Claim Missing Document
Check
Articles

Distribusi mikroplastik di perairan Pulau Bengkalis Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau Intan Suci Febriani; Bintal Amin; M. Fauzi
Depik Vol 9, No 3 (2020): December 2020
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (511.768 KB) | DOI: 10.13170/depik.9.3.17387

Abstract

Microplastics are particles that have a size of 5 mm, where its existence might be able to contaminate the biota in the aquatic environment. This research was conducted in the coastal waters of Bengkalis Island in December 2020 with the aim to determine the types and analyze its abundance of microplastics in each area with different sources of anthropogenic input in the north and south Bengkalis Island. Sampling of sea water for microplastic analysis was done using plankton net (diameter 30 cm and mesh size 30 μm) from six sampling stations. Thirty six individual samples of Duri (Arius maculatus), Lomek (Harpodon nehereus), and Biang (Setipinna breviceps) fish were obtained with the help of local fishermen in each sampling location. The results showed that the types of microplastics found in seawater samples are fiber and film with average abundance ranges between 9.58 particles/m3 - 40.42 particles/m3. The highest abundance was found in station 6 (60.83 ± 8.61 particles/m3 and 20.00 ± 8.94 particles/m3) for fiber and film, whilst the lowest abundance was found in station 3 (12.50 ± 5.24 particles/m3 and 6.67 ± 6.06 particles/m3) for fiber and film, respectively. The average abundance of microplastics found in the digestive tract of fish was 62.96 particles/ind. which consisted of fiber, film and fragment. The highest microplastic abundance was found in Duri fish (72.22 particles/ind.), whilst the lowest was found in Lomek fish (55.56 particles/ind.). Although the abundance of microplastic in coastal waters of north Bengkalis were higher than that in the south of Bengkalis Island, statistically they were significantly different. This was presumably due to differences in oceanographic influences such as current and waves between the two water masses as well as anthropogenic activities in both areas that can affect the spread and distribution of microplastics.Keywords: plastic waste, Bengkalis waters, demersal fish, pelagic fishABSTRAKMikroplastik adalah partikel yang memiliki ukuran 5 mm, di mana keberadaannya dapat mencemari biota di lingkungan akuatik. Penelitian ini dilakukan di perairan pantai Pulau Bengkalis pada Desember 2020 dengan tujuan untuk menentukan jenis dan menganalisis kelimpahan mikroplastik di setiap wilayah dengan berbagai sumber input antropogenik bagian utara dan selatan Pulau Bengkalis. Pengambilan sampel air laut untuk analisis mikroplastik dilakukan menggunakan plankton net (diameter 30 cm dan ukuran jala 30 μm) dari enam stasiun pengambilan sampel. Tiga puluh enam sampel individu ikan Duri (Arius maculatus), Lomek (Harpodon nehereus), dan Biang (Setipinna breviceps) diperoleh dengan bantuan nelayan lokal di setiap lokasi pengambilan sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis mikroplastik yang ditemukan dalam sampel air laut adalah fiber dan film dengan kisaran kelimpahan rata-rata antara 9,58 partikel/m3 - 40,42 partikel / m3. Kelimpahan tertinggi ditemukan di stasiun 6 (60,83 ± 8,61 partikel / m3 dan 20,00 ± 8,94 partikel / m3) untuk fiber dan film, sedangkan kelimpahan terendah ditemukan di stasiun 3 (12,50 ± 5,24 partikel / m3 dan 6,67 ± 6,06 partikel / m3) untuk fiber dan film. Kelimpahan rata-rata mikroplastik yang ditemukan dalam saluran pencernaan ikan adalah 62,96 partikel / ind. yang terdiri dari fiber, film dan fragmen. Kelimpahan mikroplastik tertinggi ditemukan pada ikan Duri (72,22 partikel / ind.), sedangkan yang terendah ditemukan pada ikan Lomek (55,56 partikel / ind.). Meskipun kelimpahan mikroplastik di perairan pantai Bengkalis utara lebih tinggi daripada di selatan Pulau Bengkalis, secara statistik mereka berbeda nyata. Ini mungkin karena perbedaan dalam pengaruh oseanografi seperti arus dan gelombang antara dua massa air serta aktivitas antropogenik di kedua daerah yang dapat mempengaruhi penyebaran dan distribusi plastik mikro.Kata kunci: sampah plastik, perairan Bengkalis, ikan demersal, ikan pelagis
Distribusi mikroplastik di perairan Pulau Bengkalis Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau Intan Suci Febriani; Bintal Amin; M. Fauzi
Depik Vol 9, No 3 (2020): December 2020
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.9.3.17387

