Claim Missing Document
Check
Articles

PENGEMBANGAN MODUL IPA BERBASIS SETS UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS DAN PENGUASAAN KONSEP PESERTA DIDIK DEVELOPMENT OF SCIENCE MODULE BASED ON SETS TO IMPROVE THE STUDENTS SCIENCE PROCESS SKILLS AND MASTERY OF CONCEPTS Sadewo, Muhammad Ali Imron; Widowati, Asri; Wibowo, Widodo Setiyo
Jurnal TPACK IPA Vol 6, No 7 (2017): Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam (September, 2017)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) kelayakan modul IPA berbasis Science Environment Technology and Society (SETS) yang dikembangkan menurut dosen ahli dan guru IPA, (2) respon peserta didik terhadap modul IPA berbasis Science Environment Technology and Society (SETS), (3) peningkatan keterampilan proses sains peserta didik, dan (4) peningkatan penguasaan konsep peserta didik. Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan (research and development) dengan model 4-D (four-D). Tahapan dalam penelitian ini meliputi Define (Pendefinisian), Design (Perancangan), Develop (Pengembangan), dan Disseminate (Penyebaran). Instrumen yang digunakan berupa lembar validasi modul IPA untuk dosen ahli dan guru IPA, lembar observasi keterlaksanaan pendekatan Science Environment Technology and Society (SETS), angket respon peserta didik terhadap modul IPA, lembar observasi keterampilan proses sains, dan soal pre-test serta post-test. Teknik analisis data: (1) kelayakan modul IPA dengan rerata penilaian antara dua penilai (ahli dan praktisi) kemudian diubah ke bentuk data kualitatif skala empat, (2) respon peserta didik dengan rerata skor respon peserta didik tiap aspek kemudian diubah ke bentuk data kualitatif skala empat, (3) peningkatan keterampilan proses peserta didik dengan persentase tiap pertemuan kemudian dihitung dengan N-Gain score, dan (4) penguasaan konsep peserta didik dengan N-Gain score. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) modul IPA berbasis Science Environment Technology and Society (SETS) dinilai sangat baik dan layak digunakan dalam pembelajaran IPA, (2) peserta didik memberikan respon sangat baik terhadap penggunaan modul IPA, (3) keterampilan proses sains peserta didik meningkat 7,87% berdasarkan analisis menggunakan Gain percentage, dan (4) penguasaan konsep peserta didik mengalami peningkatan 0,35 berdasarkan analisis menggunakan N-Gain score dan berada pada kategori sedang.Kata kunci: Keterampilan Proses Sains, Modul IPA, SETS, Penguasaan KonsepThis study aims to determine: (1) the feasibility of science module based on Science Environment Technology and Society (SETS) developed by expert lecturer and science teacher, (2) students response to Science Environment Technology and Society (SETS) science module, (3) improving the students science process skills, and (4) improving the students mastery of concepts. This research is a research and development (research and development) with 4-D model (four-D). Stages in this study include Define (Defines), Design (Design), Develop (Development), and Disseminate (Spreading). Instruments used in the form of science module validation sheet for expert lecturers and science teachers, observation sheet of Science Environment Technology and Society (SETS) approach implementation, questionnaire of students response to science module, science process skills observation sheet, and pre-test and post-test. Data analysis technique: (1) the feasibility of science module with the average of assessment between two assessors (expert and practitioner) then changed to form of four scale qualitative data, (2) students response with mean of respondent score of each aspect then changed to form of four scale qualitative data, (3) improvement of the science process skills with percentage of each meeting then calculated with N-Gain score, and (4) enhancing the students mastery of concept with N-Gain score. The results showed that: (1) science module based on Science Environment Technology and Society (SETS) is very good and feasible to be used in science learning, (2) students respond very well to the use of science module, (3) science process skills of students increased by 7,87% based on the analysis using Gain percentage, and (4) mastery of the concept of students increased 0,35 based on the analysis using N-Gain score and was in the medium category.Keywords: Science Process Skills, Science Modules, SETS, Mastery of Concepts
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN IPA MODEL TIGA DIMENSI (3D) UNTUK SISWA DIFABEL NETRA PADA MATERI PERBEDAAN SEL HEWAN DAN SEL TUMBUHAN Rachman, Novita Amalinda; Paidi, Paidi; Widowati, Asri
Jurnal TPACK IPA Vol 7, No 2 (2018): Jurnal Pendidikan IPA (June, 2018)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk; 1) mengetahui kelayakan media pembelajaran IPA model tiga dimensi (3D) untuk siswa difabel netra pada materi perbedaan sel hewan dan tumbuhan menurut para ahli dan guru IPA, 2) mengetahui kelayakan media pembelajaran IPA model tiga dimensi (3D) menurut peer reviewer dan 3) mengetahui kelayakan mengenai media pembelajaran IPA model tiga dimensi untuk materi sel hewan dan tumbuhan berdasarkan respon siswa. Penelitian ini termasuk dalam penelitian pengembangan (Research and Development) yang memodifikasi prosedur pengembangan model 4D Thiagarajan dengan menghilangkan langkah Disseminate (penyebaran). Produk penelitian pengembangan ini adalah media pembelajaran model 3D dengan materi sel hewan dan sel tumbuhan untuk siswa difabel netra. Berdasarkan penilaian ahli materi, ahli media, guru IPA, 5 peer reviewer menyatakan bahwa produk ini cukup layak digunakan sebagai media pembelajaran pada mata pelajaran IPA dengan persentase keidealan produk secara berturut-turut 58,3 % (Cukup Baik); 71, 25% (Baik); 86,71% (Sangat Baik), 90% (Sangat Baik); 89,09% (Sangat baik) sedangkan berdasarkan tanggapan 8 siswa difabel netra di MTs/LB A Yaketunis Yogyakarta, produk ini memiliki kualitas yang Sangat Baik dengan persentase keidealan 89,09%.Kata kunci: media tiga dimensi, sel hewan dan sel tumbuhan, difabel netra
PENGEMBANGAN E-MODULE IPA BERBASIS SERVICE LEARNING DENGAN TEMA “PENCEMARAN UDARA” UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA SMP KELAS VII DEVELOPING SERVICE LEARNING-BASED OF SCIENCE E-MODULE ON “AIR POLLUTION” TO IMPROVE THE CRITICAL THINKING SKILL FOR GRADE VII STUDENTS OF JUNIOR HIGH SCHOOL Kustanti, Fera; Nurohman, Sabar; Widowati, Asri
Jurnal TPACK IPA Vol 6, No 2 (2017): Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam (April, 2017)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kevalidan e–module IPA berbasis service learning untuk meningkatan keterampilan berpikir kritis siswa SMP kelas VII. Prosedur pengembangan penelitian ini yaitu model 4-D yang terdiri dari 4 langkah penelitian dan pengembangan, yaitu define, design, develop, disseminate. Hasil penelitian menunjukkan bahwa e-module IPA berbasis service learning dengan tema “Pencemaran Udara” layak untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa. Hal ini ditunjukkan pada perolehan gain score sebesar 0,40 dengan kategori sedang, peningkatan keterampilan berpikir kritis menunjukkan peningkatan, yaitu pada pertemuan I sebesar 72,40% dan pada pertemuan II sebesar 83,98%.Kata kunci: E-Module, Service Learning, Pencemaran Udara, Keterampilan Berpikir KritisThis study aims to determine the prevalence of e-module IPA-based service learning to improve the critical thinking skills of students of SMP class VII. The development procedure of this research is 4-D model consisting of 4 research and development step, that is define, design, develop, disseminate. The results showed that e-module IPA-based service learning with the theme "Air Pollution" is feasible to improve students' critical thinking skills. This is shown in the acquisition of gain score of 0.40 with medium category, increasing critical thinking skill shows increase, that is at meeting I equal to 72,40% and at meeting II equal to 83,98%.Keywords: E-module, Service Learning, Air Pollution, Critical Thinking Skill
