p-Index From 2021 - 2026
11.732
P-Index
This Author published in this journals
All Journal MEDIA KONSERVASI JSI: Jurnal Sistem Informasi (E-Journal) INFERENSI Jurnal Ushuluddin Inspiratif Pendidikan R.E.M (Rekyasa Energi Manufaktur) Jurnal Berkala Kedokteran Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi Jurnal Ilmiah KOMPUTASI Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi EKONOMIS : Journal of Economics and Business Pendas : Jurnah Ilmiah Pendidikan Dasar J-MAS (Jurnal Manajemen dan Sains) Buana Matematika : Jurnal Ilmiah Matematika dan Pendidikan Matematika Journal Analytica Islamica Al-Usrah : Jurnal Al-Ahwal As-Syakhsiyah Eksis: Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Bisnis JURTEKSI An Nadwah Ecces: Economics, Social, and Development Studies Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan IJOLTL (Indonesian Journal of Language Teaching and Linguistics) Dinasti International Journal of Digital Business Management BUSTANUL FUQAHA: Jurnal Bidang Hukum Islam SUHUF: Jurnal Pengkajian Al-Qur'an dan Budaya Caraka Prabu : Jurnal Ilmu Pemerintahan Dinasti International Journal of Economics, Finance & Accounting (DIJEFA) Jurnal Mesin Nusantara Jutkel: Jurnal Telekomunikasi, Kendali dan Listrik Nusantara: Journal for Southeast Asian Islamic Studies Jurnal Potensi Technologic Jurnal EduHealth Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Jurnal Ekonomi dan Manajemen Indonesia Teknologika Psyche 165 Journal Jurnal Teknik Informatika Ekombis Sains: Jurnal Ekonomi, Keuangan dan Bisnis Media Ekonomi DUNIA KEPERAWATAN: JURNAL KEPERAWATAN DAN KESEHATAN Jurnal Dialektika Hukum Prosiding SEMNAS INOTEK (Seminar Nasional Inovasi Teknologi) Beginner: Journal of Teaching and Education Management Jurnal Ilmiah Research Student Journal Innovation In Education Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Berkala Arkeologi The Indonesian Journal of Computer Science Al-Qadim - Jurnal Tafsir dan Ilmu Tafsir Al Birru: Jurnal Keuangan dan Perbankan Syariah Jurnal Riset Multidisiplin Edukasi AT-TAKLIM: Jurnal Pendidikan Multidisiplin Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Jejak digital: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Prosiding Seminar Nasional Ilmu Teknik ALMUSTOFA: Journal of Islamic Studies and Research Service Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Jurnal Studi Islam Indonesia (JSII) Jurnal Teologi Islam Al-Maktabah: Jurnal Studi Islam Interdisiplin Al-Maktabah: Jurnal Studi Islam Interdisiplin Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (DIASYA) JHESS: Journal Hub for Humanities and Social Science
Claim Missing Document
Check
Articles

Fungsi Terapi Islami Mengurangi Kecemasan pada Mahasiswa Tingkat Akhir BPI FDK UINSU Anjelly Puspa Sari; Ali Akbar
Psyche 165 Journal Vol. 17 (2024) No. 4
Publisher : Fakultas Psikologi, Universitas Putra Indonesia YPTK Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35134/jpsy165.v17i4.429

