p-Index From 2021 - 2026
8.352
P-Index
This Author published in this journals
All Journal PROSIDING SEMINAR NASIONAL Cakrawala Pendidikan Jurnal Jurusan Ilmu Keolahragaan Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Sainteknol : Jurnal Sains dan Teknologi Ordik Journal of Dentistry Indonesia Majalah Kulit, Karet, dan Plastik MKGK (Majalah Kedokteran Gigi Klinik) (Clinical Dental Journal) UGM Majalah Kedokteran Gigi Indonesia Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa Dental Journal (Majalah Kedokteran Gigi) Journal of Biology Education The Journal of Educational Development Unnes Science Education Journal Indonesian Journal of Chemistry Gelanggang Olahraga: Jurnal Pendidikan Jasmani dan Olahraga (JPJO) Biosaintifika: Journal of Biology & Biology Education JP.JOK (Jurnal Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan) JUARA : Jurnal Olahraga ACTIVE: Journal of Physical Education, Sport, Health and Recreation Journal of Physical Education and Sports Padjadjaran Journal of Dental Researchers and Students International Journal of Education, Science, Technology, and Engineering (IJESTE) Jurnal Eduscience (JES) Jurnal Ekonomi Dan Bisnis JOSSAE (Journal of Sport Science and Education) International Journal of Recent Technology and Applied Science (IJORTAS) JURNAL ILMIAH AGRINECA Journal of Social Science Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa Jurnal Pengabdian Olahraga Masyarakat Journal Evaluation in Education (JEE) Life Science Indonesian Journal for Physical Education and Sport Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) Malcom: Indonesian Journal of Machine Learning and Computer Science Journal of Advanced Technology and Multidiscipline (JATM) Journal of Social Science Bookchapter Pendidikan Universitas Negeri Semarang Metalurgi Journal for Quality in Public Health Jurnal Nakula: Pusat Ilmu Pendidikan, Bahasa Dan Ilmu Sosial Journal of Physical Education and Sports ASEAN Journal for Science and Engineering in Materials ACTIVE: Journal of Physical Education, Sport, Health and Recreation "Indonesian Journal for Physical Education and Sport "
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search
Journal : Life Science

DISTRIBUSI DAN KELIMPAHAN POPULASI Aedes spp. DI KELURAHAN SUKOREJO GUNUNGPATI SEMARANG BERDASARKAN PELETAKAN OVITRAP Fatmawati, Titi; Ngabekti, Sri; Priyono, Bambang
Life Science Vol 3 No 2 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nyamuk merupakan serangga yang memiliki peranan penting bagi kehidupan manusia. Aedes spp merupakan salah satu spesies nyamuk yang berperan sebagai pembawa vektor penyebab Demam Berdarah Dengue (DBD). Sukorejo salah satu Kelurahan dari 5 kelurahan yang bernaung di bawah Puskesmas Sekaran yang merupakan daerah dengan kasus DBD tertinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui distribusi dan kelimpahan larva nyamuk Aedes spp. di Kelurahan Sukorejo Gunungpati Semarang berdasarkan peletakan ovitrap. Penelitian ini merupakan penelitian eksploratif. Pengambilan data dilakukan dengan cara mengamati ovitrap, mengidentifikasi larva, dan menghitung indeks ovitrap. Pemasangan ovitrap diletakkan di dalam dan di luar pemukiman, kebun dan sekolah dasar di 6 RW dan 3 SD. Hasil penelitian menunjukkan jumlah ovitrap positif terbanyak di RW 11 dengan Indeks Ovitrap 15,2% dan kerapatan 608 butir/ovitrap, dan terendah SD 2 dengan Indeks Ovitrap 0,9% dan kerapatan 71 butir/ovitrap. Hasil identifikasi menunjukkan spesies Aedes aegypti dan Aedes albopictus pada semua lokasi penelitian. Nyamuk Aedes spp. terdapat di semua lokasi penelitian dengan pusat distribusi di RW 11 dan memiliki skor 2 yang menunjukkan potensi kerawanan penyakit DBD rendah. Kelimpahan populasi tertinggi dilihat dari kerapatan jumlah telur per ovitrap terdapat di RW 11 Mosquito are insect that have an important role in human life. Aedes spp. is one of the species of mosquitoes which act as carriers of the vector causing Dengue Haemoragig Fever (DHF). Sukorejo is one of villages with the highest cases of DHF and it is also one of 5 villages which are supervised by Puskesmas Sekaran. The purpose of this research was determining the distribution and larvae abundance of Aedes spp. in Sukorejo Village, Gunungpati district, Semarang regency based on the location of ovitrap. The research was an explorative research. The data was taken by observing ovitrap, identifying larvae and calculating the ovitrap index. The ovitraps were placed inside and outside the houses, gardens on 6 RW (Neighborhood union) and 3 Elementary Schools. The results showed that the highest number of positive ovitrap was found in RW 11 with 15.2 % IO and with density of 608 grains/ovitrap, and the lowest number was found in Elementary School 2 of Sukorejo with 0.9 % IO and density of 71 grains/ovitrap. The final result of species identification of Aedes aegypti and Aedes albopictus is positively found in all locations. While Aedes spp. were distributed in all location with its distribution centers located in RW 11 and its score was 2 that showed the low risk potention level of DHF. The highest abundant that based on the density number of egg in each ovitrap was found in RW 11.