PENGEMBANGAN VIRTUAL LABORATORY IPA BERPENDEKATAN INKUIRI TERBIMBING MATERI TRANSPORTASI AIR PADA TUMBUHAN UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN ANALISIS PESERTA DIDIK KELAS VIII SMP DEVELOPMENT OF VIRTUAL SCIENCE LABORATORY USING GUIDED INQUIRY APPROACH FOCUSING ON PLANT’S WATER TRANSPORTATION ISSUES TO IMPROVE ANALYTICAL ABILITY OF GRADE 8 JUNIOR HIGH SCHOOL Sholikhah, Annisa Fitri; Widowati, Asri; Wibowo, Widodo Setiyo
Jurnal TPACK IPA Vol 6, No 8 (2017): Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam (October, 2017)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui: (1) kelayakan virtual laboratory IPA berpendekatan inkuiri terbimbing materi Transportasi Air pada Tumbuhan untuk meningkatkan kemampuan analisis peserta didik menurut dosen ahli dan guru IPA, (2) respon peserta didik terhadap virtual laboratory IPA berpendekatan inkuiri terbimbing materi Transportasi Air pada Tumbuhan, dan (3) peningkatan kemampuan analisis peserta didik setelah menggunakan media virtual laboratory IPA berpendekatan inkuiri terbimbing. Penelitian ini merupakan penelitian RD dengan menggunakan model pengembangan 4D. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa berupa lembar penilaian virtual laboratory IPA oleh dosen ahli dan guru IPA, angket respon pesera didik terhadap virtual laboratory IPA, soal pretest-posttest dan lembar kerja peserta didik untuk mengetahui peningkatan kemampuan analisis peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) virtual laboratory IPA berpendekatan inkuiri terbimbing materi Transportasi Air pada Tumbuhan dinyatakan layak oleh dosen ahli dan guru IPA dengan kategori sangat baik (A), (2) peserta didik memberikan respon yang sangat baik dengan nilai A, dan (3) peningkatan kemampuan analisis peserta didik setelah menggunakan virtual laboratory IPA berpendekatan inkuiri terbimbing berdasarkan perhitungan Ngain score sebesar 0,72 dengan kategori sangat baik. Kata kunci : virtual laboratory, pendekatan inkuiri terbimbing, kemampuan analisis.This research was conducted to: (1) determine the eligibility of virtual science laboratory using guided inquiry approach focusing on plant’s water transportation issues based on expert lecturers and science teachers, (2) perceieve student’s response toward virtual science laboratory using guided inquiry approach focusing on plant’s water transportation issues, and (3) obtain the improvement of analytical ability of students after using virtual science laboratory using guided inquiry approach focusing on plant’s water transportation issues. This study was RD with 4D models. Instrument used in this study is validation sheet of eligibility of expert lecturers and science teachers, student’s response questionnaire form, pre-test and post-test also student work sheet to obtain the improvement of analytical ability of student. The result of this study shown that: (1) virtual science laboratory using guided inquiry approach focusing on plant’s water transportation issues is eligible declared by expert lecturers and science teachers and categorized as very good (A), (2) student’s response to virtual science laboratory is highly positive valued by A, and (3) improvement of student’s analytical ability after using virtual science laboratory using guided inquiry approach is very high with N-gain score of 0,72.Keywords : virtual laboratory, guided inquiry approach, analytical ability.