Abstract

Kecemasan adalah perasaan yang muncul ketika individu merasa khawatir atau takut terhadap sesuatu. Kecemasan sering dialami oleh semua individu, terlebih pada mahasiswa tingkat akhir. Namun kecemasan yang dirasakan tentunya dapat diatasi dengan segala upaya, salah satunya dengan melakukan terapi islami. Tujuan penelitian untuk mengetahui kecemasan yang dialami mahasiswa tingkat akhir, faktor-faktor penyebab mengalami kecemasan dan bagaimana fungsi terapi islami dalam membantu mengurangi kecemasan mahasiswa tingkat akhir prodi BPI. Metode penelitian yang digunakan ialah metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Subjek penelitian berupa 8 informan mahasiswa tingkat akhir prodi BPI. Temuan penelitian menunjukkan bahwa tingkat kecemasan yang dialami mahasiswa berbeda-beda, ada yang mengalami kecemasan ringan, sedang dan berat. Sebagian informan merasa bahwa dari kecemasan ini dapat memotivasi mereka untuk segera menyelesaikan tugas akhir, sementara informan yang lain beranggapan kecemasan ini mengganggu kehidupan sehari-hari. Kecemasan tersebut disebabkan oleh kesulitan menemui dosen pembimbing, perasaan takut tidak lulus tepat waktu, tidak percaya diri dengan kemampuan diri sendiri dan harapan orang tua untuk lulus dengan tepat waktu pun menjadi beban tersendiri bagi mahasiswa. Upaya yang dilakukan untuk mengurangi kecemasan melalui terapi islami yaitu dengan melaksanakan terapi salat, dzikir, doa dan membaca Al-Qur’an. Setelah melakukan terapi islami dengan melakukan ibadah-ibadah tersebut membuat mereka merasakan ketenangan dan ketentraman jiwa, menyingkirkan perasaan takut, kegelisahan dan kecemasan, lebih bisa berpikir positif, dan menjadi lebih dekat dengan Allah SWT.
Konstruksi Etika Berpakaian Wanita dalam Pemikiran Hasbi Ash-Shiddiqi dan Tradisi Sumbang Duo Baleh: Studi Tafsir dan Budaya Minangkabau Muhammad Raffin Althafullayya; Ali Akbar; Suci Cahyani; Rizka Fadzillah
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 8 No. 2 (2024): Al-Iman Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
Publisher : STID Raudlatul Iman Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research examines the construction of women's dress code in Muhammad Hasbi Ash-Shiddiqi's Tafsir An-Nur and its compatibility with the concept of Sumbang Duo Baleh, especially Sumbang Bapakian, in the Minangkabau tradition. Through descriptive qualitative approach and comparative analysis, this study explores the similarities and differences between the two concepts in maintaining the value of modesty and honour of women. The results show that the principle of modest dress in Islam, as explained by Ash-Shiddiqi, is in line with local Minangkabau norms that emphasise the importance of keeping the aurat as a form of self-respect and social responsibility. While Ash-Shiddiqi offers flexibility in the face of modernity, Sumbang Duo Baleh tends to maintain a conservative approach. This analysis is expected to provide new insights for the Minangkabau Muslim community to integrate cultural and religious values harmoniously in their identity in the global era. Penelitian ini mengkaji konstruksi etika berpakaian wanita dalam tafsir An-Nur karya Muhammad Hasbi Ash-Shiddiqi dan kesesuaiannya dengan konsep Sumbang Duo Baleh, khususnya Sumbang Bapakian, dalam tradisi Minangkabau. Melalui pendekatan kualitatif deskriptif dan analisis komparatif, penelitian ini menggali persamaan serta perbedaan antara kedua konsep dalam menjaga nilai kesopanan dan kehormatan perempuan. Hasilnya menunjukkan bahwa prinsip berpakaian sopan dalam Islam, sebagaimana dijelaskan Ash-Shiddiqi, sejalan dengan norma lokal Minangkabau yang menekankan pentingnya menjaga aurat sebagai bentuk penghormatan diri dan tanggung jawab sosial. Kendati Ash-Shiddiqi menawarkan fleksibilitas dalam menghadapi modernitas, Sumbang Duo Baleh cenderung mempertahankan pendekatan konservatif. Analisis ini diharapkan dapat memberikan wawasan baru bagi masyarakat Muslim Minangkabau untuk mengintegrasikan nilai-nilai budaya dan agama secara harmonis dalam identitas mereka di era global.
Konstruksi Etika Berpakaian Wanita dalam Pemikiran Hasbi Ash-Shiddiqi dan Tradisi Sumbang Duo Baleh: Studi Tafsir dan Budaya Minangkabau Muhammad Raffin Althafullayya; Ali Akbar; Suci Cahyani; Rizka Fadzillah
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 8 No. 2 (2024): Al-Iman Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
Publisher : STID Raudlatul Iman Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research examines the construction of women's dress code in Muhammad Hasbi Ash-Shiddiqi's Tafsir An-Nur and its compatibility with the concept of Sumbang Duo Baleh, especially Sumbang Bapakian, in the Minangkabau tradition. Through descriptive qualitative approach and comparative analysis, this study explores the similarities and differences between the two concepts in maintaining the value of modesty and honour of women. The results show that the principle of modest dress in Islam, as explained by Ash-Shiddiqi, is in line with local Minangkabau norms that emphasise the importance of keeping the aurat as a form of self-respect and social responsibility. While Ash-Shiddiqi offers flexibility in the face of modernity, Sumbang Duo Baleh tends to maintain a conservative approach. This analysis is expected to provide new insights for the Minangkabau Muslim community to integrate cultural and religious values harmoniously in their identity in the global era. Penelitian ini mengkaji konstruksi etika berpakaian wanita dalam tafsir An-Nur karya Muhammad Hasbi Ash-Shiddiqi dan kesesuaiannya dengan konsep Sumbang Duo Baleh, khususnya Sumbang Bapakian, dalam tradisi Minangkabau. Melalui pendekatan kualitatif deskriptif dan analisis komparatif, penelitian ini menggali persamaan serta perbedaan antara kedua konsep dalam menjaga nilai kesopanan dan kehormatan perempuan. Hasilnya menunjukkan bahwa prinsip berpakaian sopan dalam Islam, sebagaimana dijelaskan Ash-Shiddiqi, sejalan dengan norma lokal Minangkabau yang menekankan pentingnya menjaga aurat sebagai bentuk penghormatan diri dan tanggung jawab sosial. Kendati Ash-Shiddiqi menawarkan fleksibilitas dalam menghadapi modernitas, Sumbang Duo Baleh cenderung mempertahankan pendekatan konservatif. Analisis ini diharapkan dapat memberikan wawasan baru bagi masyarakat Muslim Minangkabau untuk mengintegrasikan nilai-nilai budaya dan agama secara harmonis dalam identitas mereka di era global.
Metodologi Penafsiran Al-Qur’an ( Tahlili dan Ijmali) Tiara Hidayah B; Ali Akbar
Jejak digital: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 3 (2025): MEI
Publisher : INDO PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/9x3gdp57

