p-Index From 2021 - 2026
11.52
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Journal of Education and Learning (EduLearn) Indonesian Journal of Business and Entrepreneurship (IJBE) Jurnal Jaffray Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama Al Ishlah Jurnal Pendidikan EPIGRAPHE: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kristiani DUNAMIS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Selaras : Kajian Bimbingan dan Konseling serta Psikologi Pendidikan Regula Fidei : Jurnal Pendidikan Agama Kristen Kurios CARADDE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Journal of Education Technology Evangelikal: Jurnal Teologi Injili dan Pembinaan Warga Jemaat BIA': Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Kontekstual EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Harmoni Suluh: Jurnal Bimbingan dan Konseling KENOSIS: Jurnal Kajian Teologi Jurnal Teologi Berita Hidup International Journal for Educational and Vocational Studies VISIO DEI: JURNAL TEOLOGI KRISTEN Pengarah: Jurnal Teologi Kristen Jurnal Komunikasi Pendidikan Integritas: Jurnal Teologi Jurnal Pendidikan dan Konseling Abdimas Universal Jurnal Pengabdian Masyarakat Borneo Academic Journal of Educational Sciences (Jurnal Akademik bidang Ilmu-Ilmu Pendidikan) Jurnal Gamaliel Teologi Praktika Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Community Development Journal: Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurnal Pengabdian Masyarakat Multidisiplin KHARISMATA: Jurnal Teologi Pantekosta Jurnal Shanan JURNAL TERUNA BHAKTI Luxnos : Jurnal Sekolah Tinggi Teologi Pelita Dunia Phronesis: Jurnal Teologi dan Misi JURNAL TEOLOGI GRACIA DEO Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara BONAFIDE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Shift Key: Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayanan International Journal of Indonesian Philosophy & Theology Didache: Journal of Christian Education Kharisma: Jurnal Ilmiah Teologi Kinaa: Jurnal Kepemimpinan Kristen dan Pemberdayaan Jemaat SOPHIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen PEADA': Jurnal Pendidikan Kristen Jurnal Pendidikan Agama Kristen (JUPAK) Jurnal DIDASKO Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan PTK: Jurnal Tindakan Kelas Melo: Jurnal Studi Agama-agama Jurnal Teologi Kontekstual Indonesia Indonesian Community Journal Real Coster International Journal of Humanities Education and Social Sciences KAPATA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen INDONESIAN JOURNAL OF BASIC EDUCATION Danum Pambelum: Jurnal Teologi dan Musik Gereja Dedicatio: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat JURNAL MISIONER REAL DIDACHE: Journal of Christian Education Harvester: Jurnal Teologi dan Kepemimpinan Kristen Journal of Scientific Research, Education, and Technology Sospendis: Jurnal Sosiologi Pendidikan dan Pendidikan IPS Jurnal Pengabdian Kolaborasi dan Inovasi IPTEKS Jurnal Salome: Multidisipliner Keilmuan International Journal of Multidisciplinary Sciences Jurnal Pendidikan Sosial dan Konseling JIM: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Sejarah Riwayat: Educational Journal of History and Humanities International Journal of Applied and Advanced Multidisciplinary Research (IJAAMR) Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Scholars: Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan Jurnal Pendidikan & Pengajaran J-CEKI Ulil Albab PESHUM
Claim Missing Document
Check
Articles

Model Internalisasi Sikap Terhadap Minuman Keras Dalam Teks Amsal 31:1-2, 4-7 Nelci Nafalia Ndolu; Ezra Tari
BIA': Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Kontekstual Vol 3, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34307/b.v3i2.151

