Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS PELAKSANAAN PLATFORM MERDEKA MENGAJAR PADA GURU PENDIDIKAN PANCASILA DI SEKOLAH MENENGAH ATAS Kurnia, Maudy; Kasmawati, Andi; Agus, Andi Aco
SUPREMASI: Jurnal Pemikiran, Penelitian Ilmu-ilmu Sosial, Hukum dan Pengajarannya Volume 19, Nomor 2 (Oktober 2024)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/supremasi.v19i2.71752

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pemanfaatan Platform Merdeka Mengajar (PMM) oleh guru Pendidikan Pancasila di SMAN 2 Wajo, dengan fokus pada fitur-fitur utama, kelebihan, kekurangan, serta hambatan yang dihadapi. Menggunakan Pendekatan penelitian kualitatif dengan jenis deskriptif, studi ini memotret bagaimana teknologi pendidikan diintegrasikan dalam kurikulum merdeka di tingkat sekolah menengah. Hasil penelitian mengidentifikasi enam fitur utama yang aktif digunakan, yaitu: Pelatihan Mandiri, Pengelolaan Kinerja, CP/ATP, Perangkat Ajar, Asesmen Murid, dan Video Inspirasi. Fitur-fitur tersebut berfungsi sebagai instrumen krusial bagi guru dalam menyusun perangkat pembelajaran yang adaptif. Dilihat dari aspek manfaat, PMM menawarkan berbagai kelebihan, di antaranya sebagai sumber referensi mengajar yang kaya, sarana peningkatan kompetensi mandiri, serta memberikan fleksibilitas waktu. Selain itu, platform ini menciptakan efisiensi administratif melalui integrasi data kinerja yang lebih terorganisir. Namun, penelitian ini juga menemukan beberapa kekurangan signifikan, seperti proses akses yang terkadang tidak efisien, sistem yang masih sangat bergantung pada persetujuan kepala sekolah, konten yang kurang diperbarui (update), minimnya interaksi langsung dengan siswa, serta kebutuhan mendesak akan pelatihan khusus agar platform dapat dioperasikan secara optimal. Terakhir, ditemukan dua kategori faktor penghambat. Secara teknis, kendala utama adalah stabilitas akses jaringan internet di wilayah sekolah. Secara non-teknis, hambatan muncul dari manajemen waktu guru yang terbatas di tengah beban mengajar serta ketergantungan pada fitur tertentu yang menghambat eksplorasi fitur lainnya. Secara keseluruhan, PMM memiliki potensi besar meski memerlukan perbaikan sistem dan dukungan infrastruktur yang lebih stabil.
The Influence of Empathy, School Climate, and Peer Support on Anti-Bullying Behavior among High School Students in Jeneponto Regency Amar, Muh; Kasmawati, Andi; Mustaring, Mustaring; Bakhtiar, Bakhtiar; Najamuddin, Najamuddin
GUIDENA: Jurnal Ilmu Pendidikan, Psikologi, Bimbingan dan Konseling Vol 16, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/gdn.v16i1.15787

Abstract

Bullying is a serious problem in educational settings that negatively affects students’ psychological and social well-being. Anti-bullying behavior is influenced by various psychological and social factors, including empathy, school climate, and peer support. This study aimed to analyze the effects of empathy, school climate, and peer support on anti-bullying behavior among public senior high school students in Jeneponto Regency. This study employed a quantitative approach using multiple linear regression analysis. The sample consisted of 109 students selected through proportionate stratified random sampling. Data were collected using Likert-scale questionnaires and analyzed using SPSS. The results showed that empathy had a positive and significant effect on anti-bullying behavior (B = 0.166; t = 2.235; p = 0.028), school climate also had a positive and significant effect (B = 0.206; t = 2.349; p = 0.021), and peer support had a positive and significant effect and was identified as the most dominant predictor (B = 0.641; t = 7.571; p < 0.001). Simultaneously, empathy, school climate, and peer support significantly influenced anti-bullying behavior (F = 176.922; p < 0.001), with a coefficient of determination (R²) of 0.835, indicating that these variables explained 83.5% of the variance in students’ anti-bullying behavior. These findings indicate that anti-bullying behavior is influenced by the interaction between individual psychological factors and social environmental factors. This study highlights the importance of strengthening empathy, fostering a positive school climate, and enhancing peer support in promoting anti-bullying behavior among students.
Ecological Citizenship Discourse: A Critical Study of Citizenship Education in Indonesia Kasmawati, Andi
Humaniora: Journal of Indonesia Culture and Society Vol. 14 No. 1 (2023): Humaniora
Publisher : Bina Nusantara University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21512/humaniora.v14i1.8016

