p-Index From 2021 - 2026
13.356
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Journal of Education and Learning (EduLearn) ISLAMICA: Jurnal Studi Keislaman Islam Futura Jurnal Al-Tadzkiyyah An-Nuha : Jurnal Kajian Islam, Pendidikan, Budaya Dan Sosial Abjadia, International Journal of Education J-PAI: Jurnal Pendidikan Agama Islam Wahana Akademika: Jurnal Studi Islam dan Sosial Jurnal Pendidikan Agama Islam (Journal of Islamic Education Studies) Al Ishlah Jurnal Pendidikan Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Risâlah, Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Jurnal Pendidikan : Riset dan Konseptual Jurnal As-Salam Kamaya: Jurnal Ilmu Agama Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Jurnal al-Ulum : Jurnal Pemikiran dan penelitian ke-Islaman Tribakti: jurnal pemikiran keIslaman Khazanah: Jurnal Studi Islam dan Humaniora EQIEN - JURNAL EKONOMI DAN BISNIS Journal on Education Jurnal At-Tarbiyat (Jurnal Pendidikan Islam) SANGKEP: Jurnal Kajian Sosial Keagamaan Journal of Humanities and Social Studies GERVASI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Murobbi: Jurnal Ilmu Pendidikan TARBIYATUNA El-Barka: Journal of Islamic Economics and Business Pendidikan Multikultural Syntax Idea Dirasah : Jurnal Studi Ilmu dan Manajemen Pendidikan Islam Jurnal el-hamra (Kependidikan dan Kemasyarakatan) IJECA (International Journal of Education and Curriculum Application) Indonesian Journal of Islamic Education Studies (IJIES) Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan AS-SABIQUN: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Akademika Andragogi : Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal): Humanities and Social Sciences Wahana Akademika: Jurnal Studi Islam dan Sosial Alsina : Journal of Arabic Studies Al-Ulum: Jurnal Pendidikan Islam Journal Education Multicultural of Islamic Society Pendekatan Kebijakan Publik dalam Politik Pendidikan Islam Tafkir: Interdisciplinary Journal of Islamic Education Munaddhomah: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Jurnal Ekonomi Syariah Pelita Bangsa Daengku: Journal of Humanities and Social Sciences Innovation Journal of Contemporary Islamic Education Bulletin of Pedagogical Research Jurnal Kependidikan Islam Veteran Society : Jurnal Pengabdian Masyarakat INOVATIF: Jurnal Penelitian Pendidikan, Agama, dan Kebudayaan Al-Ulum: Jurnal Pendidikan Islam International Journal of Islamic Education, Research and Multiculturalism (IJIERM) Al Hikmah : Jurnal Studi Keislaman Fikruna : Jurnal Ilmiah Kependidikan dan Kemasyarakatan el-Buhuth: Borneo Journal of Islamic Studies Turatsuna : Jurnal Keislaman dan Pendidikan Vicratina : Jurnal Ilmiah Keagamaan Journal of Community Empowerment and Innovation Edunity: Kajian Ilmu Sosial dan Pendidikan International Journal of Community Engagement Payungi Kharisma: Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Islamika Inside: Jurnal Keislaman dan Humaniora Jurnal Pendidikan Islam International Journal of Islamic Education (IJIE) Proceeding of International Conference on Humanity Education and Society Jurnal El-Hamra : Kependidikan dan Kemasyarakatan Tribakti: Jurnal Pemikiran Keislaman Indonesian Journal of Islamic Education Studies (IJIES) Asian Journal of Management, Entrepreneurship and Social Science KOPEMAS FIKROTUNA: Jurnal Pendidikan dan Manajemen Islam Jurnal Penelitian Pendidikan Jurnal Pendidikan Islam
Claim Missing Document
Check
Articles

MEMBUMIKAN MULTIKULTURALISME SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN SIKAP RADIKALISME BERAGAMA Ramdanil Mubarok; Maskuri Bakri
Risalah, Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol. 7 No. 2 (2021): Pendidikan dan Studi Islam
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/jurnal_risalah.v7i2.178

