Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS KEMANDIRIAN BELAJAR PESERTA DIDIK SMAN 96 JAKARTA Dwi Rahayu, Endang; Asni
CONS-IEDU: Jurnal Program Studi Bimbingan Dan Konseling Islam Vol 4 No 1 (2024): CONS IEDU
Publisher : Program Studi Bimbingan Konseling Islam, Fakultas Tarbiyah Dan Ilmu Keguruan, Institut Ummul Quro Al-Islami Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51192/cons.v4i1.812

Abstract

Self-learning is a form of learning that is driven by the ability, decision, and responsibility of the student in learning. If the student is able to complete his or her learning tasks consciously and without the help of others, then he or she can be considered to have studied independently. Self-reliance in learning is important because to measure how much learning can be achieved, it is done by taking the initiative and conducting the learning process at school. Therefore, the students are now responsible for the learning process and they try as hard as they can to ensure that the process of learning succeeds in order to what they want. This study uses a quantitative descriptive approach, with a simple random sampling technique. The study has a sample of 154 people. The questionnaires are used to collect data and use percentage formulas to analyze data. Based on the analysis of data from the independent learning research, students are in the middle category with a percentages of 72%, in the high category with 21%, and in the low category with 6%. This suggests that students need to improve their learning independence with the support and assistance of educators at school.
Kekerasan Dalam Rumah Tangga Sebagai Alasan Cerai Gugat di Pengadilan Agama Sungguminasa Alwaris, Sri Ayu Andari Putri; Kurniati; Asni; Qadir Gassing
Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol 5 No 1 (2024): Education and Islamic Studies (Januari-Juni)
Publisher : STAI DDI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55623/au.v5i1.261

Abstract

Pokok masalah penelitian ini adalah kekerasan dalam rumah tangga yang menyebabkan cerai gugat di Pengadilan Agama Sungguminasa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dengan mengambil data lapangan (Field Research) melalui penelusuran fakta-fakta di lapangan, dilakukan dengan pendekatan teologi normatif syar’i dan pendekatan yuridis empiris. Sumber data penelitian ini adalah wawancara Hakim, Panitera, dan Pihak. Metode pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik pengelohan dan analisis data yaitu reduksi data, penyajian data, editing data, analisis data dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Pengujian keabsahan data yaitu perpanjangan pengamatan, meningkatkan ketekunan, triangulasi dan menggunakan bahan referensi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, cerai gugat akibat kekerasan dalam rumah tangga yang diadili di Pengadilan Agama Sungguminasa selama 3 (tiga) tahun terakhir masih menunjukkan angka yang cukup banyak, hal ini menunjukkan bahwa masih sering terjadi kekerasan dalam rumah tangga. 1) Bentuk-bentuk kekerasan dalam rumah tangga yang mengakibatkan cerai gugat di Pengadilan Agama Sungguminasa yaitu kekerasan fisik, psikis, seksual dan penelantaran. Faktor-faktor yang mengakibatkan terjadi kekerasan dalam tangga yaitu perbedaan prinsip, masalah ekonomi, judi, mabuk dan perselingkuhan diantara salah satu pihak, sehingga dampak yang terjadi yaitu rasa trauma namun juga ada rasa lega dan bahagia karena telah telepas dari perbuatan kekerasan dalam rumah tangga yang dialami selama perkawinan. 2) Hakim dalam memberikan pertimbangan putusan terhadap kasus cerai gugat akibat kekerasan dalam rumah tangga di Pengadilan Agama Sungguminasa berdasarkan peraturan Perundang-Undangan, Kompilasi Hukum Islam, serta dari sisi kemaslahatan dan mudharat. 3) Perkara cerai gugat akibat kekerasan dalam rumah tangga perspektif maslahah mursalah termasuk maslahah dharuriyah karena mengancam jiwa dan keturunan.
Konsep Poligami menurut Pandangan Perempuan PNS di Kota Makassar terhadap Peraturan Pemerintah No. 45 Tahun 1990 Pasal 4 Ayat (2) Perspektif Maqasid Al-Syari'ah Andi Airiza Rezki Syafa’at; Aisyah Kara; Asni; Kurniati; Indo Santalia
Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol 5 No 2 (2024): Education and Islamic Studies (Juni-Desember)
Publisher : STAI DDI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55623/au.v5i2.361

