p-Index From 2021 - 2026
11.619
P-Index
This Author published in this journals
All Journal International Journal of Nusantara Islam Intizar Musawa : Jurnal Studi Gender dan Islam Diya Al-Afkar: Jurnal Studi al-Quran dan al-Hadis Jaqfi : Jurnal Aqidah dan Filsafat Islam Religious: Jurnal Studi Agama-Agama dan Lintas Budaya Syifa al-Qulub : Jurnal Studi Psikoterapi Sufistik AL QUDS : Jurnal Studi Alquran dan Hadis QALAMUNA: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Agama Al-Dzikra: Jurnal Studi Ilmu al-Quran dan al-Hadits Khazanah: Jurnal Studi Islam dan Humaniora TEMALI : Jurnal Pembangunan Sosial Rayah Al Islam : Jurnal Ilmu Islam Jurnal Dirosah Islamiyah RESLAJ: RELIGION EDUCATION SOCIAL LAA ROIBA JOURNAL Hanifiya: Jurnal Studi Agama-Agama Jurnal Syntax Imperatif : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Equalita: Jurnal Studi Gender dan Anak Al-Kawakib Az-Zahra: Journal of Gender and Family Studies Jurnal Iman dan Spiritualitas ZAD Al-Mufassirin Mauriduna : Journal of Islamic studies Definisi: Journal of Religion and Social Humanities Al Burhan: Jurnal Kajian Ilmu dan Pengembangan Budaya Al-Qur'an Jurnal Penelitian Ilmu Ushuluddin SPECTRUM: Journal of Gender and Children Studies QiST: Journal of Quran and Tafseer Studies Indonesian Journal of Islamic Studies Al-Ibanah IJED JUQUTS Gunung Djati Conference Series Socio Politica : Jurnal Ilmiah Jurusan Sosiologi RESLAJ: Religion Education Social Laa Roiba Journal International Journal of Nusantara Islam Journal of Society and Development Mashadiruna: Jurnal Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir
Claim Missing Document
Check
Articles

Principles Methodology on Quranic Interpretation in Indonesia [Analysis on Interpretation Method of Tafsir Al-Azhar And Tafsir Al-Misbah] Nuraini, Nabilah; Zulaiha, Eni
Mashadiruna Jurnal Ilmu Al-Qurân dan Tafsir Vol. 1 No. 1 (2022): Mashadiruna Jurnal Ilmu Al-Qurân dan Tafsir
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/mjiat.v1i1.19396

Abstract

The interpretator's background influences the style and characteristics of the interpretation he writes. Likewise, the interpretation products in Indonesia will be very different from the interpretations from the Middle East. From this background, the researcher will reveal the uniqueness and characteristics of interpretation in Indonesia through the methodological principles used in its interpretation. The object of this research is Tafsir Al-Misbah by Quraish Shihab and Tafsir Al-Azhar by Hamka. From this study, it was found that there are several specific methodological principles carried out by Quraish Shihab and Hamka, including taking many sources of interpretation from other tafsirs and in their interpretation, it was found that both opinions were very thick with Indonesian culture.
Penafsiran Feminis Pada Ayat-Ayat Kesehatan Alat Reproduksi Wanita Agustin, Kartini Fujiyanti; Syam, Ishmatul Karimah; Zulaiha, Eni
Mashadiruna Jurnal Ilmu Al-Qurân dan Tafsir Vol. 2 No. 1 (2023): Mashadiruna Jurnal Ilmu Al-Qurân dan Tafsir
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/mjiat.v2i1.21312

