Articles
Analisis Kelayakan Potensi Objek Daya Tarik Wisata Alam di Gunung Baung Desa Cowek
Moh. Idzham Furqoni;
I Komang Astina;
Nailul Insani
Media Komunikasi Geografi Vol. 24 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/mkg.v24i1.58611
TWA Gunung Baung memiliki berbagai potensi kawasan yaitu air terjun coban baung sebagai daya tarik utama, dan keberagaman hayati sebagai daya tarik tambahan. Dibandingkan dengan peringkat keefektifan kawasan konservasi lainnya, peringkat manajemen TWA Gunung Baung tergolong rendah sebab fasilitas informasi yang tidak lengkap mengenai potensinya. Tujuan penelitian yaitu menentukan skala prioritas melalui tingkat kelayakan pengembangan TWA Gunung Baung menggunakan kaidah yang dibuat berdasarkan aturan analisis daerah operasi objek daya tarik wisata alam (ADO-ODTWA). Jenis penelitian merupakan kuantitatif dan memanfaatkan metode survei, dengan analisis menggunakan skoring pada kriteria dalam kaidah ADO-ODTWA. Data primer didapat melalui observasi lapangan, wawancara mendalam, dan kuesioner. Data sekunder menggunakan kajian literatur, artikel jurnal, buku, data geospasial. Hasil temuan menunjukkan bahwa TWA Gunung Baung memiliki tingkat kelayakan tinggi dan layak untuk dikembangkan sebagai wisata edukasi. Kriteria yang mendapatkan klasifikasi tinggi terdapat pada kriteria kemudahan menuju lokasi, ketersediaan akomodasi, pangsa pasar, daya tarik kawasan, kondisi sekitar kawasan dan tersedianya air bersih di kawasan, sementara klasifikasi sedang pada kriteria sarana dan prasarana penunjang yang masih kurang dan perlu perbaikan, pemasaran yang masih terbatas, dan pengelolaan serta pelayanan. Pengelolaan dan pengembangan TWA Gunung Baung dapat dilakukan dengan memperhatikan pengelolaan berdasarkan daya tarik potensi kegiatan wisata serta pengelolaan berdasarkan infrastruktur yang dibutuhkan.
Pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) terhadap hasil belajar siswa berbasis penilaian autentik
Muhammad Rifai;
Dwiyono Hari Utomo;
I Komang Astina;
Yusuf Suharto
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 3 No. 7 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17977/um063v3i7p753-759
The use of learning models is influential on the success of student learning. Problem-Based Learning learning model can familiarize students to utilize their thinking potential in solving a problem by providing knowledge or experience information to each other. The problem-based learning model based on authentic assessment makes learning activities more meaningful and allows improving learning outcomes because student development becomes more measurable. This research is experimental research using Post-test Control Group Design. The population of this study were students of 1 Lawang Senior High School. The research sample was taken using a random sampling technique to obtain two classes as samples, namely class XI IPS 1 as the experiment and class XI IPS 2 as the control. The data collection methods used were observation, documentation, and tests. This study aims to determine the effect of the Problem-Based Learning (PBL) learning model on student learning outcomes based on authentic assessment Based on the results of the study using the t-test, it was found that the cognitive learning outcomes of the experimental class were significantly different from the control class. The results of the psychomotor and affective domains show that there is a difference between the experimental class and the control class, where the perfect criteria in the experimental class are more than the control class. Based on the analysis of the research results, it can be concluded that the problem-based learning model based on authentic assessment positively affects student learning outcomes. Penggunaan model pembelajaran sangat berpengaruh terhadap keberhasilan belajar siswa. Penerapan model pembelajaran Problem-Based Learning dapat membiasakan siswa untuk memanfaatkan potensi berpikirnya dalam menyelesaikan suatu masalah dengan saling memberikan informasi ilmu atau pengalaman antara satu dengan lainnya. Model pembelajaran problem-based learning berbasis penilaian autentik menjadikan kegiatan pembelajaran lebih bermakna dan memungkinkan meningkatkan hasil belajar karena perkembangan siswa menjadi lebih terukur. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan menggunakan Post-test Control Group Design. Teknik penelitian diambil dengan menggunakan teknik Purposive Sampel sehingga didapatkan dua kelas dengan kriteria yang sama, yaitu kelas XI IPS 5 sebagai eksperimen dan kelas XI IPS 3 sebagai kontrol. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah obsevasi dokumentasi, dan tes. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh model pembelajaran Problem-Based Learning (PBL) terhadap hasil belajar siswa berbasis penilaian autentik. Berdasarkan hasil penelitian dengan menggunakan uji t di dapati bahwa hasil belajar kognitif kelas eksperimen berbeda secara signifikan dengan kelas kontrol. Hasil ranah psikomotorik dan afektif menggunakan uji Man Whitney U menunjukan ada perbedaan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Berdasarkan analisis hasil penelitian dapat diperoleh kesimpulan bahwa model pembelajaran problem based learning berbasis penilaian autentik berpengaruh terhadap hasil belajar siswa.