Abstract

Keterlibatan remaja Kristen dalam praktik minum minuman keras semakin tinggi menuntut pola atau model pendidikan kristen dalam meminimalisir femonena tersebut.  Dalam pemikiran tersebut, maka Amsal 31: 1-2, 4-7 diteliti dan dikaji untuk mendapat model edukasi yang tepat dalam mendidik remaja Kristen saat ini. Metode yang digunakan yang digunakan dalam menganalisis teks Amsal 31:1-2, 4-7 adalah analisis teks yang dipaparkan secara deskriptif . Hasil penelitian Amsal 31:1-2. 4-7 menunjukkan bahwa Lemuel menggunakan model internalisasi sikap dalam menimimalisir praktik minuman keras di lingkungan istana. Sikap tentang praktik minuman keras yang dinilai sebagai budaya yang baik dalam pikiran mereka ditransformasi sebagai budaya yang tidak pantas bagi seorang pegawai, pejabat pembesar istana yang dituntut  harus prima, sehat fisik dan psikis dalam melayani publik. Transformasi sikap tersebut dilandasi dengan teladan dari Lemuel sebagai  sebagai pengajar. Transinternalisasi sikap terhadap minuman keras dengan menempatkan penggunaan minuman keras sebagai obat penghilang rasa duka kematian dan rasa sakit menahun, atau rasa nyeri pada tubuh karena kerja berat setelah selesai bekerja.  Model internalisasi sikap tersebut dapat dilakukan dalam upaya mendidik remaja kristen.  Metode visualisasi dan affirmasi dilakukan untuk memaksimalkan internalisasi sikap terhadap bahaya miras.
KEHIDUPAN KRISTEN ERA REFORMASI Zuniasa Nazara; Ezra Tari
Melo: Jurnal Studi Agama-agama Vol. 1 No. 1 (2021): Juni 2021
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (784.441 KB) | DOI: 10.34307/mjsaa.v1i1.6

Abstract

This study departs from the Christian life of the reform era. Where the Church seems unable to serve amid poverty and political uncertainty. Christianity is challenged to contextualize theology, mission, dialogue, political service in society. The problem of closing the Church was due to the issue of building permits. The author aims in this research is that the Church strives for peace for all people. The approach of this study is a literature study on the thinking and struggles of the Church in society. So the Church does not only take care of the organization and a large amount of money in the church treasury. Nevertheless, the Church is required to care about social problems that occur. Therefore, the Church must apply several principles, namely: first, the Church needs to understand other people's religions. Second, the Church needs to build healthy discussions both between religions and between denominations. Third, the Church prioritizes the mission for the benefit of humanity.   Pengkajian ini berangkat dari kehidupan keKristenan era reformasi. Di mana gereja terkesan belum mampu melayani di tengah masalah kemiskinan dan politik yang tidak menentu. Keristenan ditantang untuk mengontektualisasikan teologi, misi, dialog, pelayanan politik di tengah masyarakat. Persoalan penutupan gereja karena persoalan izin mendirikan bangunan (IMB). Tujuan Penulis dalam tulisan ini adalah agar gereja memperjuangkan pedamaian bagi seluruh umat. Pendekatan kajian ini adalah studi literatur terhadap pemikiran dan pergulatan gereja di tengah masyarakat. Jadi gereja tidak hanya mengurus organisasi saja dan banyaknya uang dalam kas gereja. Tetapi gereja dituntut untuk peduli terhadap masalah sosial yang terjadi. Oleh karena itu, gereja harus menerapkan beberapa prinsip yakni: pertama, gereja perlu memahami agama orang lain. kedua, gereja perlu membangun diskusi yang sehat baik antar agama atau antar denominasi. Ketiga, gereja mengutamakan misi bagi kemaslahatan manusia.
Peran Gereja dalam Transformasi Pelayanan Diakonia Nimrot Doke Para; Ezra Tari; Welfrid F. Ruku
Jurnal Teologi Kontekstual Indonesia Vol 1, No 2 (2020): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Simpson Ungaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.931 KB) | DOI: 10.46445/jtki.v1i2.310

Abstract

Tulisan  ini mengungkapkan pelayanan diakonia gereja. Berangkat dari kegelisahan penulis mengenai kemiskinan di Indonesia, terutama di Nusa Tenggara Timur. Penulis memokuskan di wilayah pelayanan jemaat Ora Et Labora Oesapa. Pendekatan yang dipakai penulis ada kualitatif deskriptif. Berdasarkan penelitian, penulis menemukan, Pertama, diakonia masih berfokus pada karitatif belum mengembangkan transformatis secara maksimal.  Kedua, diakonia belum efektif karena belum menyentuh kebutuhan jemaat secara kontekstual. Ketiga, pelayan diakonia belum menemukan dengan baik cara mengatasi kemiskinan
KRISTOLOGI OA MATA MUSAN: Kajian Kristologi dalam Budaya Tetun Jeni Isak Lele; Santriana A. Luruk; Yanti E. Sole; Ezra Tari
Misioner Vol 1 No 1 (2021)
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEOLOGI KIBAID

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.233 KB) | DOI: 10.51770/jm.v1i1.4