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat Al-Qur’an dalam memahami ayat-ayat tentang reproduksi perempuan dan perubahan kultural yang terjadi terhadap diskriminasi gender khususnya terhadap reproduksi perempuan. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan data pustaka dan sumber primer pada Qs. Al Baqarah: 222-223, Qs. Al Baqarah: 187 dan Qs. Luqman: 31 yang membahas mengenai haid, pembuahan dan kehamilan. Hasilnya, sifat haid yang disebutkan dengan adza banyak ditafsirkan oleh ulama terdahulu sebagai kotoran atau penyakit, sehingga banyak perempuan mengalami diskrimansi ketika haid. Begitupun dengan masalah pembuahan, banyak Wanita hanya dijadikan budak nafsu semata tanpa memperhatikan kondisi dan kesiapan dirinya. Ketika hamil pun banyak suami yang tidak terlalu memperhatikan istrinya, karena tidak merasakan sakit dan lelahnya masa kehamilan, sehingga banyak dari mereka abai dan menganggap bahwa itu sudah tugas dan kodrat seorang wanita. Seiring perkembangan zaman akhirnya membawa perubahan dan pergeseran makna tafsir pada ayat-ayat reproduksi khususnya, yang dipelopori oleh tokoh-tokoh feminis dunia dan Indonesia. Kesimpulannya, Al-Qur’an dan Islam telah membawa perubahan terhadap perlakuan diskriminasi masa Jahiliyah terhadap perempuan sampai saat ini. Allah SWT telah benar-benar mengangkat derajat perempuan dan memuliakannya Ketika melewati fase-fase dalam reproduksinya. Seorang laki-laki atau suami juga khususnya pada zaman ini dituntut untuk berbuat baik kepada istrinya dan membantunya melewati fase-fase tersebut. Sehingga tidak ada lagi tekanan dan diskriminasi perempuan yang seringkali hanya dianggap sebagai objek seksualitas. Penelitian sederhana ini diharapkan dapat memberi pengetahuan baru dan peringatan bagi laki-laki khususnya dalam memperlakukan seorang perempuan atau istrinya, dan dapat berguna bagi pengkaji Al-Qur’an dan masalah perempuan di masa depan.
Metode Penafsiran Abu al-Su’ud Al-‘Imadi dalam Kitab Irsyad al-‘Aql al-Salim ila Mazaya al-Kitab al-Karim Basyiruddin, Muhammad Hafizh; Zulaiha, Eni
Mashadiruna Jurnal Ilmu Al-Qurân dan Tafsir Vol. 2 No. 2 (2023): Mashadiruna Jurnal Ilmu Al-Qurân dan Tafsir
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/mjiat.v2i2.25238

Abstract

Tujuan tulisan ini adalah untuk mengkaji metodologi dalam buku tafsir “Irsyad al-‘Aql al-Salim ila Mazaya al-Kitab al-Karim” karya Abu al-Su’ud Al-‘Imadi. Kajian mencakup aspek-aspek seperti sumber-sumber penafsiran (mashdar), metode penafsiran (manhaj), dan orientasi penafsiran (ittijah). Selain itu, tulisan juga memberikan gambaran singkat tentang biografi mufassir, wawasan keilmuan mufassir, dan latar belakang penulisan tafsir tersebut. Metode penelitian yang digunakan dalam tulisan ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kitab tafsir “Irsyad al-‘Aql al-Salim ila Mazaya al-Kitab al-Karim” karya Abu al-Su’ud Al-‘Imadi, dari segi sumber penafsiran, masuk dalam kategori tafsir bi al-Ra’yi. Dari segi metode penafsiran, kitab ini menggunakan metode tahlili. Sementara dari segi orientasi penafsiran, tafsir ini cenderung memiliki orientasi kebahasaan (lughawi). Abu al-Su’ud al-‘Imadi hidup pada masa kejayaan Kesultanan Utsmaniyah, di mana masyarakat menikmati kemakmuran dan keamanan, serta ilmu pengetahuan berkembang pesat. Oleh karena itu, orientasi penafsiran dalam kitabnya tidak banyak berfokus pada isu-isu sosial dan kemasyarakatan. Sebaliknya, orientasi penafsiran Abu al-Su’ud lebih dominan pada aspek kebahasaan. Kecintaannya yang mendalam terhadap sastra Arab dan kemahirannya dalam bidang tersebut menjadi faktor kuat yang menjadikan tafsirnya berorientasi kebahasaan (lughawi).
Reinterpretasi Kisah Nabi Yusuf dalam Al-Qur’an untuk Strategi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Zulaiha, Eni; Yunus, Badruzzaman M.
Mashadiruna Jurnal Ilmu Al-Qurân dan Tafsir Vol. 2 No. 3 (2023): Mashadiruna Jurnal Ilmu Al-Qurân dan Tafsir
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/mjiat.v2i3.25243