Studi komparasi model guided discovery learning dan model problem based learning terhadap kemampuan berpikir analitis siswa pada mata pelajaran geografi
Rissa Permata Sari;
Fatiya Rosyida;
Hadi Soekamto;
I Komang Astina;
Eka Anita Putri
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 3 No. 8 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17977/um063v3i8p859-870
This study aims to determine differences in students' analytical thinking abilities using the Guided Discovery Learning model and the Problem-Based Learning Model in Geography subjects in high school. The ability to think analytically is essential for students in learning geography because it is needed to analyze the spatial relations of a phenomenon. Discovery activities in this study made students gain new knowledge. The research is in the form of a quasi-experiment in the form of a posttest-only control group design. This research was conducted at SMAN 4 Malang with a sample of X IPS 3 (experiment 1) and X IPS 4 (experiment 2) in the odd semester of 2022/2023. Measurement of analytical thinking ability through a description test according to indicators of analytical thinking ability. The data analysis technique used the t-test, previously, the prerequisite tests were carried out, namely the normality and homogeneity tests. The results showed that there were differences in students' analytical thinking skills using the Guided Discovery Learning model and the Problem-Based Learning model. This was indicated by the Sig. hypothesis test of 0.001 less than 0.05. The Guided Discovery Learning model is better than the Problem-Based Learning Model for students' analytical thinking skills. This is evidenced by the average posttest score of experimental class 1, which received the learning treatment with the Guided Discovery Learning Model of 80.58. While practical class 2 which received the learning treatment with the Problem-Based Learning Model, obtained an average score of 72.71. Several factors influenced the average value of analytical thinking skills in experimental class 1 to be higher than in practical class 2, namely the success of students in solving geographic problems through group investigations in the Guided Discovery Learning model and the aid of the learning media used, namely Sparkol Video scribe. The application of the Guided Discovery Learning model and the Problem-Based Learning Model requires a long time. Therefore, proper preparation and time management are required before implementation. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemampuan berpikir analitis siswa dengan menggunakan model Guided Discovery Learning dan Model Problem Based Learning pada mata pelajaran Geografi di SMA. Kemampuan berpikir analitis penting dimiliki siswa dalam pembelajaran geografi karena dibutuhkan untuk menganalisis relasi keruangan dari suatu fenomena. Kegiatan penemuan dalam penelitian ini membuat siswa mendapatkan pengetahuan baru. Penelitian berupa quasi experiment bentuk posttest only control group design. Penelitian ini dilaksanakan di SMAN 4 Malang dengan sampel X IPS 3 (eksperimen 1) dan X IPS 4 (eksperimen 2) pada semester ganjil 2022/2023. Pengukuran kemampuan berpikir analitis melalui tes uraian sesuai dengan indikator kemampuan berpikir analitis. Teknik analisis data menggunakan uji-t, sebelumnya dilakukan uji prasyarat yaitu uji normalitas dan homogenitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kemampuan berpikir analitis siswa dengan menggunakan model Guided Discovery Learning dan Model Problem Based Learning, hal ini ditunjukan dengan nilai Sig. uji hipotesis sebesar 0,001 kurang dari 0,05. Model Guided Discovery Learning lebih baik dibandingkan Model Problem Based Learning terhadap kemampuan berpikir analitis siswa. Hal ini dibuktikan dengan rata-rata nilai posttest kelas eksperimen 1 yang mendapat perlakuan pembelajaran dengan Model Guided Discovery Learning sebesar 80,58. Sedangkan kelas eksperimen 2 yang mendapatkan perlakuan pembelajaran dengan Model Problem Based Learning memperoleh rata-rata nilai sebesar 72,71. Beberapa faktor yang mempengaruhi rata-rata nilai kemampuan berpikir analitis kelas eksperimen 1 lebih tinggi daripada kelas eksperimen 2 adalah keberhasilan siswa dalam memecahkan permasalahan geografi melalui penyelidikan kelompok pada model Guided Discovery Learning dan bantuan media pembelajaran yang diterapkan yaitu Sparkol Videoscribe. Penerapan model Guided Discovery Learning dan Model Problem Based Learning memerlukan waktu yang lama. Maka dari itu diperlukan persiapan dan pengelolaan waktu yang baik sebelum diimplementasikan.
