p-Index From 2021 - 2026
9.521
P-Index
This Author published in this journals
All Journal International Journal of Evaluation and Research in Education (IJERE) Humanus: Jurnal ilmiah Ilmu-ilmu Humaniora TINGKAP Journal of Education and Learning (EduLearn) Harmoni Sosial: Jurnal Pendidikan IPS Jurnal Terapan Abdimas Jurnal Sejarah dan Budaya Indonesian Journal of History Education JOIV : International Journal on Informatics Visualization Al Ishlah Jurnal Pendidikan REiD (Research and Evaluation in Education) NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI International Journal of Educational Dynamics (IJEDS) Ensiklopedia of Journal Literasi : Jurnal Ilmu Pendidikan Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) Diakronika EL-AFKAR : Jurnal Pemikiran Keislaman dan Tafsir Hadis Jurnal Pendidikan dan Konseling SCAFFOLDING: Jurnal Pendidikan Islam dan Multikulturalisme Jurnal Halaqah Titian: Jurnal Ilmu Humaniora Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat International Journal of Demos PAKAR Pendidikan LEGAL BRIEF ProBisnis : Jurnal Manajemen COMSERVA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Sosio-Didaktika: Social Science Education Journal Kronologi Journal of Education, Cultural, and Politics YASIN: Jurnal Pendidikan dan Sosial Budaya Langgam International Journal of Social Science Education, Art and Culture AHKAM : Jurnal Hukum Islam dan Humaniora Innovative: Journal Of Social Science Research JS (Jurnal Sekolah) Ranah Research : Journal of Multidisciplinary Research and Development Jurnal Ilmiah Ekotrans & Erudisi (JIEE) FisiPublik: Jurnal Ilmu Sosial dan Politik
Claim Missing Document
Check
Articles

PENGEMBANGAN METODE ILMIAH DALAM PENAFSIRAN FILSAFAT ILMU Indah Permata Sari; Azmi Fitrisi; Ofianto Ofianto
Ensiklopedia of Journal Vol 5, No 2 (2023): Volume 5 No. 2 Edisi 3 Januari 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (329.156 KB) | DOI: 10.33559/eoj.v5i2.1551

Abstract

The development of the Scientific Method in the interpretation of the Philosophy of Science are 2 matters that have a strong attachment. Scientific provisions are very binding on the philosophy of science related to the scientific method itself. There are several dimensions or aspects so that science has objects in the scientific method, including 1) Ontology, 2) Axiology, and 3) Epistemology. Inductive mindset and deductive mindset are the ways of thinking used in the scientific method itself, including formulating problems, conducting library research, formulating hypotheses, testing hypotheses, gathering information, analyzing and interpreting information, finally drawing conclusions. There are several schools of thought and paradigms in the philosophical world related to research, including: positivism, post-positivism, constructivism and pragmatism. These views have an influence on research participants. Science has a significant role in the development of scientific methods by leading to qualitative, quantitative and combined research methods. This is evident from the implications and contributions in the development of scientific procedures, including: a, the philosophy of science provides guidelines for a person to distinguish between all matters that are scientific or not, so that solutions are found for these cases. b, purpose, the philosophy of science in the development of scientific procedures can provide a logical study of every science that is studied and can share a clear orientation and values for each scientific discipline. c, through the philosophy of science one finds guidance in a reflective manner and research and reasoning so that one can balance logic, experience, reason and religion in achieving a prosperous life. d, the philosophy of science shares the principles of scientific procedures, because the scientific method that is developed must be accountable logically and rationally, so that it can be used universally.Keywords: Development, scientific method, philosophy of science 
MODEL LEARNING CONTINUUM KETERAMPILAN BERPIKIR HISTORIS (HISTORICAL THINGKING) PEMBELAJARAN SEJARAH SMA Ofianto Ofianto
Diakronika Vol 17 No 2 (2017): DIAKRONIKA
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.784 KB) | DOI: 10.24036/diakronika/vol17-iss2/27

