Claim Missing Document
Check
Articles

STUDI KELAYAKAN ISI BUKU TEKS PELAJARAN GEOGRAFI KELAS XI SMA PADA MATERI FLORA DAN FAUNA Syafril Syafril; Sugeng Utaya; I. Komang Astina; Budi Handoyo
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Vol 11, No 3 (2020): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/paedagoria.v11i3.2643

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripisikan kelayakan isi buku teks mata pelajaran geografi Kelas XI SMA/MA pada Materi Flora dan Fauna. Berdasarkan  survey  lapangan  diketahui salah satu buku yang banyak digunakan adalah  Buku geografi yang disusun oleh K. Wardiyatmoko penerbit Erlangga tahun 2013. Teknik pengolahan data dalam penelitian ini menggunakan analisis format instrumen penilaian buku teks pelajaran Geografi SMA/MA yang ditetapkan oleh BSNP (2013). Dalam instrumen tersebut, peneliti menghitung nilai tiap butir instrumen menggunakan teknik rating scale yang kemudian dijumlahkan untuk melihat nilai keseluruhan butir. Berdasarkan hasil penelitian, bahwa buku yang dianalisis termasuk dalam kriteria layak dengan perolehan nilai 7 atau 58,33% pada sub aspek cakupan materi, skor 33,33% atau tidak layak pada sub aspek akurasi materi, skor 37,5% atau cukup layak pada sub aspek kemutakhiran, skor 37,5% atau cukup layak pada sub aspek kandungan wawasan nilai spiritual, sosial, kinestetis, dan produktifitas, serta skor 75% atau layak pada sub aspek mengembangkan wawasan kebhinekaan dan memperkokoh NKRI. Secara keseluruhan, skor rata—rata yakni 48,5% atau cukup layak. Jadi, Buku Teks Geografi untuk Kelas XI SMA  dan  MA  yang  disusun  oleh  K. Wardiyatmoko  penerbit Erlangga tahun 2013 cukup layak dan harus direvisi untuk digunakan sebagai sumber belajar dalam pembelajaran geografi di SMA/MA  kelas  XI.Abstract:  This study aims to describe the appropriateness of the contents of textbooks in geography subjects in Class XI SMA / MA on Flora and Fauna Materials. Based on the field survey, it is known that one of the most widely used books is the Geography Book compiled by K. Wardiyatmoko, the publisher of Erlangga in 2013. The data processing technique in this study uses the analysis of the instrument format for assessing textbooks for SMA / MA Geography textbooks determined by BSNP (2013). In the instrument, the researcher calculates the value of each item of the instrument using a rating scale technique which is then summed to see the value of the whole item. Based on the results of the study, that the books analyzed are included in the criteria of feasible with the acquisition of a value of 7 or 58.33% in the sub-aspects of material coverage, a score of 33.33% or not feasible in the sub-aspects of material accuracy, a score of 37.5% or quite feasible on the latest sub-aspects, a score of 37.5% or quite feasible in the sub-aspects of the content of spiritual, social, kinesthetic, and productivity values, and a score of 75% or feasible in the sub-aspects of developing insight into diversity and strengthening the Unitary Republic of Indonesia. Overall, the average score is 48.5% or reasonably good. So, the Geography Textbook for Class XI of SMA and MA compiled by K Wardiyatmoko, the publisher of Erlangga in 2013, is quite feasible and must be revised to be used as a learning resource in learning geography in SMA / MA grade XI
Makna Berpikir Spasial Masyarakat Minangkabau Dalam Logo Pemerintahan Daerah di Sumatera Barat Muhammad Aliman; Silvia Marni; Budijanto Budijanto; Sumarmi Sumarmi; I Komang Astina
JURNAL GEOGRAFI Vol 11, No 2 (2019): JURNAL GEOGRAFI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jg.v11i2.13049

