Claim Missing Document
Check
Articles

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kepatuhan Minum Obat Anti Tuberkulosis di UPTD Rumah Sakit Khusus Paru Provinsi Sumatera Utara Laowo, Oktorisman; Dachi, Rahmat Alyakin; Tarigan, Frida Lina; Manurung , Kesaktian; Sinaga, Janno
Journal of Pharmaceutical and Sciences JPS Volume 8 Nomor 2 (2025)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Tjut Nyak Dhien

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36490/journal-jps.com.v8i2.821

Abstract

Tuberculosis (TB) is a preventable and usually curable disease. Yet, it remains one of the leading causes of death in the world, especially in high TB-burden countries such as Indonesia. In 2021, there was a significant increase in TB incidence and mortality in Indonesia, especially in North Sumatra province, which reported many TB cases, including drug-resistant TB (MDR-TB). Patient non-adherence to treatment is a significant factor exacerbating this situation, leading to increased drug resistance and broader transmission. Strategic efforts and treatment adherence are needed to address the TB epidemic, in line with the global TB elimination target by 2030. This study aims to determine the factors influencing adherence to anti-tuberculosis drugs at the UPTD Pulmonology Hospital of North Sumatra Province. The study was a quantitative study with a cross-sectional research design. The sample in this study was 37 people, with sampling using accidental sampling, and the data were analysed univariate, bivariate with the Chi-Square test at α = 5% level, and multivariate with multiple logistic regression test. The results of this study showed that there was an influence of knowledge on adherence to taking anti-tuberculosis drugs (p-value = 0.038), employment (p-value = 0.018), access to health services (p-value = 0.003), and family support (p-value = 0.006). There was no influence of medication's side effects on adherence to anti-tuberculosis drugs (p-value = 1) at the UPTD Pulmonology Hospital of North Sumatra Province. The dominant factor in this study was family support, which tended to be more compliant with taking anti-tuberculosis drugs by 19 times compared to respondents who received less family support. This study recommends that the UPTD Pulmonology Hospital of North Sumatra Province increase family involvement and education in supporting the treatment of tuberculosis patients, including family assistance programs, counselling on the importance of family support, and providing information related to drug side effects so that families can provide proper motivation and understanding to patients.
ANALISIS FAKTOR RESIKO KEJADIAN STUNTING DI KABUPATEN NIAS BARAT TAHUN 2024 Daeli, Debora; Nababan, Donal; Sembiring, Rinawati; Dachi, Rahmat Alyakin; Hutajulu, Johansen
Jurnal Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan Hidup Vol 10 No 1 (2025): Jurnal Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan Hidup
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jkmlh.v10i1.5966

Abstract

Latar belakang: Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada balita yang disebabkan oleh kekurangan gizi kronis, sehingga menyebabkan anak memiliki tinggi badan yang tidak sesuai dengan usianya. Tujuan: untuk mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor risiko yang berkontribusi terhadap kejadian stunting di Kabupaten Nias Barat. Metode: kuantitatif analitik dengan metode korelasional dan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilaksanakan selama enam bulan, mulai dari April hingga Oktober 2024, di wilayah Kabupaten Nias Barat. Populasi dalam penelitian ini mencakup seluruh balita usia 24–59 bulan yang melakukan pemeriksaan di posyandu dan tercatat dalam data posyandu. Jumlah sampel yang diambil sebanyak 158 balita usia 24–59 bulan. Pengumpulan data dilakukan melalui metode observasi dan wawancara, serta didukung oleh data sekunder dari Profil Kesehatan Kabupaten Nias Barat. Analisis data mencakup analisis univariat dan bivariat. Pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan uji Chi-Square, dengan memperhatikan nilai p dan Odds Ratio (OR) sebagai ukuran kekuatan hubungan antar variabel. Hasil: menunjukkan bahwa beberapa faktor berisiko terhadap kejadian stunting, antara lain: riwayat pemberian ASI eksklusif, pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI), usia ibu saat hamil, jarak antar kelahiran, tingkat pendidikan ibu, status pekerjaan ibu, pendapatan keluarga, riwayat penyakit infeksi, serta status imunisasi. Simpulan: untuk meningkatkan intensitas penyuluhan kepada masyarakat, khususnya terkait pentingnya pemberian ASI eksklusif dan jenis-jenis MP-ASI yang tepat. Selain itu, perlu dilakukan sosialisasi mengenai usia ideal untuk kehamilan dan persalinan guna mencegah terjadinya stunting di masa mendatang.
PENGABDIAN MASYARAKAT DALAM MENINGKATKAN MUTU PELAYANAN DAN KEPUASAN PASIEN DI UPT PUSKESMAS SUKARAMAI Alyakin Dachi, Rahmat; Ivan Elisabeth Purba; Mido Ester J. Sitorus; Netti Etalia Br. Brahmana; Winda Ningsih Sitompul; Forniat Putri Gea
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 6 No. 2 (2025): JURNAL ABDIMAS MUTIARA (IN PRESS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jam.v6i2.6279

