Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search
Journal : Journal of Multidisciplinary Inquiry in Science, Technology and Educational Research

Cyberporn (Pornografi Online) dan Dampaknya Terhadap Pelajar Thariq Syah, M Kautsar; Sa'adah, Putri Lailatus; Nurcahya, Yan; Arsyad, M Fikri
Journal of Multidisciplinary Inquiry in Science, Technology and Educational Research Vol. 2 No. 1 (2025): NOVEMBER 2024 - JANUARI 2025
Publisher : UNIVERSITAS SERAMBI MEKKAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/mister.v2i1.2413

Abstract

Di era globalisasi saat ini, perkembangan teknologi informasi dan media elektronik berkembang sangat pesat. Perkembangan teknologi informasi dan media elektronik diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi kehidupan manusia, yang pada akhirnya bermuara pada peningkatan kesejahteraan manusia. Penggunaan pornografi dalam waktu lama dapat menyebabkan perilaku peniruan yang muncul secara eksplisit dalam pornografi pantat. Perilaku imitasi ini dapat berkisar dari perilaku seksual ringan seperti berciuman dan berpelukan hingga perilaku seksual yang lebih serius seperti bersenggama. Langkah dalam penelitian ini dilakukan dalam tiga tahapan, yaitu tahap pengumpulan sumber, dan tahap penyajian hasil analisis. Pengumpulan sumber dalam penelitian ini menggunakan teknik library research (penelitian pustaka). Pada 30 Oktober 2008, DPR mengesahkan RUU Pornografi menjadi RUU Pornografi yang semula dirancang dan menuai pro-kontra. Selain itu, dijelaskan dalam Al Quran pada surat QS. Ayat An-Nur: 30 dan 31 serta surat QS. Al-Ahzab: 59 dalam mengartikan aurat sebagai bagian dari tubuh manusia yang mematikan jika dilihat dan dapat menimbulkan fitnah jika dibiarkan terbuka.
Peranan K.H. Mustofa Kamil dalam Dakwah Pembaharuan Islam di Garut (1900-1945) Sugiarto, Deri; Nurcahya, Yan; Samsudin, Samsudin
Journal of Multidisciplinary Inquiry in Science, Technology and Educational Research Vol. 2 No. 1 (2025): NOVEMBER 2024 - JANUARI 2025
Publisher : UNIVERSITAS SERAMBI MEKKAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/mister.v2i1.2414

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan deskripsi peran aktif ulama dalam dakwah pembaharuan Islam di Garut, yang difokuskan mengkaji salah satu sosok ulama yaitu K. H. Mustofa Kamil. Metode yang dilakukan adalah wawancara dan pengumpulan data sejarah tentang K. H. Mustofa Kamil, dari sumber-sumber yang ada di Garut. Hasil kajian memperlihatkan ketokohan K. H. Mustofa Kamil sebagai seorang ulama pembaharu yang jasa-jasanya dikenang dalam perjuangan dakwah pembaharuan Islam di Garut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan K. H. Mustofa Kamil dengan jenis penelitian adalah penelitian kualitatif yang menggunakan metode historis dibantu dengan studi dokumentasi, studi literatur, dan wawancara sebagai teknik penelitiannya. Hasil penelitian menunjukan bahwa K. H Mustofa Kamil sangat berkontribusi dalam pembaharuan Islam di Garut. Beliau dikenal sebagai Kiai jerajak maksudnya adalah Kiai yang sering masuk penjara. dalam pembaharuan Islam di Garut tidaklah mulus, karena beliau harus masuk keluar penjara akibat gerakan yang beliau lakukan. Hasil dari gerakan yang dilakukan oleh K. H Mustofa Kamil yaitu banyak masyarakat yang insyaf dari berbagai hal yang dilarang oleh agama, mengajak masyarakat untuk membangun masjid yang nantinya dipakai untuk aktvitas keagamaan, dan menyadarkan masyarakat akan pentingnya ilmu agama Islam, sehingga banyak orang yang memperdalam agama Islam dengan bimbingan beliau.
Kontribusi Mohammad Natsir dalam Perkembangan Islam di Indonesia Masa Orde Lama (1945 – 1965) Nurcahya, Yan; Sugiarto, Deri; Samsudin, Samsudin; Sudana, Djojo Sukardjo
Journal of Multidisciplinary Inquiry in Science, Technology and Educational Research Vol. 2 No. 1 (2025): NOVEMBER 2024 - JANUARI 2025
Publisher : UNIVERSITAS SERAMBI MEKKAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/mister.v2i1.2422

