p-Index From 2021 - 2026
11.587
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Undiksha Sosial Budaya Manajemen Pendidikan PAUDIA: JURNAL PENELITIAN DALAM BIDANG PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini JURNAL PRESTASI JCE (Journal of Childhood Education) PAUD Lectura: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Jurnal Riset Golden Age PAUD UHO Indonesian Journal of Primary Education JECCE (Journal of Early Childhood Care and Education) VISI : Jurnal Ilmiah Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Non Formal JURNAL PAUD AGAPEDIA JURNAL ILMIAH CAHAYA PAUD JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI Journal of Education Action Research JUARA : Jurnal Olahraga Journal on Education Journal of Humanities and Social Studies CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) as-sibyan : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini EARLY CHILDHOOD : JURNAL PENDIDIKAN GOLDEN AGE: JURNAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Musamus Journal of Physical Education and Sport (MJPES) Raudhatul Athfal: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Jurnal Pendidikan dan Konseling JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan) Jorpres (Jurnal Olahraga Prestasi) Jurnal Jendela Bunda Program Studi PG-PAUD Universitas Muhammadiyah Cirebon Ceria: Jurnal Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini Jurnal Kewarganegaraan Pelangi: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Pendidikan Islam Anak Usia Dini Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan JURNAL PENDIDIKAN IPS JUMORA: Jurnal Moderasi Olahraga DUNIA ANAK: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Aurelia: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Innovative: Journal Of Social Science Research Jurnal Tatsqif Journal of Law, Education and Business JURNAL PENDIDIKAN OLAHRAGA Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini JECIE (Journal of Early Childhood and Inclusive Education) Indonesian Journal of Primary Education Early Childhood Education and Parenting (ECEPA) Pelangi: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Pendidikan Islam Anak Usia Dini
Claim Missing Document
Check
Articles

PENANAMAN SIKAP SOPAN SANTUN ANAK USIA DINI MELALUI POLA ASUH KELUARGA Fanny Risanti Rachmawati; Sumardi Sumardi; Heri Yusuf Muslihin
JURNAL PAUD AGAPEDIA Vol 6, No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jpa.v6i2.52011

Abstract

The lack understanding of politeness makes the ypunger generations do behavior without restrictions. Feel free without thinking about the norms that have been set. Caourtesy is an unwritten norm but has been approved and accepted by the social environment. With the attitude of politeness, humans remain in their nature and do not deiations that can cause a bad response in society. So this study was conducted to eamine the inculcation of manners in early childhood through family parenting. This rsearch uses a literature review method and collects data from sources related to the research topic. The results obtained are based on literature review that to relaize a good personality, parents play an important role in proiding habituation to children through the chosen parenting pattern. This parenting is an effort to optimize the development process in children. One of the habits that parents need to apply is good manners. Pada saat ini di lingkungan masyarakat banyak tersebar berita-berita tentang penyimpangan budaya terutama budaya sopan santun. Berkurangnya pemahaman tentang kesopanan membuat generasi-generasi muda melakukan perilaku tanpa batasan. Merasa bebas tanpa memikirkan norma-norma yang sudah ditetapkan. Sopan santun merupakan sebuah norma tidak tertulis namun sudah disetujui dan diterima oleh lingkungan sosial. Dengan adanya sikap sopan santun manusia tetap berada pada fitrahnya dan tidak melakukan penyimpangan-penyimpangan yang dapat menimbulkan respon buruk di masyarakat. Maka penelitian ini dilakukan untuk mempelajari tentang penanaman sikap sopan santun anak usia dini melalui pola asuh keluarga. Peneltiian ini menggunakan metode kajian pustaka serta mengumpulkan data dari sumber-sumber yang berkaitan dengan topik penelitian. Hasil yang didapatkan berdasarkan kajian kepustakaan bahwa untuk mewujudkan peribadi yang baik orang tua berperan penting dalam memberikan pembiasaan kepada anak melalui pola asuh yang dipilih. Pola asuh ini adalah sebuah upaya dalam mengoptimalkan proses perkembangan pada anak. Salah satu pembiasaan yang perlu orang tua terapkan adalah sopan santun.
PENGARUH PERMAINAN MODIFIKASI SQUAT RELAY TERHADAP MOTORIK KASAR ANAK USIA 4-5 TAHUN Iqhli Shobihi; Taopik Rahman; Heri Yusuf Muslihin
JURNAL PAUD AGAPEDIA Vol 6, No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jpa.v6i2.51503