KEEFEKTIFAN Metarhizium anisopliae YANG DIBIAKKAN DI MEDIA BERAS DAN YANG DISIMPAN DI MEDIA KAOLIN TERHADAP MORTALITAS LARVA Oryctes rhinoceros Indriyanti, Dyah Rini; ., Masitoh; Priyono, Bambang
Life Science Vol 5 No 1 (2016): April 2016
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jumlah kerapatan dan viabilitas spora jamur Metarhizium anisopliae merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi keefektifan jamur M. anisopliae terhadap mortalitas larva Oryctes rhinoceros. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji keefektifan dan mengetahui dosis efektif jamur M. anisopliae di media beras dan kaolin terhadap mortalitas larva O. rhinoceros. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap. Populasi dalam penelitian ini adalah semua stadialarva O. rhinocerosyang terdapat di lapangan. Sampel yang digunakan adalah 105 larva O. rhinoceros instar 3. Pengujian dilakukan dengan masing-masing perlakuan berisi 3 kg pupuk kandang, 7 larva O. rhinoceros dan pemberian berbagai macam dosis yaitu 0 gr (kontrol), 0,25 gr, 0,5 gr, 1 gr, 2 gr, 4 gr, 8 gr dan 16 gr. Pengamatan dilakukan setiap 5 hari setelah aplikasi dengan mencatat waktu, faktor abiotik dan jumlah larva yang mati akibat terinfeksi jamur M. anisopliae. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jamur M. anisopliae di media beras lebih efektif dalam menyebabkan mortalitas larva O. rhinoceros dan dosis jamur M. anisopliae di media beras dan kaolin yang tercepat mematikan larva O. rhinoceros yaitu pada dosis 16 gr. Simpulan penelitian ini yaitu jamur M. anisopliae di media beras lebih efektif daripada jamur M. anisopliaedi media kaolin terhadap mortalitas larva O. rhinoceros. The number density and viability of the spores of the fungus Metarhizium anisopliae is one of the factors that influence the effectiveness of the fungus M. anisopliae against larvae of Oryctes rhinoceros mortality. The purpose of this research was to test the effectiveness and determine the effective dose of the fungus M. anisopliae in rice and kaolin media against O. rhinoceros larvae mortality. The research using Completely Randomized Design. The population in this research were all stadia O. rhinoceros larvae contained in the field. The samples used were 105 third instar larvae of O. rhinoceros.Tests conducted with each treatment containing 3 kg of manure, 7 larvae of O. rhinoceros and the provision of a wide range of doses ie 0 g (control), 0.25 g, 0.5 g, 1 g, 2 g, 4 g, 8 gr and 16 gr.Observations were made every 5 days after application to record the time, abiotic factors and the number of infected larvae die from the fungus M. anisopliae. The results showed that the fungus M. anisopliae on rice media more effective in causing larval mortality O. rhinoceros and a dose of fungus M. anisopliae in media rice and kaolin fastest O. rhinoceros larvae are lethal at a dose of 16 g. The conclusions of this research that the fungus M. anisopliae on rice media was more effective than fungus M. anisopliae in media kaolin against O. rhinoceros larvae mortality.