Abstract

Pemberdayaan ekonomi menjadi salah satu hal penting untuk menjaga stabilitas kehidupan. Maka, dibutuhkan formula baru yang bersifat konstruktif dan variatif berupa strategi pemberdayaan ekonomi umat secara khusus, yakni dengan menggunakan perspektif Al-Qur’an melalui kisah Nabi Yusuf AS pada QS. Yusuf ayat 46 hingga 49. Penulisan karya ini menggunakan teknik kualitatif serta metode maudhu'i. Tulisan ini secara implisit menyimpulkan bahwa Melalui pesan hikmah dalam Al-Qur’an, Islam memberi tahu setiap Muslim tentang kemampuan digitalpreneur dengan meningkatkan ide dan kapabilitas terkait digitalisasi untuk melahirkan formula atau produk baru, baik berupa barang, makanan, aplikasi, ataupun produk lainnya. Kemudian, manfaatkan kekuatan era digital untuk meningkatkan layanan zakat melalui digitalisasi sebagai layanan utama yang baik, seperti halnya layanan zakat melalui aplikasi yang bernama BAZUTAKWA atau BAZNAS untuk kesejahteraan warga, serta menghilangkan sikap hedonis yang dapat menyebabkan umat kurang peka terhadap situasi sosial dan ekonominya dengan menghadirkan program khusus tentang penyuluhan kemapanan ekonomi tentang urgensi hidup hemat oleh pemegang kebijakan. Kekurangan dari tulisan ini ialah hanya membahas pemberdayaan ekonomi dalam Al-Qur’an semata. Dalam tulisan-tulisan berikutnya, studi ini menyarankan untuk beralih ke literatur tafsir Al-Qur’an lainnya sebagai solusi untuk mengimplementasikan prinsip-prinsip pemberdayaan ekonomi dalam agama Islam.
Konsep Membela Allah dalam Al-Qur’an: Analisis Komparatif Penafsiran Ar-Razi, Ibn Al-Khathib dan Quraisy Shihab Mulyaden, Asep; Zulaiha, Eni
Mashadiruna Jurnal Ilmu Al-Qurân dan Tafsir Vol. 3 No. 1 (2024): Mashadiruna Jurnal Ilmu Al-Qurân dan Tafsir
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/mjiat.v3i1.29979

Abstract

Terdapat banyak konsep dalam al-Qur’an yang dijelaskan secara terpisah dalam berbagai ayatnya. Salah satu konsep yang sering kali menjadi polemik di khalayak umum adalah mengenai konsep membela Allah. Tujuan tulisan ini adalah untuk mengungkap konsep membela Allah dalam al-Qur’an yang mencakup makna dan bentuk dari membela Allah tersebut dengan menggunakan sudut pandang tiga mufasir, yaitu Ar-Razi, Ibn Al-Khathib dan Quraisy Shihab. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan kepustakaan serta merujuk pada kitab tafsir yang ditulis oleh tiga mufasir yang telah disebutkan. Hasil yang didapatkan adalah bahwa makna membela Allah dalam al-Qur’an adalah membela agama-Nya, rasul-Nya, golongan atau kelompok-Nya, ajaran atau pengajaran-Nya dan nilai-nilai yang ada di dalamnya. Sedangkan bentuk implementasi dari membela Allah tersebut dilakukan dengan beragam bentuk, seperti: seperti jihad, dakwah, menyampaikan dalil agama, memerintahkan pada kebaikan dan mencegah terjadinya kemunkaran. Semua bentuk tersebut disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi dari pelakunya masing-masing.
Qur'anic Ethics for Social Media: Insights from Indonesia's Thematic Tafsir Alfathah, Suryana; Zulaiha, Eni; Fathurrohman, Asep Ahmad
Mashadiruna Jurnal Ilmu Al-Qurân dan Tafsir Vol. 4 No. 1 (2025): Mashadiruna Jurnal Ilmu Al-Qurân dan Tafsir
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/mjiat.v4i1.38417

