Claim Missing Document
Check
Articles

PENYULUHAN PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN DAN PENINGKATAN KOMPETISI DASAR KADER POSYANDU DALAM PENGUKURAN ANTROPOMETRI DI DESA KUTA PADANG KABUPATEN ACEH BARAT Laila Apriani Hasanah Harahap; Cukri Rahma; Meutia Faradhiba; Siti Fitri Maysarah Siregar; Eva Flourentina Kusuma Wardhani; Firman Firdauz Saputra; Wardah Iskandar; Sri Wahyuni Muhsin; Rinawati Rinawati; Safrida Safrida; Marniati Marniati; Suci Eka Putri
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 5, No 2 (2023): OKTOBER 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masa depan suatu bangsa tergantung pada keberhasilan anak dalam mencapai pertumbuhan dan perkembangan secara optimal.. Masa pertumbuhan merupakan masa esensial bagi anak-anak untuk mendapatkan asupan nutrisi dan gizi yang cukup. Namun, sekitar 2,9 juta anak di Indonesia masih mengalami gizi buruk. Pemantauan pertumbuhan merupakan salah satu kegiatan utama program perbaikan gizi yang menitikberatkan pada upaya pencegahan dan peningkatan keadaan gizi balita. Pemberian makanan tambahan (PMT) atau suplementasi gizi khususnya bagi balita merupakan salah satu strategi peningkatan akses pangan bergizi untuk pemenuhan kebutuhan balita dalam mengatasi masalah gizi. Secara teknis, sering ditemui kesalahan menggunakan timbangan yang tidak layak dan tidak dikalibrasi serta kesalahan dalam pemasangan timbangan dan pembacaan hasil. kader posyandu sangat berperan penting dalam upaya kesehatan masyarakat. Kader posyandu sebagai garda terdepan dalam pelayanan kepada masyarakat melalui posyandu. Kegiatan pembinaan yang di lakukan yaitu memberikan penyuluhan terkait pemberian makanan tambahan dan peningkatan kompetisi dasar kader posyandu dalam pengukuran antropometri di desa kuta padang. Metode pelaksanaan mulai dari persiapan, pelaksanaan, evaluasi semua sudah terlaksana sesuai rencana. Hasil yang dicapai, publikasi artikel pada jurnal pengabdian Masyarakat serta kader posyandu dan masyrakat sudah mampu menerima penjelasan dan dapat mengaplikasikannya. Keywords : Pemberian Makanan Tambahan, AntropometriThe future of a nation depends on the success of children in achieving optimal growth and development. The growth period is an essential period for children to get adequate nutrition and nutritional intake. However, around 2.9 million children in Indonesia are still malnourished. Growth monitoring is one of the main activities of the nutrition improvement program, which focuses on preventing and improving the nutritional status of children under five. Providing additional food (PMT) or nutritional supplementation, especially for toddlers, is one of the strategies to increase access to nutritious food to meet the needs of toddlers in overcoming nutritional problems. Technically, there are often errors using inappropriate and uncalibrated scales as well as errors in installing scales and reading results. posyandu cadres play an important role in public health efforts. Posyandu cadres are at the forefront of services to the community through posyandu. The coaching activities carried out are providing counseling related to supplementary feeding and increasing the basic competition of posyandu cadres in anthropometric measurements in kuta padang village. The method of implementation starting from preparation, implementation, evaluation have all been carried out according to plan. The results achieved, publication of articles in community service journals and posyandu cadres and the community have been able to receive explanations and can apply them.Keywords: Supplementary Feeding, Antrhopometri
PENYULUHAN KESEHATAN TENTANG KANKER PAYUDARA DI MADRASAH ALIYAH DARUL ‘ULUM KOTA BANDA ACEH Nuzulul Rahmi; Venna Rianda Sari; Oja Jaida; Syarifa Yuliana; Marniati Marniati
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 2, No 1 (2020): VOL. 2 NO. 1, APRIL 2020
