Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Kegiatan Penyuluhan Dan Penapisan Komposisi Tubuh Pada Kelompok Lanjut Usia Di Gereja St. Fransiskus Asisi Limas, Peter Ian; Kasvana Kasvana; Saerang, Stefanus Hnady; Satyanegara, William Gilbert; Wijaya, Dean Ascha; Santoso, Alexander Halim
jurnal ABDIMAS Indonesia Vol. 2 No. 2 (2024): Juni : Jurnal ABDIMAS Indonesia
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/jurai.v2i2.1317

Abstract

Aging is associated with significant changes in body composition, specifically a decrease in lean body mass and an increase in fat mass. These changes contribute to the prevalence of obesity and sarcopenia in the elderly population, impacting quality of life, morbidity and mortality. A complex interaction between hormonal decline, chronic inflammation, nutritional deficiencies, and reduced physical activity underlies these changes. This activity uses the PDCA (Plan-Do-Check-Act) methodology to screen for obesity and sarcopenia in the elderly at St. Mary's Church, Francis of Assisi. We use Bioelectrical Impedance Analysis (BIA) to measure body composition, which includes total body fat, visceral fat, subcutaneous fat, and muscle mass. Among 32 participants, the average total body fat, visceral fat, subcutaneous fat, and muscle mass were 36.5% each; 9.6%; 9.68%; and 21.5%. Body composition assessment using BIA is very important in managing the elderly's health. Preventive strategies, including tailored exercise programmes, nutritional counselling, and lifestyle modifications, are essential to maintain muscle mass and prevent excessive fat deposition, thereby improving quality of life and reducing morbidity and mortality. Keywords: Body Composition, Obesity, Sarcopenia, Elderly, Bioelectrical Impedance Analysis
COMPARISON BETWEEN NUTRITIONAL STATUS AND VALUES OF THE PEDIATRIC SYMPTOM CHECKLIST 17 QUESTIONNAIRE CROSS-SECTIONAL STUDY AT 5 ELEMENTARY SCHOOLS IN CIHERANG VILLAGE Santoso, Alexander Halim; Firmansyah, Yohanes; Dewi, Fransisca Iriani R; Agustina, Agustina; Satyanegara, William Gilbert; Edbert, Bruce; Warsito, Jonathan Hadi; Suros, Angel Sharon
HEARTY Vol 12 No 3 (2024): AGUSTUS
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/hearty.v12i3.16414

Abstract

Child malnutrition, both over and undernutrition, is a serious problem affecting millions of children worldwide, with significant short- and long-term impacts on children's health and development. This research study the correlation between dietary status and emotional and behavioural problem among primary school children in Ciherang Village. This study is a cross-sectional design in which children who satisfy the specified criteria will undergo weight and height measurements. Their body mass index (BMI) will be calculated and compared to the BMI-for-age chart (BMI/Age). Additionally, the children will complete the Pediatric Symptom Checklist 17 (PSC-17) questionnaire. A total of 246 children from 5 schools in the Ciherang area met the inclusion criteria. The analysis revealed a significant correlation between the average difference in body mass index and the total PSC 17 score (p-value=0.026). This study identified a comparison between children's dietary health and emotional and behavioural disorders. This serves as a reminder of the significance of monitoring children's development and implementing a well-rounded diet to promote children's mental well-being.
EVALUASI SENSITIFITAS DAN BATAS NILAI DETEKSI CT VALUE DARI 3 PRODUK KOMERSIAL TES CEPAT ANTIGEN SARS COV-2 TERHADAP RT-PCR Satyanegara, William Gilbert; Pati, Vanessa Irenea; Firmansyah, Yohanes; Hendsun, Hendsun; Hendrawan, Siufui
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol. 8 No. 2 (2024): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmstkik.v8i2.23536

