Claim Missing Document
Check
Articles

Peran Pemerintah Daerah Dalam Upaya Penanganan Anak Putus Sekolah di Desa Rappolemba Kecamatan Tompobulu Kabupaten Gowa Mustari Mustari; Andi Kasmawati; Riswan Riswan
Jurnal Tomalebbi Volume 9 Nomor 3 September 2022
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Study this aim for knowing (1) Effort government area in handle broken child school in village Rappolemba Subdistrict tompobulu district Gowa ; (2) Factor Reason child break school in village Rappolemba Subdistrict tompobulu Regency Gowa, (3 ) Parental involvement in overcome child break school in village Rappolemba Subdistrict tompobulu Regency Gowa . Study this is study descriptive qualitative. Types and sources of data used in study this that is primary data sources and secondary data sources. Data collection techniques include : observation, interviews and documentation. Data obtained from results study processed with use data analysis descriptive qualitative. From result study this show that : (1 ) Efforts made government area in resolve broken child school among others: Program assistance and giving help to poor people , namely Family Hope Program Assistance (PKH), Assistance Direct Cash (BLT), and the Smart Indonesia Program (PIP), policies in the education sector , namely Regional Regulation No. 08 of 2013 concerning Free Education and Regional Regulation No. 09 of 2013 concerning Required 12 years of study, and socialization to community done with two events namely by one village at once and come existing hamlets. (2) Factor reason child break school among other factors lack of interest school, laziness, marriage early, Background Parental education and family economic factors. (3) Parental Involvement Parental involvement in overcoming school dropouts is to provide encouragement, motivation, pay attention to their children's associations and accompany children to study at home. But this role is only carried out by parents because parents think more about the economy than their children's education. Keywords : Local Government and Disconnected Children SchoolAbstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Faktor Penyebab anak putus sekolah di Desa Rappolemba Kecamatan Tompobulu Kabupaten Gowa Upaya pemerintah daerah dalam menangani anak yang putus sekolah di Desa Rappolemba Kecamatan Tompobulu Kabupataten Gowa; (2) Peran pemerintah daerah dalam menangani anak yang putus sekolah di Desa Rappolemba Kecamatan Tompobulu Kabupataten Gowa;, (3) Keterlibatan orang tua dalam mengatasasi anak putus sekolah di Desa Rappolemba Kecamatan Tompobulu Kabupaten Gowa. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Jenis dan sumber data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder. Teknik pengumpulan data meliputi: observasi, wawancara dan dokumentasi. Data yang diperoleh dari hasil penelitian diolah dengan menggunakan analisis data secara deskriptif kualitatif. Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Upaya yang dilakukan pemerintah daerah dalam mengatasi anak yang putus sekolah antara lain : Program bantuan dan pemberian bantuan kepada masyarakat miskin yaitu Bantuan Program keluarga Harapan (PKH), Bantuan Langsung Tunai (BLT), dan Program Indonesia Pintar (PIP), kebijakan di bidang Pendidikan yaitu Peraturan Daerah No 08 Tahun 2013 tentang Pendidikan Gratis dan perda No 09 tahun 2013 Tentang Wajib Belajar 12 tahun, dan sosialisasi kepada masyarakat yang dilakukan dengan du acara yaitu secara satu desa sekaligus dan mendatangi dusun-dusun yang ada. (2) Faktor penyebab anak putus sekolah antara lain Faktor kurangnya minat bersekolah, Kemalasan,  pernikahan dini, Latar belakang Pendidikan orang tua dan Faktor Ekonomi keluarga. (3) Keterlibatan Orang Tua Keterlibatan orang tua dalam mengatasi anak putus sekolah adalah memberikan memberikan dorongan, motivasi, memperhatikan pergaulan anaknya dan menemani anak dalam belajar di rumah. Tetapi peran tersebut hanya dilakukan oleh sebagai orang tua karena orang tua lebih memikirkan ekonomi daripada Pendidikan anaknya. Kata Kunci : Pemerintah Daerah dan Anak Putus Sekolah
