p-Index From 2021 - 2026
7.716
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Litera MODUL Humanus: Jurnal ilmiah Ilmu-ilmu Humaniora Jurnal Materi dan Pembelajaran Fisika Jurnal Pendidikan Kimia Beyond Words : a journal on language education, applied linguistics and curriculum & instructions LiNGUA: Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Jurnal S2 Pendidikan Sains Jurnal Celtic NALARs Prosiding Pendidikan Sains LingTera Englisia Journal Prosiding Semnastek Alchemy Jurnal Penelitian Kimia JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN FISIKA AL BIRUNI Jurnal Inovasi Pendidikan IPA Journal of English and Education EDULITE: Journal of English Education, Literature and Culture Journal of Foreign Language Teaching and Learning Journal of Language and Literature Jurnal Arsitektur KOMPOSISI International Journal of Built Environment and Scientific Research PURWARUPA Jurnal Arsitektur Script Journal: Journal of Linguistic and English Teaching INKUIRI : Jurnal Pendidikan IPA Arsitektura : Jurnal Ilmiah Arsitektur dan Lingkungan Binaan PAEDAGOGIA Eralingua : Jurnal Pendidikan Bahasa Asing dan Sastra Journal of Islamic Architecture Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Arsitektur ZONASI Voices of English Language Education Society Journal of English Language Teaching and Linguistics Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series REiLA: Journal of Research and Innovation in Language Border: Jurnal Arsitektur Jurnal Pengabdian Masyarakat Teknik Journal of Architectural Design and Development (JAD) Lakar: Jurnal Arsitektur JOLLT Journal of Languages and Language Teaching JAS: Journal of Architecture Students Indonesian Journal of EFL and Linguistics DIMENSI: Journal of Architecture and Built Environment Formosa Journal of Applied Sciences (FJAS) Formosa Journal of Sustainable Research (FJSR) AGORA : Jurnal Penelitian dan Karya Ilmiah Arsitektur Usakti Studies in English Language and Education International Journal of Contemporary Studies in Education Indonesian Journal of Advanced Research (IJAR) Jurnal Pengabdian West Science Enrichment: Journal of Multidisciplinary Research and Development Journal of Literature Language and Academic Studies (J-LLANS) Journal of Environment and Sustainability Education Journal of Development and Integrated Engineering Jurnal Pendidikan Progresif
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search
Journal : NALARs

SINKRETISME DALAM TATA RUANG MESJID WALI SONGO Ashadi Ashadi
NALARs Vol 12, No 1 (2013): NALARs Volume 12 Nomor 1 Januari 2013
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/nalars.12.1.%p

Abstract

ABSTRAK. Dalam beberapa tahun terakhir, sinkretisme menjadi bahasan yang sangat penting dalam studi Islam Jawa karena keduanya telah menjadi bagian masyarakat Jawa yang tak terpisahkan sejak Islam memasuki pulau Jawa.Salah satu bentuk sinkretisme itu adalah tata ruang mesjid WaliSongo. Dengan pendekatan budaya,  tulisan ini mencoba mengeksplorasi bentuk-bentuk dan latar belakang terjadinya sinkretisme dalam tata ruang mesjid WaliSongo terutama berkaitan dengan tipologi ruang, orientasi ruang, dan tata letak masa bangunan mesjid.  KATA KUNCI : Sinkretisme, Orientasi Ruang, Tata Ruang, Hindu-Budha Jawa, Islam Jawa. ABSTRACT. In recent years, syncretism becomes very important topics in the study of Javanese Islam because they have become part and inseparable of Javanese society since Islam entered the island of Java. One form of syncretism is a lay out of WaliSongo’s mosque. By using a cultural approach, this paper tries to explore the forms and background how a syncretism had been formed in a layout of WaliSongo’s mosque, particularly related to typologies of space, room orientation, and layout of mosque building’s mass. KEYWORDS: syncretism, room orientation, room layout, Javanese Hindu-Buddhist, Javanese Islam
JEJAK KEBERADAAN RUMAH TRADISIONAL KUDUS : SEBUAH KAJIAN ANTROPOLOGI – ARSITEKTUR DAN SEJARAH Ashadi Ashadi
NALARs Vol 9, No 2 (2010): NALARs Volume 9 Nomor 2 Juli 2010
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/nalars.9.2.%p