Abstract

Early childhood is a child aged 0 to 6 years. In accordance with article 28 of the National Education System Law no. 20/2003 paragraph 1 which states that aged children are children who fall in the age range of 0-6 years where at that age is a very important thing for the development and formation of attitudes. According to Selamet Suyanto (2005:6) in neurology research says that 50% of intelligence in children is formed in the child's first four years of life (Fitriani Adawiyah, 2018). Motor development in early childhood in particular will be more optimal if the environment where children grow and develop supports them to move freely. The activity of playing squat relay can be very influential in improving the gross motor development of early childhood. Squat relay is a play activity with a combination of running, jumping, and entering squat movements in the game where the child squats and then stands back up and then performs a high five movement. The research design used in this study was a quasi-experimental design with a pre-experimental design type one group pretest-posttest (initial test and single group final test).  Anak usia dini merupakan anak yang berusia 0 sampai 6 tahun. Menurut Pasal 28 Ayat 1 UU Sisdiknas No. 20/2003, anak yang lebih tua didefinisikan sebagai anak dalam rentang usia 0-6 tahun. dimana pada usia tersebut merupakan suatu hal yang sangat penting bagi perkembangan serta pembentukan sikap. Menurut Selamet Suyanto (2005:6) dalam penelitian neorologi mengatakan kecerdasannya 50% pada anak terbentuk pada kehidupan empat tahun pertama anak (Fitriani Adawiyah, 2018). Perkembangan motorik pada anak usia dini khususnya akan lebih optimal jika linkungan tempat untuk tumbuh kembang anak mendukung untuk bergerak dengan bebas. Kegiatan bermain squat relay dapat sangat berpengaruh dalam meningkatkan perkembangan motorik kasar anak usia dini. Squat relay merupakan kegiatan bermain dengan kombinasi antara berlari, meloncat, serta memasukan gerakan squat pada permainan tersebut dimana anak melakukan kegiatan berjongkok lalu berdiri kembali lalu melakukan gerakan high five. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu quasi eksperimen dengan desain bentuk pre-experimental design tipe one group pretest-posttest (tes awal dan tes akhir kelompok tunggal).
Analisis Kemampuan Mengenal Lambang Pancasila Pada Anak Usia 5-6 Tahun Di Tk Pelita Mekar Ratih Resti Pauji; Heri Yusuf Muslihin; Sima Mulyadi
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 5 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i5.7003

Abstract

Pendidikan harus dimulai sejak anak usia dini.  Pendidikan dari sejak  dini sangat penting, karena pada saat inilah anak mengalami proses tumbuh kembang yang sangat pesat. Tentunya untuk mengoptimalkan dan membantu proses tumbuh kembang anak diperlukan stimulus yang tepat dari orang di sekitar anak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan mengenal lambang pancasila pada anak usia 5-6 tahun di TK Pelita Mekar. Jenis penelitiannya adalah kualitatif. Subjek penelitiannya adalah anak-anak dengan usia 5 sampai 6 tahun di TK Pelita Mekar. Adapun teknik pengumpulan datanya peneliti menggunakan teknik  observasi. Observasi ini yaitu peneliti melakukan pengamatan secara langsung pada saat proses pembelajaran. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan mengenal lambang pancasila di TK Pelita Mekar belum optimal dan berada pada kategori MB (Mulai Berkembang) dengan skor 2 dari setiap pertanyaan. Salah satu faktornya adalah kurang menariknya cara penyampaian pembelajaran sehingga anak mudah bosan dan kurang memahami terkait materi yang disampaikan.
INSTRUMEN PENELITIAN TINDAKAN KELAS UNTUK PENINGKATAN MOTORIK HALUS ANAK Heri Yusuf Muslihin; Aini Loita; Dea Siti Nurjanah
JURNAL PAUD AGAPEDIA Vol 6, No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jpa.v6i1.51341

