p-Index From 2021 - 2026
6.421
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Al Bayan: Jurnal Jurusan Pendidikan Bahasa Arab Teosofi: Jurnal Tasawuf dan Pemikiran Islam Psikodimensia: Kajian Ilmiah Psikologi Jurnal Pendidikan Islam Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Journal of Contemporary Islam and Muslim Societies Jurnal Ilmiah Sekolah Dasar Literasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah ETNOREFLIKA: Jurnal Sosial dan Budaya Ta'dib: Jurnal Pendidikan Islam Titian: Jurnal Ilmu Humaniora Politea : Jurnal Politik Islam Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Jurnal Pasca Dharma Pengabdian Masyarakat Moderasi; Jurnal Studi Ilmu Pengetahuan Sosial Teaching and Learning Journal of Mandalika (Teacher) Keraton: Journal of History Education and Culture Jurnal Kependidikan: Jurnal Hasil Penelitian dan Kajian Kepustakaan di Bidang Pendidikan, Pengajaran dan Pembelajaran AL WASATH Jurnal Ilmu Hukum Munaddhomah: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Khazanah: Jurnal Sejarah dan Kebudayaan Islam TARBAWY: Indonesian Journal of Islamic Education Jurnal Pengabdian Masyarakat : Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Journal Of Human And Education (JAHE) Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Siginjai: Jurnal Sejarah Abdimas Indonesian Journal PENDALAS: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengabdian Masyarakat Proceeding International Conference on Malay Identity Jurnal Ilmiah Ilmu Terapan Universitas Jambi Prosiding Seminar Nasional Humaniora English Education and Applied Linguistics Journal (EEAL Journal) Innovative: Journal Of Social Science Research Jurnal Pendidikan Islam SAJARATUN : Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Krinok: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sejarah JURNAL KELUARGA SEHAT SEJAHTERA Criksetra: Jurnal Pendidikan Sejarah International Journal of Social and Education (INJOSEDU) TAJDID Jurnal Ilmu Ushuluddin
Claim Missing Document
Check
Articles

Sejarah dan Perkembangan Organisasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Jambi Tahun 1962 - 2014 Suhardi, Razib; Supian, Supian; Solechan, Solechan; Hasibuan, Tuti Hardianti
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 3 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i3.19082

Abstract

Peneltian ini bertujuan Untuk mengetahui Sejarah terbentuknya organisasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia di Jambi, Perkembangan organisasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jambi 1962-2014, dan dampak kehadiran organisasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) bagi di lingkungan sekitar Wilayah Kota Jambi PMII. Metode penelitian ini mengunakan metode penelitian sejarah terdiri dari beberapa langkah diantaranya heuristik, kritik, interpretasi dan historiografi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwasanya Cabang PMII di Jambi resmi berdiri pada era 1962 meskipun belum terlihat dengan jelas, PMII Jambi telah mengikuti kongres II PMII bersamaan dengan 18 cabang baru yang diselenggarakan di Kaliurang Yogyakarta pada 25-29 Desember 1963. Sebagai organisasi kader, proses pengkaderan atau kaderisasi menjadi hal yang sangat penting. Pada tahun 1962, PMII mulai menanamkan akar di Jambi sebagai organisasi mahasiswa Islam yang berupaya mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dalam gerakan intelektual. Masa ini ditandai dengan pendekatan kaderisasi sederhana melalui diskusi keagamaan dan kegiatan sosial. Kondisi dan strategi pengkaderan PMII pada masa awal yang fokus pada pendekatan keagamaan dan jauh dari isu politik praktis. Sistem pengkaderan yang dilakukan melalui dakwah dan mengajar mengaji menunjukkan bahwa PMII saat itu berorientasi pada pembinaan spiritual dan intelektual yang berbasis pada tradisi pesantren. Kehadiran PMII di Kota Jambi memberikan dampak positif yang luas, tidak hanya dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan, tetapi juga dalam pembentukan karakter sosial, politik, dan keagamaan yang inklusif. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya kader-kader PMII yang sukses, baik itu di bidang karir, politik, keagamaan, Pendidikan, dan Sosial budaya.
DESIMINASI OBJEK WISATA SEJARAH DI DANAU SIPIN KOTA JAMBI Indrayani, Nelly; Fansuri Mursal, Irhas; Fatonah, Fatonah; Rahman, Abd; Supian, Supian
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i1.166-175

