Claim Missing Document
Check
Articles

PENGGUNAAN TES PEMAHAMAN PADA UJI COBA BAHAN AJAR UNTUK MENGETAHUI KEMAMPUAN KOGNITIF SISWA SMAN REJOTANGAN TULUNGAGUNG Lintang Prawindia; Ach. Fatchan; I Komang Astina
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol.1, No.5, Mei 2016
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.176 KB) | DOI: 10.17977/jp.v1i5.6327

Abstract

The aim of this paper is to know the student cognitive ability in geography teaching material. The teaching material used is supplement developed through several stages. The standard assessment of this test based on minimum completeness criteria. The result of this test is 85.78 (100%). The percentage more than 85% mean the completeness of students is completed.Tujuan dari paper ini adalah untuk mengetahui kemampuan kognitif siswa terhadap materi bahan ajar geografi. Bahan ajar yang digunakan merupakan suplemen yang dikembangkan melalui beberapa tahapan penelitian. Standar penilaian tes pemahaman didasarkan pada nilai kriteria ketuntasan minimal. Hasil tes pemahaman siswa diperoleh nilai rerata 85,78 dengan persentase 100%. Persentase pemahaman siswa dalam satu kelas lebih dari 85% berarti siswa telah tuntas belajarnya.
Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Mitigasi Bencana Sarifah Nur Isra Jairina; Budi Handoyo; I Komang Astina
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 5, No 2: FEBRUARI 2020
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/jptpp.v5i2.13182

Abstract

Abstrack: Geography learning in high school has not been able to develop problem solving. Learning to Overcome Successful Problems This study aims to determine the effect of Problem Based Learning models on the ability to solve problems in disaster mitigation material in the field of Geography. The design used was a quasi-experimental design with pretest and posttest research. This study uses the t-test. The research subjects were students of class XI IPS at SMAN 1 Purwosari. The results showed an increase. This is proven by testing the hypothesis obtained results of 0.001 <0.05 so that it is concluded that the Problem Based Learning model is effectively used to improve problem solving abilities.Abstrak: Pembelajaran Geografi di SMA belum mampu mengembangkan kemampuan pemecahan masalah. Pembelajaran geografi dianggap membosankan sehingga kurang mampu mengembangkan kemampuan memecahkan masalah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model Problem Based Learning terhadap kemampuan pemecahan masalah pada materi mitigasi bencana bidang studi Geografi. Rancangan yang digunakan adalah quasi experiment dengan desain penelitian pretest and posttest. Penelitian ini menggunakan uji-t. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI IPS di SMAN 1 Purwosari. Hasil penelitian menunjukkan ada peningkatan kemampuan pemecahan masalah. Hal ini dibuktikan melalui uji hipotesis sebesar 0,001<0,05 dapat disimpulkan model Problem Based Learning efektif digunakan untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah.
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN KULIAH KERJA LAPANGAN DALAM MENINGKATKAN MINAT BELAJAR MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GEOGRAFI UNIVERSITAS NEGERI MALANG Dicky Arinta; Sugeng Utaya; I Komang Astina
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol.1, No.8, Agustus 2016
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (383.514 KB) | DOI: 10.17977/jp.v1i8.6705