IMPLEMENTASI PENCEGAHAN PERKAWINAN PADA ANAK USIA DINI BERDASARKAN PERATURAN DAERAH PROVINSI SULAWESI BARAT NOMOR 1 TAHUN 2020 DI KECAMATAN CAMPALAGIAN KABUPATEN POLEWALI MANDAR Hasnawi Haris; Andi Kasmawati; Muhammad Ihsan
Jurnal Tomalebbi Volume 9, Nomor 4 (Desember 2022)
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract:  This Study aims to determine (1) Efforts to prevent early childhool marriage based on the Regional Regilation of West Sulawesi Province Number 1 of 2020 in Campalagian District. (2) Obstacles faced in preventing early childhool marriages in Campalagian Distrcit. This Research method uses empirical legal research or sociological law with a qualitative approah. The data analysis technique used is descriptive qualitative by systematically compiling the results of library research and field research results, then describing and drawing conclusions. The results of this study concluced that (2) Effort to prevent early childhood marriage in Campalagian District were carried our eith various efforts, namely conducting marriage guidance in schools in Campalagian District, providing advice to the community at weddings, conducting socialization through social media, providing education to the community. Childern in the form of character education, religious education as well as reproductive health education and sex introduction, providing enlightenment to people who do not know about early marriage. (2) The obstacles facede in preventing early childhood marriage in the Campalagian District consist of limited resources in supporting the socialization of prevention of early childhool marriage, both human resources and financial resources, inadequate facilities and infrastukture of supporting facilities, the existence of a matchmaking culture in the community and a lack of awareness from the community.Keyword: Prevention, Socialization and Early Childhood MarriageAbstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Upaya pencegahan perkawinan anak usia dini berdasarkan Peraturan Daerah Provinsi Sulawesi Barat Nomor 1 Tahun 2020 di Kecamatan Campalagian. (2) Kendala yang dihadapi dalam pencegahan perkawinan anak usia dini di Kecamatan Campalagian. Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian hukum empiris atau hukum sosiologis dengan pendekalatan kualitatif. Adapun teknik analisis data yang digunakan deskriptif kualitatif dengan menyusun hasil penelitian kepustakaan dan hasil penelitian di lapangan secara sistematis, kemudian dideskripsikan dan ditarik kesimpulan. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa (1) Upaya pencegahan perkawinan anak usia dini di Kecamatan Campalagian dilakukan dengan berbagai upaya yakni melakukan bimbingan perkawinan di sekolah-sekolah di Kecamatan Campalagian, memberikan nasihat kepada masyarakat di acara perkawinan, melakukan sosialisasi melalui media sosial, memberikan pendidikan kepada anak berupa pendidikan karakter, pendidikan keagamaan serta pendidikan kesehatan reproduksi dan pengenalan seks, memberikan pencerahan kepada masyarakat yang kurang mengetahui tentang perkawinan dini. (2) Adapun kendala yang dihadapai dalam pencegahan perkawinan anak usia dini di Kecamatan Campalagian yaitu terdiri atas keterbatasan sumber daya dalam menunjang sosialisasi pencegahan perkawinan anak usia dini baik itu sumber daya manusia maupun sumber daya finansial, sarana dan prasarana atau fasilitas penunjang yang tidak memadai, adanya budaya perjodohan di dalam lingkungan masyarakat serta kurangnya kesadaran dari masyarakat.Kata Kunci: Pencegahan, Sosialisasi dan Perkawinan Anak Usia Dini
Peran Karang Taruna SMADAP Dalam Menyiapkan Pemimpin Berkarakter di Desa Pollewani Kecamatan Tutar Kabupaten Polewali Mandar Ismail Ismail; Andi Kasmawati; Mustari Mustari
Phinisi Integration Review Volume 5 Nomor 3 Tahun 2022
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pir.v5i3.38105

Abstract