Abstract

Pokok masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana pandangan perempuan Pegawai Negeri Sipil di Kota Makassar terhadap Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 1990 Pasal 4 ayat (2) dalam perspektif Maqashid Syari’ah. Jenis penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dengan mengambil data lapangan (Field Research) melalui penelurusan hasil wawancara bersama wanita Pegawai Negeri Sipil, dilakukan dengan pendekatan hukum empiris, pendekatan kualitatif, serta pendekatan maqāṣid al-syarī’ah. Adapun sumber data penelitian ini adalah wawancara Wanita Pegawai Negeri Sipil dan aktivis Wanita di Kota Makassar. Selanjutnya, metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan dokumentasi. Lalu, Teknik pengolahan dan analisis data yang dilakukan dengan melalui tahap reduksi data, klasifikasi data, verifikasi data, analisis data, dan penarikan Kesimpulan. Adapun pengujian keabsahan data yang digunakan yaitu triangulasi dengan sumber dan triangulasi dengan teori. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1). Pandangan perempuan PNS di kota Makassar terhadap Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 1990 Pasal 4 ayat (2) menunjukkan bahwa ada 14 orang setuju dengan Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 1990 Pasal 4 Ayat 2, sedangkan 10 orang tidak setuju dengan peraturan tersebut. 2). Dalam perspektif Maqashid Syari’ah Peraturan Pemerintah Nomor 45 tahun 1990 Pasal 4 ayat (2) tersebut menunjukkan bahwa yang sejalan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 1990 Pasal 4 Ayat 2 adalah Hifz al-Nafs dan Hifz al-Mal. Sebaliknya, Maqashid Syari'ah yang tidak sejalan dengan peraturan tersebut adalah Hifz al-Din dan Hifz al-Aql.
RESILIENCE IN CHILDREN CAUGHT IN DRUGS CASE IN PALEMBANG CLASS I LPKA WITH ISLAMIC PSYCHOTRAPHY APPROACH Rama Revanza; Ira Novri Anggraini; Kartika Cantamala; Zakiah Rani Amanda; Lidia; Peri; Dicky Wandira Aditya Putra; Nissya Novi Andini; Ridha Setya Dinta; Irfa Farhatul Maula; Fasya Annisa; Siti Balqis Lubis; Audy Ananda; Asni; Albert Haryadi
Journal of Islamic Psychology and Behavioral Sciences Vol. 1 No. 1 (2023): Journal of Islamic Psychology and Behavioral Sciences
Publisher : CV. Doki Course and Training

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61994/jipbs.v1i1.4

Abstract

Narcotics cases are the biggest cases in Indonesia, both users or dealers and dealers. Narcotics users in LPKA 1 Palembang are dominated by teenagers so that the psychological condition resulting from the use of narcotics is prone to experiencing depression, stress and excessive anxiety. The purpose of this study was to find out and overcome resilience in children who were caught in drug cases at LPKA 1 Palembang with an Islamic psychotherapy approach. The method used is a qualitative method with a qualitative descriptive approach and uses Islamic psychotherapy interventions. Research subjects amounted to 3 people. Data collection was obtained using interviews and observations. Data analysis uses descriptive and deductive techniques (describes and describes all problems clearly and in detail). The results of this study show that through Islamic psychotherapy intervention, namely gestalt therapy, to overcome the attitudes of children who are caught in drug cases in Class I LPKA Palembang. Islamic psychotherapy interventions carried out at LPKA Class I Palembang on narcotic addicts were able to build good resilience. The resilience possessed by Narcotics addicts cannot be separated from the learning process obtained during the detention period.
PERILAKU PENYIMPANGAN SEKSUAL DALAM PERKAWINAN PERSPEKTIF HUKUM ISLAM Hidayat, Herdi; Asni; Hilal, Fatmawati
Qadauna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum Keluarga Islam Vol 5 No 1
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/qadauna.v5i1.32378