Abstract

Accepting other people and other groups regardless of gender, ethnicity, culture, gender and even religion is a concept proposed in multiculturalism. This article will analyze and provide an interpretation of the characteristics of radicalism, efforts to prevent it, and grounding multiculturalism so that it can be an additional insight and experience in the survival of the nation and state. The approach used in this article is a qualitative approach. The type is the type of library research. The result is that radicalism is not only in the form of violence, anarchism, and terrorism but can also be a religious ideology. Efforts to prevent radicalism can be done by building different narratives about radicalism, paying attention to the characteristics of a culture, as well as real social action by planning, implementing, monitoring, and evaluating. Grounding multiculturalism cannot be separated from the life of religion, nation, state and cultural inheritance so that it needs to be studied, applied, and socialized.
Majelis Taklim sebagai Transformator Pendidikan, Ekonomi dan Sosial Budaya pada Komunitas Muslimah Urban Triana Rosalina Noor; Isna Nurul Inayati; Maskuri Bakri
Tarbiyatuna: Jurnal Pendidikan Islam Vol 14 No 1 (2021): FEBRUARI
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Islam Syarifuddin Lumajang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/tarbiyatuna.v14i1.797

Abstract

Salah satu wadah untuk menuntut ilmu agama Islam adalah majelis taklim, terlebih di era globalisasi yang mengarah pada kehidupan hedonisme, materialisme dan individualisme. Kegiatan majelis taklim tidak terikat waktu dan bisa dihadiri oleh semua lapisan masyarakat. artikel ini menggambarkan majelis taklim sebagai transformator pendidikan, ekonomi, sosial dan budaya di masyarakat. Artikel ini adalah hasil riset yang dilakukan di Majelis Taklim Husnul Khotimah, Surabaya melalui pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Pengambilan data menggunakan teknik wawancara mendalam, observasi dan dokumen dengan melibatkan lima orang secara purposive sampling. Hasil penelitian ini menggambarkan terjadinya proses pengembangan kelembagaan di Majelis Taklim Husnul Khotimah dari awal hanya sebagai lembaga pendidikan agama kelompok kecil warga menjadi sebuah lembaga yang lintas kawasan yang telah mengalami diversifikasi fungsi menjadi lembaga sosial melalui kegiatan-kegiatan filantropi dan pemberdayaan ekonomi melalui program bank sampah yang dicanangkan. Majelis taklim Husnul Khotimah juga berperan sebagai tempat silaturahmi antar sesama warga dan tempat pengembangan kreativitas para muslimah. Melalui majelis taklim terinternalisasi nilai-nilai sosial bermasyarakat yang baik seperti nilai kasih sayang, tolong menolong, tanggung jawab khususnya pada kondisi masyarakat kota yang majemuk.
PENANAMAN NILAI-NILAI PENDIDIKAN ISLAM MULTIKULTURAL PADA DA’I BADAN KOORDINASI MASJID DAN MUSHOLLA KABUPATEN KUTAI TIMUR Sobirin Bagus; Maskuri Bakri
Wahana Akademika: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol 8, No 2 (2021): Vol. 8, No. 2, Oktober 2021
Publisher : Kopertais Wilayah X Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/wa.v8i2.8689

