Articles
Wayang Sukuraga: Media Pengembangan Karakter Menuju Profil Pelajar Pancasila
Zahra Apriantika Ardi Sari;
Iis Nurasiah;
Dyah Lyesmaya;
Nasihin Nasihin;
Hasanudin Hasanudin
Jurnal Basicedu Vol 6, No 3 (2022): June Pages 3200-5500
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v6i3.2698
Kurikulum paradigma baru merupakan kurikulum yang digunakan pada saat ini dengan luaran jangka panjang yaitu profil pelajar pancasila. Dalam kurikulum tersebut pendidikan karakter merupakan hal yang perlu dimunculkan dalam pembelajaran. Berdasarkan observasi awal didapatkan permasalahan mengenai karakter siswa terutama karakter peduli lingkungan. Salah satu solusi untuk memecahkan permasalahan karakter yakni dengan menerapkan media berbasis kearifan lokal. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan karakter peduli lingkungan siswa di kelas III menggunakan media digital berbasis kearifan lokal yakni wayang sukuraga. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas menggunakan model Kemmis dan McTaggart yang dilakukan melalui II siklus dan setiap siklus terdiri dari 2 pembelajaran. Partisipan dalam penelitian ini sebanyak 8 peserta didik yakni 4 peserta didik laki-laki dan 4 peserta didik wanita. Pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan angket. Analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menyatakan terjadi kenaikan pada siklus I dengan perolehan nilai rata-rata sebesar 63,28 menuju siklus II sebesar 86,33. Signifikansi peningkatan karakter peduli lingkungan siswa dari siklus I ke siklus II adalah 23,08 dapat diklasifikasikan kedalam kategori sangat baik. Maka dari itu dapat ditarik kesimpulan bahwa penggunaan media digital wayang sukuraga dapat meningkatkan karakter peduli lingkungan siswa.
Model Pembelajaran Value Clarification Technique (VCT) untuk Meningkatkan Sikap Tanggung Jawab Siswa
Nasya Zuhdiya Wibowo;
Dyah Lyesmaya;
Iis Nurasiah
Jurnal Basicedu Vol 6, No 3 (2022): June Pages 3200-5500
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v6i3.2732
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan model pembelajaran Value Clarification Technique (VCT) untuk meningkatkan sikap tanggung jawab siswa, jenis penelitian ini yaitu Action Research dengan desain model Kemmis dan Mc.Taggart yang dilakukan sebanyak 2 siklus terdiri dari kegiatan awal, kegiatan inti dan kegiatan akhir partisipan dalam penelitian ini siswa kelas 4 di SDN Curug Luhur kabupaten Sukabumi tahun ajaran 2021-2022, dengan sampel 14 orang. Instrument penelitian yang digunakan wawancara, lembar observasi, angket, catatan lapangan dan dokumentasi. Hasil penelitian pada sikap tanggung jawab siswa memperoleh ketuntasan angket dengan hasil 79% kategori kuat pada prasiklus. pada siklus 1 meningkat memperoleh hasil 80 % kategori sangat kuat. pada siklus II menunjukan sikap tanggung siswa meningkat dengan hasil 86 % keterangan sangat kuat. hasil observasi guru saat mengajar yang dilakukan sebanyal 4 kali dengan hasil rata – rata siklus I, 71 kategori baik dan siklus II, 83 kategori baik sekali. hasil observasi aktivitas siswa pada siklus I dengan hasil 59 kategori kurang , dilanjutkan siklus 1 pertemuan II meningkat 65 kategori cukup, pada siklus 2 hasil meningkat 84 kategori baik sekali, dilanjutkan pada siklus 2 pertemuan 1 meningkat 88 kategori sangat baik. bedasarkan hasil observasi dapat disimpulkan bahwa sikap tanggung jawab dapat meningkat menggunakan model pembelajaran VCT.
Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dalam Impelementasi Kurikulum Prototipe di Sekolah Penggerak Jenjang Sekolah Dasar
Nugraheni Rachmawati;
Arita Marini;
Maratun Nafiah;
Iis Nurasiah
Jurnal Basicedu Vol 6, No 3 (2022): June Pages 3200-5500
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v6i3.2714
Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan secara konseptual bagaimana penguatan projek profil pelajar pancasila diimplementasi pada kurikulum prototipe di sekolah penggerak jenjang SD. Pada penelitian ini menggunakan metode penelitian studi kepustakaan (Library Research). Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam artikel ini adalah mengkaji jurnal, buku, artikel literatur juga dokumen lain yang sesuai dengan masalah penelitian. Hasil temuan-temuan pada proses pengumpulan data, didokumentasikan kemudian di analisis dan disajikan secara deskriptif. Hasil dari penelitian ini adalah; 1) kajian tentang projek penguatan profil pelajar pancasila, 2) kajian tentang alur penentuan dalam memilih elemen dan sub elemen profil pelajar pancasila di sekolah dasar, dan 3) kajian tentang assessment projek penguatan profil pelajar pancasila.Harapannya dengan adanya tulisan ini para praktisi di bidang pendidikan dapat memahami lebih dalam tentang projek penguatan profil pelajar pancasila .
Implementation of Wayang Sukuraga to Improve the Social Attitudes of Elementary School Students
Eneng Anisa;
Iis Nurasiah;
Din Azwar Uswatun
Jurnal Ilmiah Sekolah Dasar Vol 6 No 2 (2022): May 2022
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jisd.v6i2.43710
Wayang, as one of the traditional arts, is also a work of art that functions as a means of entertainment, education, and social media. This study aims to analyze the improvement of students' social attitudes in fifth-grade elementary school through the wayang sukuraga. This research design is a Classroom Action Research developed by Kemmis and Mc. Taggart with the implementation of research as much as 2 cycles. Subjects in this study amounted to 23 people. Data collection techniques were carried out using non-test techniques consisting of interviews, teacher activity observation sheets, student social attitudes observation sheets, field notes, and documentation of research activities. The data analysis technique was carried out descriptively. The results showed that the activities of educators in the first cycle obtained an average of 74 in the good category. In contrast, in the second cycle, they obtained an average of 88 in the good category. As for the social attitudes of students in the first cycle, the average result was 70% through the application of the puppet sukuraga in the fairly good category and then increased to 86% with the good category in the second cycle. Based on the results obtained, it can be concluded that the wayang sukuraga can improve the social attitudes of students in elementary schools.
Kecerdasan Emosional dan Kemampuan Berpikir Kritis pada Materi Bangun Datar di Kelas Tinggi Sekolah Dasar
Lala Nurhayati;
Luthfi Hamdani Maula;
Iis Nurasiah
Mimbar Ilmu Vol. 26 No. 2 (2021): Augustus
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/mi.v26i2.36919
Peserta didik memiliki rasa ketakutan dan kesulitan dalam pembelajaran matematika. Hal ini terjadi karena abstraksi pembelajaran matematika sulit dipecahkan dan metode mengajar yang tidak tepat. Pembelajaran matematika yang membutuhkan pikiran dan analisis yang tinggi seharusnya dimulai dari pemberian motivasi agar peserta didik menjadi rileks. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan kecerdasan emosional dan kemampuan berpikir kritis pada materi bangun datar di kelas tinggi sekolah dasar. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian asosiatif dengan desain korelasional dan teknik survei untuk mengetahui hubungan sebab-akibat antarvariable tanpa adanya tindakan dari peneliti. Penelitian dilaksanakan di kelas IV dengan jumlah 171 populasi. Dengan teknik pemilihan sampel purposive sampling maka sampel yang diperoleh berjumlah 64 sampel. Berdasarkan analisis data kuantitatif deskrptif, maka diperoleh hasil nilai Sig F Change <0,001 < 0,05 maka H0 ditolak dan H1 diterima. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif dengan hasil 0,411 > daripada 0,246, sehingga koefisien korelasi sebesar 0,411 yang berkategori derajat hubungan sedang. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan perolehan nilai rata-rata skor yang menunjukkan kategori baik yaitu kecerdasan emosional 73,1 dengan persentase 86,00%, sedangkan kemampuan berpikir kritis 73,0 dengan persentase 91,00%. Dapat disimpulkan bahwa kecerdasan emosional berhubungan dengan kemampuan berpikir kritis. Untuk meningkatakan kemampuan berpikir kritis, siswa harus mampu mengontrol emosi dalam mengikuti kegiatan pembelajaran.