Abstract

Social media's rapid growth has transformed communication, but neglecting ethical principles rooted in the Quran, like those explained in the Indonesian Ministry of Religious Affairs' Thematic Tafsir, has led to issues such as misinformation, conflict, and privacy breaches. This qualitative library research uses descriptive analysis to highlight the importance of Quran-based ethics in social media. It identifies five key principles: caution and responsibility, verifying information (tabayyun), constructive communication, avoiding prejudice and gossip, and protecting privacy. The study offers actionable guidelines for fostering responsible and ethical social media use, promoting harmony and accountability in digital interactions.
Makna Ikhlas dalam Tafsir Fakhruddin Ar-Razi dan Ibn Kaṡīr Gunawan, Iwan Caca; M. Yunus, Badruzzaman; Zulaiha, Eni
Mashadiruna Jurnal Ilmu Al-Qurân dan Tafsir Vol. 3 No. 3 (2024): Mashadiruna Jurnal Ilmu Al-Qurân dan Tafsir
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/mjiat.v3i3.38465

Abstract

Konsep ikhlas merupakan nilai fundamental dalam Islam yang telah diinterpretasikan secara mendalam oleh para mufassir, seperti Fakhruddin Ar-Razi dan Ibn Kaṡīr, yang memberikan kontribusi penting dalam memperkaya pemahaman tentang makna dan implementasi ikhlas dalam tradisi tafsir Al-Qur'an. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan membandingkan makna ikhlas dalam tafsir Fakhruddin Ar-Razi dan Ibn Kaṡīr, serta menganalisis implikasi penafsiran mereka terhadap pemahaman kontemporer tentang konsep ikhlas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis komparatif untuk membandingkan interpretasi konsep ikhlas antara Fakhruddin Ar-Razi dan Ibn Kaṡīr. Data yang digunakan berasal dari studi literatur yang mencakup karya-karya tafsir kedua mufassir, serta penelitian-penelitian sebelumnya yang relevan. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa Ar-Razi dan Ibn Kaṡīr sepakat bahwa ikhlas adalah kunci utama dalam pengabdian murni kepada Allah, namun mereka menekankan aspek yang berbeda dalam tafsir mereka. Ar-Razi melihat ikhlas sebagai manifestasi tauhid sejati yang melindungi dari godaan, sementara Ibn Kaṡīr menekankan pemurnian niat dalam ibadah hanya untuk Allah tanpa perantara; Penafsiran makna ikhlas dalam Al-Qur'an oleh Fakhruddin Ar-Razi dan Ibn Kaṡīr sama-sama menekankan pentingnya ketulusan hati dan kemurnian niat dalam beribadah kepada Allah, namun Ar-Razi lebih fokus pada aspek teologis dan filosofis, sedangkan Ibn Kaṡīr menyoroti implementasi praktis dan syariat dalam kehidupan sehari-hari; Konsep ikhlas memiliki dampak mendalam dalam kehidupan modern dengan menekankan kemurnian niat kepada Allah, hal ini bisa membantu mengatasi godaan materialisme dan tekanan sosial, serta mendorong dedikasi, integritas, dan hubungan yang tulus dalam konteks profesional dan sosial.
Bridging text and reality: The principles of Tadabbur from An-Nabulsi's perspective in modern tafsir studies Ridwan, Ali; Zulaiha, Eni
Mashadiruna Jurnal Ilmu Al-Qurân dan Tafsir Vol. 4 No. 2 (2025): Mashadiruna Jurnal Ilmu Al-Qurân dan Tafsir
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/mjiat.v4i2.48558

