p-Index From 2021 - 2026
11.974
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Undiksha Sosial Budaya Manajemen Pendidikan PAUDIA: JURNAL PENELITIAN DALAM BIDANG PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini JURNAL PRESTASI JCE (Journal of Childhood Education) PAUD Lectura: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Jurnal Riset Golden Age PAUD UHO Indonesian Journal of Primary Education JECCE (Journal of Early Childhood Care and Education) VISI : Jurnal Ilmiah Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Non Formal JURNAL PAUD AGAPEDIA JURNAL ILMIAH CAHAYA PAUD JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI Journal of Education Action Research JUARA : Jurnal Olahraga Journal on Education Journal of Humanities and Social Studies CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) as-sibyan : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini EARLY CHILDHOOD : JURNAL PENDIDIKAN GOLDEN AGE: JURNAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Musamus Journal of Physical Education and Sport (MJPES) Raudhatul Athfal: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Jurnal Pendidikan dan Konseling JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan) Jorpres (Jurnal Olahraga Prestasi) Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Jurnal Jendela Bunda Program Studi PG-PAUD Universitas Muhammadiyah Cirebon Ceria: Jurnal Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini Jurnal Kewarganegaraan Pelangi: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Pendidikan Islam Anak Usia Dini Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan JURNAL PENDIDIKAN IPS JUMORA: Jurnal Moderasi Olahraga DUNIA ANAK: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Aurelia: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Innovative: Journal Of Social Science Research Jurnal Tatsqif Journal of Law, Education and Business JURNAL PENDIDIKAN OLAHRAGA Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini JECIE (Journal of Early Childhood and Inclusive Education) Indonesian Journal of Primary Education Early Childhood Education and Parenting (ECEPA) Pelangi: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Pendidikan Islam Anak Usia Dini
Claim Missing Document
Check
Articles

Meningkatkan Kemampuan Motorik Kasar Anak Usia 5-6 Tahun Melalui Permainan Tradisional Jaring Ikan Lisna Widiyanti; Heri Yusuf Muslihin; Taopik Rahman
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 4 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.502 KB) | DOI: 10.31004/jpdk.v4i4.6060

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motorik kasar anak usia 5-6 tahun melalui permainan tradisional jaring ikan. Metode yang bisa digunakan untuk meningkatkan motorik kasar anak usia 5-6 tahun di TK Dewi Sartika metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Dengan menggunakan Teknik observasi kepada anak dan wawancara kepada guru kelompok B. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa, penggunaan permainan tradisional jaring ikan dalam kegiatan pembelajaran sudah optimal terlihat dari kemampuan anak dalam kelincahan, keseimbangan, dan perkembangan otot kaki untuk meningkatkan kemampuan motorik kasar anak, yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan permainan tradisional jaring ikan. Kata Kunci: Anak Usia Dini, Kemampuan Motorik Kasar, permainan tradisional jaring ikan
Pengembangan Alat Deteksi Fisik Pada Anak Usia 6 Tahun Willa Laras Sekarsari; Heri Yusuf Muslihin; Dindin Abdul Muiz Lidinillah
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 4 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.167 KB) | DOI: 10.31004/jpdk.v4i4.6151

Abstract

Penelitian ini di latarbelakangi oleh hasil studi pendahuluan yang telah dilakukan, dari hasil studi pendahuluan menunjukkan bahwa perkembangan fisik motorik di nilai sama karena menggunakan suatu media pembelajaran dan dilihat dengan rentang umur, namun belum ada penelitian tentang deteksi dini perkembangan fisik motorik anak usia 6 tahun. Maka penelitian ini bermaksud untuk mengembangkan instrumen yang sudah ada. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menghasilkan instrumen deteksi dini perkembangan fisik anak usia 6 tahun. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, studi dokumentasi, angket dan observasi. Data dianalisis dengan menggunakan teknik analisis data melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan data. Produk yang sudah dirancang kemudian divalidasi oleh para ahli. Rancangan produk yang dinyatakan layak oleh ahli di ujicobakan di untuk selanjutnya dianalisis secara kuantitatif. Produk yang telah melewati tahap seleksi di ujicoba kembali untuk mengetahui respons siswa terhadap produk. Peneliti juga melakukan uji respons dengan guru melalui wawancara. Hasil uji coba kedua dan wawancara dengan guru menunjukkan bahwa instrumen deteksi perkembangan fisik anak yang dikembangkan telah baik dan dapat menjadi solusi bagi guru dalam mendeteksi perkembangan fisik anak. Jadi produk akhir dalam penelitian ini yaitu instrumen deteksi dini perkembangan fisik anak usia 6 tahun.
Bagaimana Penggunaan Kosakata Anak dalam Metode Karyawisata di TK Kartika IX-10 Cangkurileung ? Dian Indihadi; Heri Yusuf Muslihin; Karla Mahardika
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.75 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3494

