Claim Missing Document
Check
Articles

IMPLIKASI PERKEMBANGAN TEKNOLOGI DIGITAL TERHADAP PEMBENTUKAN KARAKTER KEWARGANEGARAAN SISWA SEKOLAH DASAR Cindy Pratiwi; Nina Akbar; Guido Nainggolan; Sri Yunita; Reh Bungana Br Perangin-angin
Walada: Journal of Primary Education Vol. 5 No. 1 (2026): Walada: Journal of Primary Education
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v5i1.506

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan dalam proses pembentukan karakter kewarganegaraan siswa sekolah dasar, sehingga penelitian ini bertujuan menganalisis implikasi perkembangan teknologi digital terhadap pembentukan karakter kewarganegaraan siswa dalam konteks pendidikan dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kepustakaan melalui pengumpulan data dari berbagai jurnal, buku dan penelitian relevan, yang dianalisis menggunakan teknik analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan teknologi digital memiliki implikasi ganda, yaitu sebagai peluang dalam memperkuat karakter kewarganegaraan melalui pengembangan tanggung jawab, berpikir kritis, literasi digital dan etika bermedia serta sebagai tantangan yang dapat memengaruhi perilaku sosial, etika digital dan nilai kewarganegaraan siswa apabila tidak disertai pendampingan yang tepat. Temuan penelitian juga menegaskan bahwa pendidikan kewarganegaraan memiliki peran strategis dalam mengintegrasikan nilai karakter dengan budaya digital melalui penguatan digital citizenship di sekolah dasar. Implikasi penelitian ini menunjukkan pentingnya adaptasi pendidikan kewarganegaraan yang responsif terhadap perkembangan teknologi digital untuk membentuk warga negara muda yang berkarakter, beretika dan bertanggung jawab di era digital.
PENGARUH PEMBELAJARAN PKN YANG BERORIENTASI PADA NILAI PERSATUAN INDONESIA TERHADAP SISWA KOLABORATIF SISWA DI SEKOLAH Sri Yunita; Amkani Angelita Pakpahan; Atika Wulandari; Hughes Bazura; Ulfi Khairani Zain; Wirda Resinta Gultom; Yutha N Manda
Jurnal Humaniora & Sosial Sains Vol 1 No 3 (2024)
Publisher : Pojok Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran PKN tentunya memiliki pengaruh terhadap sikap kolaboratif siswa di sekolah. Oleh sebab itu di lakukan penelitian ini untuk mengeksplorasi pengaruh pembelajaran PKN yang berorientasi pada nilai persatuan Indonesia terhadap sikap kolaboratif siswa. melalui model pembelajaran ini diharapkan partisipasi aktif siswa meningkat. penelitian ini di lakukan di SMP N 35 Medan. Metode penelitian yang digunakan yaitu kualitatif deskriptif dengan instruken kusioner dan teknik analisis data deskriptif, melalui guru dan murid sebagai subjek yang di tujukan. Dari hasil angket penelitian menyatakan siswa mengakui bahwa diskusi kelompok efektif dalam membantu mereka memahami nilai persatuan. sebagian besar siswa juga berpendapat bahwa pembelajaran PKN meningkatkan kemampuan mereka untuk menghargai pendapat teman, yang merupakan dampak positif terhadap sikap saling menghormati. namun di temukan juga siswa yang merasa kesulitan bekerja sama, terutama karena adanya perbedaan pola belajar dan karakter siswa. Oleh karena itu melalui penelitian ini diharapkan memberikan gambaran tentang peran pembelajaran PKN dalam membangun kolaborasi siswa.
Urgensi Implementasi Pendidikan Etika dan Perspektif Gender dalam Mencegah Kekerasan Seksual di Lingkungan Perguruan Tinggi: Penelitian Sri Yunita; Al Ikhwan; Jelita Febrianti Tampubolon; Lasria Sitorus; Nazwa Arifa; Nurlila Azmi; Robema Natalia Nainggolan
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6884

