Claim Missing Document
Check
Articles

KEANEKARAGAMAN JENIS KELELAWAR DI KABUPATEN MALAKA Christo Tae; Fadlan Pramatana; Muhajir Hasibuan; Pamona Sinaga
Jurnal Celebica : Jurnal Kehutanan Indonesia Vol. 6 No. 2 (2025): Celebica Jurnal Kehutanan Volume 6 no 2 tahun 2025
Publisher : Jurusan Kehutanan -FHIL-UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65078/jc.v6i2.179

Abstract

Kelelawar merupakan satu-satunya mamalia yang dapat terbang dan digolongkan dalam bangsa Chiroptera yang berarti mempunyai “sayap tangan”. Kelelawar berperan sangat penting bagi keberlangsungan kehidupan ekologi manusia karena kelelawar memiliki perans sebagai pemencar biji, penyerbuk bunga tumbuhan pada malam hari, dan penghasil pupuk guano. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui keanekaragaman jenis kelelawar di Kabupaten Malaka sekaligus menjadi basis data untuk keberagaman jenis kelelawaar di Pulau Timor. Penelitian dilakukan pada tiga kawasan hutan di Kabupaten Malaka yaitu Suaka Margasatwa Kateri, Hutan Lindung, Hutan Produksi dan Hutan Produksi Terbatas. Penelitian dilaksanakan selama bulan Desember hingga Januari Tahun 2024. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan misnet dan harpa trap untuk menangkap kelelawar yang selanjutnya diidentifikasi. Analisis data menggunakan indeks keanekaragaman jenis serta kesamaan komunitas. Penelitian mencatat 8 jenis dari 2 famili pada 6 lokasi penelitian dengan jumlah individu yang ditemukan sebanyak 136 individu. Jenis yang paling banyak ditemukan yaitu Cynopterus nusatenggara (45 individu), sementara jenis yang paling sedikit ditemukan yaitu Pteropus griseus (1 individu). Hasil keanekaragaman jenis menunjukkan bahwa pada lokasi SM Kateri memiliki nilai lebih tinggi dibandingkan lokasi lainnya.
PENGOLAHAN SAMPAH DI TEMPAT IBADAH SEBAGAI MEDIA PROMOSI PENGOLAHAN SAMPAH DI SUMBER DI KOTA KUPANG I Gusti Bagus Adwita Arsa; I Wayan Nampa; Yosep Seran Mau; Antonius S. Ndiwa; Nixon Rammang; Fadlan Pramatana
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Volume 6 No. 2 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i2.39475

Abstract

Sampah masih menjadi salah satu isu utama lingkungan di Kota Kupang. Tata kelola sampah yang belum optimal pada akhirnya menjadi beban lingkungan, baik lingkugan fisik maupun sosial. Fokus penanganan yang dilakukan selama ini lebih banyak pada mobilisasi sampah pada Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Terlebih TPA yang digunakan masih menggunakan teknologi open dumping. Pengabdian ini dilakukan di salah satu tempat ibadah di kota Kupang. Tempat ibadah dipilih karena menjadi salah satu potensi penyumbang sampah yang cukup besar, baik sampah organik maupun anorganik. Pengolahan sampah di tingkat sumber (tempat ibadah) akan memberikan manfaat ekonomi dan juga menjadi model pengelolaan sampah yang baik, sehingga dapat menjadi acuan dalam pengelolaan sampah rumah tangga atau komunitas. Pengabdian dilaksanakan dengan metoda partisipatif kolaboratif, melalui pemetaan permasalahan, potensi sumber bahan baku (sampah), perencanaan site plan, pengadaan alat pencacah sampah pelatihan proses pembuatan kompos, pengemasan kompos dan pemasarannya. Hasil kegiatan menunjukan bahwa kegiatan PKM ini telah mampu meningkatkan efisiensi pengolahan dan upaya penganganan sampah. Unit pengolahan yang dibangun sudah mampu berproduksi secara berkelanjutan. Teknologi mesin pencacah mampu meningkatkan efisiensi kerja, yaitu hasil yang lebih halus dan waktu yang lebih efisien. Produktivitas pencacahan sampah basah mencapai 60 kg/jam dan sampah kering 34,8 kg/jam. Hasil kegiatan PKM ini juga mampu menyelesaikan pemasalahan yang dihadapi mitra, menghasilkan insentif ekonomi, dan menjadi media promosi penaganan sampah di tingkat sumber. Pelaksanaan kegiatan secara sharing cost (65% mitra 35% PKM) memotivasi mitra untuk menjalankan usaha secara berkelanjutan karena telah turut berinvestasi.
Herpetofauna Diversity at the Nusa Cendana University Fadlan Pramatana; Yusratul Aini; Maria M. E. Purnama; Roni Haposan Sipayung; Oki Hidayat
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 11 No 1 (2025): January
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v11i1.8130