Abstract

Tujuan penelitian ini memberikan deskripsi tentang makna yang terkandung dari tanda dan simbol pada logo pemerintahan daerah di Propinsi Sumatera Barat. Metode deskriptif  kualitatif digunakan untuk mengkaji tema pada artikel ini dengan pendekatan semiotik. Pendekatan semiotik yang digunakan adalah analisis denotasi dan konotasi. Logo pemerintahan daerah yang dijadikan subjek penelitian mewakili daerah kepulauan, daerah pesisir, daerah dataran rendah dan daerah dataran tinggi. Unsur spasial untuk menganalisis makna logo menggunakan unsur spasial menurut Sharpe dan Huynh. Hasil penelitian menjelaskan makna yang terkandung pada logo pemerintahan daerah berasal dari kearifan lokal masyarakat setempat yang mewakili berbagai elemen fisik maupun non fisik. Salah satu makna yang terkandung adalah elemen fisik berupa unsur spasial. Hal ini menjelaskan bahwa pemikiran masyarakat Minangkabau sejak dahulu berasal dari unsur-unsur spasial dalam kehidupannya. Makna pada logo pemerintahan daerah perlu diungkapkan secara terbuka agar masyarakat dan pegawai pemerintahan dapat mengetahui dan memahami serta memaknainya sebagai kekayaan kearifan lokal yang harus dijaga, diamalkan dan dilestarikan.The purpose of this research is to provide a description of the meaning contained in signs and symbols on the logo of regional government in West Sumatra Province. Qualitative descriptive method is used to examine the theme in this article with a semiotic approach. The semiotic approach used is the analysis of denotations and connotations. The logo of the regional government that was used as the research subject represented islands, coastal areas, lowland areas and highland areas. Spatial elements to analyze the meaning of logos using spatial elements according to Sharpe and Huynh. The results of the study explain the meaning contained in the logo of regional government derived from the local wisdom of the local community which represents various physical and non-physical elements. One of the meanings contained is a physical element in the form of spatial elements. This explains that the thinking of the Minangkabau community has long been derived from spatial elements in his life. The meaning of the logo of regional government needs to be disclosed openly so that the public and government employees can know and understand and interpret it as a wealth of local wisdom that must be maintained, practiced and preserved.
Effects of service-learning with one movement for a nature program on senior high school students pro-environmental behaviors Fathul Bari; Sumarmi Sumarmi; I Komang Astina
Jurnal Pendidikan Geografi: Kajian, Teori, dan Praktek dalam Bidang Pendidikan dan Ilmu Geografi Vol 27, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um017v27i22022p175-187