Abstract

Kekerasan seksual di perguruan tinggi Indonesia merupakan anomali di ruang peradaban yang terus menunjukkan tren peningkatan sistemik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam urgensi integrasi pendidikan etika dan perspektif gender sebagai strategi preventif primer dalam memutus rantai kekerasan seksual. Dengan menggunakan metode studi literatur kritis dan pendekatan multidisipliner (etika, sosiologi, dan hukum), penelitian ini menganalisis data empiris periode 2020–2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendekatan hukum positif (UU TPKS dan Permendikbudristek No. 55 Tahun 2024) belum mampu menekan angka kekerasan secara signifikan karena lemahnya internalisasi nilai di level kultural. Akar masalah ditemukan pada ketimpangan relasi kuasa yang ekstrem, budaya patriarki yang melahirkan victim blaming, serta absennya literasi gender dalam kurikulum. Kebaruan penelitian ini terletak pada tawaran model "Vaksin Sosial" melalui integrasi etika relasional dan kesadaran consent (persetujuan) ke dalam mata kuliah wajib kurikulum (MKWK) seperti Pendidikan Kewarganegaraan. Kesimpulannya, pencegahan kekerasan seksual tidak boleh berhenti pada formalitas pembentukan Satgas, melainkan harus menyentuh transformasi paradigma melalui pendidikan karakter yang sensitif gender.
ANALISIS DAMPAK PENYEBARAN HOAKS POLITIK DI MEDIA SOSIAL TERHADAP INTEGRASI NASIONAL DI INDONESIA Jenni Hotmaida Sihotang; Natasya Sitohang; Amanda Gledis Br Ginting; Febri Valerin Nadela; Nazwa Alifia Irsyah Putri; Sri Yunita
Jurnal Sosial Humaniora Sigli Vol 9, No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Universitas Jabal Ghafur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47647/jsh.v9i1.4012

Abstract

Penyebaran hoaks politik di media sosial menjadi fenomena yang semakin mengkhawatirkan dalam dinamika demokrasi modern, khususnya di Indonesia. Hoaks tidak hanya berfungsi sebagai informasi yang menyesatkan, tetapi juga sebagai instrumen strategis dalam membentuk persepsi publik dan memengaruhi preferensi politik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik penyebaran hoaks politik, dampaknya terhadap polarisasi sosial, serta implikasinya terhadap integrasi nasional di Indonesia. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui studi literatur dengan mengkaji berbagai sumber ilmiah dan laporan resmi terkait disinformasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hoaks politik cenderung memanfaatkan isu identitas seperti agama, etnis, dan ideologi untuk membangun keterikatan emosional masyarakat. Selain itu, algoritma media sosial turut mempercepat penyebaran informasi palsu tanpa mempertimbangkan validitasnya. Dampak yang ditimbulkan meliputi meningkatnya polarisasi sosial, menurunnya kepercayaan terhadap institusi negara, serta melemahnya kohesi sosial yang menjadi dasar integrasi nasional. Oleh karena itu, diperlukan upaya penanggulangan yang komprehensif melalui peningkatan literasi digital, peran aktif platform media sosial, serta kolaborasi berbagai pihak dalam menjaga ketahanan informasi masyarakat.
Integrasi Etika Profesi Dalam Pengembangan Kompetensi Guru Dalam Praktik Pembelajaran di Sekolah Reva Oktavia Br Simanjuntak; Sabrina Umami Pane; Inriyani Pandiangan; Nur Anisa; Tresa R.K Pasaribu; Rini Santia Limbong; Lasmaida Simbolon; Sri Yunita
IKRAITH-EKONOMIKA Vol. 9 No. 1 (2026): IKRAITH-EKONOMIKA Vol 9 No 1 Maret 2026
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan etika profesi guru untuk meningkatkan keterampilan mengajar dan meneliti integrasinya dengan pengembangan kompetensi profesional untuk mencapai pembelajaran berkualitas. Guru, sebagai agen perubahan di dunia pendidikan, tidak hanya bertugas membantu siswa mencapai keberhasilan akademis tetapi juga membentuk kepribadian dan nilai-nilai moral mereka. Namun, masih terdapat kesenjangan antara standar kompetensi guru yang diharapkan dan metode pengajaran aktual, khususnya mengenai penerapan nilai-nilai etika profesi. Penelitian ini menggunakan metode tinjauan pustaka dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data diperoleh dengan meninjau berbagai buku dan artikel ilmiah terkait, kemudian dianalisis secara menyeluruh untuk mengklarifikasi gagasan, bagaimana penerapannya, dan isu-isu etika profesi dalam kegiatan pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa etika profesi berfungsi sebagai dasar nilai-nilai moral dalam membentuk sikap profesional guru, yang tercermin dalam kejujuran, keadilan, tanggung jawab, integritas, dan komitmen terhadap pengembangan berkelanjutan. Oleh karena itu, menggabungkan etika profesi dengan peningkatan kompetensi guru merupakan langkah penting dalam meningkatkan kualitas proses pengajaran dan pembelajaran. Kolaborasi ini tidak hanya memperkuat keterampilan teknis dan pengajaran, tetapi juga memastikan bahwa proses pembelajaran dilakukan dengan cara yang mulia, adil, dan berfokus pada pengembangan karakter holistik siswa.
Pengaruh Problem Based Learning Berbantuan Video terhadap Motivasi, Berpikir Kritis, dan Hasil Belajar IPS Siswa Kelas V SD Muhammad Kalkautsar; Sugiharto Sugiharto; Sri Yunita; Noni Rozaini; Hidayat Hidayat; Winara Winara
Itqan: Jurnal Ilmu-ilmu Kependidikan Vol. 17 No. 1 (2026): ITQAN: Jurnal Ilmu-ilmu Kependidikan
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47766/itqan.v17i1.7084