Abstract

AbstrakPerkembangan bahasa anak perlu distimulus sejak dini salahsatunya yaitu dengan penguasaan kosakata, menurut KBBI kosakata merupakan pembendaharaan kata. Semakin banyak kosakata yang dimilki anak, semakin baik pula perkembangan bahasa anak. Metode pembelajaran karyawisata yaitu penyampaian pembelajaran yang dilakukan pendidik dengan membawa anak-anak langsung pada objek yang akan dipelajarinya, bisa dengan membawa anak keluar kelas atau lingkungan yang nyata sesuai dengan kehidupan dilingkungan sekitar yang disesuaikan dengan tema yang akan diajarkan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis bagaimana pengunaan kosakata anak usia 4-5 tahun dalam metode karyawisata. Metode penelitian yang digunakan yaitu analisis deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data yang dilakukan peneliti yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Keabsahan data pada penelitian ini berupa koleksi data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bagaimana penggunaan kosakata pada anak usia 4-5 tahun dalam metode kpembelajaran karyawisata dan ditemukan beberapa perbedaan penggunaan kosakata pada anak, karena setiap anak menunjukan perkembangan sesuai kemampuan dan situasi lingkunganya. Saran yang dapat disampaikan untuk pendidik dan untuk orang tua juga yaitu supaya dapat lebih memberikan stimulus berupa tanya jawab mendalam saat kegiatan di luar ruangan, khususnya untuk pendidik untuk mempersiapkan pertanyaan-pertanyaan yang dapat merangsang anak untuk berbicara saat kegiatan karyawisata.Kata Kunci: Kosakata, Metode Karyawisata AbstractChildren's language development needs to be stimulated from an early age, one of which is vocabulary mastery, according to the KBBI vocabulary is vocabulary. The more vocabulary a child has, the better the child's language development will be. The field trip learning method is the delivery of learning carried out by educators by bringing children directly to the object to be studied, it can be by taking children out of class or a real environment in accordance with life in the surrounding environment which is adjusted to the theme to be taught. The purpose of this study is to analyze how the use of vocabulary for children aged 4-5 years in the field trip method. The research method used is descriptive analysis with a qualitative approach. The data collected by the researchers were observation, interviews, and documentation. The validity of the data in this study is in the form of data collection, data reduction, data presentation and conclusion drawing. The results showed how the use of vocabulary in children aged 4-5 years in the field trip learning method and found some differences in the use of vocabulary in children, because each child showed development according to his abilities and environmental situation. Suggestions that can be submitted for educators and for parents are also to provide more stimulus in the form of in-depth questions and answers during outdoor activities, especially for educators to prepare questions that can stimulate children to talk during field trip activities.Keywords: Vocabulary, Field Trip Method
Pengaruh Bermain Pop It Terhadap Kemampuan Motorik Halus Anak Usia Dini Nadya Oktaviana; Heri Yusuf Muslihin; Risbon Sianturi
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.853 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3593