Abstract

Teaching geography intrinsically learners develop the ability to recognize and understand natural phenomena in relation to spatial and territorial. When learning georafi sometimes students feel tired and lazy to learn the theory because it is considered a difficult and elusive to participate in Field Work Lecture (KKL). Field Work Lecture serves to apply theory in the classroom to the field that would affect the learning achievement and learning effectiveness. This study discusses the implementation of the Field Work Lecture at the University of Malang, especially in Geography Education to improve student interest in learning. The method used is a qualitative method. The subject of this research is the students who will do this work field II. Data analysis started with an interview to the subject of research on the implementation of Job Training for data field while interest in learning to use tabulation and then graphed. Based on interviews Implementation of job training lesson in geography education majors University of Malang consists of three stages of the stages of preparation, implementation and post-job training. Besides job training was also able to increase student interest in learning geography because of the research subjects studied only a few students were not interest in doing the evaluation.Pengajaran geografi pada hakikatnya mengembangkan kemampuan peserta didik mengenali dan memahami gejala alam dalam kaitannya dengan keruangan dan kewilayahan. Saat pembelajaran georafi kadang mahasiswa merasa jenuh dan malas untuk mempelajari teori karena dianggap sukar dan sulit dipahami sehingga ikut dalam Kuliah Kerja Lapangan (KKL). Kuliah Kerja Lapangan berfungsi mengaplikasikan teori di dalam kelas dengan di lapangan sehingga akan berpengaruh pada prestasi belajar dan keefektifan pembelajaran. Penelitian ini membahas tentang implementasi Kuliah Kerja Lapangan di Universitas Negeri Malang, khususnya di Pendidikan Geografi dalam meningkatkan minat belajar mahasiswa. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif. Subjek dari penelitian ini adalah mahasiswa yang akan melakukan kuliah kerja lapangan II. Analisis data dimulai dengan wawancara kepada subjek penelitian tentang implementasi Kuliah Kerja lapangan, sedangkan untuk data minat belajar digunakan tabulasi kemudian digambarkan dalam grafik. Berdasarkan hasil wawancara, implementasi pembelajaran kuliah kerja lapangan di jurusan pendidikan Geografi Universitas Negeri Malang terdiri atas tiga tahapan, yakni tahapan persiapan, pelaksanaan, dan sesudah kuliah kerja lapangan. Selain itu, kuliah kerja lapangan juga mampu meningkatkan minat mahasiswa dalam belajar geografi dikarenakan dari subjek penelitian yang diteliti hanya sedikit mahasiswa yang tidak dapat mengerjakan evaluasi.
Integrasi nilai budaya etnis Bugis Makassar dalam proses pembelajaran sebagai salah satu strategi menghadapi era masyarakat ekonomi ASEAN (MEA) Erman Syarif; Sumarmi Sumarmi; Ach Fatchan; I Komang Astina
Jurnal Teori dan Praksis Pembelajaran IPS Vol. 1, No. 1
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (427.261 KB)

Abstract

This paper aims to examine the integration of cultural values of ethnic Bugis Makassar in learning Social Geography as one of the strategies to face the Asean Economic Community (AEC). Local cultural values is an important issue that should be studied in study Social Geography. This new face is needed to adopt a variety of strategies including local cultural values in the learning process. Planting the values of the local culture in the learning process is expected to offset the influence of foreign culture that is increasingly prevalent in our society, especially South Sulawesi. Culture Bugis Makassar as one of the local culture that is growing and developing among the Bugis Makassar, has an important element that can increase the motivation of learners, namely the concept of Siri 'and Pacce. This concept when used correctly in the learning process can be a powerful incentive for students to improve their academic achievement.Keywords: Integration, Local Culture, Ethnic Bugis Makassar, Social Geography http://dx.doi.org/10.17977/um022v1i12016p013
Pengembangan Bahan Ajar Geografi Struktur Buku Cambridge Fundamentals of Geography untuk Kelas XI SMA/MA Materi Sebaran Barang Tambang Lintang Prawindia; Achmad Fatchan; I Komang Astina
Jurnal Pendidikan Geografi: Kajian, Teori, dan Praktek dalam Bidang Pendidikan dan Ilmu Geografi Vol 21, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.108 KB) | DOI: 10.17977/jpg.v21i1.300

Abstract

Abstrak:Tujuan utama penelitian dan pengembangan ini yaitu untuk menghasilkan produk berupa bahan ajar pada Mata Pelajaran Geografi SMA Kelas XI Materi Sebaran Barang Tambang. Penelitian ini mengadaptasi model Dick and Carey menjadi lima tahap, yaitu: (1) mengidentifikasi kompetensi inti dan kom-petensi dasar, (2) melakukan analisis bahan ajar, (3) mengembangkan bahan ajar, (4) revisi, dan (5) uji coba produk. Berdasarkan hasil uji coba, persentase pada masing-masing aspek yaitu: gambar (81,8%), bahasa (81,1%), materi (81,6%), desain (85,4%). Secara keseluruhan kelayakan produk memperoleh ni-lai sebesar 82,4% (baik). Hasil penilaian tersebut menunjukkan bahwa produk bahan ajar layak digunakan dalam pembelajaran.DOI: http://dx.doi.org/10.17977/um017v21i12016p053
Tanggapan Masyarakat Pantai Licin sebagai Daerah Tujuan Wisata di Desa Lebakharjo Kecamatan Ampelgading, Malang Dcky Arinta; I Komang Astina; Johanis Paulin Buranda
Jurnal Pendidikan Geografi: Kajian, Teori, dan Praktek dalam Bidang Pendidikan dan Ilmu Geografi Vol 21, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.042 KB) | DOI: 10.17977/jpg.v21i2.302