Abstract

When tracing traces and history, what needs to be considered is not only physical relics, but also non-physical relics. Physical relics are all forms of relics, namely concrete, can be seen, experienced, felt, and documented, while non-physical relics are ideas, knowledge, meanings and symbols, and values ​​that are believed and embraced by defenders of a particular culture. Therefore, these things must be the orientation in everyday life. In the context of history, Mohammad Natsir shows physical relics, and also stores a wealth of non-physical relics. It is important to see both aspects at once. How Mohammad Natsir Contributed to the Old Period Government (1945-1965) Of course, this requires a comprehensive investigation. The method used by the author in this article is the historical research method. The historical method used in this article consists of four stages, namely heuristics, verification, interpretation and writing. A comprehensive search for Mohammad Natsir's Contribution not only measures and describes his role in the development of Islam in Indonesia, but also provides his movement and contribution during the Old Order Era (1945-1965). Keywords: Contribution, Old Order Era, Mohammad Natsir, Development of Islam   ABSTRAK Ketika menelusuri jejak dan sejarah, yang perlu diperhatikan bukan hanya peninggalan fisik, tetapi juga peninggalan nonfisik. Peninggalan fisik yaitu segala bentuk peninggalan, yaitu konkret, dapat dilihat, dialami, dirasakan, dan didokumentasikan, sedangkan peninggalan nonfisik adalah gagasan, pengetahuan, makna dan simbol, serta nilai-nilai yang diyakini dan dianut oleh para pembela budaya tertentu. Oleh karena itu, hal-hal tersebut harus menjadi orientasi dalam kehidupan sehari-hari. Dalam konteks sejarah, Mohammad Natsir memperlihatkan peninggalan fisik, dan juga menyimpan kekayaan peninggalan nonfisik. Penting untuk melihat kedua aspek tersebut sekaligus. Bagaimana Kontribusi Mohammad Natsir pada Pemerintagan Periode Lama (1945-1965) Tentu saja, hal itu memerlukan penelusuran yang komprehensif. Metode  yang  digunakan  oleh  penulis  dalam  artikel  ini  adalah  metode  penelitian sejarah.  Metode  sejarah  yang  diguakan  dalam  artikel  ini  terdiri  dari  empat  tahapan yaitu  heuristik,  verifikasi,  interpretasi  dan  penulisan.H Penelusuran yang komprehensif terhadap Kontribusi Mohammad Natsir tidak hanya mengukur dan melukiskan dari perannya terhadap perkembangan Islam di Indonesia, tetapi juga memberi pergerakan dan kontribusinya pada Masa Orde Lama (1945-1965).
Peran Nahdlatul Ulama dalam Perkembangan Islam di Jawa Timur Tahun 1926-1942 Wahyuni, Supi Septia; Samsudin, Samsudin; Sudana, Djojo Sukardjo; Nurcahya, Yan
Journal of Multidisciplinary Inquiry in Science, Technology and Educational Research Vol. 2 No. 1 (2025): NOVEMBER 2024 - JANUARI 2025
Publisher : UNIVERSITAS SERAMBI MEKKAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/mister.v2i1.2440