Abstract

Microplastics are particles that have a size of 5 mm, where its existence might be able to contaminate the biota in the aquatic environment. This research was conducted in the coastal waters of Bengkalis Island in December 2020 with the aim to determine the types and analyze its abundance of microplastics in each area with different sources of anthropogenic input in the north and south Bengkalis Island. Sampling of sea water for microplastic analysis was done using plankton net (diameter 30 cm and mesh size 30 μm) from six sampling stations. Thirty six individual samples of Duri (Arius maculatus), Lomek (Harpodon nehereus), and Biang (Setipinna breviceps) fish were obtained with the help of local fishermen in each sampling location. The results showed that the types of microplastics found in seawater samples are fiber and film with average abundance ranges between 9.58 particles/m3 - 40.42 particles/m3. The highest abundance was found in station 6 (60.83 ± 8.61 particles/m3 and 20.00 ± 8.94 particles/m3) for fiber and film, whilst the lowest abundance was found in station 3 (12.50 ± 5.24 particles/m3 and 6.67 ± 6.06 particles/m3) for fiber and film, respectively. The average abundance of microplastics found in the digestive tract of fish was 62.96 particles/ind. which consisted of fiber, film and fragment. The highest microplastic abundance was found in Duri fish (72.22 particles/ind.), whilst the lowest was found in Lomek fish (55.56 particles/ind.). Although the abundance of microplastic in coastal waters of north Bengkalis were higher than that in the south of Bengkalis Island, statistically they were significantly different. This was presumably due to differences in oceanographic influences such as current and waves between the two water masses as well as anthropogenic activities in both areas that can affect the spread and distribution of microplastics.Keywords: plastic waste, Bengkalis waters, demersal fish, pelagic fishABSTRAKMikroplastik adalah partikel yang memiliki ukuran 5 mm, di mana keberadaannya dapat mencemari biota di lingkungan akuatik. Penelitian ini dilakukan di perairan pantai Pulau Bengkalis pada Desember 2020 dengan tujuan untuk menentukan jenis dan menganalisis kelimpahan mikroplastik di setiap wilayah dengan berbagai sumber input antropogenik bagian utara dan selatan Pulau Bengkalis. Pengambilan sampel air laut untuk analisis mikroplastik dilakukan menggunakan plankton net (diameter 30 cm dan ukuran jala 30 μm) dari enam stasiun pengambilan sampel. Tiga puluh enam sampel individu ikan Duri (Arius maculatus), Lomek (Harpodon nehereus), dan Biang (Setipinna breviceps) diperoleh dengan bantuan nelayan lokal di setiap lokasi pengambilan sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis mikroplastik yang ditemukan dalam sampel air laut adalah fiber dan film dengan kisaran kelimpahan rata-rata antara 9,58 partikel/m3 - 40,42 partikel / m3. Kelimpahan tertinggi ditemukan di stasiun 6 (60,83 ± 8,61 partikel / m3 dan 20,00 ± 8,94 partikel / m3) untuk fiber dan film, sedangkan kelimpahan terendah ditemukan di stasiun 3 (12,50 ± 5,24 partikel / m3 dan 6,67 ± 6,06 partikel / m3) untuk fiber dan film. Kelimpahan rata-rata mikroplastik yang ditemukan dalam saluran pencernaan ikan adalah 62,96 partikel / ind. yang terdiri dari fiber, film dan fragmen. Kelimpahan mikroplastik tertinggi ditemukan pada ikan Duri (72,22 partikel / ind.), sedangkan yang terendah ditemukan pada ikan Lomek (55,56 partikel / ind.). Meskipun kelimpahan mikroplastik di perairan pantai Bengkalis utara lebih tinggi daripada di selatan Pulau Bengkalis, secara statistik mereka berbeda nyata. Ini mungkin karena perbedaan dalam pengaruh oseanografi seperti arus dan gelombang antara dua massa air serta aktivitas antropogenik di kedua daerah yang dapat mempengaruhi penyebaran dan distribusi plastik mikro.Kata kunci: sampah plastik, perairan Bengkalis, ikan demersal, ikan pelagis
Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Melalui Budidaya Ikan Sistem Keramba Di Kampung Delima Jaya, Kerinci Kanan, Siak, Riau Hazmi Arief; Bintal Amin; Darwis; Rindi Metalisa; Chicka Willy Yanti
MULTIPLE: Journal of Global and Multidisciplinary Vol. 1 No. 4 (2023): Oktober
Publisher : Institute of Educational, Research, and Community Service