Mortalitas dan Kerusakan Jaringan pada Setiap Gejala Infeksi Larva Oryctes rhinoceros L. Akibat Perlakuan Cendawan Metarhizium anisoplia Indriyanti, Dyah Rini; Damayanti, Indah Budi; Setiati, Ning; Priyono, Bambang
Life Science Vol 6 No 1 (2017): April 2017
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kumbang tanduk (Oryctes rhinoceros L.) merupakan hama utama tanaman kelapa di Indonesia. Pengendalian O. rhinoceros dapat dilakukan dengan menggunakan cendawan entomopatogen M. anisopliae. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pemberian cendawan M. anisopliae terhadap mortalitas larva O. rhinoceros dan menganalisis kerusakan jaringan larva O. rhinoceros pada setiap gejala infeksi akibat perlakuan cendawan M. anisopliae. Hasil penelitian menunjukkan Pemberian konsentrasi M. anisopliae yang berbeda dapat menyebabkan mortalitas pada larva O. rhinoceros. Larva pada hari ke 12 setelah aplikasi pada perlakuan P3 (4 gram M. anisopliae) sudah mengalami kematian sebesar 100%. Sedangkan larva pada perlakuan P1 (1 gram M. anisopliae) membutuhkan waktu yang lebih lama. M. anisopliae merusak jaringan larva O. rhinoceros dengan tingkatan kerusakan yang berbeda pada setiap tahapan gejala infeksi. Gejala infeksi yang muncul yakni bercak cokelat (melanisasi), kaku (mumifikasi), muncul hifa putih (mikosis) dan muncul koloni cendawan berwarna hijau tua. Horn beetle (Oryctes rhinoceros L.) is the main pest of coconut plants in Indonesia. Control of O. rhinoceros can be performed using entomopathogenic fungus M. anisopliae (Moslim et al., 2009). The aim of this study was to analyze the effect of M. anisopliae fungus on mortality of O. rhinoceros larvae and to analyze tissue damage of O. rhinoceros larvae in each infection symptom due to the treatment of M. anisopliae fungus. The results of the study showed that different concentrations of M. anisopliae can cause mortality in O. rhinoceros larvae. Larvae on the 12th day after application on P3 treatment (4 grams of M. anisopliae) have experienced 100% death. Whereas larvae in P1 treatment (1 gram M. anisopliae) took longer. M. anisopliae damages the tissue of O. rhinoceros larvae with different levels of damage at each stage of the infection symptoms. Symptoms of infection that appear are brown spots (melanisasi), stiffness (mummification), white hyphae appear (mycosis) and dark green colonies appear.
Distribusi Vertikal dan Keanekaragaman Makrofauna Tanah di Kawasan Dieng Rizqiyah, Nur Itsna; Priyono, Bambang; Dewi, Nur Kusuma
Life Science Vol 6 No 2 (2017): October 2017
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui keanekaragaman makrofauna tanah berdasarkan distribusi vertikal tanah di kawasan Dieng. Penelitian dilaksanakan di kawasan Dieng, Laboratorium Biologi UNNES dan Laboratorium Mekanika Tanah UNDIP. Pengambilan sampel makrofauna tanah dilakukan di berbagai ketinggian, pada tempat ternaung dan terdedah, serta pengukuran faktor fisika-kimia tanah. Penelitian menggunakan dua metode yaitu jebakan dan sortir tangan. Sampel selanjutnya diidentifikasi dan data yang diperoleh dianalisis dengan indeks keanekaragaman, kemerataan dan dominansi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tiap stasiun jumlah makrofauna tanah berbeda-beda antara tempat ternaung dan terdedah maupun makrofauna permukaan dan di dalam tanahnya. Indeks keanekaragaman makrofauna permukaan tanah pada tiap stasiun lebih tinggi dibandingkan dengan makrofauna dalam tanahnya, indeks keanekaragaman pada tempat ternaung juga lebih tinggi daripada tempat terdedah. Berdasarkan hasil penelitian,dapat disimpulkan bahwa keanekaragaman makrofauna tanah di kawasan Dieng dengan faktor ketinggian tertentu kurangberpengaruh terhadap indeks keanekaragamannya. Indeks keanekaragaman makrofauna tanah pada stasiun 1, stasiun 2 dan stasiun 3 adalah rendah sampai sedang. Indeks keanekaragaman berkisar antara 0,62 sampai 1,04. Keanekaragaman makrofauna tanah selain dipengaruhi oleh sifat fisika dan kimia tanah, dipengaruhi juga oleh jenis lahan, jenis tanaman, jenis pupuk serta jenis hewan yang terkait dengan makanannya.Saran dari penelitian adalah masyarakat dapat lebih memperhatikan keberadaan makrofauna tanah dengan menjaga lingkungan tanah Dieng sehingga kestabilan dan komunitas makrofauna tanahnya tetap terjaga. The purpose of the research is to determine the diversity of soil macrofauna based on thevertical distribution of soil in the Dieng area. The research was conducted inthe Dieng area, UNNES Biology Laboratory and Soil Mechanics Laboratory UNDIP.Macrofauna soil sampling conducted in various heights, in shady conditions and exposure, as well as the measurement