Abstract

University campuses are built to carry out the learning process. Therefore, this area has dramatically developed and impacted on the environment and biodiversity. The Nusa Cendana University (Undana) campus area as a habitat for wild animals is included in the built and managed habitat categories. In human-dominated habitats in urban areas such as Undana, it is still possible for animal species to find habitats to find food, shelter, and water sources. This research aims to analyze herpetofauna diversity and update information on preliminary studies of herpetofauna at Nusa Cendana University so that it can be used as primary data for assessing time series. Data was collected using the Visual Encounter Survey combined with the time-constrained search method for three hours from 18.30 to 21.30 WITA at three habitat types (Agricultural, open-area, and built-area habitat). The observation period is divided into two categories: dry and rainy season. Twelve species from eight herpetofauna families, consisting of four amphibians and eight reptiles, were recorded in three habitat types in the Undana campus area. It was recorded that there were six additional herpetofauna species compared to the preliminary study.
ANALISIS SENYAWA BIOAKTIF DAN UJI KELAYAKAN SIMPLISIA EKSTRAK KULIT BIDARA LAUT (STRYCHNOS LUCIDA) DAN EKSTRAK DAUN KELOR (MORINGA OLEIFERA) SEBAGAI ANTIMALARIA Carmelia Emerensi Baro; Fadlan Pramatana; Yusratul Aini; Nixon Rammang
IKRA-ITH ABDIMAS Vol. 10 No. 2 (2026): IKRAITH-ABDIMAS Vol 10 No 2 Juli 2026
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi senyawa aktif pada bidara laut(Strychnos lucida) dan daun kelor (Moringa oleifera) secara kualitatif dan kuantitatif sertamenguji kelayakan simplisia kulit bidara laut (Strychnos lucida) dan daun kelor (Moringaoleifera). Metode yang dipakai dalam penelitian ini menggunakan pengujian fitokimia secarakualitatif menggunakan senyawa kimia untuk melihat keberadaan dari metabolit sekunder padatumbuhan obat. Lalu, pengujian secara kuantitatif, dilakukan dengan pengujian fenolik totaldan flavonoid total menggunakan reagen standar Gallic acid dan Catechin.Hasil analisis menunjukkan bahwa dalam pengujian kualitatif, kulit bidara lautmengandung senyawa flavonoid, alkaloid dan tanin, sedangkan daun kelor mengandungalkaloid dan tanin. Hal ini dapat dipengaruhi oleh metode maserasi yang digunakan, serta faktorinternal dan eksternal yang dapat memengaruhi kandungan metabolit sekunder pada tumbuhanobat. Berikutnya, hasil pengujian kuantitatif menunjukkan bahwa kadar fenolik total pada kulitbidara laut dan daun kelor itu setara sebesar 77.61 mg GAE/g, yang mungkin terjadidikarenakan metode ekstraksi dan kondisi analisis yang dilakukan hampir sama. Sedangkanpada pengujian flavonoid total, nilai kulit bidara laut lebih besar dibandingkan dengan daunkelor yaitu 77,99 mg CA/g untuk kulit bidara laut dan 68,42 mg CA/g untuk daun kelor.Kata Kunci: Senyawa Bioaktif, Simplisia, Bidara Laut, Kelor, Malaria
KEANEKARAGAMAN JENIS KELELAWAR (Chiroptera) DI TAMAN NASIONAL MATALAWA Asyir Windi; Fadlan Pramatana; Muhajir Hasibuan
IKRA-ITH ABDIMAS Vol. 10 No. 2 (2026): IKRAITH-ABDIMAS Vol 10 No 2 Juli 2026
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelelawar (chiroptera) merupakana satu satunya jenis mamalia yang bisa terbabang.Kelelawar memiliki mobilitas tinggi di dalam aktivitas mencari makanan seperti bunga, buah,nektar, dan serangga pada malam hari. Indonesia memiliki beberapa jenis kelelawar yangtersebar luas dibeberapa pulau besar seperti Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi dan Papua.Dalam hal ini Taman Nasional Matalawa memeliki berbagai habitat potensi bagi flora danfauna yang dapat mendukung kehidupan kelelawa. Informasi mengenai kelelawar yang terdaptdi Tamana Nasional Matalawa masih terbatas, oleh karena itu informasi keterbaruan jeniskelelawar di Taman Nasional Matalawa yang merupakan bagian dari Kepulauan Sunda Kecilmenjadi penting sebagai dasar pengambilan keputusan dan kebijakan tindakan konservasi.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keanekaragaman jenis kelelawar (chiroptera)di Taman Nasional Matalwa. Penelitian ini menggunakan metode observasi langsung denganmenggunakan alat seperti Harpa dan Misnet dan analisis data. Hasil penelitian menunjukanbahwa jenis terbanyak yaitu nyap biasa (rousettus amplexicaudatus) sebanyak 61 individudengan lokasi temuan tertinggi yaitu resort wanggameti sebanyak 12 individu. Sementarauntuk jenis temuan yang paling sedikit ditemukan yaitu prok bruk (Rhinolopus keyensis) dengantotal keseluruhan penemuan pada ke delapan lokasi sebanyak 2 individu hal ini menunjukanmasing – masing lokasi sangat bervariasi keanekaragamannya. Kelelawar yang didapat ini 6jenis memilki kategori status Least Concern (LC), sdangkan 1 jenis yaitu Rhinolopus keyensiskekurangan data (DD), meskipun saat ini ketujuh jenis kelelawar ini tidak menghadapi ancamankepunahan yang serius di alam liar, namun tetap penting untuk menjaga habitatnya agar tetap stabil.
VALUASI EKONOMI KARBON PADA NEKROMASSA DAN SERASAH DI HUTAN LINDUNG BANSAN DESA OENENU SELATAN KECAMATAN BIKOMI TENGAH KABUPATEN TIMOR TENGAH UTARA Gudelia Greisti Jehadu; Lusia S. Marimpan; Roni H. Sipayung; Fadlan Pramatana
IKRA-ITH ABDIMAS Vol. 10 No. 2 (2026): IKRAITH-ABDIMAS Vol 10 No 2 Juli 2026
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