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pemberdayan kepada masyarakat dilakukan untuk mendukung tercapainya diversifikasi usaha pada masyarakat pedesaan. Mayoritas masyarakat di Kampung Delima jaya, Kerinci Kanan, Kabupaten Siak memiliki usaha perkebunan sawit. Untuk itu masyarakat di berikan informasi terkait sistem budidaya ikan lele dalam kolam menggunakan sistem keramba agar terjadinya diversifikasi usaha. Tujuan dari kegiatan ini adalah 1) Memberikan pengetahuan kepada masyarakat desa terkait budidaya ikan dengan sistem keramba; 2) Menambah keterampilan masyarakat desa tentang budidaya ikan dengan sistem keramba; 3) Memunculkan minat kewirausahaan masyarakat desa dalam membudidayakan ikan dengan sistem keramba. Program pemberdayaan dilakukan dengan penyuluhan secara langsung dengan masyarakat sasaran dan melakukan demplot ikolam salah satu pembudidaya ikan lele. Pelaksanaan kegiatan dilakukan dari bulan Maret sampai dengan Juni 2023. Pengukuran perubahan pengetahuan dan keterampilan dilakukan pre test dan post test kepada peserta. Rata-rata perubahan pengetahuan dari pembudidaya ikan setelah mengikuti kegiatan ini adalah 40%, sedangkan perubahan keterampilan pembudidaya ikan dalam mengimplementasikan kegiatan usaha budidaya ikan lele berkisar 45%. Kegiatan pemberdayaan ini dapat meningkatkan pengetahuan tentang budidaya ikan lele sistem keramba yang efektif dan efisien, meningkatkan keterampilan pembudidaya ikan yaitu mampu melakukan pemilihan benih ikan lele yang berkualitas, memasang keramba pada kolam, memberikan pakan ikan dengan tepat, menjaga fasilitas dan perlengkapan, menjaga suplai air, dan melakukan penanganan hasil panen. Keberlanjutan dari pemberdayaan masyarakat masih membutuhkan pendampingan usaha budidaya ikan dari lembaga perguruan tinggi, dan dinas perikanan dan kelautan
The relationship of organic matter, nitrate, and phosphate content to diatom abundance in the eastern coastal waters of Rupat Island Province Semangat Riski Hasibuan; Bintal Amin; Syahril Nedi
South East Asian Marine Sciences Journal Vol. 1 No. 1 (2023): September
Publisher : Science, Technology, and Education Care

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61761/seamas.1.1.29-37

Abstract

This study was conducted in March 2023 in the coastal waters of the eastern part of the island of Rupat, Riau Province. The method used in this study used the purposive sampling method at 3 station points. Water samples were used to analyze nitrate and phosphate analyzed using Ultraviolet Spectrophotometry, and analysis of water organic matter using the titrimetric method. Diatom sampling using plankton net measuring 25 µm. The results of the study found 14 species from 3 classes of diatoms namely Bacillariophyceae, Cyanophyceae, and Conjugatophyceae. Diatom abundance ranged from 472.22 - 993.05 cells/L. The regression equation for nitrate on diatoms is Y= 929.151-3194.045x. The coefficient of determination (R2) of 0.080 indicates that the effect of nitrate on diatom abundance has a weak close relationship. The effect of phosphate on diatom abundance has a coefficient of determination (R2) of 0.105 and the effect of phosphate has weak proximity. The influence of water organic matter has a coefficient of determination (R2) of 0.033 with a very weak effect. The analysis shows that the concentration of nitrate (NO3) is included in the oligotrophic fertility level, namely the low fertility rate
Distribusi mikroplastik di perairan Pulau Bengkalis Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau Intan Suci Febriani; Bintal Amin; M. Fauzi
Depik Vol 9, No 3 (2020): December 2020
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.9.3.17387