Abstract

Abstract This research discusses sexual deviant behavior in the form of coercion in sexual relations (Marital Rape) and Sadomasochism. The author tries to examine cases of sexual deviant behavior in marriage that focus on Islamic Law. The main problem in this study is how the Islamic Law perspective on the imposition of sexual relations (Marital Rape) in marriage, how the Perspective of Islamic Law Sadomasochism, and how to overcome sexual deviance in marriage. The type of research used is library research by referring to the results of previous research, such as books, journals and articles that can be accessed online. The results showed that, the behavior of sexual deviance in marriage according to the perceptive islamic law is the coercion of sexual relations between husband and wife (Marital Rape) if the wife is sick or is in her menstrual period. However, if the wife is not in a state of illness and then forced to have sexual intercourse because the wife refuses to do so then it is not included in Marital Rape. the behavior of sadism and masochism (Sadomasochism) in conjugal relationships is makruh. Because it contains elements of persecution and danger. It is in an effort to achieve mutual sexual satisfaction, which will give happiness and harmony in the household. The implications of this study are the implementation of premarital courses (suscatin), reporting to KPAI, KOMNAS HAM, as well as supervising and learning adolescents in order to avoid sexual deviance and not hesitate to report if there are sexual deviance. Keywords: Sexcual deviant, Marital Rape, Sadomasochism.
EKSISTENSI AMMALANGNGANG TOBANG DALAM PERNIKAHAN PERSPEKTIF HUKUM ISLAM ( STUDI KASUS DESA LANGKURA KECAMATAN TURATEA KABUPATEN JENEPONTO Tanri, Justamin; Asni; Siti Nurul Fatimah
Qadauna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum Keluarga Islam Vol 5 No 1
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/qadauna.v5i1.35853

Abstract

Abstract This study discusses the Existence of Ammalanngang Tobang in Islamic Law Perspective Marriage. The author examines how the existence of Ammalangkang Tobang in marriage in the perspective of Islamic law. This research is a fieldresearch that describes the results of the discussion through a descriptive qualitative method, using a normative theological approach. Primary data was obtained directly through interviews, while secondary data was obtained through documentation, literature and book literature. Data analysis used reduction, presentation, comparison and conclusion techniques. The results of this study reveal that the people of Jeneponto Regency, especially Langkura Village, still maintain the Ammalanggang Tobang tradition in marriage, Ammalanggang Tobang is the process of handing over gifts in the form of the groom's household furniture to the bride after the wedding. Conceptually, traditional Islamic law is included in Al-Urf or repeated habits. In its own application, the Ammalangngang Tobang tradition in marriage is legally valid in Islam because it does not contain elements of associating partners with Allah and does not conflict with the texts of the Koran and hadith. Keywords: Islamic Law, Ammalangngang Tobang, Marriage.
TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP MEDIATOR DALAM MENYELESAIKAN PERKARA PERCERAIAN DI PENGADILAN AGAMA KENDARI Kadir, Ahsan; Asni; Fatimah, Siti Nurul
Qadauna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum Keluarga Islam Vol 5 No 3
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/qadauna.v5i3.37022

Abstract

Penelitian ini membahas terkait tinjauan hukum Islam terhadap mediator dalam menyelesaikan perkara perceraian di Pengadilan Agama Kendari. Maka dari itu akhirnya penulis menelusuri bagaimana peran mediator melalui tugas dan wewenang terhadap penyelesaian perkara perceraian melalui mediasi di Pengadilan Agama Kendari. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum empiris, yang mana sumber utama penelitian ini adalah melalui data-data di lapangan seperti hasil observasi dan wawancara. Hasil penelitian ini mengungkapkan penyelesaian perkara perceraian terhadap mediator dalam menyelesaikan perkara perceraian di Pengadilan Agama Kendari bahwa upaya Pengadilan Agama Kendari dalam menyelesaikan perkara perceraian memiliki tahap dalam penyelesaian sebagaimana kewajiban yang telah tertera tentang kewajiban daripada perkara tingkat pertama di pengadilan agama agar melalui tahap mediasi dalam mencari kemaslahatan atau kesepakatan dalam merundingkan penyelesaian masalah yang dihadapi oleh para pihak. Suatu penyelesaian perkara perceraian melalui proses dan upaya mediasi yang di tengahi oleh mediator atau pihak ketiga dari para pihak dalam membantu memberikan solusi, nasehat, dan berupa masukan membantu memberikan dan menyampaikan hingga menyadarkan para pihak akan kesalahan yang telah dilakukan. medisi menjadi upaya dalam mencegah pertikaian dan permasalahan melalui upaya dan proses yang telah diatur dalam prosedur peraturan hukum yang menjadi landasan dalam pencegahan putus dan rusaknya hubungan dari para pihak. Kata Kunci: Mediator, Hukum Islam, Perceraian.
REKONTEKSTUALISASI HUKUM PERNKAHAN BEDA AGAMA DAN STATUS ANAKNYA DI INDONESIA Juhari, Andi Rezal; Asni; Kurniati
Qadauna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum Keluarga Islam Vol 5 No 1
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/qadauna.v5i1.41852