Abstract

Kecenderungan tumpang tintih materi pelajaran sejarah di sekolah dewasa ini, baik antar jenjang pendidikan maupun antar kelas pada jenjang pendidikan yang sama menjadi fenomena yang selalu menarik untuk dikaji. Materi sejarah yang demikian tidak akan terjadi bila secara rutin dilakukan penyusunan learning continuum (LC) oleh semua kalangan terkait. Penelitian ini dilakukan untuk menghasilkan model learning continuum keterampilan berpikir historis mata pelajaran sejarah SMA. LC keterampilan berpikir historis, menggambarkan peningkatan keterampilan peserta didik untuk menguasai keterampilan berpikir historis mulai dari keterampilan dasar hingga keterampilan yang paling tinggi pada pembelajaran sejarah SMA. Penelitian melalui dua tahap, yakni tahap pengembangan model LC dan tahap pengembangan instrumen yang disertai uji dengan coba terbatas. Data dianalisis dengan Partial Credit Model (PCM) menggunakan program QUEST. Hasil pengembangan aspek dan sub aspek LC keterampilan berpikir historis menghasilkan dua keterampilan yakni keterampilan dasar (basic skill) dan keterampilan penelitian sejarah (historical research capabilities). Hasil uji coba menunjukkan bahwa tes terbukti fit dengan PCM. Reliabilitas tes uji coba baik, dengan koefisien alpha Cronbach sebesar 0,82.
Analisis Pendekatan Saintifik sebagai Indikator Berpikir Ilmiah dalam Pembelajaran Sejarah Ofianto Ofianto; Tri Zahra Ningsih
Diakronika Vol 21 No 1 (2021): DIAKRONIKA
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (419.117 KB) | DOI: 10.24036/diakronika/vol21-iss1/169

Abstract

Abstract. This study aims to analyze the extent to which the concept of a scientific approach that is generally accepted for all subjects in the curriculum in Indonesia is be able to become a basis for scientific thinking in history learning. This research is descriptive quantitative research with a survey method that aims to obtain information about the scientific thinking abilities of students in schools. The research subjects consisted of 60 high school students in Indonesia. The data was collected through a written test in the form of a description. Data analysis techniques using Partial Credit Model (PCM) with the help of the Quest program. The findings of the study showed that students who were able to answer questions in category 3 were less than 50%. These data indicate that the scientific approach that applies in general to all subjects in the curriculum in Indonesia has not been able to become the basis for students' scientific thinking skills in history learning. Based on this, the authors recommend four skills in historical learning, namely historical literacy, historical thinking, historical consciousness, and historical reasoning to be the basis for scientific thinking in historical learning. Keywords: Scientific Approach, Scientific Thinking, Historical Literacy, Historical Thinking, Historical Consciousness, and Historical Reasoning Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sejauh mana konsep pendekatan ilmiah yang berlaku umum untuk semua mata pelajaran dalam kurikulum di Indonesia mampu menjadi landasan berpikir ilmiah dalam pembelajaran sejarah. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan metode survey yang bertujuan untuk memperoleh informasi gambaran tentang kemapuan berpikir ilmiah siswa di sekolah. Subjek penelitian terdiri dari 60 siswa Sekolah Menengah Atas di Indonesia. Pengumpulan data dilakukan melalui tes tertulis dalam bentuk uraian. Teknik analisis data menggunakan Partial Credit Model (PCM) dengan bantuan program Quest. Temuan penelitian menunjukkan bahwa peserta didik yang mampu menjawab soal pada kategori 3 kurang dari 50%. Data tersebut mengindikasikan bahwa pendekatan ilmiah yang berlaku secara umum untuk semua mata pelajaran dalam kurikulum di Indonesia belum mampu menjadi landasan keterampilan berpikir ilmiah siswa dalam pembelajaran sejarah. Berdasarkan hal tersebut, penulis merekomendasikan empat keterampilan dalam pembelajaran sejarah yaitu historical literacy, historical thinking, historical consciousness, dan historical reasoning untuk menjadi landasan berpikir ilmiah dalam pembalajaran sejarah. Kata Kunci: Pendekatan Ilmiah, Berpikir Ilmiah, Historical Literacy, Historical Thinking, Historical Consciousness, dan Historical Reasoning.
PERGESERAN NOMENKLATUR ADMINISTRASI NEGARA MENJADI ADMINISTRASI PUBLIK Anjas Muharman; Azmi Fitrisia; Ofianto Ofianto
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 10, No 1 (2023): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v10i1.2023.152-159