Abstract

ABSTRAK. Bentuk rumah beratap joglo pencu, bisa jadi meniru gaya bangunan joglo pendapa dan mungkin bangunan rumah beratap joglo milik para penguasa pribumi, bupati dan para pembantunya yang terlebih dulu ada. Dengan menampilkan bangunan monumental berupa pendapa dan rumah-rumah “bangsawan” yang pada umumnya beratap joglo telah menjadikan kelompok orang-orang ini mempunyai kedudukan istimewa dimata masyarakat.  Rumah-rumah tinggal tradisional pada periode pertama, disamping sebagai generasi awal yang mungkin lebih banyak dibangun oleh orang-orang yang punya hubungan dengan para penguasa pribumi, juga dilain pihak telah menciptakan persaingan prestise bagi rumah-rumah tinggal tradisional yang muncul kemudian yang dibangun oleh para saudagar Muslim yang anggota keluarganya mungkin telah menjadi ulama-ulama muda modernis dan bagi mereka yang telah berhasil dalam sektor ekonominya. Adanya dinding tembok tinggi yang mengelilingi rumah mungkin merupakan salah satu cara pembeda antara kelompok Islam modernis di satu pihak dengan kelompok Islam penguasa dan Islam non modernis, serta kelompok yang melulu business oriented di pihak lain. Kelompok yang disebut terakhir mungkin bisa dilihat dari ekspresi rumahnya yang memiliki gebyok lengkung. Kata Kunci : rumah tradisional, kemakmuran, ukiran  ABSTRACT. House with ’joglo pencu’ roof, has been determined as an adopted style from ’joglo pendapa’ style or ’joglo’ houses which belong to local government (bupati and their ’abdi dalem’). The style is presenting monumental building such as ’pendapa’ as well as ’bangsawan’-nobleman houses which usually have a ’joglo’ roof style. This style has shown a group of people who have power, high and special level within community. Traditional houses within first period, has been regarded as building which have special prestige for people who lived within it. Furthermore, traditional houses have been built by moeslem businessman who become modern young ’ulama’ and succeed economically. High wall which surrounded houses, has been determined as a gap between modern islamic group and non modern islamic group as well as with business oriented group on the other part. The last group could be seen from house’s expression which has ’gebyok lengkung’ as a focal point of their house. Keywords: traditional house, prosperity, engraving.
KONSEP DISAIN RUMAH SEDERHANA TIPE KECIL DENGAN MEMPERTIMBANGKAN KENYAMANAN RUANG Ashadi Ashadi; Anisa Anisa
NALARs Vol 16, No 1 (2017): NALARs Vol 16 No 1 Januari 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/nalars.16.1.1-14