This study aims to examine and describe the role of SMADAP Karang Karuna in preparing character leaders in Pollewani Village, Tutar Subdistrict, Polewali Mandar Regency, Implementation of SMADAP Youth Organization work programs in preparing character leaders in Polewani Village, Tutar District, Polewali Mandar Regency, Barriers to SMADAP Youth Organizations in preparing leaders. Characterized in Pollewani Village, Tutar District, Polewali Mandar Regency and Constructing SMADAP Youth Organizations in preparing character leaders in Pollewani Village, Tutar District, Polewali Mandar Regency. This type of research uses descriptive qualitative research by determining the number of informants consisting of 9 informants selected with the criteria of management informants and members of SMADAP youth organizations, local government, local BPD members, community leaders and youth leaders who live in Pollewani Village. Data collection techniques used are observation, interviews and documentation. The data analysis technique used by the researcher went through three stages, namely data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The data validation technique used is the addition of observations, increased persistence, triangulation, and member checks. The results showed that (1) the implementation of the SMADAP youth organization work program was still not running optimally because there was no work program in the field of human resource education and training that led to an increase in character values in preparing character leaders in Pollewani village, (2) Barriers This can be seen because the SMADAP youth organization's work program is unclear and does not have a program that leads to strengthening leadership character values. And external obstacles due to the lack of human resources for this SMADAP youth group have competencies related to leadership issues. (3) Constructing SMADAP youth groups in preparing leaders with character in the village of pollewani, namely collaborating with related parties with the local government and the community in the village of pollewani. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan mendeskripsikan peran karang karuna SMADAP dalam menyiapkan pemimpin berkarakter di desa pollewani kecamatan tutar kabupaten polewali mandar, Pelaksanaan program kerja karang taruna SMADAP dalam menyiapkan pemimpin berkarakter di desa pollewani kecamatan tutar kabupaten polewali mandar, Hambatan karang taruna SMADAP dalam menyiapkan pemimpin berkarakter di desa pollewani kecamatan tutar kabupaten polewali mandar dan Mengkonstruksi karang taruna SMADAP dalam menyiapkan pemimpin berkarakter di Desa Pollewani Kecamatan Tutar kabupaten polewali mandar. Jenis penelitian ini menggunankan penelitian deskriptif kualitatif dengan penentuan jumlah informan terdiri dari 9 informan yang dipilih dengan kriterian informan pengurus serta anggota karang taruna SMADAP, pemerintah setempat, anggota BPD setempat, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda yang tinggal di Desa Pollewani. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah obervasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan peneliti melalui tiga tahapan kerja yakni reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Teknik pengabsahan data yang digunakan yakni perpanjangan pengamatan, meningkatkan ketekunan, triangulasi dan member check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Pelaksanaan program kerja karang taruna SMADAP masih kurang berjalan secara optimal disebabkan karena belum ada program kerja dibidang pendidikan dan pelatihan sumber daya manusia yang mengarah kepada penguatan nilai-nilai karakter dalam menyiapkan pemimpin berkarakter di desa Pollewani, (2) Hambatan utama ataupun internal karang taruna SMADAP dalam menyiapkan pemimpin berkarakter di desa pollewani kecamatan tutar kabupaten polewali mandar hal ini dapat dilihat karena program kerja dari karang taruna SMADAP ini yang tidak jelas dan tidak memiliki program yang mengarah kepada penguatan nilai-nilai karakter kepemimpinan. Dan hambatan eksternal karena kurangnya sumber daya manusia dari karang taruna SMADAP ini yang memiliki kompetensi yang terkait tentang masalah kepemimpinan. (3) Mengkonstruksi karang taruna SMADAP dalam menyiapkan pemimpin berkarakter didesa pollewani yakni melakukan kerja sama dengan pihak-pihak terkait pemerintah setempat dan masyarakat di desa pollewani.