Abstract

Latar Belakang: Infeksi SARS CoV-2 pertama kali dilaporkan pada tahun 2019, dan menjadi pandemic hingga saat ini. Pemeriksaan penunjang RT-PCR dengan CT value menjadi standar baku emas dalam penegakan diagnose. Keterbatasan pada pemeriksaan RT-PCR membuat tes cepat antigen menjadi alternatif pemeriksaan masal COVID-19. Secara umum, tes antigen cepat diperkirakan dapat bekerja baik pada pasien dengan kadar viral load yang tinggi (CT value <25), namum perlu adanya studi lebih lanjut mengenai nilai prediksi CT value terhadap antigen seiring dengan banyaknya produk komersial tes antigen cepat yang beredar. Hal ini membuat peneliti tertarik untuk meneliti hal tersebut. Metode: Desain penelitian ini adalah potong lintang. Pengambilan data dilaksanakan di Klinik Citra Semanan dan Klinik Sukma pada peride Januari 2021 hingga November 2022. Sampel penelitian berupa nilai CT value pada ketiga alat jenis antigen yang disamarkan (Antigen A, B dan C) terhadap RT-PCR. Analisa statistik menggunakan independent t-test dan Mann Whitney, uji ROC Curve. Sebelum dilakukan pengujian statistic, dilakuka uji normalitas data menggunakan uji Kolmogorov-Smirnoc dan Shapiro Wilk serta pengujian vairan antar kelompok dengan uji Levene. Hasil: Ketiga alat antigen memiliki sensitifitas yang berbeda-beda. Antigen A memiliki sensitifitas sebesar 68,9%, Antigen B memiliki sensitifitas sebesar 88,9% dan Antigen C memiliki sensitifitas sebesar 82.4%. Didapatkan CT value gen ORF pada ketiga jenis antigen 24,00 dan CT value gen ORF sebesar 22,68. Nilai median CT value gen ORF produk A 20,20 (11,01-30,20), B 22,09 (12,00-30,71), dan C 21,51 (10,20-29,58) dengan p-value 0,005. Nilai median dari CT value gen N pada produk A 18,89 (7,72-28,50), B 21,18 (10-50-30,56), dan C 20,59 (9,23-29,35) dengan p-value 0,004. Kesimpulan: Nilai sensifitas ketiga alat tersebut sangatlah bervariasi dengan rentang 68,9% hingga 88,9%. Penelitian ini didapatkan bahwa ketiga antigen ini mampu mendeteksi dengan nilai CT value pada angka 24 untuk gen ORF dan 22,68 pada gen N. Hal ini dapat membantu tenaga kesehatan untuk menjelaskan kepada pasien yang mendapatkan hasil positif, memperkirakan lama hari paska infeksi, dan besarnya pasien untuk menularkan virus tersebut kepada orang lain.
Peningkatan Kesehatan Mental dengan Pemantauan Kadar Vitamin D pada Kelompok Lanjut Usia Biromo, Anastasia Ratnawati; Santoso, Alexander Halim; Tadjudin, Noer Saelan; Satyanegara, William Gilbert; Destra, Edwin; Gunaidi, Farell Christian; Herdiman, Alicia; Averina, Frilliesa
Jurnal Kesehatan Amanah Vol. 9 No. 1 (2025): Jurnal Kesehatan Amanah
Publisher : Universitas Muhammadiyah Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57214/jka.v9i1.890