Abstract

Improving learning motivation, critical thinking, and Social Studies achievement remains a major concern in elementary education, particularly in efforts to implement student-centered learning. This study investigated the effectiveness of Problem-Based Learning (PBL) integrated with instructional videos in enhancing these three learning outcomes among fifth-grade students. A quantitative quasi-experimental approach employing a non-equivalent control group design was adopted. The participants comprised 56 students, including 27 in the experimental group and 29 in the control group. Data were obtained through a learning motivation questionnaire, a critical thinking test, and a Social Studies achievement test, all of which demonstrated acceptable validity and reliability. Statistical analysis was conducted using Multivariate Analysis of Variance (MANOVA) after the assumptions of normality, homogeneity of variance, and homogeneity of covariance matrices had been satisfied. The findings indicated that students exposed to PBL supported by instructional videos outperformed those receiving conventional instruction across all measured variables (p < 0.05). The intervention explained 72.2% of the variance in learning motivation, 63.2% in critical thinking skills, and 74.0% in Social Studies achievement. The combination of authentic video-based problem presentation and collaborative inquiry encouraged students to investigate, discuss, and reflect more actively, leading to deeper learning experiences. These results provide empirical support for constructivist learning and the Cognitive Theory of Multimedia Learning, suggesting that integrating PBL with instructional videos represents an effective instructional approach for strengthening Social Studies learning and promoting twenty-first-century competencies in elementary schools.
Peran Lembaga Adat Dalihan Na Tolu Dalam Penyelesaian Sengketa Waris Melalui Mediasi Berdasarkan Hukum Adat Batak Toba dan Hukum Nasional (Studi Kasus di Desa Lintong Nihuta) Tawarika Maritoda Pandiangan; Parlaungan Gabriel Siahaan; Sri Yunita; Ramsul Nababan; Dewi Pika Lbn Batu
ijd-demos Volume 8, Issue 2 (2026)
Publisher : HK-Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract This research originated from an inheritance dispute between the Panjaitan Family and the Siahaan Family in Lintong Nihuta Village, which was resolved through mediation conducted by the Dalihan Na Tolu Customary Institution based on Batak Toba customary law. The problem arises because the mediation results of the Dalihan Na Tolu Customary Institution possess strong social legitimacy but have not yet fully obtained legal certainty within the national legal system. This study aims to analyze the role of the Dalihan Na Tolu Customary Institution in resolving inheritance disputes and the legal strength of its mediation outcomes according to customary law and national law. The research method employed is empirical normative legal research with a qualitative approach through literature study, observation, interviews, and documentation. The findings indicate that mediation conducted by the Dalihan Na Tolu Customary Institution encourages deliberation to achieve fair agreements while maintaining harmony among the disputing parties. However, the mediation results are still categorized as privately executed documents, thereby requiring legal reinforcement through a deed of settlement or administrative legalization. Therefore, harmonization between customary law and national law is necessary to strengthen the legal certainty of mediation outcomes produced by the Dalihan Na Tolu Customary Institution. Keywords:  Dalihan Na Tolu Customary Institution, Mediation, Inheritance Dispute.   Abstrak Penelitian ini berangkat dari permasalahan sengketa waris antara Keluarga Panjaitan dan Keluarga Siahaan di Desa Lintong Nihuta yang diselesaikan melalui mediasi oleh Lembaga Adat Dalihan Na Tolu berdasarkan hukum adat Batak Toba. Permasalahan muncul karena hasil mediasi lembaga adat Dalihan Na Tolu memiliki legitimasi sosial yang kuat, tetapi belum sepenuhnya memiliki kepastian hukum dalam sistem hukum nasional. Penelitian ini memiliki tujuan dalam menganalisis peran Lembaga Adat Dalihan Na Tolu dalam penyelesaian sengketa waris serta kekuatan hasil mediasinya menurut hukum adat dan hukum nasional. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif empiris dengan pendekatan kualitatif melalui studi kepustakaan, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mediasi lembaga adat Dalihan Na Tolu mendorong penguatan musyawarah untuk mencapai hasil kesepakatan yang adil dan tetap menjaga kedamaian antar pihak yang bersengketa. Namun, hasil mediasi masih berkedudukan sebagai alat bukti di bawah tangan sehingga memerlukan penguatan hukum melalui akta perdamaian atau legalisasi administratif. Oleh karena itu, diperlukan harmonisasi antara hukum adat dan hukum nasional untuk memperkuat kepastian hukum hasil mediasi dari lembaga adat Dalihan Na Tolu. Kata kunci: Lembaga adat Dalihan Na Tolu, Mediasi, Sengketa Waris.
Development of Artificial Intelligence-Based E-Portfolio Learning Media to Enhance Social Studies Learning Independence for Fifth-Grade Students Vidiani Br Sembiring; Sugiharto Sugiharto; Noni Rozaini; Dede Ruslan; Sri Yunita; Sriadhi Sriadhi
Entita: Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Ilmu-Ilmu Sosial Special Edition: Renaisans 2nd International Conference of Social Studies
Publisher : IAIN Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ejpis.v2i.24411

