Claim Missing Document
Check
Articles

Wildlife Trade in East Nusa Tenggara Province Based on Facebook Social Media Groups Pramatana, Fadlan; Nainupu, Stefani Angela; Purnama, Maria M. E.; Soimin, Muhamad; Hidayat, Oki
Jurnal Manajemen Hutan Tropika Vol. 31 No. 3 (2025)
Publisher : Institut Pertanian Bogor (IPB University)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7226/jtfm.31.3.274

Abstract

Wildlife conservation is fundamental to mitigating the extinction due to wildlife trade. Thus, various conservation policies have been used as a reference: IUCN, CITES, and Government Policy P.106 of 2018. This research aims to record Facebook-based wildlife trade, identify the traded wildlife conservation status, and estimate the selling price. Data was taken since the group was formed until 1 July 2023. The results reveal that 107 species belonging to 53 families were recorded in 31 trading groups, comprising 82 species of aves, 17 species of herpetofauna, and eight species of mammals. Among those traded wildlife, based on P.106, 80 species are unprotected, while 27 are protected. Based on the IUCN, most traded wildlife is categorized as LC with 77 species. Some species are categorized as CR with four species, EN with 9, VU with 8, NT with 8, and NE with one species. Referring to CITES, 73 species classified as non-appendices dominate the trading groups, followed by 24 species of Appendix II, 9 of Appendix I, and 1 of Appendix III. The estimated selling price of all traded wildlife is approximately IDR 317,125,000. Governments and other conservation bodies must pay more attention to the growing Facebook-based wildlife trade, especially for protected and endangered species.
Improving Environmental Awareness through Conservation Education at SD Inpres Naikoten I: Peningkatan Kesadaran Lingkungan melalui Pendidikan Konservasi di SD Inpres Naikoten I Pramatana, Fadlan; Marimpan, Lusia Sulo; Purnama, Maria M. E.; Mau, Astin E.; Sinaga, Pamona Silvia; Sipayung, Roni Haposan
Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 9 No. 5 (2025): Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/

Abstract

Urban area development is the main goal in supporting the community economy. However, urban development often harms the environment. Human resources increasing, if not balanced with environmental awareness, will potentially cause problems in the future. Increasing ecological awareness needs to be done from an early age so that the benefits and impacts of human activities on the environment can be understood. This service activity aims to improve environmental awareness and provide knowledge about ecological love and the benefits of the environment. This service activity was carried out in two stages: delivering material using the environmental game and the evaluation stage. SD Inpres Naikoten I students received the program well, as seen from their activeness and enthusiasm when delivering the material. Students are also active in discussions and provide opinions at the evaluation stage. The teachers accompanied the students during the program's implementation and felt helped by the game media, which could be used sustainably
PKM PENANAMAN ANAKAN KEHUTANAN DI SEKITAR SUMBER MATA AIR NEFOTASI KELOMPOK TANI NAIMANU DESA MATA AIR Purnama, Maria M.E.; Hali, Antonius Suban; Pramatana , Fadlan; Sinaga, Pamona S.
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): Volume 5 No 1 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i1.21716

Abstract

Air merupakan salah satu sumberdaya alam yang mempunyai fungsi dan peranan yang sangat penting untuk kehidupan makhluk hidup di muka bumi. Seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk dan usaha perekonomian di sektor perdagangan, industri dan pertanian kebutuhan air juga meningkat dengan sumber air yang relatif tetap bahkan berkurang. Sumber mata air Nefotasi berada di Desa Mata air, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Sumber mata air Nefotasi dari tahun ke tahun terus mengalami penurunan debit air. Hal ini yang membuat masyarakat menjadi cemas dan akan berdampak kepada usaha pertanian dan ternak mereka. Melalui kegiatan PKM ini, tim dari Program Studi Kehutanan, Fakultas Pertanian Undana bersama masyarakat, khususnya Kelompok Tani Naimanu akan melakukan kegiatan penanaman anakan berupa beringin, bambu dan jambu hutan, di lokasi yang sudah mengalami kerusakan. Tujuannya adalah untuk menciptakan ekosistem dan ekologi yang baik sehingga bisa meningkatkan kembali dedit air di sumber mata air Nefotasi. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini adalah metode penyuluhan dan penanaman anakan langsung di lapangan. Luaran pengabdian ini adalah kegiatannya berjalan dengan baik, mulai dari kegiatan observasi lapangan, pengurusan ijin wilayah hingga pelaksanaan. Wujud kerjasama pada kegiatan PKM adalah adanya kebersamaan masyarakat pada saat penyampaian materi. Puncak dari kegiatan PKM ini adalah kegiatan pembagian dan penanaman anakan tanaman kehutanan. Kegiatan ini diikuti oleh Anggota kelompok Tani Naimanu, dan mahasiswa. Berdasarkan kegiatan yang sudah dilaksanakan dapat disarankan agar kegiatan PKM bersama masyarakat bisa berjalan dikesempatan berikutnya sehingga upaya untuk menjaga dan melestarikan hutan bisa terwujud.
PELATIHAN PEMBUATAN EFEKTIF MIKROORGANISME LOKAL (EMOL) BAGI MASYARAKAT TANI HUTAN DI DESA KOTABES, KABUPATEN KUPANG Mau, Astin Elise; Seran, Wilhelmina; Pramatana, Fadlan; Pellondo’u, Mamie Elsyana
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 4 (2024): Volume 5 No. 4 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i4.26076