Abstract

The purpose of this study is to describe the design of research instruments in Classroom Action Research   (CAR). The research method used is a qualitative method with data collection techniques using group discussions or Focus Group Discussion (FGD). The results of this study were conducted to determine whether the research instrument for improving children's fine motor skills with some improvements that have been made by researchers is in accordance with the direction of validators who are experts in the field of material to determine whether they are suitable for use by students or not. So with the improvements to the product design made, research instruments for improving children's fine motor skills were obtained which were declared valid by experts and deserved to be tested on children.Tujuan penelitian ini yaitu mendeskripsikan rancangan instrumen penelitian pada Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan Teknik pengumpulan data menggunakan diskusi kelompok atau Focus Group Discussion (FGD). Hasil penelitian ini dilakukan agar mengetahui apakah instrumen penelitian untuk peningkatan motoric halus anak dengan beberapa perbaikan yang telah dilakukan oleh peneliti sesuai dengan arahan validator yang ahli di bidang materi menentukan layak digunakan untuk siswa atau tidak. Maka dengan adanya perbaikan terhadap rancangan produk yang dilakukan dihasilkanlah instrumen penelitian peningkatan motorik halus anak yang dinyatakan valid oleh para ahli dan layak di uji coba kepada anak.
Analysis of Sexual Education Knowledge in Children of Elementary School Syifa Delaneira Oktora; Heri Yusuf Muslihin; Elan Elan
JURNAL PENDIDIKAN IPS Vol 13 No 1 (2023): JURNAL PENDIDIKAN IPS
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpi.v13i1.969

Abstract

ex education in Indonesia is still controversial, there are still many members of society who do not approve of sex education at home or at school. In general, society's view of sex education is something that is considered "taboo" to talk about with children, especially early childhood. People think that there will be a time when they will understand it naturally. Sex education that is not given at an early age results in high leve’ls of sexual violence against children by those closest to the child, including the family. The aim of this community service is to provide an understanding of sex education to children. The implementation of community service activities is carried out at elementary schools in the Sukaraja sub-district with participants taken from grades V and VI. The method used is lectures and questions and answers, with the media used LCD projectors and leaflets. The results of the implementation of this community service activity from the participants in class V and VI students who attended looked very enthusiastic, after the questionnaires before and after giving health education regarding sex education there appeared to be an increase in knowledge. The implementation of providing health education regarding sex education to increase knowledge for elementary school students in the Sukaraja sub-district with risks that might occur with the condition of the community really needs to be done, apart from being an addition and enhancing knowledge as well as an act to reduce the risk of child sexual abuse.
Program Parenting SOS (Sekolah Orang Tua Santri) Di TK Ihya Assunnah Tasikmalaya Faza Tsamrotul Apipah; Rika Nurhayati; Zahira Auladina Solihah; Gina Khaerunnisa; Purwati Purwati; Heri Yusuf Muslihin
PAUDIA : Jurnal Penelitian dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Dini Vol 12, No 1 (2023): Juli 2023 : PAUDIA (Jurnal Penelitian Dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Dini)
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/paudia.v12i1.15380

