Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS KORELASI BUDAYA KOREA POPULER TERHADAP SIKAP KEBANGSAAN MAHASISWA UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR Suciawati, Heni; Kasmawati, Andi; Rifdan, Rifdan
Jurnal Tomalebbi Volume 11, Nomor 3 (September 2024)
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This study aims to: (1) Get an overview of popular Korean culture among students of Makassar State University, (2) Know and explain information related to the national attitude of Makassar State University students, (3) Know and explain information related to the relationship between popular Korean culture and the national attitude of Makassar State University students. The type of research used in this study is correlational research. Data collection techniques through questionnaire techniques (questionnaires). The results showed that: (1) Popular Korean culture among students of Makassar State University is in a high category (75%) or 75 students from a total of 100 respondents. (2) The nationality attitude of Makassar State University students is in a high category (81%) or 81 students out of a total of 100 respondents. (3) There is no significant relationship between popular Korean culture and nationality attitude.
Pemberdayaan Ibu Rumah Tangga melalui Pelatihan Hukum Keluarga dan Pencegahan KDRT di Desa Bontoala Kecamatan Pallangga Kabupaten Gowa Kasmawati, Andi; Bakhtiar, Bakhtiar; Rukmana, Novayanti Sopia; Amar, Muh.; Syawaloedin HP, Andi Try Haldyaqhza
Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat SEMINAR NASIONAL 2025:PROSIDING EDISI 1
Publisher : Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak – Program kemitraan masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk memberdayakan ibu rumah tangga di Desa Bontoala, Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa, dalam menghadapi permasalahan hukum keluarga dan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Kurangnya pemahaman masyarakat terhadap hak dan kewajiban hukum dalam keluarga, serta minimnya pengetahuan mengenai bentuk-bentuk KDRT dan mekanisme perlindungannya, menjadi latar belakang utama kegiatan ini. Program ini menyasar 35 peserta dari kalangan ibu-ibu rumah tangga dari unsur PKK, kader posyandu, ibu RW dan RT serta masyarakat umum. Tahapan kegiatan meliputi persiapan, sosialisasi, pelaksanaan edukasi interaktif tentang hukum keluarga (termasuk UU No. 23 Tahun 2004 tentang PKDRT), sesi tanya jawab, diskusi, penyusunan komitmen aksi serta evaluasi dan tindak lanjut. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman yang signifikan dari 45% menjadi 92% setelah pelatihan, serta perubahan perilaku menuju sikap yang lebih proaktif dalam mencari solusi hukum dan membangun solidaritas komunitas. Pelatihan ini berhasil meningkatkan kesadaran hukum dan memperkuat peran ibu rumah tangga sebagai agen perubahan dalam menciptakan lingkungan keluarga yang harmonis dan terbebas dari kekerasan. Keberhasilan ini juga didukung oleh partisipasi aktif masyarakat dan sinergi dengan pemerintah desa.Kata kunci: Ibu Rumah Tangga, Hukum Keluarga, KDRT, Kesadaran Hukum
PKM Pelatihan Internet Sehat bagi Pengurus DWP UNM Lu’mu, Lu’mu; Kasmawati, Andi
Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat SEMINAR NASIONAL 2025:PROSIDING EDISI 4
Publisher : Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk melakukan edukasi kepada anggota Dharma Wanita Persatuan UNM melalui pelatihan tentang (1) jenis-jenis modul ajar; (2) tata cara menyusun modul ajar berbasis AI; dan (3) menggunakan berbagai platform AI untuk mengakses modul ajar berbasis digital. Berdasarkan hasil evaluasi pada akhir kegiatan pengabdian pada masyarakat ini, diketahui bahwa secara keseluruhan peserta yang telah mengikuti pelatihan ini cukup memahami tentang cara menggunakan internet secara sehat. Berdasarlan hasil evaluasi yang kami lakukan dengan jalan berdiskusi langsung dengan peserta ternyata 90% telah mengetahui dengan baik tentang cara cara menggunakan dan atau memanfaatkan internet secara sehat. Selanjutnya 10% peserta lainnya belum memahami betul cara cara menggunakan internet secara sehat, karena faktor jaringan yang sering terputus/lambat.Kata kunci: internet, digital
Dinamika Relasi antara Hukum, Politik, dan Media dalam Pembentukan Etika Sosial Masyarakat di Era Digital Kasmawati, Andi; Dhahri, Irsyad; Amar, Muh.
Seminar Nasional LP2M UNM SEMINAR NASIONAL 2025 : PROSIDING EDISI 4
Publisher : Seminar Nasional LP2M UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika relasi antara hukum, politik, dan media dalam pembentukan etika sosial masyarakat Indonesia di era digital. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui metode studi pustaka (library research). Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan antara hukum, politik, dan media bersifat interdependen dan berperan penting dalam membentuk etika sosial masyarakat Indonesia, khususnya di era digital yang sarat dengan arus informasi yang cepat dan dinamis. Ketika lembaga hukum mampu menjaga independensi serta integritasnya, hukum berfungsi sebagai pilar keadilan dan penjaga moral publik. Namun, dominasi kepentingan politik dan orientasi kekuasaan sering kali menggeser fungsi hukum menjadi alat legitimasi politik, sedangkan media yang kehilangan profesionalisme dan objektivitas memperburuk distorsi terhadap nilai-nilai etika sosial. Di sisi lain, perkembangan media digital mempercepat penyebaran informasi, tetapi juga memicu polarisasi, disinformasi, dan erosi kepercayaan terhadap institusi hukum maupun politik. Dalam konteks tersebut, penguatan etika sosial hanya dapat diwujudkan melalui sinergi antara hukum yang berkeadilan, politik yang bermoral, dan media yang independen serta bertanggung jawab. Sinergi ini menjadi fondasi penting bagi terbentuknya tatanan masyarakat yang transparan, berintegritas, dan berkeadaban dalam menghadapi tantangan era digital.Kata Kunci: Etika sosial, hukum, politik, media, masyarakat
Policies and their impacts in the mining area of North Konawe Regency Milyan, Milyan; Kasmawati, Andi; Rifdan, Rifdan; Niswaty, Risma
Iapa Proceedings Conference 2025: IAPA 2025 Hybrid Annual Conference & Congress INDIGESNOUS PUBLIC ADMINISTRATION
Publisher : Indonesian Association for Public Administration (IAPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30589/proceedings.2025.1329