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakTingginya angka kematian akibat kanker payudara disebabkan penderita kanker payudara datang ke pelayanan kesehatan dalam stadium inoperable atau stadium lanjut dan sukar disembuhkan, padahal pemeriksaan terhadap kemungkinan adanya gejala kanker payudara secara dini dapat dilakukan oleh diri sendiri sehingga dapat dilakukan sewaktu-waktu dan tanpa biaya. Keterlambatan mengetahui bahwa seorang wanita telah mengidap kanker payudara hingga stadium lanjut dikarenakan rendahnya pemahaman wanita tentang kanker payudara itu sendiri dan rendahnya kesadaran untuk melakukan pemeriksaan terhadap payudaranya.Tingkat pengetahuan  masyarakat yang masih rendah dan adanya mitos-mitos yang keliru tentang kanker payudara menjadi salah satu faktor penyebab keterlambatan penanganan kanker payudara. Pendidikan kesehatan tentang kanker payudara dan pemeriksaan payudara sendiri akan menambah pengetahuan sehingga akan meningkatkan status kesehatan perempuan. Pelaksanaan kegiatan penyuluhan ini dilakukan  selama 1 hari pada pada hari Rabu, 22 Januari 2020. Peserta yang diikutkan dalam kegiatan ini adalah siswi perempuan perwakilan dari kelas 1 dan kelas 2 di Madrasah Aliyah  Darul ‘Ulum Kota Banda Aceh Tahun Ajaran 2019/2020 berjumlah 28 siswi. Kata kunci : kanker payudara, kanker pada remaja
PENYULUHAN KESEHATAN TENTANG PREMENSTRUAL SYNDROME (PMS) PADA REMAJA PUTRI UPAYA UNTUK MENINGKATKAN KESEHATAN REPRODUKSI DI SMK NEGERI 3 BANDA ACEH Raudhatun Nuzul ZA; Rizki Swastika Renjani; Ulfa Farrah Lisa; Marniati Marniati
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 1, No 2 (2019): VOL, 1, NO. 2, OKTOBER 2019
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPremenstrual syndrome (PMS) merupakan permasalahan yang sering dialami oleh kaum wanita setiap bulan menjelang masa haidnya. Premenstrual syndrome(PMS) adalah suatu kondisi yang terdiri atas beberapa gejala fisik, emosi dan perilaku yang dialami oleh seorang perempuan sebelum datangnya siklus menstruasi, yang menyebabkan ia mengalami gangguan dalam fungsi dan aktifitas sehari-hari, gejala-gejala tersebut akan menghilang saat menstruasi tiba. Premenstrual syndrome merupakan gangguan siklus yang umum terjadi pada wanita muda dan pertengahan, ditandai dengan gejala fisik dan emosional yang konsisten, terjadi selama fase luteal dalam siklus menstruasi. Premenstrual syndrome (PMS) adalah sekumpulan gejala yang muncul akibat perubahan hormon yang terjadi dalam tubuh perempuan menjelang menstruasi. Hasil penelitian American College Obstetricians and Gynecologistn (ACOG) tahun 2012, melaporkan bahwa gejala PMS dialami sekitar 65,7 remaja putri. Berdasarkan penelitian badan kesehatan dunia (WHO) diperoleh hasil bahwa gejala PMS dialami oleh 23% wanita Indonesia angka ini menunjukan bahwa penderita PMS di Indonesia cukup banyak sehingga perlu dilakukan upaya penanggulangan untuk mencegah dan mengatasinya. Keywords: premenstrual syndrome, kesehatan reproduksi, remaja putri
UBUDIYAH COMMUNITY SERVICE INTERNASTIONAL (UCoSI) BERSAMA UNIMAP GLOBAL OUTREACH PROGRAMME (UnigO) : UPAYA PENINGKATAN PEMAHAMAN TENTANG PENTINGNYA IMUNISASI PADA BAYI DI POSYANDU UPTD JAYA BARU, LAMTEUMEN, BANDA ACEH Marniati Marniati; Sahbainur Rezeki; Fauziah Andika; Rulia Meilina; Asmaul Husna; Periskila Dina Kali Kulla
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 5, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