Abstract

This study aims to determine the effect of the service-learning model using one movement for nature activities on students' pro-environmental attitudes. The design used in this study was quasi-experimental. This research was carried out at State Senior High School 1 Tanjung Bumi Madura in class XI IPS 2 as a control class and XI IPS 3 as an experimental class. Data analysis was performed using the SPSS 24.0 application. The results of the normality test suggested that the data were not normally distributed, therefore, the calculation was carried out using the Wilcoxon Signed-Rank test. Based on the results of the Wilcox-on signed-rank test, the Z value was -4.365 and the asymp sig value. (2-tailed) 0.000 was smaller than the five percent alpha level (0.05), signifying that H0 was rejected while H1 was accepted. Therefore, the service-learning model using one movement for nature activities carries effects on students' pro-environmental behavior.
Pengembangan Modul Pembelajaran untuk Kemampuan Berpikir Spasial R. Muhammad Amin Sunarhadi; Sugeng Utaya; I Komang Astina; B Budijanto
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 8th University Research Colloquium 2018: Bidang Pendidikan, Humaniora dan Agama
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (472.35 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah melakukan pengembangan modul pembelajaran kemampuan berpikir spasial. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan penelitian dan pengembangan (research and development) untuk mengisi ketiadaan modul kemampuan berpikir spasial yang penting bagi mahasiswa bidang ilmu kebumian pada umumnya dan geografi pada khususnya. Analisis data kualitatif dilakukan terhadap hasil observasi, wawancara, dan dokumen. Analisis kuantitatif menggunakan uji deskriptif statitsitik dan uji beda. Hasil penelitian menunjukkan hasil review tenaga ahli terhadap modul yang dikembangkan dinilai dengan skor 3,33 atau dikategorikan layak. Hasil uji terbatas menghasilkan penilaian dari mahasiswa adalah 3,69 atau layak digunakan. Efektivitas modul kemampuan berpikir spasial diuji dengan quasi eksperimen modul kemampuan berpikir spasial bersama perangkat pembelajaran lainnya. Hasil uji Mann Whitney U menunjukkan nilai p value < batas kritis 0,05 sehingga penerapan modul yang dikembangkan memberikan perbedaan nyata pada hasil kemampuan berpikir spasial mahasiswa.
Pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) berbantuan media animasi terhadap kemampuan memecahkan masalah Geografi siswa Khoirunnisa Hindiyati; Yuswanti Ariani Wirahayu; I Komang Astina; Hadi Soekamto
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S) Vol. 2 No. 12 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Learning Geography is contextual and focuses on problems related to the life of the environment around students. So, we need a learning model that can integrate student knowledge with problems that exist in the surrounding environment. The PBL learning model has the advantage of encouraging students to develop their knowledge in solving a problem individually. In addition, applying the model requires media to make learning more meaningful and effective. The purpose of this study was to determine the effect of PBL learning model assisted by animation media on the problem solving ability of geography students at SMA Negeri 8 Malang. The subjects of this study were students of class X. Class X IPS 2 was chosen as the experimental class while class X IPS 1 was the control class. The results showed that there was an effect of PBL model assisted by animation media on students' problem solving ability. The calculation of the t-test of 0.001 which is less than 0.05 and the average experimental class has a value of 84 while the control class with an average value of 77. So it can be said that the treatment of the PBL model assisted by animation media affects the problem solving ability of class X students. Social Studies at SMA Negeri 8 Malang. Pembelajaran Geografi bersifat kontekstual serta berorientasi terhadap permasalahan yang berkaitan dengan kehidupan lingkungan sekitar siswa. Maka, diperlukan sebuah model pembelajaran yang dapat mengintegrasikan pengetahuan siswa dengan masalah yang ada di lingkungan sekitar. Model pembelajaran PBL memiliki keunggulan yaitu mendorong siswa untuk mengembangkan pengetahuan yang dimiliki dalam memecahkan suatu masalah secara individu Selain itu, dalam menerapkan model tersebut diperlukan media agar pembelajaran lebih bermakna dan efektif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran PBL berbantuan media animasi terhadap kemampuan memecahkan masalah geografi siswa di SMA Negeri 8 Malang. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X. Kelas X IPS 2 dipilih sebagai kelas ekeprimen sedangkan kelas X IPS 1 sebagai kelas kontrol. Hasil mengenai penelitian menunjukkan terdapat pengaruh model PBL berbantuan media animasi terhadap kemampuan memecahkan masalah siswa. Perhitungan dari uji-t memiliki nilai 0,001 yaitu kurang dari 0,05 serta rata-rata kelas eksperimen memiliki nilai 84 sedangkan kelas kontrol dengan nilai rata-rata 77. Sehingga dapat disimpulkan bahwa setelah diberikan perlakuan model PBL berbantuan media animasi berpengaruh terhadap kemampuan memecahkan masalah geografi siswa.
Spatial and Ecological Approach on Marble Mining Land in Tulungagung Regency-Indonesia: Is it Suitable as an Assessment of Disaster Mitigation Efforts? Nur Isroatul Khusna; Sumarmi Sumarmi; Syamsul Bachri; I Komang Astina; Nevy Farista Aristin
Indonesian Journal of Geography Vol 55, No 1 (2023): Indonesian Journal of Geography
Publisher : Faculty of Geography, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ijg.72627

Abstract

Indonesia has a karst region abundant in high-quality marble mining products but is also prone to disasters. Over the years, this area has experienced numerous natural disasters, thereby leading to the need for a land suitability assessment. This is a descriptive qualitative and quantitative research with data collected from field observations, laboratory tests, interviews, and documents. Four places in the center and adjacent areas of marble producers were selected for the research sample. The data collected were analyzed using the spatial and ecological approach, fishbone, tabulation, percentage, and SWOT analysis. The result showed that numerous land mismatches contribute to the occurrence of natural catastrophes, such as improper vegetation kinds, population settlement patterns, excessive exploitation, and unfriendly human activities. This study recommends a variety of measures to improve the mining area.
Potensi Dan Pengembangan Mahakam Riverside Market Melalui Community-Based Tourism Lutviani Silvia Fitri; I Komang Astina; Akmal Fahmi
JURNAL DESTINASI PARIWISATA Vol 10 No 1 (2022): VOL 10, NO 1 (2022): (JANUARY - JUNE) JURNAL DESTINASI PARIWISATA
Publisher : Program Studi Sarjana Pariwisata, Fakultas Pariwisata, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JDEPAR.2022.v10.i01.p05