Abstract

This study aims to examine and analyze policies and their impacts in the mining area of North Konawe Regency, as well as examine the implications of mining policies and provide solutions for communities in the mining area of North Konawe Regency. This is a qualitative study using a phenomenological approach. Data was collected through interviews, observations, and documentation, then analyzed using triangulation methods and reduced until the data obtained was saturated and valid. The results of this study indicate that: (a) policy implementation, namely communication, resources, information and authority, disposition and bureaucratic structure, has been carried out by policy implementing agents. The communication process is carried out in a tripartite manner, and government authority is no longer in the regions since the enactment of Law No. 3 of 2020 concerning mining, so that local governments only supervise and control the media when conflicts occur. (b) the impact of government policies on the socio-economic conditions of the community has not had a significant impact. The existence of mining has not provided sufficient space to promote community welfare at a macro level, with challenges including ineffective implementation in the field, social conflict, and the impact of environmental damage.
Public Services for Indigenous and Non-Indigenous Communities (A Case Study of Kajang Subdistrict) Nur, A. Rismawinardi; Andi Kasmawati; Jamaluddin; Andi Muhammad Rivai; Andi Anugrah Mahyuddin
International Journal Of Public Policy and Bureaucracy Vol. 3 No. 1 (2026): International Journal Of Public Policy and Bureaucracy
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyzei and comparei thei quality of public seirviceis provideid to thei indigeinous peioplei of Ammatoa Kajang and non-indigeinous communitieis in Kajang District, Bulukumba Reigeincy, as weill as ideintify thei factors that causei seirvicei diffeireinceis and seirvicei strateigieis that arei in accordancei with local cultural valueis. A qualitativei approach is useid to undeirstand thei pheinomeinon of seirvicei in a socio-cultural conteixt through in-deipth inteirvieiws, obseirvations, and documeintation. Data analysis is carrieid out through data reiduction, data preiseintation, and conclusion drawing using thei theiory of Agung Kurniawan (2005) as an analytical basis, which eimphasizeis acceissibility, social justicei, and eimpoweirmeint as thei main dimeinsions of public services. The results of the study show that in the accessibility dimension there is a dual service system, namely digital services for non-indigenous people and face-to-face manual services for the indigenous people of Ammatoa Kajang. Indigenous peoples' access is still limited due to geographical conditions, limited administrative literacy, and customary prohibitions on the use of technology. In the dimension of social justice, the government has shown efforts to adapt to local values, but has not been fully able to provide equal service procedures for both groups of people. In the empowerment dimension, indigenous peoples still depend on indigenous leaders as a source of social legitimacy and service decision-making. The SWOT analysis shows that the strength of public services lies in social legitimacy and harmonious cultural communication beitweiein thei goveirnmeint and customary institutions. Weiakneisseis arisei in deipeindeincei on ceirtain figureis and low administrativei undeirstanding of indigeinous communitieis. Opportunitieis arei streingtheineid through Reigional Reigulation No. 14 of 2013 and Reigional Reigulation No. 9 of 2015, whilei thei main threiat comeis from thei poteintial clash beitweiein administrativei modeirnization and the philosophy of Kamase-masea that rejects technology. The government has implemented hybrid and affirmative services, but the implementation is not optimal, so a humanistic approach is needed that places the community as partners so that public services are more empathetic, adaptive, and in harmony with local cultural values.
Exploration of the Application of Gamification Methods in Pancasila Education Learning Hajar, Nurfahmi; Haris , Hasnawi; Mustari, Mustari; Kasmawati, Andi; Najamuddin, Najamuddin; Sahabuddin , Romansyah
Journal La Edusci Vol. 6 No. 6 (2025): Journal La Edusci
Publisher : Newinera Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37899/journallaedusci.v6i6.2816

