p-Index From 2021 - 2026
8.894
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Humaniora Litera Indonesian Journal of Applied Linguistics (IJAL) KOMUNITAS: INTERNATIONAL JOURNAL OF INDONESIAN SOCIETY AND CULTURE Lembaran Ilmu Kependidikan Lingua Jurnal Bahasa dan Sastra Jurnal Orasi The Journal of Educational Development KREDO : Jurnal Ilmiah Bahasa dan Sastra RETORIKA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Jurnal Kajian Bahasa, Sastra dan Pengajaran (KIBASP) LINGUISTIK : Jurnal Bahasa dan Sastra Aptisi Transactions on Technopreneurship (ATT) Seloka: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia JP-BSI (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia) Journal of Primary Education Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Jurnal Sastra Indonesia Bahtera Indonesia; Jurnal Penelitian Bahasa dan Sastra Indonesia Disastra: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Cakrawala Repositori Imwi Jurnal Kependidikan: Jurnal Hasil Penelitian dan Kajian Kepustakaan di Bidang Pendidikan, Pengajaran dan Pembelajaran Journal La Edusci JURNAL PENDIDIKAN INDONESIA: Teori, Penelitian, dan Inovasi Jurnal bahasa, sastra, seni, dan pengajarannya Widyaparwa Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Proceeding of International Conference on Science, Education, and Technology Seshiski: Southeast Journal of Language and Literary Studies Jurnal Metrum Seloka: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Aksara Journal of Computer Science and Technology Application Disastra: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Sawerigading Aksara Jurnal bahasa, sastra, seni, dan pengajarannya
Claim Missing Document
Check
Articles

PERMASALAHAN PEREMPUAN DALAM KUMPULAN CERPEN MALAM SEPASANG LAMPION KARYA TRIYANTO TRIWIKROMO Nafiyah, Khifdiyatun; Mardikantoro, Hari Bakti
Seloka: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5 No 1 (2016): April 2016
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.609 KB)

Abstract

Kumpulan cerpen Malam Sepasang Lampion ini menggambarkan kehidupan tokoh perempuan yang memiliki berbagai permasalahan sosial perempuan. Dugaan relevansi permasalahan tersebut dengan realitas ketika karya itu ditulis menguatkan anggapan bahwa karya itu sebagai cerminan masyarakat. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan dan menjelaskan permasalahan sosial perempuan dalam kumpulan cerpen ini, cara tokoh perempuan menghadapi permasalahan, relevansi permasalahan sosial perempuan dalam kumpulan cerpen dengan realitas sosial. Pendekatan sosiologi sastra dan teori cermin Ian Watt digunakan untuk menganalisis kumpulan cerpen ini.  Analisis data menggunakan metode dialektik. Penelitian ini dimulai dari analisis permasalahan perempuan dalam kumpulan cerpen, dilanjutkan analisis terhadap masyarakat sekitar untuk mengetahui relevansi dari keduanya. Hasil penelitian ini ditemukan tiga permasalahan sosial perempuan yaitu kejahatan, disorganisasi keluarga, dan pelanggaran terhadap norma-norma masyarakat. Cara tokoh perempuan menghadapi permasalahan tersebut bermacam-macam, seperti pasrah, diam diri, dan marah  terhadap permasalahan tersebut. Kemudian ditemukan beberapa permasalahan sosial dalam  kumpulan cerpen tersebut relevan dengan realitas sosial saat ini maupun pada saat karya itu ditulis. Berdasarkan penelitian ini dapat diketahui bahwa permasalahan sosial perempuan dalam kumpulan cerpen ini masih relevan dengan realitas kehidupan perempuan.The anthology of short stories Malam Sepasang Lampion describes women lives with various social problems faced. The allegation to the relevance of these problems with reality in the time of this research was written strengthened the presumption that works as a reflection of society. The purposes of this research are (1) describing and explaining women’s social problems in the anthology of short stories Malam Sepasang Lampion, (2) describing and explaining how do women characters in the anthology of short stories Malam Sepasang Lampion face their social problems, (3) describing and explaining the relevancies of women social issues in the anthology of short stories Malam Sepasang Lampion to the social realities. A both of approaches the sociology of literature and theory of mirror Ian Watt are used to analyze this anthology of short stories. Technique of data analysis used dialectic method. This research started from the analysis of the problems of women in the anthology of short stories, followed by an analysis of the surrounding communities to know the relevance of both of them. The results of this study are that there were found three women's social problems, namely crime, family disorganization, and violation of the norms of society. The ways of women characters to face their problems are diverse, such as abandonment, silence, and anger against these problems. By the way, there were found some social problems in the anthology of short stories that are relevant to current social realities as well as at the time the research was written. Based on this research, it could be known that the social problems of women in the anthology of the short stories are still relevant to the realities of women lives.
Analisis Wacana Kritis Pemberitaan Harian Suara Merdeka, Harian Republika, Harian Kompas, dan Tabloid Derap Guru dalam Pembentukan Citra Guru Dianastiti, Firstya Evi; Mardikantoro, Hari Bakti
Seloka: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5 No 2 (2016): November 2016
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (377.182 KB)