Abstract

Penanaman nilai-nilai pendidikan Islam multikultural pada da’i BKMM Kutai Timur memang perlu dilaksanakan demi pengamalan multikulturalisme yang lebih komprehensif karena multikulturalisme merupakan hal yang baru dalam konteks ketimuran seperti di kabupaten Kutai Timur. Artikel ini ditulis tujuannya adalah untuk menganalisis dan menguraikan nilai-nilai pendidikan Islam multikultural yang ditanamkan, proses penanaman nilai-nilai pendidikan Islam multikultural, dan kendala yang dihadapi dalam penanaman nilai-nilai pendidikan Islam multikulturalisme pada da’i BKMM Kutai Timur. Sehingga diharapkan artikel ini bisa menjadi bahan masukan dan sumbangan pemikiran bagi penanaman nilai-nilai pendidikan Islam multikultural pada BKMM Kutai Timur, dan menambah wawasan dan pengalaman para da’i BKMM Kutai Timur serta sebagai pijakan ilmiyah bagi penulis selanjutnya. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif, teknik pengumpulan datanya menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun analisisnya menggunakan teknik analisis Miles dan Huberman. Hasilnya adalah bahwa nilai-nilai pendidikan Islam multikultural yang ditanamkan pada da’i BKMM Kutai Timur antara lain : nilai toleransi, nilai saling menghargai, nilai saling menghormati, nilai persatuan, nilai kerjasama, dan solidaritas antar etnis, budaya, dan suku. Proses penanamannya melalui ceramah, diskusi, dan khitobah, dan kendalanya adalah terbatasnya kitab rujukan, mindset da’i, tingkat pendidikan sebagian da’i, dan komitmen waktu para da’i.
QUO VADIS LEMBAGA PENDIDIKAN DAYAH PASCA KEMERDEKAAN DAN PASCA REFORMASI Maskuri; Muhammad Riza; Subardi
Jurnal As-Salam Vol. 4 No. 2 (2020): Jurnal As-Salam
Publisher : Asosiasi Dosen Perguruan Tinggi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37249/as-salam.v4i2.223

Abstract

Lembaga pendidikan Islam Dayah merupakan tradisi belajar mengajar Islam yang telah ada sejak masuk dan berkembangnya Islam ke Nusantara pada abad ke-8 Masehi. Perkembangan institusi Dayah sejak kemunculannya mengalami pasang surut dengan perubahan sosial yang terjadi di masyarakat Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan memberikan interpretasi atas perubahan institusi pendidikan Islam Dayah pasca kemerdekaan Indonesia yang menjadi momentum kebangkitannya pasca penjajahan dan perkembangannya pasca reformasi, khususnya sejak ditetapkannya Undang-Undang Pemerintahan Aceh No.11 Tahun 2006. Penelitian ini dilakukan secara sengaja di Dayah di Aceh. Untuk menggali data terkait, penelitian ini melakukan wawancara terhadap sejumlah informan yang terdiri dari Praktisi Dinas Pendidikan, Abu, Teungku dan pengurus Dayah di Aceh. Untuk mendukung data terkait, penelitian ini juga menggunakan observasi dan studi dokumenter tentang Dayah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perkembangan Dayah pasca kemerdekaan Indonesia sangat dipengaruhi oleh jaringan Dayah Darussalam Labuhan Haji Aceh Selatan yang dikembangkan oleh Abuya Syeikh Muhammad Wali Al-Khalidy. Sementara itu, perkembangan Dayah pasca reformasi mulai bergeser pengelolaannya dari pola berbasis masyarakat menjadi berbasis pemerintahan dengan melibatkan Pemerintah Aceh melalui Dinas Pendidikan Dayah berupa pengawasan, pengawasan mutu dan penguatan kapasitas manajerial sebagai wujud implementasi Undang-Undang Pemerintahan Aceh Nomor 11 Tahun 2006.
QUO VADIS LEMBAGA PENDIDIKAN DAYAH PASCA KEMERDEKAAN DAN PASCA REFORMASI Maskuri; Muhammad Riza; Subardi
Jurnal As-Salam Vol. 4 No. 2 (2020): Jurnal As-Salam
Publisher : Asosiasi Dosen Perguruan Tinggi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37249/as-salam.v4i2.223