Abstract

ABSTRAK. Kenyamanan merupakan faktor penting yang harus diperhatikan dalam desain rumah, karena kenyamanan ruang akan mempengaruhi betah tidaknya penghuni dalam beraktivitas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konsep disain pada rumah sederhana yang mempertimbangkan kenyamanan ruang. Rumah sederhana  yang diteliti adalah tipe kecil ≤ 36 m2.Kenyamanan yang menjadi fokus penelitian adalah kenyamanan dalam penataan perabot, pengaturan sirkulasi dan pengaturan pencahayaan dan penghawaan. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan mengambil kasus secara purposif sampling. Konsep disain yang didapatkan dari penelitian ini adalah kenyamanan penghuni dalam rumah sekecil apapun menjadi hal yang sangat penting. Kebutuhan dan kenyamanan penghuni menjadi hal nomor satu yang harus diperhatikan. Kenyamanan bagi penghuni rumah sederhana dapat dicapai antara lain dengan pencahayaan, penghawaan dan ruang gerak yang cukup untuk beraktivitas. Pencahayaan dan penghawaan yang baik dapat disesuaikan dengan ukuran dan fungsi ruang.Ruang gerak yang cukup dapat diwujudkan dengan menata perabot dan sirkulasi yang baik.Cahaya matahari dan udara alami yang masuk merata ke dalam rumah akan memberikan efek positif bagi penghuninya. Karena cahaya matahari akan memberikan kenyamanan secara fisik dan psikologis. Kata kunci:  konsep disain, rumah sederhana, kenyamanan ABSTRACT. The comfort of the room is an important factor that must be considered in the design of the house. This study aimed to describe the design concept in a simple house considering the comfort of the room. Simple house in this study was a small type ≤ 36 m2. The room comfort that become the focus of research is comfort in the furniture arrangement, circulation settings and illumination and cross ventilation settings. The method used in this research is descriptive qualitative by taking the case of purposive sampling. Comfort for the occupants of the simple house can be achieved by illumination, cross ventilation and sufficient space to do activities. Good illumination and cross ventilation can be based to the size and function of the room. Sufficientroom to do activities can be realized by arranging furniture and good circulation. Sunlight and natural air that goes evenly into the house will have a positive effect for the occupants. Keywords : design concept, simple house, comfort
DAKWAH WALI SONGO PENGARUHNYA TERHADAP PERKEMBANGAN PERUBAHAN BENTUK ARSITEKTUR MESJID DI JAWA (STUDI KASUS : MESJID AGUNG DEMAK) Ashadi Ashadi
NALARs Vol 12, No 2 (2013): Nalars Volume 12 Nomor 2 Juli 2013
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/nalars.12.2.%p

Abstract

ABSTRAK. Perkembangan Islam awal di Jawa tidak terlepas dari dakwah Wali Songo dengan menggunakan pendekatan kompromis terhadap kebudayaan lama, sehingga terjadilah sinkretisme antara ajaran Islam dengan kepercayaan Animisme, Hindu dan Budha. Mesjid sebagai sarana dakwah Wali Songo kemudian menjadi penting bagi dunia penelitian karena perubahan-perubahan yang terjadi padanya selama beberapa abad sejak didirikan pada zaman Wali Songo hingga sekarang ini. Salah satu aspeknya adalah perkembangan perubahan bentuk arsitektur mesjid Wali Songo, yang bisa diketahui sejauh mana dakwah Wali Songo mempengaruhi perkembangan itu.            KATA KUNCI : Dakwah Wali Songo, Sinkretisme, Perubahan Bentuk Arsitektur ABSTRACT. Initial Islamic development in Java cannot be separated from Wali Songo’s missionary by using compromise approach to old culture. This condition will affect the appearance of cyncretism between Islam and animism, Hindu and Budhist. Mosque as a facility for walisongo’s missionary become something significant for research because the changes had been happened to the mosque for centuries since had been built at walisongo’s period untill recently. One of the aspect is the development of architectural form changing of walisongo’s mosque which had been known how far walisongo’s missionary will affect the development. Keywords : walisongo’s missionary, sincretism, architectural form changing.
PERKEMBANGAN ARSITEKTUR MESJID WALISONGO DI JAWA : PERUBAHAN RUANG DAN BENTUK Ashadi Ashadi
NALARs Vol 11, No 2 (2012): NALARs Volume 11 Nomor 2 Juli 2012
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/nalars.11.2.%p

