Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH PEMBERIAN MINYAK BUAH MERAH (Pandanus conoideus oil) TERHADAP PEMBENTUKAN FOAM CELLPADA AORTA TIKUS GALUR WISTAR (Rattus norvegicus) DENGAN DIET ATEROGENIK Syarkiah, Syarkiah; Fitri, Loeki Enggar; Pudjirahaju, Astutik
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 24, No 1 (2008)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1170.507 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2008.024.01.1

Abstract

Coronary heart disease serves as the main cause of death in the world. One of the effort to reduce therisk of coronary heart disease is by consuming food containing antioxidant. Red fruit contains high antioxidant, namely β-carotine (700 ppm) and alphatocopherol (500 ppm). This study was intended to find out the effect of red fruit oil (Pandanus conoideus oil) toward the formation of foam cell in wistar rat (Rattus norvegicus) with atherogenic diet.This study was an experimental study, the design applied was complete randomized design with 3 repetitions. The treatment in this study wasthe addition of red fruit oil in standard diet andatherogenic one, comprising 8 groups, namely P0group (negative control), P1group (positive control), P2group (standard diet + red Fruit Oil 0,12 ml/day), P3group (standard diet + red Fruit Oil 0,24 ml/day),P4group (standard diet + red Fruit Oil 0,36 ml/day), P5group (atherogenic diet + red Fruit Oil 0,12 ml/day), P6group (atherogenic diet + red Fruit Oil 0,24 ml/day), and P7group (atherogenic diet + red Fruit Oil 0,36 ml/day). The parameter was the number of foam cells. The process and data analysisapplied Oneway Anova statistical test, followed with DMRT (Duncan Multiple Range Test) statistical test.The result of Oneway Anova statistical test indicated that there was a significant difference of foam cell number among groups (p = 0,000). The conclusion inferred from this study is that the addition of red fruit oil with dosage 0.24 ml/day and 0,36 ml/day may significantly obstruct the formation of foam cell in wistar strain rat with atherogenic diet.
Pengaruh Artemisin dan Moringa terhadap Derajat Parasitemia, Kadar Malondialdehyde serta Histopatologi Otak Mencit Malaria Hernowati, Tinny Endang; Fitri, Loeki Enggar; pertiwi, resti anggun
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 29, No. 2 (2016)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkb.2016.029.02.6

Abstract

Salah satu bentuk infeksi malaria berat adalah malaria serebral ditandai dengan respon inflamasi berlebih dan peningkatan jumlah pembuluh darah di jaringan otak sehingga menyebabkan terbentuknya radikal bebas secara berlebihan. Ekstrak daun Kelor (Moringa oleifera) berpotensi sebagai antioksidan dan antiinflamasi yang diharapkan dapat bekerja sebagai terapi adjuvant untuk kombinasi dengan artemisin. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh kombinasi Artemisin dan ekstrak daun Moringa oleifera terhadap derajat parasitemia, kadar MDA dan gambaran histopatologi pada jaringan otak mencit yang diinfeksi P.berghei. Penelitian ini merupakan True Experimental Design. Sampel penelitian yang digunakan adalah mencit galur BALB/c. Bedasarkan hasil analisis Post Hoc pada hari ke-3 dan ke-7, terdapat perbedaan rerata derajat parasitemia, kadar MDA, dan jumlah pembuluh darah di jaringan otak yang bermakna antara kontrol positif dan semua perlakuan (p<0,05). Pada kelompok yang diterapi Artemisin, didapatkan derajat parasitemia yang lebih rendah dibandingkan dengan kontrol positif (p<0,05), namun lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok kombinasi (p<0,05). Rerata kadar MDA turun signifikan pada hari ke 7 terutama pada kelompok kombinasi dosis tertinggi (p=0,000) dibandingkan dengan hari ke 3. Pada pengamatan jumlah pembuluh darah di jaringan otak mencit didapatkan bahwa pada hari ke 7 terjadi penurunan signifikan pada jumlah pembuluh darah di kelompok kombinasi dibandingkan kelompok Artemisin. Dapat disimpulkan kombinasi Artemisin dan ekstrak daun Moringa oleifera lebih baik menurunkan derajat parasitemia, kadar MDA dan jumlah pembuluh darah di jaringan otak mencit dibandingkan dengan terapi artemisin saja.Kata Kunci: Derajat parasitemia, histopatologi otak, malaria, Malondialdehyde
EFEK KOMBINASI KLOROKUIN DAN N-ACETYL CYSTEINETERHADAP JUMLAH TROMBOSIT MENCIT GALUR BALB/C YANG DIINFEKSI Plasmodium berghei Mulyastuti, Yuanita; Widijanti, Anik; Ali, Mulyohadi; Iskandar, Agustin; Fitri, Loeki Enggar
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 20, No 1 (2004)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.731 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2004.020.01.8