Abstract

AbstractIn an effort to stimulate the growth and development of early childhood, of course,  its not only the task of educators in school institutions, but the importance of the involvement of parents and teachers in optimizing the growth and development of early childhood and aligning parenting styles in early childhood. The purpose of this study was to find out about the parenting program held at TK Ihya Assunnah Tasikmalaya. The research method used is a qualitative research method, describes the research results descriptively. Data collection techniques using the method of observation, interviews, and documentation. The results of this study are the parenting program held at Ihya Assunnah Kindergarten is SOS (Santri Parents School). The program is implemented through tiered training attended by parents and those involved in the childcare process. This program can be implemented through the stages of planning, implementation, evaluation, and follow-up. This parenting program, parents know more about and apply appropriate parenting patterns, how to stimulate children, and parents are more cooperative towards the programs held at Ihya Assunnah Kindergarten. With the existence of the SOS parenting program, it is hoped that it can increase parental awareness regarding the importance of parental involvement in early childhood education.Keywords: parenting programs; parent involvement; early childhoodAbstrakDalam upaya menstimulasi tumbuh kembang anak usia dini tentunya tidak hanya tugas pendidik di lembaga sekolah, tetapi pentingnya keterlibatan orang tua dan guru dalam mengoptimalkan tumbuh kembang anak usia dini dan menyelaraskan pola asuh pada anak usia dini. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui lebih lanjut mengenai program parenting yang diselenggarakan di TK Ihya Assunnah Tasikmalaya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif, yaitu menjabarkan hasil penelitian secara deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini yaitu program parenting yang diselenggarakan di TK Ihya Assunnah disebut dengan SOS atau Sekolah Orang Tua Santri. Program tersebut dilaksanakan melalui pelatihan berjenjang yang diikuti oleh orang tua maupun pihak yang terlibat dalam proses pengasuhan anak. Program ini dapat terlaksana melalui adanya tahapan perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan tindak lanjut. Dengan adanya program parenting tersebut, orang tua lebih mengetahui dan menerapkan pola pengasuhan yang tepat, cara menstimulasi anak, serta orang tua lebih kooperatif terhadap program yang diselenggarakan di TK Ihya Assunnah. Dengan adanya program parenting SOS ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran orang tua mengenai pentingnya keterlibatan orang tua pada pendidikan anak usia dini.Kata kunci: Program Parenting; Keterlibatan Orang Tua; Anak Usia Dini.
Pengembangan Instrumen Deteksi Dini Perkembangan Kognitif Anak Usia 3 Tahun Ati Sunarti; Heri Yusuf Muslihin; Dindin Abdul Muiz Lidinillah
JURNAL PAUD AGAPEDIA Vol 7, No 1 (2023): Jurnal PAUD Agapedia: Juni 2023
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jpa.v7i1.59915

Abstract

This study aims to determine the understanding and use of the instrument in detecting the cognitive development of children aged 3 years. The type of research used is Educational Design Research (EDR). The research model is the Reeves model, where this research was carried out with 2 trial stages. The subjects in this study were 9 participants, namely teachers, students and parents who have children aged 3 years. The instruments used are interview guidelines, documentation, expert validation, user validation and questionnaires. The research procedure consists of 4 stages, namely 1) problem identification and analysis, 2) product development and design, 3) product testing and reflection, and 4) maturing intervention and theoretical understanding. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemahaman dan penggunaan instrumen dalam mendeteksi perkembangan kognitif anak usia 3 tahun. Jenis penelitian yang digunakan yaitu Educational Design Research (EDR). Model penelitian nyaitu model Reeves, dimana penelitian ini dilakukan dengan 2 tahap uji coba. Subjek dalam penelitian ini adalah 9 orang pasrtisipan yaitu guru, mahasiswa dan orang tua yang memiliki anak usia 3 tahun. Instrumen yang digunakan yaitu pedoman wawancara, dokumentasi, validasi ahli, validasi pengguna dan kuisioner. Prosedur penelitiannya terdiri dari 4 tahap yaitu 1)identifiksi  dan analisis masalah, 2) pengembangan dan desain produk, 3) uji coba produk dan refleksi, dan 4) maturing intervention dan theorical understanding.
Kompentensi Sel (Social And Emosional Learning) Untuk Anak Usia 5-6 Tahun Widia Asri Kurnia; Heri Yusuf Muslihin; Sumardi Sumardi
JURNAL PAUD AGAPEDIA Vol 7, No 1 (2023): Jurnal PAUD Agapedia: Juni 2023
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jpa.v7i1.59918

