Claim Missing Document
Check
Articles

Penggunaan Aplikasi Quizizz Dalam Evaluasi Pembelajaran Sejarah Kelas X IPA 2 SMA Negeri 9 Pontianak Ellisya Sejarah; Andang Firmansyah; Haris Firmansyah
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 9 No 19 (2023): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.8388428

Abstract

This study aims to determine the use of the Quizizz application by teachers in evaluating history learning, starting from the design of the evaluation form, implementation and constraints using the Quizizz application for class X IPA 2 SMA Negeri 9 Pontianak. This study uses a descriptive qualitative research method. The data sources for this research were a history teacher and six students in class X IPA 2. The research location was at SMA Negeri 9 Pontianak, Jl. Tanjung Raya II, Komp. Integrated School, Kec. East Pontianak, Pontianak City. Data collection techniques used are observation, interviews and documentation. Data collection tools are observation sheets, interview guides, and documentation. Data analysis techniques researchers use data reduction, data presentation and drawing conclusions. To test the validity of the data researchers used triangulation. From the results of data analysis, researchers know that: (1) The teacher prepares a design for learning evaluation forms, introduces and guides how to use the Quizizz application. (2) Implementation of the use of the Quizizz application in evaluating history learning. (3) The use of the Quizizz application plays a major role in measuring students' abilities as well as providing feedback between teachers and students on the learning process.
Bimbingan Teknis Microsoft 365 bagi Tenaga Kependidikan di Lingkungan FKIP UNTAN Dwija Saptahadi; Andang Firmansyah; Helen Sasty Pratiwi; Subarjo Subarjo; Ratih Rahmahwati; Hemri Yansa
Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 12, No 1 (2023): Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/mjppm.v12i1.11064

Abstract

To help improve Institutional accreditation and make equipment spending efficient, using Microsoft Office 365 is the right solution for FKIP UNTAN, which has changed its status to become a Public Service Agency (BLU) University. Service activities by maximizing the use of Microsoft Office 365 are considered activities that answer the institution's needs. The Microsoft Office 365 account provided by the team is a premium account with exclusive and premium features to make it easier and more effective for the work of education staff at FKIP UNTAN. This community service activity aims to maximize the Microsoft Office 365 account that UNTAN has provided. The result of this activity is that participants get premium Microsoft Office 365 accounts, gain knowledge about the features available in Microsoft Office 365 applications, and gain knowledge to maximize the use of existing features in Microsoft Office 365 applications.
Museum Artifact Conservation Training for Social Science Educators and Students in Pontianak Haris Firmansyah; Andang Firmansyah; Putri Tipa Anasi; Nur Meily Adlika; Yusawinur Barella; Venny Karolina; Aminuyati
ABDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 4 (2023): ABDIMAS UMTAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35568/abdimas.v6i4.3940

Abstract

The West Kalimantan Museum stores and exhibits a collection of items with historical, scientific, artistic, and cultural significance, primarily originating from West Kalimantan Province. It is crucial for social science educators and students in West Kalimantan to comprehend the significance of visiting the museum in person. This allows them to directly witness and study historical and cultural artifacts of West Kalimantan, thereby reinforcing the knowledge they acquire from books. Hence, social science education lecturers of Tanjungpura University organized a community service program known as "Pengabdian Kepada Masyarakat" (abbreviated as PKM) that invited both social science teachers and students of Pontianak to local museums for a visit. The objectives of this training encompassed two main goals. Firstly, it aimed to generate interest among teachers and students in discovering and familiarizing themselves with the museum. Secondly, it sought to enhance the knowledge of teachers and students regarding the conservation of the museum's collections. Following the training, the lecturers gathered feedback from participants via a Google form to assess their opinions regarding the museum collection and artifact preservation training. This data was then analyzed using a quantitative approach, and the results were presented using descriptive statistics. A total of 19 individuals responded to the survey, consisting of 7 teachers and 12 students. The results indicated that the participants had a positive response to the activity and expressed a request for similar programs to be conducted in the future.
Workshop Penyusunan Laporan Hasil Penelitian Tindakan Kelas Untuk Pengembangan Diri Guru-Guru di SMAN 10 Pontianak Ika Rahmatika Chalimi; Haris Firmansyah; Astrini Eka Putri; Edwin Mirzachaerulsyah; Andang Firmansyah; Hadi Wiyono
Digulis: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 1, No 1 (2023): Maret (2023)
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/djpkm.v1i1.66197