Abstract

Jambi memiliki fase sejarah yang cukup panjang, mulai dari masa pra sejarah, Hindu Budha, Islam, Kolonial dan Kemerdekaan. Fase sejarah Jambi ini memberikan kekayaan  tinggalan-tinggalan sejarah khusunya di Danau Sipin Kota Jambi. Tinggalan-tinggalan sejarah di Danau Sipin merupakan bagian dari sejarah lokal. Tinjauan lapangan ditemukan bahwa kesadaran dan pemahaman masyarakat terhadap kelestarian objek wisata sejarah danau sipin perlu ditingkatkan.Masyarakat tidak ramah terhadap sejarah lokal yang mereka miliki berupa tinggalan-tinggalan sejarah yang memiliki disekitar mereka dengannilai identitas daerah dan identitas nasional. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini adalah pertama tahap Persiapan. Survei lapangan guna mengetahui medan lokasi pengabdian, kondisi masyarakat, dan tinggalan-tinggalan sejarah yang tersimpan di Danau Sipin. Kedua tahap pelaksanaan, yakni mengenalkan/mendiseminasikan dan mendialogkan potensi tinggalan-tinggalan sejarah terdiri dari Situs Candi Solok Sipin, Makam Taman Raja, dan potensi alam wisata danau sipin. Pada tahap ini tim pengabdian masyarakat bekerja sama dengan pemerintah dan dinas Kominfo Kota Jambi untuk mengembangkan wisata tinggalan-tinggala sejarah dan wisata danau sipin secara virtual.Wisata virtual ini juga mendukung ekonomi kreatif di danau Sipin
RIMBA SINKRETIS: The Intersection of Islamic Spirituality in the Local Beliefs of the Indigenous Peoples of Makekal Hulu in Merangin District, Jambi Province Supian, Supian; Muspawi, Mohammad
Journal of Contemporary Islam and Muslim Societies Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/jcims.v6i1.11189

Abstract

Abstract: Rimba sinkretis is a set of teachings and beliefs in the Jambi indigenous community, which shows a mixture of elements or understandings with other religions (Islam), which is revealed to be a belief. The ethnographic approach is known to be suitable for elemental and cultural studies. This study reveals three crucial topics: First, there isa meeting point of local religion with Islam which is believed to have been mixed since the syncretic decades through the common teachings and beliefs of one god (monotheism). Second, the meeting point of beliefs that have spiritual similarities to Islam, both in religious expressions and prayers to God, includes Lâ Ilâha Illallâh, Muhammad Rasûlullah, Bismillâh, Salamikum, Allâh Akbar, and Yâ Allâh, so that it does not conflict with their teachings as Muslims. Third, the beliefs of the Orang Rimba community in an almighty God named Allah Ta‘ala, the two prophets named Adam and Muhammad, malakat orang meru as the unseen (spirits), bilik (heaven) and nereko (hell) as places of torment for doso (sin) and pahalo (goodness), baheulo (gods) as jinn and demons, balik ke henteu as the afterlife, Halam Robah as the day of judgment and the orang bek kebudi as good and pious people (ulama). Keywords: Rimba Sinkretis, intersection of Islamic spirituality, local religion, indigenous people
Principal’s Strategy to Improve Teachers Professional Competence Atstsaury, Shofian; Hadiyanto, Hadiyanto; Supian, Supian
Munaddhomah: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 5 No. 1 (2024): Progressive Management of Islamic Education
Publisher : Prodi Manajemen Pendidikan Islam Pascasarjana Institut Pesantren KH. Abdul Chalim Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31538/munaddhomah.v5i1.775

Abstract

As a leader, the principal has a very large role and duties. The success of a school depends on the strategy implemented by the school principal. This research aims to find out how the principal's strategy is to improve teacher professional competence at Setih Setio 2 Vocational High School Muara Bungo. The method used in this research is descriptive qualitative. The data collection techniques used were observation, interviews, and documentation studies, Meanwhile, data validity testing uses data credibility by conducting triangulation and member checking. The sources were the school principal, deputy head of curriculum, and teachers at Setih Setio 2 Vocational High School Muara Bungo. The results of the study reveal that a good principal's strategy can make it easier to improve teachers professional competence by holding regular meetings with the teachers, always motivating the teachers, conducting competency-based training, maximizing class supervision, and fulfilling the needs for facilities and infrastructure, especially those related to learning.
Moderation Values in Arabic Classrooms: Perspectives of Secondary School Teachers Sobri, Muhammad; Supian, Supian; Sanusi, Anwar; Mustofa, Ady Muh. Zainul; Hasani, Salman
Jurnal Al Bayan : Jurnal Jurusan Pendidikan Bahasa Arab Vol 17 No 2 (2025): Jurnal Al Bayan: Jurnal Jurusan Pendidikan Bahasa Arab
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/d88pge75