Abstract

AbstrakPenelitian ini mengungakapkan pengaruh bermain Pop It untuk mengembangkan aspek motorik halus. Dan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara efektif dalam penggunaan permainan Pop It untuk mengembangkan aspek motorik halus. Penelitian yang digunakan adalah penelitian Studi Kasus (Case Study) dan penelitian ini menggunakan pemdekatan kualitatif yang melibatkan 2 orang guru di kelas B, data yang dikumpulkan dengan menggunakan wawancara dan dokumen analisis. Lalu data dianalisis dengan cara kualitatif dengan menggunakan reduksi data, display data dan penarikan kesimpulan. Hasil peneltian ini menunjukan upaya dan cara guru memainkan permainan Pop It untuk untuk mengembangkan permainan Pop It.Kata Kunci: Motorik Halus, Pop It AbstractThis study reveals the effect of playing Pop It to develop fine motor aspects. And this study aims to find out how to effectively use the Pop It game to develop fine motor aspects. The research used is case study research and this study uses a qualitative approach involving two teacher in class B. Data collected using interviews and document analysis then the data was analyzed qualitatively using data reduction, data display and withdrawal conclusion. The results of this study show the teacher’s efforts and ways to play the Pop It game to develop the Pop It game.Keywords: Fine Motor, Pop It
Pemanfaatan Media Kelereng Marble Slide untuk Memfasilitasi Perkembangan Motorik Halus Anak Usia Dini Ani Sri Handayani; Heri Yusuf Muslihin; Taopik Rahman
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.235 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3626

Abstract

AbstrakAnak yang mengalami kesulitan dalam melakukan koordinasi antara mata dan tangan secara serempak pada permainan. Hal tersebut yang dapat menyebabkan lemahnya gerak motorik anak. Permainan kelereng untuk anak merupakan permainan yang sangat menyenangkan. Banyak orang yang tidak mengetahui manfaat permainan kelereng khususnya permainan kelereng Marble Slide bagi motorik halus anak padahal manfaat permainan tersebut tidak untuk kesenangan anak saja tetapi sangat bermanfaat bagi anak usia dini khususnya bagi keseimbangan antara mata dan keseimbangan tangan, dan motorik halus anak. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui lebih dalam manfaat permainan kelereng Marble Slide untuk memfasilitasi perkembangan motorik halus anak usia dini. Metode pengumpulan data ini menggunakan desain penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptip. Penelitian ini dilakukan di sekolah TK Plus Manar Al-Ummat, teknik observasi hanya mengamati dan melihat permainan yang ada di sekolah, wawancara yaitu mewawancarai guru terkait permainan kelereng yang dilakukan di sekolah, sedangkan dokumentasi merupakan peneliti mendokumentasikan anak-anak yang sedang bermain permainan kelereng Marble Slide menggunakan instrument ceklis. Teknis analisis data penelitian ini dengan menggunakan tiga kegiatan yaitu dengan reduksi, triangulasi data dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini merupakan untuk mengetahui manfaat yang terdapat pada permainan tradisional engklek dalam aspek perkembangan motorik kasar pada anakKata Kunci: Permainan Kelereng, Motorik Halus, Anak Usia Dini AbstractChildren who have difficulty in coordinating between eyes and hands simultaneously in the game. This can cause the child's motor skills to be weak. Marble games for children is a very fun game. Many people do not know the benefits of playing marbles, especially the game of Marble Slides for children's fine motor skills, even though the benefits of the game are not only for children's pleasure but are very useful for early childhood, especially for balance between eyes and hand balance, and children's fine motor skills. The purpose of this study was to find out more about the benefits of playing Marble Slide marbles to facilitate the development of fine motor skills in early childhood. This data collection method uses a qualitative research design using a descriptive method. This research was conducted at the Kindergarten Plus Manar Al-Ummat school, the observation technique was only to observe and see the games in the school, interviews were interviewing teachers regarding the marbles game that was carried out at school, while the documentation was the researchers documenting the children playing the Marble marbles game. The slides use the checklist instrument. Technical analysis of this research data using three activities, namely the reduction, triangulation of data and drawing conclusions. The results of this study are to determine the benefits contained in the traditional engklek game in the aspect of gross motor development in children. Keywords: Marble Games, Fine Motor, Early Childhood
Bagaimana Peningkatan Kemampuan Motorik Halus Anak Melalui Teknik Mozaik Usia 5-6 Tahun ? Nadya Azhar Azizah; Edi Hendri Mulyana; Heri Yusuf Muslihin
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.28 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3681