World Health Organization (WHO) mendata bahwa pada tahun 2019 kasus campak meningkat tiga kali lebih tinggi dai 2018. Sementara itu, data program imunisasi nasional menunjukkan penurunan cakupan vaksinasi, seperti vaksin MR yang menurun 13% antara Januari sampai Maret 2020 jika dibandingkan dengan tahun lalu. Metode pelaksanaan pengabdian ini secara garis besar menggunakan konsep sosialisasi. Solusi          terbaik yang diambil adalah buat target dan tujuan masa depan, cepat melihat peluang, rutin melakukan inovasi, kreatif, dan fokus pada tujuan dengan mengadakan seminar terkait dengan pembahasan peningkatan pengetahuan dan motivasi dalam kepatuhan imunisasi dasar lengkap pada bayi dan balita kegiatan pembekalan.Kata Kunci : imunisasi dasar lengkapThe World Health Organization (WHO) records that in 2019 measles cases increased three times higher than 2018. Meanwhile, national immunization program data shows a decrease in vaccination coverage, such as the MR vaccine which decreased by 13% between January to March 2020 when compared to last year. the method of implementing this service in outline uses the concept of socialization. the best solution taken is to set future targets and goals, quickly see opportunities, learn other people’s success stories, routinely innovate, be creative, and focus on goals by holding seminars related to discussing increasing knowledge and motivation in complete basic immunization compliance in infants and toddles debriefing activities.Keywords : complete basic immunization
SOSIALISASI PENCEGAHAN DINI MUNCULNYA PENYAKIT DEGENERATIF PADA USIA PRODUKTIF DI SMKS MUHAMMADIYAH BANDA ACEH Rulia Meilina; Marniati Marniati; Annisa Mufliha; Nurhaliza Nurhaliza; Novi yani; Siti Baitul Mihraj
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 2, No 1 (2020): VOL. 2 NO. 1, APRIL 2020
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di Indonesia transisi epidemiologi menyebabkan terjadinya pergeseran pola penyakit, di mana penyakit kronis degeneratif sudah terjadi peningkatan. Penyakit degeneratif merupakan penyakit tidak menular yang berlangsung kronis seperti penyakit jantung, hipertensi, diabetes, kegemukan dan lainnya. Kontributor utama terjadinya penyakit kronis adalah pola hidup yang tidak sehat seperti kebiasaan merokok, minum alkohol, pola makan dan obesitas, aktivitas fisik yang kurang, stres, dan pencemaran lingkungan. Sehingga Indonesia menanggung beban ganda penyakit di bidang kesehatan, yaitu penyakit infeksi masih merajalela dan ditambah lagi dengan penyakitpenyakit kronik degenerative. Penyakit kronik ini bukannya saja dialami oleh lanjut usia tetatpi juga banyak dialami oleh remaja. Penyuluhan kesehatan ini dilakukan pada remaja  karena pola hidup remaja yang tidak sehat, hal ini dapat dilihat dari kebiasaan merokok para remaja dan kebiasaan makan makanan yang tidak sehat atau jajan sembarangan, kurangnya mengkonsumsi sayuran dan buah-buahan, serta minimnya aktivitas fisik seperti olahraga dalam upaya pencegahan penyakit degenerative pada remaja Kata Kunci : Remaja, Penyakit Degeneratif, penyakit kronik
SOSIALISASI POLA HIDUP SEHAT BAGI SISWA DI SIT FAJAR HIDAYAH INTEGRATED BOARDING SCHOOL BLANG BINTANG ACEH BESAR Marniati Marniati; Herawati Herawati
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 4, No 1 (2022): APRIL 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional disebutkan bahwa Perguruan Tinggi wajib melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu: pengajaran, penelitian dan pengabdian pada masyarakat. Program pengabdian kepada masyarakat juga dilaksanakan oleh Universitas Ubudiyah Indonesia secara berkala dalam satu semester atau pun pertahun akademik. Sebagai salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat yang dapat dilakukan oleh Universitas Ubudiyah Indonesia adalah: “Sosialisasi Pola Hidup Sehat bagi Siswa di SIT Fajar Hidayah Integrated Boarding School Blang Bintang Aceh Besar”. