p-Index From 2021 - 2026
5.198
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Parole: Journal of Linguistics and Education Jurnal Al Bayan: Jurnal Jurusan Pendidikan Bahasa Arab Teosofi: Jurnal Tasawuf dan Pemikiran Islam Psikodimensia: Kajian Ilmiah Psikologi Jurnal Pendidikan Islam Eralingua : Jurnal Pendidikan Bahasa Asing dan Sastra Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Journal of Contemporary Islam and Muslim Societies Nazhruna: Jurnal Pendidikan Islam Jurnal Ilmiah Sekolah Dasar Literasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah ETNOREFLIKA: Jurnal Sosial dan Budaya Ta'dib: Jurnal Pendidikan Islam Titian: Jurnal Ilmu Humaniora Politea : Jurnal Politik Islam Jurnal Pasca Dharma Pengabdian Masyarakat Moderasi; Jurnal Studi Ilmu Pengetahuan Sosial Teaching and Learning Journal of Mandalika (Teacher) Keraton: Journal of History Education and Culture Jurnal Kependidikan: Jurnal Hasil Penelitian dan Kajian Kepustakaan di Bidang Pendidikan, Pengajaran dan Pembelajaran Munaddhomah: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Khazanah: Jurnal Sejarah dan Kebudayaan Islam TARBAWY: Indonesian Journal of Islamic Education Jurnal Pengabdian Masyarakat : Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Journal Of Human And Education (JAHE) Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Siginjai: Jurnal Sejarah Abdimas Indonesian Journal PENDALAS: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengabdian Masyarakat Proceeding International Conference on Malay Identity Jurnal Ilmiah Ilmu Terapan Universitas Jambi Prosiding Seminar Nasional Humaniora English Education and Applied Linguistics Journal (EEAL Journal) Innovative: Journal Of Social Science Research TAJDID: Jurnal Ilmu Ushuluddin Jurnal Pendidikan Islam International Journal of Social and Education (INJOSEDU) Krinok: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sejarah JURNAL KELUARGA SEHAT SEJAHTERA Criksetra: Jurnal Pendidikan Sejarah
Claim Missing Document
Check
Articles

EKSISTENSI KOSAKATA BUDAYA JAMBI SEBAGAI PEMERTAHANAN IDENTITAS SOSIAL Rengki Afria; Ade Kusmana; Supian
Prosiding Seminar Nasional Humaniora Vol. 1 (2021): Prosiding Seminar Nasional Humaniora
Publisher : Jurusan Sejarah, Seni, dan Arkeologi, FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (449.272 KB)

Abstract

Sebagai salah satu unsur budaya, bahasa merupakan alat komunikasi verbal yang digunakan untuk mengungkapkan ide, gagasan, pemikiran, kebiasaan, adat maupun tata cara kehidupan. Dengan demikian, bahasa perlu dipelajari dan dikembangkan; mengingat bahwa mempelajari bahasa adalah langkah awal dalam memahami kebudayaan. Indonesia sebagai Negara majemuk dan kemajemukan tersebut disatukan di dalam sebuah bahasa, yakni bahasa Indonesia. Selain itu, juga terdapat berbagai ragam bahasa dan dialek-dialek yang tersebar diberbagai daerah. Bahasa daerah itu masih digunakan oleh masyarakat sebagai ciri identitas sosial yang melekat kepadanya. Hal tersebut dinyatakan oleh laporan Penelitian untuk pemetaan bahasa di Indonesia yang dilaksanakan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dilakukan sejak 1991 hingga 2017 bahwa Bahasa daerah (tidak termasuk dialek dan subdialek) di Indonesia yang telah diidentifikasi dan divalidasi 154 sebanyak 668 bahasa dari 2.468 daerah pengamatan. Jika berdasarkan akumulasi persebaran bahasa daerah per-provinsi, bahasa di Indonesia berjumlah 750. (Badan Bahasa: 2020) Sebagai identitas kebudayaan, bahasa daerah yang ada di setiap daerah harus dijaga, dipelihara, dan dilestarikan. Hal tersebut mempunyai dasar hukum yang termakhtub dalam UU No. 24 Tahun 2009 Pasal 36 Undang-Undang Dasar 1945 berbunyi “Di daerah-daerah yang mempunyai bahasa sendiri, yang dipelihara oleh rakyatnya dengan baik, bahasa-bahasa itu akan dihormati oleh Negara”. Oleh karena itu, bahasa-bahasa daerah di provinsi Jambi perlu dilestarikan dengan mendokumentasikannya agar tidak mengalami kepunahan. Kepunahan tersebut melalui berkurangnya jumlah penutur, akulturasi budaya, maupun dipengaruhi olehperkembangan teknologi dan media.
Diskursus Pemikiran Politik Islam Dari Era Klasik Hingga Pertengahan : Studi Pemikiran Al-Mawardi dan Ibn Taimiyyah S Supian
Politea : Jurnal Politik Islam Vol. 3 No. 2 (2020): Konstelasi Pemikiran Ideologi Politik, Partisipasi Publik dan Evalusi Kinerja P
Publisher : UIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/politea.v3i2.2311