Abstract

AbstrakPerkembangan motorik halus merupakan perkembangan yang memerlukan kemampuan untuk mengontrol otot-otot kecil/halus agar pelaksanaan keterampilan yang sukses tercapai. Pengembangaan keterampilan motorik halus membutuhkan koordinasi antara tangan dan mata. Keterampilan motorik halus anak akan mempengaruhi aktivitas sehari-hari atau kegiatan sekolah. Permasalahan yang ditemui pada kelompok B di TK Muslimat NU Kota Tasikmalaya adalah masih terdapat anak yang motorik halusnya lemah karena guru belum berinovasi dalam melaksanakan pembelajaran, membuat anak merasa bosan dan jenuh saat belajar karena pada kelompok B guru melatih motorik halus anak hanya dengan menulis, mewarnai, dan memotong. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan motorik halus anak melalui teknik mozaik. Metode penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas dengan pendekatan kualitatif dibantu dengan pengolahan data kuantitatif. Berdasarkan hasil penelitian kemampuan anak melalui teknik mozaik yang dilakukan di Kelompok B TK Muslimat dari pra tindakan, siklus I sampai siklus III mengalami peningkatan. Data hasil penelitian yang telah dilaksanaakan menunjukan terdapat peningkatan pencapaian perkembangan pada kategori berkembang sangat baik (BSB) sebesar 80% pada akhir Siklus III. Berdasarkan penelitian tersebut diperoleh kesimpulan bahwa teknik mozaik dapat dijadikan rekomendasi sebagai salah satu cara untuk meningkatkan keterampilan motorik halus anak.Kata Kunci: Anak Usia Dini, Motorik Halus, Teknik Mozaik. AbstractFine motor development is a development that requires the ability to control small/smooth muscles so that successful execution of skills is achieved. The development of fine motor skills requires hand-eye coordination. Children's fine motor skills will affect daily activities or school activities. The problem encountered in group B in TK Muslimat NU Tasikmalaya City is that there are still children whose fine motor skills are weak because the teacher has not innovated in carrying out learning, making children feel bored and bored while studying because in group B the teacher trains children's fine motor skills only by writing, coloring , and cut. This study aims to improve children's fine motor skills through mosaic techniques. This research method is Classroom Action Research with a qualitative approach assisted by quantitative data processing. Based on the results of research on children's abilities through the mosaic technique conducted in Group B of Muslimat Kindergarten from pre-action, cycle I to cycle III has increased. The data from the research that has been carried out shows that there is an increase in the achievement of development in the very well developed category (BSB) by 80% at the end of Cycle III. Based on this research, it was concluded that the mosaic technique can be used as a recommendation as a way to improve children's fine motor skills.Keywords: Early Childhood, Fine Motor Skills, Mosaic Technique.
Analisis Keterampilan Motorik Halus Pada Anak Kelompok A di TK Pertiwi DWP Tasikmalaya Heri Yusuf Muslihin; Aini Loita; Anis Fitria Sundari
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.608 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3700

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisis keterampilan motorik halus anak kelompok A di TK Pertiwi DWP Tasikmalaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif metode deskriptif dengan jumlah partisipan lima orang anak kelompok A, dua anak laki-laki dan tiga anak perempuan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi, sedangkan untuk teknik analisis data menggunakan metode deskriptif. Berdasarkan hasil wawancara kepada guru, keterampilan motorik halus pada anak kelompok A di TK Pertiwi DWP Tasikmalaya masih rendah. Disarankan untuk lebih memperhatikan lagi mengenai perkembangan motorik halus anak khususnya ketika anak sedang diajarkan untuk memegang pensil dan menulis agar dapat dilakukan secara baik dan benar. Sehingga anak dapat melakukannya dengan baik sesuai dengan pencaian anak kelompok A pada umunya, dan bagi orang tua dianjurkan untuk selalu mendampingi anak ketika belajar dirumah serta dapat memberikan stimulus pada anak dengan baik.Kata Kunci: Keterampilan Motorik Halus, Motorik Halus, Anak Usia Dini AbstractThis study aims to determine the condition of the fine motor skills of group A children in TK Pertiwi DWP Tasikmalaya. This study used a qualitative descriptive method with five participants in group A, two boys and three girls. Data collection techniques in this study used observation, interviews and documentation techniques, while for data analysis techniques used descriptive methods. Based on the results of interviews with teachers, fine motor skills in group A children in TK Pertiwi DWP Tasikmalaya are still low. It is recommended to pay more attention to the fine motor development of children, especially when children are being taught to hold a pencil and write so that it can be done properly and correctly. So that children can do well in accordance with the achievement of group A children in general, and parents are recommended to always accompany children when studying at home and can provide good stimulus to children.Keywords: Fine Motor Skills, Motor Skills, Early Childhood
Kegiatan Fun Cooking untuk meningkatkan Motorik Halus Pada Anak Usia Dini 5-6 Tahun Di TK Kartika IX-13 di Desa Purwaharja Kecamatan Purwaharja Kota Banjar Dewi Kania; Heri Yusuf Muslihin; Risbon Sianturi
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.783 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3751