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di Sekolah adalah sekumpulan perilaku yang dipraktikkan oleh peserta didik, guru dan masyarakat lingkungan sekolah atas dasar kesadaran sebagai hasil pembelajaran, sehingga secara mandiri mampu mencegah penyakit, meningkatkan kesehatannya, serta berperan aktif dalam mewujudkan lingkungan sehat. Oleh karena itu, pelaksanaan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan untuk membantu permasalahan ini bertujuan agar para siswa memiliki wawasan yang luas sehingga dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari di sekolah. Individu yang cerdas adalah individu yang sehat. Siswa di sekolah sebagai cikal bakal SDM bangsa yang menentukan baik buruk peradaban bangsa ke depan. Maka dari itu, pola hidup sehat merupakan faktor penting yang menentukan kesehatan dan eksistensi diri di masa depan. Adapun metode pelaksanaan kegiatan sosialisasi ini mengikuti teknis pelaksanaan tindakan yang terdiri dari 4 tahapan, yang terdiri dari tahap: persiapan atau perencanaan, pelaksanaan sosialisasi, evaluasi dan refleksi. Hasil pelaksanaan sosialisasi pola hidup sehat di sekolah ini menunjukkan (1) adanya peningkatan pola hidup sehat pada diri siswa; (2) para siswa antusias mengikuti kegiatan sosialisasi pola hidup sehat dan mengaku perlu adanya kegiatan-kegiatan lanjutan tentang kesehatan di sekolah; dan (3) Peningkatan wawasan dan pola hidup sehat di SIT Fajar Hidayah Aceh akan akan ditindaklanjuti dengan kegiatan-kegiatan Apotek Sehat Sekolah, Meracik Obat Sehat Tradisionl dan sebagainya.Kata Kunci: Sosialisasi, Pola Hidup Sehat, Sekolah Sehat In Law Number 20 of 2003 concerning the National Education System, it is stated that Universities are obliged to implement the Tri Dharma of Higher Education, namely: teaching, research and community service. Community service programs are also carried out by the University of Ubudiyah Indonesia periodically in one semester or per academic year. As one form of community service that can be done by the University of Ubudiyah Indonesia is: "Socialization of Healthy Lifestyles for Students at SIT Fajar Hidayah Integrated Boarding School Blang Bintang Aceh Besar". Clean and Healthy Living Behavior (PHBS) in Schools is a set of behaviors practiced by students, teachers and the school community on the basis of awareness as a result of learning, so that they can independently prevent disease, improve their health, and play an active role in creating a healthy environment. Therefore, the implementation of community service carried out to help with this problem aims to make students have broad insights so that they can be implemented in everyday life at school. Intelligent individuals are healthy individuals. Students in schools are the forerunners of the nation's human resources who determine the good and bad of the nation's civilization in the future. Therefore, a healthy lifestyle is an important factor that determines health and self-existence in the future. The method of implementing this socialization activity follows the technical implementation of the action which consists of 4 stages, consisting of stages: preparation or planning, implementation of socialization, evaluation and reflection. The results of the implementation of the socialization of healthy lifestyles in this school showed (1) an increase in the healthy lifestyle of students; (2) the students enthusiastically participated in the socialization of healthy lifestyles and admitted the need for follow-up activities on health in schools; and (3) The improvement of knowledge and healthy lifestyle at SIT Fajar Hidayah Aceh will be followed up with activities of School Healthy Pharmacy, Mixing Traditional Healthy Medicines and so on.Keywords: Socialization, Healthy Lifestyle and Healthy School
PENYULUHAN KESEHATAN TENTANG ASI EKSKLUSIF DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KUTA BARO Asmaul Husna; Fatimah Dhea Ananda Moesra; Ipah Sri Wahyuni; Marniati Marniati
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 1, No 2 (2019): VOL, 1, NO. 2, OKTOBER 2019