Abstract

Mutu pelayanan kesehatan merupakan aspek penting dalam menciptakan kepuasan pasien, khususnya di fasilitas pelayanan tingkat pertama seperti Puskesmas. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan di UPT Puskesmas Sukaramai, Kota Medan, dengan tujuan meningkatkan kualitas pelayanan dan tingkat kepuasan pasien melalui pelatihan tenaga kesehatan, edukasi masyarakat, serta penyediaan media informasi pelayanan. Metode yang digunakan adalah edukatif-partisipatif dengan pendekatan pelatihan, sosialisasi, observasi langsung, dan evaluasi kuesioner. Waktu PkM di bulan Mei-Juni 2025, Lokasi PkM di UPT Puskesmas Sukaramai. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada aspek komunikasi pelayanan, efisiensi waktu, serta kenyamanan fasilitas. Skor kepuasan pasien meningkat pada hampir seluruh indikator, termasuk keramahan petugas, kecepatan layanan, dan kejelasan informasi. Kegiatan ini membuktikan bahwa intervensi sederhana yang terstruktur mampu mendorong peningkatan mutu layanan secara berkelanjutan di tingkat pelayanan primer.
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Partisipasi Ibu Dalam Memilih Metode Kontrasepsi Metode Operasi Wanita (MOW) Di Kelurahan Pintusona Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Sinurat , Astriatalita Lastiar; Manurung, Kesaktian; Tarigan , Frida Lina; Dachi, Rahmat Alyakin; Sitorus, Mido E
Journal of Pharmaceutical and Sciences JPS Volume 8 Nomor 3 (2025)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Tjut Nyak Dhien

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36490/journal-jps.com.v8i3.1025

Abstract

Background: The continuous increase in population growth is a serious concern, including in Indonesia. Samosir Regency has a Total Fertility Rate (TFR) of 3.2, higher than the provincial average (2.7), necessitating population control efforts through the use of Long-Term Contraceptive Methods (LTCM), including Female Sterilization (Tubectomy). However, mothers' participation in choosing tubectomy in Pintusona Village remains low (34.8%), influenced by factors such as knowledge, husband's support, and cultural perceptions. Objective: This study aims to analyze the factors associated with mothers' participation in choosing tubectomy as a contraceptive method in Pintusona Village, Pangururan District, Samosir Regency. Methods: This study used a cross-sectional design with a quantitative approach. The sample consisted of 70 women of reproductive age who met the inclusion criteria. Data were collected through questionnaires and analyzed using univariate, bivariate (Chi-Square test), and multivariate (logistic regression) methods.Results: Bivariate analysis showed significant associations between husband's support (p=0.003), healthcare workers' support (p=0.048), income level (p=0.000), maternal knowledge (p=0.035), and maternal attitude (p=0.024) with the selection of tubectomy. Multivariate analysis identified husband's support as the most dominant factor (OR=4.898), followed by income level. Conclusion: Husband's support and family income level are key factors influencing mothers' participation in choosing tubectomy. Family planning programs should involve husbands in education and improve access to information about tubectomy to increase its acceptance.
Determinan Kejadian Hipertensi pada Masyarakat Pedesaan di Wilayah Kerja Puskesmas Simarmata Kecamatan Simanindo Kabupaten Samosir 2024 Sibarani , Melda; Siagian, Mindo Tua; Anita , Surya; Dachi , Rahmat Alyakin; Tarigan, Frida Lina
Journal of Pharmaceutical and Sciences JPS Volume 8 Nomor 3 (2025)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Tjut Nyak Dhien