Abstract

As a core subject in Islamic schools, Arabic language education holds strategic potential to promote moderation values through linguistic and moral engagement. This role becomes increasingly vital amid growing concerns about intolerance and exclusivism among students in Indonesia. This study aims to analyze how Arabic language teachers at Islamic Junior High Schools (MTs) in Muaro Jambi internalize and operationalize the values of religious moderation in their classroom practices—particularly in the initial, core, and closing learning activities. This study employed a qualitative approach, utilizing a case study design that incorporated interviews, classroom observations, and document analysis. The results showed that the values of religious moderation in Arabic language learning in the classroom were reflected in every stage of learning.  In the core activities, teachers instructed students to discuss in small groups while studying al-qirā’ah (reading) and al-kitābah (writing). This discussion instilled the values of shūrā (deliberation) and iṣlāḥ (improvement). When differences of opinion arose, the teacher emphasized politeness and respect, reflecting tasāmuḥ (tolerance), and provided a direct example of behavior (qudwah). The implication is the need for the development of contextual Arabic language teaching materials, along with moderation and teacher training, to make the integration of these values more systematic and sustainable.
The Impact of Transmigration on The Development of Christianization in West Pasaman (1953-1980) Nelly Indrayani; Supian Ramli
Criksetra: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 12 No. 1 (2023)
Publisher : Sriwijaya University in collaboration with  Perkumpulan Program Studi Pendidikan Sejarah Se-Indonesia (P3SI) dan Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI). 

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jc.v12i1.133

Abstract

This study reveals the social history of transmigration's effects on the chirstianization of pasaman. This chirstianization took place in 1953, for the existence of christians who have settled in about the 20th century. These christians came from java, and it's mainly in transmigration resettlement areas. In progress until the end of 1980, chirstian activity look dinamics, so that christian could engage in various activity of life. The study uses historical science research methods of heuristic, critisim, interpretation, and historiography. Studies have found that, the social movement of christian resulted from transmigration trough all walks of life in the pasaman. The christian movement in the pasaman included education, place of worship, youth and art, and socioeconomic society. A propesive action is that without resorting to anarchy in a persuasive or inviting approach. This effrot has brough various froms of infrastructure to all sector of life.
PELATIHAN GURU AGAMA BERBASIS LITERASI DIGITAL KEPENDIDIKAN DI MTS AL-IHSANIYAH SARANG BURUNG MUARO JAMBI Muhammad Sobri; Supian; Sulhi M. Daud; Sahrizal Vahlepi
PENDALAS: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 3 (2022)
Publisher : Yayasan Pendidikan Islam dan Multikultural

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.274 KB) | DOI: 10.47006/pendalas.v2i3.160

Abstract

Era digital mengarahkan pendidikan semakin efektif dan efisien. Pandemi covid yang mewabah melumpuhkan berbagai aspek kehidupan diantaranya pendidikan sehingga mengharuskan Pendidik dan peserta didik mampu menggunakan digital dengan optimal. Guru profesional adalah guru yang memiliki kompetensi dalam menguasai materi dan konten pembelajaran sehingga peserta didik dapat memahami isi pembelajaran dengan penggunaan teknologi komunikasi. Selain itu juga dapat membimbing peserta didik untuk memenuhi standar kompetensi yang ditetapkan oleh standar pendidikan nasional. Berangkat dari hal tersebut maka guru Agama pada MTS Al-IHSANIYAH sarang burung Muaro Jambi penting untuk menguasai literasi digital karena guru memiliki posisi penting dan merupakan aktor utama dalam organisasi mikro pendidikan dan guru dapat menjalankan tugasnya di era teknologi atau era revolusi 4.0 ini. Metode Pelaksanaan Pendampingan dan pelatihan Agama Berbasis Literasi Digital Kependidikan Di Mts Al-Ihsaniyah Sarang Burung Muaro Jambi Adalah dengan dengan metode persiapan, pelaksanaan dan pelaporan. Dalam Pendampingan dan pelatihan kepada guru Pendidikan Agama Islam MTS Al-IHSANIYAH sarang burung Muaro Jambi dalam mengoptimalkan proses pembelajaran selama pandemi Covid-19 dan pasca covid ini sangat antusias diikuti oleh tenaga pendidik dan kependidikan sebagai upaya menambah pemahaman tentang literasi digital agar bisa berkembang dan dapat menjalankan proses pembelajaran dengan optimal sehingga dapat meningkatkan hasil pembelajaran pada peserta didik.
THE ROLE OF LOCAL REGULATIONS IN HANDLING DOMESTIC VIOLENCE (KDRT) Supian Ramli; Sulaiman Sulaiman; Endang Wahyuni
INJOSEDU: International Journal of Social and Education Vol. 2 No. 3 (2025): MARCH
Publisher : Adisam Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to evaluate the role and effectiveness of local regulations in handling domestic violence cases. The method used is a literature review. This study identified that the existence of regional regulations is very important as a legal umbrella to protect victims and provide sanctions for perpetrators of domestic violence. However, the effectiveness of local regulations is still questionable given various challenges, including the capacity of law enforcement officers, inadequate resources and infrastructure, and lack of supervision in their implementation. The results show that while local regulations have been a progressive step in addressing domestic violence, their role is often limited to the normative level and lacking in effective concrete actions. Factors such as unawareness or low knowledge of domestic violence among law enforcement officials and the community, strong social stigma, and a non-integrated referral and victim assistance system, further hinder the implementation of this policy. Therefore, a multi-sectoral approach involving cooperation across institutions and sectors of society is needed to improve the effectiveness of this regional regulation. Capacity building for law enforcers, improved support facilities for victims, intensive socialization, and systematic monitoring and evaluation strategies are needed to ensure that the regional regulation can contribute significantly to reducing domestic violence and effectively protect victims' rights.
Kontinuitas Dan Perubahan Wilayah Rawas Dari Onderafdeeling Rawas Hingga Kabupaten Musi Rawas Utara (1920 - 2013) Lagut Lagut; Muhamad Shokeh; Supian Supian
Sajaratun : Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Vol 11 No 1 (2026): Sajaratun: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/sajaratun.v12i1.8237