Abstract

This articel discusses how the law and status of marriage differs from religion to child according to Islamic law and positive law in Indonesia. Beginning with a lot of polemics about the marriage of different religions and the status of her children. Especially when the government closed the gap through a Constitutional Court ruling and prohibited judges from accepting applications for registration of non-religious marriages. Then it is necessary to reconstruct the law in order to harmonize the Islamic law with the positive law as a solution to the problem. This type of research is empirical normative research with a juridical, normative and sociological approach. Technical data collection through literary studies and interviews with contemporary South Sulawesi scholars. The analysis technique used is qualitative analysis. The results of the study show that marriages between different religions are legally prohibited, while in Islamic law, contemporary scholars have a khilafist status. So, the form of recontextualization is; 1). The law of different religious marriages today in Indonesia should be permitted with a record in emergency, and marriage that has continued can still be cancelled but must take into account the condition of the child; 2). The marriage status of a child of a different religion can only be passed on to a parent of a new religion, except for a child from a marriage of different religion is permitted; 3. The rights of children from marriages of different religions must be fulfilled by the State and the people around them as well as children in general. The implication of this study is that the government should make changes to the Compilation of Islamic Laws which contains the provisions of marriage of different religions strengthened with the PERMA that contains guidelines for judges to approve marriages of different faiths of an emergency nature. As well as revoking SEMA No. 2 of 2023 for indicating discriminatory occurrences in society.
REKONSTRUKSI LITERATUR SISTEM POLITIK DAN NEGARA IBNU TAIMIYAH Saende, Zubair Rahman; Sultan, Lomba; Asni
ISTIQRA: Jurnal Hasil Penelitian Vol. 11 No. 1 (2023): Januari - Juni 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Datokarama Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24239/ist.v11i1.2048

Abstract

This research aims to explain Ibn Taymiyah's political thought in the history of Islamic politics and its implications for current Islamic political thought. especially the social setting that forms the basis of Ibn Taymiyah's thoughts about the political system and state offered by Ibn Taimiyah, and whether his theory is still relevant to current socio-political conditions. The method used in this research is a qualitative method with a type of library research, the approach used is historical-critical-philosophical, then the data sources in the research are primary and secondary data. Based on the data that has been collected and analyzed, the conclusions of this research show that Ibn Taymiyah with his courage abolished/rejected the leadership system of the caliphate and imamate, with his thesis that the regime upheld by the prophet was the nubuwwah regime and not the imamate, while the new imamate existed after the prophet died. shows that he has revolutionary and reformist ideas. He didn't want people to just be objects in a state, but he wanted people to be subjects of a state. For Ibnu Taymiyah, the mechanism/system for appointing the head of state is not very important, what is important is that the person occupying the position must be truly trustworthy and fair. Ibn Taimiyah required two things for a head of state, namely having the qualifications of strength (al-quwwah) and integrity (al-amanat). Strength and integrity are obtained through the mubaya'ah (oath of allegiance) given by the ahl al-Syawkah.
Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Pesisir Melalui Hilirisasi dan Pemodelan Pengelolaan Sumberdaya Perikanan Berkelanjutan Di Desa Hakatotubu Kecamatan Pomala Kabupaten Kolaka Muis; Purbaningsih, Yuli; Arman Pariakan; Asni; Nuridah; Muhamad Nur Tanzis; Aminah; Rahmat F; Niar; Mariani; Nasiruddin; Agus Kurnia; Wa Ode Salma; Nurmaladewi; Syefira Salsabila; Farit Rezal
Jurnal Pengabdian Multidisiplin Vol. 4 No. 3 (2024): Jurnal Pengabdian Multidisiplin
Publisher : Kuras Institute & Scidac Plus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51214/002024041136000