Pengaruh tingkat pendidikan, beban tanggungan keluarga, dan status pernikahan terhadap keputusan lansia masih bekerja pada sektor informal (studi wisata Makam Bungkarno Kota Blitar)
Febriana Adi Saputro;
I Komang Astina;
Nailul Insani;
Fauzi Ramadhoan A'Rachman
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 3 No. 9 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Expanding life anticipation has an affect on changes within the age structure of the populace, this condition results in an increment within the number of elderly individuals and the reliance proportion. The reason of this think about is to clarify: the impact of instruction level, family burden and conjugal status on the decision of the elderly to still work within the casual segment at Bung Karno's tomb visit, Blitar City. The investigate area is found in Bendogerit Town, Sananwetan Locale, Blitar City. This sort of investigate utilized a quantitative expressive inquire about strategy. The test utilized to conduct the inquire about comprised of 81 casual laborers comprising of 54 dealers, 17 pedicabs, and 10 others. Assurance of the respondent test was carried out by purposive examining strategy which is portion of non-probability inspecting. Information preparing is done with insights utilizing Chi Square. The comes about of the ponder based on factual tests found that the level of instruction and family burden had a sig. rise to to 0.00 both factors impact the choice of the elderly to still work, whereas the variable of conjugal status within the elderly encompasses a sig esteem. 0.09 that does not influence the choice of the elderly to work within the casual division at Bung Karno's tomb visit, Blitar City. Meningkatnya angka harapan hidup berdampak pada perubahan struktur usia penduduk, kondisi tersebut berakibat pada bertambahnya jumlah penduduk lansia dan rasio ketergantungan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan: pengaruh tingkat pendidikan, beban tanggungan keluarga dan status pernikahan terhadap keputusan lansia masih bekerja pada sektor informal di wisata makam Bung karno Kota Blitar. Lokasi penelitian terletak di Kelurahan Bendogerit, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar. Jenis penelitian yang dipakai menggunakan metode penelitian deskriptif kuantitatif. Sampel yang digunakan untuk melakukan penelitian terdiri dari 81 pekerja informal yang terdiri dari 54 responden pedagang, 17 responden becak wisata dan lain-lain sebanyak 10 responden. Penentuan sampel responden dilakukan dengan metode Purposive sampling yang merupakan bagian dari nonprobability sampling. Pengolahan data dilakukan dengan statistik menggunakan Chi Square. Hasil penelitian yang didasarkan uji statistik menemukan bahwa tingkat pendidikan dan beban tanggungan keluarga memiliki nilai sig sebesar 0.00 kedua variabel berpengaruh terhadap keputusan lansia masih bekerja, sedangkan variabel status pernikahan pada lansia memiliki nilai sig sebesar 0.09 bahwa tidak berpengaruh terhadap keputusan lansia bekerja pada sektor informal di wisata makam Bung Karno Kota Blitar.