Abstract

Microplastics are particles that have a size of 5 mm, where its existence might be able to contaminate the biota in the aquatic environment. This research was conducted in the coastal waters of Bengkalis Island in December 2020 with the aim to determine the types and analyze its abundance of microplastics in each area with different sources of anthropogenic input in the north and south Bengkalis Island. Sampling of sea water for microplastic analysis was done using plankton net (diameter 30 cm and mesh size 30 μm) from six sampling stations. Thirty six individual samples of Duri (Arius maculatus), Lomek (Harpodon nehereus), and Biang (Setipinna breviceps) fish were obtained with the help of local fishermen in each sampling location. The results showed that the types of microplastics found in seawater samples are fiber and film with average abundance ranges between 9.58 particles/m3 - 40.42 particles/m3. The highest abundance was found in station 6 (60.83 ± 8.61 particles/m3 and 20.00 ± 8.94 particles/m3) for fiber and film, whilst the lowest abundance was found in station 3 (12.50 ± 5.24 particles/m3 and 6.67 ± 6.06 particles/m3) for fiber and film, respectively. The average abundance of microplastics found in the digestive tract of fish was 62.96 particles/ind. which consisted of fiber, film and fragment. The highest microplastic abundance was found in Duri fish (72.22 particles/ind.), whilst the lowest was found in Lomek fish (55.56 particles/ind.). Although the abundance of microplastic in coastal waters of north Bengkalis were higher than that in the south of Bengkalis Island, statistically they were significantly different. This was presumably due to differences in oceanographic influences such as current and waves between the two water masses as well as anthropogenic activities in both areas that can affect the spread and distribution of microplastics.Keywords: plastic waste, Bengkalis waters, demersal fish, pelagic fishABSTRAKMikroplastik adalah partikel yang memiliki ukuran 5 mm, di mana keberadaannya dapat mencemari biota di lingkungan akuatik. Penelitian ini dilakukan di perairan pantai Pulau Bengkalis pada Desember 2020 dengan tujuan untuk menentukan jenis dan menganalisis kelimpahan mikroplastik di setiap wilayah dengan berbagai sumber input antropogenik bagian utara dan selatan Pulau Bengkalis. Pengambilan sampel air laut untuk analisis mikroplastik dilakukan menggunakan plankton net (diameter 30 cm dan ukuran jala 30 μm) dari enam stasiun pengambilan sampel. Tiga puluh enam sampel individu ikan Duri (Arius maculatus), Lomek (Harpodon nehereus), dan Biang (Setipinna breviceps) diperoleh dengan bantuan nelayan lokal di setiap lokasi pengambilan sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis mikroplastik yang ditemukan dalam sampel air laut adalah fiber dan film dengan kisaran kelimpahan rata-rata antara 9,58 partikel/m3 - 40,42 partikel / m3. Kelimpahan tertinggi ditemukan di stasiun 6 (60,83 ± 8,61 partikel / m3 dan 20,00 ± 8,94 partikel / m3) untuk fiber dan film, sedangkan kelimpahan terendah ditemukan di stasiun 3 (12,50 ± 5,24 partikel / m3 dan 6,67 ± 6,06 partikel / m3) untuk fiber dan film. Kelimpahan rata-rata mikroplastik yang ditemukan dalam saluran pencernaan ikan adalah 62,96 partikel / ind. yang terdiri dari fiber, film dan fragmen. Kelimpahan mikroplastik tertinggi ditemukan pada ikan Duri (72,22 partikel / ind.), sedangkan yang terendah ditemukan pada ikan Lomek (55,56 partikel / ind.). Meskipun kelimpahan mikroplastik di perairan pantai Bengkalis utara lebih tinggi daripada di selatan Pulau Bengkalis, secara statistik mereka berbeda nyata. Ini mungkin karena perbedaan dalam pengaruh oseanografi seperti arus dan gelombang antara dua massa air serta aktivitas antropogenik di kedua daerah yang dapat mempengaruhi penyebaran dan distribusi plastik mikro.Kata kunci: sampah plastik, perairan Bengkalis, ikan demersal, ikan pelagis
Struktur Komunitas Mangrove di Kecamatan Bukit Batu Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau Fania Suffy Mulyani; Mubarak Mubarak; Bintal Amin
Dinamika Lingkungan Indonesia Vol 11, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/dli.11.1.p.10-16

Abstract

This research was conducted in Februari-Mei 2022. This research  aims to know the types of mangrove and analyzing the structure of the mangrove community. The method used in this research is ground checks which was carried out at 6 (six) station in Bukit Batu Sub-distrcit with line transect method and data processing covered all areas in the Bukit Batu Sub-district. Based on the results this research found 10 types of mangroves; R. apiculata, R. mucronata, A. alba, A. marina, S.caseolaris, B. gymnorrhiza, B. sexangula, X. granatum, C. tagal, and N. fruticans. The density of mangrove in Bukit Batu Sub-district is into the medium criteria in the tree category was 1041 ind/ha and in the sapling category was 1163 in/ha. The condition of mangrove vegetation in Bukit Batu Sub-district are dominated by R. apiculata in the tree category with an Important Value Index was 106,13% and sapling category with an Important Value Index was 108,77%. 
Sosialisasi dan Peningkatan Literasi Bahaya Penggunaan Gadget pada Siswa Kelas 6 di SD Negeri 024 Labuhan Tangga Besar Amin, Bintal; Subiyanti, Subiyanti; Lestari, Sindi; Pradana, Fauzi Ardika; Saputra, Dandi; Cahyani, Veola Resti; Nazirah, Aulia; Fitria, Hidayatul; Ilfajri, Ilfajri; Baiti, Nur; Kurniawan, Hendy
Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia Vol 3, No 6 (2024): September
Publisher : Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.13731803