Abstract

Masalah produktifitas lahan berkaitan erat dengan pola pemanfaatan dan pengolahan lahan yang diterapkan oleh masyarakat. Pola tanam yang tidak memperhatikan kaidah konservasi tanah dan air tentunya memberi dampak negatif berkelanjutan bagi produktifitas lahan.  Masyarakat desa Kotabes yang merupakan salah satu wilayah di dalam kawasan hutan Sisimini Sanam melakukan praktek tani hutan yang mengakibatkan banyaknya tanaman sisa panen yang dibiarkan busuk dan menjadi sampah organik khususnya pada saat musim panen. Sampah yang tidak dikelola dengan baik dapat menimbulkan masalah bagi keberlanjutan lingkungan dan dapat memberi kontribusi terhadap pemanasan global (Global warming). Salah satu cara yang tepat untuk masalah yang berkaitan dengan sampah organic adalah dengan mengolahnya  menjadi bentuk yang lain untuk dapat dimanfaatkan, misalnya dengan mengolah sampah organik menjadi Efektif Mikroorganisme Lokal (EMOL). Kegiatan Pengabdian pada Masyarakat ini adalah bertujuan untuk  memberikan pelatihan bagi masyarakat kelompok tani agar dapat mengolah sampah organik menjadi EMOL. Metode yang digunakan adalah penyampaian materi pelatihan dan praktek pembuatan EMOL secara langsung. Masyarakat sebagai peserta pelatihan terlihat sangat antusias yang ditandai dengan keaktifan mereka didalam menyediakan bahan baku pembuatan EMOL yang bersumber dari sampah organik  setempat serta keaktifan mereka didalam berdiskusi dengan pemateri dan tim pelaksana kegiatan PKM. Kesadaran akan pentingnya mengolah sampah organik perlu ditanamkan kepada masyarakat petani untuk keberlanjutan lahan dan lingkungan.
PEMANFAATAN EKOSISTEM MANGROVE DI EKOWISATA HUTAN MANGROVE KELURAHAN OESAPA BARAT, KOTA KUPANG, NUSA TENGGARA TIMUR Sipayung, Roni Haposan; Marimpan, Lusia Sulo; Pramatana, Fadlan; Sinaga, Pamona Silvia; Semarabawa, I Gede
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2024): Volume 5 No. 3 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i3.29735