Abstract

ABSTRAK. Seiring dengan perkembangan jaman dan semakin meningkatnya kebutuhan-kebutuhan masyarakat muslim, arsitektur mesjid sebagai sarana tempat ibadah umat Islam cenderung pula mengalami perubahan-perubahan. Perubahan-perubahan ini terjadi pula pada mesjid-mesjid awal perkembangan Islam di Jawa yang pada umumnya disangkutpautkan dengan para mubaligh Wali Songo. Dengan pendekatan historis, tulisan ini berusaha memperlihatkan perubahan-perubahan ruang dan bentuk dalam arsitektur mesjid Wali Songo melalui tema-tema keruangan dan modernitas. Kata kunci : Keruangan memusat, tradisionalitas, modernitas ABSTRACT. As period of time changes all the time and as the needs of moslem community had increased, an architecture of mosque as a prayer facility for moslem has tend to be changed as well. Those changes had happened to mostly mosques within early Islam development in Java, which generally had been related to “Wali Songo”. By using historical approach, this paper is trying to seek the changes of architectural space and form within architecture of Wali Songo’s mosque through spatial themes and modernity.  Keywords : centered space, traditionality, modernity
IDENTIFIKASI ADAPTASI SPASIAL PADA HUNIAN VERNAKULAR. KASUS STUDI : RUMAH-RUMAH DI KOTA LAMA KUDUS Anisa Anisa; Ashadi Ashadi; Finta Lissimia; Rustama Fasda Bimatukmaru
NALARs Vol 22, No 2 (2023): NALARs Volume 22 Nomor 2 Juli 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/nalars.22.2.153-160