Abstract

This research is motivated by the current conditions where activity restrictions greatly affect the social emotional development of children. Based on the facts, early childhood should be able to get optimal guidance and teaching in their surrounding environment. Developing social emotional skills from an early age can be a benchmark for children's success in the future. In this regard, it is important for parents and educators to maintain the mental health and welfare of children so that children can progress according to their developmental stages. One of the reference films related to emotion is film animation Inside Out. The purpose of this study is to determine the components of SEL (Social and Emotional Learning) by analyzing the animated film Inside Out. The approach used is a qualitative approach with content analysis methods (content analysis). Data collection techniques in the form of literature study, observation and documentation. The results of this study indicate that some of the indicators in the SEL (Social and Emotional Learning) component are in accordance with the Standar Tingkat Pencapaian Perkembangan Anak (STPPA) in the scope of social emotional development for children 5-6 years old. Inside Out is also considered worthy of being used as a learning medium through cinematherapy to develop early childhood social-emotional skills. Penelitian ini dilatar belakangi oleh kondisi saat ini dimana pembatasan aktivitas sangat mempengaruhi pada perkembangan sosial emosional anak. Berdasarkan fakta yang ada, anak usia dini sewajarnya dapat memperoleh bimbingan dan pengajaran yang optimal di lingkungan sekitarnya. Mengembangkan keterampilan sosial emosional sejak dini dapat menjadi tolak ukur dalam keberhasilan anak di masa yang akan datang. Berkaitan dengan hal tersebut, penting bagi orang tua maupun pendidik untuk menjaga kesehatan mental dan kesejahteraan anak agar anak dapat berprogres sesuai dengan tahap perkembangannya. Salah satu film rujukan yang terkait dengan emosi yaitu film animasi Inside Out. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui komponen SEL (Social and Emotional Learning) dengan menganalisis film animasi Inside Out. Pendekatan yang digunakan yaitu pendekatan kualitatif dengan metode analisis konten (analysis content). Teknik pengumpulan data berupa studi pustaka, observasi dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa beerapa indikator dalam komponen SEL (Social and Emotional Learning) sesuai dengan Standar Tingkat Pencapaian Perkembangan Anak (STPPA) dalam lingkup perkembangan sosial emosional untuk anak 5-6 tahun. Film animasi Inside Out juga dianggap layak untuk dijadikan media pembelajaran melalui cinematheraphy guna mengembangkan keterampilan sosial emosional Anak Usia Dini.
Perkembangan Motorik Halus Anak Usia 2-3 Tahun Melalui Permainan Sensori di Daycare Vina Iswahyuni; Heri Yusuf Muslihin; Taopik Rahman
JURNAL PAUD AGAPEDIA Vol 7, No 1 (2023): Jurnal PAUD Agapedia: Juni 2023
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jpa.v7i1.59924