Abstract

Desa Hakatutobu merupakan mitra sasaran yang terletak dikawasan pesisir Teluk Bone. Penduduknya didominasi suku Bajo 70%, yang bermata pencaharian 80% adalah nelayan. Potensi sumberdaya alam dan potensi sosial ekonomi yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat, salah satu potensi sumber daya alam yaitu berada pada daerah peisisir. Potensi ekonomi produktif yang dimiliki adalah berada di pesisir, setiap harinya, 275 kepala keluarga menggantungkan hidupnya pada sumber daya alam yang ada di pesisir, baik dari hasil tangkapan maupun budidaya. Namun ada beberapa permasalahan nelayan dan petani tambak yakni mengalami kelesuan terhadap budidaya ikan dan penangkapan ikan karena kebutuhan pakan ikan, udang dan biaya operasional penangkapan ikan cukup mahal. Dampak dari hal tersebut berdampak pada perekonomian masyarakat. Kegiatan perekonomian masyarakat yang tidak stabil menimbulkan pendapatan masyarakat dibawah garis kemiskinan. Tujuan pelaksanakan kegiatan Kosabangsa tahun 2024 adalah peningkatan ekonomi Masyarakat pada Kelompok Nelayan Bunga Karang Mandiri dan Kelompok PKK Desa Hakatutobu yakni pada aspek produksi, pemasaran, kesehatan, dan ekonomi, melalui peningkatan pengetahuan, kapasitas, hilirisasi yakni melakukan diversifikasi olahan ikan dan pemasaran melalui digital marketing, pengolahan limbah rumah tangga menjadi pakan ikan dan kesehatan masyarakat serta pemodelan pengelolaan sumberdaya perikanan berkelanjutan. Metode pelaksanaan pemberdayaan Kosabangsa menggunakan metode pelatihan penyampaian materi dan praktik terkait teknologi, pendampingan penerapan serta eavaluasi dilakukan secara langsung dengan jenis pendekatan kelompok. Evaluasi pelaksanaan kegiatan pemberdayaan masyarakat ini akan dilakukan dalam bentuk kegiatan monitoring dan pendampingan, untuk melihat keberlanjutan dan keberhasilan kegiatan penerapan teknologi dan inovasi.
Co-Authors Abd. Halim Talli Abdul Halim Talli Afa, Musadia Agung Prama Sarno Agung Agus Kurnia Ainy, Afra Nur Aisyah Kara Akmal, Andi Muhammad Al-Afandi, Muhammad Albert Haryadi Alimahmudrikah, Nur Alwaris, Sri Ayu Andari Putri AMINAH Andi Airiza Rezki Syafa’at Andi Syahru Ramadhan Anti Landu Ashar Asriatno, Okto Astarina, Eva Audy Ananda Azizah, Maulia Salsanabila Bustang Chairunnisa, Dini Dahlan, Febry Mutiariami Dicky Wandira Aditya Putra Dwi Rahayu, Endang Fajar Nessa Farit Rezal Fasya Annisa Fatimah, Siti Nurul Firmansyah Hamzah Hasan Handayani, Fitrianti Hartini Tahir Hidayat, Herdi Hilal, Fatmawati Inayah Anugerah Ulfatunnisa Indo Santalia Ira Novri Anggraini Irfa Farhatul Maula Juhari, Andi Rezal Kadir, Ahsan Kamila, Deisma Putri Kamila, Nayla Zahra Kamilah, Syifaul Kartika Cantamala Kasjim Salenda Kiljamilawati Kurniati La Mpia La Ode Muhsafaat Lailatul Fitriani Lestari, Reni Permata Lidia Lomba Sultan Lukmawati, Luthfi Rizky M. Thahir Maloko Mariani Moh. Anwar Zainuddin Muh Zuhdi Hamdi Fahmi Muh. Bakry, Muammar Muhamad Nur Tanzis Muhammad Gazali Muhammad Jumaidi Pamalingan Muis Mujahidin, Michra Ananda Musyfikah Ilyas Nanang Ardiansyah Nasiruddin Nazaruddin Niar Nissya Novi Andini NOVIYANTI Nur Mutmainna Dio Asriani Nur Santy Asminaya Nurfauziah Mansur Nurfianalisa Nuridah, Nuridah Nurmaladewi Nurwahidah Pariakan, Arman Patimah Peri Purbaningsih, Yuli Putri Azzahroh Qadir Gassing Rahmat F Rahmat Hermawan Rahmat Tata Pratama Rahmatia Rama Revanza Rasyid, Sri Anggarini Ridha Setya Dinta Rusdi Tahir Saende, Zubair Rahman Safitri Sakina Saleh Ridwan Sarinah Siti Aisyah Siti Balqis Lubis Siti Nurul Afifah Siti Nurul Fatimah Sitti Aisyah Sitti Aisyah May Wulandari Sitti Musdalifah St. Nurul Fatimah Tarimana Sugirah Hidayah Rauf Supardin Syarif Hidayatullah Syefira Salsabila Tanri, Justamin Tomy Dwi Apriyanto Veriyallia, Vera Wa Ode Salma Zakiah Rani Amanda Zindan, Muhammad Naufal Zulhasari Mustafa