PKM DESAIN PEMBELAJARAN INTEGRASI PENDIDIKAN KEWIRAUSAHAAN BERBASIS OUTDOOR PADA SISWA SMS NEGERI 10 KOTA MAKASSAR Imam Suyitno; Andi Kasmawati; Bakhtiar Bakhtiar
Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat SEMINAR NASIONAL 2022:PROSIDING EDISI 10
Publisher : Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak.Hasil observasi yang dilakukan terhadap siswa yang mengikuti kegiatan PKM desain pembelajaran integrasi pendidikan kewirausahaan Berbasis outdoor pada siswa SMA Negeri 10 Makassar menunjukkan bahwa siswa memiliki potensi, namun belum mampu mengembangkan potensi kecerdasan ganda yang di miliki. Sehingga banyak siswa yang tidak sadar bahwa mereka memiliki potensi yang lebih pada diri mereka.Atas dasar pertimbangan tersebut, maka kami merencanakan untuk melakukan kegiatan motivasi berbasis pendidikan karakter pada siswa SMA/Sederajat di Kota Makassar.Kegiatan pelatihan ini bersifat kegiatan pendahuluan. Artinya peserta lebih dahulu diberikan pemahaman materi terus dilanjutkan dengan pengembangan potensi diri dengan cara yang mudah.Setelah kegiatan ini berakhir diperoleh hasil berupa 96 orang siswa SMA Negeri 10 Makassar mengikuti pelaksanaan kegiatan PKM ini. Diharapkan dengan adanya kegiatan ini dapat meningkatan kecerdasan ganda (Multple Question Development) berbasis pendidikan karakter yang dimiliki oleh siswa.                Dengan demikian, diharapkan kepada pihak Sekolah, siswa dan pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Selatan untuk tingkat SMA sederajat untuk lebih memperhatikan dan mengembangkan potensi kecerdasan ganda yang dimiliki oleh siswa agar nantinya mampu menghasilkan luaran dari satuan pendidikan tingkat SMA/Sederajat yang memiliki daya saing yang tinggi di era globalisasi ini, apa lagi untuk mempersiapkan generasi emas 2045. Kata kunci: Desain, Pembelajaran, Integrasi, Kewirausahaan. 
PERAN GURU PPKn DALAM MENGATASI KRISIS MORAL MELALUI NILAI-NILAI PANCASILA PADA SIISWA SMA NEGERI 12 GOWA Andi Kasmawati; Rifdan Rifdan; Yusrianti Yusrianti
Jurnal Tomalebbi Volume 10, Nomor 1 (Maret 2023)
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This study aims to determine.(1) the implementation of teacher learning in overcoming the moral crisis through the values of Pancasila in SMA Negeri 12 Gowa students. (2) whether in the learning process the teacher provides motivation as a form of overcoming the moral crisis. (3) how the efforts of Civics teachers to provide special guidance in overcoming the moral crisis. This research is a qualitative descriptive study. The types and sources of data used in this study are primary data sources and secondary data sources. Data collection techniques were obtained through observation, interviews and documentation. Law number 14 of 2005 concerning teachers and lecturers states that teachers are professional educators with the main task of educating, teaching, guiding, directing, training, assessing, and evaluating students in early childhood education through formal education, basic education and secondary education. The results of the study show that 1) the implementation of teacher learning in overcoming the moral crisis through the values of Pancasila in SMA Negeri 12 Gowa students starting from the pre-learning stage, learning core and after learning has given a good impact by doing a habit that can change students' mindsets Because of the existence of a habit, the students' morals will gradually be formed, the habituation given is in the form of spiritual showers such as advice, direction and guidance carried out by PPKn teachers from the beginning of learning to the final stages of learning. 2) the form of motivation given by the teacher in the learning process as a form of overcoming a moral crisis is quite good by using media in the form of showing videos that can attract students' attention so that students feel empathy indirectly, students introspect themselves on all the treatment they are doing now so far, in addition to The teacher also tries to be an example and gives a firm warning regarding romance. this can be a reference to form good morals. 