Abstract

This research is driven by the identified deficiency in student learning autonomy within Grade V Social Studies, specifically concerning regional economic diversity, where traditional portfolios fail to provide timely pedagogical feedback. The study aims to develop and evaluate an Artificial Intelligence (AI)-based e-portfolio designed to enhance learning independence at UPT SD Negeri 066047 Medan. Utilizing a Research and Development (R&D) framework via the ADDIE model comprising Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation the investigation involved Grade V students and employed observation, questionnaires, and documentation for rigorous data acquisition. Empirical findings indicate superior validity, with expert assessments yielding 88.57% for media and 90% for material content. Furthermore, practicality reached 91.67% from educators and 90% from learners, categorizing the tool as highly pragmatic for classroom integration. Effectiveness was substantiated by a significant improvement in learning independence scores, which surged from a baseline of 64,64% to 91.04% post-intervention. Consequently, the AI-integrated e-portfolio is established as a feasible and efficacious instructional innovation, facilitating reflective, interactive, and autonomous learning environments in elementary education. This media serves as a transformative technological alternative to conventional pedagogical instruments, aligning with the needs of modern digital-based curricula.
Development and Expert Validation of a Web-Based Learning Medium for Computer Components in Junior High School Informatics Education Dinda Amelia Putri Lubis; Samsidar Tanjung; Sri Yunita
FINGER : Jurnal Ilmiah Teknologi Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2026): Finger : Jurnal Ilmiah Teknologi Pendidikan
Publisher : CV. Media Inti Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58723/finger.v5i2.717