Abstract

ABSTRAK. Manusia dalam kehidupan sehari-hari membutuhkan ruang sebagai wadah kegiatannya. Idealnya ruang direncanakan dan dirancang berdasarkan analisis kegiatan terlebih dahulu. Namun pada kenyataannya, manusia seringkali mendapatkan hunian yang sudah ada sebagai tempat melakukan kegiatan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan dan menafsirkan adaptasi spasial pada hunian vernakular. Kasus penelitian adalah rumah-rumah di Kota Lama Kudus dengan batasan rumah yang mempunyai bentuk asli berupa rumah tradisional Kudus. Pengambilan data dilakukan dengan pengamatan dan wawancara, yang dilakukan bersamaan dengan proses analisis. Hasil penelitian ini adalah ditemukan adaptasi spasial yang terjadi pada hunian vernakular pada hunian di Kota Lama Kudus mengikuti tingkatan atau hirarki ruang. Selain itu juga ditemukan macam strategi adaptasi yang dilakukan pada ruang berupa perubahan tata ruang, perubahan fungsi ruang, dan perubahan ukuran ruang. Perubahan tersebut dilakukan sebagai upaya adaptasi spasial dengan tujuan tidak hanya memenuhi kebutuhan semata namun juga untuk menambah kenyamanan pengguna hunian. Kata kunci: adaptasi spasial, hunian, vernakular ABSTRAK. Humans in everyday life need space as a container for their activities. Ideally, space is planned and designed based on prior activity analysis. However, in reality, humans often get existing housing as a place to carry out activities. This research is a qualitative research that aims to describe and interpret spatial adaptations in vernacular dwellings. The research case is the houses in the Kudus Old City with the boundaries of houses that have the original form of the traditional Kudus house. Data collection was carried out by observation and interviews, which were carried out simultaneously with the analysis process. The results of this study found that spatial adaptations that occur in vernacular dwellings in the Old City of Kudus follow levels or spatial hierarchies. In addition, various adaptation strategies were also found in space in the form of spatial changes, changes in spatial functions, and changes in spatial size. These changes were made as a spatial adaptation effort with the aim of not only meeting the needs but also to increase the comfort of dwelling users. Kata kunci: spatial adaptations, dwelling, vernacular 
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Abdul Azis Muslim Adawiyah, Siti Lutfiah Rabiyatul Ade Sumiahadi, Ade Adhima Faidir, Muhammad Fauzan Adi Hermawan Afied Dien Haqsaleh Agniaturrizki, Agniaturrizki Ahmad Taufiq Ahmad Yusuf Aini, Rahma Akmal, Muhamad Faiz Ammar, Faris Faisal Anggana Fitri Satwikasari anisa Anisa Anisa Anisa Anisa Anisa Anisa Anisa Anisa Annisa Nurul Firdausi Ardlillah, Queen Fiqi Ari Widyati Purwantiasning Ariansyah, Ahmad Ariesinta, Dimiar Assa'adah, Putri Alvy Atik Puji Rahayu Aziza, Nur Azizah, Shofiah Nur Bakti Mulyani Bimatukmaru, Rustama Fasda Budi Utami Candik Fahtu Siam Agung Candra, Ayu Dwi Chairunisa Ayu Saputri choirul umom Dedi Hantono Dedi Hantono Delly Rachman Dewanto Harjunowibowo Dewi, Arista Novia Dzul Rachman, Dzul Edy, Nur Azizah Dikastuti Eka Fajar Nugraha Ekan Fitrianto Erna Andriyanti Fadhillah, Hilman Faiqoh, Avita Elok Fathin, Sayyid Muhammad Fatnalaila, Fatnalaila Feri, Zefki Okta Fikri, Ahmad Rifat Finta Lissimia Finta Lissimia, Finta Galih Prakasa Gultom, Aryadi Manuel Guntur is mawan guntur ismawan Handri Saputra Haryono Haryono Havidz, Ichsan I Putu Indra Kusuma Ibrahim, Muhammad Luthfi Idam Ragil Widianto Atmojo Indah Tri Susilowati Ista Maharsi Izwan Ariq Nursandi Jamilah Jamilah Jannatussholihah, Siti Kus Sri Martini Lukmanul Hakim Luluk Fajri Luqmanul Hakim Luqmanul Hakim Luqmanul Hakim Lusi Nurhayati Lutfi Prayogi M. Masykuri Maman Suryaman Margana Margana Marlin, Sri Masykuri Masykuri Micco Elfandi Mohammad Masykuri Muhammad Muslimin Muhammad Rivai Mulyantoro, Ahmad Azis N Nelfiyanti Nana Setiawan Nana Setiawan, Nana Ni Wayan Surya Mahayanti Norasiah, Norasiah Norma Eralita Noviyanti, Anggi Nur Ikhsan Nurfidianty Annafi Nursandi, Izwan Ariq Pertiwi, Octaviani Putri Pertiwi Prakasa, Galih Pranoto Pranoto Pratiwi, Rinta Dian Pratomo Widodo Priambudi Dwi Prasetyo PUGUH KARYANTO Raharja, Ernita Ratna Dewi Nur'aini Rifka Houtrina Rifka Houtrina, Rifka Rohmiyati, Nazillatur Rosyidah, Dyana Maftuhatu Rustama Fasda Bimatukmaru Rustama Fasda Bimatukmaru Saeful Bahri Saiful Anwar Sajidan Sajidan Saragih, Rode Arta Yuliani Sari, Desy Mutia Sarjono, Alfiyan Wahyudianto Sentot Budi Rahardjo Sentot Budi Raharjo Setyoningrum, Vita Diah Siti Mukminatun, Siti Sri Indriani Solehah Sri Mulyani Sri Yamtinah Sugirin Sugirin Suharsono Suharsono Sukarmin Sulis Triyono Sulistyo Saputro Suriani Ngah Abdul Wahab Suriani Ngah Abdul Wahab Suryadi Budi Utomo Syafrial Jamin Syaid Adi Putro Tanjung, Pradana Akbar Taufik Hidayat Thoriq Septiawan Titik Sudartinah Tri Aulia Mutia Rahma Guritno, Tri Aulia Mutia Tri Nanik Wulandari, Tri Nanik Umar, Nasir Wahyu Hidayat wahyu hidayat Waly, Muchamad Muchibbuddin Wardani, Umi Sismia Winarno, Widha Wipsar Siwi Dona Ikasari Wulandari, Nunik Herani Yeni Artanti Yeptadian Sari Zam, Fakhruddin Zam