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36490/journal-jps.com.v8i3.1057

Abstract

Background: Hypertension is a major global health issue and a significant risk factor for cardiovascular and renal diseases. Data from the Samosir Regency Health Office in 2022 indicated a high prevalence of hypertension (30%) among adults in Simanindo District, highlighting a critical local public health concern. Objectives: This study aimed to identify the determinants associated with the incidence of hypertension in the working area of the Simarmata Public Health Center, Simanindo District, Samosir Regency. Methods: A quantitative study with a cross-sectional design was conducted. A sample of 95 respondents was selected proportionally from four villages. Data on Body Mass Index (BMI), alcohol consumption, smoking habits, and dietary patterns were collected through interviews and measurements. Data analysis employed the Chi-square test and multivariate logistic regression. Results: The study revealed significant relationships between hypertension and BMI (p=0.000), alcohol consumption (p=0.000), smoking habits (p=0.000), and dietary patterns (p=0.018). Multivariate analysis identified smoking habit as the most dominant factor, with smokers having 9.758 times higher odds of developing hypertension (Exp(B) = 9.758; 95% CI: 2.697–35.303). Conclusion: Smoking habit is the most dominant determinant of hypertension in this community. It is recommended that the head of the Simarmata Public Health Center enhance the role of health workers in providing health education, particularly on the dangers of smoking and its impact on hypertension, to reduce its incidence.
Strategi Promosi Kesehatan Melalui Program PHBS: Studi Pada Dinas Kesehatan Sarolangun Provinsi Jambi Hamonangan, Jan Effendi; Dachi, Rahmat Alyakin; Sitorus, Mido Ester J.; Nababan, Donal; Sinaga, Taruli Rohana
Journal of Pharmaceutical and Sciences JPS Volume 8 Nomor 3 (2025)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Tjut Nyak Dhien

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36490/journal-jps.com.v8i3.1108

Abstract

The purpose of this research is to explore in more depth all matters related to the Health Promotion Strategy through the PHBS Programme, namely Health Education, Disease Prevention and Health Protection. This type of research is qualitative research. Research involves in-depth interviews, document review, and direct observation. The informants in this study were the Head of Public Health, the holder of the health promotion programme and the community in Sarolangun. In this study, triangulation was employed by asking questions to informants and by examining written documents and field circumstances to validate the interview results. Processing research data with the in-depth interview method. The results showed that the health education strategy had an impact on individual behaviour, achieved through mass media, collaboration with puskesmas, doctors, and community groups. The disease prevention strategy has a positive effect on increasing community awareness and participation in disease prevention through health screening programs, immunisation, and environmental hygiene campaigns, which elicit a positive community response. The health protection strategy focuses more on providing hygiene facilities, forming health protection policies, and collaborating across sectors. However, challenges such as limited infrastructure and low community compliance need to be addressed through educational approaches, facility expansion, and stricter supervision to ensure programme sustainability and greater community impact.
Peran Mediasi dalam Menyelesaikan Sengketa Perikatan Kontrak: Sebuah Tinjauan Yuridis Eva Aulia Budiman; Nadiyah Salma Wirahma; Zihar Iftikhar Alyakin Putra; Anita Kamilah
Indonesian Journal of Law and Justice Vol. 3 No. 2 (2025): December
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/ijlj.v3i2.5030