Abstract

Administrasi negara memegang peranan penting dalam penyelenggaraan pemerintah. Kualitas penyelenggaraan menentukan penyelenggaraan negara dan pelayanan publik. Pergeseran paradigma penyelenggaran negara berdampak pada pelaksanaan peran administrasi negara. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pergeseran administrasi negara menjadi administrasi publik. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode pendekatan Deskriptif kualitatif dengan studi kepustakaan. Pergeseran paradigma mulai dari reformasi administrasi dilakukan melalui dua strategi yakni revitalisasi status dan Penataan kembali sistem administrasi Negara, desentralisasi dengan fokus pada administrasi publik mengisi kapasitas pemerintah daerah, kualitas pelayanan publik berfokus pada Perkembangan paradigma new public management, dan good governance fokus pada Penguatan partisipasi dilakukan melalui citizen’s charter dan complain mechanism.
EVALUASI ISI/MATERI BUKU TEKS MATA PELAJARAN SEJARAH INDONESIA KELAS X KURIKULUM 2013 REVISI 2017 Fauziah Nur; Ofianto Ofianto; Aisiah Aisiah
Ranah Research : Journal of Multidisciplinary Research and Development Vol. 1 No. 2 (2019): Ranah Research : Journal Of Multidisciplinary Research and Development (Februar
Publisher : Dinasti Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (416.947 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan karena ditemukannya banyak kekurangan dalam penjabaran materi pelajaran Sejarah pada buku teks Sejarah Indonesia kelas X Kurikulum 2013 revisi 2017. Kekurangan tersebut dapat terlihat pada isi buku teks yang tidak sesuai dengan Kompetensi Dasar mata pelajaran Sejarah kurikulum 2013 yakni tidak ditemukannya penjelasan Kompetensi Dasar 3.1 dan Kompetensi Dasar 3.2. Jenis penelitian ini adalah deskriptif evaluatif dengan pendekatan kualitatif yang bertujuan untuk mengetahui kualitas buku teks Sejarah Indonesia kelas x kurikulum 2013 revisi 2017 serta kesesuaian materi yang ada pada buku teks dengan Kompetensi Dasar 2013. Teknik pengumpulan data melalui observasi dan studi dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data terdiri dari empat kegiatan, yaitu: 1) Pengumpulan data, 2) Reduksi data, 3) Penyajian data, 4) Penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa buku teks ditinjau dari kriteria penulisan buku teks sejarah menurut Sjamsuddin sudah baik. Namun, ditinjau dari kelengkapan materi yang disajikan berdasarkan Kompetensi Dasar 2013 masih terdapat kekurangan.
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA FILM DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DI SMA NEGERI I ULAKAN TAPAKIS Jefrilianto Jefrilianto; Zafri Zafri; Ofianto Ofianto
Ranah Research : Journal of Multidisciplinary Research and Development Vol. 1 No. 2 (2019): Ranah Research : Journal Of Multidisciplinary Research and Development (Februar
Publisher : Dinasti Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (503.35 KB)

Abstract

Penelitian ini membahas tentang pengaruh penggunaan media film dalam meningkatkan hasil belajar siswa di SMA Negeri 1 Ulakan Tapakis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Penggunaan media Film terhadap Hasil Belajar Sejarah berupa Pemahaman fakta Kelas XI IPS SMAN 1 Kec Ulakan Tapakis. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen, dengan desain penelitian pretest-Posttest Control Group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kelas XI IPS yang berjumlah 64 orang. Sampel dalam penelian ini menggunakan teknik total sampling, karena hanya terdiri dari 2 kelas dan seluruh populasi langsung menjadi sampel. Dimana untuk menentukan kelas eksperimen dan kontrol berdasarkan cabut lot. Teknik analisis data penelitian adalah uji hipotesis melalui uji t pada taraf nyata 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media film bagus untuk menginterpretasikan fakta sejarah dibandingkan metode ceramah. Namun setelah dianalisis lebih lanjut ternyata berdasarkan pola perkembangan atau gerak perubahan penggunaan media film ini lebih bagus. Selanjutnya berdasarkan topik Perang Dunia ternyata penggunaan media film bagus untuk materi pengulangan. Berdasarkan analisis di atas diyakini bahwa penggunaan media film lebih bagus jika cara belajar siswa terstruktur, dengan sistim diskusi kelompok. Dengan demikian dapat disarankan agar guru mengemukakan struktur materi yang akan dipelajari anak, kemudian guru menyuruh anak untuk belajar di rumah sebelum belajar di sekolah.
Analisis mitos larangan bepergian pada hari Selasa dan hari Sabtu di daerah Tiakar Viny Elvia; Azmi Fitrisia; Ofianto Ofianto
Journal of Education, Cultural and Politics Vol. 3 No. 2 (2023): JECCO: Sixth Edition
Publisher : Departemen Ilmu Sosial Politik Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jecco.v3i2.234