Abstract

AbstrakPerkembangan fisik motorik adalah perkembangan jasmaniah melalui kegiatan pusat saraf, urat saraf dan otot yang terkoordinasi. Gerak motorik kasar bersifat gerakan utuh,sedangkan perkembangan motorik halus adalah bermain dengan air, bermain dengan pasir, menggambar, melukis dan mengumpulkan benda-benda kecil bagian dari fisik. Perkembangan motorik salah satunya motorik halus dapat distimulus melalui kegiatan fun cooking. Ditulisnya artikel ini bertujuan untuk dan mendeskripsikan tentang peningkatan motorik halus anak pada usia 5-6 tahun melalui kegiatan fun cooking di TK Kartika Kecamatan Purwaharja Kota Banjar. Dalam penelitian ini, dilakukan dengan pendekatan PTK (Penelitian Tindakan Kelas). . Penelitian Tindakan bersifat siklus yang terus menerus yaitu : (1) perencanaan, (2) mengambil tindakan, (3) evaluasi atas tindakan dan seterusnya sampai dapat ditemukan tindakan yang efektif dan efesien. Terbukti setelah proses kegiatan fun cooking anak menjadi antusias dalam belajar, tercipta suasana baru dalam meningkatkan motorik halus selain dari mewarnai dan menggambar. Dengan kegiatan ini guru jadi mengeksplor kegaiatan yang dapat menambah antusias anak termasuk pada kegiatan fun cooking ini.Kata Kunci: Motorik Halus, Fun Cooking, Anak Usia Dini AbstractMotor development is physical development through coordinated activities of nerve centers, nerves and muscles. Gross motor movement is a complete movement, while fine motor development is playing with water, playing with sand, drawing, painting and collecting small objects as part of the physical. Motor development, one of which is fine motor, can be stimulated through fun cooking activities. The purpose of writing this article is to describe and improve the fine motor skills of children aged 5-6 years through fun cooking activities at Kartika Kindergarten, Purwaharja District, Banjar City. In this study, it was carried out with a CAR approach (Classroom Action Research). Action research is a continuous cycle, namely: (1) planning, (2) taking action, (3) evaluating actions and so on until effective and efficient actions can be found. It is proven that after the fun process of cooking, children become enthusiastic in learning, creating a new atmosphere in improving smoothness apart from drawing and drawing. With this activity, the teacher explores activities that can increase children's enthusiasm, including this fun cooking activityKeywords: Chidren’s Motor Improvement, Fun Cooking, Early Childhood
Pengembangan Media Denah Profesi untuk Memfasilitasi Kemampuan Mengenal Ragam Profesi Anak Usia 5-6 Tahun pada Sub Tema Profesi Neng Nurul Khotimah; Edi Hendri Mulyana; Heri Yusuf Muslihin
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.068 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3752

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran untuk memfasilitasi kemampuan kognitif dalam mengenal ragam profesi anak usia 5-6 tahun pada sub tema profesi. Penelitian ini menggunakan pendekatan mix metode dengan mengacu pada model pengembangan Educatinal Desain Reseach (EDR) karya McKenney & Reeves. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, studi dokumentasi, observasi, dan angket. Data yang telah dikumpulkan kemudian dianalisis menggunakan model interaktif dengan langkah-langkah analisi data yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media denah profesi mempengaruhi terhadap perkembangan kognitif anak usia 5-6 tahun dalam mengenal ragam profesi pada sub tema profesi.Kata Kunci: Anak Usia Dini, Pengembangan Media, Perkembangan Kognitif AbstractThis study aims to develop learning media to facilitate cognitive abilities in recognizing the various professions of children aged 5-6 years in the sub-theme of the profession. This research uses a mixed method approach with reference to the Educatinal Design Reseach (EDR) development model by McKenney & Reeves. The data collection techniques used in this study were interviews, documentation studies, observations, and questionnaires. The data that has been collected is then analyzed using an interactive model with data analysis steps, namely data reduction, data presentation, and drawing conclusions or verification. The results showed that the professional plan media influenced the cognitive development of children aged 5-6 years in getting to know various professions in the professional sub-theme.Keywords: Early Childhood, Media Development, Cognitive Development
PENINGKATAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS MELALUI KEGIATAN MENGANYAM DENGAN MEDIA LOOSE PARTS PADA ANAK USIA DINI DI TK BIAS SIDAMULYA Dewi Rifka Anisyah; Sumardi Sumardi; Heri Yusuf Muslihin
JURNAL PAUD AGAPEDIA Vol 6, No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jpa.v6i2.52009

