Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

PENYULUHAN DAN PEMERIKSAAN UNTUK MENCEGAH KERUSAKAN KULIT AKIBAT PAPARAN SINAR MATAHARI Wijayadi, Linda Yulianti; Kurniawan, Joshua; Satyanegara, William Gilbert
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2024): Volume 5 No. 2 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i2.26453

Abstract

Paparan sinar matahari dapat menyebabkan kerusakan kulit yang serius. Penyuluhan mengenai kerusakan kulit akibat paparan sinar matahari memiliki peran penting dalam meningkatkan kesadaran masyarakat tentang risiko yang terkait dan langkah-langkah pencegahan yang dapat diambil. Kegiatan penyuluhan memberikan informasi yang akurat dan ilmiah mengenai efek buruk sinar UV pada kulit, termasuk penuaan dini, bintik-bintik gelap, kanker kulit, dan gangguan pigmen. Selain itu, penyuluhan juga memberikan pemahaman mengenai pentingnya penggunaan tabir surya, pakaian pelindung, penghindaran paparan sinar matahari pada jam-jam terik, dan perawatan kulit yang tepat. Pencegahan kerusakan kulit akibat paparan sinar matahari melalui penyuluhan juga melibatkan pengenalan gaya hidup sehat, seperti menghindari penggunaan tanning bed dan merokok, serta mengadopsi pola makan yang kaya antioksidan. Dengan adanya penyuluhan yang tepat, masyarakat dapat mengambil tindakan pencegahan yang efektif untuk melindungi kulit mereka dari kerusakan yang disebabkan oleh paparan sinar matahari. Penyuluhan ini memiliki implikasi penting dalam mengurangi insiden kerusakan kulit dan mempromosikan kesehatan kulit yang optimal dalam masyarakat secara keseluruhan.
PENYULUHAN DAN PEMERIKSAAN UNTUK MENCEGAH KERUSAKAN KULIT AKIBAT PAPARAN SINAR MATAHARI Wijayadi, Linda Yulianti; Kurniawan, Joshua; Satyanegara, William Gilbert
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2024): Volume 5 No. 2 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i2.26464

Abstract

Paparan sinar matahari dapat menyebabkan kerusakan kulit yang serius. Penyuluhan mengenai kerusakan kulit akibat paparan sinar matahari memiliki peran penting dalam meningkatkan kesadaran masyarakat tentang risiko yang terkait dan langkah-langkah pencegahan yang dapat diambil. Kegiatan penyuluhan memberikan informasi yang akurat dan ilmiah mengenai efek buruk sinar UV pada kulit, termasuk penuaan dini, bintik-bintik gelap, kanker kulit, dan gangguan pigmen. Selain itu, penyuluhan juga memberikan pemahaman mengenai pentingnya penggunaan tabir surya, pakaian pelindung, penghindaran paparan sinar matahari pada jam-jam terik, dan perawatan kulit yang tepat. Pencegahan kerusakan kulit akibat paparan sinar matahari melalui penyuluhan juga melibatkan pengenalan gaya hidup sehat, seperti menghindari penggunaan tanning bed dan merokok, serta mengadopsi pola makan yang kaya antioksidan. Dengan adanya penyuluhan yang tepat, masyarakat dapat mengambil tindakan pencegahan yang efektif untuk melindungi kulit mereka dari kerusakan yang disebabkan oleh paparan sinar matahari. Penyuluhan ini memiliki implikasi penting dalam mengurangi insiden kerusakan kulit dan mempromosikan kesehatan kulit yang optimal dalam masyarakat secara keseluruhan.
KEGIATAN PENGABDIAN MASYARAKAT MENGENAI EDUKASI DAN DETEKSI DINI GULA DARAH DAN ANEMIA DALAM RANGKA MENJAGA KESEHATAN HIDRASI KULIT PADA POPULASI DEWASA DI SMP KALAM KUDUS, JAKARTA Tan, Sukmawati Tansil; Satyanegara, William Gilbert; Wijaya, Dean Ascha; Edbert, Bruce; Kasvana, Kasvana; Setia, Nicholas
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2024): Volume 5 No. 2 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i2.27423

