manusia. Ia menggarisbawahi bahwa esensi ayat tersebut terletak pada perlindungan hak-hak perempuan dan promosi prinsip-prinsip universal kemanusiaan. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan transisi metodologis dari modus penafsiran legalistik menuju pendekatan etis-kontekstual yang berlandaskan prinsip-prinsip keadilan dan kesetaraan. Oleh karena itu, penelitian ini berkontribusi signifikan terhadap kemajuan wacana eksegesis feminis dan menawarkan jalan baru untuk mengeksplorasi integrasi hermeneutika gender dengan maqāṣid al-sharī‘ah dalam studi penafsiran Al-Qur'an kontemporer. Kata kunci: Amina Wadud, Poligami, Adil. Abstract This research seeks to provide an in-depth analysis of Amina Wadud’s interpretation of Qur’anic verses concerning polygamy, specifically QS. an-Nisā’ [4]:3 and QS. an-Nisā’ [4]:129. The study aims to explore the significance of her feminist exegesis in relation to the discourse on gender justice within the framework of contemporary Islamic thought. This research is grounded in the understanding that traditional interpretations of Qur’anic verses on polygamy are frequently influenced by patriarchal perspectives, which tend to perpetuate the subordinate status of women within the family structure. Employing a descriptive qualitative approach, this study analyzes Amina Wadud’s influential work Qur’an and Woman: Rereading the Sacred Text from a Woman’s Perspective. The findings of this study reveal that Amina Wadud interprets the Qur’anic verse on polygamy not as an endorsement of the practice, but as a moral limitation that requires genuine justice a condition that is, in reality, nearly impossible for humans to fulfill. She underscores that the essence of the verse lies in safeguarding women’s rights and promoting universal principles of humanity. The conclusion of this study demonstrates a methodological transition from a legalistic mode of interpretation to an ethical-contextual approach grounded in the principles of justice and equality. Consequently, this research contributes significantly to the advancement of feminist exegetical discourse and offers new avenues for exploring the integration of gender hermeneutics with maqāṣid al-sharī‘ah in contemporary Qur’anic interpretation studies. Keyword: Amina Wadud, Polygamy, Fair.
Analisis Paparan Konten Instagram @narasinewsroom Mengenai Partisipasi Publik dalam Penyebaran Tagar #IndonesiaGelap Anang Rivai, Muhamad; Nurazizah, Siti; Wijayanti, Yani Tri
Jurnal Audiens Vol. 7 No. 1 (2026): March
Publisher : Universitas Muhammdiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/jas.v7i1.764

Abstract

This research aims to analyze how exposure to Instagram content tagged #IndonesiaGelap on the @narasinewsroom account shapes public attention and participation in the digital space. The study applies the Agenda Setting theory, which emphasizes the media’s capacity to influence which issues are perceived as important by the public through content intensity, consistency, and prominence. The research employs a quantitative content analysis method on Instagram posts and audience comments by categorizing content themes, message types, and comment sentiments (positive, negative, and neutral). Data are analyzed based on frequency patterns and levels of audience interaction as indicators of the public agenda. The findings reveal that content exposure is predominantly centered on public policy issues, with negative sentiment emerging as the most dominant response among audiences. This dominance reflects heightened public attention and accumulated dissatisfaction with state policies that have become central within Instagram discourse. Overall, the study confirms that exposure to social media content plays an effective role in shaping the public agenda and stimulating digital audience participation.
Co-Authors Afif, Muh Abdurrosyid Afni, Nisa Rahtu Alamin, Alan Nurril Alawi, Muhammad Ridwan Alifah , Nasywa Nur Amidia, Nadira Aisha Anang Rivai, Muhamad Andi Rosa Anggraeni, Syahyuni Anggun Anshar, Aghisna Nuthfah Arief, Muhammad Sultan Asep Bayu Dani Nandiyanto Asep Maulana, Asep Aulia, Fira Luthfian Aulia, Putri Aziz, Aufarrifqi Muthahhari Bobby Reza Chandra Kirana Darusatul, Maudi Deviyanti, Nafisah Diana Ulfah Dinata, Fadel Ramadhan Iskandar Efendi, Zakaria Eki Pratidina Ensa, Hasyafira Fadhilah, Astri Maisarah Fadillah, Fanny Miftah Fajri, Muhammad Said Agil Fajriatama, Tegar Dwi Fathonie, Moch. Adam Sulthon Noor Fatina, Amiratul Fauzi, Muhamad Ihsan Fauziah Fauziah Febrianti, Salsa Fikri, Khaerul Filma Alia Sari Firgiawan, Fathar Fitriyani Fitriyani Gulo, Novita Sari Hadi, Muhammad Nadzar Hajali, Siti Herlina Handayani, Sri Hanifah, Siti Nur Hanim, Meysella Al Firdha Helmayanti, Handrini Herliyanti, Adinda Hernanda, Nabila Hidayat, Rafi Akbar Hojijah, Siti Humaira, Vina Indah Juwita Sari INDARNA, ASEP AEP Indiana Marethi, Indiana Irwan Irwan Isna Rafianti Jubba, Hasse Juliartha, Evie Farida Khairalla, Mahmoud Khasan, Umar M Ikhsan Maharani , Dwifta Fuji Mahardika, Abdi Maulana, Aldi Maulidia Rachmawati Nur Meilanny Budiarti Santoso, Meilanny Budiarti Muhammad Agung Wahyudi, Muhammad Agung Muhammad Dahlan Mulyadi, Riham Kamus Mustamin Mustamin Natasya, Aulia Natasya, Carolina Nisa', Khoirun Noviana, Fitri Novianti, Wini Resna Nugraha, Dedep Nurhaliza, Salma Nurhayani, Rosita Nurjihan, Zalfa Nurliana Cipta Apsari Nursyahida, Siti Fadhila Nuryami Oktaviani, Ria Patria, agung Purbowo, Purbowo Putri, Cindy Amelia Putri, Sarah Rahmawati, Nurmala Dewi Rismawati, Wheny Rizaldi, Muhammad Rama Romadhona, Lailatul Rohma Rosmiati Rosmiati Sabrina, Naya Sabrina, Naya Sabrina Saidah, Andi Salsabillah, Soraya Sari, Delia Ratna Septi Ambar Indraningtia Sukma Silpiani, Silpiani Situngkir , Tiar Lina Sri Anggraeni Sudarmono R, Muh Aidil Sumantri, Luthfiyya Junia Susilawati, Enung Syahid, Akhmad Usman Usman Wahyudi Wahyudi Wiwik Handayani Wulandari, Nur Sekar Yani Tri Wijayanti Yasfa, M. Farhan Yayandi, Muhamad Yudnovon, Welsa Alfiona Putri Yuliarida, Nafisah Dwi Yusnaini Yusnaini Yusuf Safari Zalukhu, Arifin S. Zein, Ratu Marsya Chaerunissa Zulfayanti, Syifa Rahma