sasaran utama karena digunakan sebagai sarana pendaur ulang karbon di atmosfer.Selain vegetasi hidup, komponen hutan berupa biomassa mati (nekromassa danserasah) memiliki potensi yang signifikan dalam menyimpan karbon namun seringkali kurang diperhatikan dalam kajian karbon hutan. Penelitian ini bertujuan untukmenganalisis potensi biomassa, simpanan karbon, serapan CO2 serta valuasiekonomi karbon pada nekromassa dan serasah di Hutan Lindung Bansan, DesaOenenu Selatan, Kecamatan Bikomi Tengah, Kabupaten Timor Tengah Utara.Penelitian ini dilakukan pada tutupan lahan seluas 51,07 ha dengan jumlah plotsebanyak 64 plot ukur serta ukuran plot untuk nekromassa 20 m x 20 m sedangkanserasah 2 m x 2 m.Pendugaan biomassa pohon mati menggunakan 2 persamaan allometrik untukjenis yang memiliki persamaan serta 1 persamaan allometrik untuk jenis yang tidakmemiliki persamaan. Pendugaan biomassa kayu mati menggunakan rumus yangditetapkan dalam (SNI 7724, 2011), sedangkan pendugaan biomassa serasahmenggunakan rumus yang dikembangkan oleh Elvina et al., (2018). Kadar karbondalam biomassa menggunakan nilai 47% dan nilai serapan CO2 dihitungmenggunakan faktor konversi 3,67 serta valuasi ekonomi karbon dihitungberdasarkan harga karbon domestik pada Bursa Efek Indonesia.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Hutan Lindung Bansan menghasilkanpotensi biomassa 24,48 ton/ha dan karbon sebesar 11,49 ton/ha. Nilai serapan yangdihasilkan sebesar 42,17 ton/ha. Dengan nilai serapan CO2 tersebut dapatmenghasilkan keuntungan ekonomi sebesar $8.204,97 USD atau setara dengan Rp126.627.863.
VALUASI EKONOMI KARBON PADA TEGAKAN DAN TUMBUHAN BAWAH DI HUTAN LINDUNG BANSAN KECAMATAN BIKOMI TENGAH KABUPATEN TIMOR TENGAH UTARA Prisilla Afeanpah; Lusia S. Marimpan; Roni H. Sipayung; Fadlan Pramatana
IKRA-ITH ABDIMAS Vol. 10 No. 2 (2026): IKRAITH-ABDIMAS Vol 10 No 2 Juli 2026
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hutan lindung memiliki peran yang besar dalam mitigasi perubahan iklim, yakni sebagai sumber penyerap gas rumah kaca seperti CO2. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi biomassa, simpanan karbon, dan serapan CO2 serta valuasi ekonomi karbon tegakan dan tumbuhan bawah di Hutan Lindung Bansan. Penelitian ini dilakukan pada lahan seluas 51,07 Ha dengan metode non destructive untuk tegakan dan destructive untuk tumbuhan bawah. Penentuan titik plot secara purposive sampling berdasarkan kelas kerapatan vegetasi, pada 64 plot. Potensi biomassa tegakan menggunakan 5 persamaan allometrik yang spesifik pada jenisnya serta 1 persamaan allometrik untuk jenis yang belum memiliki persamaan allometrik. Potensi biomassa tumbuhan bawah menggunakan rumus yang dikembangkan oleh Iskandar et al., (2020). Nilai karbon diperoleh dengan mengalikan biomassa dengan faktor 0,47 sedangkanserapan CO2 dihitung dengan mengalikan nilai karbon dengan angka 3,67 yang merupakan konversi untuk C ke CO2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa potensi biomassa, simpanan karbon, serta serapan CO2 di Hutan Lindung Bansan secara berturut-turut adalah 348,33 ton/ha, 161,18 ton/ha, 591,52 ton/ha, sedangkan valuasi ekonomi karbon pada tegakan dan tumbuhan bawah di Hutan Lindung Bansan senilai Rp397.047.588 atau setara dengan $25.727,06 US Dollar.Kata kunci: Biomassa, Karbon, CO2, Valuasi ekonomi, Hutan Lindung
PERUBAHAN TUTUPAN LAHAN TERHADAP PENURUNAN POPULASI JALAK BALI DI KEPULAUAN NUSA PENIDA Fadlan Pramatana; Jarwadi B Hernowo; Lilik B Prasetyo
Wana Lestari Vol 2 No 2 (2020): Wana Lestari
Publisher : Program Studi Kehutanan, Fakultas Pertanian, Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/wanalestari.v3i02.3407