Abstract

Tujuan umum dari kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini diharapkan dapat meningkatnya pengembangan diri guru melalui penyusunan laporan hasil penelitian tindakan kelas. Dalam kegiatan ini yang menjadi sasaran yang strategis adalah guru-guru di SMAN 10 Pontianak. Penentuan masyarakat sasaran yang direkrut berdasarkan kelompok kerja guru di Kota Pontianak. Khalayak sasaran pada kegiatan workshop penyusunan laporan penelitian tindakan kelas untuk pengembangan guru-guru SMAN 10 Pontianak adalah guru-guru di SMAN 10 Pontianak. Dengan jumlah guru yang menjadi sasaran sebanyak 20 orang. Penentuan masyarakat sasaran yang direkrut berdasarkan kelompok kerja guru di Kota Pontianak. Kegiatan pelatihan ini dilaksanakan selama 4 jam dengan sistem blok waktu yakni 2 jam teori dan 3 jam praktikum (pendampingan penulisan proposal). Adapun metode yang digunakan dalam PKM ini adalah worsshop yang dibagi dalam beberapa kegiatan yakni pemberian materi, pendampingan dan evaluasi kegiatan PKM untuk guru SMAN 10 Pontianak. Adapun mekanisme pelaksanaan kegiatan dibagi dalam 2 (dua) sesi yakni: Sesi Pertama, mencakup penyampaian teori prosedur PTK; dan Sesi Kedua, mencakup teori dan praktik pembuatan proposal PTK; Mendampingi guru dalam menyelesaikan permasalahan yang ditemui saat melaksanakan PTK serta mengisi sistematika laporan PKM yang telah disediakan.
Workshop Edu-History Games Pada Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) SMA Widya Pratama Kabupaten Kubu Raya Kalimantan Barat Edwin Mirzachaerulsyah; Efriani Efriani; Jagad Aditya Dewantara; Andang Firmansyah
Digulis: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 1, No 1 (2023): Maret (2023)
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/djpkm.v1i1.66198

Abstract

Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) SMA Widya Pratama Kubu Raya menjadi salah satu wadah penanaman nilai kesejarahan dimana ternyata dalam beberapa agenda kegiatan OSIS belum tertaut kegiatan yang mencerminakan nilai-nilai tersebut. Berdasarkan pengalaman tersebut diatas maka tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Untan bermaksud membuat kegiatan workshop yang dapat memberikan pengalaman bermakna. Produk tersebut diberi nama history edu games yang bersifat non digital. Peserta pelatihan merupakan anggota aktif OSIS yang berjumlah 11 orang. Peserta telah dibagi kedalam beberapa kelompok dan menyiapkan alat dan bahan. Produk yang dihasilkan yakni games teka teki silang sejarah dan tebak rempah games. Produk kemudian diimplementasikan kepada peserta sesuai dengan sintak yang berlaku yakni sintak pembelajaran outdoor learning.
Dinamika Perdagangan Kopra di Desa Parit Baru Kecamatan Selakau Kabupaten Sambas Tahun 1990-2000 Afianto*, Risky; Firmansyah, Andang; Firmansyah, Haris
JIM: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Sejarah Vol 8, No 3 (2023): Juni, socio-economics, community law, cultural history and social issues
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimps.v8i3.25635