Pengaruh model problem based learning berbasis daring terhadap kemampuan berpikir kritis ditinjau dari motivasi belajar peserta didik SMAN 8 Malang
Bangsa, Bryan Kusuma;
Suharto, Yusuf;
Astina, I Komang
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 3 No. 10 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17977/um063v3i10p1050-1065
Technological advances influence world education. Advantages internet technology are beneficial dealing with online learning to COVID-19 pandemic. There are several learning models suitable for online learning, one which is the problem-based learning (PBL) model. PBL model is way of learning that refers to problems that can grow critical thinking skills. The learning motivation factor affects critical thinking skills. This study wanted to find out the influence online-based PBL model on critical thinking skills in terms learning motivation students at SMAN 8 Malang. This research is quantitative research with experimental method. Quasi-experimental (quasi-experimental) with posttest control group design is design used in study. Class X IIS was chosen as research subject. Random sampling is a method used to determine experimental class and control class. Based on results t-test, it was obtained that sig value of 0.009, probability value less than 0.05 and average value of the experimental class was 77.0 higher than control class 72.1, so online-based PBL model affected the critical thinking skills students of SMAN 8 Malang. Based on the results f-test, a sig value of 0.710 probability value less than 0.05 was obtained, so online-based PBL model had no significant effect on critical thinking skills in terms learning motivation students at SMAN 8 Malang. Kemajuan teknologi memiliki pengaruh terhadap dunia pendidikan. Keunggulan teknologi internet sangat berguna menghadapi pembelajarn online karena pandemi COVID-19. Beberapa model belajar cocok dengan pembelajaran secara online salah satunya Model problem-based learning (PBL). Model PBL merupakan cara belajar mengacu pada masalah sehingga menumbuhkan keteramilan berpikir kritis. Motivasi belajar menjadi faktor mempengaruhi kemampuan berpikir kritis. Penelitian ini ingin mencari tahu adanya pengaruh model PBL berbasis daring terhadap kemampuan berpikir kritis ditinjau dari motivasi belajar peserta didik SMAN 8 Malang. Penelitian ini penelitian kuantitatif dengan metode eksprimen. Eksperimen semu (quasi experiment) dengan posttest control group design adalah desain yang digunakan. Kelas X IIS dipilih sebagai subjek penelitian. Random sampling adalah cara yang digunakan untuk menentuan kelas eksperimen dan kelas kontrol. Berdasarkan hasil uji t-test diperoleh sig 0,009 nilai probabilitas kurang dari 0,05 dan nilai rata-rata kelas eksperimen lebih tinggi 77,0 daripada kelas kontrol 72,1 maka model PBL berbasis daring berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis kelas peserta didik SMAN 8 Malang. Berdasarkan hasil uji f-test diperoleh sig 0,710 nilai probabilitas kurang dari 0,05, maka model PBL berbasis daring memiliki pengaruh tidak signifikan terhadap kemampuan berpikir kritis ditinjau dari motivasi belajar peserta didik SMAN 8 Malang.
Pengaruh model pembelajaran Exo Olo Task berbantuan live worksheets terhadap kemampuan berpikir kritis siswa SMA
Mariana, Irma;
Sumarmi, Sumarmi;
Mutia, Tuti;
Astina, I Komang;
Wijayanto, Bayu
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 3 No. 12 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17977/um063v3i12p1316-1330
Critical thinking skills are key for students when studying geography, so researchers provide an effective model to improve students' critical thinking skills that are lacking in the learning process. This research uses the Exo Olo Task model because of several backgrounds. These backgrounds are (1) This model can develop critical thinking skills through Olo tasks including C4-C6, (2) This model has the advantage of being centered on student activities to learn basic and advanced learning activities that are by curriculum 13 learning, and (3) Teachers and students can easily understand this model because it features a simple learning syntax. This study aims to determine the effect of the Exo Olo Task learning model assisted by Live Worksheets on the critical thinking skills of high school students. This research uses a quantitative approach and a quasi-experiment type of research. The design in this study used a pretest-posttest control group design. This study uses subjects according to class determination derived from the average daily assessment of almost equal students, obtained the experimental class in class XI IPS 2 and the control class in XI IPS 3. Case study essay test with 5 questions made according to indicators of critical thinking skills. Data analysis techniques using t-tests must meet the criteria of normally distributed and homogeneous data. Based on the results of the t test calculation, the Sig (2-tailed) value is 0.000 and the probability value is 0.005. These results are following the decision making H1 is rejected and H0 is accepted. That means that there is an effect of the Exo Olo Task learning model assisted by Live Worksheets on the critical thinking skills of high school students. Kemampuan berpikir kritis ialah kunci bagi siswa ketika mempelajari geografi, sehingga peneliti memberikan model yang efektif untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa yang di rasa kurang dalam proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan model Exo Olo Task karena beberapa latar belakang. Latar belakang tersebut yaitu (1) Model ini dapat mengembangkan kemampuan berpikir kritis melalui tugas Olo meliputi C4-C6, (2) Model ini memiliki keunggulan yaitu berpusat pada aktvitas siswa mempelajari kegiatan pembelajaran dasar serta lanjutan yang sesuai dengan pembelajaran kurikulum 13, serta (3) Guru dan siswa dapat mudah memahami model ini karena menampilkan sintaks pembelajaran yang sederhana. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Exo Olo Task berbantuan Live Worksheets terhadap kemampuan berpikir kritis siswa SMA. Dasar penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan jenis penelitian quasi experiment. Rancangan pada pada penelitian ini menggunakan pretest-posttest control grup design. Penelitian ini menggunakan subjek sesuai penentuan kelas yang berasal dari rata-rata penilaian harian siswa yang hampir setara, diperoleh kelas eksperimen di kelas XI IPS 2 serta kelas kontrol di XI IPS 3. Tes esai studi kasus dengan 5 soal yang dibuat sesuai indikator kemampuan berpikir kritis. Teknik analisis data menggunakan uji-t yang harus memenuhi kriteria data berdistribusi normal dan homogen. Berdasarkan hasil perhitungan uji t diperoleh nilai Sig (2-tailed) sebesar 0,000 dan nilai probabilitas sebesar 0,005. Hasil tersebut sesuai dengan pengambilan keputusan H1 ditolak dan H0 diterima. Hal Itu artinya bahwa ada pengaruh model pembelajaran Exo Olo Task berbantuan Live Worksheets terhadap kemampuan berpikir kritis siswa SMA.