Abstract

Background: The integration of digital technology in education drives the development of innovative learning media to enhance students' conceptual understanding. However, Informatics instruction on computer components for seventh-grade students at SMP Riad Madani still relies heavily on conventional textbooks and teacher-centered approaches, limiting interactive and independent learning. Therefore, technology-based learning media aligned with curriculum goals are needed.Aims: This study aimed to develop and evaluate the feasibility of a web-based learning medium for teaching computer components to seventh-grade Informatics students at SMP Riad Madani.Methods: This study employed a research and development (R&D) approach using a modified ADDIE framework (Analysis, Design, Development, and Evaluation). Product feasibility was evaluated by six experts: two subject-matter experts, two media experts, and two instructional design experts. Data collected via validation instruments were analyzed using descriptive percentage statistics.Results: Expert validations demonstrated high product feasibility. Instructional design experts assigned an average score of 98.8%, followed by media experts at 80.2%, and subject-matter experts at 82.3%. The overall feasibility score of 87.1% indicates the product meets established standards for content quality, instructional design, functionality, and usability.Conclusion: The developed web-based learning medium is highly feasible for supporting Informatics instruction. These findings provide a solid basis for future classroom implementation and effectiveness studies.
REKONSTRUKSI KARAKTER PANCASILA TERHADAP PESERTA DIDIK Aris Wijaya; Anisa Rahman; Sri Yunita; Yacobus Ndona
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 9 No. 2 (2024): Volume 09 No. 2 Juni 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v9i2.13226