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan dan menguraikan terkait metode tafsir tahlili dan ijmali dalam penafsirkan al-Qur’an. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian pustaka. Tafsir merupakan salah satu cara untuk mengetahui dan menunjukkan makna dan maksud menurut kandungan ayat-ayat Al-Qur`an. Adapun metode tafsir yang dipakai para pakar tafsir pada penafsiran al-Qur`an bisa dikelompokkan ke dalam empat metode; Pertama, metode tafsir ijmali. Kedua, metode tafsir tahlili. Ketiga, metode tafsir maudhu`i. Keempat, metode tafsir muqaran. Adapun yang dibahas di dalam artikel ini adalah tafsir tahlili dan ijmali. Metode tafsir tahlili merupakan salah satu metode dalam penafsiran al-qur’an. Metode tahlili berusaha menganalisa dan menjelaskan ayat-ayat al-Qur’an secara keseluruhan dan komprehensif. Penjelasannya meliputi bacaan ayat, bangunan nahwu dan sharaf, sebab nuzul ayat, makna gelobal dari ayat, hikmat pensyariatan dan lainnya. Tafsir al-Qur’an yang menggunakan metode ini sangat bermanfaat bagi para penuntut ilmu khususnya bidang ilmu al-Qur’an untuk memperdalam pemahamannya tentang al-Qur’an dan Tafsir. Hanya saja tidak tepat bagi para pemula. Tafsir ijmāli adalah metode penafsiran Al-Qur’an dengan penjelasan singkat, global dan tidak panjang lebar. Dan metode ini sangat cocok untuk digunakan bagi pemula dan orang awam dalam memahami Al-Qur’an. Adapun langkah-langkahnya adalah menguraikan ayat secara sistematika Al-Qur’an, menjelaskan secara umum serta makna mufradatnya, berdasarkan kaidah-kaidah bahasa Arab, dan bahasa yang digunakan mengupayakan pemilihan diksi yang mirip dengan lafadz yang digunakan oleh Al-Qur’an. Meskipun metode penafsiran Al-Qur’an tersebut berbeda-beda, namun intinya tetap sama, yaitu para mufassir berusaha untuk menjelaskan makna dari ayat-ayat Al-Qur’an untuk dirinya maupun orang lain.
Al-Qur’an dan Urgensinya di dalam Kehidupan Manusia Ahmad Fachri Agustian; Muhammad Ali Hanafi; Ali Akbar; Edi Hermanto
Jejak digital: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 3 (2025): MEI
Publisher : INDO PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/59mb8h94