Analysis of E-Lkpd Needs Based On Geographical Inquiry To Stimulate Students’ Collaborative Abilities
Purnamasari, Wulan Safriani;
Astina, I Komang;
Suharto, Yusuf;
Sumarmi, Sumarmi;
Soekamto, Hadi;
Setyasih, Iya'
Tunas Geografi Vol 13, No 1 (2024): JURNAL TUNAS GEOGRAFI
Publisher : Department of Geography Education, Faculty of Social Sciences, Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24114/tgeo.v13i1.56794
Collaborative abilities are one of the pillars that students must have in facing the complexity of the world, especially in world complexity, especially in abilities that can be trained by using E-LKPD in learning. Therefore, this research aims to determine the needs analysis for E-LKPD development. This type of research is quantitative and descriptive, using questionnaires, interviews, and observation data collection techniques. The research subjects were students in class XI-10 IPS at SMA Negeri 5 Samarinda. The data obtained was then analyzed using quantitative descriptive analysis techniques. Based on the data analysis, the curriculum requires LKPD as an attachment that must be provided in learning. The material presented in E-LKPD has informative and procedural characteristics. The analysis of student needs shows that 78% of students need E-LKPD, making it easier for them to understand the material, and 38% of students attract students' learning attention. Regarding the weaknesses of the E-LKPD used during geography learning, it is that the E-LKPD is not in accordance with the meaning of the E-LKPD itself, the E-LKPD is not in accordance with the curriculum used, the E-LKPD used by students has not attracted the students' learning attention. Based on the results of this research can provide an illustration that needs analysis seen from the curriculum aspect, material characteristics, and student characteristics is the main step in developing E-LKPD that is appropriate and innovative based on current needs. Keywords: Need analysis; E-LKPD Bases on Geographical Inquiry; Collaborative Abilities
The The Effectiveness Of The Family Planning Program On Reducing The Birth Rate (Case Study Of Bandar Subdistrct)
-, Fatimatuzahroh;
deffinika, Ifan;
Soelistijo, Djoko;
Astina, I Komang
DEMOS: Journal of Demography, Ethnography and Social Transformation Vol. 3 No. 2 (2023): Journal of Demography, Etnography and Social Transformation
Publisher : Pusat Kajian Demografi, Etnografi dan Transformasi Sosial
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30631/demos.v3i2.1967
Tujuan penelitian ini adalah mengetahui efektivitas dan hambatan dalam pelaksanaan program Keluarga Berencana (KB). Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus. Sumber data yang digunakan yaitu sumber data primer dan sekunder. Data primer dikumpulkan dengan cara melakukan wawancara mendalam dan observasi lapangan. Wawancara mendalam mencakup informasi pencapaian target dan sasaran, pelaksanaan, dan hambatan program KB. Data sekunder dikumpulkan melalalui publikasi BPS, BKKBN, DUKCAPIL, laporan BPKB Kecamatan Bandar, dan penelitian terdahulu. Penelitian dilakukan di Kecamatan Bandar Kabupaten Pacitan dengan unit analisis adalah 8 desa. Landasan teori dan konsep fertilitas menggunakan Davis & Blake (1956). Informan penelitian terdiri dari 2 penyuluh KB sebagai informan kunci dan 11 Pasangan Usia Subur sebagai informan pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program KB di Kecamatan Bandar efektif untuk menurunkan angka kelahiran. Program KB yang efektif diketahui dari target program KB yang ratarata sudah tercapai, diantaranya TFR, ASFR (15-19), dan CPR. Meskipun program KB sudah efektif akan tetapi masih terdapat unmet need KB yang disebabkan oleh faktor pekerjaan suami, penyakit, dan juga biaya. Dalam pelaksanaan program KB masih terdapat beberapa hambatan seperti keterbatasan jumlah penyuluh KB dan minimnya partisipasi Pasangan Usia Subur (PUS) laki-laki dalam mengikuti penyuluhan.