of soil physico-chemical factors.The study used two methods: the traps and hand sorting.Samples are further identified and the data were analyzed with diversity index, evenness and dominance.The results showed that at each station the number of soil macrofauna varies between shady conditions and exposure as well as macrofauna surface and in the soil. Macrofauna diversity index at each station ground level is higher than the macrofauna in the soil, diversity index in shady conditions are higher than the exposure conditions. Based on the results, it can be concluded that the diversity of soil macrofauna in Dieng area by a factor of a certain height less influence on the index of diversity. Soil macrofauna diversity index at station 1, station 2 and station 3 is low to moderate. Diversity index ranged from 0,62 to 1,04. Diversity of soil macrofauna in addition affected by the physical and chemical properties of the soil, influenced also by the type of land, species of plants, type of fertilizer and animal species associated with food. Suggestions from the study is that people can more attention to the presence of macrofauna soil by maintaining soil environment Dieng so that stability and soil macrofauna community is maintained.
Konservasi Buaya Muara di Taman Margasatwa Semarang Setyowati, Evi; Ngabekti, Sri; Priyono, Bambang
Life Science Vol 8 No 1 (2019): April 2019
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/lifesci.v8i1.29988

Abstract

Stuary crocodile (Crocodylus porosus) is one of the fauna that is protected by Indonesian law because of its high economic value. Publications regarding the success of estuarine crocodile conservation are still small. Efforts can be made to prevent the extinction of estuarine crocodiles through conservation. Semarang Wildlife Park is an ex-situ conservation institution that has succeeded in breeding estuarine crocodiles. This study aims to examine the methods of estuarine crocodile conservation, factors in conservation methods, and the success rate of estuarine crocodile conservation in Semarang Wildlife Park. The research methods used were observation, interviews, and documentation. The research data were analyzed by quantitative descriptive analysis. The results showed that the method of estuarine crocodile conservation in Semarang Wildlife Park took the form of breeding activities consisting of management of housing, feed, health, and breeding. The factors that influence conservation success are cage, feed, and weather. The level of success of estuarine crocodile conservation in Semarang Wildlife Park seen from the aspect of DTT 55.4% and MR 29% with criteria quite successful. Suggestions that can be conveyed are Need to do further research on measuring the temperature and humidity of the soil used as nest of estuarine crocodile eggs in the aspect of egg hatching that affect the success of conservation and more intensive management of estuarine crocodile breeding activities in Semarang Wildlife Park for successful conservation. Buaya muara (Crocodylus porosus) merupakan salah satu fauna yang dilindungi perundang-undangan Indonesia karena bernilai ekonomi tinggi. Publikasi mengenai keberhasilan konservasi buaya muara masih sedikit. Upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah kepunahan buaya muara adalah melalui konservasi. Taman Margasatwa Semarang merupakan lembaga konservasi secara ex-situ yang telah berhasil mengembangbiakkan buaya muara. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji metode konservasi buaya muara, faktor-faktor dalam metode konservasi, serta tingkat keberhasilan konservasi buaya muara di Taman Margasatwa Semarang. Metode penelitian yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data hasil penelitian dianalisis secara analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode konservasi buaya muara di Taman Margasatwa Semarang berupa kegiatan penangkaran yang terdiri dari pengelolaan perkandangan, pakan, kesehatan, dan perkembangbiakan. Faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan konservasi adalah kandang, pakan, dan cuaca. Tingkat keberhasilan konservasi buaya muara di Taman Margasatwa Semarang dilihat dari aspek DTT 55,4% dan MR 29% dengan kriteria cukup berhasil. Saran yang dapat disampaikan adalah Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai pengukuran suhu dan kelembapan tanah yang digunakan sebagai sarang telur buaya muara dalam aspek penetasan telur yang mempengaruhi keberhasilan konservasi dan Perlu dilakukan pengelolaan lebih intensif mengenai kegiatan penangkaran buaya muara di Taman Margasatwa Semarang agar keberhasilan konservasinya meningkat.