Abstract

Al-Qur’an berperan sebagai pedoman utama bagi umat manusia; oleh karena itu, maknanya harus dipahami dengan sepenuh hati. Penelitian ini menggunakan metode kajian pustaka, dengan mengumpulkan dan menganalisis karya-karya ilmiah yang relevan dengan topik yang dibahas. Tujuannya adalah untuk menjelaskan pentingnya Al-Qur’an bagi umat manusia. Sebagai wahyu ilahi dari Allah SWT yang disampaikan kepada Nabi Muhammad SAW, Al-Qur’an adalah kitab yang kebenarannya tidak dapat disangkal dan kaya akan petunjuk untuk semua aspek kehidupan. Al-Qur’an merupakan sumber ajaran Islam yang paling esensial dan berfungsi sebagai petunjuk, tidak hanya bagi umat Islam tetapi juga bagi seluruh umat manusia. Al-Qur’an tidak hanya memberikan bimbingan dalam hubungan antara manusia dengan Tuhan, tetapi juga mengatur interaksi antar sesama manusia serta hubungan manusia dengan alam semesta. Memahami Islam secara menyeluruh (kâffah) memerlukan pemahaman mendalam terhadap Al-Qur’an, disertai dengan pengamalan yang tulus dan konsisten dalam kehidupan sehari-hari. Allah dan Rasul-Nya telah menjamin bahwa siapa pun yang mengikuti petunjuk-Nya tidak akan tersesat. Oleh karena itu, manusia harus tetap teguh dan membiarkan Al-Qur’an membimbing mereka, karena hanya Allah yang benar-benar mengetahui segala sesuatu tentang manusia dan bumi yang Dia ciptakan.
Keajaiban Al-Qur'an yang Terbukti dalam Sains Modern Anisa Fitriyani; Salsa Rahma Kumala; Sindi Nadirah; Ali Akbar; Edi Hermanto
Jejak digital: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 4 (2025): JULI
Publisher : INDO PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/s7vzhf22

Abstract

Banyak orang percaya bahwa Al-Qur’an tidak berkaitan dengan dunia ilmu pengetahuan, tetapi sebenarnya terdapat banyak ayat yang menunjukkan keselarasan dengan penemuan ilmiah saat ini. Meskipun bukan merupakan buku ilmiah, Al-Qur’an memberikan petunjuk mengenai berbagai bidang ilmu seperti embriologi, kosmologi, dan geologi yang baru sepenuhnya dipahami bertahun-tahun kemudian. Penelitian ini bertujuan untuk memperjelas hubungan antara wahyu dan ilmu pengetahuan, serta menyoroti bahwa keduanya saling melengkapi. Dalam penelitian ini, digunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan literatur serta analisis konten dari sumber sekunder seperti buku, artikel ilmiah, dan jurnal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Al-Qur’an mendorong pencarian ilmu dan pengamatan terhadap alam sebagai bagian dari keimanan. Para ilmuwan, seperti Dr. Maurice Bucaille dan Prof. Dr. Zaghloul El-Naggar, mengungkapkan bahwa tidak ada pertentangan antara isi Al-Qur’an dan ilmu pengetahuan modern. Hal ini semakin menegaskan posisi Al-Qur’an sebagai buku yang memberikan inspirasi dalam aspek spiritual dan intelektual.  
Studi Tentang Tempat dan Waktu Turun Ayat-Ayat atau Surah Al-Qur'an (Makkiah-Madaniah) Raudatul Ilmi; Sefti Sri Amanda; Ali Akbar; Edi Hermanto
Jejak digital: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 4 (2025): JULI
Publisher : INDO PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/rwz8dz36