Abstract

Penelitian ini membahas peran Nahdlatul Ulama (NU) dalam perkembangan Islam di Jawa Timur pada periode 1926-1942, masa yang ditandai dengan kolonialisme Belanda dan dinamika sosial-keagamaan di Nusantara. Menggunakan metode penelitian sejarah, penelitian ini meliputi tahapan heuristik, verifikasi, interpretasi, dan historiografi untuk menggali sumber-sumber primer seperti arsip, surat kabar, dan dokumen-dokumen organisasi NU, serta sumber sekunder berupa buku dan artikel akademik terkait. Fokus utama penelitian adalah menelusuri kontribusi NU dalam mempertahankan tradisi Islam Ahlussunnah wal Jama'ah di tengah arus modernisasi dan gerakan reformasi Islam yang berkembang di Nusantara.Hasil penelitian menunjukkan bahwa NU berperan signifikan dalam memperkuat jaringan pesantren sebagai pusat pendidikan Islam tradisional, serta mengembangkan struktur organisasi yang solid guna melawan kebijakan kolonial yang merugikan umat Islam. NU juga aktif dalam bidang sosial-politik dengan membela hak-hak umat Islam melalui diplomasi dengan pemerintah kolonial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peran NU pada periode ini tidak hanya terbatas pada aspek keagamaan, tetapi juga mencakup penguatan identitas Islam tradisional di Jawa Timur dan memperjuangkan kepentingan umat dalam konteks kolonialisme.
Transformasi Pemikiran Pembaharuan Islam di Indonesia Abad 20 (Pemikiran KH. Abdurrahman Wahid Tahun 1970–2001) Hambaliana, Dandie; Alfahmi, Ibrahim Nasrul Haq; Suprianto, Sopian; Nurcahya, Yan; Samsudin, Samsudin; Sudana, Djojo sukardjo
Journal of Multidisciplinary Inquiry in Science, Technology and Educational Research Vol. 2 No. 1 (2025): NOVEMBER 2024 - JANUARI 2025
Publisher : UNIVERSITAS SERAMBI MEKKAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/mister.v2i1.2464

Abstract

The study of the transformation of Islamic thought in Indonesia is very important to see the connection between the Middle East and Indonesia. The discourse of Islamic renewal developed along with the complexity of the conditions in the Middle East, as well as the strengthening of the practice of purifying Islam and western modernism in the late 19th and early 20th centuries. KH. Abdurrahman Wahid is one of the many figures who contributed his thoughts in transforming Islam into Indonesian cultural values. Related to this, this study tries to look at the Islamic thoughts of KH. Abdurrahman Wahud in the late 20th century. In a work, namely Cosmopolitan Islam (Indonesian Values ​​and Cultural Transformation), he presents Islam as a religion that gives freedom to everyone to work without being limited by anything, such as political and ethnic identity. In this study, the author uses a historical research method consisting of four stages, namely Heuristics, Criticism, Interpretation, Historiography. Thus, this study will focus on the thoughts of KH. Abdurrahman Wahid in the renewal of Indonesian Islam. The results of this study indicate that the thoughts of KH. Abdurrahman Wahid has a close relationship with Islam from three dimensions. The first is in terms of Islamic Theology, Second is Islamic Mysticism and the last is Islamic philosophy. With these three parts, KH. Abdurrahman Wahid believes that Islam will reach its highest point of progress when all expressions and works of individual and group creations are given the same right to life, no matter how deviant or considered heretical. After studying the thoughts of KH. Abdurrahman Wahid, it appears that when choosing Islam as a basis, whatever path is chosen, as long as the foundation of Islam has been firmly embedded, then it will not be a problem. In other words, KH. Abdurrahman Wahid teaches us as Muslims to have an open mind, as well as broad insight.
Sejarah Perkembangan Ilmu Hadits dan Kelompok Ingkar Sunnah Abdul Karim, Mohamad Aqbil Wikarya; Avicena, Muhamad Zaky; Ahmad, Nurwadjah; Yuda, Dendi; Arsyad, M Fikri; Nurcahya, Yan; Oksa Putra, M Zikril
Journal of Multidisciplinary Inquiry in Science, Technology and Educational Research Vol. 2 No. 1 (2025): NOVEMBER 2024 - JANUARI 2025
Publisher : UNIVERSITAS SERAMBI MEKKAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/mister.v2i1.2565

Abstract

This article examines the development of the science of hadith as a crucial pillar in Islamic scholarly tradition and the emergence of the Qur'anists (commonly referred to as Ingkar Sunnah), who reject the authority of hadith as a source of Islamic law and teachings. The study explores the historical evolution of hadith science from the time of Prophet Muhammad (PBUH) to the contemporary era, including the establishment of methodologies for sanad (chain of transmission) and matan (content) criticism, as well as the role of scholars in preserving the authenticity of hadith. On the other hand, the article analyzes the thoughts and arguments of Qur'anists, focusing on their historical background, factors contributing to their spread, and the ideological and practical implications of their rejection of hadith. Using a qualitative approach based on literature review, the article finds that the development of hadith science has significantly contributed to safeguarding the authenticity of Islamic tradition, while the Qur'anist movement often arises as a response to specific social, political, and intellectual dynamics. This study highlights the importance of scholarly dialogue and comprehensive education in addressing the challenges posed by this group, while reinforcing the appreciation of hadith science as an integral part of Islamic intellectual heritage.  
Kearifan Situ Cisanti di Sungai Citarum KM.0 Bukti Sejarah Prabu Siliwangi Kerajaan Pajajaran: Kajian Folklor Budaya Sunda Supendi, Usman; Nurcahya, Yan; Thariq Syah, M Kautsar; Oksa Putra, M Zikril; Sugiarto, Deri
Journal of Multidisciplinary Inquiry in Science, Technology and Educational Research Vol. 2 No. 2 (2025): FEBRUARI-APRIL
Publisher : UNIVERSITAS SERAMBI MEKKAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/mister.v2i2.3189