Abstract

Xerosis kutis (kulit kering) merupakan kondisi kulit yang disebabkan oleh berkurangnya hidrasi pada stratum korneum dan ditandai dengan gejala klinis seperti kulit yang kasar, bersisik, dan terkelupas. Penyebabnya melibatkan 2 faktor, yaitu faktor internal seperti penuaan, penyakit internal (diabtes dan anemia) dan faktor eksternal seperti paparan sinar matahari, durasi mandi yang lama, cuaca, dehidrasi, serta penggunaan obat tertentu. Diabetes melitus dapat meningkatkan risiko terjadinya kulit kering dan pruritus kronik. Kadar glukosa yang tidak terkontrol dengan baik dapat merusak barrier kulit dan menyebabkan kerusakan saraf yang berdampak pada hidrasi dan kelembaban kulit. Anemia defisiensi zat besi juga dapat menyebabkan kulit kering dan gatal. Kulit kering dapat meningkatkan risiko gatal, yang memicu tindakan menggaruk sehingga menyebabkan kulit menjadi luka dan rentan terhadap infeksi, yang mempengaruhi kualitas hidup individu. Kegiatan ini bertujuan untuk mencegah masalah kulit kering dengan memberikan edukasi dan skrining kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga hidrasi kulit. Kegiatan yang dilakukan di SMP Kalam Kudus ini diikuti oleh 127 peserta dengan rerata usia 39 tahun. Rerata kadar gula darah sewaktu, hemoglobin, hematokrit, kadar hidrasi tangan kanan dan tangan kiri peserta masing-masing adalah 90 mg/dL, 12,9 g/dL, 38%, 40%, dan 45%. Melalui kegiatan ini, diharapkan peserta dapat memahami faktor risiko kulit kering, terutama dampak gula darah dan anemia terhadap kulit kering, serta memahami cara merawat kulit agar tetap terhidrasi dengan baik.
PENYULUHAN SEBAGAI UPAYA MENURUNKAN ANGKA KEJADIAN DEMAM TIFOID DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS LEGOK Atzmardina, Zita; Darmawan, Reagan; Satyanegara, William Gilbert; Natasya
Jurnal Serina Abdimas Vol 1 No 1 (2023): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v1i1.24540

Abstract

Typhoid fever is a digestive disease with risk factors for lack of knowledge and inadequate hand washing. Typhoid fever cases in the world reach 11-20 million cases per year. The incidence of Typhoid fever in Asia is 267.6 cases per 100,000 per year. According to the RI Ministry of Health, Typhoid fever in Indonesia reached 41,081 cases. At the Puskesmas Legok there was an increase in typhoid fever visits of 550% in August compared to the average number of visits each month. The purpose of holding this activity is to increase public knowledge about typhoid fever and how to wash hands properly and correctly in the Puskesmas Legok. A community diagnostic approach is used to determine causes and interventions. Collecting data using a mini-survey and identifying the causes of problems through the Blum paradigm. The problem priority is determined from the Delphi non-scoring method. The root cause of the problem is determined using a Fishbone diagram. Intervention by counseling about Typhoid fever, training on proper and proper hand washing as well as distributing leaflets and placing posters. Monitoring uses the Plan-Do-Check-Action (PDCA) method and evaluation uses a systems approach. The results obtained at the counseling regarding Typhoid fever along with the pre-test and post-test, obtained a post-test value of > 70 in 85% of respondents. The results of good and correct hand washing activities were found to be 80% washing hands properly and correctly. It was concluded that one of the reasons for the increase in Typhoid fever cases at the Legok Health Center was the lifestyle aspect. After the intervention, there was an increase in knowledge about Typhoid fever and how to wash hands properly and correctly. Demam Tifoid merupakan penyakit pencernaan dengan faktor risiko kurangnya pengetahuan dan mencuci tangan yang tidak adekuat. Kasus demam Tifoid di dunia mencapai 11-20 juta kasus per tahun. Insiden demam Tifoid di Asia sebesar 267,6 kasus per 100.000 per tahun. Menurut Kemenkes RI, demam Tifoid di Indonesia mencapai 41.081 kasus. Pada Puskesmas Legok terdapat peningkatan kunjungan demam Tifoid sebesar 550% di bulan Agustus dibandingkan dengan jumlah kunjungan rerata tiap bulannya. Tujuan diadakannya kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai demam Tifoid dan cara mencuci tangan yang baik dan benar di wilayah kerja Puskesmas Legok. Pendekatan diagnosis komunitas digunakan untuk menentukan penyebab serta intervensinya. Pengumpulan data menggunakan minisurvey dan mengidentifikasi penyebab masalah melalui paradigma Blum. Prioritas masalah ditentukan dari metode non-scoring Delphi. Akar penyebab masalah ditentukan menggunakan diagram Fishbone. Intervensi dengan penyuluhan mengenai demam Tifoid, pelatihan cuci tangan yang baik dan benar serta pembagian leaflet dan pemasangan poster. Monitoring menggunakan metode Plan-Do-Check-Action (PDCA) dan evaluasi menggunakan pendekatan sistem. Hasil yang didapatkan pada penyuluhan mengenai demam Tifoid disertai pre-test dan post-test, didapatkan nilai post-test > 70 pada 85% responden. Hasil kegiatan cuci tangan yang baik dan benar didapatkan 80% melakukan cuci tangan dengan baik dan benar. Disimpulkan bahwa salah satu penyebab peningkatan kasus demam Tifoid di Puskesmas Legok adalah aspek lifestyle. Setelah intervensi didapatkan peningkatan pengetahuan mengenai demam Tifoid dan cara mencuci tangan yang baik dan benar.
FAKTOR PREDIKTIF SINDROM METABOLIK TERHADAP PENURUNAN KEKUATAN GENGGAMAN OTOT TANGAN: STUDI DI TIGA KELURAHAN DKI JAKARTA Ernawati; Satyanegara, William Gilbert; Firmansyah, Yohanes
Jurnal Muara Medika dan Psikologi Klinis Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Muara Medika dan Psikologi Klinis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmmpk.v5i1.35874

