This study aims to analyze the integration of the Yellow Book Study Forum extracurricular program in improving the quality of learning in the Al-Qur'an Hadith subject at MAN 3 Cirebon. The background of this study is the gap between educational expectations and outcomes, as well as the need to develop holistic human beings with general and religious knowledge. Extracurricular integration is seen as a solution to overcome limited learning time, maintain student interest, and develop cross-disciplinary skills. This study used a qualitative approach with a case study method. Data were collected through interviews with Al-Qur'an Hadith teachers, mentors, and students, as well as through observation and documentation. Three main focuses were identified: how the integration was implemented, the methods used, and the resulting implications. The results indicate that the integration of the Yellow Book Study Forum extracurricular program with the Al-Qur'an Hadith subject was successful due to the similarity in learning objectives and methods used. The objectives of this extracurricular program align with the objectives of the Al-Qur'an Hadith subject, namely to deepen and broaden students' knowledge of Islamic religious education. The learning methods applied in the extracurricular program, such as discussion and problem-solving, align with the methods used in the classroom. This integration has significant implications, both academically and affectively. Academically, students experience improved understanding of the material due to familiarity with classical Arabic and Islamic texts, which positively impacts their grades. Affectively, this integration strengthens religious values and increases students' love for the Quran and Hadith Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis integrasi program ekstrakurikuler Forum Kajian Kitab Kuning dalam meningkatkan kualitas pembelajaran mata pelajaran Al-Qur’an Hadis di MAN 3 Cirebon. Latar belakang penelitian ini adalah adanya kesenjangan antara harapan dan hasil pendidikan, serta kebutuhan untuk membentuk manusia seutuhnya yang memiliki pengetahuan umum dan agama. Integrasi ekstrakurikuler dipandang sebagai solusi untuk mengatasi keterbatasan waktu pembelajaran, mempertahankan minat siswa, dan mengembangkan keterampilan lintas disiplin. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan guru Al-Qur’an Hadis, pembina, dan siswa, serta melalui observasi dan dokumentasi. Terdapat tiga fokus utama: bagaimana integrasi tersebut diterapkan, metode yang digunakan, dan implikasi yang dihasilkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi Ekstrakurikuler Forum Kajian Kitab Kuning dengan mata pelajaran Al-Qur’an Hadis dapat terwujud karena kesamaan tujuan pembelajaran dan metode yang digunakan. Tujuan ekstrakurikuler ini sejalan dengan tujuan mata pelajaran Al-Qur’an Hadis, yaitu memperdalam dan memperluas pengetahuan siswa tentang pendidikan agama Islam. Metode pembelajaran yang diterapkan dalam ekstrakurikuler, seperti diskusi dan pemecahan masalah, selaras dengan metode yang digunakan di kelas. Integrasi ini memiliki implikasi signifikan, baik secara akademis maupun afektif. Secara akademis, siswa mengalami peningkatan pemahaman materi karena terbiasa dengan bahasa Arab klasik dan teks-teks keislaman, yang berdampak positif pada nilai mereka. Secara afektif, integrasi ini memperkuat nilai-nilai religius dan meningkatkan kecintaan siswa terhadap Al-Qur’an dan Hadis