Abstract

This study discusses the improvement of fine motor skills through weaving activities with  loose parts in early childhood at BiAS Sidamulya Kindergarten. The purpose of this study was to determine the improvement of fine motor skills through weaving activities with loose parts in early childhood at BiAS Sidamulya Kindergarten. This study uses classroom action research (CAR) with the Kemis and Mc. Taggart. The research subjects were children aged 4-5 years in TK BIAS Sidamulya as many as 15 children. This research was conducted at BIAS Sidamulya Kindergarten in May-June of the 2021/2022 academic year. The data collection technique used unstructured interview techniques, research and data collection. The data obtained were analyzed using qualitative and quantitative descriptive analysis. The results of this study prove that the fine motor skills of early childhood in Bias Sidamulya Kindergarten can be improved through weaving activities with  loose parts media. In the first cycle, weaving activities were carried out using loose parts with the theme of recreation and recreational areas sub-theme, in the second cycle weaving activities using loose parts with the recreation theme and recreational transportation sub-theme, and in the third cycle weaving activities using loose parts with the theme of communication tools. and sub-themes of various means of communication. There was an increase in the fine motor skills of children in BiAS Sidamulya Kindergarten after the action was carried out through weaving activities with loose parts. In the pre-action, the value of fine motor development of children in the BSH category was 0%, the first cycle was 20%, the second cycle was 60%, and the third cycle was 73%. Penelitian ini membahas peningkatan kemampuan motorik halus melalui kegiatan menganyam dengan media loose parts pada anak usia dini di TK BiAS Sidamulya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peningkatan kemampuan motorik halus melalui kegiatan menganyam dengan media loose parts pada anak usia dini di TK BiAS Sidamulya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas (PTK) dengan model Kemis dan Mc. Taggart. Subjek penelitian adalah anak usia 4-5 tahun di TK BIAS Sidamulya sebanyak 15 anak. Penelitian ini dilakukan di TK BIAS Sidamulya pada bulan mei-juni tahun ajaran 2021/ 2022. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara tidak struktur, penelitian dan pengumpulan data. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian ini membuktikan maka kemampuan motorik halus anak usia dini di TK Bias Sidamulya dapat ditingkatkan melalui kegiatan menganyam dengan media loose parts. Pada siklus I dilakukan kegiatan menganyam menggunakan media loose parts dengan tema rekreasi dan subtema tempat rekreasi, pada siklus II dilakukan kegiatan menganyam menggunakan media loose parts dengan tema rekreasi dan subtema transportasi rekreasi, dan siklus III dilakukan kegiatan menganyam menggunakan media loose parts dengan tema alat komunikasi dan subtema macam-macam alat komunikasi. Terjadi peningkatan kemampuan motorik halus anak di TK BiAS Sidamulya setelah dilakukan tindakan melalui kegiatan menganyam dengan media loose parts. Pada pratindakan diperoleh nilai perkembangan motorik halus anak kategori BSH sebesar 0%, siklus I sebesar 20%, siklus II sebesar 60%, dan siklus III sebesar 73%.