Abstract

Memasuki awal tahun 1990an perdagangan kopra di Desa Parit Baru mulai meningkat dengan naiknya harga kopra pada saat itu setelah sekian lama turun, hingga puncaknya pada masa krisis ekonomi harga kopra melambung tinggi hingga mencapai 10.000 rupiah/kgnya dan meningkatnya produksi kopra pada saat itu. Secara umum penelitian ini betujuan untuk memberikan informasi mengenai “Dampak Perdagangan Kopra Di Desa Parit Baru Kecamatan Selakau Kabupaten Sambas Tahun 1990 – 2000”. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian sejarah dengan langkah – langkah yang terdiri dari pemilihan topik, heuristik, verifikasi, interpretasi, dan historiografi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah perdagang kopra pada tahun 1990 – 2000 mengalami pasang surut dimana pada awal tahun 90 an harga kopra naik kemudian turun di tahun 92, naik lagi pada masa krisis ekonomi dan kemudian turun lagi pada tahun 2000an, turun naiknya harga kopra ini tergantung pasar dan permintaan akan kopra serta jumlah kopra itu sendiri. Para petani menjual kopra ke pengepul atau pabrik kemudian dipabrik diolah menjadi minyak mentah baru di ekspor keluar daerah. Perdagangan kopra memberikan dampak bagi masyarakat terutama dari segi pendapatan sehingga mencukupi kebutuhan sehari – hari serta mengangkat status sosial masyarakat di Desa Parit Baru.
Pelatihan Aplikasi Google Classroom Pembelajaran Daring Pada Guru-Guru Sekolah Dasar Negeri 32 Pontianak Utara Firmansyah, Haris; Putri, Astrini Eka; Firmansyah, Andang; Chalimi, Ika Rahmatika; Wiyono, Hadi
Publikasi Pendidikan Vol 13, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/publikan.v13i2.34905

Abstract

Pemblajaran Daring menuntut guru untuk memanfaatkan teknologi dalam pembelajaran, salah satunya adalah google classroom namun tidak sedikit guru-guru yang belum mengetahui seluruh fitur pada aplikasi Google Classroom. Sebagaimana yang terjadi di SD Negeri 32 Pontianak Utara yang merupakan sekolah yang berada di wilayah perkotaan. Hanya sebagian guru-gurunya yang menggunakan google classroom. Kegiatan pertama yang dilakukan pada pengabdian kepada masyarakat yaitu dalam bentuk pelatihan dengan metode ceramah dilanjutkan dengan Tanya jawab,  diskusi dan praktek penggunaan aplikasi google classroom pada guru-guru SD Negeri 32 Pontianak Utara. Metode yang dilakukan dalam kegiatan ini terdiri: (1) Orientasi kegiatan PKM, yaitu pengenalan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang akan dilakukan kepada Kepala Sekolah dan guru-guru SD Negeri 32 Pontianak Utara. (2) Pelatihan, yaitu kegiatan interaktif dengan masyarakat sasaran untuk mengidentifikasi permasalahan, mendiskusikan pemecahan masalah, dan penjelasan materi yang terkait dengan Aplikasi Googe Classroom. Dan (3) Konsultasi atau pembimbingan penggunaan Aplikasi Google Classroom. Adapun hasil PKM ini yakni PKM ini diikuti 11 guru SDN Pontianak Utara, ketercapaian PKM dapat dikatakan terlaksanana secara baik, ini merujuk pada pemehaman guru setelah mengikuti pelatihan penggunaan aplikasi google classroom sebagai media pembelajaran daring. Guru lebih paham cara menggunakan dibandingkan sebelum pelaksanaan pelatihan.
FRAGMENTASI, SEJARAH, HETEROGENITAS PENDUDUK, DAN BUDAYA KOTA PONTIANAK Bayuardi, Galuh; Firmansyah, Andang; Superman, Superman
Patra Widya: Seri Penerbitan Penelitian Sejarah dan Budaya. Vol. 18 No. 3 (2017)
Publisher : Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4024.043 KB) | DOI: 10.52829/pw.6