Abstract

The existence of Mahakam Riverside Market (MARIMAR) as a forum that aims to improve theeconomy in Samarinda City becomes a very interesting object and has the potential to become a newtourist attraction in Samarinda City. MARIMAR has had both positive and negative impacts on society.The resulting positive impacts include increasing the economy and public welfare. However, on theother hand, the opening of tourism like this certainly has a negative impact such as environmentaldamage, air pollution and a decrease in water and environmental quality. This study aims to analyzethe Mahakam Riverside Market (MARIMAR) development strategy through community-based tourism(CBT). This research is a qualitative descriptive research with a naturalistic research design. The dataanalysis used is Tourism Component Analysis 4A and SWOT Analysis. The results of the analysis showthat Mahakam Riverside Market (MARIMAR) has strong potential to be developed into a tourist areathrough local community empowerment (CBT). Empowerment of local communities can be done in 3stages, namely enabling (capacity building), empowering, and protecting (maintaining).Keyword: Mahakam Riverside Market; community-based tourism; Mahakam River; Samarinda
Studi komparasi Model Guided Discovery learning dan Problem Based Learning terhadap kemampuan berpikir analitis siswa pada mata pelajaran Geografi Rissa Permata Sari; Fatiya Rosyida; Hadi Soekamto; I Komang Astina; Eka Anita Putri
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 3 No. 5 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um063v3i5p484-495

Abstract

This study aims to determine differences in students' analytical thinking abilities using the Guided Discovery Learning model and the Problem Based Learning Model in Geography subject in high school. The ability to think analytically is important for students in learning geography because it is needed to analyze the spatial relations of a phenomenon. Discovery activities in this study made students gain new knowledge. The research is in the form of a quasi-experiment in the form of a posttest only control group design. This research was conducted at SMAN 4 Malang with a sample of X IPS 3 (experiment 1) and X IPS 4 (experiment 2) in the odd semester of 2022/2023. Measurement of analytical thinking ability through a description test according to indicators of analytical thinking ability. The data analysis technique used the t-test, previously the prerequisite tests were carried out, namely the normality and homogeneity tests. The results showed that there were differences in students' analytical thinking skills using the Guided Discovery Learning model and the Problem Based Learning model, this was indicated by the Sig. hypothesis test of 0.001 <0.05. The Guided Discovery Learning model is better than the Problem Based Learning Model for students' analytical thinking skills. This is evidenced by the average posttest score of experimental class 1 which received the learning treatment with the Guided Discovery Learning Model of 80.58. While the experimental class 2 which received the learning treatment with the Problem Based Learning Model obtained an average score of 72.71. Several factors influenced the average value of analytical thinking skills in experimental class 1 to be higher than in experimental class 2, namely the success of students in solving geographic problems through group investigations in the Guided Discovery Learning model and the aid of the learning media used, namely Sparkol Videoscribe. The application of the Guided Discovery Learning model and the Problem Based Learning Model requires a long time. Therefore, proper preparation and time management is required before implementation. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemampuan berpikir analitis siswa dengan menggunakan model Guided Discovery Learning dan Model Problem Based Learning pada mata pelajaran Geografi di SMA. Kemampuan berpikir analitis penting dimiliki siswa dalam pembelajaran geografi karena dibutuhkan untuk menganalisis relasi keruangan dari suatu fenomena. Kegiatan penemuan dalam penelitian ini membuat siswa mendapatkan pengetahuan baru. Penelitian berupa quasi experiment bentuk posttest only control group design. Penelitian ini dilaksanakan di SMAN 4 Malang dengan sampel X IPS 3 (eksperimen 1) dan X IPS 4 (eksperimen 2) pada semester ganjil 2022/2023. Pengukuran kemampuan berpikir analitis melalui tes uraian sesuai dengan indikator kemampuan berpikir analitis. Teknik analisis data menggunakan uji-t, sebelumnya dilakukan uji prasyarat yaitu uji normalitas dan homogenitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kemampuan berpikir analitis siswa dengan menggunakan model Guided Discovery Learning dan Model Problem Based Learning, hal ini ditunjukan dengan nilai Sig. uji hipotesis sebesar 0,001< 0,05. Model Guided Discovery Learning lebih baik dibandingkan Model Problem Based Learning terhadap kemampuan berpikir analitis siswa. Hal ini dibuktikan dengan rata-rata nilai posttest kelas eksperimen 1 yang mendapat perlakuan pembelajaran dengan Model Guided Discovery Learning sebesar 80,58. Sedangkan kelas eksperimen 2 yang mendapatkan perlakuan pembelajaran dengan Model Problem Based Learning memperoleh rata-rata nilai sebesar 72,71. Beberapa faktor yang mempengaruhi rata-rata nilai kemampuan berpikir analitis kelas eksperimen 1 lebih tinggi daripada kelas eksperimen 2 adalah keberhasilan siswa dalam memecahkan permasalahan geografi melalui penyelidikan kelompok pada model Guided Discovery Learning dan bantuan media pembelajaran yang diterapkan yaitu Sparkol Videoscribe. Penerapan model Guided Discovery Learning dan Model Problem Based Learning memerlukan waktu yang lama. Maka dari itu diperlukan persiapan dan pengelolaan waktu yang baik sebelum diimplementasikan.
Pengaruh tingkat pendidikan, beban tanggungan keluarga dan status pernikahan terhadap keputusan lansia masih bekerja pada sektor informal (studi wisata makam Bung Karno Kota Blitar) Febriana Adi Saputro; I Komang Astina; Nailul Insani; Fauzi Ramadhoan A'Rachman
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 3 No. 5 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um063v3i5p496-504