Abstract

Vitamin D is a micronutrient required by the body. Vitamin D has various functions, including its potential to prevent depression. There are studies suggesting that people with depression are at risk of vitamin D deficiency. This study discusses the correlation between vitamin D and depression.  This is a cross-sectional study designed to investigate the relationship between vitamin D levels and depression in elderly (≥ 60 years) residing at Bina Bhakti Nursing Home. Participants who meet the criteria underwent measurement of vitamin D levels and assessment for depression using the Geriatric Depression Scale (GDS). Spearman correlation is used as the statistical analysis to evaluate the relationship between variables. 93 respondents met the criteria with average age of 74.19 years (61-97 years). 77 respondents were female (82.8%) and 16 respondents (17.2%) were male. The mean vitamin D level was 9.78 ng/ml (1.07-25.6ng/mL) and the mean GDS score was 4.51 (0-15). The results of the analysis showed a significant negative correlation between vitamin D levels and GDS scale (-0.287, p-value=0.005). Low vitamin D levels are associated with increased GDS scores, indicating that it is important for the elderly to fulfill their vitamin D needs as an preventive measure against depression
Peran Kadar Gula Darah dan Asam Urat terhadap Komposisi Lemak dan Massa Otot Wanita Dewasa di Jakarta: Studi Multisenter dengan Kontrol Usia: The Role of Blood Sugar and Uric Acid Levels on Fat Composition and Muscle Mass in Adult Women in Jakarta: A Multicenter Study with Age Control Sari, Triyana; Santoso, Alexander Halim; Sidarta, Erick; Wijaya, Christian; Satyanegara, William Gilbert
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 7 No 2 (2025): EDISI AGUSTUS
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v7i2.176

Abstract

Pendahuluan: Prevalensi diabetes melitus dan hiperurisemia yang meningkat pada wanita dewasa di Indonesia menjadi perhatian karena berkaitan dengan peningkatan lemak tubuh dan penurunan massa otot. Lemak viseral diketahui sebagai prediktor risiko metabolik, sementara massa otot penting dalam regulasi glukosa. Namun, studi untuk evaluasi hubungan antara kadar gula darah, asam urat, dan komposisi tubuh pada populasi wanita Indonesia masih terbatas. Metode: Penelitian ini merupakan studi potong lintang multisenter di enam kelurahan DKI Jakarta, melibatkan 325 perempuan dewasa yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui pemeriksaan gula darah puasa dan asam urat dari darah vena setelah puasa ≥8 jam, serta pengukuran komposisi tubuh menggunakan OMRON HBF-375. Analisis statistik dilakukan menggunakan uji korelasi Pearson dan partial correlation dengan usia sebagai variabel kontrol. Hasil: Rerata usia responden adalah 48,7 tahun (SD 13,26). Kadar gula darah puasa berkorelasi positif signifikan dengan total lemak tubuh (r = 0.175, p = 0.002), lemak viseral (r = 0.156, p = 0.005), dan lemak subkutan (r = 0.136, p = 0.014); korelasi tetap signifikan setelah kontrol usia (p < 0.05). Kadar asam urat juga berkorelasi signifikan dengan lemak viseral (r = 0.235) dan subkutan (r = 0.210), p < 0.001. Tidak ditemukan korelasi signifikan antara kedua biomarker dengan massa otot (p > 0.05). Kesimpulan: Gula darah dan asam urat berkaitan dengan peningkatan lemak tubuh secara independen terhadap usia, sedangkan penurunan massa otot lebih dipengaruhi oleh proses penuaan.
Correlation of screen time with behavioral, emotional and psychosocial disorders–multicenter research at 5 Ciherang Village Elementary Schools R Dewi, Fransisca Iriani; Agustina, Agustina; Ernawati, Ernawati; Santoso, Alexander Halim; Satyanegara, William Gilbert; Firmansyah, Yohanes; Teguh, Stanislas Kotska Marvel Mayello; Jap, Ayleen Nathalie; Rayhan, Naufal
Science Midwifery Vol 12 No 1 (2024): April: Health Sciences and related fields
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/midwifery.v12i1.1498