MODEL DISEL: DALAM PENGEMBANGAN KARAKTER KEDISIPLINAN KURIKULUM MERDEKA BELAJAR
Elsya Sulvia Heryadi;
Iis Nurasiah;
Arsyi Rizqia Amalia
Primary: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 11, No 3 (2022)
Publisher : Laboratorium Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (727.04 KB)
|
DOI: 10.33578/jpfkip.v11i3.8967
Pendidikan karakter merupakan sebuah dorongan yang ditunjukkan kepada peserta didik agar menjadi manusia sepenuhnya berkarakter dalam hati nurani, akal,raga,rasa dan karsa. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kedisiplinan belajar siswa kelas V menggunakan model pembelajaran Discovery learning (disel). Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas menggunakan metode Kemmis dan McTaggart yang dilakukan melalui II siklus yakni Siklus I dan Siklus II. Partisipan dalam penelitian ini sebanyak 29 peserta didik yakni 18 laki-laki dan 11 perempuan. Analisis data menggunakan analisis deskriptif dan analisis kuantitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan angket. Hasil penelitian menyatakan bahwa pra siklus memperoleh nilai rata-rata sebesar 54, pada siklus I meningkat sebesar 67, dan siklus II meningkat sebesar 84. Dari hasil tersebut secara signifikan ada kenaikan yang cukup berarti dari siklus I menuju siklus II sebesar 17, hal ini berarti dapat diklasifikasikan dengan kategori sangat baik. Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan dengan menggunakan model pembelajaran Discovery learning dapat meningkatkan sikap kedisiplinan belajar siswa sekolah dasar. Rekomendasi bagi pihak sekolah agar pendidik harus lebih meningkatkan kreativitas dalam memberikan pengajaran kepada peserta didik, tidak terpaku pada cara mengajar yang konvesional tetapi harus menggunakan model pembelajaran yang bervariatif dan lebih berinovatif seperti model Discovery learning ataupun model lainnnya, sehingga peserta didik dapat lebih mandiri,kreatif, dan disiplin.
Analisis Nilai-nilai Moral dalam Dongeng pada Buku Siswa Kelas III Tema 2 Menyayangi Tumbuhan dan Hewan
Resti Sri Rahayu;
Iis Nurasiah;
Arsyi Rizqia Amalia
Attadib: Journal of Elementary Education Vol 6, No 1 (2022): Attadib: Journal of Elementary Education
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Ibn Khaldun Bogor
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32507/attadib.v6i1.1012
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai-nilai moral yang terdapat dalam dongeng pada buku siswa kelas 3 tema 2 menyayangi tumbuhan dan hewan sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Hasil penelitian nilai-nilai moral pada teks cerita dongeng dianalisis berdasarkan indikator sebagai berikut: 1) Nilai moral hubungan manusia dengan tuhan ditemukan sebanyak 2 nilai; 2) Nilai moral hubungan manusia dengan diri sendiri ditemukan sebanyak 17 nilai; 3) Nilai moral hubungan manusia dengan manusia ditemukan sebanyak 26 nilai; 4) Nilai moral hubungan manusia dengan alam terdapat 8 nilai yang ditemukan dalam teks cerita dongeng. Adapun manfaat penelitian ini secara teoritis yaitu sebagai referensi untuk mengembangkan dan meningkatkan nilai-nilai moral berdasarkan teks cerita pada buku siswa. Selain itu adanya anilisis mengenai nilai-nilai mor al ini dapat menjadi perhatian lebih bagi guru, dan media untuk memberikan contoh serta penerapannya bagi siswa dalam tahapan pembelajaran.
ANALISIS KETERAMPILAN PROSES DASAR IPA DALAM BUKU SISWA KELAS IV TEMA 1 SEKOLAH DASAR
Fahiya Annisa;
Iis Nurasiah;
Astri Sutisnawati
Attadib: Journal of Elementary Education Vol 5, No 1 (2021): ATTADIB: Journal of Elementary Education
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Ibn Khaldun Bogor
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32507/attadib.v5i1.847
Tujuan dalam penelitian ini untuk menguraikan indikator keterampilan proses dasar IPA yang ada dalam buku siswa kelas IV tema satu Sekolah Dasar. Metode penelitian yang digunakan adalah metode Penilitian kualitatif deskriptif untuk dapat menjelaskan masalah secara naturalisme. Instrumen penelitian yang dilakukan dengan wawancara dan observasi enam indikator keterampilan proses dasar IPA pada buku siswa kelas IV tema 1 Sekolah Dasar. Sebagai upaya penelitian mengungkap fakta-fakta yang ada di lapangan. Temuan dari hasil penelitian ini bahwa terdapat tiga indikator yang sering muncul pada setiap subtema dalam buku siswa kelas IV tema 1. Indikator tersebut yaitu indikator mengamati, mengklasifikasikan, dan mengkomunikasikan. Kesimpulan dari penelitian ini melalui penerapan indikator keterampilan proses dasar IPA di dalam buku siswa kelas IV tema 1 terjadi pengaplikasian seluruh fungsi pancaindera dan perkembangan tiga ranah kognitif, afektif, dan psikomotor melalui pembelajaran di buku siswa.
MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS DEKSRIPSI MELALUI PENERAPAN MEDIA WAYANG SUKURAGA DI KELAS RENDAH
Novi Angraeni;
Dyah Lyesmaya;
Iis Nurasiah
Attadib: Journal of Elementary Education Vol 5, No 2 (2021): Attadib: Journal of Elementary Education
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Ibn Khaldun Bogor
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32507/attadib.v5i2.564
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peningkatan keterampilan menulis deksripsi melalui penerapan media wayang sukuraga di kelas rendah. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan desain penelitian menggunakan model Kemmis dan Mc Taggart yang dilakukan sebanyak dua siklus. Setiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, tindakan dan pengamatan, serta refleksi. Partisipan dalam penelitian ini adalah siswa kelas III SDN Dewi Sartika CBM Kota Sukabumi sebanyak 30 siswa, terdiri dari 14 siswa laki-laki dan 16 siswa perempuan. Teknik pengumpulan data penelitian ini menggunakan tes berupa pretest dan postest. Sedangkan teknik non tes berupa observasi, catatan lapangan dan dokumentasi.Teknik analisis data yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif. Pada pra siklus melalui tes indikator keterampilan menulis deskripsi menunjukkan ketuntasan sebesar 10% dan siklus I memperoleh 57%, dan siklus II meningkat sebesar 87%. Oleh sebab itu, penelitian dihentikan secara klasikal karena telah mencapai indikator ketercapaian 85%. dari hasil olah data N-Gain bahwa penerapan media wayang sukuraga dapat meningkatkan keterampilan menulis deskripsi siswa di kelas rendah termasuk kategori sedang yaitu sebesar 0,51. PTK ini menyimpulkan bahwa keterampilan menulis deskripsi siswa meningkat melalui penerapan media wayang sukuraga.
ANALISIS KESALAHAN DALAM MENGERJAKAN SOAL CERITA MATEMATIKA MATERI PECAHAN BERBASIS DARING KELAS IV SEKOLAH DASAR
Dhila Fajriani Arrumaisya;
Iis Nurasiah;
Din Azwar Uswatun
Attadib: Journal of Elementary Education Vol 5, No 1 (2021): ATTADIB: Journal of Elementary Education
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Ibn Khaldun Bogor
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32507/attadib.v5i1.846
Pembelajaran matematika merupakan pembelajaran yang wajib disekolah dasar, tidak sedikit siswa yang menganggap bahwa matematika merupakan pembelajaran yang cukup sulit. Ketika siswa harus menghadapi soal berbentuk soal cerita. Pada penelitian ini bertujuan untuk menganalisis terjadinya kesalahan kesalahan apa saja yang biasa dilakukan siswa ketika menyeleaikan soal cerita matematika materi pecahan. Suubjek penelitian ini yaitu kelas VI SDN Gunungjaya dengan jumlah responden yang dianalisis sebanyak 37 siswa. Jenis penelitian kulitatif. Penelitian ini menggunakan teori Newman dimana terdapat 5 jenis kesalahan dintaranya kesalahan membaca terjadi sebanyak 20 kali, kesalahan memahami soal terjadi sebanyak 71 kali, kesalahan transformasi terjadi sebanyak 37 kali, kesalahan penulisan jawaban terjadi sebanyak 69 kali dan kesalahan penulisan jawaban terjadi sebanyak 77 kli, sehingga total kesalahan yang ditemukan berdasarkan teori Newman ini sebanyak 274 kali. Menurut hasil penemuan terdapat beberapa faktor penyebab siswa mengalami kesalahan ini diantaranya factor kesulitan memahami masalah sebanyak 27 kali, faktor tidak memahami konsep dan operasi pecahan sebanyak 77 kali dan faktor tergesa-gesa sebanyak 87 kali. Berdasarkan faktor penyebab, terdapat solusi untuk meminimalisir kesalahan tersebut diantanya; memperbanyak latihan soal, menerapkan konsep yang mudah dipahami, melakukan pembelajaran langsung, bimbingan tambahan dari orangtua