Abstract

The population of bali starling shows decrease fluctuations and one of program for conservation through release outside their natural habitat on Nusa Penida. Bali starling’s release activity has been carried out in Nusa Penida islands and the birds can be survive to breed. In 2010, the success program had decreased and the land cover changes could be one of the cause of the population decrease in their natural habitat. This study was aimed to analyze the decline population of bali starling in Nusa Penida islands based on land cover change. Land cover datas were obtained by unsupervised classification and supervised classification method with land cover validation point. The result of the land cover analysis in 2005, 2009, 2010, and 2016 consist of mangrove, shrubs, mix plantation or mix garden, open land, and settlements. In 2009, the land cover was dominated by mix plantation (38.88%) and shrubs (28.88%), while in 2010 it was dominated by mix plantation (26.84%) and shrubs (24.11%). Land cover changes in Nusa Penida islands as the introduction area for bali starling do not show the significant differences. The variabel of decreasing land quality in that location cannot be a factor causing the decline bali starling population.
POTENSI HABITAT JALAK BALI (Leucopsar rothschildi) DI TAMAN NASIONAL BALI BARAT Fadlan Pramatana; Jarwadi Budi Hernowo; Lilik Budi Prasetyo
Wana Lestari Vol 3 No 1 (2021): Wana Lestari
Publisher : Program Studi Kehutanan, Fakultas Pertanian, Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/wanalestari.v4i01.4870