Abstract

Lembaga pendidikan Islam Dayah merupakan tradisi belajar mengajar Islam yang telah ada sejak masuk dan berkembangnya Islam ke Nusantara pada abad ke-8 Masehi. Perkembangan institusi Dayah sejak kemunculannya mengalami pasang surut dengan perubahan sosial yang terjadi di masyarakat Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan memberikan interpretasi atas perubahan institusi pendidikan Islam Dayah pasca kemerdekaan Indonesia yang menjadi momentum kebangkitannya pasca penjajahan dan perkembangannya pasca reformasi, khususnya sejak ditetapkannya Undang-Undang Pemerintahan Aceh No.11 Tahun 2006. Penelitian ini dilakukan secara sengaja di Dayah di Aceh. Untuk menggali data terkait, penelitian ini melakukan wawancara terhadap sejumlah informan yang terdiri dari Praktisi Dinas Pendidikan, Abu, Teungku dan pengurus Dayah di Aceh. Untuk mendukung data terkait, penelitian ini juga menggunakan observasi dan studi dokumenter tentang Dayah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perkembangan Dayah pasca kemerdekaan Indonesia sangat dipengaruhi oleh jaringan Dayah Darussalam Labuhan Haji Aceh Selatan yang dikembangkan oleh Abuya Syeikh Muhammad Wali Al-Khalidy. Sementara itu, perkembangan Dayah pasca reformasi mulai bergeser pengelolaannya dari pola berbasis masyarakat menjadi berbasis pemerintahan dengan melibatkan Pemerintah Aceh melalui Dinas Pendidikan Dayah berupa pengawasan, pengawasan mutu dan penguatan kapasitas manajerial sebagai wujud implementasi Undang-Undang Pemerintahan Aceh Nomor 11 Tahun 2006.
PEMBENTUKAN KARAKTER DAN IDENTITAS BANGSA MELALUI PENDIDIKAN MULTIKULTURAL Minahul Mubin; Maskuri Bakri
Al Hikmah: Jurnal Studi Keislaman Vol. 11 No. 2 (2021): AL HIKMAH
Publisher : LPPM Institut Agama Islam Al-Hikmah Tuban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1345.087 KB) | DOI: 10.36835/hjsk.v11i2.3617

Abstract

In the world of education, the negative impacts caused by the industrial revolution 4.0, ranging from radicalism, discrimination, cultural fading local, criminal acts from social media and the real world resulting from a lack of understanding of multicultural education. Changes that occur from technology and information, economics, socio-culture, and education demand to be able to adapt to change. So that efforts are needed to improve multicultural education, which is based on the character and values ​​that reflect the identity of the Indonesian nation so that it can go hand in hand with technological sophistication, wisdom, taste and a strong nationalist spirit. This research method uses a qualitative method with a library research approach. The results of this study are, by inculcating life values ​​which are a reflection of the character and national identity of the Indonesian nation which is a reflection of national identity, resulting in religious attitudes, honesty, tolerance, discipline, creative, independent, democratic, national spirit, love for the homeland , and be responsible. Keywords: Character Building, National Identity, Multicultural Education
PENDIDIKAN AKHLAK DALAM LINGKUNGAN KELUARGA MENURUT IMAM ABU LAITS AS-SAMARQANDI Maskuri Bakri; Ihda Nur Hayati; Muhammad Khanif Alaudin
ANDRAGOGI Vol 4, No 1 (2022): ANDRAGOGI
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Agama Islam Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/ja.v4i1.14724