Abstract

This paper describes the development of Islamic political thought during the classical and medieval times represented by Al-Mawardi and Ibn Taimiyah. Al-Mawardi who focused more on the Islamic government system, while Ibn Taymiyyah focused more on the goals of an Islamic government. In the contemporary context, the thoughts of these two figures can complement the discussion, especially when groups who want the establishment of an Islamic government based on the caliphate system. Practical values ??that have been shown in the history of Islamic politics, starting from the time of the Prophet Muhammad, the elected and elected Caliph Abubakar al-Shiddiq and consensus, the Caliph Umar Ibn al-Khattab who was appointed directly by the Caliph Abubakar, the Caliph Usman Ibn Affan who elected through the formatur path, Caliph Ali Ibn Thalib who was elected through a representative system, until the establishment of the caliphate system by the Umayyads, Bani Abbsiyah, Islamic political upheaval in classical times, medieval times, to the history of democratic and modern Islamic countries. All of them show that it is certain that there is no single system or standard form that must be adopted by Islam, to become the only ideal government or Islamic state.
KH. Abdul Karim Djamak: Pendiri Dan Peletak Dasar Ajaran Jam’iyyatul Islamiyah 1926-1996 Muhammad Nur Ilham; Supian Supian
Jurnal Siginjai Vol 1 No 1 (2021): Jurnal Siginjai (Jurnal Sejarah)
Publisher : Prodi Ilmu Sejarah, Jurusan Sejarah, Seni dan Arkeologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Jambi, bekerja sama dengan Masyarakat Sejarawan Indonesia, Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (763.94 KB) | DOI: 10.22437/js.v1i1.11868

Abstract

In this journal discusses the journey of Islamic religious figures from Kerinci named KH. Abdul Karim Djamak in spreading the teachings of Islam according to his understanding is based on the Quran and Hadith. But with a background religious knowledge that is considered inadequate makes its teachings viewed deviate from the general or even be said to be misguided by some people. From Abdul Karim Djamak and his followers considered the allegations is a reason used to stop that study they do it because it has disturbed the scholars who are fighting for its influence there. From the results of the research obtained, the teachings taught by Abdul Karim Djamak in his studies is how to combine between the Shari'ah, ma'rifa, tarikat, and enlightenment to his students but not all of them fully understand the level so that his teachings are vulnerable to deviations among his followers. The perverted stigma that has been attached from the beginning. The study led by Abdul Karim Djamak continued until the figure founded a religious organization called Jam'iyyatul Islamiyah which is affiliated with Golkar. Various efforts are made to obtain recognition from the public, including by officially registering the organization, asks guidance to the Indonesian Ulema Council to rectify deviations, to join national figures to join the organization. All efforts are in do not successfully completely eliminate all accusations, even up to the main figure, Abdul Karim Djamak died.
ARGUMEN TELEOLOGIS DALAM FILSAFAT ISLAM supian supian
TAJDID: Jurnal Ilmu Ushuluddin Vol. 13 No. 1 (2014): Kajian Ilmu Ushuluddin dan Studi Agama
Publisher : Faculty of Ushuluddin and Religious Studies UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30631/tjd.v13i1.7

Abstract

Alam semesta dipandang sebagai eksistensi yang hidup dan aktif serta memiliki tujuan tertentu. Dalam perenungan, tafakkur, pemikiran dan kajian yang religius dan spiritualis, para filosof memperlihatkan dan meyakini bahwa alam semesta ini tidak hadir dengan sendirinya, tidak bergerak dengan semaunya dan tidak berkembang semata dengan dirinya sendiri, tetapi ada kekuatan dan kekuasaan besar di balik terciptanya, bergeraknya dan berkembangnya alam semesta ini, yakni Tuhan, Sang Designer Agung. Artikel ini ini mengupas pandangan-pandangan para filosof Muslim dalam menilai dalil tentang tujuan alam semesta.
ARGUMEN EKSISTENSI TUHAN DALAM FILSAFAT BARAT supian supian
TAJDID: Jurnal Ilmu Ushuluddin Vol. 15 No. 2 (2016): Kajian Ilmu Ushuluddin dan Studi Agama
Publisher : Faculty of Ushuluddin and Religious Studies UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (712.998 KB) | DOI: 10.30631/tjd.v15i2.8