Abstract

There has been a recent increase in the use of screen time by children. Parents nowadays allow their children to use screen time from an early age, which can have a negative impact on their growth and development. Excessive screen time can lead to emotional and behavioral instability, hindering children's ability to interact socially with their surroundings. This is a cross-sectional study conducted in February-March 2024 at five elementary schools in Ciherang Village. Children who meet the inclusion criteria will be given a question about their screen time usage and questionnaire about emotion and behavior problem from the Pediatric Symptom Checklist 17 (PSC-17) questionnaire. A total of 246 children met the inclusion criteria, dominated by girls (52.8%), with median age of 12 years (range 10-14), and an average screen time duration of 121.5 minutes (SD 88.4). A significant correlation was found between screen time duration and attentional disturbance (r: 0.167; p-value: 0.009). However, no significant correlation was found with internalizing, externalizing, and overall PSC-17 subscales. Therefore, it is important for parents to limit their children's screen time to promote their mental health.
Pengaruh Usia dan Biomarker Lipid terhadap Distribusi Lemak dan Massa Otot Wanita Dewasa: Studi Observasional di 6 Kelurahan DKI Jakarta: The Effect of Age and Lipid Biomarkers on Fat Distribution and Muscle Mass in Adult Women: An Observational Study in 6 Subdistricts of DKI Jakarta Normala, Ajeng; Sari, Triyana; Santoso, Alexander Halim; Wijaya, Christian; Satyanegara, William Gilbert
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 7 No 2 (2025): EDISI AGUSTUS
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v7i2.187

Abstract

Pendahuluan: Penuaan menyebabkan perubahan komposisi tubuh, seperti peningkatan lemak viseral dan penurunan massa otot rangka, yang dapat meningkatkan risiko sindrom metabolik dan penyakit kardiovaskular. Profil lipid berperan dalam memengaruhi distribusi lemak dan kualitas otot, khususnya pada wanita dewasa. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh usia dan biomarker lipid (trigliserida, HDL, LDL, dan kolesterol total) terhadap distribusi lemak (lemak total, viseral, dan subkutan) serta massa otot rangka pada wanita dewasa. Metode: Penelitian cross-sectional ini dilakukan secara multisenter di enam kelurahan DKI Jakarta pada 325 perempuan dewasa sehat yang dipilih secara purposive, dengan pengambilan data dari Agustus 2024 hingga Mei 2025. Pemeriksaan profil lipid dilakukan dari sampel darah vena puasa, sedangkan komposisi tubuh diukur menggunakan bioimpedansi; data dianalisis dengan regresi linear berganda menggunakan metode Backward LR dengan batas signifikansi p<0,05. Hasil: Penelitian ini melibatkan 325 perempuan dewasa dengan rerata usia 48,7 tahun (SD 13,26). Usia dan kadar trigliserida berpengaruh signifikan terhadap peningkatan lemak tubuh total (p<0,001), lemak viseral (p<0,001), lemak subkutan (p<0,001), serta penurunan massa otot rangka (p<0,001 dan p=0,006). Sebaliknya, HDL berasosiasi negatif signifikan terhadap total lemak (p=0,015) dan lemak subkutan (p=0,011), sedangkan kolesterol total, LDL, dan rasio kolesterol/HDL tidak menunjukkan hubungan bermakna. Kesimpulan: Usia dan kadar trigliserida berasosiasi positif secara signifikan dengan peningkatan lemak tubuh (total dan viseral) serta penurunan massa otot rangka, sementara HDL berperan protektif terhadap akumulasi lemak, dan komponen lipid lain seperti LDL serta kolesterol total tidak memiliki hubungan bermakna dengan distribusi lemak maupun otot.
Profil Demografik, Hematologi, serta Gula Darah Sewaktu Pasien Ulkus Diabetik Pro Amputasi Baroto, Radian Tunjung; Firmansyah, Yohanes; Yogie, Giovanno Sebastian; Satyanegara, William Gilbert; Kurniawan, Joshua
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 3, No 10 (2023): Volume 3 Nomor 10 (2023)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v3i10.11346