Abstract

Facing the developments of the times, starting from digital technology to culture, where many national characters do not adhere to the values and morals of Pancasila. Pancasila education plays a crucial role in reconstructing characters, especially among students. Characters aligned with Pancasila will shape a nation of quality individuals who care deeply for their country and possess a high level of nationalism. The method used in this research is descriptive qualitative, aimed at examining the problems, challenges, solutions, and obtaining information regarding the reconstruction of Pancasila character education for students. The results of this research indicate that the younger generation, as the successors of national leadership, must be able to become good citizens. This can be achieved by instilling Pancasila values from an early age. Pancasila values act as a bond and driving force in efforts to defend and fight for independence, making them in line with the personality and desires of the Indonesian nation. There are three approaches to reconstructing Pancasila character: Role Modeling, Conditioning, and Teaching.
Co-Authors Abdinur Batubara Adinda Mutia Rahma Siregar Aditya Aditya Agatha Sofia Margareta Agnes Chintya Siringoringo Agnes Elizabeth Manalu Ahmad Aridho Al Ikhwan Alfi Nura Alya Fadhillah Amanda Gledis Br Ginting Amanda Lestari Amkani Angelita Pakpahan Andin Livia Angel Chasita Sagala Anisa Rahman Anisa Ruhi Shabrina Annisa Azmi Sagala Ardawani Hutasoit Ariel Panjaitan Aris Wijaya Astrid Yemima Br Sitohang Atika Wulandari Aulia Azzahra Ayu Simanjuntak Ayu Tri Chahyani Azivah Zahrianis Bartolomeus Marulitua Simanjorang Cahaya Marsinta Sri Rezeki Chairun Nisa Chandra Fhutu Neva Christin Angelita Sianturi Cindy Nababan Cindy Pratiwi Damaiyani Damaiyani Daulat Saragi Dede Ruslan Dedek Harianto Deviona Pelawi Dewi Pika Lbn Batu Dewi Romantika Tinambunan Dewi Romantika Tinambunan Dhiya Atikah Dian Wahyu Harmoni Sembiring Dianra Azriany Dina Octavia Siburian Dinda Amelia Putri Lubis Dinda Boru Anugrah Dipo Piswatama Doni Joremenda Dules Ery Pratama Eko Pranata Sinaga Enda Rejekinta Karina br PA Endhita Putri Purba Enjelina Vincere Sihombing Ennita Fauziah Erbina Br Sembiring Erinna Naibaho Esra Natasya Br Sitepu Ester Sarina Purba Eunike Br Simanjuntak Fatiya Nur Rahma Fatma Angraini Lubis Febri Valerin Nadela Febria Pasaribu Feby Oktavia Br. Tarigan Fitri Ananda Rambe Fitriani Br Sitepu Grace Analita Febrina Anak Ampun Grace Anna Maria Sitanggang Grace Sihombing Guido Nainggolan Halking Hanaya Manuela Ambarita Hera Septiana Siahaan Hidayat Hidayat Hughes Bazura Immanuel Chioke Ines Manalu Inriyani Pandiangan Intan Aprilia Sitorus Iwidya Risti Sinaga Jahya Adiputra Simbolon Jamaludin Jamaludin Jamaludin Jamaludin Rami Jelita Febrianti Tampubolon Jenni Hotmaida Sihotang Jesika Ritonga Joel Indrawan Damanik Josua Parma Hasibuan Julia Damanik Karisa Kusumadewi Saputri Kezia Damanik Khatherine Sesilia Manik Kisah Lumban Toruan Laras Sati Sintania Lasmaida Simbolon Lasria Sitorus Lennai Situmorang Lestania Simatupang Liber Siagian Limra Nababan Lina Adinda Krismasuci Hutabarat Listem Wisiska Situmorang Liza Satria Lora Ernanta Tarigan Mairani Maisarah Putri Lalyta Siregar Maria Angel Hasibuan Mariana Sinaga Marly Meani Silalahi Marsha Astrid Exelsia Hutasoit Maysaroh Daulay Mehran Ranieri Pasaribu Meilafayza Nasha Mhd Rasyid Alfarisi Muhammad Kalkautsar Murniwati Lase Muthi’ah Lathifah Nabila Devia Hummaira Nabila Fri Cahyani Nabila Hidayanti Nabila Riyani Amanda Saragih Natasya Sitohang Naulita Panggabean Nazwa Alifia Irsyah Putri Nazwa Arifa Ndona, Yakobus Ni Nyoman Salwa Khairunnisa Nina Akbar Noni Rozaini Novaria Butar Butar Novia Adeliana Panjaitan Novita Ramdaini Nur Anisa Nurainun Nurainun Nurizam Auji Nurlila Azmi Nurul Febriyani Harahap Parlaungan Gabriel Siahaan Pingky Monica Hasugian Putra Pratama Harahap Putri Widia Ningsih Rafli Susanto Ramadan Pulungan Ramsul Nababan Reh Bungana Br Perangin-angin Relly Tamba Reva Oktavia Br Simanjuntak Ribka Sang Putri Zega Rifka Denisa Rini Santia Limbong Robema Natalia Nainggolan Ronaldo Supratman Silaban Rose Venerius Sirait Rosida Minta Ito Pasaribu Ruth Febiola Sihotang Ruth Geraldine Manurung Sabrina Umami Pane Saffanah Alya Zahra Salsabila Balqis Siregar Salwa Andini Sampitmo Habeahan Samsidar Tanjung Samuel Simanjuntak Sansugiri Ginting Sartika Eka Fitri Lubis Selafionita Simanulang Siti Khairani Siti Salwa Azalia Sondang Ruth Lovenia Sinaga Sri Hadiningrum Sri Rosa Lumban Gaol Sriadhi Sriadhi Stevan Oktureja Pasaribu Stevanie Febiola Tampubolon Suci Nurul Akhwatni Saragi Sugiharto Sugiharto Suhaila Siregar Sulastri Krisdayanti Sinambela Surya Dharma Syafiqah Annisa Talita Salsabilah Talita Sembiring Tawarika Maritoda Pandiangan Tengku Salsabila Tessa Lonika Simanullang Theresia Siagian Tresa R.K Pasaribu Tri Santa Lasmarito Tria Amanda Nasution Ture Ayu Situmeang Ulan Ulan Ulfi Khairani Zain Ummi Kalsum Vanessa Uli Sembiring Vidiani Br Sembiring Vira Purba Widya Febriyanti Wildah Veizy Jasmin Winara Winara Winda Arisandi Winda Tarihoran Wirda Resinta Gultom Yacobus Ndona Yacobus Ndona Yohana Fransiska Sirait Yoni Lamtiur Silalahi Yumna Maghfirah Yusnadi Yutha N Manda