Abstract

Bali starling (Leucopsar rothschildi) is categorized as an endangered species based on IUCN, Appendix I based on CITES, and protected animals by the goverment of Indonesia. Bali Barat National Park (BBNP) has a breeding center for the recovery of species population in their natural habitat. The BBNP promoted soft release method for the introducing species in the wild habitat. This method consists of some treatments for supporting bali starling life and as consequently the distribution of species was concentrated in small area and the species can be monitored easily. This method has an effect the natural behaviour of bali starling is difficult to be formed and makes dependence on humans, and an effect on the shift of habitat choise by bali starling in BBNP. The problem is when the bali starling has been released to the wild. The number of individuals who have been released shows decrease fluctuation. This study was aimed to analyze potential of natural habitat. This study method using a vegetation analysis. The result found that the potential habitat with an importance value index is kemloko in the pole classification with a value 230.37% in the savanna ecosystem and talok with a value 86.27% in the monsoon forest ecosystem. The potential habitat in BBNP can still support the survival of bali straling.
Keanekaragaman Jenis Amfibi (Ordo Anura) di Kawasan Hutan Penelitian Bu’at So’e Kecamatan Mollo Selatan Kabupaten Timor Tengah Selatan Provinsi Nusa Tenggara Timur Gaudensia Oktaraviani Tantap; Maria M. E. Purnama; Fadlan Pramatana
Wana Lestari Vol 4 No 2 (2022): JURNAL KEHUTANAN
Publisher : Program Studi Kehutanan, Fakultas Pertanian, Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/wanalestari.v7i02.9514