Abstract

Mediasi merupakan salah satu bentuk Alternative Dispute Resolution (ADR) atau penyelesaian sengketa alternatif yang menitikberatkan pada upaya perdamaian melalui bantuan pihak ketiga yang bersifat netral, tanpa perlu menempuh proses litigasi di pengadilan. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah dasar hukum pelaksanaan mediasi dalam penyelesaian sengketa perikatan kontrak serta mengevaluasi efektivitas penerapannya dalam praktik hukum perdata di Indonesia. Metode yang digunakan adalah pendekatan yuridis normatif dengan menelaah berbagai ketentuan peraturan perundang-undangan yang relevan, antara lain Undang-Undang Nomor 30 Tahun 1999 tentang Arbitrase dan Alternatif Penyelesaian Sengketa serta Peraturan Mahkamah Agung (PERMA) Nomor 1 Tahun 2016 tentang Prosedur Mediasi di Pengadilan. Hasil kajian menunjukkan bahwa mediasi memiliki legitimasi hukum yang kokoh sebagai salah satu sarana penyelesaian sengketa, baik di luar maupun di dalam peradilan perdata. Penerapan asas keadilan, kemanfaatan, dan kepastian hukum menjadi fondasi utama dalam proses mediasi guna menghasilkan kesepakatan yang sah dan mengikat secara hukum. Akta perdamaian yang diperoleh melalui mediasi memiliki kekuatan hukum yang setara dengan putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap, sehingga memberikan jaminan perlindungan hukum bagi para pihak yang bersengketa. Dengan demikian, mediasi memiliki peran strategis dalam mewujudkan penyelesaian sengketa perikatan kontrak yang lebih efisien, efektif, dan berkeadilan di Indonesia.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPATUHAN MINUM OBAT ANTI TUBERKULOSIS (OAT) PADA PASIEN TB PARU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS LAHOMI KECAMATAN LAHOMI KABUPATAN NIAS BARAT Dachi, Sidita; Dachi, Rahmat Alyakin; Sitorus, Mido Ester. J.; Nababan, Donal; Tarigan, Frida Lina
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i1.27073

Abstract

Tuberkolosis (TB) merupakan penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat hingga saat ini. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan Kepatuhan Minum Obat Anti Tuberkulosis (OAT) pada Pasien TB Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Lahomi Kecamatan Lahomi Kabupatan Nias Barat. Jenis penelitian adalah metode penelitian mix methods. Penelitian dilakukan di wilayah Puskesmas Lahomi Kabupaten Nias Barat pada bulan November 2022 s/d April 2024. Populasi adalah seluruh pasien yang sudah dan sedang menjalani pengobatan TB. Pengumpulan data primer dilakukan dengan kuesioner, wawancara, dan observasi. Pengumpulan data sekunder dilakukan dengan menelaah dokumen yang berkaitan dengan pelaksanaan program pemnberantasan TB di Puskesmas Lahomi. Variabel penelitian dibedakan menjadi 2 yaitu variabel bebas dan variabel terikat. Variabel Bebas adalah tingkat pengetahuan, motivasi, akses fasilitas kesehatan, dukungan keluarga dan dukungan petugas kesehatan. Variabel Terikat adalah kepatuhan berobat penderita TB. Analisis data dilakukan secara univarit, bivariat, dan multivariat. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada hubungan pengetahuan dengan kepatuhan minum OAT pasien TB di Wilayah Kerja Puskesmas Lahomi, ada hubungan motivasi dengan kepatuhan minum OAT pasien TB di Wilayah Kerja Puskesmas Lahomi, ada hubungan akses fasilitas kesehatan dengan kepatuhan minum OAT pasien TB Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Lahomi, ada hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan minum OAT pasien TB Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Lahomi, ada hubungan dukungan petugas kesehatan dengan kepatuhan minum OAT pasien TB Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Lahomi. Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan agar para responden penelitian patuh dalam berobat sesuai dengan petunjuk petugas kesehatan. Selain itu keluarga penderita TB Paru tetap mendampingi pasien ketika mengambil obat dan mengawasi pasien saat minum obat. Hal lain adalah agar petugas kesehatan di Puskesmas memberi perhatian lebih dalam upaya pengendalian penyakit menular khususnya TB Paru.
PERAN KLINIK SWASTA DALAM PROGRAM PENANGGULANGAN TUBERKULOSIS PARU DI KOTA MEDAN TAHUN 2024 Harahap, Diana; Nababan, Donal; Sembiring, Rinawati; Dakhi, Rahmat Alyakin; Sinaga, Taruli Rohana
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i1.27547