Abstract

ABSTRACT Diabetes mellitus is a chronic metabolic disease. Diabetic Foot is one of the macrovascular complications of diabetic patients. Diabetic foot that is not handled properly will cause infection and will lead to amputation. To find out the demographic, hematologic, and blood sugar level profiles of patients with diabetic ulcer pro amputation. This study is an descriptive observational study done at RSUD K.R.M.T. Wongsonegoro Semarang, Middle Java on July 2023. Data obtained through patients medical record. Samples in the study are patients diagnosed with diabetic ulcer pro amputation on period of July 2022 – June 2023. Technique used for gathering sample is total sampling method. The study found 21 respondents that fulfull the criteria, with more female respondents (52.4%), mean age of 55,67 (±10,21) years, 9 (42.9%) respondents have uncontrolled blood pressure, with mean systolic blood pressure of 134.62 (±30.63) and mean diastolic blood pressure of 77.43 (±16.80). All respondents have anemia (mean Hb = 8.57 ± 1.18) and leukocytosis (mean leukocyte = 24.39 ± 11.33 thousand). The blood sugar level in patients are uncontrolled with mean of 403.1 (±108.12) mg/dL. There are many factors that could affect diabetic ulcer. Extra attention for treatment of diabetic ulcer is necessary to prevent the need of amputation.Terdapat berbagai faktor yang dapat mempengaruhi ulkus diabetik. Penanganan ulkus diabetik memerlukan perhatian lebih untuk mencegah diperlukannya tindakan amputasi. Keywords: Amputation, Diabetes Melitus, Diabetic Ulcer  ABSTRAK Diabetes melitus merupakan penyakit metabolik yang bersifat kronik. Kaki diabetes merupakan salah satu komplikasi mikrovaskular yang dialami penderita diabetes. Kaki diabetes yang tidak diatasi dengan baik akan menyebabkan infeksi dan berujung pada amputasi. Mengetahui profil demografik, hematologik, dan kadar gula darah sewaktu pada pasien ulkus diabetes pro amputasi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional yang dilaksanakan RSUD K.R.M.T. Wongsonegoro Semarang, Jawa Tengah pada bulan Juli 2023. Data diperoleh dari rekam medis pasien. Sampel pada penelitian ini adalah pasien yang terdiagnosa ulkus diabetes dan pro amputasi pada periode Juli 2022 – Juni 2023. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini berupa total sampling. Pada penelitian didapatkan 21 responden yang memenuhi kriteria, dengan lebih banyak responden perempuan (52,4%), rerata usia 55,67 (±10,21) tahun, dan terdapat 9 (42,9%) responden memiliki tekanan darah tidak terkontrol, dengan rerata tekanan darah sistolik 134,62 (±30,63) dan rerata tekanan darah diastolik 77,43 (±16,80). Seluruh responden mengalami anemia (rerata Hb = 8,57 ± 1,18) dan leukositosis (rerata leukosit = 24,39 ± 11,33 ribu). Kadar gula sewaktu pada pasien tidak terkendali dengan rerata 403,1 (±108,12) mg/dL. Terdapat berbagai faktor yang dapat mempengaruhi ulkus diabetik. Penanganan ulkus diabetik memerlukan perhatian lebih untuk mencegah diperlukannya tindakan amputasi. Kata Kunci: Amputasi, Diabetes Melitus, Ulkus Diabetik
Korelasi Kadar Hemoglobin pada Ibu Hamil Trimester Tiga dengan Kejadian Bayi Berat Lahir Rendah di RSUD Ciawi Normala, Ajeng; Nathaniel, Fernando; Satyanegara, William Gilbert; Edbert, Bruce; Wijaya, Dean Ascha; Firmansyah, Yohanes
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 1 (2024): Volume 4 Nomor 1 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i1.11758