Abstract

The research discussed that global and ecological citizenship discourse became vital for all current citizenship models; apart from the relational needs between humans and the environment, nature also needed to be preserved for survival and efforts to increase civic values. However, this conceptual-theoretical debate about the development and influence of this discourse created an antinomy among the dominant theories that had a place in contemporary citizenship discourse. Qualitatively, the research contributed to exploring the development of global and ecological citizenship discourse and its influence on students’ experiences of citizenship in Indonesia. It was built on ‘theoretical eclecticism’ and focused on the respondent’s ‘cognitive response’ combined with a critical realism perspective to analyze data, which was obtained randomly in various places and students from various majors by prioritizing the main aspects: mental existence; external existence; and essence as a knowledge domain; awareness; and their experiences. Each meeting lasted between 30 to 45 minutes with 100 respondents. Descriptively, the research results indicate that the development of global and ecological citizenship discourse has not received attention and has a significant impact on the discourse of education and citizenship experience in Indonesia. The ecological dimension lacks or does not yet have a close relationship with all other dimensions in the citizen’s experience as a form of civic virtue, including knowledge, awareness, and actions, both economic, social, and political.
Analyzing Gender Injustice in Indonesia: Legal and Civic Education Perspectives Amar, Muh.; Kasmawati, Andi; Mustaring, Mustaring; Bakhtiar, Bakhtiar; Ahmadin, Ahmadin
Journal of Government Science Studies Vol 5 No 1 (2026): April 2026: On-Process
Publisher : Prodi Ilmu Pemerintahan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66254/jgssvol5issue1page174-189

Abstract

Gender injustice in Indonesia is a structural social problem and is legitimized by cultural norms and legal systems that have not fully sided with equality between women and men. This research aims to analyze the problem of gender inequality that occurs systemically despite the existence of a legal framework that supports justice, as well as examine how legal and civic education can contribute to social transformation towards a more gender-just society. The focus of the study includes three things: (1) the concept of gender and forms of gender injustice which include marginalization, subordination, stereotypes, gender-based violence, and double burden; (2) gender justice in the legal system and the challenges of its enforcement in Indonesia; and (3) the role and barriers of legal and citizenship education in encouraging citizens' critical awareness of gender justice issues. This study uses a normative legal method with a descriptive-analytical approach, which focuses on legal regulations related to gender justice, protection of women's rights, and analysis of the role of legal education and citizenship in fighting for gender justice. The results of the study show that although Indonesia has ratified various national and international legal instruments that regulate gender justice, implementation on the ground is still hampered by patriarchal culture, low gender-based legal literacy, and structural bias in law enforcement institutions. On the other hand, legal and civic education has strategic potential as a means of social change, but until now it has not been optimal in integrating gender perspectives substantively in curriculum, pedagogy, and institutional practices. Therefore, education reform that is more progressive and responsive to gender issues is needed as part of efforts to build citizens who are inclusive, critical, and uphold the values of justice.
Peran Strategis Bimbingan Perkawinan Pra-Nikah dalam Membentuk Kesiapan Berumah Tangga: Kajian Empiris di Kantor Urusan Agama Kecamatan Arungkeke Febriana, Rita; Kasmawati, Andi; Sudirman, Muh.
Jurnal Tomalebbi Volume 13, Nomor 1 (Maret 2026)
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56680/jt.v13i1.83172