Abstract

Mitos adalah cerita atau kepercayaan yang terdapat dalam sebuah masyarakat. Mitos berfungsi untuk mengungkapkan asal-usul semesta alam, manusia, dan bangsa, serta memberikan arahan dan pedoman kepada masyarakat. Meskipun mitos erat hubungannya dengan kebudayaan primitif, namun mitos masih berkembang di masyarakat modern karena pesan, nilai, dan nasehat yang terkandung di dalamnya. Mitos larangan bepergian pada hari Selasa dan hari Sabtu yang masih berkembang di daerah Tiakar, Kenagarian Guguk VIII Koto, Kecamatan Guguk, Lima Puluh Kota. Penelitian ini didasarkan pada konsep evolusi pemikiran yang dikemukakan oleh Prof. Kuntowijoyo, yang membagi tingkat evolusi pemikiran manusia menjadi tahap mitos, ideologi, dan ilmu. Meskipun kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi telah merambah di segala bidang, masih terdapat pola pikir yang berlandaskan mitos di tengah masyarakat modern. Mitos ini diyakini sebagai peringatan agar masyarakat tidak bepergian pada hari tersebut karena diyakini akan menimbulkan kesialan atau musibah. Meskipun secara ilmiah hal ini tidak dapat dipertanggungjawabkan, namun masih banyak masyarakat Minangkabau yang mempercayai mitos ini.
Kontribusi Epistemologi Filsafat Ilmu dalam Meminimalkan Bias dalam Pengambilan Keputusan Administrasi Negara Mutia Kardina; Ofianto Ofianto
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 6 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i6.6492

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengungkapkan kontribusi epistemologi dalam filsafat ilmu dalam mengatasi dan meminimalkan bias yang mungkin muncul dalam pengambilan keputusan administrasi negara. Pengambilan keputusan di ranah administrasi negara adalah proses yang penting dan sensitif yang dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk bias kognitif dan bias dalam pengumpulan dan interpretasi informasi. Dalam upaya untuk mencapai keputusan yang lebih obyektif dan adil, epistemologi dalam filsafat ilmu menyediakan landasan konseptual yang penting. Metode penelitian yang digunakan dalam artikel ini adalah studi literatur. Hasil dari penelitian ini mengungkapkan bahwa epistemologi dapat berperan dalam mengembangkan metode penilaian dan pengambilan keputusan yang lebih rasional dan objektif. Ini mencakup pemahaman yang lebih baik tentang sumber informasi, evaluasi bukti, dan penilaian kesalahan dalam proses pengambilan keputusan. Melalui pendekatan ini, bias dapat diidentifikasi dan dikelola dengan lebih efektif. Kesimpulan dari artikel ini adalah bahwa kontribusi epistemologi dalam filsafat ilmu memiliki potensi besar untuk meminimalkan bias dalam pengambilan keputusan administrasi negara. Dengan memahami aspek-aspek epistemologis yang terlibat dalam proses pengambilan keputusan, administrator negara dapat menciptakan kebijakan yang lebih adil dan efisien.
Analisis Paradigma Filsafat Positivisme Citra Rosika; Azmi Fitrisia; Ofianto Ofianto
COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 06 (2023): COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/comserva.v3i06.1033

Abstract

Filsafat menjadi ilmu pengetahuan yang berusaha mendapatkan kebenaran. Filsafat dalam usahanya mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan pokok yang diajukan harus memperhatikan hasil-hasil ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan dalam usahanya menemukan rahasia. Bahkan filsafat dalam menyelidiki sesuatu tanpa batas sampai ke akar-akarnya. Dalam dunia filsafat timbul berbagai aliran, seiring zaman dan perkembangan ilmu pengetahuan dan pengalaman, salah satunya yaitu yang dikenal dengan filsafat Neo-Positivisme. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan memahami perbedaan paradigma penelitian, terutama dalam ilmu sosial, dengan fokus pada paradigma positivisme, konstruktivisme, dan kritis. Selain itu untuk mendeskripsikan paradigm positivism, dan tiga asumsi dasarnya yaitu: Ontologi, Epistemologi dan Metodologi.  Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur dengan pendekatan deskriptif-kualitatif. Sebagai paradigma ilmu pengetahuan, neo positivisme telah memberikan pengaruh yang besar bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan kemajuan peradaban manusia. Positivisme adalah bahwa ilmu satu-satunya pengetahuan yang valid, dan fakta-fakta sejarah yang mungkin dapat menjadi obyek pengetahuan. Dengan demikian positivisme menolak keberadaan segala kekuatan atau subyek di belakang fakta, menolak segala penggunaan metode diluar yang digunakan untuk menelaah fakta
Multicultural Education Based on Minangkabau Proverbs to Integrate Democratic Values in History Learning Fini Fajri Mulyani; Gunartati Gunartati; Ofianto Ofianto; Antonia Soriente; Reyhan Ainun Yafi; Fadilla Syahriani; Mhd Asrian Syah; Tri Zahra Ningsih
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 16, No 1 (2024): AL-ISHLAH: JURNAL PENDIDIKAN
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35445/alishlah.v16i1.4989