3) the teacher's efforts in overcoming the moral crisis by conducting a personal guidance carried out by the Civics teacher by approaching the students concerned and communicating and collaborating with parents.Key words : The role of PPKn teachers in overcoming the moral crisis Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Pelaksanaan pembelajaran guru dalam mengatasi krisis moral melalui nilai-nilai pancasila pada siswa SMA Negeri 12 Gowa. (2) Apakah dalam proses pembelajaran guru memberikan motivasi sebagai bentuk mengatasi krisis moral. (3) Bagaimana upaya guru PPKn memberikan bimbingan khusus dalam mengatasi krisis moral. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Jenis dan sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sumber data primer dan sumber data sekunder.Teknik pengumpulan data diperoleh melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen menyatakan bahwa guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar dan pendidikan menengah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) pelaksanaan pembelajaran guru dalam mengatasi krisis moral melalui nilai-nilai pancasila pada siswa SMA Negeri 12 Gowa mulai dari tahap pra pembelajaran, inti pembelajaran dan usai pembelajaran telah memberikan suatu dampak yang baik dengan melakukan suatu pembiasaan yang dapat mengubah pola pikir siswa, karena adanya suatu kebiasaan lambat laun moral siswa akan terbentuk, pembiasaan yang diberikan berupa bentuk siraman rohani seperti nasihat, arahan dan bimbingan yang dilakukan oleh guru PPKn mulai dari awal pembelajaran sampai pada tahap akhir pembelajaran.(2) bentuk motivasi yang diberikan guru dalam proses pembelajaran sebagai bentuk mengatasi krisis moral cukup bagus dengan menggunakan media berupa menampilkan video yang dapat menarik perhatian siswa agar siswa merasa empati secara tidak langsung siswa intropeksi diri terhadap segala perlakukan yang mereka lakukan selama ini, selain itu guru juga berusaha menjadi teladan dan memberikan peringatan tegas terkait dengan hal asmara. Hal ini bisa menjadi acuan untuk membentuk moral yang baik.(3) upaya guru dalam mengatasi krisis moral dengan melakukan suatu bimbingan pribadi yang dilakukan oleh guru PPKn dengan melakukan pendekatan dengan siswa yang bersangkutan dan melakukan komunikasi dan kerjasama dengan orang tua. Adapun bentuk bimbingan yang lebih tegas diserahkan kepada guru BK.Kata Kunci: Peran Guru PPKn dalam Mengatasi Krisis Moral.
Implementasi Pogram Three End’s Sebagai Upaya Meningkatakan Kesejahteraan Sosial Anak dan Keluarga di Kota Makassar Andi Kasmawati; Lu'mu Lu'mu
Seminar Nasional LP2M UNM SEMNAS 2019 : PROSIDING EDISI 2
Publisher : Seminar Nasional LP2M UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (577.515 KB)

Abstract

Three end's, three things that must end, 1. End Violence Against Women and Children, 2. End Child Trade, and 3. End Economic Gaps. The Three Ends Program as a national program, continues to be proclaimed throughout Indonesia, as an effort to overcome cases of violence affecting women and children. This study reveals the implementation of the three end's program in Makassar City, the factors that hinder the implementation of the three end's program in Makassar City, and what strategies are appropriate to implement in the three end's program in Makassar City. The descriptive analysis method, which shows that: 1) The implementation of the Three End's Program in Makassar City, was carried out in two forms, firstly carried out directly by the Ministry of PPPA in the form of program socialization and launching, and secondly it was carried out by the Makassar City PPPA Office integrally into various service programs PPPA. 2) Factors that inhibit the implementation of the three end's program in Makassar are only external (external) obstacles in the field, when handling cases, the parties want to be fast, impatient, the absence of one of the parties if they want to be mediated or asked for information. 3) The right strategy applied is to make the three end's program a basic sustainable activity, motivate victims to be open to cases that occur through socialization and social approaches, synergize with related institutions and agencies to facilitate the dissemination of program implementation.
PERLINDUNGAN HAK PEREMPUAN DALAM PERSFEKTIF KEADILAN GENDER Andi Kasmawati