Abstract

Malaria is the most important of the parasitic diseases of humans. In Indonesia, about more than 70 million people live in area which is endemic to malaria, about 15 million new case ofmalaria occurred every year. In malaria immune response forms free radical which assist to eliminate the cause of disease but  also destroys endothelial cells at various organ. This oxidative damage plays an important role in the development of malarial thrombocytopenia. The aim of this research was to investigate the effect of Choroquine combine with N-Acetyl cysteine on the degree of parasitemia and platelets amount during malaria infection. Combination of Chloroquine and N-Acetyl cysteine have been tested by using experimental research method in male Balb/c mice which was infected by Plasmodium berghei. Measurement of the degree ofparasitemia was done everyday and the amount of the platelet as one of the nonspecific cellular immunity parameter at malaria was calculated once in three days. Treatment group were divided to eight groups, group of chloroquine(0,05 mg/gr), group of N-Acetylcysteine with dose 0,25 mg/gr, 0,5 mg/gr, and 1 mg/gr and also combination group of chloroquine and N-Acetyl cysteine with constant dose of chloroquine(0,05 mg/gr) and various dose of N-Acetyl cysteine(0,25 mg/gr, 0,5 mg/gr, and 1 mg/gr). One group consistedof infected mice without treatment as control group.
Pengaruh Pemberian Propolis terhadap Ekspresi INOS dan Kadar MDA pada Otak Tikus Model Cedera Otak Traumatik Damayanti, Ria; Fitri, Loeki Enggar; Dalhar, Mochamad
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 29, No. 2 (2016)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkb.2016.029.02.3

Abstract

Propolis memiliki aktivitas antioksidan dan antiinflamasi yang kuat, dengan menetralisir berbagai radikal bebas dalam tubuh seperti seperti ROS dan reactive nitrogen species (RNS) dan menurunkan ekspresi dari nitric oxide synthase (NOS) dan mencegah kerusakan DNA, sehingga propolis memiliki potensi sebagai alternatif terapi dalam menurunkan ekspresi iNOS dan menurunkan radikal bebas yang diukur melalui kadar MDA pada cedera otak traumatik. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh pemberian propolis dalam berbagai dosis pada ekspresi iNOS dan MDA di otak tikus Rattus norvegicus model traumatik. Sampel dibagi menjadi 5 kelompok, yaitu: kontrol negatif, kontrol positif, kelompok model trauma dan diberi perlakuan propolis masing-masing dosis 50mg, 100mg, dan 200mg per kgBB/hari. Pada akhir penelitian, tikus dikorbankan dan dibuat preparat otak untuk menilai ekspresi iNOS dan kadar MDA. Berdasarkan hasil analisa statistik, didapatkan hubungan yang signifikan antara ekspresi iNOS dan kadar MDA otak tikus model traumatik dengan berbagai dosis propolis (secara berurutan, Kruskal Wallis p=0,001; ANOVA p=0,000 (p&lt;0,05)). Penelitian ini membuktikan bahwa propolis berpengaruh dalam penurunan ekspresi iNOS dan kadar MDA di otak tikus model traumatik.Kata Kunci: Cedera otak traumatik, iNOS, MDA, propolis
Kombinasi Ekstrak Batang Talikuning dan Artemisin sebagai Obat Antimalaria terhadap Plasmodium berghei Muti'ah, Roihatul; Enggar F, Loeki; Winarsih, Sri; Soemarko, Soemarko; Simamora, Dorta
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 26, No 1 (2010)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (645.931 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2010.026.01.6