Abstract

ABSTRACT Anemia during pregnancy is generally considered a risk factor for preterm delivery, low birth weight (LBW) infants, and other poor pregnancy outcomes. This cross-sectional study aimed to determine the correlation between third-trimester maternal hemoglobin levels and the occurrence of LBW meeting the criteria, using non-random consecutive sampling based on medical records from Ciawi Regional General Hospital during the period of July 2023. The variables in this study were maternal third-trimester hemoglobin levels and the occurrence of LBW. Statistical analysis utilized the Spearman test. Out of 320 respondents, the mean age was 29.68 years. The mean hemoglobin level was 9.24 g/dL. The mean birth weight was 1,852.06 grams. The results of the analysis were not statistically significant, with a correlation between the two variables of rs=0.058, p=0.301. The cutoff value for hemoglobin levels at 9 g/dL was the highest risk for causing births with a weight <2500 grams in the anemia group. The results of this study indicated that hemoglobin levels below 9 g/dL posed the highest risk for LBW and very LBW occurrence. Keywords: Anemia, Haemoglobin Level, Low Birth Weight, Pregnancy  ABSTRAK Anemia selama kehamilan umumnya dianggap sebagai faktor risiko untuk persalinan prematur, bayi berat lahir rendah (BBLR), dan hasil kehamilan yang buruk lainnya. Penelitian potong lintang ini bertujuan untuk mengetahui korelasi kadar hemoglobin pada ibu hamil trimester 3 dengan kejadian BBLR yang memenuhi kriteria dengan non-random consecutive sampling menggunakan data rekam medis di Rumah Sakit Umum Daerah Ciawi pada periode Juli 2023. Variabel dalam penelitian ini yaitu kadar hemoglobin pada trimester ketiga ibu hamil dan kejadian BBLR. Analisis statistik menggunakan uji Spearman. Dari 320 responden, rata-rata usia adalah 29,68 tahun. Rerata kadar hemoglobin sebesar 9,24 g/dL. Rerata berat badan lahir sebesar 1.852,06 gram. Hasil analisis tidak signifikan secara statistik dengan korelasi antara kedua variabel, rs=0.058, p= 0,301. Nilai cut-off kadar hemoglobin sebesar 9 g/dL merupakan risiko tertinggi untuk menyebabkan kelahiran dengan berat <2500 gram pada kelompok anemia. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa kadar hemoglobin kurang dari 9 g/dL merupakan risiko tertinggi terhadap kejadian BBLSR dan BBLASR. Kata Kunci: Anemia, Berat Bayi Lahir Rendah, Kadar Hemoglobin, Kehamilan
Korelasi Kadar Gula Darah Sewaktu dengan Kadar Air dan Sebum Kulit di Rukun Warga (RW) 008 Kelurahan Cipondoh Yudhitiara, Novia; Tan, Sukmawati Tansil; Yogie, Giovanno Sebastian; Wijaya, Dean Ascha; Satyanegara, William Gilbert; Nathaniel, Fernando; Kurniawan, Joshua; Moniaga, Catharina Sagita; Firmansyah, Yohanes; Santoso, Alexander Halim; Mandalika, Astin; Soebrata, Linginda
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 3, No 11 (2023): Volume 3 Nomor 11 (2023)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v3i11.11607