Seminar Nasional LP2M UNM 2017
Publisher : Seminar Nasional LP2M UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gender adalah seperangkat peran seperti halnya kostum dan topeng di teater, menyampaikan kepada orang lain bahwa kita adalah feminim atau maskulin. Sedankan perempuan merupakan mahluk ciptaan Tuhan yang maha esa, yang memiliki keistimewaan dan kodrat untuk melahirkan, mengasuh, menjaga tumbuh kembang anak, dan mengatur rumah tangga, sekaligus mamapu berperan sebagai pencari nafkah, serta berkiprah diberbagai bidang. Namun tidak sedikit perempuan mengalami permasalahan baik dalam rumah tangga maupun dalam dunia kerja, masih ada diskriminasi terhadap perempuan, dari sisi kesehatan, masih tingginya angka kematian ibu dan tingginya angka kekerasan terhadap perempuan, belum diakuinya partisipasi perempuan dalam pengambilan keputusan sehingga kepentingannya tidak terwakili, kondisi ini menyebabkan perempuan makin tertinggal atau tidak setara dibandingkan dengan laki-laki. Peran perempuan selain melahirkan, peran lainnya dapat dibagi dengan laki-laki sebagai wujud kesetaraan gender. Terjadinya diskriminasi dan kekerasan karena tidak adnya keadilan gender dalam menjalanakan kehidupannya, padahal perempuan sudah memberikan sumbangan besar bagi kesejahteraan keluarga dan pembangunan masyarakat. Untuk memberi perlindungan terhadapa kondisi yang dialami kaum perempuan yang terindikasi mengalami pelanggaran terhadap hak-haknya, yang mengakibatkan terjadinya diskiriminasi dan kekerasan, pemerintah mengupanyakan suatu perlindungan dengan melakukan konfensi dan membuat regulasi, serta gerakan-gerakan yang menjadi ujung tombak perlindungan terhadap perempuan. Upaya ini ditunjukkan dengan dikeluarkannya resolusi No. 34/180 Tanggal 18 Desember 1979 tentang Convention an the Elimination of all forms of Discrimination Againts Women (CEDAW) bagi masyarakat Internasional, Menindak lanjuti CEDAW pemerintah Indonesia melahirkan undang-undang No. 7 Tahun 1984 yang berlaku 3 September 1981 sebagai wujud komitmen pemerintah memberikan perlindungan kepada perempuan dalam mewujudkan keadilan dan penegakan Hak Asasi Manusia. Kata Kunci: Hak Perempuan dan Keadilan Gender
PERGESERAN NILAI DALAM TRADISI MA’ BALUN TOMATE PADA UPACARA RAMBU SOLO’ DI DESA REA TULAK LANGI’, KECAMATAN SALUPUTTI, KABUPATEN TANA TORAJA Andi Kasmawati; Muh. Sudirman; Aldy Saputra
Ash-Shahabah : Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol. 9 No. 2 (2023): Ash-Shahabah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Makassar (UIM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Bentuk pergeseran nilai dalam tradisi Ma’ Balun Tomate pada upacara Rambu Solo’ di desa Rea Tulak Langi’, Kecamatan Saluputti, Kabupaten Tana Toraja; (2) Faktor yang mempengaruhi pergeseran nilai dalam tradisi Ma’ Balun Tomate pada upacara Rambu Solo’ di desa Rea Tulak Langi’, Kecamatan Saluputti, Kabupaten Tana Toraja. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Jenis dan sumber data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu sumber data primer yang berasal dari wawancara dengan masyarakat adat, pemangku adat dan pemuka agama di desa Rea Tulak Langui‟ dan sumber data sekunder berasal dari dokumentasi, berupa data penduduk dari kantor Lembang Rea Tulak Langi’, dan buku buku yang berkaitan dengan tradisi Ma‟ Balun dan upacara adat Rambu Solo‟ di Tana Toraja. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi : observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang diperoleh dari hasil penelitian diolah dengan menggunakan jenis data secara deskriptif. Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : (1) Nilai nilai yang bergeser dalam tradisi Ma’ Balun pada upacara Rambu Solo’ di desa Rea Tulak Langi’, adalah nilai religi, nilai social, nilai budaya, dan nilai keindahan (estetika). Bentuk pergeseran nilai dapat dilihat dari beberapa tahapan dalam tradisi ini yang mulai hilang serta terdapat beberapa hal yang dilakukan tidak sesuai dengan aturan adat yang ada, dan mengalami perubahan makna bagi masyarakat. (2) Faktor yang mempengaruhi pergeseran nilai dalam tradisi Ma‟ Balun Tomate pada upacara Rambu Solo‟ meliputi, factor agama, factor pengaruh dari luar, dan factor ekonomi.