Abstract

Abstrak: Sektor pariwisata Provinsi Jawa Timur merupakan salah satu andalan untuk meningkatkan perekonomian. Provinsi Jawa Timur mulai mencoba memperkenalkan progam Visit East Java untuk memperkenalkan objek wisata yang berada di Jawa Timur. Kabupaten Malang merupakan salah satu kabupaten yang mengikuti program Visit East. Pantai Licin termasuk dalam kategori pantai yang akan dikembangkan oleh pemerintah kabupaten. Penelitian ini bermanfaat untuk (1) informasi untuk mendukung perencanaan pengembangan objek wisata Pantai Licin (2) informasi tentang adanya potensi pantai yang belum dikembangkan dan diharapkan adanya partisipasi masyarakat dalam mendukung pengembangan objek wisata Pantai Licin. Jenis penelitian ini adalah survei. Subyek penelitian ini adalah masyarakat Pantai Licin. Data tanggapan digunakan untuk mengetahui kesiapan masyarakat apabila Pantai Licin dijadikan sebagai objek wisata. Populasi penelitian sebanyak 30 orang. Analisis data menggunakan statistik deskriptif, yaitu scoring dan tabulasi. Berdasarkan hasil analisis, diperoleh kondisi non-fisik yang meliputi tanggapan masyarakat tergolong setuju apabila Pantai Licin dijadikan sebagai objek wisata. DOI: http://dx.doi.org/10.17977/um017v21i22016p001
Environmental awareness and pro-environmental behavior: A case of university students in Malang city Ramadhani Lausi Mkumbachi; I Komang Astina; Budi Handoyo
Jurnal Pendidikan Geografi: Kajian, Teori, dan Praktek dalam Bidang Pendidikan dan Ilmu Geografi Vol 25, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um017v25i22020p161

Abstract

University students exhibit low commitment towards pro-environmental behavior despite the facts that they know a lot about environmental issues. The objective of this study was (1) to know the level of environmental awareness and pro-environmental behavior and (2) to find relationship between environmental awareness and pro-environmental behavior among university students in Malang city. This study used descriptive quantitative research design using survey method. Data were collected using questionnaire instrument using a 3-point modified from Liker response scale. The results revealed that majority of the students possessed higher environmental awareness and exhibited high environmentally-friendly behavior. Likewise, there existed significant relationship between environmental awareness and pro-environmental behavior amongst university students in Malang city.Mahasiswa menunjukkan komitmen yang rendah terhadap perilaku prolingkungan meskipun mereka tahu banyak tentang masalah lingkungan. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui tingkat kesadaran lingkungan dan perilaku pro-lingkungan dan (2) untuk menemukan hubungan antara kesadaran lingkungan dan perilaku pro-lingkungan di kalangan mahasiswa di Kota Malang. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif deskriptif dengan menggunakan metode survei. Data dikumpulkan dengan menggunakan instrumen kuesioner menggunakan 3 poin yang dimodifikasi dari skala respons Liker. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas siswa memiliki kesadaran lingkungan yang lebih tinggi dan menunjukkan perilaku ramah lingkungan yang tinggi.
Tradisi Anjala Ombong masyarakat Selayar dalam perspektif geografi Alfiani Dwi Astuti; Budijanto Budijanto; I Komang Astina
Jurnal Pendidikan Geografi: Kajian, Teori, dan Praktek dalam Bidang Pendidikan dan Ilmu Geografi Vol 26, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um017v26i12021p030