Abstract

Expanding life anticipation has an affect on changes within the age structure of the populace, this condition results in an increment within the number of elderly individuals and the reliance proportion. The reason of this think about is to clarify: the impact of instruction level, family burden and conjugal status on the decision of the elderly to still work within the casual segment at Bung Karno's tomb visit, Blitar City. The investigate area is found in Bendogerit Town, Sananwetan Locale, Blitar City. This sort of investigate utilized a quantitative expressive inquire about strategy. The test utilized to conduct the inquire about comprised of 81 casual laborers comprising of 54 dealers, 17 pedicabs, and 10 others. Assurance of the respondent test was carried out by purposive examining strategy which is portion of non-probability inspecting. Information preparing is done with insights utilizing Chi Square. The comes about of the ponder based on factual tests found that the level of instruction and family burden had a sig. rise to to 0.00 both factors impact the choice of the elderly to still work, whereas the variable of conjugal status within the elderly encompasses a sig esteem. 0.09 that does not influence the choice of the elderly to work within the casual division at Bung Karno's tomb visit, Blitar City. Meningkatnya angka harapan hidup berdampak pada perubahan struktur usia penduduk, kondisi tersebut berakibat pada bertambahnya jumlah penduduk lansia dan rasio ketergantungan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan: pengaruh tingkat pendidikan, beban tanggungan keluarga dan status pernikahan terhadap keputusan lansia masih bekerja pada sektor informal di wisata makam Bung karno Kota Blitar. Lokasi penelitian terletak di Kelurahan Bendogerit, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar. Jenis penelitian yang dipakai menggunakan metode penelitian deskriptif kuantitatif. Sampel yang digunakan untuk melakukan penelitian terdiri dari 81 pekerja informal yang terdiri dari 54 responden pedagang, 17 responden becak wisata dan lain-lain sebanyak 10 responden. Penentuan sampel responden dilakukan dengan metode Purposive sampling yang merupakan bagian dari nonprobability sampling. Pengolahan data dilakukan dengan statistik menggunakan Chi Square. Hasil penelitian yang didasarkan uji statistik menemukan bahwa tingkat pendidikan dan beban tanggungan keluarga memiliki nilai sig sebesar 0.00 kedua variabel berpengaruh terhadap keputusan lansia masih bekerja, sedangkan variabel status pernikahan pada lansia memiliki nilai sig sebesar 0.09 bahwa tidak berpengaruh terhadap keputusan lansia bekerja pada sektor informal di wisata makam Bung Karno Kota Blitar.
Analisis Kelayakan Potensi Objek Daya Tarik Wisata Alam di Gunung Baung Desa Cowek Moh. Idzham Furqoni; I Komang Astina; Nailul Insani
Media Komunikasi Geografi Vol. 24 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkg.v24i1.58611

