Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

FAKTOR PREDIKTIF SINDROM METABOLIK TERHADAP PENURUNAN KEKUATAN GENGGAMAN OTOT TANGAN: STUDI DI TIGA KELURAHAN DKI JAKARTA Ernawati; Satyanegara, William Gilbert; Firmansyah, Yohanes
Jurnal Muara Medika dan Psikologi Klinis Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Muara Medika dan Psikologi Klinis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmmpk.v5i1.35874

Abstract

Pendahuluan: Sindrom metabolik merupakan salah satu masalah kesehatan global yang berkaitan erat dengan penurunan kekuatan otot, termasuk kekuatan genggaman tangan, yang dapat menjadi prediktor dini disabilitas, morbiditas, dan mortalitas. Namun, penelitian di Indonesia mengenai hubungan faktor metabolik dengan kekuatan otot masih terbatas. Metode: Studi ini menggunakan desain observasional potong lintang multisenter di tiga kelurahan DKI Jakarta dengan consecutive sampling terhadap 240 responden dewasa. Data antropometri, biomarker darah, dan kekuatan genggaman tangan diukur, lalu dianalisis dengan regresi linear berganda menggunakan pendekatan Backward Likelihood Ratio (Backward LR) dengan signifikansi p<0,05 Hasil: Rerata usia responden adalah 51,28 tahun dengan kekuatan genggaman tangan gabungan 22,01 kg. Analisis regresi menunjukkan bahwa usia berhubungan negatif signifikan dengan kekuatan otot (p<0,001), sedangkan hemoglobin berhubungan positif signifikan (p≈0,001–0,002). Sebaliknya, HDL (High-Density Lipoprotein) (p≈0,001–0,002) dan gula darah puasa (p≈0,014–0,041) berhubungan negatif signifikan. WHR (Waist-Hip Ratio) juga terbukti signifikan pada model akhir (p≈0,006–0,023). Model terbaik (Model 3–6) menunjukkan adjusted R² sebesar 0,333–0,337, artinya sekitar 33% variasi kekuatan genggaman tangan dapat dijelaskan oleh variabel-variabel tersebut. Kesimpulan: Kekuatan genggaman tangan masyarakat Jakarta dipengaruhi oleh usia, hemoglobin, HDL, WHR, dan gula darah puasa. Faktor metabolik terbukti berperan penting terhadap fungsi muskuloskeletal, sehingga pemeriksaan kekuatan genggaman tangan dapat dijadikan skrining sederhana dalam deteksi dini risiko penurunan fungsi otot dan intervensi preventif.
HUBUNGAN KADAR INSULIN PUASA DENGAN KADAR GULA DARAH PUASA DAN KENDALI HBA1C PADA KELOMPOK LANSIA Gunawan, Shirly; Kosasih, Robert; Santoso, Alexander Halim; Wijaya, Dean Ascha; Kurniawan, Joshua; Satyanegara, William Gilbert
Ebers Papyrus Vol. 31 No. 2 (2025): EBERS PAPYRUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/237m8209

Abstract

Pendahuluan: Diabetes melitus merupakan penyebab utama morbiditas global, dengan prevalensi yang terus meningkat, terutama pada populasi lansia. Pengukuran gula darah puasa (GDP) dan HbA1c sering digunakan untuk mengevaluasi kontrol glikemik, namun memiliki keterbatasan dalam mencerminkan dinamika sekresi dan sensitivitas insulin. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kadar insulin puasa dengan GDP dan HbA1c terutama pada populasi lansia. Metode: Desain studi penelitian ini adalah potong lintang pada 41 lansia di Panti Santa Anna pada November 2023. Analisis statistik menggunakan uji Spearman. Hasil: Analisa korelasi Spearman-rho antara kadar insulin puasa dengan kadar gula darah puasa menunjukkan tidak adanya hubungan bermakna antara kadar insulin puasa dengan kadar gula darah puasa, namun penelusuran secara klinis menunjukkan korelasi positif lemah (p: 0,329, r: 0.156). Kadar insulin puasa terhadap kadar HbA1c juga menunjukkan tidak adanya hubungan bermakna, namun secara klinis berkorelasi positif lemah (p: 0,256, r: 0,182). Kesimpulan: Penelitian ini ingin melihat korelasi positif secara klinis antara kadar insulin puasa dan parameter metabolik diabetes, yang dapat tersamarkan oleh mekanisme kompensasi resistensi insulin serta proses inflamasi dan gangguan metabolik. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami hubungan sebab-akibat antara kedua parameter tersebut dengan kadar insulin puasa secara mendalam sehingga dapat mengoptimalkan target pengobatan dan mencegah komplikasi lebih lanjut.
Co-Authors Adjie, Eko Kristanto Kunta Agustina Alifa, Tosya Putri Amimah, Ranindita Maulya Ismah Angtoni, Miranda Aribowo, Aretha Sarah Atzmardina, Zita Averina, Friliesa Baroto, Radian Tunjung Chua, Jimmy Darmawan, Reagan Destra, Edwin Dinata, Freddy Edbert, Bruce Emilda, Emilda Ernawati Ernawati Ernawati Ezra, Pasuarja Jeranding Fransisca I. R. Dewi Frisca Frisca Gaofman, Brian Albert Goh, Daniel Gracienne, Gracienne Gunaidi, Farell Christian Handayanti, Luthfi Hartono, Vincent Aditya Budi Hendsun, Hendsun Herdiman, Alicia Jap, Ayleen Nathalie Jaya, I Made Satya Pramana Kaminto, Eric Raditya Kasvana Kasvana Kasvana, Kasvana Kosasih, Robert Kurniawan, Joshua Kusuma, Kanaya Fide Linda Yulianti Wijayadi, Linda Yulianti Lumintang, Valentino Gilbert Mahaputera, Pramadio Mandalika, Astin Marcella, Agnes Mashadi, Fladys Jashinta Moniaga, Catharina Sagita Natasya Nathaniel, Fernando Normala, Ajeng Pambudi, Wiyarni Pati, Vanessa Irenea Peter Ian Limas Pujiono, Sheryn Purnomo, Yonathan Adi R Dewi, Fransisca Iriani Ranonto, Steve Vallery Rayhan, Naufal Rudi Rudi Ruslim, Welly Hartono S, Donatila Mano Saerang, Stefanus Hnady Samara, Trisha Santoso, Alexander Halim Satyo, Timothy Setia, Nicholas Shirly Gunawan Sidarta, Erick Siufui Hendrawan Soebrata, Linginda Soni, Yulfitra Su, Ernawati Sugiharto, Hans Suros, Angel Sharon Sutedja, Gina Triana Syachputri, Rifi Nathaznya Syarifah, Andhini Ghina Tamaro, Anggita Tan, Sukmawati Tansil Teguh, Stanislas Kotska Marvel Mayello Tiranda, Wisasti Gladys Chantika Triyana Sari Waltoni, Bobby Marshel Ancheloti Warsito, Jonathan Hadi Widjaja, Yoanita Wijaya, Christian Wijaya, Dean Ascha Wijaya, Dean Ascha Wijaya Yogie, Giovanno Sebastian Yohanes Firmansyah Yudhitiara, Novia