Abstract

The problems that occur in the educational environment are increasingly diverse and this does not only come from the environment of people who have less education, even in the education of someone who is considered to be qualified, there are still problems that should no longer be done. This has a negative effect on the development and success of the world of education. Whereas the main support for progress in the industrial era 4.0 is education. By having the next generation of the nation who has perfect morals and education, and is willing to practice it, this is what can ensure the progress of the nation morally and in action. Imam Abu Laits is a prominent cleric in the Ummayyah dynasty who gives his thoughts through works that are considered familiar in the world of Indonesian salafy education. Using qualitative research methods by deepening the problem through library research, a literature review conducted by researchers. By gathering all the information contained in the documentation of the book, Imam Abu Laits's views on moral education in the family environment are as follows; (1) The rights of parents, (2) maintain friendship, keep yourself from lying. In this article the author tries to describe the explanations and opinions of Imam Abu Laits about moral education in the family environment.Keywords: Moral education, family environment, Imam Abu Laits.Abstrak  Permasalahan yang terjadi dalam lingkungan pendidikan semakin bermacam-macam dan hal tersebut tidak hanya keluar dari lingkungan orang yang pendidikannya kurang, bahkan dalam pendidikan seseorang yang dianggap sudah mumpuni masih saja terdapat permaslahan yang semestinya sudah tidak lagi dilakukan. Hal tersebut memberikan efek yang buruk dalam pengembangan dan keberhasilan dunia pendidikan. Padahal penopang utama dalam kemajuan di era indutri 4.0 adalah pendidikan. Dengan memiliki generasi penerus bangsa yang memiliki akhlak dan pendidikan yang sempurna, serta mau untuk mengamalkannya maka hal tersebut lah yang dapat menjamin kemajuan bangsa secara moral dan tindakan. Imam Abu Laits merupakan tokoh ulama pada dinasti Ummayyah yang memeberikan pemikirannya melalui karya yang sudah di anggap tidak asing di dunia pendidikan salafy Indonesia. Menggunakan metode penelitian kualitatif dengan melakukan pendalaman masalah melalui library research kajian pustaka yang dilakukan oleh peneliti. Dengan menghimpun segala informasi yang terkandung dalam dokumentasi kitab menghasilkan beberapa pandangan Imam Abu Laits dalam pendidikan akhlak dalam lingkungan keluarga, adalah sebagai berikut; (1) Hak orang tua, (2) menjaga silaturrahmi, menjada diri dari bohong. Pada artikel ini penulis mencoba untuk menguraikan penjelasan dan pendapat Imam Abu Laits tentang pendidikan akhlak dalam lingkungan keluarga.Kata Kunci: Pendidikan akhlak, lingkungan keluarga, Imam Abu Laits
FKUB DAN IMPLEMENTASI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM MULTIKULTURAL DALAM MENGEMBANGKAN KERUKUNAN UMAT BERAGAMA PADA MASYARAKAT TENGGER Triana Rosalina Noor; Idrus Idrus; Mohamad Mujib Ridwan; Maskuri Maskuri
Khazanah: Jurnal Studi Islam dan Humaniora Vol 19, No 1 (2021)
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/khazanah.v19i1.4498

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis spirit toleransi yang dikembangkan FKUB melalui Pendidikan Agama Islam Multikultural guna mengembangkan kerukunan umat beragama pada masyarakat Tengger. Penelitian ini dilakukan di masyarakat muslim Tengger tepatnya di Desa Sukapura dan Desa Krucil Kabupaten Probolinggo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus, dengan metode pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Informan dari penelitian ini adalah jajaran FKUB yang merupakan salah satu penggiat toleransi di Kabupaten Probolinggo.Hasil penelitian ini adalah spirit toleransi yang dikembangkan FKUB dan tokoh agama setempat melalui Pendidikan Agama Islam Multikultural guna mengembangkan kerukunan umat beragama telah membawa dampak positif. Masyarakat Tengger yang tinggal di Desa Sukapura dan Desa Krucil mampu hidup berdampingan dengan damai. Nilai-nilai toleransi tersebut adalah saling menghormati, kebebasan beragama, menerima keberadaan orang lain dan berpikir positif. Pada proses implementasinya, proses penanaman spirit toleransi kepada masyarakat Muslim dilakukan melalui kegiatan keagamaan seperti suroan, istighosah, pengajian umum, kegaiatan mauludan dan kegiatan tahlil. Pada kegiatan-kegiatan tersebut, nilai toleransi tersebut diimplikasikan melalui pemberian pemahaman dan pengetahuan terkait pentingnya spirit toleransi (tolerance knowing), untuk selanjutnya masyarakat muslim akan bisa merasakan “rasa” dari pentingnya toleransi dalam kehidupan masyarakat (tolerance feeling) dan pada akhirnya bisa hidup berdampingan dengan orang lain dalam masyarakat sehingga terciptalah kerukunan umat beragama (tolerance action).
Integrasl Ilmu dan Agama sebagai Basis Pengembangan Keilmuan Pendidikan Tinggi Islam: (Studi Kasus di Universitas Islam Negeri Malang) Masykuri Bakri
Jurnal Kependidikan Islam Vol. 1 No. 2 (2011): Agustus
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan Islam UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1327.735 KB) | DOI: 10.15642/jkpi.2011.1.2.16-35