Abstract

TWA Gunung Baung memiliki berbagai potensi kawasan yaitu air terjun coban baung sebagai daya tarik utama, dan keberagaman hayati sebagai daya tarik tambahan. Dibandingkan dengan peringkat keefektifan kawasan konservasi lainnya, peringkat manajemen TWA Gunung Baung tergolong rendah sebab fasilitas informasi yang tidak lengkap mengenai potensinya. Tujuan penelitian yaitu menentukan skala prioritas melalui tingkat kelayakan pengembangan TWA Gunung Baung menggunakan kaidah yang dibuat berdasarkan aturan analisis daerah operasi objek daya tarik wisata alam (ADO-ODTWA). Jenis penelitian merupakan kuantitatif dan memanfaatkan metode survei, dengan analisis menggunakan skoring pada kriteria dalam kaidah ADO-ODTWA. Data primer didapat melalui observasi lapangan, wawancara mendalam, dan kuesioner. Data sekunder menggunakan kajian literatur, artikel jurnal, buku, data geospasial. Hasil temuan menunjukkan bahwa TWA Gunung Baung memiliki tingkat kelayakan tinggi dan layak untuk dikembangkan sebagai wisata edukasi. Kriteria yang mendapatkan klasifikasi tinggi terdapat pada kriteria kemudahan menuju lokasi, ketersediaan akomodasi, pangsa pasar, daya tarik kawasan, kondisi sekitar kawasan dan tersedianya air bersih di kawasan, sementara klasifikasi sedang pada kriteria sarana dan prasarana penunjang yang masih kurang dan perlu perbaikan, pemasaran yang masih terbatas, dan pengelolaan serta pelayanan. Pengelolaan dan pengembangan TWA Gunung Baung dapat dilakukan dengan memperhatikan pengelolaan berdasarkan daya tarik potensi kegiatan wisata serta pengelolaan berdasarkan infrastruktur yang dibutuhkan.
Co-Authors -, Fatimatuzahroh A. Fatchan Ach Fatchan Ach Fatchan, Ach Ach. Fatchan Ach. Fatchan Ach. Fatchan Achmad Fatchan Afrian, Ramdan Ahmad Dzaki As Sajjad Ahmad Syamsu Rijal Aimmaul Allifah, Aimmaul Akmal Fahmi Al Musafiri, M. Rizqon Andri Estining Sejati Andrinata Andrinata Anisah Anisah Anita Eka Putri, Anita Eka Ardyanto Tanjung Arifuddin Abd Muis Aris Yulianto Ariyandi Ajuwan Arjita, Rendra Astuti, Alfiani Dwi Bangsa, Bryan Kusuma Baslum, Muhammad Bilal Bayu Wijayanto Bigharta Bekti Susetyo Binti Omar, Shida Irwana Budi Handoyo Budijanto Budijanto, B Bunga Dwi Immaniar Dcky Arinta Devi Ratih Retnowati DEWI RAHMAWATI DEWI RAHMAWATI Diah Wijayanti Dicky Arinta Didik Taryana Dwiyono Hari Utomo Eka Andriani Eka Anita Putri Elisecarmel, Sionivena Meyske Erman Syarif Ezheqiel, Ellyzha Maia Fahrudi Ahwan Ikhsan Fathul Bari Fatiya Rosyida, Fatiya Fauzi Ramadhoan A'Rachman Febriana Adi Saputro Hadi Soekamto Hendra Hendra Hendra Hendra I Wayan Resen Ibrahim Ibrahim idin, Juna idin, Juna Ifan Deffinika Inda Purnama Ismawan, Khabib Johanis Paulin Buranda Karmila, Resti Khoirunnisa Hindiyati Kristina Kasi Kurniawan, Muchammad Akbar Kurniawati, Risa Amalia Lintang Prawindia Lintang Prawindia Lutviani Silvia Fitri Maria Yosi Felicia Mariana, Irma Masri Ridwan, Masri Masruroh, Heni Maulidiah, Linda Mega Rizka Cendikia Moh. Idzham Furqoni Moh. Syafiudin Muhammad Al dilwan Muhammad Aliman, Muhammad Muhammad Rifai Nailul Insani Najib, Muh. Fatkhul Nakul, Sukma Fira Natasya Shaherani Nevy Farista Aristin NI WAYAN SUASTINI Nikmatussolihah, Nikmatussolihah Noviani Nurkolis Nur Isroatul Khusna Nuryadin, Muhammad Taufan Puri Nofianti Purnamasari, Wulan Safriani Purwanto Purwanto Putri Tipa Anasi R. Muhammad Amin Sunarhadi Rachman Evendy Ramadhani Lausi Mkumbachi Risa Amalia Kurniawati Rissa Permata Sari Safira, Ilda Sahrina, Alfi Saiful Amin Salim, Valdesta Rashendy Sari Dewi Sari, Nur Mala Sarifah Nur Isra Jairina, Sarifah Nur Isra Setyasih, Iya Shaherani, Natasya Sihasale, Daniel Anthoni Silvia Marni Singgih Susilo Siti Aisyah Soelistijo, Djoko Sudarno Herlambang Sugeng Utaya Sumarmi Sunarhadi, M. Amin Syafril Syafril Syamsul Bachri Syamsul Bachri Syamsuriadi Syamsuriadi Tahirah, Inas Tifani Yuniar Priyandari Tuti Mutia Wahyu Islamul Hayati Wahyu Wardani Waode Yunia Silviariza Wildan Satya Anendra Yusuf Suharto Yuswanti Ariani Wirahayu