Abstract

Ekosistem mangrove saat ini menjadi fokus pengembangan yang sangat penting untuk mengatasi perubahan iklim. Salah satu aplikasi pemanfaatan ekosistem mangrove adalah melalui kebijakan blue carbon (karbon biru). Di Indonesia ekosistem mangrove memiliki peranan yang paling besar dalam penyerapan karbon karena sekitar 17 persen karbon dunia berada di daerah pesisir pulau-pulau yang ada di Indonesia. Selain peranannya terhadap penyerapan karbon dunia, pemanfaatan ekosistem mangrove juga dapat berupa rekreasi/ekowisata, peningkatan produk ekonomi, dan pemanfaatan jasa lingkungan lainnya. Ekosistem Mangrove Kelurahan Oesapa Barat, Kota Kupang saat ini masih dimanfaatkan hanya sebagai tujuan wisata padahal potensi pemanfaatan yang dimiliki di dalamnya sangat banyak. Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan penyuluhan kepada masyarakat yang tinggal di daerah ekosistem mangrove Kelurahan Oesapa Barat terkait dengan pemanfaatan ekosistem mangrove dan potensi yang ada di dalamnya. Metode penyuluhan kepada masyarakat dilakukan dengan menggunakan metode focus group discussion mengenai  pengelolaan ekosistem mangrove dengan materi seperti pemanfaatan ekosistem mangrove dan pengenalan produk-produk ekonomi mangrove. Penyuluhan ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan dan wawasan yang baru kepada masyarakat dalam memanfaatkan ekosistem mangrove sehingga bukan hanya jasa ekologisnya/jasa lingkungan saja yang dapat dioptimalkan namun juga secara ekonomi membantu kesejahteraan masyarakat sekitar ekosistem mangrove Kelurahan Oesapa Barat, Kota Kupang.
PELATIHAN PEMBUATAN PUPUK ORGANIK BAGI ANAK-ANAK SEKOLAH DASAR DI SD INPRES NAIKOTEN 1, KOTA KUPANG Mau, Astin Elise; Seran, Wilhelmina; Pramatana, Fadlan; Pellondo’u, Mamie E.; Sinaga, Pamona S.
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 5 (2024): Vol. 5 No. 5 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i5.35455

Abstract

Produktifitas lahan berkaitan erat dengan pola pemanfaatan dan pengolahan lahan. Pola tanam yang tidak konservatif seperti pemanfaatan pupuk dan pestisida kimia memberi dampak negatif bagi produktifitas lahan dan keberlanjutan lingkungan di masa yang akan datang. Salah satu pendekatan holistik yang dapat dilakukan untuk meminimalisir dampak dari input pupuk dan pestisida kimia adalah dengan memperkenalkan prinsip-prinsip pertanian konservasi dalam diri seseorang sejak dini. Tujuan dari kegiatan ini agar anak-anak dapat mempraktekkan secara langsung cara membuat dan mengaplikasikan pupuk organik secara sederhana. Metode yang digunakan berupa penyuluhan dan pendampingan pembuatan pupuk organik. Kegiatan ini dilakukan di Sekolah Dasar Inpres (SDI) Naikoten 1 Kota Kupang sekaligus menjawab kebutuhan sekolah sehubungan dengan kegiatan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) yaitu menanam dan mengembangkan tanaman didalam pot. Sesi penyuluhan berupa penyampaian teori tentang pengertian, manfaat dan komponen bokashi, serta aplikasi bokashi pada tanaman. Sesi praktek dilakukan secara bersama-sama oleh pelaksana kegiatan dan anak-anak sekolah dasar. Pelatihan ini direspon dengan sangat baik oleh peserta yang ditandai dengan partisipasi aktif dari anak-anak dalam diskusi maupun dalam praktek pembuatan pupuk organik. Kegiatan serupa perlu terus dilakukan sebagai upaya pemancakan kognitif bagi anak-anak agar terbiasa dengan pola tanam konservatif serta memperhatikan keberlanjutan lingkungan.
PENGOLAHAN SAMPAH DI TEMPAT IBADAH SEBAGAI MEDIA PROMOSI PENGOLAHAN SAMPAH DI SUMBER DI KOTA KUPANG Arsa, I Gusti Bagus Adwita; Nampa, I Wayan; Mau, Yosep Seran; Ndiwa, Antonius S.; Rammang, Nixon; Pramatana, Fadlan
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Volume 6 No. 2 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i2.39475