Abstract

ABSTRACT Skin hydration is influenced by various factors. Blood glucose levels are also known to affect the protective function of the skin. This cross-sectional study aims to investigate the profile of skin hydration status and its correlation with blood glucose levels among subjects at RW 08 Cipondoh. Skin hydration status measurements were done using an Over The Counter (OTC) skin analyzer. Blood glucose levels were measured using Point of Care Testing (POCT) Out of 101 respondents, the average age was 51.38 years with 75.2% of the respondents were female. The mean blood glucose was 122.71 mg/dL. The mean oil and water hydration were 22.99% and 42.96%, respectively. The data showed a negative correlation between blood glucose and water hydration, with a correlation coefficient power of 0.319 significantly, and between blood glucose and oil hydration, with 0.236 significantly. This study concludes that higher blood glucose levels was associated with worse skin hydration status.  Keywords : Blood glucose, Hydration Status ABSTRAK Kelembaban kulit dipengaruhi oleh banyak faktor. Kadar gula darah merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi fungsi kelembaban kulit. Penelitian potong lintang ini bertujuan untuk mengetahui gambaran status hidrasi kulit dan korelasinya dengan kadar gula darah pada komunitas yang tinggal di RW 08 Cipondoh. Pengukuran status hidrasi kulit menggunakan alat Over The Counter (OTC) skin analyzer. Kadar gula darah diukur menggunakan Point of Care Testing (POCT). Dari 101 responden, rata-rata usia subjek penelitian adalah 51,38 tahun dengan 75,2% responden adalah perempuan. Rerata gula darah sewaktu (GDS) sebesar 122,71 mg/dL. Rerata hidrasi sebum dan air, masing-masing sebesar 22,99% dan 42,96%. Hasil uji statistik menunjukan hasil korelasi negatif antara GDS dengan hidrasi air sebesar 0,319 secara signifikan dan hidrasi sebum sebesar 0,236 secara signifikan. Penelitian ini menyatakan bahwa semakin tinggi kadar gula darah, maka semakin menurun status hidrasi kulit seseorang. Kata Kunci: Kadar Gula Darah, Kadar Hidrasi
Co-Authors Adjie, Eko Kristanto Kunta Agustina Alifa, Tosya Putri Amimah, Ranindita Maulya Ismah Angtoni, Miranda Aribowo, Aretha Sarah Atzmardina, Zita Averina, Friliesa Averina, Frilliesa Baroto, Radian Tunjung Biromo, Anastasia Ratnawati Charissa, Olivia Chua, Jimmy Darmawan, Reagan Destra, Edwin Dinata, Freddy Edbert, Bruce Emilda, Emilda Ernawati Ernawati Ernawati Ezra, Pasuarja Jeranding Fransisca I. R. Dewi Fransisco, Melkior Michael Frisca Frisca Gaofman, Brian Albert Goh, Daniel Gracienne, Gracienne Gunaidi, Farell Christian Handayanti, Luthfi Hartono, Vincent Aditya Budi Hendsun, Hendsun Herdiman, Alicia Jap, Ayleen Nathalie Jaya, I Made Satya Pramana Kaminto, Eric Raditya Kasvana Kasvana Kasvana, Kasvana Kosasih, Robert Kurniawan, Joshua Kusuma, Kanaya Fide Linda Yulianti Wijayadi, Linda Yulianti Lumintang, Valentino Gilbert Mahaputera, Pramadio Mandalika, Astin Marcella, Agnes Mashadi, Fladys Jashinta Moniaga, Catharina Sagita Natasya Nathaniel, Fernando Noer Saelan Tadjudin Normala, Ajeng Pambudi, Wiyarni Pati, Vanessa Irenea Peter Ian Limas Pujiono, Sheryn Purnomo, Yonathan Adi R Dewi, Fransisca Iriani Ranonto, Steve Vallery Rayhan, Naufal Rudi Rudi Ruslim, Welly Hartono S, Donatila Mano Saerang, Stefanus Hnady Samara, Trisha Santoso, Alexander Halim Sari, Triyana Satyo, Timothy Setia, Nicholas Shirly Gunawan Sidarta, Erick Sitorus, Ribkha Anggeline Hariesti Siufui Hendrawan Soebrata, Linginda Soni, Yulfitra Su, Ernawati Sugiarto, Hans Sugiharto, Hans Suros, Angel Sharon Sutedja, Gina Triana Syachputri, Rifi Nathaznya Syarifah, Andhini Ghina Tamaro, Anggita Tan, Sukmawati Tansil Teguh, Stanislas Kotska Marvel Mayello Tiranda, Wisasti Gladys Chantika Waltoni, Bobby Marshel Ancheloti Warsito, Jonathan Hadi Widjaja, Yoanita Wijaya, Christian Wijaya, Dean Ascha Wijaya, Dean Ascha Wijaya Yogie, Giovanno Sebastian Yohanes Firmansyah Yudhitiara, Novia