Abstract

This study examines the implementation of gamification in Pancasila Education at the senior high school level within a resource-constrained learning environment. It aims to analyze the design and implementation of gamification, identify challenges encountered during its application, and formulate optimization strategies to enhance student engagement and participation. Using a qualitative descriptive case study approach, data were collected through semi-structured interviews, classroom observations, and document analysis involving one Pancasila Education teacher and eight eleventh-grade students at a public senior high school in West Sinjai Regency. Data were analyzed using an interactive thematic analysis model consisting of data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings indicate that gamification was implemented through structured stages of planning, implementation, and evaluation, incorporating game elements such as points, levels, challenges, badges, and leaderboards via digital platforms including Kahoot, ZepQuiz, Wordwall, and Bamboozle. The application of gamification enhanced student engagement across behavioral, emotional, cognitive, and social dimensions. However, several challenges emerged, including unstable internet connectivity, limited digital devices, uneven student digital literacy, and learner anxiety related to individual competition. To address these issues, teachers adapted instructional designs by employing group-based leaderboards, hybrid online–offline learning activities, and peer-assisted learning strategies. This study demonstrates that gamification can serve as an effective pedagogical approach in Pancasila Education when supported by adaptive instructional design and contextual sensitivity. The originality of this research lies in its evidence that gamification can be meaningfully implemented in value-based subjects within digitally limited school contexts.
ANALISIS PELAKSANAAN PLATFORM MERDEKA MENGAJAR PADA GURU PENDIDIKAN PANCASILA DI SEKOLAH MENENGAH ATAS Kurnia, Maudy; Kasmawati, Andi; Agus, Andi Aco
SUPREMASI: Jurnal Pemikiran, Penelitian Ilmu-ilmu Sosial, Hukum dan Pengajarannya Volume 19, Nomor 2 (Oktober 2024)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/supremasi.v19i2.71752