Abstract

This study deeply examines the principles of Tadabbur (contemplation) of Surat Al-Baqarah in Muhammad Ratib An-Nabulsi's exegesis, "Tadabbur Āyātillāh fī al-Nafsi wa al-Kawni wa al-Ḥayāti," and its relevance to contemporary Qur'anic interpretative studies. Tadabbur is essential for holistic Qur'anic comprehension, yet systematic literature on its principles remains limited, especially approaches integrating spiritual, cosmological, and practical life aspects. An-Nabulsi offers a unique methodology bridging sacred texts with modern realities. Employing a qualitative-analytical approach, this study explores An-Nabulsi's Tadabbur principles, highlighting how his exegesis provides a transformative framework for applicable Qur'anic understanding. Findings indicate that An-Nabulsi's principles are highly relevant, offering a new lens for addressing modern human challenges, while enriching the scholarly treasury of tafsir, rendering the Qur'an a dynamic life guide. This research contributes to the development of comprehensive Qur'anic Tadabbur methodologies.
Implementation of the concept of social ethics in the Quran: Analytical study of tafsīr al-munīr fī al-aqīdah wa al-sharīah wa al-manhaj Husni, Abdi Risalah; Zulaiha, Eni
Jurnal Iman dan Spiritualitas Vol. 5 No. 3 (2025): Jurnal Iman dan Spiritualitas
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jis.v5i3.45879

Abstract

This study aims to analyze the implementation of social ethics concepts in the Qur'an based on Wahbah az-Zuhaili's interpretation, namely Tafsīr Al-Munīr Fī Al-Aqīdah wa Al- Shari’ah wa Al-Manhaj. The research emphasizes the identification of social ethics principles that can be applied in everyday life to build a harmonious and civilized society. The research method employs library research, with Tafsīr Al-Munīr by Wahbah az-Zuhaili serving as the primary source. The primary data consists of verses from the Qur'an and their interpretations, while the secondary data comes from books, scientific journals, and literature related to Islamic social ethics. The analysis was conducted using thematic interpretation. The results of the study show that the application of social ethics includes lowering one's voice when speaking, tabayyun (verifying the truth of news), reconciling disputing parties, being fair, and not criticizing or mocking others. These values can be used as guidelines for social behavior for individuals and society. This study is useful for the fields of religious education, interpretation studies, Islamic social sciences, character and moral development, community development, and as a practical reference for educators, scholars, policymakers, and Muslim communities who wish to apply the social ethics of the Qur'an in practice. This research highlights Wahbah az-Zuhaili's modern interpretation, which integrates aspects of faith, Shari‘ah, and social issues in understanding the social ethics of the Qur'an. This study provides a comprehensive and contextual understanding of the application of social ethical values in contemporary society, while also combining classical and contemporary interpretations to offer an innovative perspective on the study of Islamic social ethics.
Interpretation Method Of Al-Tafsir Al-Tarbawi Li Al-Qur'an Al-Karim By Anwar Al-Baz: Study Of Surah Al-Muzammil Nurdin, Aldi; Rohmatulloh, Acep Ihsan; Haririe, Muhammad Ruhiyat; Zulaiha, Eni
ZAD Al-Mufassirin Vol. 6 No. 2 (2024): ZAD Al-Mufassirin December 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) ZAD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55759/zam.v6i2.248