Abstract

This research aimed to analyze the implementation of the Minangkabau proverbs as a source of democratic values in history learning. The method used in this research used descriptive qualitative research methods with a phenomenological approach. The sample in this study was selected using a purposive sampling technique consisting of 2 teachers of religious subjects and 8 students from each school.  Data collection methods used were interviews, questionnaires and literature studies. The data analysis technique in this research uses Huberman's qualitative analysis technique, which includes stages of data reduction, data presentation, and data verification. The results of this research showed that: 1) Minangkabau proverbs contained deep democratic values and were highly respected by the Minangkabau people; 2) The implementation of multicultural education in instilling democratic values based on Minangkabau proverbial traditions with the stages of moral knowing, moral feeling, and moral action helped students understand, reflect on, and apply democratic values in everyday life.; 3) The implementation of multicultural education in history learning faced several challenges, including students' difficulties in understanding the relationship between the Minangkabau proverb tradition and history, as well as a lack of adequate understanding regarding these proverbs. The implication of this research was that integrating the Minangkabau proverbs tradition as a source of democratic values in history learning could make a significant contribution to the development of students' multicultural education.
Co-Authors Achmad Edwin Sutiawan Ade Lestari Agistya Agistya Aisiah Aisiah Aisiah Aisiah, Aisiah Akbar, Wahyu Saputra Akbar Al Rafni Alber Tanjung Alfajri Yusra Aman Aman Amanda, Restika Amelia Nofrita Amelia Rahman Amri, Amri Suryanto Anjas Muharman Antonia Soriente Arrahmi Nurhafizah Auliani Auliani Avi Dwi Mursi Azfirmawarman, Dony Azmi Fitrisi Azrul, Azrul Bahari, Krisna Marta Chairul Wahyudi Citra Rosika Cyindi Noviani Delmira Syafrini Deski Beri Dewi, Susi Fitria Dian Nisa, Fikria Dicky Irawan Eka Asih Febriani Erniwati Erniwati Evelyna Ikhza Wafiyah Fadilla Syahriani Fahmi Afia Fajri Mulyani, Fini Fauziah Nur Febiola Vena Anisa Febrian, Wahyuri Fini Fajri Mulyani Fini Fajri Mulyani Finni Fajri Mulyani Fitriatinnisa, Fitriatinnisa Fitrisia, Azmi Fitrisia, Azmi Folanda, Gio Gita Paluvi, Mutiara Gunartati Gunartati Habib, Mursyid Haira Zulfia Haliza Putri Haryanto, Deki Hendra Naldi Ilham Gazali Indah Permata Sari Indah, Sentia Jasanddes, Febrialdo Jefrilianto Jefrilianto Jefrilianto, Jefrilianto Julharya Adrika Kuswandi, Rudi Lathifah, Hilma Laura Tsurayya Nory M Hidayat Panuntun Muslim Maggara, Tomi Satria Marantika, Jerry Mardela, Riska Marni Emiar Pratiwi Martaliza, Martaliza Marthaliza, Marthaliza Maryanti Maryanti Maryanti Maryanti Mhd Asrian Syah Muhammad Rafi Mulyani, Fini Fajri Mutia Kardina Najmi Najmi Nancy Sofiani Nia Endri Wiranti Nilawati Nilawati Ningsih, Tri Zahra Ningsih, Wella Ayu Nofrialdi Oscar Nofriani Nofriani Novindia Ayu Lestari Nur, Fauziah NURUL AZIZAH Oggie Bima Nugraha Okriyeni Sudiar Oktavia, Amelia Pradana, Dhimas Wahyu Pratama, Gilang Nugraha Putri Kartikasari, Intan Putri, Suci Kurnia Rahmat, Afdhalur Rahmi, Ulfia Ramadani, Suci Ranti Pebriani Ray Silva Reyhan Ainun Yafi Ridho Bayu Yefterson Ridho Bayu Yetferson Riki Firmansah Rizki Oktavian Rizqa Hamalliya Putri Sajidah Nasution, Anna Salma Yetti Saputra, Nanda Sarjayadi Sarjayadi Sarjayadi, Sarjayadi Setiawan, Johan Sisi Priska Siti Fatimah Siti Fatimah Sonda Winari Sondang Siregar, Putri Suhartono SURYA AYMANDA NABABAN Syafril Syafril Syawitri Syawitri Tri Zahra Ningsih Tri Zahra Ningsih Tri Zahra Ningsih Viny Elvia Wahidul Basri Wildan Yusran Hutabarat Yeni Puspita Sari Yosa Rief Dela Yulanda, Aseng Zafri Zafri Zafri Zafri Zakaria, Nurhijrah Binti Zul Asri