PENGEMBANGAN LKPD IPA BERBASIS SETS PADA TEMA PEMANASAN GLOBAL UNTUK MENINGKATKAN SIKAP PEDULI LINGKUNGAN PADA PESERTA DIDIK DEVELOPMENT SCIENCE LKPD WITH SETS APPROACH IN GLOBAL WARMING THEME FOR INCREASING ATTITUDE OF CARING ENVIRONMENT ON LEARNERS Aryani, Fella; Widowati, Asri; Wibowo, Widodo Setiyo
Jurnal TPACK IPA Vol 6, No 4 (2017): Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam (June, 2017)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui kelayakan LKPD IPA berbasis SETS sebagai bahan belajar, (2) peningkatan sikap peduli lingkungan peserta didik setelah menggunakan LKPD IPA sebagai bahan belajar. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (RD) yang mengadaptasi model pengembangan 4-D dari Thiagarajan dan Semmel. Adapun tahapan pengembangan 4-D adalah define, design, develop, and disseminate. Instrumen yang digunakan antara lain lembar validasi kelayakan LKPD IPA oleh validator, angket sikap peduli lingkungan peserta didik, lembar observasi sikap peduli lingkungan peserta didik, dan angket respon peserta didik terhadap LKPD IPA. Hasil dari penelitian ini yaitu (1) LKPD IPA berbasis SETS yang dikembangkan layak digunakan dalam pembelajaran IPA dengan kategori “sangat baik” berdasarkan penilaian dosen ahli dan guru IPA, (2) LKPD IPA berbasis SETS dapat meningkatkan sikap peduli lingkungan pada peserta didik sebesar 10,85% berdasarkan angket sebelum dan sesudah menggunakan produk dengan kategori baik menjadi sangat baik.Kata kunci: LKPD IPA, SETS, dan Sikap Peduli LingkunganThis study aimed to (1) find out the feasibility of Science LKPD with SETS approach as learning materials, (2) improvement caring environment of learner’s attitude after using Science LKPD as learning materials This study is research development (R D) which adapt 4-D development model of Thiagarajan and Semmel. The stage of 4-D are define, design, develop, and disseminate. Instrument in this study are validation of eligibility Science LKPD, question form of caring environment students ‘attitude, observational sheet of caring environment students ‘attitude and question form for learner’s response using Science LKPD. Result of this study are (1) Science LKPD with SETS approach which develop is feasible for using in science class with “very good” category based on expert lecture and science teacher’s assessment, (2) Science LKPD with SETS approach can improve caring environment students ‘attitude with percentage there is an increase of 11.56% based on a questionnaire before and after using the product with the category of good to very good.Key Words: Science LKPD, SETS, caring environment’s attitude
PENGEMBANGAN MEDIA VIRTUAL LABORATORY IPA MATERI GLOBAL WARMING BERPENDEKATAN INKURI UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN ANALISIS SISWA KELAS VII Utami, Danik Noor; Widowati, Asri; Wibowo, Widodo Setiyo
Jurnal TPACK IPA Vol 6, No 1 (2017): Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam (January, 2017)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui kelayakan media pembelajaran virtual laboratory IPA materi Global Warming berpendekatan inkuiri menurut dosen ahli dan guru IPA, (2) mengetahui respon siswa terhadap media pembelajaran virtual laboratory IPA materi Global Warming berpendekatan inkuiri; dan (3) mengetahui peningkatan kemampuan analisis siswa setelah menggunakan media virtual laboratory IPA berpendekatan inkuiri pada materi Global Warming. Penelitian ini menggunakan model pengembangan 4D dengan tahapan Define untuk memperoleh informasi permasalahan yang dihadapi dalam pembelajaran IPA khususnya ketika kegiatan laboratorium, tahapan kedua adalah Design yakni merencanakan pemenuhan kebutuhan media ajar berdasarkan permasalahan pada tahapan pertama dan penyusunan draft media ajar, Develop yakni tahapan validasi yang dilakukan oleh dosen ahli dan guru dan uji coba lapangan, dan Disseminate yang dilakukan secara terbatas. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa lembar validasi kelayakan dosen ahli dan guru, serta soal pretest dan postest untuk mengetahui peningkatan kemampuan analisi siswa. Teknik analisis data kelayakan media oleh dosen ahli, guru dan respon siswa adalah dengan menggunakan analisis kualitatif dan kuantitatif. Untuk peningkatan kemampuan analisis dilakukan dengan perhitungan gain score. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) Virtual laboratory IPA berpendekatan inkuiri materi Global Warming dinyatakan layak oleh validator dosen dan guru dengan kategori yang sangat baik (A), (2) respon siswa terhadap media virtual laboratory adalah sangat setuju, yakni dengan nilai A, dan (3) peningkatan kemampuan analisis siswa setelah menggunakan media virtual laboratory berpendekatan inkuiri tergolong sangat tinggi dengan gain score sebesar 0,73.Kata kunci : Media Pembelajaran, Virtual Laboratory, Pendekatan Inkuiri, Kemampuan Analisis This study aimed to (1) determine the eligibility of Virtual Science Laboratory focusing on Global Warning using Inquiry Approach based on expert lecturers and Science teachers, (2) perceive students’ response towards Virtual Science Laboratory focusing on Global Warming issues using Inquiry Approach; and (3) obtain the improvement of analytical abilities of students after using Virtual Science Laboratory using Inquiry Approach focusing on Global Warming issues. This study uses 4D model, the first stage is Define; it is to obtain problems in Science learning, especially for laboratory practice, the second stage is Design; it is to plan the fulfillment design of learning media based on the problem in first stage and set up draft of learning media, Develop stage is the validation stage done by expert lecturers, teachers, and field trials, while for Disseminate done on limited basis. Instrument used in this study is a validation sheet of eligibility of expert lecturers and teachers, also pre-test and post-test to obtain the improvement of analytical ability of student. Analytical technique to determine eligibility of the media is using qualitative and quantitative methods. To analyze the analytical ability, it uses gain score analysis. The results of study shown that (1) Virtual Science Laboratory using Inquiry Approach focusing on Global Warming issues is eligible declared by the validator lecturers and teachers and categorized as very good (A), (2) students’ response to Virtual Science Laboratory is highly positive valued by A, and (3) improvement of students’ analytical ability after using Virtual Science Laboratory using Inquiry approach is very high with gain score of 0.73.Keywords: Learning Media, Virtual Laboratory, Inquiry Approach, Analytical Thinking
PERBEDAAN SIKAP ILMIAH DAN PENGUASAAN KONSEP ANTARA PEMBELAJARAN IPA MENGGUNAKAN STRATEGI INQUIRING MINDS WANT TO KNOW DAN STRATEGI ACTIVE KNOWLEDGE SHARING THE DIFFERENCES OF THE SCIENTIFIC ATTITUDES AND THE MASTERY OF THE CONCEPTS BETWEEN SCIENCE LEARNING USING THE INQUIRING MINDS WANT TO KNOW STRATEGY AND ACTIVE KNOWLEDGE SHARING STRATEGY Nurwulan, Wening; Rosana, Dadan; Widowati, Asri
Jurnal TPACK IPA Vol 6, No 1 (2017): Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam (January, 2017)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui perbedaan sikap ilmiah antara peserta didik yang menggunakan strategi inquiring minds want to know dan strategi active knowledge sharing dan (2) mengetahui perbedaan penguasaan konsep antara peserta didik yang menggunakan strategi inquiring minds want to know dan strategi active knowledge sharing.Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan desain “Nonequivalent Control Group Design”. Populasi penelitian ini berjumlah 224 peserta didik. Sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik sampel terpilih (sampling purposive) sehingga diperoleh peserta didik kelas VIII B sebagai kelas eksperimen 1 dengan perlakuan strategi inquiring minds want to know dan peserta didik kelas VIII A sebagai kelas eksperimen 2 dengan perlakuan strategi active knowledge sharing. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa (1) tes, (2) lembar observasi sikap ilmiah, dan (3) lembar keterlaksanaan strategi inquiring minds want to know dan active knowledge sharing. Analisis yang digunakan untuk menguji hipotesis penelitian menggunakan aplikasi SPSS 18.0 yaitu uji independent sample t-test. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada sikap ilmiah dan penguasaan konsep antara peserta didik yang menggunakan strategi inquiring minds want to know dan active knowledge sharing dengan nilai P berturut-turut sebesar 0,083 dan 0,050 pada taraf signifikan α = 0,05. Hasil menunjukkan bahwa hipotesis penelitian ini ditolak (p0,05). Hal ini terjadi karena strategi inquiring minds want to know dan strategi active knowledge sharing memiliki karakteristik yang sama sehingga tidak memiliki perbedaan yang signifikan pada sikap ilmiah dan penguasaan konsep.Kata kunci: Strategi inquiring minds want to know, strategi active knowledge sharing, sikap ilmiah, penguasaan konsep.AbstractThis research aims to (1) know the differences of the scientific attitude between the students using the inquiring minds want to know strategy and active knowledge sharing strategy, and (2) to know the differences of the mastery of the concepts between the students using the inquiring minds want to know strategy and active knowledge sharing strategy. This research is a quasi-experimental design with nonequivalent control group design. The study population numbered 224 students. The sample in this study was done by using the selected sample (purposive sampling) in order to obtain learners VIII B as the experimental class 1 with a treatment of inquiring minds want to know strategy and learners class VIII A as the experimental class 2 with the treatment of active knowledge sharing strategy. The instrument used in this research were (1) test mastery of the concepts, (2) the observation sheet scientific attitude, and (3) the report sheet of inquiring minds want to know strategy and active knowledge sharing strategy. The analysis used to test research hypotheses using SPSS 18.0 is test of independent sample t-test. The results of the research concluded that there are no significant differences in the scientific attitude and mastery of the concepts among learners who use the inquiring minds want to know strategy and active knowledge sharing strategy with a P value of 0.083and 0,050 at significant level α = 0,05. The results of the research indicate that the hypothesis is rejected. This happens because inquiring minds want to know strategy and active knowledge sharing strategy has the same characteristics so that there are no significant differences on the scientific attitude and mastery concepts.Keywords: Inquiring minds want to know strategy, active knowledge sharing strategy, the scientific attitude, mastery of the concepts.
PENGEMBANGAN LKPD IPA MODEL KOOPERATIF TIPE GROUP INVESTIGATION UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH THE DEVELOPMENT OF SCIENCE STUDENT WORKSHEET USING GROUP INVESTIGATION MODEL TO IMPROVE PROBLEM SOLVING SKILLS Arifiana, Indri; Widowati, Asri; Priyambodo, Erfan
Jurnal TPACK IPA Vol 5, No 6 (2016): Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam (November, 2016)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengembangkan LKPD IPA dengan model Cooperative Learning tipe Group Investigation yang layak untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah. Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini mengadaptasi model 4D dari Thiagarajan, et.al yaitu define, design, develop dan disseminate. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas VIIC SMPN 1 Bantul. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif untuk hasil validasi LKPD IPA dan gain score untuk mengetahui tingkat kemampuan pemecahan masalah peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LKPD IPA hasil pengembangan merupakan LKPD IPA terpadu yang menekankan pada model Cooperative Learning tipe Group Investigation dan menekankan pada kemampuan pemecahan masalah. LKPD ini memperoleh nilai A dengan kategori sangat baik. LKPD ini dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah dibuktikan dengan perolehan gain score dengan kategori peningkatan sedang.Kata kunci: LKPD IPA, model kooperatif tipe GI, kemampuan pemecahan masalahAbstractThe objectives of this research are to develop the Science