Abstract

Saat ini pegguna gadget tidak hanya orang tua dan remaja saja, tetapi anak-anak usia dini sudah menggunaan gadget. Anak-anak menggunakan gadget untuk bermain game online dan menonton video viral di aplikasi Tiktok sehingga mereka lupa tugasnya sebagai anak di rumah dan siswa di sekolah. Kebiasaan menggunakan gadget akan mempengaruhi perilaku anak, seperti jarang cerita dengan orang tua dan tidak membuat tugas sekolah. Sehingga dalam hal ini, penulis mengadakan sosialisasi bahaya penggunaan gadget agar anak-anak mengetahui apa dampak jika menggunakan gadget terlalu lama. Sosialisasi bahaya penggunaan gadget merupakan salah satu program kerja Kuliah Kerja Nyata (KKN). Sosialisasi ini dilaksanakan di SD Negeri 024 Labuhan Tangga Besar, Desa Labuhan Tangga Hilir, Kecamatan Bangko, Kabupaten Rokan Hilir.  Metode dalam penyusunan artikel ini menggunakan kualitatif pendekatan fenomenalogis dari data yang dikumpulkan. Sosialisasi ini dihadiri oleh Mahasiswa Kukerta, Siswa/i, serta Kepala Sekolah, guru, dan staff. Pembahasan dalam penelitian ini menjelaskan tentang konsep penggunaan gadget dan dampak yang ditimbulkan dari penggunaan gadget yang terlalu lama. Sosialisasi ini membantu untuk meningkatkan literasi bahaya penggunaan gadget untuk siswa/i di SD Negeri 024 Labuhan Tangga Besar.
Revitalisasi Parit Karang Anyer Sebagai Langkah KUKERTA UNRI 2024 Dalam Mengatasi Banjir Kepenghuluan Bagan Punak Meranti Amin, Bintal; Septino, M. Rofid Nadhil; Amanda, Liranti; Ihsan, Naufal; Zebua, Echa Ananta Putra; Arravida, Rahma; Ursa, Tazkiyah; Pratama, Reddy; Putri, Agus Triyana; Oktari, Rahma Dilla; Anugrah, Viona Kenza Mufidah
Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia Vol 3, No 6 (2024): September
Publisher : Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.13731615

Abstract

Banjir telah menjadi permasalahan umum di Indonesia. Selain curah hujan yang tinggi, ketinggian daratan dan jenis tanah juga mempengaruhi terjadinya bencana alam ini. Hal ini diperparah dengan penyumbatan saluran air sehingga air mudah meluap ke pemukiman masyarakat. Sebagai penanggulangan bencana tersebut, Tim Kukerta UNRI 2024 melakukan pengabdian melalui kegiatan revitalisasi parit Karang Anyer sebagai salah satu saluran air terbesar di kepenghuluan Bagan Punak Meranti yang terhubung langsung dengan Sungai Rokan. Revitalisasi ini diberlakukan pada 21 Juli 2024 yang dibersamai oleh perangkat Kepenghuluan Bagan Punak Meranti, kelompok masyarakat dan tim satgas Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Rokan Hilir. Metode yang digunakan dalam pengabdian tersebut merupakan bertahap, yang berawal dari perencanaan untuk menyusun agenda kegiatan, persiapan yang diisi dengan wawancara ke perangkat kepenghuluaan, sampai pelaksanaan revitalisasi yang dilakukan bersama. Adapun tujuan dari pengabdian ini adalah untuk memfungsikan kembali parit Karang Anyer agar air tidak meluap ke pemukiman masyarakat, sehingga banjir yang sering terjadi di Kepenghuluan dapat dicegah. Hasil dari revitalisasi tersebut memberikan umpan balik yang positif dari warga, dan tentunya arus air dalam parit berjalan kembali dengan normal. 
ANALISIS BIOMASSA DAN CADANGAN KARBON PADA EKOSISTEM LAMUN DI DESA TELUK BAKAU KABUPATEN BINTAN Heriyanto, Teguh; Amin, Bintal; Rahimah, Insaniah; Arsanti
FISHERIES Jurnal Perikanan dan Ilmu Kelautan Vol 2 No 2 (2020): Oktober
Publisher : Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/fisheries.v2i2.36