Abstract

This research aims to uncover the relationship between Anjala Ombong Tradition and Selayar community in a geographical perspective. This study uses a qualitative design with a geographical approach. Data collected by using in–depth interview, field observation and documentation. Data were analyzed by using spatial approach, ecological approach, and regional complex approach. The results of this research show that the spatial perspective of Anjala Ombong tradition is the typical conditions of Sangkulu–Kulu River Estuary, that is: the water conditions including salinity (22%), current strength of water (0.071 m/s), water depth (1–1.2 m), and surface temperature (28oC) at July–August, the conditions are suitable for the environment of juku 'lompa. Ecological perspectives in the Anjala Ombong tradition appear in human interaction with the environment, namely the prohibition of fishing, catching juku lompa rollers, the installation of uhara, violations of the restrictions in tradition, and restrictions on fishing time. The regional–complex perspective of Anjala Ombong tradition can be seen by areal differentiation that creates interaction between one region and another, namely: the migration of juku  lompa from Komba Beach headed for the Sangkulu–Kulu River Estuary and the change in the time of the tradition due to external factors.Penelitian ini bertujuan mengungkap keterkaitan antara tradisi Anjala Ombong dengan masyarakat Selayar dalam perspektif geografi yang akan diungkap melalui analisis menggunakan pendekatan keruangan, pendekatan ekologis, dan pendekatan kompleks wilayah. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perspektif keruangan dalam tradisi Anjala Ombong tampak pada kekhasan ruang yang dimiliki Muara Sungai Sangkulu–kulu yaitu pada kondisi perairannya meliputi salinitas (22%), kecepatan arus (0,071 m/s), kedalaman perairan (1–1,2 m), dan suhu permukaan (28oC) yang pada bulan Juli–Agustus memiliki kondisi yang sesuai dengan lingkungan hidup juku’ lompa. Perspektif ekologis dalam tradisi Anjala Ombong tampak pada interaksi manusia dengan lingkungannya yaitu larangan menangkap ikan, penangkapan juku’ lompa beramai–ramai, pemasangan uhara, adanya pelanggaran terhadap larangan–larangan dalam tradisi, dan pembatasan waktu penangkapan ikan. Perspektif kompleks–wilayah dalam tradisi Anjala Ombong tampak pada adanya areal differentiation yang menciptakan interaksi antara wilayah yang satu dengan wilayah lainnya yaitu migrasi juku’ lompa dari Pantai Komba menuju Muara Sungai Sangkulu–kulu dan adanya perubahan waktu pelaksanaan tradisi karena adanya faktor dari luar.
Analisis Evaluasi Kesesuaian Lahan Ekowisata Blok Mangrove Bedul Kabupaten Banyuwangi Bigharta Bekti Susetyo; Sudarno Herlambang; I Komang Astina
Jurnal Pendidikan Geografi: Kajian, Teori, dan Praktek dalam Bidang Pendidikan dan Ilmu Geografi Vol 20, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.261 KB) | DOI: 10.17977/jpg.v20i2.289

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan kesesuaian lahan Ekowisata Mangrove Bedul di stasiun penelitian A, B dan C serta kesesuaian lahan ekowisata dengan penggunaan lahan di Ekowisata Mangrove Bedul. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif dengan metode survei lapangan. Penentuan titik stasiun penelitian menggunakan metode purposive dengan metode plot dan transek garis. Analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dengan scoring. Hasilnya penelitian ini menunjukkan (1) Stasiun penelitian A, B dan C memiliki kesesuaian lahane kowisata yang berbeda. Stasiun A memiliki nilai 17 (sangat sesuai), stasiun B memiliki nilai 20 (sangat sesuai) dan stasiun C memiliki nilai 16 (Cukup sesuai). (2) Penggunaan lahan di Ekowisata mangrove Bedul didominasi oleh tipe mangrove sungai dan muara yaitu jenis Avecennia, Lumnitcera, Brugruiera, Ceriops dan Sonneratia. DOI: http://dx.doi.org/10.17977/um017v20i22015p020 
Pemanfaatan Sistem Informasi Geografi untuk Pemodelan Spasial Pengembangan Wisata Pantai di Kabupaten Tulungagung Purwanto Purwanto; I Komang Astina; Yusuf Suharto
Jurnal Pendidikan Geografi: Kajian, Teori, dan Praktek dalam Bidang Pendidikan dan Ilmu Geografi Vol 20, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (682.772 KB) | DOI: 10.17977/jpg.v20i1.281