Abstract

Kearifan adalah pandangan hidup yang mengandung nilai-nilai kebijaksanaan, sehingga dapat menjaga identitas dan memecahkan masalah masyarakat. Kearifan juga dapat diartikan sebagai kebijaksanaan dan kearifan dalam suatu daerah atau tempat tertentu. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dan teknik studi pustaka. Metode pengumpulan sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan cara membaca,  mengidentifikasi, dan wawancaracara. Dengan kajian foklor dalam sejarah yang menjadi warisan dari masyarakat sebelumnya ke masyarakat sekarang. Kita bisa mendapatkan bukti sejarah sebagai salah satu bukti yang dapat dijadikan landasan dalam memandang pikiran tentang suatu sejarah, terutama mengenai Sribaduga Maharaja Sejarah Kerajaan Pajajaran sebagai Perkembangan Budaya Sunda.
Co-Authors Abdul Aziz Abdul Karim, Mohamad Aqbil Wikarya Ading Kusdiana Ahmad, Nurwadjah Ajid Hakim Ajid Thohir Akbar, Adha Syahidil Al Fatah, Ichsan Buchyatutthalibin Alfahmi, Ibrahim Nasrul Haq Allatif, I Gilang Miftah Ana Ramdani Sari Arsyad, M Fikri Arsyad, Muhammad Fikri Asep Yudi Permana Aufaa Ahdillah, Zaahidah Avicena, Muhamad Zaky Aziz, Muhammad Fadhlan Basor, Saepul Dandie Hambaliana Darmilah, Diah Dedi Supriadi Dedi Supriadi Dendi Yuda S Dwidayati, Kunthi Herma Fikri, Ahmad Ma’mun Gumilar, Setia Hadiansyah, Tantan Hafiy Bin Abdul Rashid, Muhammad Hakim, Ajid Hawari, Ilham Faisal Hesti Wulandari Hidayat, Asep Achmad Hilmayani, Syalwa Linda Ilham Maulana istiqomah istiqomah Kautsar Thariq Syah, Muhammad Lucy Yosita M Kautsar Thariq Syah M Zikril Oksa Putra M. Kautsar Thariq Syah Maulana, Ahmad Sobri Mostafa, Mohamed Abd El Motaleb Mulyanudin, Mulyanudin Murni , Fitria Eka Dewi Murni, Fitria Eka Dewi Najmudin, Salman Noor, Arba'iyah Mohd Nugraha, Patra Sentosa Oksa Putra, M Zikril Oksa Putra, M. Zikril Priyatna, Haris Putra, Almawardi Putra, M Zikril Oksa Putra, M. Zikril Oksa putra, rian ananda Putri Lailatus Sa’adah Qolbiya Sakinah, Syahidah Ridwan, Ahmad Fauzi Riyan Haqi Khoerul Anwar Sa'adah, Putri Lailatus Sakinah, Syahidah Qolbiya Salsabila, Marisa Jahra Samsudin Samsudin Sa’adah, Putri Lailatus Sidik, Mohammad Dindin Hamam Solehudin, Solehudin Sudana, Djojo Sukardjo Sufriadi, Dedi Sugiarto, Deri Sukamto, Ika Sumiyarsi Sulasman Sulasman Sulasman Suparman Suparman Supendi, Usman Supi Septia Wahyuni Suprianto, Sopian Suwanda, Satya Adilaga Syah, M Kautsar Thariq Syah, M. Kautsar Thariq Syah, Muhammad Kautsar Thariq Syakira, Mutiara Khansa Teddiansyah Nata Negara Thariq Syah, M Kautsar Thariqq Syah, M Kautsar Tjahyani Busono Wahyuni, Supi Septia Wawan Hernawan Wijayanto, Rizky Zaahidah Aufaa Ahdillah