Abstract

Kajian mengenai klasifikasi ayat-ayat Al-Qur'an menjadi ayat-ayat Makkiyah dan Madaniyah merupakan salah satu bidang penting dalam studi Ulumul Qur’an. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pengertian, kriteria, dan karakteristik dari ayat-ayat Makkiyah dan Madaniyah, serta urgensinya dalam memahami konteks historis, sosial, dan tematik ayat-ayat Al-Qur’an. Dengan menggunakan metode kualitatif kepustakaan, penelitian ini menelaah pendapat para ulama klasik dan kontemporer terkait perbedaan waktu dan tempat turunnya wahyu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa klasifikasi Makkiyah dan Madaniyah bukan hanya berdasarkan lokasi geografis, tetapi lebih pada konteks dakwah Rasulullah, yaitu sebelum dan sesudah hijrah ke Madinah. Studi ini memberikan pemahaman yang lebih mendalam terhadap struktur dan isi Al-Qur’an serta memperkuat metode tafsir tematik dan kontekstual.
Politik dalam Al Qur'an Ikrar Hakiki; Edi Hermanto; Ali Akbar; M. Ziyan Adabi; Ferdi Hasayangan Dalimunthe
Jejak digital: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 4 (2025): JULI
Publisher : INDO PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/9qcjke66

Abstract

Al-Qur’an sebagai kitab suci umat Islam tidak hanya membahas persoalan akidah dan ibadah, namun juga mencakup berbagai aspek kehidupan sosial, termasuk persoalan politik dan pemerintahan. Dalam pandangan Islam, politik bukan sekadar perebutan kekuasaan atau permainan elit, melainkan suatu bentuk amanah besar yang bertujuan mewujudkan keadilan, kesejahteraan, dan kemaslahatan umat. Politik Qur’ani memiliki karakteristik yang khas, karena dibangun di atas nilai-nilai tauhid, keadilan (`adl), musyawarah (syura), tanggung jawab (amanah), dan kepemimpinan yang berorientasi pada pelayanan dan perlindungan terhadap rakyat. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji konsep-konsep dasar politik dalam Al-Qur’an dan bagaimana nilai-nilai tersebut dapat diimplementasikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi pustaka dengan menelaah berbagai ayat Al-Qur’an yang berbicara tentang politik secara langsung maupun tidak langsung, serta merujuk pada tafsir ulama klasik dan kontemporer. Analisis dilakukan secara tematik terhadap isu-isu sentral seperti kepemimpinan, keadilan hukum, pengambilan keputusan kolektif, serta integritas kekuasaan. Hasil kajian menunjukkan bahwa Al-Qur’an memiliki panduan politik yang integral dan berkelanjutan. Nilai-nilai politik Qur’ani tidak hanya relevan pada masa Nabi Muhammad SAW dan Khulafaur Rasyidin, tetapi juga sangat aplikatif dalam menjawab berbagai tantangan zaman modern seperti krisis moral dalam politik, praktik korupsi, dan sistem pemerintahan yang tidak berpihak pada rakyat.
Makna Al-Muhmakamat dan Al-Mutasyabitah dalam Perspektif Tafsir Tematik Yogi Ardiansyah; Said Azren Qadraini; Ali Akbar
Jejak digital: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 4 (2025): JULI
Publisher : INDO PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/w6x18g67