Abstract

Sampah masih menjadi salah satu isu utama lingkungan di Kota Kupang. Tata kelola sampah yang belum optimal pada akhirnya menjadi beban lingkungan, baik lingkugan fisik maupun sosial. Fokus penanganan yang dilakukan selama ini lebih banyak pada mobilisasi sampah pada Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Terlebih TPA yang digunakan masih menggunakan teknologi open dumping. Pengabdian ini dilakukan di salah satu tempat ibadah di kota Kupang. Tempat ibadah dipilih karena menjadi salah satu potensi penyumbang sampah yang cukup besar, baik sampah organik maupun anorganik. Pengolahan sampah di tingkat sumber (tempat ibadah) akan memberikan manfaat ekonomi dan juga menjadi model pengelolaan sampah yang baik, sehingga dapat menjadi acuan dalam pengelolaan sampah rumah tangga atau komunitas. Pengabdian dilaksanakan dengan metoda partisipatif kolaboratif, melalui pemetaan permasalahan, potensi sumber bahan baku (sampah), perencanaan site plan, pengadaan alat pencacah sampah pelatihan proses pembuatan kompos, pengemasan kompos dan pemasarannya. Hasil kegiatan menunjukan bahwa kegiatan PKM ini telah mampu meningkatkan efisiensi pengolahan dan upaya penganganan sampah. Unit pengolahan yang dibangun sudah mampu berproduksi secara berkelanjutan. Teknologi mesin pencacah mampu meningkatkan efisiensi kerja, yaitu hasil yang lebih halus dan waktu yang lebih efisien. Produktivitas pencacahan sampah basah mencapai 60 kg/jam dan sampah kering 34,8 kg/jam. Hasil kegiatan PKM ini juga mampu menyelesaikan pemasalahan yang dihadapi mitra, menghasilkan insentif ekonomi, dan menjadi media promosi penaganan sampah di tingkat sumber. Pelaksanaan kegiatan secara sharing cost (65% mitra 35% PKM) memotivasi mitra untuk menjalankan usaha secara berkelanjutan karena telah turut berinvestasi.
Herpetofauna Diversity at the Nusa Cendana University Pramatana, Fadlan; Aini, Yusratul; Purnama, Maria M. E.; Sipayung, Roni Haposan; Hidayat, Oki
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 11 No 1 (2025): January
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v11i1.8130

Abstract

University campuses are built to carry out the learning process. Therefore, this area has dramatically developed and impacted on the environment and biodiversity. The Nusa Cendana University (Undana) campus area as a habitat for wild animals is included in the built and managed habitat categories. In human-dominated habitats in urban areas such as Undana, it is still possible for animal species to find habitats to find food, shelter, and water sources. This research aims to analyze herpetofauna diversity and update information on preliminary studies of herpetofauna at Nusa Cendana University so that it can be used as primary data for assessing time series. Data was collected using the Visual Encounter Survey combined with the time-constrained search method for three hours from 18.30 to 21.30 WITA at three habitat types (Agricultural, open-area, and built-area habitat). The observation period is divided into two categories: dry and rainy season. Twelve species from eight herpetofauna families, consisting of four amphibians and eight reptiles, were recorded in three habitat types in the Undana campus area. It was recorded that there were six additional herpetofauna species compared to the preliminary study.
PERUBAHAN TUTUPAN LAHAN TERHADAP PENURUNAN POPULASI JALAK BALI DI KEPULAUAN NUSA PENIDA Pramatana, Fadlan; Hernowo, Jarwadi B; Prasetyo, Lilik B
Wana Lestari Vol 2 No 02 (2020): Konservasi Hutan, Manajemen Hutan dan Silvikultur
Publisher : Program Studi Kehutanan, Fakultas Pertanian, Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/wanalestari.v3i02.3407

Abstract

The population of bali starling shows decrease fluctuations and one of program for conservation through release outside their natural habitat on Nusa Penida. Bali starling’s release activity has been carried out in Nusa Penida islands and the birds can be survive to breed. In 2010, the success program had decreased and the land cover changes could be one of the cause of the population decrease in their natural habitat. This study was aimed to analyze the decline population of bali starling in Nusa Penida islands based on land cover change. Land cover datas were obtained by unsupervised classification and supervised classification method with land cover validation point. The result of the land cover analysis in 2005, 2009, 2010, and 2016 consist of mangrove, shrubs, mix plantation or mix garden, open land, and settlements. In 2009, the land cover was dominated by mix plantation (38.88%) and shrubs (28.88%), while in 2010 it was dominated by mix plantation (26.84%) and shrubs (24.11%). Land cover changes in Nusa Penida islands as the introduction area for bali starling do not show the significant differences. The variabel of decreasing land quality in that location cannot be a factor causing the decline bali starling population.
POTENSI HABITAT JALAK BALI (Leucopsar rothschildi) DI TAMAN NASIONAL BALI BARAT Pramatana, Fadlan; Hernowo, Jarwadi Budi; Prasetyo, Lilik Budi
Wana Lestari Vol 3 No 01 (2021): Wana Lestari Vol. 4 No. 1 Juni 2021
Publisher : Program Studi Kehutanan, Fakultas Pertanian, Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/wanalestari.v4i01.4870