Abstract

Perdebatan tentang eksistensi Tuhan menjadi penting karena merupakan kunci dari semua pintu kajian tentang agama secara keseluruhan. Setiap agama akan dimulai dari pembahasan tentang keyakinan tentang eksistensi Tuhan. Apabila meyakini eksistensi Tuhan, maka seseorang secara sah disebut beragama (theism), dan apabila menolak eksistensi Tuhan, maka seseorang dapat digolongkan kepada menolak agama atau tidak beragama (atheism). Artikel ini dimaksudkan untuk menyelami sejarah dan pemikiran para filosof Barat dalam memberikan argumen-argumen eksistensi Tuhan. Kajian ini menemukan bahwa eksistensi Tuhan dalam berbagai pemikiran filsafat Barat telah memicu perdebatan serius yang melibatkan ranah akal dan hati.
PERAN PAI DALAM MENGHADAPI TANTANGAN RADIKALISME DI PERGURUAN TINGGI UMUM supian supian
TAJDID: Jurnal Ilmu Ushuluddin Vol. 16 No. 2 (2017): Kajian Ilmu Ushuluddin dan Studi Agama
Publisher : Faculty of Ushuluddin and Religious Studies UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (713.82 KB) | DOI: 10.30631/tjd.v16i2.59

Abstract

Tulisan ini merupakan gambaran umum penelitian yang memberikan gambaran ringkas mengenai bagaimana pemahaman secara umum tentang eksklusivisme dan radikalisme, bagaimana pemahamannya dalam al-Quran serta pendekatan-pendekatan lainnya serta bagaimana peran PAI dalam upaya menghadapi tantangan radikalisme tersebut. Dari kecenderungan radikalisme, baik yang ada dalam al-Quran maupun fakta yang terjadi di lapangan dan di tengah-tengah masyarakat, semuanya mengarah atau berhadapan antara Islam di satu pihak dan non-Islam di lain pihak, maka dapat disimpulkan apabila faham dan sikap demikian justru diterapkan dalam konteks internal Islam seperti memberi label sesat, kafir dan jenis-jenis eksklusivisme dan kurang toleran terhadap perbedaan yang menyangkut persoalan cabang keagamaan atau khilafiyah di dalam satu agama merupakan sesuatu yang destruktif. This paper is a resume of research that provides a brief overview of how the general understanding of exclusivism and radicalism, how it is understood in the Qur'an and other approaches and how the role of PAI in the effort to face the challenge of radicalism. From the tendency of radicalism, both in the Qur'an and the facts that occur in the field and in the midst of society, all lead or face between Islam on the one hand and non-Islam on the other, it can be concluded if such ideals and attitudes precisely applied in the internal context of Islam such as labeling heresy, kafir and other types of exclusivism and less tolerant of differences concerning the issue of religious or khilafi branch in one religion is destructive. Islam teaches ukhuwah values ​​in the midst of diversity, togetherness in diversity and compete in goodness (fastabiqul khoirat) to the pleasure of God.
Tabuik, Warisan Budaya Islam Sumatera Barat Inda Violina; Isrina Siregar; Supian Ramli
SOSMANIORA: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 2 (2023): Juni 2023
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/sosmaniora.v2i2.2013

Abstract

Tabuik is a tradition inherited from the people of Kota Pariaman. The tabuik tradition is a ceremony to commemorate the death of Husein bin Ali who died while fighting in Karbala. Tabuik is one of the cultural heritages in the form of a ritual tradition that has developed in Pariaman since two centuries ago. Tabuik is a ceremony or celebration to commemorate the death of the Prophet Muhammad's grandson, Husein bin Ali, who died during the war in Karbala, but later developed into a cultural performance that became the hallmark of Pariaman after the inclusion of Minangkabau cultural elements. many parties were involved in the success of the tabuik celebration, namely the community and the Pariaman City government. The method used in this study is a descriptive research method in the form of a literature study, which emphasizes an explanation of the history of the tabuik tradition to the implementation of the tabuik tradition. Tabuik has been developing in Pariman since two centuries ago, but it is still being preserved today. Tabuik is the Islamic cultural heritage of West Sumatra, especially Pariaman.
Upaya peningkatan kepedulian masyarakat kelurahan legok terhadap warisan budaya situs Candi Solok Sipin dan sekitarnya Ari Mukti Wardoyo Adi; Nainunis Aulia Izza; Supian Supian
Jurnal Pasca Dharma Pengabdian Masyarakat Vol 2, No 1 (2021): Mei 2021
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jpdpm.v2i1.27834