Abstract

Lamun merupakan tumbuhan laut yang mampu menyimpan karbon dalam bentuk biomassa yangdiserap melalui proses fotosintesis, sehingga lamun memainkan peran yang luar biasa dalam mitigasiisu perubahan iklim global. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April 2016. Analisis biomassadan cadangan lamun dilakukan di Laboratorium Kimia Laut, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan,Universitas Riau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 6 species lamun pada plot, dimanaspecies terbanyak adalah C. rotundata dan species paling sedikit jumlahnya E. acroides. Nilaibiomassa total dan cadangan karbon total lamun berturut-turut adalah 213,10 ton bk/ha dan 72,46ton C/ha. Cadangan karbon pada ekosistem lamun di lokasi penelitian ini tidak memiliki perbedaansignifikan pada jarak 0 m, 50 m dan 100 m. Tingginya potensi biomassa dan cadangan carbon padaekosistem padang lamun menggambarkan besarnya peran ekosistem ini dalam menanggulangidampak buruk dari pemanasan global dengan cara menyerap karbon dioksida dan menyimpannyadalam bentuk biomassa. Hal ini dapat dijadikan sebagai acuan dalam membuat perencanaan mitigasiisu perubahan iklim global dan kegiatan konservasi pada ekosistem ini.
Revitalisasi Parit Karang Anyer Sebagai Langkah KUKERTA UNRI 2024 Dalam Mengatasi Banjir Kepenghuluan Bagan Punak Meranti Amin, Bintal; Septino, M. Rofid Nadhil; Amanda, Liranti; Ihsan, Naufal; Zebua, Echa Ananta Putra; Arravida, Rahma; Ursa, Tazkiyah; Pratama, Reddy; Putri, Agus Triyana; Oktari, Rahma Dilla; Anugrah, Viona Kenza Mufidah
Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia Vol 3, No 6 (2024): September
Publisher : Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.13731615