Abstract

Munculnya fenomena di Universitas Islam Negeri Malang (UIN'Malang) sebagai Pendidikan Tinggi Islam (PTI) dalam pengembangan ilmu pengetahtian melalui kebebasan penalaran intelektual dan kajian rasional empirik serta filosofis di samping dimotivasi olek ajaran Islam itu sendiri juga dari proses akulturasi budaya. Ada empat rencana kerja paling tidak terkait "integrasi ilmu dan agama", yang banyak dibahas oleh intelektual muslim yaitu: (1) penguasaan khazanah ilmu pengetahuan muslim; (2) penguasaan khazanah ilmu pengetahuan masa kini; (3) identifikasi kekurangan-kekurangan ilmu pengetahuan itu dalam kaitannya dengan idealIslam; dan (4) rekonstruksi ilmuilmu itu sehingga menjadi suatu paduan yang selaras dengan wawasan dan ideal Islam. Dari pemikiran tersebut, banyak kalangan intelekttial muslim dari kalangan Pendidikan Tinggi Islam yang pro dan kontra bahkan muncul kegamangan terhadap keinginan untuk melakukan "integrasi ilmu dan agama" dalam pengembangan keilmuan di Pendidikan Tinggi Islam. Untuk itu cukup menarik kiranya kajian penelitian tentang persoalan tersebut, agar mertdapat gambaran riil melalui penelitian di Universitas Islam Negeri Malang ini.
Internalisasi Nilai Multikulturalisme melalui Pendidikan Islam; Interelasi Tri Sentra Pendidikan pada Masyarakat Multireligius Desa Balun Lamongan Ahmad Hanif Fahruddin; Maskuri Maskuri; Hasan Busri
Indonesian Journal of Islamic Education Studies (IJIES) Vol. 4 No. 1 (2021): Indonesian Journal of Islamic Education Studies (IJIES)
Publisher : Faculty of Tarbiyah Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/ijies.v4i1.1633