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak  ASI adalah suatu emulsi lemak dalam larutan protein, laktose dan garam-garam organik yang disekresi oleh kedua kelenjar payudara ibu sebagai makanan utama dan terbaik untuk bayi karena di dalam ASI terkandung zat-zat kekebalan, anti infeksi dan nutrisi yang dibutuhkan untuk tumbuh kembang serta mengontrol terjadinya kelebihan berat badan atau obesitas. ASI Eksklusif adalah ASI yang diberikan pada bayi tanpa makanan tambahan sekurang-kurangnya sampai umur 4-6 bulan Meskipun menyusui bayi sudah menjadi budaya masyarakat Indonesia, namun praktek  pemberian ASI masih buruk terutama dalam pemberian ASI Eksklusif. Buruknya pemberian ASI ini dipicu oleh promosi susu formula dan MP-ASI di berbagai media dan SPK, serta kurangnya pengetahuan ibu akan pentingnya ASI bagi kecerdasan dan kesehatan bayi. Oleh karena itu tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis adakah pengaruh antara  pemberian ASI Eksklusif dengan berat badan bayi umur 4-6 bulan.  Kata kunci : Motivasi ibu, Pengetahuan
EDUKASI TENTANG PEMBERANTASAN PENYAKIT MENULAR PADA SISWA DI SMA NEGERI 5 KOTA BANDA ACEH Fauziah Andika; Ayuni Safira; Nadia Mustina; Marniati Marniati
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 2, No 1 (2020): VOL. 2 NO. 1, APRIL 2020
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak  Penyakit menular adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri, virus, atau parasit yang dapat ditularkan melalui media tertentu. Penyakit menular sering juga disebut penyakit infeksi karena penyakit ini diderita melalui infeksi virus, bakteri, atau parasit yang ditularkan melalui berbagai macam media seperti udara, jarum suntik, transfusi darah, tempat makan atau minum, dan lain sebagainya. Ada beberapa penyakit menular yang sering terjadi di masyarakat yaitu TB Paru, HIV/AIDS, diare, malaria, DBD dan sebagainya. Dari beberapa penyakit tersebut masih ada yang menjadi penyakit terbesar di Indonesia dan dunia salah satunya adalah penyakit TB Paru. Oleh sebab itu, sebaiknya pemerintah lebih giat lagi dalam mencanangkan program dalam pemberantasan penyakit menular. Edukasi yang diberikan ke siswa SMA Negeri 5 bertujuan untuk dapat menambahkan wawasan siswa tentang pemberantasan penyakit menular. Dengan adanya penyuluhan ini, siswa lebih paham dan mengerti penyakit apa saja yang merupakan penyakit menular dan cara pemberantasan penyakit menular.Hal yang harus diperhatikan pihak sekolah adalah memberikan materi tambahan kepada siswa agar lebih membekali dirinya tentang pengetahuan pemberantasan penyakit menular. Keyword : gejala, cara penularan dan Pemberatasan penyakit menular 
SOSIALISASI PENGGUNAAN OBAT YANG BENAR (DAGUSIBU) DAN TANYA 5 O DI LAPANGAN BLANG PADANG BANDA ACEH Rulia Meilina; Nurdian islami; Fhasnia Fhasnia; Ayu nadia; Cut Hizqiya Al zuhra; Marniati Marniati
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 1, No 2 (2019): VOL, 1, NO. 2, OKTOBER 2019
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Angka kesakitan semakin hari semakin meningkat, salah satu penyebabnya adalah karena kesalahan penggunaan obat. Masyarakat  saat  ini  sudah  mulai  terbiasa  dengan  penggunaan  berbagai  jenis obat-obatan  dengan  tujuan  menyembuhkan  penyakit, akan tetapi, masyarakat masih mengkomsumsi obat dengan cara tidak benar. Salah satu cara pengelolaan obat yang baik dan benar adalah dengan menerapkan program DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, Buang) dan Tanya 5 O. Masyarakat harus bersikap cerdas saat memperoleh obat. Dengan adanya kegiatan ini diharapkan pengunjung Lapangan Blang Padang kota Banda aceh dapat mengetahui dan menggunakan obat dengan benar.  Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pemberian informasi tentang DAGUSIBU dan Tanya 5 O kepada penggunjung/peserta dengan media yang digunakan adalag brosur yang diharapkan dapat meningkatkan pemahaman peserta atas informasi yang disampaikan. Acara kegiatan sosialisasi ini berjalan lancar dan peseta antusias dalam mendengarkan informasi yang disampaikan serta aktif bertanya terkait dengan materi yang disampaikan. Sosialisasi ini mendukung program GeMa CerMat  yaitu gerakan Tanya obat yang mengajak masyarakat agar berperan aktif dalam mencari informasi terkait obat yang digunakan. Kata Kunci : DAGUSIBU, Tanya 5 O, Obat.  