Abstract

Pendahuluan: Sindrom metabolik merupakan salah satu masalah kesehatan global yang berkaitan erat dengan penurunan kekuatan otot, termasuk kekuatan genggaman tangan, yang dapat menjadi prediktor dini disabilitas, morbiditas, dan mortalitas. Namun, penelitian di Indonesia mengenai hubungan faktor metabolik dengan kekuatan otot masih terbatas. Metode: Studi ini menggunakan desain observasional potong lintang multisenter di tiga kelurahan DKI Jakarta dengan consecutive sampling terhadap 240 responden dewasa. Data antropometri, biomarker darah, dan kekuatan genggaman tangan diukur, lalu dianalisis dengan regresi linear berganda menggunakan pendekatan Backward Likelihood Ratio (Backward LR) dengan signifikansi p<0,05 Hasil: Rerata usia responden adalah 51,28 tahun dengan kekuatan genggaman tangan gabungan 22,01 kg. Analisis regresi menunjukkan bahwa usia berhubungan negatif signifikan dengan kekuatan otot (p<0,001), sedangkan hemoglobin berhubungan positif signifikan (p≈0,001–0,002). Sebaliknya, HDL (High-Density Lipoprotein) (p≈0,001–0,002) dan gula darah puasa (p≈0,014–0,041) berhubungan negatif signifikan. WHR (Waist-Hip Ratio) juga terbukti signifikan pada model akhir (p≈0,006–0,023). Model terbaik (Model 3–6) menunjukkan adjusted R² sebesar 0,333–0,337, artinya sekitar 33% variasi kekuatan genggaman tangan dapat dijelaskan oleh variabel-variabel tersebut. Kesimpulan: Kekuatan genggaman tangan masyarakat Jakarta dipengaruhi oleh usia, hemoglobin, HDL, WHR, dan gula darah puasa. Faktor metabolik terbukti berperan penting terhadap fungsi muskuloskeletal, sehingga pemeriksaan kekuatan genggaman tangan dapat dijadikan skrining sederhana dalam deteksi dini risiko penurunan fungsi otot dan intervensi preventif.
Co-Authors Adjie, Eko Kristanto Kunta Agustina Alifa, Tosya Putri Amimah, Ranindita Maulya Ismah Angtoni, Miranda Aribowo, Aretha Sarah Atzmardina, Zita Averina, Friliesa Averina, Frilliesa Baroto, Radian Tunjung Biromo, Anastasia Ratnawati Charissa, Olivia Chua, Jimmy Darmawan, Reagan Destra, Edwin Dinata, Freddy Edbert, Bruce Emilda, Emilda Ernawati Ernawati Ernawati Ezra, Pasuarja Jeranding Fransisca I. R. Dewi Fransisco, Melkior Michael Frisca Frisca Gaofman, Brian Albert Goh, Daniel Gracienne, Gracienne Gunaidi, Farell Christian Handayanti, Luthfi Hartono, Vincent Aditya Budi Hendsun, Hendsun Herdiman, Alicia Jap, Ayleen Nathalie Jaya, I Made Satya Pramana Kaminto, Eric Raditya Kasvana Kasvana Kasvana, Kasvana Kosasih, Robert Kurniawan, Joshua Kusuma, Kanaya Fide Linda Yulianti Wijayadi, Linda Yulianti Lumintang, Valentino Gilbert Mahaputera, Pramadio Mandalika, Astin Marcella, Agnes Mashadi, Fladys Jashinta Moniaga, Catharina Sagita Natasya Nathaniel, Fernando Noer Saelan Tadjudin Normala, Ajeng Pambudi, Wiyarni Pati, Vanessa Irenea Peter Ian Limas Pujiono, Sheryn Purnomo, Yonathan Adi R Dewi, Fransisca Iriani Ranonto, Steve Vallery Rayhan, Naufal Rudi Rudi Ruslim, Welly Hartono S, Donatila Mano Saerang, Stefanus Hnady Samara, Trisha Santoso, Alexander Halim Sari, Triyana Satyo, Timothy Setia, Nicholas Shirly Gunawan Sidarta, Erick Sitorus, Ribkha Anggeline Hariesti Siufui Hendrawan Soebrata, Linginda Soni, Yulfitra Su, Ernawati Sugiarto, Hans Sugiharto, Hans Suros, Angel Sharon Sutedja, Gina Triana Syachputri, Rifi Nathaznya Syarifah, Andhini Ghina Tamaro, Anggita Tan, Sukmawati Tansil Teguh, Stanislas Kotska Marvel Mayello Tiranda, Wisasti Gladys Chantika Waltoni, Bobby Marshel Ancheloti Warsito, Jonathan Hadi Widjaja, Yoanita Wijaya, Christian Wijaya, Dean Ascha Wijaya, Dean Ascha Wijaya Yogie, Giovanno Sebastian Yohanes Firmansyah Yudhitiara, Novia