Abstract

The understanding of Christ in local customs and culture is still very minimal. Christ has been known only from the western face. Discussions around the nature of Jesus as God or man. There are several writings on Christology in culture, for example, wayang in Javanese culture. Papuan also knew Jesus is known as the Reconciler. In Toraja, Jesus is known as Pangala Tondok. So the author wants to offer one of the Christologies in the Tetun culture. This research explores the Belu people's lives, especially in performing the oa mata musan ritual. This paper does not address the theological debate about the nature of Jesus. However, this study discusses how local people can understand Jesus in their existence. The research method used by the author is phenomenology. Phenomenology is used as a tool to understand facts in the field. This paper contains an offer to the Belu people regarding how they know Christology through their custom. They can realise Christ incarnate in the form of Oa Mata Musan. Oa Mata Musan as a mediator or mediator for conflicting families. Thus Jesus is present as a peacemaker.
The Evaluation of 2013 Christian Religious Education Curriculum: Using the Stake Model Approach Hendrik A.E Lao; Ezra Tari; Yohanes Baun; Hengki Wijaya
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 14, No 4 (2022): AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35445/alishlah.v14i4.1408

Abstract

The author investigates the 2013 curriculum because student achievement is still very minimal. The purpose of this study was to analyze the initial context evaluation of the application of the 2013 Curriculum in Christian Religious Education, to analyze the evaluation of the application of the 2013 Curriculum in Christian Religious Education, to analyze the evaluation results of the 2013 Curriculum implementation of Christian Religious Education in SMA Negeri 6 Kupang, East Nusa Tenggara . The research method used in this research is the qualitative approach with the Countenece Evaluation Model evaluation model developed by Stake. The results of the research related to the implementation of the 2013 curriculum on Christian religious education subjects, it can be concluded that in the implementation of the 2013 curriculum teachers must have readiness in implementing learning in schools because in the 2013 curriculum students are required to be more active so that in preparing the material they must really master the material taught. Structured training on the 2013 curriculum has not been carried out to the fullest so teachers work in accordance with only the knowledge they have. While the KKM value in the eyes of the pursuit of Christian religious education that not all of them have achieved the predetermined KKM value.
Pendampingan Penulisan Artikel Penelitian Tindakan Kelas di Sabu Raijua Daud Saleh Luji; Ezra Tari; Adrian Wirya Syahputra; Jefrianus Taneo
Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 5 (2022): Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/dinamisia.v6i5.10403

Abstract

The significance of classroom action research in improving the learning process and quality in the classroom and classroom action research for teacher career advancement in terms of rankings and suggested career paths. The aim is to help teachers understand the importance of writing. The method used is, first, the basic concept of classroom action research. Second, practice writing action research in the classroom. And a summary of the results. From the training results, it is known that after following the material, understanding and mastery of CAR increased compared to before. Teachers can understand the duties and responsibilities in writing activities in class. So the teacher can understand the importance of references in writing articles.
Pandangan dan Sikap Warga Jemaat terhadap Pengidap Skizofrenia (Studi di GMIT Jemaat Pniel Oebobo Klasis Kota Kupang) Novi O. Eli Manafe; Ezra Tari; Nelman A. Weny
Jurnal Teologi Berita Hidup Vol 5, No 1 (2022): September 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berita Hidup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38189/jtbh.v5i1.112

Abstract

The inadequate understanding of society about mental disorders results in people behaving less pleasantly for those who experience it. The purpose of this study was to determine the views of the congregation towards members of the congregation with schizophrenia mental disorders. The author wants to find the support provided by the congregation for members of the congregation who experience schizophrenia at GMIT Pniel Oebobo, Klasis Kota Kupang. The research method used is qualitative. This research was conducted to obtain data for specific purposes and uses. The results of the study found that the attitudes and judgments of the congregation towards people with schizophrenia were handled accordingly. The attitude of the respondent has a feeling of discomfort when he is close to someone with schizophrenia. The whole group was shrouded in fear. Behaviour different from normal humans is a striking feature of a person with schizophrenia. The attitudes of the majority of people whom the authors interviewed revealed that they chose to avoid it when it coincided with the person with schizophrenia.
Tanggung Jawab Gereja bagi Kaum Difabel di GMIT Jemaat Lahai Roi Tofa, Klasis Kota Kupang Timur Nelci Non; Ezra Tari; Nelman A. Weny
Danum Pambelum: Jurnal Teologi dan Musik Gereja Vol 2 No 2 (2022): DPJTMG: November
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.464 KB) | DOI: 10.54170/dp.v2i2.125