Abstract

Abstrak: Tujuan dalam dalam penelitian ini yaitu mengkaji kesesuaian lahan untuk wisata pantai dan menentukan prioritas pengembangan pantai di Kabupaten Tuluangung. Penelitian ini merupakan penelitian survey dengan menggunakan analisis Sistem Informasi Geografi yaitu pemodelan spasial dengan cara skoring. Analisis dilakukan dalam dua tahap yaitu tahap I untuk mencari pantai yang sesuai untuk wisata, dan tahap II untuk mencari pantai yang paling prioritas untuk dikembangkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 10 pantai di Kabupaten Tulungagung sebanyak 8 (delapan) pantai memiliki tingkat kesesuain S1 yaitu sesuai dan 2 pantai S2 (sesuai dengan faktor pembatas). Dari pantai yang sesuai tersebut dianalisis lebih lanjut untuk mempeoleh pantai yang paling prioritas untuk dikembangkan. Hasil analisis tahap II pantai yang paling Prioritas untuk dikembangkan yaitu pantai Bayem, Klatak, dan Gerangan. Ketiga pantai tersebut memiliki skor 290, 275, dan 260. Skor yang tinggi menunjukkan bahwa pantai tersebut memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan menjadi tempat wisata. Sedangkan pada Prioritas II yaitu pantai Sidem, dan Prioritas III pantai Brumbun, Nglarap, Sine, dan Gemah.Kata Kunci: SIG, Pemodelan Spasial, Pengembangan.DOI: http://dx.doi.org/10.17977/um017v20i12015p012
Co-Authors -, Fatimatuzahroh A. Fatchan Ach Fatchan Ach Fatchan, Ach Ach. Fatchan Ach. Fatchan Ach. Fatchan Achmad Fatchan Afrian, Ramdan Ahmad Dzaki As Sajjad Ahmad Syamsu Rijal Aimmaul Allifah, Aimmaul Akmal Fahmi Al Musafiri, M. Rizqon Andri Estining Sejati Andrinata Andrinata Anisah Anisah Anita Eka Putri, Anita Eka Ardyanto Tanjung Arifuddin Abd Muis Aris Yulianto Ariyandi Ajuwan Arjita, Rendra Astuti, Alfiani Dwi Bangsa, Bryan Kusuma Baslum, Muhammad Bilal Bayu Wijayanto Bigharta Bekti Susetyo Binti Omar, Shida Irwana Budi Handoyo Budijanto Budijanto, B Bunga Dwi Immaniar Dcky Arinta Devi Ratih Retnowati DEWI RAHMAWATI DEWI RAHMAWATI Diah Wijayanti Dicky Arinta Didik Taryana Dwiyono Hari Utomo Eka Andriani Eka Anita Putri Elisecarmel, Sionivena Meyske Erman Syarif Ezheqiel, Ellyzha Maia Fahrudi Ahwan Ikhsan Fathul Bari Fatiya Rosyida, Fatiya Fauzi Ramadhoan A'Rachman Febriana Adi Saputro Hadi Soekamto Hendra Hendra Hendra Hendra I Wayan Resen Ibrahim Ibrahim idin, Juna idin, Juna Ifan Deffinika Inda Purnama Ismawan, Khabib Johanis Paulin Buranda Karmila, Resti Khoirunnisa Hindiyati Kristina Kasi Kurniawan, Muchammad Akbar Kurniawati, Risa Amalia Lintang Prawindia Lintang Prawindia Lutviani Silvia Fitri Maria Yosi Felicia Mariana, Irma Masri Ridwan, Masri Masruroh, Heni Maulidiah, Linda Mega Rizka Cendikia Moh. Idzham Furqoni Moh. Syafiudin Muhammad Al dilwan Muhammad Aliman, Muhammad Muhammad Rifai Nailul Insani Najib, Muh. Fatkhul Nakul, Sukma Fira Natasya Shaherani Nevy Farista Aristin NI WAYAN SUASTINI Nikmatussolihah, Nikmatussolihah Noviani Nurkolis Nur Isroatul Khusna Nuryadin, Muhammad Taufan Puri Nofianti Purnamasari, Wulan Safriani Purwanto Purwanto Putri Tipa Anasi R. Muhammad Amin Sunarhadi Rachman Evendy Ramadhani Lausi Mkumbachi Risa Amalia Kurniawati Rissa Permata Sari Safira, Ilda Sahrina, Alfi Saiful Amin Salim, Valdesta Rashendy Sari Dewi Sari, Nur Mala Sarifah Nur Isra Jairina, Sarifah Nur Isra Setyasih, Iya Shaherani, Natasya Sihasale, Daniel Anthoni Silvia Marni Singgih Susilo Siti Aisyah Soelistijo, Djoko Sudarno Herlambang Sugeng Utaya Sumarmi Sunarhadi, M. Amin Syafril Syafril Syamsul Bachri Syamsul Bachri Syamsuriadi Syamsuriadi Tahirah, Inas Tifani Yuniar Priyandari Tuti Mutia Wahyu Islamul Hayati Wahyu Wardani Waode Yunia Silviariza Wildan Satya Anendra Yusuf Suharto Yuswanti Ariani Wirahayu