Abstract

ABSTRAKMalaria, penyakit menular dengan tingkat kematian yang tinggi sekarang menghadapi penurunan kemanjuran obat obat pilihan pertama yaitu kombinasi artemisin dan amodiaquine. Talikuning (Anamirta cocculus), adalah jamu tradisional yang secara empiris digunakan sebagai antimalaria di Papua telah disarankan untuk meningkatkan efektivitas kombinasi obat antimalaria. Talikuning batang dan akar mengandung alkaloid kuartener yang dianggap memiliki aktivitas fisiologis sebagai antimalaria. Penelitian ini bertujuan untuk memahami efek antimalaria dari ekstrak batang talikuning dan kombinasinya dengan artemisin pada derajat parasitemia mencit terinfeksi Plasmodium berghei. Peritoneal tikus yang terinfeksi dengan Plasmodium berghei ANKA 106 dan dibagi menjadi 11 kelompok perlakuan, kontrol negatif, kontrol positif; artemisin dosis 0,04 mg / g BB; talikuning dosis: 0,001 mg / g BB; 0,01 mg / g BB; 0, 1 mg / g BB, dan 1 mg / g BB. Dan kombinasi artemisin talikuning dosis: 0,001 mg / g BB; 0,01 mg / g BB, 0,1 mg / g BB; and1 mg / g BB. Pengobatan dimulai pada hari 0 di mana derajat parasitemia mencapai 5-15% dan dilanjutkan selama 7 hari, observasi parasitemia dilakukan pada hari 3, 5 dan 7 hari. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak talikuning induk  bisa menghambat pertumbuhan Plasmodium berghei secara signifikan (p <0,05) terhadap kontrol dengan ED50 dari 0,043 mg / g BB tikus yang setara dengan 4,7 mg / kg BB manusia. Namun demikian, kombinasi dosis-talikuning artemisin tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan dibandingkan dengan pengobatan monoterapi artemisin (p> 0,05) baik pada hari 3, 5 dan 7 hari pasca terapi. Hal ini menunjukkan bahwa pemberian kombinasi-talikuning artemisin tidak berbeda dari penyediaan artemisin monoterapi.Kata Kunci : Antimalaria,  artemisin, derajat parasitemia, Plasmodium berghei, talikuning
INTERVENSI CYTOADHERENCE SEBAGAI PELUANG UNTUK PENCEGAHAN DAN TERAPI MALARIA BERAT Simamora, Dorta; Sumitro, Sutiman B.; Fitri, Loeki Enggar
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 22, No 2 (2006)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.666 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2006.022.02.3

Abstract

Abstract  In  malarial  infection,  erythrocytes  infected  wih  Plasmodium  falciparum  bind  to  endothelial  vascular  (endothelial cytoadherence). This binding is implicated in the forming of sequestre and  rosette that affects the vascular circulation, and thus injures  the capillary wall. This mechanism is important in pathogenesis of malarial due to dysfunction of several organs. There are several receptors of  cytoadherence in human e.g Thrombospondine (TSP), CD-36, ICAM-1, and ELAM-1 as well as specific ligands of the parasite  e.g  Plasmodium falciparum Erythrocyte Membrane Protein-1 (PfEMP-1), 220 kDa protein of Pf60, Pf332, sequestrin, Pfaldhesin and STEVOR.  PfEMP-1 has been revealed as a molecule that is responsible for pathogenesis of severe malaria. This protein can pass parasitophorous vacoular membrane (PVM) of the parasite by attaching its molecule to carry Protein Export Elemen (PEXEL) and than go to the surface of erythrocytes in combination with specific helper protein in maeurer cleft.  The intervention on cytoadherence process through blocking of specific ligand directly or blocking the translocation of this ligand to the surface of erythrocytes might be important in regulating the outcome of malarial infection.  Key words : Cytoadherence, severe malaria, intervention, adhesion molecule.
POTENSI Musca domesticaLinn. SEBAGAI VEKTOR BEBERAPA PENYAKIT Hastutiek, Poedji; Fitri, Loeki Enggar
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 23, No 3 (2007)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1524.819 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2007.023.03.4

Abstract

Musca domestica is a fly which can be found aroundhouse and cage. Its present interference human hygiene, calmness and health. This fly generating many loss at human being and animal because this fly have high potency  in spreading many diseases agents, that are protozoa, worm, virus, bacterium and fungi. Several agents of emerging,reemerging and new emerging diseases can be transferred by M. domestica such as Cryptosporidium parvum, Helicobacter pylori, E.coli O157:H7 and H5N1. Agens removed by M. domestica through regurgitasi, excrete and exoskleleton. Interestingly M. domestica might be act as biological vector. Key words: Musca domestica, agent of disease
RESISTENSI OBAT MALARIA: MEKANISME DAN PERAN OBAT KOMBINASI OBAT ANTIMALARIA UNTUK MENCEGAH Simamora, Dorta; Fitri, Loeki Enggar
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 23, No 2 (2007)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1046.929 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2007.023.02.4