student worksheet used Group Investigation of Cooperative Learning model which is valid to improve problem-solving skill. The development method used in this research is adapted from Thiagarajan, et.al is 4D model with these following steps; Define, Design, Develop and Disseminate. The respondents of this reasearch are students VII C class of SMPN 1 Bantul. The technique used to analyze the data is descriptive analysis for worksheet validation result and gain score to know the degree of problem-solving skill of students. The result of this research shows that integrated science student worksheet used Group Investigation of Cooperative Learning model and emphasized the problem solving skills. The science student woksheet got A with very good category. This Science student worksheet can improve the problem solving skills proved by the achievement of gain score which improvement category is average.Keywords: Group Investigation, problem-solving skill, Science student worksheet
PENGEMBANGAN MODUL IPA DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN INKUIRI TERBIMBING PADA TEMA “PENGANGKUTAN AIR DAN MINERAL PADA TUMBUHAN” UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA SMP KELAS VIII DEVELOPING OF SCIENCE MODULE BY USING GUIDED INQUIRY APPROACH IN THEME "TRANSPORT OF WATER AND MINERALS IN THE PLANT" TO INCREASE THE CRITICAL THINKING ABILITY OF VIIITH GRADE JUNIOR HIGH SCHOOL STUDENTS Fitriana, Rosda Laila; Wilujeng, Insih; Widowati, Asri
Jurnal TPACK IPA Vol 6, No 4 (2017): Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam (June, 2017)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan: (1) untuk mengetahui kelayakan modul pembelajaran IPA dengan tema “Pengangkutan Air dan Mineral pada Tumbuhan” yang dihasilkan ditinjau dari aspek kelayakan isi, penyajian materi, bahasa dan gambar, serta kegrafisan, dan (2) untuk mengetahui peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa setelah pembelajaran dengan menggunakan modul IPA yang dikembangkan. Penelitian pengembangan modul IPA ini menggunakan metode Research and Development (RD) yang mengadaptasi model penelitian 4-D dan dibatasai pada tahap define, design,dan develop. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar validasi modul IPA, lembar observasi kemampuan berpikir kritis dan soal pretest-posttest berpikir kritis. Teknik analisis data yang dilakukan adalah analisis deskriptif secara kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) modul hasil pengembangan dinyatakan layak oleh validator dengan nilai A dan kategori sangat baik, dan (2) modul IPA yang dikembangkan mampu meningkatkan kemampun berpikir kritis siswa dengan perolehan gain score 0,59 dan termasuk kategori sedang.Kata Kunci: modul, inkuiri terbimbing, kemampuan berpikir kritis.This research aims (1) to determine the feasibility of science learning module in the theme "Transport of Water and Mineral in the Plants" generated in terms of feasibility aspects of content, material presentation, language and images, and graphics, and (2) to determine the improvement of student’s critical thinking ability after learning by using science learning module. This development of science module research was uses the Research and Development (RD) which adapt 4-D model and limited to define, design, and develop stages. The instruments in this research were validation sheet of science module, observation sheet of critical thingking ability and critical thinking pretest-posttest tasks. Data analysis was descriptive analysis by quantitatif and qualitatif. The results of this research were (1) module was feasible according to the validators with A score and very good category, and (2) module could improve the student’s critical thinking ability with 0.59 point of gain score in medium category.Keywords: modul, guided inquiry, critical thinking ability
PESONA HERBAL SEBAGAI UPAYA MENGEMBANGKAN ECO-EDUCATION DAN KEWIRAUSAHAAN PRODUK OLAHAN HERBAL Suryadarma, IGP; Widowati, Asri; Mustofa, Mustofa
INOTEKS: Jurnal Inovasi Ilmu Pengetahuan,Teknologi, dan Seni Vol 17, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (896.509 KB) | DOI: 10.21831/ino.v17i1.3093