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis upaya peranan klinik swasta dalam program penanggulangan tuberkulosis paru di Kota Medan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan desain fenomenologi. Informan dalam penelitian ini adalah satu orang petugas Tuberkulosis dengan sampel berjumlah 5 klinik dengan teknik wawancara. Penelitian ini menggunakan instrumen voice recorder untuk merekam hasil wawancara. Data diolah dengan cara data reduction, Data display, dan conclusion drawing. Hasil yang didapatkan adalah 2 dari 5 klinik telah melakukan pencatatan dan pelaporan serta penganan kasus Tuberkulosis secara mandiri. 3 sisanya tidak melakukan dikarenakan beberapa hal, seperti: SDM yang kurang, tingginya resign, Tidak adanya SOP, Aplikasi SITB yang tidak responsive, serta kurangnya pantauan owner. Adanya peraturan seperti Peraturan Presiden, Peraturan Mentri Kesehatan, dan Peraturan Gubernur, dan Peraturan Walikota, merupakan bentuk dukungan dari pemerintah dan harus dilaksanakan oleh seluruh fasilitas kesehatan termasuk klinik swasta.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN STATUS IMUNISASI DASAR PADA ANAK BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BUHIT KABUPATEN SAMOSIR TAHUN 2024 Itoleleng Naibaho, Nursyah; Dakhi, Rahmat Alyakin; Sinaga, Taruli Rohana; Manurung, Kesaktian; Sinaga, Janno; Silitonga, Evawani M.; Brahmana, Nettietalia br.
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 2 (2024): AGUSTUS 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i2.27719