Abstract

Balun Village community located in Turi Subdistrict, Lamongan Regency got predicate as Pancasila village. This social attribute is inherent not only because its inhabitants have theological diversity as a multi religious society, but because of their success in managing religious diversity into a harmonious and almost conflictless social order. This success story is behind this research, which aims to parse about the role of various parties in shaping the multicultural society order. This study uses qualitative method with phenomenological approach. This study successfully found, among others: 1) multiculturalism successfully internalized through various parties integrative-dialectical, both in the family environment, school and community, 2) internalized multicultural values include tolerance (tasamuh),social harmony (tawazun), mutual help (ta'awun) and moderation in religion (tawasuth),3) the process of internalization of multicultural values is carried out through two patterns both additively and transformative level. In addition, this study also found that the internalization of multicultural values goes through the stages of value transformation, value transactions and trans-internalization of values embodied through the teaching and culture of society with a tolerant attitude (tasamuh)as well as moderate( tawasuth).
Co-Authors Abd. Syakur Abdul Halim Abdul Jalil Ach. Faiq Maulana Achmad Musyadad Al-Arifi Achmad Yoni Prasetyo Afiralda, Iffa Afril Trianto Wicaksono Agus Sulthoni Imami Ahmad Leowaldi Ahsanul Muttaqin Akhmad Sirojuddin Alaudin, Muhammad Khanif Ali Ashar Ali Ismunadi Ali Wafa Almannah Wassalwa, Almannah Amirul Mukminin Andy Takwin Fitriansyah Anggraheni, Ika Aprilita Hajar Arinda Farhany Istifa Arinda Farhany Istifa Aspar, Ali Asyfailia Khusna Atik Abidah Atika Zuhrotus Sufiyana Atika Zuhrotus Sufiyana Awaludin Jamil Ayu Rizky Amalia Badrussalam , Badrussalam Bagus Cahyanto Bagus, Sobirin Bahroin Budiya Baihaqi Aziz Budiyono Santoso Busthomi, Yazidul Chairil Anwar Chairil Anwar Cholisna Wardah , Amil Dahlan Tamrin Dian Mohammad Hakim Dinda Utama Putri Dwi Ari Kurniawati Dwi Fitri Wiyono Dwi Mariyono Dzullhijj Dima Nabila Eko Nasrulloh Erfan Muhammad, Erfan Fadhilah, Lilik Nur Fahruddin, Ahmad Hanif Faizatul Maslukhah Fanan, M. Athoiful Fery Yanto Fita Mustafida Hakim, Dian Mohammad Halim , Abdul Hambali Hambali Handayani, Triana Hanun, Aisyatul Hasan Busri Hasanatul Karimah Hayati, Ihda Nur Idrus Idrus Ihda Nur Hayati Ikmal, Hepi Imam Safi'i Imam Syafi’i Indra Kusuma, Tengku Irma Nur Maulidatur Rofikoh Irma Uswatun Ummah Isna Nurul Inayati izzah, lathifatul Jefry Hadi Susilo Ramadan Junaidi Mistar Kartono , Khumairoh Dewi Nur Aini Kukuh Santoso Lia Miftakhul Jannah Lia Nur Atiqoh Bela Dina Lilik Nur Fadhilah Lukman Hakim M. Djunaidi Ghony M. Jamhuri M. Jamhuri M. Zainal Arifin Ma'arif, A. Samsul Madani Ahmadan Mamduh 'Amali Matnin Miftahul Jannah Minahul Mubin Mistria Harmonis Moh Murtadho Moh. Eko Nasrullah Moh. Faishol Khusni Khusni Moh. Muslim Mohamad Mujib Ridwan Mohammad Afifullah Mohammad Afifulloh Mohammad Sulistiono Mohd Ma'shum Ahmadi motasim motasim Mufidatul Khoiriyah Mufiqur Rahman Muhammad Asrori Muhammad Hanief Muhammad Hifdil Islam Muhammad Khanif Alaudin Muhammad Lahir Muhammad Najib Muhammad Riza Muhammad Riza Muhammad Sulistiono Muhammad Sulistiono MUHAMMAD YUSUF Muhammad Zaid Alaydrus Musmulyadi, Musmulyadi Mutiara Dewi Mutiara Sari Dewi Nabila Amalia Nadifatul Mufidah Nadiva Amelia Nafiatur Rosyida Nia Indah Purnamasari Nur Fajar Arief Nur Hasan Nuril Fatimatus Sholikh Nuruddin Muzakki Nurul Azizah NURUL HIKMAH Olga Divana Zhafirah Kusuma Puteri Paisun Paisun Peni Catur Renaningtyas Phila Delphia Qurroti A’yun Rabuddin, Muhammad Radzuanuddin, Siti Nur'ain Binti Ahmad Ramdanil Mubarok Rizki Ambarini Rodi Hartono Rofiatul Hosna Romadlon Chotib Roro Kurnia Nofita Rahmawati Ruslan Sa'id, M. Mas'ud Safi'i, Imam Safitri Mujanah Said, M. Mas’ud Saiful Anwar Saihul Atho’ A’alul Huda Salsabila Firdausi Nuzula Saman Hudi Sani, Dahiru Shomad, Abdus Shoni Rahmatullah Amrozi Siddeh, Khoirul Anam Silvia Khodrotun Nada Siregar, Irma Suryani Sita Acetylena, Sita Siti Maisaroh Siti Sumadiyah Sobirin Bagus solikhulhidayat Solly Aryza Sri Wahyuni Subardi Subiantoro, Anjar Sudirmansyah, Sudirmansyah Sugeng Listiyo suherdiyanto Supriadi Susintoi, Susintoi Syafa Luna Rahmadanti Syafi'i, Muhammad Imam Syarifah Syarifah TATI NURHAYATI Triana Rosalina Noor, Triana Rosalina Weny Tri Utaminingsih Yorita Febry Lismanda Yulia Dewi Budiani Zahrotul Jannah Zainal Arifin Zainullah Zainullah Zulfa Mufarokhah Zulkifli Djunaidi