Komposisi Jenis Burung Pengunjung Ficus spp. di Kawasan Gunung Ungaran Jawa Tengah Febriyanto, Mahendra Noor; Abdullah, Muhammad; Tri Martuti, Nana Kariada; Priyono, Bambang
Life Science Vol 9 No 1 (2020): April 2020
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/lifesci.v9i1.47136

Abstract

Ficus is a genus of woody plants belonged to the family Moraceae. There are about 72 species of Ficus on the Java island. Ficus has many benefits to the ecosystem, which one is the fruit of Ficus is a source of food for many animals (frugivores), especially birds. The purpose of this study was to determine the composition of bird species that visited several species of Ficus in the mount Ungaran. The method used in this research is the observation method. From the results of the preliminary survey, determined 6 species of fig as a sample tree to be observed. Observations were made at 06:00 - 10:00 and 15:00 - 17:00. Based on the results of the study, we found 28 species of birds from 16 families who visited fig. The observations showed four different bird activities, namely only perching, eating fruit, eating insects and eating both fruit and insects. The number of bird species of fig visitors consist of 7 species of birds only perching, 8 species eating insects, 11 species eating fruit and 2 species eating both fruit and insects Ficus merupakan salah satu genus dari tumbuhan berkayu yang termasuk dalam famili Moraceae. Terdapat sekitar 72 jenis Ficus di pulau Jawa. Ficus memiliki banyak manfaat terhadap ekosistem, salah satunya adalah buah dari Ficus merupakan sumber pakan bagi banyak satwa (frugivora) terutama burung. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui komposisi jenis burung yang mengunjungi beberapa jenis Ficus di kawasan gunung Ungaran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pengamatan. Dari hasil survei pendahuluan, ditentukan 6 jenis Ficus sebagai pohon sampel untuk diamati. Pengamatan dilakukan pada pukul 06.00 – 10.00 dan 15.00 – 17.00. Berdasarkan hasil penelitian dijumpai 28 jenis burung dari 16 famili yang mengunjungi Ficus. Hasil pengamatan menunjukkan empat aktivitas burung yang berbeda, yaitu hanya bertengger, memakan buah, memakan serangga, serta memakan buah dan serangga. Jumlah jenis burung pengunjung Ficus terdiri atas 7 jenis burung hanya bertengger, 8 jenis memakan serangga, 11 jenis memakan buah, serta 2 jenis memakan buah dan serangga.
Kesesuaian Habitat Rusa Timor di PT. Taman Satwa Semarang Nurhayati, Irma; Partaya, Partaya; Priyono, Bambang
Life Science Vol 9 No 1 (2020): April 2020
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/lifesci.v9i1.47141

Abstract

Timor deer (Cervus timorensis) is one of the endemic animals in Indonesia, whose natural distribution is found in Java, Sulawesi, Maluku and Nusa Tenggara. Timor deer has decreased in population due to habitat loss, habitat degradation, and hunting which causes its status to be vulnerable. Timor deer are conserved ex-situ at the PT. Taman Satwa Semarang. This study aims to assess the suitability of the habitat and welfare level management of Timor deer at PT. Taman Satwa Semarang. This research uses the method of observation and interview methods. Data analysis was carried out descriptively using evaluative comparison method with indicators of habitat suitability and level of animal welfare according to deer breeding requirements, predecessor research and Regulation of the Director General of PHKA Number: P. 6 / IV-SET / 2011. Results of the research on the suitability of the timor deer habitat were seen from the habitat