Abstract

Pontianak merupakan kota madya di Indonesia. Secara geografis, lokasi Pontianak dekat dengan negara-negara tetangga, seperti Malaysia dan Singapura. Kondisi ini menyebabkan Pontianak sering dikunjungi pelancong dari negara tetangga, baik pengunjung yang memiliki urusan di Kota Pontianak, maupun yang sekadar singgah sebelum menuju destinasi lain di wilayah Indonesia. Jika ditelusuri dari sejarahnya, pada dasarnya Pontianak didesain sebagai kota perdagangan. Pontianak mengalami pembangunan yang cepat saat kedatangan VOC yang membuat kesepakatan dengan Kesultanan Pontianak. Sebagai tindaklanjut dari kesepakatan itu, mereka membangun kantor pemerintahan dan juga keraton untuk mendukung aktivitas politik di Pontianak. Seiring dengan pesatnya pentumbuhan Kota Pontianak, berbagai kelompok etnis menjadikan Pontianak sebagai kota yang heterogen. Kini, Pontianak dikunjungi berbagai etnis dari berbagai wilayah di Indonesia. Kelompok etnis yang tinggal di Pontianak di antaranya adalah Melayu, Dayak, Tionghoa, Jawa, Batak, Bugis, Madura, Banjar, Sunda, dan Bali. Berbagai etnis bergaul satu sama lain. Kondisi sosial heterogen di Pontianak tidak serta merta melahirkan pluralitas. Terkadang muncul sentimen kedaerahan baik itu klaim oleh penduduk lokal, maupun oleh mereka yang ditandai sebagai pendatang, meskipun pernyataan ini tidak terlihat secara langsung, tapi memiliki potensi masalah di kemudian hari.____________________________________________________________Pontianak is one of municipality in Indonesia. Geographicaly Pontianak location, is a region close to neighboring countries such as Malaysia and Singapore. This condition causes the Pontianak o en visited by travelers from neighboring countries either intentionally been to Pontianak Municipality and those who simply stopped to proceed to the main destinations in Indonesia other region. If traced far back on the history, basically Pontianak was designed to be a commercial city. Pontianak expertencing rapid development when VOC entrance and made an agreement with the ruler of Pontianak sultanate. As a follow up of the agreement, they established government offices and also the castle to support the political act wities in Pontianak. Along with the rapid growth of the Pontianak city, various ethnic groups from within and outside the island ofBorneo began to arrive. The arrival of the various ethnic groups making Pontianak as one of the cities where the population is heterogeneous. Today, Pontianak is much visited various ethnic groups from various regions in Indonesia. Ethnic groups who live in Pontianak, among others are Malay, Dayak, Chinese, Javanese, Batak, Bugis, Madurese, Banjar, Sunda, Bali, etc. Various ethnic coexistence between ethnic group and mingle with one another. Conditions heterogeneous society in Pontianak do not necessarily give birth to plurality. Sometimes it appears regionalist sentiment either of those claiming to be local residents as well as those who are considered immigrants even though it is not exposed directly but has the potential to become a problem in the future.
Introduction and Preservation of Cultural Heritage Along the Kapuas River in Pontianak for History Teachers and Students Mohammad Rikaz Prabowo; Andang Firmansyah; Ika Rahmatika Chalimi; Haris Firmansyah; Astrini Eka Putri; Edwin Mirzachaerulsyah
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 6, No 4 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v6i4.12103

Abstract

History learning requires teachers to contextualize the material by utilizing the environment where students live as interrelated learning material. For example, with its historical journey, integrating the potential of natural wealth in Pontianak, such as the Kapuas River, can be used for educational purposes. Community service activities aim to introduce past cultural heritage, most of which is located around the banks of the Kapuas River. There were 32 participants in this activity, consisting of teachers and students. Through this activity, it is hoped that teachers will have an overview of cultural heritage, which can be used as a historical learning resource to contextualize or link to learning material. The method used is Participatory Action Research (PAR), which involves providing materials and visits to cultural heritage sites to provide participants with an overview of the history of Pontianak and its cultural heritage. Among others are the Pontianak Sultanate area, namely the Kadriyah Palace and the Jami Mosque. Visitors can build communication and get material directly from resource persons on duty at the location. The activity results showed that after visiting one of the locations, participants felt emotional closeness and actively explored independently, building discussions with resource persons to enrich their knowledge. Participants also felt satisfied with the information provided by the resource person, thereby increasing their knowledge and insight about the cultural heritage on the banks of the Kapuas River, Pontianak. As evaluation material, this activity can be held again with a different theme and include more literature related to the sites visited.
PEMANFAATAN BUKU TEKS SEBAGAI SUMBER BELAJAR MATA PELAJARAN SEJARAH DI SMA MUHAMMADIYAH 2 PONTIANAK Dewi Annisa; Agus Sastrawan Noor; Andang Firmansyah
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa (JPPK) Vol 8, No 2 (2019): Februari 2019
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (76.651 KB) | DOI: 10.26418/jppk.v8i2.31484