Abstract

Multi drug resistance (MDR) of malariae parasite iscaused by decreasing ability of some antimalarial  drugs examples chloroquine, mefloquine, antifolate and atovaquone  to Plasmodium. Resistance to artemisin has not beenfound yet. Antimalaria drug resistance happened because some factors especially : genetic factor (gene mutation)  of the Plasmodium. Mechanism pathway of resistance differsin location, because the different target drug action. Resistance migh be reduce by using combination therapy. Key words: resistance, Plasmodium falciparum, antimalaria combination
Kombinasi Artesunat Injeksi dan Ekstrak Brotowali (Tinospora crispa (L) Miers) Menurunkan Derajat Parasitemia serta Meningkatkan Ekspresi HSP70 dan Endoglin pada Mencit C57BL/6J yang Diinfeksi Plasmodium berghei Swastomo, Rahadi; Budiarti, Niniek; Fitri, Loeki Enggar; Poeranto, Sri
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 29, No. 4 (2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkb.2017.029.04.3

Abstract

Penemuan kombinasi terapi baru untuk malaria dianggap penting karena kemampuan resistensi dari Plasmodium terhadap pengobatan terdahulu. Sebanyak 18 mencit dibagi ke dalam kelompok kontrol negatif, kontrol positif, kelompok artesunat, serta kelompok kombinasi artesunat dengan brotowali (dosis 50 mg, 60 mg dan 70 mg). Selain kontrol negatif, semua mencit diinfeksi Plasmodium berghei. Selanjutnya diamati derajat parasitemianya sampai hari ke-7, kemudian dilakukan pemeriksaaan imunohistokimia guna mengetahui ekspresi HSP70 dan endoglin pada otak mencit. Kombinasi artesunat injeksi dan ekstrak brotowali terbukti dapat menurunkan derajat parasitemia lebih baik dari pemberian terapi tunggal artesunat dan meningkatkan ekspresi HSP70 dan endoglin. Kesimpulannya, kombinasi terapi malaria menggunakan artesunat dan brotowali terbukti berpotensi sebagai terapi kombinasi yang efektif terhadap malaria karena mampu menurunkan derajat parasitemia sampai 0% dan meningkatkan ekspresi HSP70 dan endoglin pada otak mencit C57BL/6J secara signifikan. 
PENGARUH EKSTRAK BIJI NIMBA (Azadirachta indica) TERHADAP PENURUNAN DERAJAT PARASIT DAN JUMLAH HEMOZOINPADA KULTUR Plasmodium falciparum Aini, Noer; Soebaktiningsih, Soebaktiningsih; Fitri, Loeki Enggar; Kalsum, Umi; Sumarno, Sumarno
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 20, No 3 (2004)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (327.584 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2004.020.03.2