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pemanfaatan Platform Merdeka Mengajar (PMM) oleh guru Pendidikan Pancasila di SMAN 2 Wajo, dengan fokus pada fitur-fitur utama, kelebihan, kekurangan, serta hambatan yang dihadapi. Menggunakan Pendekatan penelitian kualitatif dengan jenis deskriptif, studi ini memotret bagaimana teknologi pendidikan diintegrasikan dalam kurikulum merdeka di tingkat sekolah menengah. Hasil penelitian mengidentifikasi enam fitur utama yang aktif digunakan, yaitu: Pelatihan Mandiri, Pengelolaan Kinerja, CP/ATP, Perangkat Ajar, Asesmen Murid, dan Video Inspirasi. Fitur-fitur tersebut berfungsi sebagai instrumen krusial bagi guru dalam menyusun perangkat pembelajaran yang adaptif. Dilihat dari aspek manfaat, PMM menawarkan berbagai kelebihan, di antaranya sebagai sumber referensi mengajar yang kaya, sarana peningkatan kompetensi mandiri, serta memberikan fleksibilitas waktu. Selain itu, platform ini menciptakan efisiensi administratif melalui integrasi data kinerja yang lebih terorganisir. Namun, penelitian ini juga menemukan beberapa kekurangan signifikan, seperti proses akses yang terkadang tidak efisien, sistem yang masih sangat bergantung pada persetujuan kepala sekolah, konten yang kurang diperbarui (update), minimnya interaksi langsung dengan siswa, serta kebutuhan mendesak akan pelatihan khusus agar platform dapat dioperasikan secara optimal. Terakhir, ditemukan dua kategori faktor penghambat. Secara teknis, kendala utama adalah stabilitas akses jaringan internet di wilayah sekolah. Secara non-teknis, hambatan muncul dari manajemen waktu guru yang terbatas di tengah beban mengajar serta ketergantungan pada fitur tertentu yang menghambat eksplorasi fitur lainnya. Secara keseluruhan, PMM memiliki potensi besar meski memerlukan perbaikan sistem dan dukungan infrastruktur yang lebih stabil.
The Influence of Empathy, School Climate, and Peer Support on Anti-Bullying Behavior among High School Students in Jeneponto Regency Amar, Muh; Kasmawati, Andi; Mustaring, Mustaring; Bakhtiar, Bakhtiar; Najamuddin, Najamuddin
GUIDENA: Jurnal Ilmu Pendidikan, Psikologi, Bimbingan dan Konseling Vol 16, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/gdn.v16i1.15787

Abstract

Bullying is a serious problem in educational settings that negatively affects students’ psychological and social well-being. Anti-bullying behavior is influenced by various psychological and social factors, including empathy, school climate, and peer support. This study aimed to analyze the effects of empathy, school climate, and peer support on anti-bullying behavior among public senior high school students in Jeneponto Regency. This study employed a quantitative approach using multiple linear regression analysis. The sample consisted of 109 students selected through proportionate stratified random sampling. Data were collected using Likert-scale questionnaires and analyzed using SPSS. The results showed that empathy had a positive and significant effect on anti-bullying behavior (B = 0.166; t = 2.235; p = 0.028), school climate also had a positive and significant effect (B = 0.206; t = 2.349; p = 0.021), and peer support had a positive and significant effect and was identified as the most dominant predictor (B = 0.641; t = 7.571; p < 0.001). Simultaneously, empathy, school climate, and peer support significantly influenced anti-bullying behavior (F = 176.922; p < 0.001), with a coefficient of determination (R²) of 0.835, indicating that these variables explained 83.5% of the variance in students’ anti-bullying behavior. These findings indicate that anti-bullying behavior is influenced by the interaction between individual psychological factors and social environmental factors. This study highlights the importance of strengthening empathy, fostering a positive school climate, and enhancing peer support in promoting anti-bullying behavior among students.
Ecological Citizenship Discourse: A Critical Study of Citizenship Education in Indonesia Kasmawati, Andi
Humaniora: Journal of Indonesia Culture and Society Vol. 14 No. 1 (2023): Humaniora
Publisher : Bina Nusantara University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21512/humaniora.v14i1.8016