Abstract

The activity "The Beauty of Herb" is aimed: (1) to improve the understanding of mother and young man about kinds of herb ans its usefulness; (2) to improve the creativity of mother and young man about way of processing of herb; (3) to improve enterpreneurship of mother and young man. The methods used in trouble-shooting covers: nature exploration, discourse, demonstration and practise. Its steps cover: motivation phase, phase training of theory, and phase training of practise. Data are collected by using quesionare and observasion sheet. Argomulyo's mother and young man respond well by involving actively in every activity phase. This training have earned to improve the understanding of participants about herb ang usefulness. Participant have skill process to process the herbs as products which are prospective They also recognize herbs' product as a business opportunity and intend to plant and propagate herb to others as eco-education.Keywords: The Beauty ofHerb, enterpreneurship, and eco-education
Co-Authors Abdul Gani Adytianto, Eka Agus Widyianto Agusta, Fauji Ahmet Selçuk AKDEMİR Aisyah Rohmatunnisa Aminatun, Tien Anggoro Fajar Dwi U Anggrek sinta sari Ani Nurhidayanti Annis Septidiani Annisa Setiawan Ardya Fatma Winarni Arif Rohman Arifiana, Indri Arina Zaida Ilma Ariswan Arrozi, Wahyu Arti, Yuli Aryani, Fella Assagaf*, Muhammad Dzulfikar Astuti Wijayanti Autchariya Krautharot Ayu Latiefah Eka Wahyuni Ayu Berk İlhan Cahyorini Kusumawardani Dadan Rosana Damayanti, Herlina Desi Ramadhanti Devhia Riska Noviati Dewi Liesnoor Setyowati Dewi Luthfiana Didik Setyowarno Dita Ardwiyanti Dita Puji Rahayu Dony Auliya Arrohman Eka Rachmawati Eko Hari Sutanto Eko Prasetyo Eko Widodo Ekosari Roektiningrum, Astuti Himmatul Hasanah Erfan Priyambodo Erwim Setyo kriswanto Fahrezy, M. Fairuz Zakirah Fandi, Real Fatih Can Fatikha Rahmah Feby Permata Sari Fitria Lafifa Fitriana, Rosda Laila Habibatul Unayah Handayani Dwi Handayani, Danik Triyas Hastati Widyaningrum Heni Winahyuningsih Hentrista Rahma Wardhani Herlambang Nugroho Hery, Rochmad Hery Prawoto Ibnu Siswanto Ibrahim Pandu Ame IGP Suryadarma Indriana, Romi Insih Wilujeng Intan, Intan Yonsyah Jaslin Ikhsan Jihan Jihannita Joko Sudomo Juli Astono Jumadi Jumadi Kun Sri Budiasih Kurnia Rusmawati Kustanti, Fera Kuswarsantyo Lady Wahyu Hapsari Laifa Rahmawati Laifa Rahmawati, Laifa Laila Katriani Lilik Kurniawan Listina Widiastuti Lutfi Yunial Ismi M Noor A Azman M. Luthfi Hakim Maryanto, Allesius Maulina Jazhilatul Khikmiah Mega Indah Puspita Sari Mingchang Wu Minta Harsana Mirsya Adelia Moh. Khairudin Muhammad Aris Aris Muhammad Hasan Muhammad Rasyid Muhkamad Wakid Muhkamad Wakid Musdalifah Musdalifah Mustofa Mustofa Natadiwijaya, Ismail Fikri Novia Budiarti Nur Kadarisman Nur Muhammad, Fikri Nur Rokhanah Nur Wijayanto Nurkhasanah, Ema Nurmaliasari, Nurmaliasari Nurwulan, Wening Odessa D. Aberilla Öznur ATAŞ AKDEMİR Paidi Paidi Paidi Paidi Pamungkas, Oky Panggih Priyambodo Pargusta, Purnamasari Parmin Parmin Paryanto Permata, Riska Ayu Pratiwi, Reni Indah Ayu Prayogi, Dwi Prayogi Purba Risma Sutikno Purwanti Widhy Hastuti Purwati, Umi Shalihah Putri Putri Anjarsari Rachman, Novita Amalinda Rahmat, Yudist Prasetyo Rahmi Faradisya Ekapti Sabar Nurohman Sabar Nurohman Sabar Nurohman Sabar Nurohman Sabrina Aisyah Sadewo, Muhammad Ali Imron Saputra, Ahmad Sarah Rahmawati Setyaningsih, Ari Setyo kriswanto, Erwim Setyowarno, Didik Setyowarno, Didik Sholikhah, Annisa Fitri Sinta Aulia Devi Maharani Siti Fatimah Az-Zahro Sri Jumini Sri Rejeki Sukarni Hidayati Sunarta Suratsih Suratsih Susanto, Eko Hari Suyanta Suyanta Suyoso . Suyud Suyud Suyud, Suyud Tianna, Elsa Titik Krisnawati Titik Krisnawati Tri Sulis Setyawati Tutiek Rahayu Utami, Danik Noor Victor Oluwatosin Ajayi Wahyu Marliyani Wahyudi Wahyudi Wibowo, Widodo Setiyo Widodo Setiyo Wibowo Widodo Setyo Wibowo Widyangrum, Hastati WINARTO Winarto Winarto Winarto Winarto Wirawan Fadly Wulan Ambar Pratiwi Yoga Guntur Sampurno Yogi Irawan, Adhe Yuni Wibowo Yuni Wibowo Yuni Wibowo Yunus, Sitti Rahma Yusuf Kurniawan Zafaron Wasillah Khajati Zuhdan Kun Prasetyo