Abstract

Malaria infection is still one of world health’s problems that cause a high death rate (20.9% - 50%). One of the reason is Plasmodium falciparum resist to conventional anti-malarial drugs. Neem seeds extract had been reported has antimalarial effect by decreasing parasitemia, but there has not been any report on its effect in inhibition hemazoin formation. The aimof this research was to find the effect of Neem seeds extract on parasitemia and hemazoin level in Plasmodium falciparum culture. Laboratory experiment was done by using Papua isolate of Plasmodium falciparum (2300) from NAMRU 2 Jakarta. After synchronized, malarial culture was divided into 4 groups namely Control group (culture medium only), Chloroquine group, Artemisinin group, and Neem seeds extracts group. Each treatment group was devided into 5 drug doses of 6.25 µ/ml, 12.5 µ/ml, 25 µ/ml, 50 µ/ml and 100 µ/ml respectively. Parasitemia was measured by Pyridine-hemochrome methods using spectrophotometer  λ560 nm. Statistical analysis was done involving one-way-ANOVA followed by Tukey HSD and Pearson’s Correlation. A significant difference was found between control and treatment groups in parasitemia and hemozoin level. Different dose in treatment groups didn’t show any significant difference in both parasitemia (p=0.99) and hemozoin level (p=0.985). Tukey test between treatment groups didn’t show a significant difference decrease of hemazoin level and parasitemia (r=0.970). The conclusion was Neem deeds extract can inhibit P. falciparum growth by decreasing parasitemia and hemazoin level. Key words: Neem seeds extract, parasitemia, hemazoin level, P. falciparum
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W AA Sudharmawan, AA Adilah Ulfiati Adilah Ulfiati, Adilah Agustin Iskandar Agustina Tri Endharti Agustina Tri Endharti Ahmad Fauziansyah Ahmad Fauziansyah Zian Ajeng Maharani Putri Alfian Wika Cahyono Ali Rahmanto Anak Agung Gede Sugianthara Andi Arahmadani Arasy Anik Widijanti Arasy, Andi Arahmadani Ardhian Wardana Ardhian Wardana, Ardhian Ariel, Dio Giovanni Arif Setyawan, Sang Aji Arifin, Mochammad Samsul Astutik Pudjirahaju Bagus Hermansyah BR. Sijabat, Melda Fio Flora Bramantyo Aji Wicaksono Bramantyo Aji Wicaksono, Bramantyo Aji Brigitta Ida RV Corebima Burhan, Niniek Cahyono, Alfian Wika Chairul A. Nidom Chairul A. Nidom Dalhar, Mochamad Damayanti, Ria Dara Dasawulansari Syamsuri Desy Andari Dewi Indiastari Didi Candradikusuma Didi Candradikusuma Dio Giovanni Ariel Dorta Simamora Edi Widjajanto Elviliana, Elviliana Erma Sulistyaningsih Erwan, Nabila Erina Eviana Norahmawati Firdiani Nur Afifah, Firdiani Nur Fitria Febriliani Putri Fitriana Nugraheni Fitriana Nugraheni, Fitriana Ghofar, Hervin Febrina Handono Kalim Hayu Sukowati Nopitasari Heri Kristianto Heri Suroso, Heri Herpan Syafii Harahap Hervin Febrina Ghofar Hidayat Sujuti Husnul Asariati Husnul Asariati I Ketut Gede Muliartha Ihwan Ihwan Ika Setyo Rini Irene Ratridewi Isnadiyah Juhdi Joko Agus Gunawan Josef Sem Berth Tuda Juhdi, Isnadiyah Kana Mardhiyyah Kartika Senjarini Karyono Mintaroem Karyono Mintaroem Karyono Mintaroem Khadafi Indrawan Khairiyadi Khairiyadi Krisni Subandiyah Krisni Subandiyah Krisni Subandiyah Krsni Subandiyah Kusworini Handono Laksmi Karunia Tanuwijaya Laksmi Karunia Tanuwijaya Lilik Maslachah Lilik Zuhriyah M. Fahrul Arifin Mardhiyyah, Kana Mario B. Nara Melda Fio Flora BR. Sijabat Merici, Angela Mochammad Dalhar Moh Mirza Nuryady Moh Mirza Nuryady, Moh Mirza Mohammad Saifur Rahman Mulyohadi Ali Muti'ah, Roihatul Nabila Erina Erwan Nafi’ah, Riris Waladatun Namira, Anggi Alya Nashi Widodo Natalia Erica Jahja Nicole Berens-Riha Nicole Berens-Riha, Nicole Niniek Budiarti B Niniek Burhan Noer Aini Nopitasari, Hayu Sukowati Nugraha, Rivo Yudhinata Brian Nur Fahma Pradiptasari Nur Fahma Pradiptasari, Nur Fahma Nur Hidayat Nur Permatasari Nurdiana Nurdiana Nurdiana Nurdiana Nurtyas, Yunika pertiwi, resti anggun Poedji Hastutiek Pratama, Andhika Putra Agus Putri, Ajeng Maharani Putri, Fitria Febriliani Putri, Rachmania Rachmania Putri Rahma, Zainabur Rahmad Rahmad Rahman, Mohammad Saifur Renny Suwarniaty Renny Suwarniaty, Renny Rifa'i, Muhaimin Rivo Yudhinata Brian Nugraha Rizky Amalia Rohma, Novita Ainur Sabrina Sunyoto, Nimas Mayang Saiful Akhyar Lubis Sakunda Anggarini, Sakunda Samsul Arifin Siti Candra Windu Baktiyani Siti Candra Windu Baktiyani Soebaktiningsih Soebaktiningsih Soemarko Soemarko Sri Hayati, Yati Sri Murwani Sri Poeranto, Sri Sri Suhartini Sri Winarsih Subekti, Indah Fitriana Sudjari Sudjari Sugeng Setyo Utomo Sugeng Setyo Utomo, Sugeng Setyo Sujarot Dwi Sasmito sujarot dwi sasmito, sujarot dwi Sumarno . Sumarno Sumarno Susanto Nugroho Susanto Nugroho Sutiman B. Sumitro Swastomo, Rahadi Syarkiah Syarkiah Teguh Wahju Sardjono Teguh Wahju Sardjono Teguh Wahju Sardjono Thomas Loescher Thomas Loescher, Thomas Tikto Wahyono Tinny Endang Endang H Tinny Endang Hernowati Tinny Endang Hernowati Tuda, Josef Sem Berth Umar Zein Verry Asfirizal Vonny Mariany Deckert Wahyono, Tikto Wongso Suhendro Yoes Prijatna Dachlan Yuanita Mulyastuti Yuliyanik yuliyanik Yunika Nurtyas Yunita Armiyanti Zainabur Rahma Zakiyah Zulaifa Zakiyah Zulaifa, Zakiyah