Abstract

Kajian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya memahami dinamika perubahan administrasi pemerintahan yang terjadi di wilayah Rawas selama masa kolonial, awal kemerdekaan, hingga era otonomi daerah. Penelitian bertujuan menganalisis bentuk-bentuk kontinuitas dan perubahan status administratif serta faktor-faktor yang memengaruhi transformasi wilayah Rawas. Metode yang digunakan adalah metode penelitian sejarah yang meliputi heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Data diperoleh dari arsip kolonial, dokumen pemerintahan, peraturan perundang-undangan, serta berbagai sumber pustaka yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wilayah Rawas mengalami beberapa perubahan status administratif, yaitu dari Onderafdeeling Rawas pada masa Hindia Belanda, menjadi kewedanaan pada awal kemerdekaan, kemudian dihapuskan pada tahun 1963 seiring restrukturisasi pemerintahan daerah, dan akhirnya kembali memperoleh status daerah otonom melalui pembentukan Kabupaten Musi Rawas Utara pada tahun 2013. Meskipun terjadi perubahan struktur pemerintahan, identitas kewilayahan Rawas tetap bertahan dan menjadi faktor penting dalam perjuangan pembentukan kabupaten baru. Penelitian ini menyimpulkan bahwa perkembangan wilayah Rawas menunjukkan adanya kontinuitas identitas historis yang berlangsung di tengah perubahan administrasi dan politik selama hampir satu abad.
VIOLATIONS OF THE LAW IN DIGITAL COMMUNICATION ON INDONESIAN SOCIAL MEDIA Noer Mawaddah Ainina; Supian
INJOSEDU: International Journal of Social and Education Vol. 3 No. 5 (2026): International Journal of Social and Education (INJOSEDU)
Publisher : Adisam Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The development of social media has expanded the communication space for Indonesian people, but at the same time has increased the risk of breaking the law in digital communication. This study aims to analyze the forms of legal violations in digital communication on social media in Indonesia, the factors that cause them, the problems in implementing regulations, and strategies for their prevention. The research uses a literature review method with qualitative, descriptive, and normative juridical approaches. Data was obtained from laws and regulations, Scopus-indexed journal articles, scientific books, court decisions, and reports from official institutions relevant to digital communication and social media law. Data were analyzed using content and thematic analyses by grouping the literature according to the form of violation, causative factors, impact, and handling mechanisms. The results of the study show that violations of the law in digital communication include defamation, insults, hate speech, the spread of false information, cyberbullying, digital threats, and the dissemination of personal data without consent. These violations are influenced by low levels of legal and digital literacy, weak emotional control, user anonymity, social conflicts, and the nature of social media, which accelerates the dissemination of information. The application of the law still faces difficulties in distinguishing between criticism, opinion, satire, public interest, insults, and hate speech. This study concludes that the handling of digital communication violations must be carried out in a contextual manner, taking into account the content of the message, the communicator's intention, the target, the extent of spread, the public interest, and the impact on the victim. Prevention needs to be done through strengthening digital literacy, platform moderation, mediation, victim recovery, and the proportionate application of criminal law as a last resort.