Abstract

Kajian ini membahas mengenai salah satu warisan budaya yang ada di Kota Jambi, yaitu Situs Candi Solok Sipin yang terletak di Kelurahan Legok. Kondisi Situs Candi Solok Sipin dan beberapa situs lain di sekitarnya saat ini sangat memprihatinkan karena lokasinya ada di tengah permukiman masyarakat. Sebagai upaya peningkatan kepedulian masyarakat Kelurahan Legok maka dibutuhkan upaya sosialisasi regulasi tentang cagar budaya. Tujuannya agar masyarakat mengenal dan memiliki kepedulian terhadap Candi Solok Sipin sebagai warisan budaya. Warisan budaya memiliki nilai penting bagi bangsa karena merupakan aset yang dapat mengungkapkan kehidupan masyarakatnya pada masa lalu. Selain itu, warisan budaya juga memiliki kerentanan dari berbagai ancaman kerusakan akibat dampak pembangunan yang tidak terkontrol. Hal ini dikarenakan warisan budaya memiliki sifat yang langka dan tidak dapat diperbarui.
Development of Pesantren Teachers In The Perspective of Uswah Nubuwah Supian Supian; K. A Rahman; Sulhi M Daud; Nanang Thohirin
Nazhruna: Jurnal Pendidikan Islam Vol 3 No 3 (2020): Islamic Education
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Institut Pesantren KH Abdul Chalim Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31538/nzh.v3i3.693

Abstract

Qualitative research using this case study approach is to explore and describe the supervision of the principal in managing teachers from the perspective of the nature of the Prophet: Shidiq, Amanah, Tabligh, Fathonah in the Hidayatullah Islamic Boarding School, Muara Jambi Regency. The data were collected through interviews and document studies of 4 participants, namely the headmaster of kindergarten/early childhood schools, SDIT, MTs, and the leader of the Hidayatullah Muaro Islamic Boarding School Jambi. Interview data were analyzed using a case and cross-case analysis between participants. The results showed four main categories, namely (1) like fingerprints, most of them had been carried out (2) like the mandate that they had been carried out (3) like tabligh that they had run as the program (4) there were obstacles and supporters in implementing the program following the nature of the prophet. The obstacles are laziness, not istiqomah (discipline), a busy schedule of activities, lack of awareness, while the supporting factors are a family atmosphere, halaqoh marhalah ula, marhalah wustho, deliberation, meetings, congregational prayers, reading the Koran, recitation, training, Madrasah working group (KKM), and Teacher working group (KKG).
DESIMINASI OBJEK WISATA SEJARAH DI DANAU SIPIN KOTA JAMBI Nelly Indrayani; Irhas Fansuri Mursal; Fatonah Fatonah; Abd Rahman; Supian Supian
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i1.166-175

Abstract

Jambi memiliki fase sejarah yang cukup panjang, mulai dari masa pra sejarah, Hindu Budha, Islam, Kolonial dan Kemerdekaan. Fase sejarah Jambi ini memberikan kekayaan  tinggalan-tinggalan sejarah khusunya di Danau Sipin Kota Jambi. Tinggalan-tinggalan sejarah di Danau Sipin merupakan bagian dari sejarah lokal. Tinjauan lapangan ditemukan bahwa kesadaran dan pemahaman masyarakat terhadap kelestarian objek wisata sejarah danau sipin perlu ditingkatkan.Masyarakat tidak ramah terhadap sejarah lokal yang mereka miliki berupa tinggalan-tinggalan sejarah yang memiliki disekitar mereka dengannilai identitas daerah dan identitas nasional. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini adalah pertama tahap Persiapan. Survei lapangan guna mengetahui medan lokasi pengabdian, kondisi masyarakat, dan tinggalan-tinggalan sejarah yang tersimpan di Danau Sipin. Kedua tahap pelaksanaan, yakni mengenalkan/mendiseminasikan dan mendialogkan potensi tinggalan-tinggalan sejarah terdiri dari Situs Candi Solok Sipin, Makam Taman Raja, dan potensi alam wisata danau sipin. Pada tahap ini tim pengabdian masyarakat bekerja sama dengan pemerintah dan dinas Kominfo Kota Jambi untuk mengembangkan wisata tinggalan-tinggala sejarah dan wisata danau sipin secara virtual.Wisata virtual ini juga mendukung ekonomi kreatif di danau Sipin