Abstract

Banjir telah menjadi permasalahan umum di Indonesia. Selain curah hujan yang tinggi, ketinggian daratan dan jenis tanah juga mempengaruhi terjadinya bencana alam ini. Hal ini diperparah dengan penyumbatan saluran air sehingga air mudah meluap ke pemukiman masyarakat. Sebagai penanggulangan bencana tersebut, Tim Kukerta UNRI 2024 melakukan pengabdian melalui kegiatan revitalisasi parit Karang Anyer sebagai salah satu saluran air terbesar di kepenghuluan Bagan Punak Meranti yang terhubung langsung dengan Sungai Rokan. Revitalisasi ini diberlakukan pada 21 Juli 2024 yang dibersamai oleh perangkat Kepenghuluan Bagan Punak Meranti, kelompok masyarakat dan tim satgas Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Rokan Hilir. Metode yang digunakan dalam pengabdian tersebut merupakan bertahap, yang berawal dari perencanaan untuk menyusun agenda kegiatan, persiapan yang diisi dengan wawancara ke perangkat kepenghuluaan, sampai pelaksanaan revitalisasi yang dilakukan bersama. Adapun tujuan dari pengabdian ini adalah untuk memfungsikan kembali parit Karang Anyer agar air tidak meluap ke pemukiman masyarakat, sehingga banjir yang sering terjadi di Kepenghuluan dapat dicegah. Hasil dari revitalisasi tersebut memberikan umpan balik yang positif dari warga, dan tentunya arus air dalam parit berjalan kembali dengan normal. 
Co-Authors ', Mubarak ', Thamrin A.A. Ketut Agung Cahyawan W AA Sudharmawan, AA Aditya, M Afriansyah, M. Agnesia Jaiyani br Barus Agus Sutikno Agus Sutikno Agustina, Arnia Ahmad Ismail Ahmad Nurhuda Ahmadryadi_ahmadryadi Ahmadryadi_ahmadryadi Akhmad Ferdinan Hairo Akmal Hawari Al Usman Ali Amran Alim Arsyad Alimah Alimah Alimah, Alimah Alit Hindri Yani Alpiansyah, Beni Alwi, Ahmad Amanda, Liranti Anadri, Rifqi Rafif Andini, Dilla Andri Hendrizal Anggraini Vista Yulandari Anita, Sofia Anugrah, Viona Kenza Mufidah Aras Mulyadi Arif Munandar Dalimunthe Aritonang, Desy Novela Arnes, Arnes Arravida, Rahma Arsanti Arsanti, Arsanti Aslim Rasyad Astuti, Putri Tri Atia Maulani, Atia Audilla Pardova Ayu Septiani Azhara Diana Azhari, Febbi Aziz Arshad Bahri S, Aswan Baiti, Nur Bambang , Irawan, Bambang , Bambang Irawan Bambang Suprihatno Bayu Eka Utama Beranda, Ongki Okto Brilliant Esye Lousiana Budijono, Budijono Cahyani, Veola Resti Cahyo, Bintang Dwi Che Kong Yap Chicka Willy Yanti Christine Jose Clara Shinta Clara Yolandika Clara, Dina Harven Dalimunthe, Arif Munandar Damai S Harefa Darina Darina Darma Bagus Saputra Darmawan, Ernanda P. Darwis Dedi Afandi Della Afriyola Deni Efizon Denny B Hutagaol, Denny B Desi Ariani Desi Natalia E Br Sitepu, Desi Natalia E DESI PURNAMA SARI Desi Purnamasari Taher Dessy Yoswaty Dessy Yoswaty Deviasari Deviasari Dewi, Anggie Sukma Dewi, Delviana Dewita Dewita Dewita Dewita Dianti Farhana Kamasela Dietriech G Bengen Dietriech Geoffrey Bengen Dodi Fan Halen Siregar Doni Gunawan Tampubolon Dwigantara, M. Fadhol Eddy Handoko Effino Panji Sudewo Efriyeldi, Efriyeldi Eka Rahma Citra Lestari Eko Prianto, Eko Eko Sutrisno Elizal, Elizal Endi Setiadi Eni Sumiarsih Erick Palatema Exaudi, Bonita Tiolina Eza Buana Fatwa Eza Buana Fatwa Fadli Aulia Fajri Ramayori Fajriani, Annisa Fani Fadli Fania Suffy Mulyani Fatwa, Eza Buana Febby aprilliza Febri Wando Situmorang Febryani, Michelle Feliatra Feliatra, Feli Ferdana, Gilang Fitri Ariani Fitri, Sabrina Nur Fitri, Yuliza Fitria Wahyuni Furqan, M. Alief Gafnie, Ghassani Razan Gatot Yulianto Gunova, M Taufik Gunova, M. Taufik Halim, Rahan Oktra Halim, Rehan Oktra Handoyo, Edi Hanif, Naufal Hanifa, Zurya Hanifah, Lulu Lyana Hapzi Ali Harahap, Wafiq Azizah Hardy PH Simanjunntak Hari Handika Sektiawan Hari Winanda Harry Leonardo Barutu Hartanto, Farhan Sidiq Haura, Sari R. Al Hazmi, Arief Herimufty Herimufty Heriyanto, Teguh Heriyanto, Teguh Herlin Margaretha Situmorang Herrys V Silalahi Hersa, Tania Hidayati, Neilin Hidayatul Fitria Ihsan, Naufal Ilfajri, Ilfajri Ilham Ilahi Ilham Ilahi Ilham