Abstract

Artikel ini mengkaji makna dan signifikansi dua kategori ayat dalam Al-Qur’an, yakni al-Muhkamat (ayat-ayat yang jelas maknanya) dan al-Mutasyabihat (ayat-ayat yang samar), dalam bingkai metodologi Tafsir Tematik (Tafsir Maudhu’i). Melalui pendekatan tematik, artikel ini menjelaskan definisi, perbedaan, dan contoh ayat dari kedua kategori tersebut, serta bagaimana prinsip dan metode Tafsir Tematik digunakan untuk menafsirkan keduanya. Al-Muhkamat diposisikan sebagai dasar pemahaman dan rujukan utama dalam penafsiran, sementara al-Mutasyabihat ditafsirkan dengan kehati-hatian melalui pendekatan kontekstual dan prinsip merujuk kepada ayat-ayat yang lebih jelas. Kajian ini menegaskan pentingnya memahami struktur makna Al-Qur’an secara mendalam agar tidak terjebak pada interpretasi yang keliru, sekaligus menunjukkan relevansi pendekatan tematik dalam menjawab tantangan tafsir di era modern. Pemahaman komprehensif terhadap al-Muhkamat dan al-Mutasyabihat tidak hanya memperkaya studi tafsir, tetapi juga memperkuat landasan teologis dan praktis dalam kehidupan umat Islam.
Perumpamaan dalam Alquran: Analisis Makna dan Fungsi Retoris (Studi atas Al-Baqarah: 17-20) Ali Akbar; Edi Hermanto; Salsabila Putri Zalianty; Selly Fitriani; Rila Apriana Wati
Jejak digital: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 4 (2025): JULI
Publisher : INDO PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/p7e2wh28