Abstract

Disabled people do not have a proper place in church management. The stigmatization of their abilities can cause marginalization of people with disabilities. The stigmatization of people with disabilities is triggered because much of society still adhere to traditional beliefs. The lack of public understanding of the reality of people with disabilities is due to people's knowledge about the real world of people with disabilities. This paper intends to explain the congregation's understanding of people with disabilities and how the church empowers people with disabilities. The research method used is descriptive qualitative. This study found that initially, it was difficult for people with disabilities to accept their situation. However, they can rise and think positively because they receive assistance from the church. The church assembly activates the Diakonia program through material assistance, pastoral assistance, and empowerment. Now people with disabilities are starting to become independent individuals and actively involved in ministry. For this reason, to increase understanding of the reality of people with disabilities in society, it is necessary to introduce the world of people with disabilities to early childhood through various types of children's literature. Kaum difabel belum mendapat tempat yang layak dalam penatalanan gereja. Marginalisasi terhadap kaum difabel dapat disebabkan adanya stigmatisasi terhadap kemampuan mereka. Stigmatisasi terhadap difabel, dipicu oleh adanya sebagian besar masyarakat yang masih menganut paham tradisional. Kurangnya pemahaman masyarakat mengenai realitas kaum difabel disebabkan pengetahuan masyarakat mengenai dunia kaum difabel yang sebenarnya. Tulisan ini bermaksud menjelaskan pemahaman jemaat tentang kaum difabel serta bagaimana gereja memberdayakan kaum difabel. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Hasil penelitian ini menemukan bahwa penyandang difabel awalnya sulit untuk menerima keadaannya. Akan tetapi mereka dapat bangkit dan berpikir positif karena mendapat pendampingan dari gereja. Majelis gereja menggiatkan program diakonia baik berupa bantuan materi, pendampingan pastoral dan pemberdayaan. Kini kaum difabel mulai menjadi pribadi yang mandiri dan terlibat aktif dalam pelayanan. Untuk itu, dalam upaya meningkatkan pemahaman mengenai realitas kaum difabel dalam masyarakat, perlu dilakukan pengenalan dunia kaum difabel terhadap anak usia dini melalui berbagai jenis bacaan anak-anak.
DAMPAK PENDAMPINGAN PASTORAL TERHADAP REMAJA NAKAL DI PANTI ASUHAN KASIH AGAPE: THE IMPACT OF PASTORAL ADMINISTRATION ON NAUGHTY ADOLESCENTS IN PANTI ASUHAN KASIH AGAPE Alfred Dubu; Ezra Tari; Daud Saleh Luji
Suluh: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 8 No. 1 (2022): Suluh : Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/suluh.v8i1.3613

Abstract

Kenakalan remaja merupakan suatu bentuk pelanggaran terhadap aturan, hukum maupun norma yang berlaku dalam masyarakat.Jenis penelitian ini adalah kualitatif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisisfaktor-faktor penyebab tindakan kenakalan, bentuk dan fungsi pendampingan pastoral serta dampak pendampingan pastoral bagi remaja nakal. Penulis menggunakan metode kualitatif. Penelitian ini berusaha mencari informasi di lapangan sesuai situasi yang ada. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa faktor penyebab remaja nakal, yaitu secara internal seperti; rendahnya kontrol diri, emosi yang tidak terkendali, merasa bosan, jenuh dan ingin mencari suasana baru diluar panti. Bentuk pendampingan pastoral, yaitu; pendampingan pastoral individu dengan melakukan tiga kali pertemuan dalam seminggu dan akan berlanjut hingga masalah dapat terselesaikan dengan baik. Fungsi pendampingan pastoral yaitu;memberikan dorongan berupa semangat, memberikan jalan keluar, mendoakan, sharing firman Tuhan, memberikan contoh dan teladan dari tokoh-tokoh sukses. Dampak pendampingan pastoral ialah, secara fisik menjadi lebih sehat.secara psikis seperti; mampu mengontrol emosi, mandiri, mampu tampil didepan umum dan mampu saling menghargai, secara spiritualitas.
PELATIHAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS DI SEKOLAH MENENGAH TEOLOGI KRISTEN WAIKABUBAK Ezra Tari; Hendrik A.E Lao; Lanny I.D Koroh; Martin Ch. Liufeto
Jurnal Pengabdian Masyarakat Multidisiplin Vol 6 No 1 (2022): Oktober
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/jpm.v6i1.2715