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan bimbingan perkawinan pranikah serta kontribusinya terhadap kesiapan calon pengantin di Kantor Urusan Agama Kecamatan Arungkeke. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan bimbingan perkawinan telah berjalan secara terstruktur sesuai dengan pedoman Kementerian Agama Republik Indonesia. Kegiatan dilaksanakan selama 16 jam pembelajaran dengan materi yang meliputi persiapan perkawinan, dinamika kehidupan rumah tangga, kesehatan reproduksi, pengelolaan konflik, serta perencanaan ekonomi keluarga. Metode pembelajaran yang digunakan memadukan ceramah, diskusi, dan tanya jawab sehingga mendorong partisipasi aktif peserta. Bimbingan perkawinan memberikan kontribusi positif terhadap kesiapan calon pengantin yang meliputi aspek  psikologis,  emosional,  spiritual,  dan  ekonomi.  Peserta   menunjukkan    peningkatan pemahaman   mengenai   peran   dan   tanggungjawab   dalam  keluarga,  kemampuan mengelola emosi dan konflik, penguatan nilai-nilai spiritual dalam kehidupan rumah tangga, serta kesadaran pentingnya perencanaan keuangan keluarga. Meskipun demikian, pelaksanaan program masih menghadapi beberapa kendala seperti keterbatasan kehadiran peserta, perbedaan latar belakang pendidikan, serta keterbatasan sarana pembelajaran. Secara umum, bimbingan perkawinan pranikah di Kecamatan Arungkeke memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kesiapan calon pengantin dalam membangun keluarga yang harmonis dan berketahanan. 
Co-Authors . HASNIATI . IKBAL . MUSTARING . SAMSIDAR A. Alyana A.Muh. Anugrah AA Sudharmawan, AA Abdul Sakban Ahmad Ahmadin Ahmadin Aisyah Bahar Akbar, Andi Muh. Al Fitrianti Iwan Amar, Muh Amar, Muh. ANDI ACO AGUS Andi Aco Agus, Andi Aco Andi Anugrah Mahyuddin Andi Cudai Nur Annisa F, Nurul Arham Jaya Asmiana Saputri Ilyas Baehaqi Bahar, Elma Amalia Bahtiar, Nur Lita Bakhtiar Bakhtiar Bakhtiar Bakhtiar Bakhtiar Bakhtiar Bangngalino, Desi bangalino Barumbun, Mardyanto Besse Desinta Brigita, Gabriela Nade Chinta Sry Amalya Sary Cudai, Andi Dahri, Irsyasd DJAPAR . Dr. Mustaring, M.Hum Febriana, Rita Fitra Ayu Lestari Hadi Nasbey Haedar Akib Haerad, Iswatul Hajar, Nurfahmi Halimah Muhammad Hanafie, Nurharsya Khaer Haris , Hasnawi Haryani Haryani Hasnawi Haris Hasnawi Haris HASNAWI HARIS HASNAWI HARIS, HASNAWI HERI TAHIR Heri Thahir Herman H Hesti Hesti Ihwan Arifuddin IKRAMULLA SYARIFUDDIN Imam Suyitno Imam Suyitno Imam Suyitno Ira Mirwan Irma M Irsyad Dhahri Samad Ismail Ismail Jamaluddin Jumadi K, Fitriani. Kamue, Yurni Kartini Kartini Kurnia Ali Syarif Kurnia, Maudy Labbase, Mudhiah Fadhilah Lu&#039;mu Lu&#039;mu Lukman Arifin LUKMAN ILHAM Lu’mu, Lu’mu M. Alim Manan Sailan Martho, Aprilia Evelyn Krisanti Martho Melindah Melindah Milyan, Milyan MITRA PARADIBA, MITRA MOGENTE, FATMAWATI Muh. Amar Muh. Ikbal Muh. Sudirman Muhajirin, Muhajirin Muhammad Akbal Muhammad Alfarizi Muhammad Ihsan Muhammad Khadafi Muhammad Sudirman Muhammad Yamin Muliani, Ekha MUSTARI Mustari Mustari Mustari Mustari Mustari Mustari Mustaring Mustaring MUSTARING, . Najamuddin Najamuddin, Najamuddin Nasuhan, Najamuddin NELI AMELIA GUNTUR NILASARI . Nirwana, Nirwana Novayanti Sopia Rukmana, Novayanti Sopia Novi Nur Aslamia Amin Nur Fadilah Guntur Nur Sakinah I.Rahman Nur, A. Rismawinardi Nur, Andi Armianti NURHAYATI . Nurkhalifa Nurlaelah Nurlaelah, Nurlaelah Nurul Aulia Ramadani Nurul Izzah Bahri Nurussyariah Onasis, Andi Putri, Marsanda Ramadhani, Thea Rifdan . Rifdan Rifdan RIRIN NURFAATHIRANY HERI Risma Niswaty Rismawati Riswan Riswan Rivai, Andi Muhammad Romansyah Sahabuddin Sahrul Sahrul Sahrul Sahrul Salsabila Syamsul Rizal SANGKALA IBSIK, SANGKALA Saputra, Aldy Sari, Mega Indah SB, Karina. Sejahtri Datu Solly Aryza Sri Andini Suciawati, Heni SUDIRMAN, MUH. sukriRAHMAT RASDI Sumarni B SUMARNI B. Syahrisofia, Rezky Syawaloedin HP, Andi Try Haldyaqhza Toding Bua, Mety Try Gustaf Said Wahira Wahyudi Gani, Andika WIDARWANI, . Wulandari, Andi Eka Yusrianti Yusrianti Zakaria