Abstract

Artikel ini ngebahas ayat-ayat Al-Qur’an yang isinya pakai perumpamaan, khususnya di Surah Al-Baqarah ayat 17 sampai 20. Di ayat-ayat itu, Allah ngegambarin keadaan orang-orang munafik lewat dua perumpamaan, yaitu api yang nyala terus mati, dan hujan deras yang disertai petir dan kilat. Lewat gambaran ini, kita bisa lihat gimana orang munafik itu nggak konsisten dalam keimanan—kadang ikut hidayah, tapi langsung mundur pas ada cobaan. Perumpamaan kayak gini bikin pesan yang disampaikan lebih gampang dimengerti dan berasa banget di hati. Artikel ini juga ngejelasin gimana perumpamaan dalam Al-Qur’an punya kekuatan buat ngajak orang mikir, ngerasa, dan ngerti hal-hal spiritual secara lebih dalam. Jadi, perumpamaan di Al-Qur’an tuh bukan cuma buat memperindah bahasa, tapi juga sebagai cara ngajarin yang keren dan dalem banget.    
Co-Authors . Mansur . Saifuddin Abd. Ghofur Abdul Malik Azila Abdul Wahid Adrian Fauzan Agus Aris Munandar Ahlun Ansar Ahmad Budiaman Ahmad Fachri Agustian Ahmad Jaeni Aji Pangestu Akhir Saleh Pulungan Alamsyah Halim Albetris Ananda Fathur Rahman Andi Pamungkas Andra Nugraha Andri Irawan Angga Kharisma Putra Anis Feblin Anisa Fitriyani Anisatuzzuhriah Anisatuzzuhriah Anjelly Puspa Sari Anwar, Anas Iswanto Arkan Maulana Utama Arna Suryani Arta Yasa Sugiyanto Ary Iswanto Wibowo Arya Suryani Askar Nur Asmullah Aulia Karimatul Ma'rifat Aura Aqilla Ayu Yuliani Azis Beru Gani Bahraeni Burhanuddin Abdullah Chelsea Andreana Natasha Dadang Iskandar Mulyana` Dahlia Dalimunthe, Albir Hanif Debby Hatmalyakin Defa Arisandi Destia Vani Dwi Martiningsih Dzulhelmi Azman Edi Hermanto Edi Widodo Enny Nazrah Pulungan Fauzan Alfikrie Ferdi Hasayangan Dalimunthe Fitri Sucia Fitria Dwi Wahyuningsih Fitriyani Ghina Adilah Guslina Siregar Gusti Muhammad Abdurrahman Yahya Ayyasy Gustio Aprilda Hana Rofifah Harits Fadlly Heru Suparman Hilya Mahfuza Hudzaifah, M. Ihsan Angga Anjarwadi Ihsan Angga Anjarwadi Ihsan Hasibuan Ika Daulay Ikhlash Hidayatullah Ikrar Hakiki Ilham Arif Imam Arif Purnawan Imam Suseno Indira Ramadhani Irvan Mohammad Regent Irwan Irwan Istiana Istiana Iswantir M Iswanto Iswanto Ivan Haristyawan Izzi Munaya Putri Jefri Arian Syahputra Joesoef Roepajadi Jonni Syatri Kaysa Billah Khairul Umam Khairun Nisa Khoirunnisa Az-Zahra Kristian Kristian Kuni Nadliroh Lasminiasih Lasminiasih - Lely Prananingrum Luh Putu Ratna Sundari Luthfi, Muhammad M. Azmi Ubaidillah M. Fahrurrozi M. Jefriadi Mais M. Yogi Riyantama Isjoni M. Zahari M. Zaki Juliansyah M. Ziyan Adabi Mariza Sanubari Marwin Marwin Maulida Fauziah, An Nuril Mayla Faiza Hanum Mhd Irpan Nasution Mhd Raihan Khairi Miftah Andriansyah Miftah Andriansyah Mimi Mimi Amaludin Muchamad Rizal Afandi Muchlis Muhammad Hanafi Muhamad Saleh Muhammad Ali Hanafi Muhammad Alwi HS Muhammad Farhan Daulay Muhammad Farhan Rozi Muhammad Iqbal Muhammad Iqbal Arrasid Muhammad Nahdan Syabil Muhammad Qadafi Muhammad Raffin Althafullayya Muhammad Rusmin B Muhammad Zikri MULYADI Mustopa Mustopa Nabarian, Tifanny Naila Agnia Ramadhani NANA NANA Naufal Maulana Naurah Fachrani Saragih Nazipawati Nazipawati Nelly Al Audhah Nilla Sari Noor Farikhah Haneda Novegya Ratih Primanda Novie Al Muhariah Nur Annisa Nur Laila lubis Nur Lela Hasibuan Nurannisa Nurannisa Nurhadiyanti Nurhadiyanti Nurlisana Shidqi Saili Nurpratiwi Osep Hijuzaman Osrita Hapsara Pahrudin, Pajar Pantun Bukit Pramesti, Yasinta Sindy R Adisetiawan R. Adisetiawan Rachmat Firdaus Rafikah Marhani Hsb Raflis Tanjung Rahmah Hidayati Rahmahyani Raju Alfah Rezi Raldy Hendrianu Rangga Agusta Wijaya Ranti Daulay Raudatul Ilmi Rehan Fazalia Ananda Ridha Ahida Rila Apriana Wati Rindu Permatasari Rizka Fadzillah Rizki Hamdan Saputra Nasution Roma Rizkina Fatimah Pulungan Rooswhan B Utomo Rooswhan Budhi Utomo rosid apriandik, Rifky Rr. Artiana Krestianti Rudian Fenda Ramadhani Rufi'i Sadzali, Asyhadi Mufsi Safitri Hasibuan Said Azren Qadraini Saima Putri Nurfatimah Nst Saiyid Syeikh Saiyid Syekh Salsa Rahma Kumala Salsabila Padang Salsabila Putri Zalianty Sandhi Prajaka Sandhi Prajaka Saptaning Ruju Paminto Sefti Sri Amanda Selly Fitriani Selviana Setia Abikusna Sinar Maito Nasution Sindi Nadirah Siti Maryam Nst Siti Ramadhani Sitti Nadirah Suci Cahyani SUWANTO, LUCKI APRIANSYAH Syahrul Syahrul Jamil Syaifullah Syaifullah Syamsiar, Syamsiar Syamsul Bahri Tanjung, Khairil Candra Tati Herlina Tiara Hidayah B Tiara Patrin Tri Fitri Yanti Tulus Fiqram Hamawi Usman Uti Rusdian Hidayat Wahyu Rizky Andhifani Wanwan Jamaludin Winda Kustiawan Wiyono Wulan Aryati Yamali, Fahrul Rozi Yayi Suryo Prabandari Yetty Oktarina Yogi Ardiansyah Yoziearni Aulia Yuanita FD Sidabutar Yulan permata sari Yunan Surono Yunita Elianda Zaenal Arifin Madzkur Zara Zuli Iskandar Zur Rahman