IMPLEMENTASI NILAI KEBANGSAAN KURIKULUM MERDEKA PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA DI SMP NEGERI 9 MAKASSAR Manan Sailan; Andi Kasmawati; Nur Sakinah I.Rahman
Jurnal Tomalebbi Volume 11, Nomor 1 (Maret 2024)
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This study aims to determine (1) the implementation of the national values of the merdeka curriculum in the subject of Pancasila education at SMP Negeri 9 Makassar. (2) the role of national values in the independent curriculum in Civics subjects can realize the profile of Pancasila students at SMP Negeri 9 Makassar. This research was conducted at SMP Negeri 9 Makassar. The research method used is a type of qualitative research used primary and secondary data sources. The results of this study concluded 2 things, namely, (1) The implementation of the national values of the merdeka curriculum in the subject of Pancasila education at SMP Negeri 9 Makassar was realized according to what was expected. (2) The profile of Pancasila students as the main goal of implementing the national values of the merdeka curriculum in the subject of Pancasila education at SMP Negeri 9 Makassar, is sufficient to say that it has been implemented well. Keywords: National Values, Independent Curriculum, Pancasila Education Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) implementasi nilai kebangsaan kurikulum merdeka dalam mata pelajaran Pendidikan Pancasila di SMP Negeri 9 Makassar. (2) peran nilai kebangsaan kurikulum merdeka dalam mata pelajaran Pendidikan Pancasila dapat mewujudkan profil pelajar Pancasila di SMP Negeri 9 Makassar. Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 9 Makassar. Metode penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian kualitatif dengan menggunakan sumber data primer dan sekunder. Hasil penelitian ini menyimpulkan 2 hal yaitu, (1) Implementasi nilai kebangsaan kurikulum merdeka dalam mata pelajaran Pendidikan Pancasila di SMP Negeri 9 Makassar terealisasi sesuai dengan apa yang diharapkan. (2) Profil pelajar Pancasila sebagai tujuan utama pengimplementasian nilai kebangsaan kurikulum merdeka dalam mata pelajaran Pendidikan Pancasila di SMP Negeri 9 Makassar, cukup untuk dapat dikatakan terlaksana dengan baik. Kata Kunci: Nilai Kebangsaan, Kurikulum Merdeka, Pendidikan Pancasila
PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA PADA SISWA DI SMP NEGERI 1 SINJAI Andi Kasmawati; Andi Aco Agus; Nurul Izzah Bahri
Jurnal Tomalebbi Volume 10, Nomor 4 (Desember 2023)
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract : This research ains to find out : (1) planning implementation and evaluation in implementing the project to form a pancasila student profile for student at SMP Negeri 1 Sinjai, (2) inhibiting factors in implementing the project to form a pancasila student profile for student at SMP Negeri 1 Sinjai. The type of research used in this research is descriptive research with a qualitative. Data collection techniques include observation, interviewsan documentation using research intruments in the forms of interview guides, recording equipment and documentation. Triangulation and member checking are used as procedures to check the validity of the data, as well as using data reduction, data presentation, and drawing conclusions as data analysis techniques. The research results show that (1) (a) planning the project to strengthen the profile of pancasila student at SMP Negeri 1 Sinjai goes through several tages, namely designing time allocation and dimensions forming a facilitator team, determining a theme, (b) implementation of the project to strengthen the profile of pancasila students at SMP Negeri 1 Sinjai is carried out in four ways, namely orientation, contextualizaton, action, reflection and follow-up, (c) evaluation of the project to strengthen the profile of pancasila students at SMP Negeri 1 Sinjai, namely evaluating the process during project implementation, (2) The inhibiting factor in