conditions, reproduction and the level of animal welfare. The low birth rate of Timor deer at PT. Taman Satwa Semarang is thought to be due to a lack of feed, sex ratio and absence of marriage management. Animal welfare level at PT. Semarang Animal Park can be categorized as adequate, because there are still animal welfare components that need to be improved by the manager, especially the components that are free from thirst and hunger and free from fear and depression. Rusa timor (Cervus timorensis) merupakan salah satu satwa endemik di Indonesia yang persebaran alaminya terdapat di Pulau Jawa, Sulawesi, Maluku dan Nusa Tenggara. Rusa timor mengalami penurunan populasi akibat hilangnya habitat, degradasi habitat, dan perburuan yang menyebabkan statusnya rentan (vulnerable). Rusa timor dikonservasi secara ex-situ di Lembaga Konservasi PT. Taman Satwa Semarang. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengkaji kesesuaian habitat dan manajemen tingkat kesejahteraan rusa timor di PT. Taman Satwa Semarang. Penelitian menggunakan metode observasi dan metode wawancara. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan metode perbandingan evaluatif dengan indikator kesesuaian habitat dan tingkat kesejahteraan satwa menurut syarat penangkaran rusa, penelitian pendahulu dan Peraturan Dirjen PHKA Nomor: P. 6/IV-SET/2011. Hasil penelitian kesesuaian habitat rusa timor dilihat dari kondisi habitat, reproduksi dan tingkat kesejahteraan satwa. Rendahnya angka kelahiran rusa timor di PT. Taman Satwa Semarang diduga akibat kurangnya jumlah pakan, sex-ratio dan tidak adanya manajemen perkawinan. Tingkat kesejahteraan satwa di PT. Taman Satwa Semarang dikategorikan cukup baik, dikarenakan masih terdapat komponen kesejahteraan satwa yang perlu diperbaiki pengelola khususnya komponen bebas dari rasa haus dan lapar serta bebas dari rasa takut dan tertekan
Perilaku Agonistik Intraspesies Rayap Tanah (Macrotermes gilvus Hagen) Mahsunah, Nuryana; Ubadillah, Rosichon; Rahayuningsih, Margareta; Priyono, Bambang
Life Science Vol 12 No 1 (2023): May 2023
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/lifesci.v12i1.65185

Abstract

Perilaku agonistik intraspesies merupakan perilaku sosial yang berkaitan dengan tindakan agresif, mengejar, menghindar dan mengancam yang terjadi antara dua atau lebih individu dari spesies yang sama. Penelitian ini bertujuan mengamati perilaku agonistik intraspesies dan tingkat kelangsungan hidup rayap tanah (Macrotermes gilvus Hagen). Pengujian dilakukan dengan memisahkan menjadi dua kelompok pada perlakuan pekerja versus pekerja, pekerja versus prajurit, dan prajurit versus prajurit dengan rasio 1:1 (lima individu) serta diamati kematiannya setelah 24 jam. Hasil analisis menunjukkan bahwa M. gilvus menghasilkan respons agonistik hampir sama dengan perilaku antenasi (antennation) berbeda nyata terhadap perilaku lain. Perilaku yang tidak berbeda nyata adalah bergulat (grapping) dengan melarikan/mengejar (chasing/escaping), melarikan/mengejar (chasing/escaping) dengan menyentak (jerking), menyentak (jerking) dengan menghindar (avoidance), dan menghindar (avoidance) dengan serangan (attacks). Respons frekusensi terbesar yaitu antenasi (antennation) sedangkan terendah yaitu bergulat (grapping). Perilaku antenasi berperan dalam proses mekanisme pengenalan terhadap koloni lain dan komunikasi. Perilaku agonistik intraspesies bertujuan sebagai pengenalan, melindungi dan mepertahankan antar koloni yang berbeda. Perilaku agonistik intrapesies tidak berpengaruh secara signifikan terhadap tingkat kelangsungan hidupnya.