The Impact of Science, Environment, Technology, and Society (SETS) Learning Model Integrated with Google Earth on Spatial Thinking Ability in Senior High School
Safira, Ilda;
Sahrina, Alfi;
Utomo, Dwiyono Hari;
Astina, I Komang
JAMBURA GEO EDUCATION JOURNAL Volume 5, Issue 2 (2024): Jambura Geo Education Journal (JGEJ)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37905/jgej.v5i2.26052
Developing spatial thinking skills in students often poses a challenge for Geography teachers in Indonesia. The concept of spatial relationships in geography places spatial thinking as a distinct aspect of intelligence, enabling individuals to identify patterns and trends in spatial change. Therefore, appropriate models and strategies are needed to develop spatial thinking skills. This study aims to determine the effect of the Science, Environment, Technology and Society (SETS) learning model integrated with Google Earth on students' spatial thinking ability. This research is a quasi-experiment with posttest-only design nonequivalent groups that uses a quantitative approach with the inferential statistical method using the Independent sample t-test parametric test. The subjects of this study were randomly selected XI grade students from SMAN 10 Malang including, XI-C class as the experimental class and XI-D as the control class. The research instruments used are seven essay questions on spatial thinking ability. The data obtained will be analyzed using parametric statistics Independent sample t-test and obtained sig value. (2-tailed) 0.041. The mean value of the experimental class is greater (80.14) than the mean value of the control class (72.08). It can be concluded that the Science, Environment, Technology, and Society (SETS) model integrated with Google Earth affects students' spatial thinking ability on the material of Disaster and Environment class XI SMAN 10 Malang City. Another finding of this study is that three syntaxes are dominant in bringing up and developing students' spatial thinking ability, namely initiation, concept development formation, and concept application.
Sintesis Kebutuhan Pengembangan Media Video Pembelajaran Materi Geosfer Berbantuan ArcGIS StoryMaps Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa MA
Mega Rizka Cendikia;
Sumarmi;
Taryana, Didik;
Mutia, Tuti;
Astina, I Komang
Journal of Education Action Reseach Vol 8 No 3 (2024): August 2024
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jear.v8i3.78615
Guru kurang memahami pemilihan media pembelajaran yang efektif dan cocok di era digital dalam pembelajaran menyebabkan minat belajar siswa menjadi rendah sehingga berdampak pada rendahnya hasil belajar. Penggunaan media yang sesuai dapat meningkatkan fokus dan perhatian siswa terhadap materi geosfer yang disajikan, sehingga materi geosfer dapat lebih mudah dipahami. Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis kebutuhan media pembelajaran materi geosfer pada siswa sebagai dasar pengembangan media video ArcGIS StoryMaps. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Subjek penelitian ini sebanyak 352 siswa dan 1 guru geografi. Teknik pengumpulan data dengan kuesioner melalui google form dan wawancara kepada guru dan siswa. Data kuantitatif berupa jawaban hasil kuesioner dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif, sedangkan data hasil wawancara dan observasi dianalisis dan dideskripsikan secara kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa lebih cenderung menyukai media pembelajaran audiovisual berupa video pembelajaran berbantuan ArcGIS StoryMaps pada materi geosfer, sehingga dibutuhkan pengembangan media pembelajaran audiovisual berupa video pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Implikasi penelitian ini, diharapkan hasil penelitian dapat dapat dijadikan sebagai refrensi pendidik lainnya untuk dapat menciptkan proses pembelajaran yang aktif dan menyenangkan sehingga berpengarh terhadap minat dan hasil belajar siswa.