Abstract

The methodology utilized in this study combines qualitative and quantitative data analysis with a number of stages, including observation, data collecting, analysis, and withdrawal. Children ages 2-3 that were enrolled in daycare served as the research subjects for this study. There may be as many as 15 kids, 8 of whom are boys and 7 of them are girls. This study makes use of 4 different sensory gaming activities. Following are the findings from the evaluation of young children's fine motor skills utilizing the 2013 curriculum assessment and the percentage approach, as well as the overall development evaluation results: Not developed (BB) 27%; starting to develop (MB) 31%; developing as expected (BSH) 22%; and developing very well (BSB) 22%. It may be inferred that children in daycare between the ages of two and three need engaging activities and media to develop their fine motor abilities.Penelitianniniibertujuan untuk mengevaluasi kemampuan anak prasekolah dalam meningkatkan keterampilan motorik halus melalui aktivitas sensorik. Metodologi yangadigunakanadalama penelitiana inia menggabungkan analisisadataa kualitatifa dana kuantitatifa dengan beberapa tahapan, antara lain observasi, pengumpulan data, analisis, dan penarikan. Anak-anak usia 2-3 yang terdaftar di tempat penitipan anak menjabat sebagai subyek penelitian untuk penelitian ini. Jumlahnya mungkin sebanyak 15 anak, 8 di antaranya laki-lakiiserta 7 di antaranyapperempuan. Penelitiann inii menggunakann 4 aktivitas permainan sensorik yang berbeda. Berikut temuan evaluasi motorikk haluss anakk usiaa dinia dengana menggunakana penilaian kurikulum 2013 dan pendekatan persentase, serta hasil evaluasi perkembangan secara keseluruhan: Tidak berkembang (BB) 27%; mulai berkembang (MB) 31%; berkembang seperti yang diharapkan (BSH) 22%; dan berkembang sangat baik (BSB) 22%. Dapat disimpulkan bahwa anak-anak di tempat penitipan anak antara usia dua dan tiga tahun membutuhkan kegiatan dan permainan yang menarik untuk mengembangkan motorikkhalussmereka.
Pengaruh Model Pembelajaran Teaching Game for Understanding Terhadap Hasil Belajar Pendidikan Jasmani Pulung Riyanto; Heri Yusuf Muslihin; Hariani Fitrianti; Jori Lahinda
Musamus Journal of Physical Education and Sport (MJPES) Vol 4 No 01 (2021): Musamus Journal of Physical Education and Sport (MJPES)
Publisher : Program Studies of Physical Education, Faculty of Teacher Training and Education, Musamus University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35724/mjpes.v4i01.3947