Ilham Indra Wariski Indra Wariski Insaniah Rahimah Intan Suci Febriani Irfan Emersida Irvan Irvan Irvina Nurachmi Irvina Nurrachmi Irwan Effendi Irwan Irwan Isnaini, Siti Itje Lestari Ivan Purba Jamalus Ishak Jannah, Aulia Wirdatul Jasril Jasril Joko Samiaji Jufri Jufri Jufri Jufri Karnila, Rahman Karnila Khairul Mukmin Lubis Kurniawan, Hendy Lestari, Anggi Lestari, Sindi Lie Othman Lisa Lisa, Lisa Lubis, Nurhasanah M Salleh Kamarudin M. Fadhol Dwigantara M. Fauzi M. Iqbal A Mahmudah, Dewi A. Mahzwan Putra Pratama Maizaldi, Maizaldi Mardalisa, Mardalisa Marnis Marnis Martinus Jerianto Masjudi, Heri Massugito ' Masykur HZ Masykur Hz Meiji Nurdiansyah Mia Audina Mia Audina, Mia Muafiq, Muhammad Muammar Qadafi Muatiq, Muhammad Mubarak Mubarak Mubarak Mubarak Mubarak Mubarak Muhammad Bintang Anto Mycawa Muhammad Edisar Muhammad Fauzi Muhammad Fauzi Muhammad Hafizh Muhammad Nudi Habibi Muhammad Nudi Habibi MUHAMMAD RIZAL Musrifin Galib Musrifin Ghalib Mutiara, Dhea Esa Nabila Afifah Azuga Nasution, Hafid Nasution, Muhammad Raja Fahriza Natalia Natalia Natasha, T. Naswa Nazirah, Aulia Nirana Firda Caesaria Wulandari Nizar Rofiki Nona Mutiara Sari Novia Suci Yanti Nur Arfah Nur Atikah Nur Safira Nurain, Putri Nurhadi Hodijah Nurhadi Hodijah Nursyirwani Nursyirwani Nursyirwani, Nursyirwani Oktari, Mela Oktari, Rahma Dilla Oktaviona, Silvi Pesta Martua Sirait Petti Apriani Pradana, Fauzi Ardika Pradini, Ulfa Rizki Pramukti, Masdhuki Prasetya, Rayhandi Gilang Pratama, Reddy Purnama, Indra Dwi Putra Putra, Rajiv R. Putri, Agus Triyana Radith Mahatma Radith Mahatma Rahayunigtyas, Putri Rahimah, Insaniah Rahimah, Insaniah Ramadhan, Ragiel Ranti, Putri Rasmiati, Eva Rasoel Hamidy Razid, Muhamad Resarizki Utami Ridowan Kolif Ridwan Abdurrahman Ridwan Manda Putra Rifardi Rinaldy, Rahmat Rindi Metalisa, Rindi Rinu Maido Riri Ezraneti Riski Novera Yenita Rival Junaidi Riza Yuliani Rosiana, Kenny Rusliadi Rusliadi Safutra, Yonda Sahrul Ramadhan Saputra, Dandi Saputri, Apriliana Saputri, Apriliana Eka Saputri, Dian Sari, Nian Sefni Hendris Selvia Selvia Semangat Riski Hasibuan Septino, M. Rofid Nadhil Setiawan, Khairi Shinta Maharani Sianturi, Desi Deria Sianturi, Kalfin Sianturi, Kalfin Putra Triau Simanjuntak, Benny Ly Siregar, Sofyan Siregar, Yusni SISPA PEBRIAN Siswahyudianto Siti Sofia Anita Sofia Anita Sofyan H Siregar Sofyan H. Siregar Sofyan H. Siregar, Sofyan Sofyan Husein Siregar Sri Aslinda, Sri Sri Nanda Ayusa Sri Purnama Wulan Subiyanti, Subiyanti Sujianto Sujianto Sujianto Sujianto Sukendi Sukendi Suriyanto Suriyanto Surya, Mujibur Rahman Suwondo Suwondo Syafri Syafri Syafriadiman, Syafriadiman Syafruddin Nasution Syahada, Melania Syahrial Syahrial Syahrial Syahrial Syahrial Syahrial Syahrial Syahrial Syahrial Syahrial Syahril Nedi Syahrul Nedi Syahrul Syahrul Syarwandi David Syifa Murtaja Tania Hersa Tanjung, Doli Juni Setia Tatanagara, Muhammad Ilham Taufik Herman Tay, Cherrie Teddy Irawan Teguh Heriyanto Teguh Heriyanto Tengku Nurhidayah Thamrin ' Thamrin Thamrin Thamrin Thamrin Thamrin Thamrin Tri Handro Pramono, Tri Handro Tri Lestari Tri Prartono Tri Radiko Felik Trisla Warningsih Ummi Mardhiah Batubara Ursa, Tazkiyah Usman Muhammad Tang Utami, Astri Hijri Utami, Rahma I. Verid Aria Susammesin Wahyu Hardinsyah Putra Wahyu Hardinsyah Putra, Wahyu Hardinsyah Wahyuni, Weni Wahyuni, Weni Indah Wariski, Indra Wawan Wawan Winanda, Hari Windarti Windarti Wulandari, Nirana Firda Caesaria Yana, Tesya Desi Yani, Indah Yani, Indah Novi Yanti Agustina Yanti Dasrita Yanti Dasrita, Yanti Yeni Sustriani Yesi Yohana Esteria Yona, Fitria Mai Yonda Safutra Yoswati, Dessy Yoswaty, Des Yudho Harjoyudanto Yuke Constina Yuliani, Riza Yunita, Asma Yurestira, Ilham Yusmarini Yusmarini Yusni Ikhwan Yusni Ikhwan Siregar Yusni Ikhwan Srg Zahrotul Aini Zahrotul Aini, Zahrotul Zarrin Mastur Zebua, Echa Ananta Putra Zientika, Zientika Zulfan Saam Zulkifli Zulkifli Zulkifli Zulkifli Zulkifli Zulkifli