Abstract

Amphibians are an element of the ecosystem and part of the biodiversity that inhabits various habitats, thus becoming one of the groups of animal taxa commonly used as an indicator of environmental conditions. South Central Timor Regency has the potential as a natural habitat for amphibians because:has a temperature that ensures the growth and reproduction of amphibians. However, data on amphibian research is still very limited. This study aims to identify and identify diversity of amphibians of the order anura in the Bu'at-So'e Research Forest Area. The data collection method used in this study is a Visual Encounter Survey combined with a line transect. Data collection is done by making an observation path then repeated 3 times on each path. The data obtained were analyzed using the Shannon Wiener Index, species evenness, species richness, relative abundance, dominance and vegetation analysis. The results of the study found 134 individuals of amphibians consisting of 5 families and 7 species. The results showed that the species diversity index was in the medium category and the evenness, richness and dominance index were in the low category. This condition explains that, at the time the research was conducted, the habitat in the Bu'at-So'e Research Forest area was still guaranteeing the growth and reproduction of amphibians of the order Anura
Co-Authors Ade Irma Syamsudin AGNES VIRGINIA SIMAMORA Agustina Etin Nahas Agustinus Charles Muras Ahmada Yudi Surya Alimus Adrianus Tri Putra ALOYSIUS MARAWALI Anastasia Rande Andris Misa Andrys Misa Angela Yunita Kehi Anita Matang ANTONIUS R. B. OLA Antonius S. Ndiwa Ape Didex Nino Apu, Orlando Calvin Ardiyanto Namu ARIEF MAHMUD Asteria Milla Radjang Astin E. Mau Astin Elise Mau Asyir Windi Atawolo, Maria I. S. Azahra Rahmadani Berta Adelina Ria Carmelia Emerensi Baro Chors Bana CHRISTO EDUARDUS TAE Christo Tae Clemens Januarius Nuhang Desi Meriati Maring Dimas Christyan Pratama Arka Effy Roefaida Elisabeth Fore Emanuel Edo Endang Sosilawati Ewaldus Tan F. X. D. Ari Sasongko Fallo, Tri Putra M. Fandham Junior Bekalani FARIS FATHUROHMAN Ferdinandus Wea Fernanda Solagracia Nauk Fiqul El Khoir Frederik Reinardus Naiheli Gabriel Alexandro Tonda Gaudensia Oktaraviani Tantap Graciano Vivio de Araujo Gudelia Greisti Jehadu Gustaf Ridolof Saudila Halena Meldy Asa Hali, Antonius Suban I G. B. Adwita Arsa I G.B. ADWITA ARSA I GUSTI BAGUS ADWITA ARSA I Gusti Bagus Adwita Arsa I WAYAN MUDITA I Wayan Mudita IBNU MARYANTO Januaria Karolina Elisabet Oetpah Jarwadi B Hernowo JARWADI BUDI HERNOWO Jericho Albert Balol Kaho, Ludji Michael Riwu Kaho, Ludji Michael Riwu Karel Febryanto Buling Ken Dara Cita Lilik B Prasetyo LILIK BUDIPRASETYO LINCE MUKKUN Ludji Michael Riwu Kaho Lusia S. Marimpan Lusia Sulo Marimpan M Farsyudi Adib M. KASIM M. Martyn De Pores N. Olin Magdalena Gabriela Nahak Maharani Putri Mimy Mamie E. Pellondo'u Mamie E. Pellondo’u Mamie Elsyana Pellondou Mari M. E. Purnama Maria Bano Maria Charlina Isu Maria Henindra Martin Seran Maria M. E. Purnama Maria M. E. Purnama Maria M.E. Purnama Maria Marleni Ema Purnama Maria Marleni Ema Purnama Maria Purnama Mau, Astin E. Mau, Astin Elise MAYAVIRA V. HAHULY MAYAVIRA V. HAHULY Mayavira Veronica Hahuly MELYCORIANDA HUBI NDAPAMURI Mhd Muhajir Hasibuan Moresi M. Airtur Muhajir Hasibuan Muhajir Hasibuan Muhamad Soimin Muhammad Soimin Nainupu, Stefani Angela Nampa, I Wayan NANANG SUPRIATNA NIXON RAMMANG NIXON RAMMANG Nixon Rammang Nixon Rammang Nixon Rammang, Nixon Norman P. L. B Riwu Kaho Norman P. L. B. Riwu Kaho Norman P.L.B. Riwu Kaho Norman P.L.B. Riwu Kaho Norman Riwu Kaho Noviani Sarah Agusthina Duka Novianti Rosalia Abi Oki Hidayat Oki Hidayat Oki Hidayat Pamona Silvia SINAGA Pamona Sinaga Pellondo’u, Mamie E. Pellondo’u, Mamie Elsyana Peran, Anselaus Pehan Peters O Bako Petronela Syahyanti Nenotek PETRONELLA S. NENOTEK PETRONELLA S. NENOTEK Prisilla Afeanpah Purnama, Maria M. E. Purnama, Maria M.E Purnama, Maria M.E. Putri Rai Sae Putri, Saprita Nuary Putri Rahmadhiani Nurdin Ratna Sari Hasibuan Reynaldy Henuk Rischaardts Chornelis Manafe Riwu Kaho, Ludji Michael RIZKI KURNIA TOHIR RODDIALEK POLLO Roni H. Sipayung Roni Haposan Sipayung Roni Haposan Sipayung Sanjina Paul De Jesus Saveria Novi Triana Selvia Alfionita Dhiu Semarabawa, I Gede Shirly Seahan Oematan SIGIT WIANTORO Sinaga, Pamona S. Sipayung, Roni Haposan Soimin, Muhamad SRI WIDINUGRAHENI Stefan E. D. Atawatun Stefani Angela Nainupu Stella Giri Suek, Johanna Taufan Kharis Theodosius Lau Base Theresia Luku Lea Leri Tohir, Rizki Kurnia Tri Putra Merden Fallo VIKTORIANUS JEHAUT Wengki Kuanine Widiastuti Kartini Rambu Tawuru May Wilhelmina Seran Yakobus Fernandez Lamury YASINTA LETEK KLEDEN YENNY RAJA KANA Yohanes Erwin Amleni YOSEP SERAN MAU Yosep Seran Mau Yosephita Sabu Witin Yosua Prastowo Pehi YUSRATUL AINI Yusratul Aini