Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas implementasi kebijakan Kurikulum Merdeka, kemitraan industri, sertifikasi kompetensi, dan pendanaan dalam meningkatkan kualitas lulusan di SMKN 1 Buntok. Dengan pendekatan kualitatif studi kasus, data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dari kepala sekolah, guru produktif, siswa, alumni, dan mitra industri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kurikulum Merdeka paling efektif dalam mendorong pembelajaran berbasis projek, disusul oleh kemitraan industri yang mendukung program PKL. Namun, akses terhadap sertifikasi kompetensi dan dukungan pendanaan masih terbatas, sehingga memengaruhi kelengkapan kompetensi dan fasilitas belajar siswa. Penelitian ini merekomendasikan sinergi antarkebijakan serta penguatan kolaborasi dengan dunia usaha dan pemerintah untuk menciptakan pendidikan vokasi yang adaptif dan berdaya saing.