PROMOSI KESEHATAN TENTANG FLOUR ALBUS SERTA PENANGANANNYA DI SMA NEGERI 8 BANDA ACEH Ulfa Husna Dhirah; Chairanisa Anwar; Marniati Marniati
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 2, No 1 (2020): VOL. 2 NO. 1, APRIL 2020
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractKeputihan (flour albus) merupakan gejala yang sangat sering dialami oleh sebagian besar wanita. Keputihan seringkali tidak ditangani dengan serius oleh para wanita. Padahal, keputihan bisa jadi indikasi adanya penyakit. Hampir semua perempuan pernah mengalami keputihan. Pada umumnya, orang menganggap keputihan pada wanita sebagai hal yang normal. Pendapat ini tidak sepenuhnya benar, karena ada berbagai sebab yang dapat mengakibatkan keputihan. Keputihan yang normal (fisiologis) memang merupakan hal yang wajar. Namun, keputihan yang tidak normal (patologis) dapat menjadi petunjuk adanya penyakit yang harus diobati. Sebagian besar remaja memiliki pengetahuan yang kurang tentang keputihan. Pemberian pendidikan kesehatan pada remaja merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap serta perilaku yang baik mengenai pencegahan keputihan patologisKeywords : Promosi Kesehatan, Flour Albus
Co-Authors Ade Rita Suryani Siregar Adelina Irmayani Lubis Afriani Maifizar Afwa Hayuningtyas Ahmad Harjono Andika, Fauziah Annisa Mufliha Arafah Husna Arfah Husna Arifianda Lubis Armia Armia Arpaini Bako Asdi Asdi Asmaul Husna Ayu nadia Ayuni Safira Bayu Arif Prabudi Chairanisa Anwar Cukri Rahma Cut Abyat Cut Dian Cut Hizqiya Al zuhra Deni Tandisau Deny Arifiana Desi Ariana DEWI SHINTA Dhirah, Ulfa Husna Dian Ulviara Dina Ramba' Elda Zianyu Safani Elisabet Pali Erni susilawati Eva Flourentina Kusuma Wardhani Eva Rosdiana Evi Afriana Fahmi Syahpreza Tarigan Faradilla Safitri, Faradilla Farman, Farman Fatimah Dhea Ananda Moesra Fhasnia Fhasnia Haryati, Jasmine Helba Rundupadang Henni Putri Herawati Herawati Heri Aprian Harahap Ida Ermiana Indradewa, Rhian Inestasia Inestasia Intan Safitri Japnur Intan Wahyuni Ipah Sri Wahyuni Irmaniar Dwi Yuliana Putri Irmawati Irmawati Isak Pasulu Isnaini Sohna Simangunsong Itza Mulyani Jasmaniar Jasmaniar Kasmiati Kasmiati Kurnia Rahmayanti Laila Apriani Hasanah Harahap Latifa Nur Lena Hati Lestari, Soraya Lia Afrita Lina Fitriani Linda Rahmi Lutfiyah Hidayati Lutfiyah Hidayati Lyra Thania M Aqil Ma'rifatun Nashikhah Maha, Silvina Maharani, Erizma Marifatun Nashikhah Masthura Sianipar Mastura Sianipar Mega Putri Silvia Meilina, Rulia Meutia Faradhiba Mey Enggane Limbongan Mimi Mauliza MITA YUNIATI Muhamaad Akib Muhammad Afrizal Muliana Muliana Nadia Mustina Nasmi Nasmi Nelly Musyida Nia Rayyanis Noni Ariska Muhanda Nora Maulida Novi Yani NUR FATIMAH Nurdian islami Nurhaliza Nurhaliza Nurlinda Sari Nurul Anjelini Nurul Hamdi Nurul Wardah Nuzulul Rahmi, Nuzulul Oja Jaida Pahria Pahria Pardi Pardi Peppy Mayasari, Peppy Periskila Dina Kali Kulla Putri Tasya Najla PUTRI WULANDARI Putri, Enda Silvia Putriani, Puput Rahayu, Imami Arum Tri Rahma Gusmawati Tammu Rahmayani Rahmayani Randy Tangdialla Raudhatun Nuzul ZA, Raudhatun Rinawati Rinawati Rizki Swastika Renjani Rumpa, Lantana Dioren Safrida Safrida Safrizan Safrizan Sahbainur Rezeki Salwana, Salwana Shabainur Rezeki Siti Arafah Carolina Siti Baitul Mihraj Siti Fitri Maysarah Siregar Siti Maisyaroh Fitri Siregar Sri Wahyuni Muhsin Suci Eka Putri Suci Eka Putri Sultan Wirya Syahrul’an Syahrul’an Syarifa Yuliana Telsa Amanda Tursina Tursina Ulfa Farrah Lisa, Ulfa Farrah Venna Rianda Sari Wansi Tandi Ruru Wardah Iskandar Wilma Dian Ardiyanti Winta Panimba Yusra Meiduri Yusril Isnandar Yusuf L. Limbongan Zahara, Shofa Aprilia Zulirfan Zulirfan