Abstract

AbstractThis research is aimed at finding out the implementation of teaching history subject including the utilization of related text-books as the learning source as well as the obstacle in utilizing the text-books as the learning source of the history subject to eleventh graders of SMA Muhammadiyah 2 Pontianak. This research uses qualitative method in form of descriptive research. The source of the data was from the informants as they are the representatives of the eleventh graders of social and science study as well as the history teachers. The related data was from the result of observation as well as interview and documentations. The research finding shows that the utilization of the text books as the learning source of history subject to the eleventh graders of SMA Muhammadiyah 2 Pontianak was passably good yet in the learning implementation the books are not spread evenly to all the students thus some of them have to share the books to their seatmates. The teacher in teaching learning process, use the books only when they are demanded as to support the learning and rather engage students in interactive discussion, while then the students themselves review it with their learning group or individually. The obstacle faced by the students in utilizing the text books as the learning source was that they do not really understand what is there in the history textbooks as so they have to search it in the internet. Keywords: Textbooks, Learning Source, History Subject, SMA Muhammadiyah 2 Pontianak.
Co-Authors Abdullah, Imam Achmadi Achmadi Adinda Azzahra Adlika, Nur Meily Adveniati, Angelia Ovi Afianto*, Risky Agus Sastrawan Noor Agus Sastrawan Noor Agus Sastrawan Noor Ahmad Imamul Arifin Alghifari, Muhammad Aqif Aminuyati Amrazi Zakso Ananda, Razi Andari, Desi Anggraini, Joya Reza Asih, Astri Astrini Eka Putri Aulia, Zakiah Baiyeni Amalia Hasanah Baiyeni Amalia Hasanah Bakti, Yunita Chorina, Malisa Delta, Delta Dewantara, Jagad Aditya Dewi Annisa Dianisty, Rizky Ananda Dodi Dores, Florianus Doyok, Hendoyo Dwija Saptahadi Edwin Mirzachaerulsyah Edwin Mirzachaerulsyah Efriani Efriani Eka Putri, Astrini Ellisya Sejarah Evi Dwi Lestari, Evi Dwi Firmansyah, Haris Firmansyah, Harris Fitriani Fitriani Galuh Bayuardi Hadi Kurniawan, Hadi Hadi Wiyono Haris Firmansyah Haris Firmansyah Haris Firmansyah Harris Firmansyah Hasmidar, Oktaviani Helen Sasty Pratiwi Hemri Yansa Hermanu Joebagio Ika Rahmatika Ika Rahmatika Chalimi Ika Rahmatika Chalimi Irena Yovanka T.A. Januarti*, Kartika Jemsy*, Steven Julianda*, Rizky Junaidi, Eko Wahyu Kamini, Tri Kartono, Kartono Kevins*, Ligorius Khofifah Nur Rahmah Kristoforus Bagas Romualdi Laila*, Alfa Lestari*, Putri Pratama Lindaria Purba Maria Ulfah Marsudi, Muhammad Ramadhan Miranda, Kinana Dede Riski Mohammad Rikaz Prabowo Novia Adidatil Jamilia Novitasari Novitasari Novitasari, Intan Patmawati Patmawati, Patmawati Prabowo, M. Rikaz Prabowo, Mohammad Rikaz Pratama, Rio Pratiwi Juniar Putri Purnama Dewi Puspita Sari*, Rini Putri Tipa Anasi Putri*, Wella Prasetya Rahmad Silahudin* rahmah, Khofifah nur Rahmahwati, Ratih Reyhan Ainun Yafi Riski Miranda, Kinana Dede Risky Afianto* Romualdi, Kristoforus Bagas Rum Rosyid Rustiyarso Rustiyarso Rustiyarso, Rustiyarso Salwa Wardina, Yastrid Saptahadi, Dwija Sari, Natalia Shelli Shelli Silahudin*, Rahmad Siti Halidjah Sofian, Ilham Nur Sri Buwono . Sri Maharani Steven Jemsy* Subarjo Subarjo subarjo, Subarjo Sulistyarini, Sulistyarini Superman Superman Tiningsih, Alpi Wahyu Vebianti, Popi Venny Karolina Veronika Senu Wahyuni, Nunung Wiwik Handayani Yansa, Hemri Yuristin, Puput Titania Elisa Yusawinur Barella Zahro, Hanifatuz