Abstract

The research discussed that global and ecological citizenship discourse became vital for all current citizenship models; apart from the relational needs between humans and the environment, nature also needed to be preserved for survival and efforts to increase civic values. However, this conceptual-theoretical debate about the development and influence of this discourse created an antinomy among the dominant theories that had a place in contemporary citizenship discourse. Qualitatively, the research contributed to exploring the development of global and ecological citizenship discourse and its influence on students’ experiences of citizenship in Indonesia. It was built on ‘theoretical eclecticism’ and focused on the respondent’s ‘cognitive response’ combined with a critical realism perspective to analyze data, which was obtained randomly in various places and students from various majors by prioritizing the main aspects: mental existence; external existence; and essence as a knowledge domain; awareness; and their experiences. Each meeting lasted between 30 to 45 minutes with 100 respondents. Descriptively, the research results indicate that the development of global and ecological citizenship discourse has not received attention and has a significant impact on the discourse of education and citizenship experience in Indonesia. The ecological dimension lacks or does not yet have a close relationship with all other dimensions in the citizen’s experience as a form of civic virtue, including knowledge, awareness, and actions, both economic, social, and political.
Co-Authors . HASNIATI . IKBAL . MUSTARING . SAMSIDAR . WIDARWANI A. Alyana A. Anugrah Batara Agung A.Muh. Anugrah AA Sudharmawan, AA Abdul Sakban Ahmad Ahmad jamalong Aisyah Bahar Akbar, Andi Muh. Al Fitrianti Iwan Aldy Saputra Alfiana Damasinta Aliah Mustika Amar, Muh Amar, Muh. ANDI ACO AGUS Andi Aco Agus, Andi Aco Andi Anugrah Mahyuddin Andi Cudai Nur Annisa F, Nurul Arbaina Rahmatan Nisa Arham Jaya Asmiana Saputri Ilyas Baehaqi Bahar, Elma Amalia Bahtiar, Nur Lita Bakhtiar Bakhtiar Bakhtiar Bakhtiar Bakhtiar Bakhtiar Bangngalino, Desi bangalino Barumbun, Mardyanto Besse Desinta Charlos G Maay Chinta Sry Amalya Sary Cudai, Andi Dahri, Irsyasd Didik Iskandar DJAPAR . Dr. Mustaring, M.Hum Elci - Palino Ersa FM Santiago FATMAWATI MOGENTE Febrianti Feni Nurfiani Ferdi Fitra Ayu Lestari Fitriani. K Gabriela Nade Brigita Hadi Nasbey Haedar Akib Hajar, Nurfahmi Halimah Muhammad Hanafie, Nurharsya Khaer Haris , Hasnawi Haryani Haryani Hasnawi Haris HASNAWI HARIS Hasnawi Haris HASNAWI HARIS, HASNAWI Hasrawati HERI TAHIR Heri Thahir Herman Herman H Hesti Hesti Ihwan Arifuddin IKRAMULLA SYARIFUDDIN Imam Suyitno Imam Suyitno Imam Suyitno Ira Mirwan Irma M Irsyad Dhahri Samad Ismail Ismail Jamaluddin Jumadi Jumaindahh Jumartina Kamue, Yurni Kartini Kartini Kurnia Ali Syarif Kurnia, Maudy Labbase, Mudhiah Fadhilah Lu&#039;mu Lu&#039;mu Lukman Arifin LUKMAN ILHAM Lu’mu, Lu’mu M. Alim Manan Sailan Marsanda Putri Martho, Aprilia Evelyn Krisanti Martho Melindah Melindah Milda Milda Milyan, Milyan MITRA PARADIBA Mudassir Hasri Gani Muh Amar Muh. Amar Muh. Amar Muh. Ikbal Muh. Sudirman Muh. Yunus Muhajirin Muhajirin Muhammad Akbal Muhammad Alfarizi Muhammad Ihsan Muhammad Irvan Nur Iva Muhammad Khadafi Muhammad Sudirman Muhammad Yamin Muliani, Ekha MUSTARI Mustari Mustari Mustari Mustari Mustari Mustari Mustaring Mustaring Mustaring Mustaring Najamuddin Najamuddin, Najamuddin Nasuhan, Najamuddin NELI AMELIA GUNTUR NILASARI . Nirwana, Nirwana Novayanti Sopia Rukmana, Novayanti Sopia Novi Nur Anisa Nur Aslamia Amin Nur Fadilah Guntur Nur Hasyiah Nur Sakinah I.Rahman Nur Syawal Nur, A. Rismawinardi Nur, Andi Armianti NURHAYATI . Nurkhalifa Nurlaelah Nurlaelah, Nurlaelah Nurul Aulia Ramadani Nurul Izzah Bahri Nurussyariah Onasis, Andi Ramadhani, Thea Rifdan . Rifdan Rifdan RIRIN NURFAATHIRANY HERI Risma Niswaty Rismawati Riswan Riswan Rita Febriana Rivai, Andi Muhammad Romansyah Sahabuddin Sahrul Sahrul Sahrul Sahrul Salsabila Syamsul Rizal SANGKALA IBSIK, SANGKALA Sari, Mega Indah SB, Karina. Sejahtri Datu Siti Ramadani Sonia Sri Andini Sri Defi Sri Mutmainnah Sri Wiwinda Lestari Suciawati, Heni sukriRAHMAT RASDI Sumarni B SUMARNI B. Syahrisofia, Rezky Syawaloedin HP, Andi Try Haldyaqhza Toding Bua, Mety Try Gustaf Said Wahira Wahira Wahyudi Gani, Andika Wandayani Wulandari, Andi Eka Yusrianti Yusrianti Zakaria