Abstract

Bali starling (Leucopsar rothschildi) is categorized as an endangered species based on IUCN, Appendix I based on CITES, and protected animals by the goverment of Indonesia. Bali Barat National Park (BBNP) has a breeding center for the recovery of species population in their natural habitat. The BBNP promoted soft release method for the introducing species in the wild habitat. This method consists of some treatments for supporting bali starling life and as consequently the distribution of species was concentrated in small area and the species can be monitored easily. This method has an effect the natural behaviour of bali starling is difficult to be formed and makes dependence on humans, and an effect on the shift of habitat choise by bali starling in BBNP. The problem is when the bali starling has been released to the wild. The number of individuals who have been released shows decrease fluctuation. This study was aimed to analyze potential of natural habitat. This study method using a vegetation analysis. The result found that the potential habitat with an importance value index is kemloko in the pole classification with a value 230.37% in the savanna ecosystem and talok with a value 86.27% in the monsoon forest ecosystem. The potential habitat in BBNP can still support the survival of bali straling.
Co-Authors Abi, Novianti Ahmada Yudi Surya Amleni, Yohanes Erwin Andris Misa Angela Yunita Kehi Ape Didex Nino Apu, Orlando Calvin araujo, graciano vivio de Arka, Dimas Arsa, I Gusti Bagus Adwita Astin Elise Mau Atawolo, Maria I. S. Bana, Chors Buling, Karel Dejesus, Sanjina Dhiu, Selvia Alfionita Don Harrison Kadja Edo, Emanuel Endang Sosilawati F. X. D. Ari Sasongko Fallo, Tri Putra M. Fallo, Tri Putra Merden Ferdinandus Wea Fiqul El Khoir Frederik Reinardus Naiheli Giri, Stella Gustaf Ridolof Saudila Halena Meldy Asa Hali, Antonius Suban I G. B. Adwita Arsa I Wayan Mudita Isu, Maria Charlina Jarwadi B Hernowo, Jarwadi B JARWADI BUDI HERNOWO Kaho, Ludji Michael Riwu Kaho, Ludji Michael Riwu Ken Dara Cita Kuanine, Wengki Lamury, Yakobus Fernandez Leri, Theresia Luku Lea Lilik B Prasetyo LILIK BUDIPRASETYO Ludji Michael Riwu Kaho Lusia Sulo Marimpan M Farsyudi Adib Manafe, Rischaardts Chornelis Maria Bano Maria M.E. Purnama Maria Marleni Ema Purnama Marimpan, Lusia Mau, Astin E. Mau, Astin Elise Misa, Andrys Moressi Morison Airtur Muhammad Soimin Muras, Agustinus Charles Nahak, Magdalena Gabriela Nahas, Agustina E. Nainupu, Angela Nainupu, Stefani Angela Nampa, I Wayan Namu, Ardiyanto Nauk, Fernanda Solagracia Ndiwa, Antonius S. Nixon Rammang Nixon Rammang, Nixon Norman P.L.B. Riwu Kaho Norman P.L.B. Riwu Kaho Norman Riwu Kaho Noviani Sarah Agusthina Duka Nuhang, Clemens Januarius Oki Hidayat Pamona Silvia SINAGA Pellondo’u, Mamie Pellondo’u, Mamie E. Pellondo’u, Mamie Elsyana Peran, Anselaus Pehan Peters O Bako Purnama, Maria Purnama, Maria M. E. Purnama, Maria M.E Purnama, Maria M.E. Putri, Saprita Nuary Putri Rande, Anastasia Ratna Sari Hasibuan Ria, Berta Adelina Riwu Kaho, Ludji Michael Semarabawa, I Gede Sinaga, Pamona S. Sipayung, Roni H. Sipayung, Roni Haposan Soimin, Muhamad Suek, Johanna Tantap, Gaudensia Oktaraviani Taufan Kharis Tohir, Rizki Kurnia Widinugraheni, Sri Wilhelmina Seran Witin, Yosephita Sabu Yasinta L. Kleden Yosep Seran Mau Yosep Seran Mau Yusratul Aini