Abstract

Selection of research topics Classroom action is significant for teachers. Because as part of the duties and responsibilities of teachers. This is important to support the teacher's career path to a higher rank. CAR is vital for improving the learning process. The method of devotion uses qualitative. Teachers can understand and are enthusiastic about writing down the results of learning improvements. The teacher learns how to make articles found to work well. Assistance continues with communication via WhatsApp.
Co-Authors Adi Saingo, Yakobus Adrian Wirya Syahputra Agustinus Woda Laka Alfred Dubu Amsar Amsar Andrias Saba Anita Pa Padja Biaf, Raymon Imanuel Dami, Friderich Jhonnoto Dami, Zummy Anselmus Dance Manekat Tefbana Daud Saleh Luji Dethan, Melly P. Deviana Sibulo Dian R. Prihanto Dimu, Maria Darniati Djawa, Maya Doni Ariani Leowandri Liu Ebenhaizer Nuban Timo Elena Saba Elisabet Selfina Elsye Evasolina Tulaka Ermin Alperiana Mosooli Fajar Gumelar Fenetson Pairikas Ferdinant Alexander Ferdinant Alexander Filardin Laukapitang, Jessintha Freitas, Domingos Hana Suparti Hanokh A Tefnay Hanokh A. Tefnay Harun Harun Harun Y. Natonis Hendrik A.E Lao Hendrik A.E Lao Hendrik A.E. Lao Hendrik Sodak Hengki Wijaya Huan, Arsya Anggrini I MADE SUARDANA I Putu Ayub Darmawan Ishak Nahas Ivan Th. J Weismann Ivan Th. J. Weismann, Ivan Th. J. Ivan Th. Weismann Jatmiko, Bakhoh Jeaprileni A. Eli Manafe Jefrianus Taneo Jeni Isak Lele Johana Manubey Kadang, Yan Kristianus Kaleb Lelo Lanny Isabela Dwisyahri Koroh Lao, Hendrik A.E Liufeto, Martin Ch. Liufeto, Martin Chrisani Magdalena, Emy Mandala, Yohanes Manga’, Friskianti Manguling, Sulaiman Mari Magdalena Ide Riwu Maria M. Tri Ratna Sari Mariantji Kilasaduk Marla Marisa Djami Marselina Bua Marsi Bombongan Rantesalu Marthen Nawa Bangngu Marthin Katelu Martin Ch. Liufeto Martin Ch. Liufeto Mega Lisda Meldy Novita Subu Taopan Melkianus Mone Mangngi Melly P. Dethan Merensiana Hale Messakh, Merling T.L.L.C. Messakh, Merling Tonia Litron Litos Conthes Nahum Pinat Nelci Nafalia Ndolu Nelci Non Nelman A. Weny Nelman A. Weny Neno, Yoksan Edison Nenosaban, Sakheus Junias Nggiku, Agus Nimrot Doke Para Nolfa R. Seo* Non, Nelci Novi O. Eli Manafe Nusriwan Chr. Soinbala Oktoviana Oematan, Delsi Padja, Anita Pa Petrus Logo Radja Prata, Arriyon Purnama Pasande R. Seo*, Nolfa Rantesalu, Marsi Bombongan Raymon Imanuel Biaf Reinaldy Hank Rouw Revilla, Abdiel Enrique Sánchez Rinto Hasiholan Hutapea Rita Riwayatiningsih, Rika Rolina Kaunang Rusdiaman Rauf Saingo, Yakobus Adi Santriana A. Luruk Sarah, Semarlica Selan, Yeson A. Semi Ndolu Sette, Gusti Yohanis Simon Kasse Sulistyastuti Sutomo Sumiati Ngewi Leo Sumule, Leonard Sumule, Leonard Supartini, Tri Supartini, Tri Tafonao, Talizaro Talita Tlonaen Talizaro Tafonao Tobing, Oscard Lumban Umar Ali Wauran, Queency Christie Weismann, Ivan Th. Welfrid F. Ruku WEny, Nelman A. Widyanti, Lidyasih Wila, Amelia Yanti E. Sole Yohanes Baun Zuniasa Nazara