Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kapasitas daya tahan aerobik atlet Spartans Taekwondo Fighter yang ditandai dengan mudah mengalami kelelahan dan menurunnya performa pada akhir pertandingan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ukuran efek latihan cross country dalam meningkatkan VO2Max serta menganalisis perbedaan kemampuan aerobik atlet sebelum dan sesudah diberikan perlakuan. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kuantitatif menggunakan metode quasi eksperimen dan desain one-group pretest-posttest. Subjek penelitian terdiri atas 15 atlet senior Spartans Taekwondo Fighter yang ditentukan melalui teknik purposive sampling. Pengukuran VO₂Max dilakukan dengan menggunakan Multistage Fitness Test (MFT). Analisis data dalam penelitian ini mencakup statistik deskriptif, uji normalitas menggunakan Shapiro-Wilk, Paired Sample T-test, serta perhitungan effect size Cohen’s dz. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai rata-rata VO₂Max meningkat dari 33,8 ml/kg/menit pada pretest menjadi 41,0 ml/kg/menit pada posttest. Dengan demikian, terjadi peningkatan sebesar 7,2 ml/kg/menit atau sebesar 21,30%. Hasil analisis menggunakan paired sample t-test menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang bermakna antara nilai VO2Max pada saat pretest dan posttest, dengan nilai signifikansi p < 0,001. Selanjutnya, nilai Cohen’s dz sebesar 3,257 mengindikasikan bahwa perubahan VO2Max yang terjadi memiliki ukuran efek yang sangat besar. Berdasarkan temuan tersebut, latihan cross country yang dilaksanakan selama 16 kali pertemuan terbukti efektif dalam meningkatkan kapasitas aerobik atlet dan dapat dijadikan sebagai salah satu pilihan latihan untuk mengembangkan daya tahan kardiorespirasi dalam pembinaan atlet taekwondo.