Abstract

menyesuaikan praktik pengajaran dengan mengembangkan mentalitas dan pengetahuan bersamaan dengan pelaksanaan pendekatan reflektif. Untuk mengetahui kemapuan berpikir reflektif yang dimiliki siswa maka dapat dikembangkan dengan mengacu pada interaksi sosial. Penelitian ini menerapkan model Teaching Game for Understanding (TGfU) dalam meningkatkan hasil belajar pendidikan jasmani, adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran TGfU terhadap peningkatan hasil belajar siswa. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain penelitian one grup pretest posttest desaign. Hasil penghitungan menunjukkan nilai signifikansi 0,003, hal ini menujukan bahwa nilai signifikansi < 0,005 dengan demikian Ho ditolak. Rekomedasi penelitian ini adalah bahwa dalam meningkatkan hasil belajar Pendidikan Jasmani disarankan menggunakan model pembelajaran TGfU.
Co-Authors Adhitya, Zahara Reyna Aini Loita Aini Loita Aisyahni, Nur Laela Alnisya Dwi Febriel Andini, Nasya Ani Sri Handayani Anis Fitria Sundari Anisa Tahira Annamayra, Ajeng Aprianti, Wenti Aprilia, Putri Nada Apriliya, Seni Aprillyanti, Kiki Syabilla Ati Sunarti Aulia Destiani Firman Aulia S, Clevarisza Azizah, Nadya Azhar Cahyana Cahyana Citra Aldini Daluk, Efretus Danesta, Nasywaa Adzani Fitria Darwati, Aan Dea Indriani Dea Siti Nurjanah Deden Taopik Desti Fitriani Desti Nur Maretiani Dewi Kania Dewi Kania, Dewi Dewi Rifka Anisyah Dhita Oktafiani Dian Indihadi Dina Fydarliani Dinda Marhamah Lubis Dindin Abdul Muiz Lidinillah Dini Indriyani, Dini Efretus Daluk Elan Elan Fadila Rahmah Fahmi Qodrul Asphar Fanny Risanti Rachmawati Faza Tsamrotul Apipah Fitri Wulandari Gina Khaerunnisa Gustini, Wantu Handayani, Ani Sri Handayani, Nira Astuti Hanisha Rahma Dani Hariani Fitrianti Hashipah, Hani Hayuningrum, Reny Hendayani, Yeni Hidayah, Fina Nur Imani, Rifa Auliya Imas Damayanti Lovita Iqhli Shobihi Iqhli Shobihi Ismi Salsa Dina Isnaeni, Muhammad Jori Lahinda Jori Lahinda Kamaliah, Lia Karla Mahardika Khotimah, Neng Nurul Krismayasari, Krismayasari Kurniawan, Adi Cahyadi Laela, Wulan Nur Lestari, Erna LILIS MULYATUL HALIMAH Lisna Widiyanti Loita, Aini Lolita, Aini Lutfi Nur Mahardika, Karla Mahmudah, Vina Nafilah Malik, Arief Abdul Martriana, Tita Maulinda, Resti Mesa Rahmi Stephani, Mesa Rahmi Mulya, Bintang Mutiara Mulyana, Edi Hendri Mulyani, Ovi Sri Mustaqim, Ridha Nabila, Syifa Zulfa Nadya Azhar Azizah Nadya Oktaviana Nahdyawati, Dhea Nana Ganda Neng Nurul Khotimah Nida Ulfadilah Nilan, Fariha Noor, Naina Najmi Nunung Nurjanah Nur, Lutfi Nur, Lutfi Nuraeni, Yani Nurfazrina, Syifa Aulia Nurhaifa, Najwa Nuriyah, Ai Siti Nurjannah, Firda Siti Nurlaela, Nunung Nurlaela, Wulan Nursyifa, Yulia Isna Nurul Sinta Fauziah Nuruzahra Luthfillah Nurwahidah Nurwahidah Nurwahidah Nurwahidah Oktaviana, Nadya Oyon Haki Pranata Pulung Riyanto Purwati, Purwati Putri Chaerunnisa QONITA Qonita, Qonita Raden Mohamad Herdian Bhakti Rahayu, Rina Nur Rahma Sukmara Putri Rahmadina, Garosha Putri Ratih Resti Pauji Respati, Resa Ricky Wibowo Rika Nurhayati Risella Amelia Silanindah Sella Rizky, Muhammad Fahmi Rosarina Giiyartini Rosarina Giyartini RSM, Revalina Rizky Rusani Jaelani Safitri, Winda Sahara, Zahra Ilya Salsabila Amalia Sari, Hera Ratna Sa’adah, Mimin Shinta Lestari, Shinta Sianturi, H. Risbon Sianturi, Risbon Sima Mulyadi, Sima Siti Alifya Shafira Soleha, Anisa Mar’atu Sri Fuji Lestari Sri Maryati Sumardi Sumardi . Sumardi Sumardi Sumardi, Sumardi Sundari, Anis Fitria Susanti Susanti Susanti, Putri Irma Susi Widianingsih Syadzilli, Abdussalam Syamila, Hasna Syifa Delaneira Oktora Taopik Rahman Tasya Nur Ramdhani Tasya, Tasya Tia Salmah Paujiah Tingtin Sumartini Trianika, Lusy Udmah, Syafaatul Ulfah Ulfiya Nur Ramadhanty Ulfyah, Siti Lulu Vina Iswahyuni Wenti Aprianti Widia Asri Kurnia Widiati, Widiati Widiyanti, Resti Wilda Salmah Willa Laras Sekarsari Windhi Widhiyanti Wulan Nurlaela Yasbiati, Yasbiati Yulida Izatusholihah Yuningsih, Thia Isri Yusuf Suryana Zahira Auladina Solihah Zahra, Syahida Az