Co-Authors Adhitya, Zahara Reyna Aini Loita Aini Loita Aisyahni, Nur Laela Alnisya Dwi Febriel Andini, Nasya Ani Sri Handayani Anis Fitria Sundari Anisa Tahira Annamayra, Ajeng Aprianti, Wenti Aprilia, Putri Nada Apriliya, Seni Aprillyanti, Kiki Syabilla Ati Sunarti Aulia Destiani Firman Aulia S, Clevarisza Azizah, Nadya Azhar Cahyana Cahyana Citra Aldini Daluk, Efretus Danesta, Nasywaa Adzani Fitria Darwati, Aan Dea Indriani Dea Siti Nurjanah Deden Taopik Desti Fitriani Desti Nur Maretiani Dewi Kania Dewi Kania, Dewi Dewi Rifka Anisyah Dhita Oktafiani Dian Indihadi Dina Fydarliani Dinda Marhamah Lubis Dindin Abdul Muiz Lidinillah Dini Indriyani, Dini Dwi Alia Efretus Daluk Elan Fadila Rahmah Fahmi Qodrul Asphar Fanny Risanti Rachmawati Faza Tsamrotul Apipah Fitri Wulandari Gina Khaerunnisa Gustini, Wantu Handayani, Ani Sri Handayani, Nira Astuti Hanisha Rahma Dani Hariani Fitrianti Hashipah, Hani Hayuningrum, Reny Hendayani, Yeni Hidayah, Fina Nur Imani, Rifa Auliya Imas Damayanti Lovita Iqhli Shobihi Iqhli Shobihi Irma Siti Maharani Ismi Salsa Dina Isnaeni, Muhammad Jori Lahinda Jori Lahinda Kamaliah, Lia Karla Mahardika Khotimah, Neng Nurul Krismayasari, Krismayasari Kurniawan, Adi Cahyadi Laela, Wulan Nur Laura Sayidina Lestari, Erna LILIS MULYATUL HALIMAH Lisna Widiyanti Loita, Aini Lolita, Aini Lutfi Nur Mahardika, Karla Mahmudah, Vina Nafilah Malik, Arief Abdul Martriana, Tita Maulinda, Resti Mesa Rahmi Stephani, Mesa Rahmi Mulya, Bintang Mutiara Mulyana, Edi Hendri Mulyani, Ovi Sri Mustaqim, Ridha Nabila, Syifa Zulfa Nadya Azhar Azizah Nadya Oktaviana Nahdyawati, Dhea Nana Ganda Neng Nurul Khotimah Nida Ulfadilah Nilan, Fariha Noor, Naina Najmi Nunung Nurjanah Nur, Lutfi Nur, Lutfi Nuraeni, Yani Nurfazrina, Syifa Aulia Nurhaifa, Najwa Nuriyah, Ai Siti Nurjannah, Firda Siti Nurlaela, Nunung Nurlaela, Wulan Nursyifa, Yulia Isna Nurul Sinta Fauziah Nuruzahra Luthfillah Nurwahidah Nurwahidah Nurwahidah Nurwahidah Oktaviana, Nadya Oyon Haki Pranata Pulung Riyanto Purwati, Purwati Putri Chaerunnisa Qonita QONITA Qonita, Qonita Raden Mohamad Herdian Bhakti Rahayu, Rina Nur Rahma Sukmara Putri Rahmadina, Garosha Putri Ratih Resti Pauji Respati, Resa Ricky Wibowo Rika Nurhayati Risella Amelia Silanindah Sella Rizky, Muhammad Fahmi Rosarina Giiyartini Rosarina Giyartini RSM, Revalina Rizky Rusani Jaelani Safitri, Winda Sahara, Zahra Ilya Salsabila Amalia Sari, Hera Ratna Sa’adah, Mimin Shinta Lestari, Shinta Sianturi, H. Risbon Sianturi, Risbon Sima Mulyadi, Sima Siti Alifya Shafira Soleha, Anisa Mar’atu Sri Fuji Lestari Sri Maryati Sumardi Sumardi . Sumardi Sumardi Sumardi, Sumardi Sundari, Anis Fitria Susanti Susanti Susanti, Putri Irma Susi Widianingsih Syadzilli, Abdussalam Syamila, Hasna Syifa Delaneira Oktora Taopik Rahman Tasya Nur Ramdhani Tasya, Tasya Tia Salmah Paujiah Tingtin Sumartini Trianika, Lusy Udmah, Syafaatul Ulfah Ulfiya Nur Ramadhanty Ulfyah, Siti Lulu Vina Iswahyuni Wenti Aprianti Widia Asri Kurnia Widiati, Widiati Widiyanti, Resti Wilda Salmah Willa Laras Sekarsari Windhi Widhiyanti Wulan Nurlaela Yasbiati, Yasbiati Yulida Izatusholihah Yuningsih, Thia Isri Yusuf Suryana Zahira Auladina Solihah Zahra, Syahida Az