Abstract

The study of the methodology of interpretation not only leads us to be able to understand the content of the Qur'an, but more than that we can know the processes and procedures and ways of each mufassir in interpreting the Qur'an. The purpose of this study is to analyze the method of interpretation of al-Tafsir al-Tarbawi li al-Qur'an al-Karim by Anwar Al-Baz. This research belongs to the type of qualitative research based on literature study using a descriptive analysis approach. The results of this study conclude that there are five specific methods applied by Anwar al-Baz in his tafsir, namely maintaining the writing system based on the mushaf, explaining the meaning of mufradat, explaining the procedural purpose of the verse, explaining the content of verses that have relevance to education, and explaining globally the instructions of verses related to education. The aim of the tarbawi interpretation approach brought by Anwar Al-Baz aims to explore the educational values ​​contained in the verses of the Koran, not specifically to form an educational system or methodology.
Co-Authors Abdul Rohman Abdul Rohman Abdul Rohman Abdurrohim Abdurrohim, Abdurrohim Agus Salim Hasanudin Agustin, Kartini Fujiyanti Ahmad Izzan, Ahmad Ahmad Jalaluddin Rumi Durachman Ahmad, Khader Ai Syaripah Aisyiyyah, Lu'luatul Alfathah, Suryana Amin, Imam Muslim Andi Malaka Andika Tegar Pahlevi Andini Andini Anindita Ahadah Anisa Nurfauziah Arif Maulana Asep Muhyiddin, Asep Asniah Asniah Az Zahra Salsabila Basyiruddin, Muhammad Hafizh Busro, B. Dede Kurniawan Dedi Junaedi Fangesty, Maolidya Asri Siwi Farhan Muhammad Farid, Ahmad Fathurrohman, Asep Ahmad Fauziah, Debibik Nabilatul Fitri Meliani, Fitri Ghinaurraihal Ghinaurraihal Gunara, Yusman Gunawan, Iwan Caca Hafid, Moc Hamdan Taviqillaah, Muhamad Hanna Salsabila Haririe, Muhammad Ruhiyat Husni, Abdi Risalah Ikhsan, Mocammad Imaduddin, Ihsan Imelda Helsyi Irsad, Nursalim Irsyad, Nursalim Jajang A Rohmana Jenjen Zainal Abidin M. Yunus, Badruzzaman Muhamad Yoga Firdaus Muhamad Yoga Firdaus Muhammad Hafizh Basyiruddin Muhammad Ihsan Muhammad Nur Hidayat Muhammad Rijal Maulana Muhammad Sofyan Muhammad Yahya Muhlas Muhlas Muhyi, Asep Abdul Mulyaden, Asep Mutaqin, Ayi Zaenal Nabil Fasha Inaya Nabilah Nuraini Najihah, Bannan Naelin Nana Najatul Huda Nani Nuranisah Djamal, Nani Nuranisah Naufal Mahdy, Widyanto Nazar Fadli nia kurniasih Nida Husna Abdul Malik Nugraha, Sandi Nuraini, Nabilah Nurdin, Aldi Nurdin, Aldi Nurhayat, Tasya Putri Nursaufa, Syifa Paelani Setia Pauzian, Muhamad Hilmi Pebriani Srifatonah Permana, Asep Amar Puspa Rahayu, Tami Dewi R. Edi Komarudin Rahman, Nida Al Ratih Rahmawati Ratminingtyas, Ratminingtyas Restu Ashari Putra Ridwan, Ali Rika Dilawati Rika Dilawati Rizal Abdul Gani Rohmatulloh, Acep Ihsan Rohmatulloh, Yasin Rusydati Khaerani , IzzahFaizah Siti Sandi Nugraha Sholihat, Novi Nur Sholikul Hadi Siti Aminah Siti Chodijah Srifatonah, Pebrianu Supriyatin, Tintin Suryana Alfathah Susanti Vera Syam, Ishmatul Karimah Syu'aib Z., Ibrahim Taryudi Taryudi Taufiq, Wildan Taufiq, Wildan Tauviqillah, Muhamad Hamdan Tina Dewi Rosahdi, Tina Dewi Umillah, Hasya an Vera, Susanti Yeni Huriani Yeni Huriani