Inovasi Pemeliharaan Masal (Mass Rearing) Corcyra cephalonica (Lepidoptera : Pyralidae) untuk Pakan Alternatif Burung Walet Aerodramus fuciphagus (Apodiformis : Apodidae) Damayanti, Nur; Ubaidillah, Rosichon; Priyono, Bambang; Rahayuningsih, Margareta
Life Science Vol 12 No 2 (2023): November 2023
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/lifesci.v12i2.65240

Abstract

Swiftlets (Aerodramus fuciphagus) are small flying insectivorous birds and can make nests from their saliva. White swiftlets nests have very high economic value as food and are beneficial for health. Environmental factors are driving the emergence of feed innovation, namely mass rearing activities. The insects used in this study is the rice moth (Corcyra cephalonica). The purpose of this study is to analyze the innovation of mass rearing using bran, rice, and milled corn as feed media to influence the laying and life cycle of C. cephalonica. In this study using 3 feed media namely rice, bran, and milled corn using 4 treatments with different compositions 3 repetitions. The data analysis used in this study is a quantitative description. The data obtained were analyzed by statistical test Independent Sample t-Test. After being tested with statistically C. cephalonica egg production which had a significant difference, namely in treatments 2 (P2) with 3 (P3) and 4 (P4). The innovation of the feed media in treatment 2 had an effect on egg production, but the innovation of the three feed media had no effect on the life cycle of C. cephalonica, so the feed media that should be used as a feed innovation for Aerodramus fuciphagus is treatment 2, namely a combination of feed using corn (25%), bran (25%), and rice (50%) because they can produce more eggs than other treatments.
Co-Authors Abadi, Akbar Kusuma Achmad Subhan Achmad Syakur Fahri Ade Layda Enti Adi S Aditya Putra, Fariz Afifi, Sesaria Nisa Agung Wahyudi agus darmawan Agus Pujianto Agus Pujianto Aisyah, Afrin Nur Akhmad Adrian Maulana Akhmad Herman Yuwono Alexander Danang Ardianto, Alexander Danang Aminuyati Andin Irsadi Angellinnov, Fiona Anne Zulfia Applonia Applonia, Applonia Arina Yusriya, Arina Ariyadi, Jamal Imam Ariza Naila Safufia, Ariza Naila Awaliyyah, Ulfatul Azizah Awang Irawan, Fajar Azzahra, R. E. Haura Bayu Dwi Hadmoko Bertika Kusuma Prastiwi Bhayu Biliandri Biliandri, Bhayu Budi Rodestawati Cahyo Yuwono Candrawati, Devy Damayanti, Indah Budi Damayanti, Nur Darmawan, Adam Eka Dewi Agustina Dewi Mustikaningtyas Dibyo Pramono Didik Iman Hartadi Difa, Khalil Junan Donny Firmansyah DUHITA ENDRAWILA PINASTHIKA Dwi Fitriani Dwi Gansar Santi Wijayanti Dwi Pamungkas, Enggik Dwi Wahini Nurhajati Dwi Wahini Nurhajati, Dwi Wahini Dyah Rini Indriyanti Elastria Widita Endang Sri Hanani, Endang Sri Endri Fajar Setyarsono, Endri Fajar Etty Soesilowati Evi Setyowati, Evi Evvy Kartini F. Putut Martin H.B, F. Putut Martin Fajar Adi Purnomo Fajar Awang Irawan Fajar Widiyanti Farid Adnan Amrullah Farkhana Farkhana, Farkhana Fatkhur Rozi Fatkhur Rozi Fatkhurrohman Fatkhurrohman, Fatkhurrohman Fatmawati, Titi Febriyanto, Mahendra Noor Fery Darmanto Fimma Naritasari Fithria, Tsania Zuyyina Hadi Musthofa Hadi Musthofa, Hadi Hadi Setyo Subiyono Harry Pramono, Harry HB, F Putut Martin HB, F Putut Martin Heny Setyawati Heri Jodi, Heri Hermawan