Abstract

Imunisasi merupakan pelayanan kesehatan yang bersifat preventif dengan tujuan untuk melindungi individu dari penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi. Tujuan penelitian adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan status  imunisasi dasar pada anak balita di wilayah Kerja Puskesmas Buhit Kabupaten Samosir. Jenis penelitian adalah penelitian analitik korelasional. Ranvangan penelitian yang digunakan adalah pendekatan potong-lintang. Penelitian dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Buhit pada November 2023 s/d Maret 2024. Populasi penelitian adalah seluruh anak usia di bawah lima tahun (balita) di wilayah kerja Puskesmas Buhit Kabupaten Samosir dan sebagai responden adalah ibu balita itu sendiri dengan unit analisisnya status imunisasi balita. Sampel berjumlah 95 anak balita yang dipilih secara proporsional random sampling. Variabel penelitian meliputi variabel bebas dan variabel terikat. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan pengetahuan dengan status imunisasi dasar pada anak balita di Wilayah Kerja Puskesmas Buhit. Ada hubungan pekerjaan ibu dengan status imunisasi dasar pada anak balita di Wilayah Kerja Puskesmas Buhit. Ada hubungan dukungan suami dengan status imunisasi dasar pada anak balita di Wilayah Kerja Puskesmas Buhit. Ada hubungan dukungan petugas kesehatan dengan status imunisasi dasar pada anak balita di Wilayah Kerja Puskesmas Buhit. Oleh sebab itu sebagai saran penelitian ini adalah agar hasil penelitian ini menjadi referensi ilmiah dalam upaya meningkatkan cakupan imunisasi dasar lengkap di Puskesmas Buhit Kabupaten Samosir. Selain itu, diperlukan upaya peningkatan pengetahuan tentang imunisasi terutama kepada orang tua balita melalui komunikasi, informasi dan edukasi
Co-Authors Adinda Dwi Rachmah Mendrofa Afif Husain Faizar Agnes Febri Roman Putri Mendrofa Alyandi, La Ode Anita , Surya Apriliani Apriliani Aruna Ragini Asima Sirait Brahman, Netti Netalia Brahmana, Netti Etalia Br. Brahmana, Nettietalia Br Brahmana, Nettietalia Br. Dachi, Sidita Daeli, Debora Daniel Ginting Daniel Ginting Daniel Ginting Daniel Ginting Daniel Ginting Darwinsyah, Darwinsyah Dasrina Dasrina Desni Roma Putra Nasution Dewi Mustikani Saragih Dewi R Bancin Dharma Putra Waruwu, Eka Donal Nababan Donal Nababan Donal Nababan DONAL NABABAN donal nababan Donal Nababan Donal Nababan Donal Nababan Donal Nababan Elisabeth Purba, Ivan Elya Nora Girsang Erwin Silitonga Eva Aulia Budiman Evawani M. Silitonga Evawani Silitonga Evawani Silitonga Feronika Christin Fikarwin Zuska Forniat Putri Gea Frida Lina Tarigan Frida Lina Tarigan Geovani Arta Sihite Ginting, Desideria Yosepha Ginting, Ira Sehati Br. Gultom, Rumondang Hamonangan, Jan Effendi Harahap, Diana Harefa, Feriani Hasugian, Lilis Enjelina Helvinus Laia Henny Arwina Bangun Hia, Ermelinda Hutajulu, Johansen Hutapea, Joice Fransisca Aprilia Irennius Girsang, Vierto Isroni Azhari Siregar Itoleleng Naibaho, Nursyah Ivan Elisabeth Purba Janno Sinaga Jasmen Manurung Juang Putra Telaumbanua Juni Mariati Simarmata Kamilah, Anita Kariyamin, Kariyamin Karnirius Harefa Kesaktian Manurung Ketaren, Otniel Ketaren, S.Otniel Khairina Khairina, Khairina Laowo, Oktorisman Lasrina E. Tambun Laura Mariati Siregar Lukman Hakim Lyenta Simanullang Manurung , Kesaktian Manurung, Hotman Manurung, Kesakitan Manurung, Kesaktian MARIA AGUSTINA Masdalina Pane Masdalina Pane Maulana Ramzi, Tengku Mendrofa, Debora Mesri Elisabet Mido Ester J. Sitorus Mido Ester J. Sitorus Mido Ester Juniati Sitorus Mido Ester Sitorus Muhammad Yusuf MYRNAWATI CRIE HANDINI Nababan, Donal Nadiyah Salma Wirahma Nelli Purba Netti Etalia Br. Brahmana Netti Etalia Brahmana Nina Fentiana Nurhayati Marbun Ohara, Evy Otniel Kataren Otniel Kateren Parlindungan Purba Parlindungan Purba Pasaribu, Fatimah Azhari S Pratiwi Siahaan, Dewi Priajaya Warouw, Sonny Rosa Sinaga, Lia Rosmawaty Irma Suryani Siagian Rosmawaty Irma Suryani Siagian Sari Sagala, Nomita Sari, Fertika Sembiring, Chory Vevayosa Br Sembiring, Evarina Sembiring, Rinawati Sembiring, Rinawati Seri Asnawati Munthe Siagian, Mindo Tua Sibarani , Melda Silitonga, Evawani M. Simanjorang, Elfrida Simanullang, Elysa Sinaga , Lia Rosa Veronika Sinaga, Lia Rosa Veronika Sinaga, Taruli Rohana Sinurat , Astriatalita Lastiar Sipayung, Rosetty Siska Evi Simanjuntak Sitorus, Friska Sitorus, Mido E Sitorus, Mido Ester Sonny P. Warouw Sonny Priajaya Warouw Subarma, Didik Sukardi Kardi Surya Fahmi Fahmi Susanti Sitanggang, Henni Syafitri, Henny Tarigan , Frida Lina Tarigan, Yenni Gustiani Taruli Rohana Taruli Rohana Sinaga Togatorop, Lamtiar Betty Toni Wandra Winda Ningsih Sitompul Winda Permata Sari Wisnu Hidayat Zahra, Rina Zega, Hesti Nurani Zulfendri Zulfendri