implementing the project to strengthen the profile of pancasila student at SMP Negeri 1 Sinjai is the lack of teacher understanding regarding the project to strengthen the profile of pancasila students, the different characteristics of students.Keywords : Project, Pancasila student profileAbstrak : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi dalam pelaksanaan projek penguatan profil pelajar pancasila pada siswa di SMP Negeri 1 Sinjai. (2) faktor penghambat dalam pelaksanaan projek penguatan profil pelajar pancasila pada siswa di SMP Negeri 1 Sinjai. Adapun jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan menggunakan instrument penelitian berupa pedoman wawancara, alat rekam dan dokumentasi. Adapun triagulasi dan member check digunakan sebagai prosedur pengecekan keabsahan data, dan penarikan kesimpulan sebagai teknik analisis data.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1), (a) perencanaan projek penguatan profil pelajar pancasila di SMP Negeri 1 Sinjai melalui beberapa tahapan yaitu merancang alokasi waktu dan dimensi, membentuk tim fasilitator, menentukan tema, (b) pelaksanaan projek penguatan profil pelajar pancasila di SMP Negeri 1 Sinjai dilakukan dengan empat alur yaitu orientasi, kontekstualisasi, aksi, refleksi dan tindak lanjut (c) evaluasi projek penguatan profil pelajar pancasila di SMP Negeri 1 Sinjai yaitu mengevaluasi proses selama pelaksanaan projek. (2) faktor penghambat dalam pelaksanaan projek penguatan profil pelajar pancasila di SMP Negeri 1 Sinjai yaitu kurangnya pemahaman guru terkait projek penguatan profil pelajar pancasila, karakteristik siswa yang berbeda-beda.Kata kunci : Projek, Profil Pelajar Pancasila     
Co-Authors . HASNIATI . IKBAL . MUSTARING . SAMSIDAR A Fadel Muhammad A. Alyana A.Muh. Anugrah AA Sudharmawan, AA Abdul Sakban Ahmad Aisyah Bahar Akbar, Andi Muh. Al Fitrianti Iwan Aldy Saputra Amar, Muh. ANDI ACO AGUS Andi Aco Agus, Andi Aco Andi Anugrah Mahyuddin Annisa F, Nurul Arham Jaya Bahar, Elma Amalia Bahtiar, Nur Lita Bakhtiar Bakhtiar Bakhtiar Bakhtiar Bakhtiar Bakhtiar Bangngalino, Desi bangalino Barumbun, Mardyanto Besse Desinta Brigita, Gabriela Nade Chinta Sry Amalya Sary Cudai, Andi Dahri, Irsyasd DJAPAR . Dr. Mustaring, M.Hum Fatmawati A Rahman FATMAWATI MOGENTE Fitra Ayu Lestari Hadi Nasbey Haedar Akib Haerad, Iswatul Halimah Muhammad Hanafie, Nurharsya Khaer Haryani Haryani Hasnawi Haris HASNAWI HARIS Hasnawi Haris HASNAWI HARIS, HASNAWI HERI TAHIR Heri Thahir Herman H Hesti Hesti Ihwan Arifuddin IKRAMULLA SYARIFUDDIN Imam Suyitno Imam Suyitno Imam Suyitno Ira Mirwan Irma M Irsyad Dhahri Samad Ismail Ismail Jasruddin Jumadi Jusman Jusman Kamue, Yurni Kartini Kartini Kurnia Ali Syarif Labbase, Mudhiah Fadhilah Lu'mu Lu'mu Lukman Arifin LUKMAN ILHAM Lu’mu, Lu’mu M. Alim Manan Sailan Melindah Melindah Milyan, Milyan MITRA PARADIBA, MITRA Muh. Amar Muh. Ikbal Muh. Sudirman Muhajirin, Muhajirin Muhammad Akbal Muhammad Alfarizi Muhammad Ihsan Muhammad Khadafi Muhammad Sudirman Muhammad Yamin Muliani, Ekha Mustari Mustari Mustari Mustari Mustari Mustari Mustaring Mustaring MUSTARING, . Najamuddin Najamuddin, Najamuddin Nasuhan, Najamuddin NELI AMELIA GUNTUR NILASARI . Nirwana, Nirwana Novayanti Sopia Rukmana, Novayanti Sopia Novi Nur Aslamia Amin Nur Fadilah Guntur Nur Sakinah I.Rahman Nur, Andi Armianti NURHAYATI . Nurisnaeni, Nurisnaeni Nurkhalifa Nurlaelah Nurlaelah, Nurlaelah Nurul Aulia Ramadani Nurul Izzah Bahri Onasis, Andi Putri, Marsanda Ramadhani, Thea Rifdan Rifdan . Rifdan Rifdan RIRIN NURFAATHIRANY HERI Risma Niswaty Rismawati Riswan Riswan Sahrul Sahrul Sahrul Sahrul Salsabila Syamsul Rizal SANGKALA IBSIK, SANGKALA Sari, Mega Indah SB, Karina. Sejahtri Datu Solly Aryza Sri Andini Suciawati, Heni Sudirman, Muh SUDIRMAN, MUH. sukriRAHMAT RASDI Sumarni B SUMARNI B. Syahrisofia, Rezky Syawaloedin HP, Andi Try Haldyaqhza Toding Bua, Mety Try Gustaf Said Wahira Wahyudi Gani, Andika WIDARWANI, . Wulandari, Andi Eka Yusrianti Yusrianti Zakaria