Pamot Raharjo, Hermawan Pamot Hidayah, Isnaini Nurul Ibnul Mubarok Iffah Mardhiyah Ihsan Rizki Prabowo Ikke Widyaningrum, Ikke Indasah Indra Setiawan Ipang Setiawan Ismoyojati, Rizki johansyah johansyah Joseph, Jacklyn Anak Juni Handajani Khairul Mada Setiadi Koesnadi Koesnadi Kukuh Ari Novenda Kukuh Santosa Lestari, Novita Ayu Lia Retnaningsih, Lia Lina Herlina Lisdrianto Hanindriyo Luthfi, Auliya M Ali Furqon M. Abdullah Mahalul Azam Mahsunah, Nuryana Margareta R Margareta Rahayuningsih Nugroho Edi K Margareta Rahyuningsih, Margareta Mario Marfelly, Mario Masitoh ., Masitoh Moh. Nasution, Moh. Mugiyo Hartono Muhammad Abdullah Muhammad Nailul Ajilla' Munawwaroh, Eka Lailatul Munawwaroh, Eka Lailatul Mutia Imtihana, Mutia Nana Kariada Trimartuti Narta Sari, Nikita Nasir, Muhammad Zulqarnain Mohd Niken Subekti Niken Widyanti, Niken Ning Setiati Ning Setiati Ningsih, Margareta Rahayu Ningsih, Margareta Rahayu Nonik Rahesti Nugraha, Rizhal Ade Nugroho, Anan Nur Cholidah, Nur Nur Kusuma Dewi Nurfani Nurfani Nurfitrah, Aditya Eka Nurharsono, Tri Nurhayati, Irma Nurmilla, Mauliya Fatiya Nurmilla, Mauliya Fatiya Nurul Mas&rsquo Ovalia, Selly Palupi, Nadia Putri Paramitha, Sandey Tantra Parmin - Partaya Partaya, Partaya Partaya, Partaya Pebrisen, Iwin Pertiwi, Gesit Pradina Ikrar Prastuti Prabowo, Frengki Setyo Pradevi, Tita Pratama, Arga Cahya Pratama, I Wayan Gita Prayitno Prayitno Prayitno Prayitno Priyantini Widiyaningrum Priyantini Widiyaningrum Pungki Indarto Puspitasari, Ratna Dewi Putro, Baskoro Nugroho Putut Martin HB, Putut Martin Rachmadhani, Dwi Rizky Rachman, Aulia Fazlur Rahesti, Nonik Rahmawan Adi Wismoyo, Rahmawan Adi Wismoyo Raini Anggun Mukhlisa, Raini Anggun Rakasiwi, Arfita Ajeng Dewi Ranu Baskora Aji Putra Ratimiasih, Yulia Ratna Oqtafiana, Ratna Retno Sri Iswari Ricko Irawan Ridwan Alfian Noor Rizky Fajar Fadila Rizqanada, Ayu Tisa Rizqiyah, Nur Itsna Roas Irsyada, Roas Rosa Amalia ROSICHON UBAIDILLAH Rudypratama, Billy Rumini - Safarudin Safarudin, Safarudin Sahfa Hany Rachma Said Junaidi Saiful Ridlo Salsabila, Alif Mazida Santoso, Aloysia Supartinah Sapto Widiaspono Sari, Dyah Puspita Setya Rahayu Sherlly Ferdiana Arafah, Sherlly Ferdiana Silvia Siti Rokhanah, Siti Soedjatmiko Soedjatmiko Soegiyanto Soegiyanto, Soegiyanto Soeprayogie, Adithya Sri Lestari Sri Mulyani Endang Susilowati, Sri Mulyani Endang Sri Ngabekti Sri Sukaesih Sri Sumartiningsih Sri Widiati, Sri Sugiharini, Sugiharini Sulaiman Sulaiman Sulaiman Sulaiman Supriyanto Supriyanto Supriyono - Supriyono Supriyono Suripto, Agus Widodo Surya Adi Saputra Suryonegoro, Bayu Murti Susani, Devi Erfa Susani, Devi Erfa Sutrisnowati, Intan Indah Sutrisnowati, Intan Indah Tia Ristiasari, Tia Tjetjep Rohendi Rohidi, Tjetjep Rohendi Tommy Soenyoto Tri Rustiadi, Tri Tri Winarti Rahayu Trisa Rani Marpaung, Helena Triyogi, Galih Wicaksono Tsania Zuyyina Fithria Tuti Widianti Tyas Ghosaly Ubadillah, Rosichon Vega, Christia Aye Waindy Wafi, Ahmad Zein Al Wahadi Wahadi, Wahadi Wahid Muhamad Furkon Rahmatulloh, Wahid Muhamad Furkon Wahyu Kurniyanto, Fajar Wahyu W, Imam Santoso Ciptaning Wahyuningsih, Penny Warto Widhyharto, Derajad Sulistyo Widyaningrum, Rini Widyasari, Nurul Wijaya, Fiqih Akbar Wulandari, Oggi Susanti Yanuarti Nur Isnaini Yuli Setyaningsih, Yuli Yulia Hafsah Wulandari, Yulia Hafsah