Abstract

Dalam penelitian ini dibahas dimensi tekstual, praktik kewacanaan, dan dimensi sosiokultural pemberitaan di  Harian Suara Merdeka, Harian Republika, Harian Kompas, dan Tabloid Derap Guru dalam membentuk citra guru.  Pendekatan metodologis yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, sedangkan pendekatan teoretis Analisis Wacana Kritis (AWK) Norman Fairclough. Berdasarkan analisis data, diperoleh hasil sebagai berikut. Pertama, Wujud citra guru di Harian Suara Merdeka cenderung positif dengan persentase 66,67%. Harian Republika juga condong ke pembentukan citra positif dengan persentase 60%. Adapun Harian Kompas 100% condong ke citra negatif bagi guru. Sebaliknya, Tabloid Derap Guru 100% mengarah ke pembentukan citra positif.  Kedua, citra positif dan negatif tersebut ditentukan oleh praktik wacana yang terdapat di media massa yang bersangkutan. Ketiga, teks yang diproduksi media dipengaruhi oleh teks, praktik wacana, dan praktik sosiokultural.According to the study results, firstly, it was revealed how mass media constructed the image of teacher based on textual analysis through representation stage. Suara Merdeka daily news tended to shape positive image with the percentage of 66,67% compared to negative image of 33,33%. Republika daily news also had the same trend to shape positive image of teacher with the percentage of 60% and 40% of negative image. In addition, Kompas daily news had a tendency to shape a 100% negative image of teacher while Derap Guru tabloid had a 100% positive image. The percentage and the direction of the image of teacher was in accordance with the data collected from November 2015 to January 2016. Secondly, the analysis of the discourse practice was focused on production and consumption of text. Suara Merdeka, Republika, and Kompas daily news including Derap Guru Tabloid seemed to have certain considerations to select issues to be presented to the readers every day. Text production is closely linked to the ideology of the journalist and the enterprise. Derap Guru tabloid mostly wrote reports about teacher from PGRI view point. Meanwhile, SuaraMerdeka gave larger portion at various news about teacher. However, Republika and Kompas as a national daily news did not report teacher in detail. At the stage of text consumption, informants mostly delivered positive response to news about teacher at that daily news and tabloid. Thirdly, sociocultural practice dimension was analyzed on three levels; they are (1) situational, (2) institutional, (3) and social.
Konstruksi Realitas Seratus Hari Pertama Pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla di Media Online: Analisis Wacana Kritis Model Norman Fairclough Hasanah, Alif; Mardikantoro, Hari Bakti
Seloka: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 6 No 3 (2017): Desember 2017
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.263 KB)

Abstract

Tugas utama media massa adalah mengonstruksi realitas. Konstruksi realitas di media massa direpresentasikan melalui penggunaan kosakata dan gramatikal. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis wujud konstruksi realitas seratus hari pertama pemerintahan Jokowi-JK yang tercermin secara terkstual di media online Detik.com, Kompas.com, dan Republika Online. Metode pengumpulan data dalam penelitian yaitu metode simak dan metode pustaka. Adapun metode analisis data yang digunakan mengacu pada kerangka analisis wacana kritis Norman Fairclough yang mencakup deskriptif, interpretatif, dan eksplanatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teks-teks berita seratus hari pertama pemerintahan Jokowi-JK menampilkan Jokowi sebagai presiden yang ingkar janji, presiden yang dikendalikan oleh partai politik pendukung, dan presiden yang berani dan tegas. Secara tekstual ketiga media online tersebut merepresentasikan kepemimpinan Jokowi dengan menggunakan kosakata dan gramatikal yang berbeda antara satu dengan yang lainnya. Perbedaaan penggunaan kosakata dan gramatikal berimpilikasi pada pada perbedaan orientasi penggunaan bahasa oleh media online Detik.com, Kompas.com, dan Republika Online. Wujud konstruski realitas seratus hari pertama pemerintahan Jokowi-JK dapat diamati melalui teks-teks berita yang dimuat oleh media online Detik.com, Kompas.com, dan Republika Online. Melalui teks-teks berita tersebut, Jokowi ditampilkan sebagai presiden yang ingkar janji, presiden yang dikendalikan oleh partai politik, dan presiden yang berani dan tegas. Namun, Peran bahasa di media online Detik.com cenderung mengubur dan mengaburkan realitas. Berbeda dengan Kompas.com yang menggunakan bahasa untuk mengkritisi tetapi sekaligus juga membela Presiden Jokowi. Peran bahasa di Republika Online juga berbeda dengan kedua media online sebelumnya. Republika Online menggunakan bahasa untuk mengkritisi dan memperjelas realitas, sekaligus juga untuk menunjukkan sikap oposisionalnya terhadap pemerintahan Jokowi-JK.The main task of mass media is to construct reality. Reality construction in mass media is presented through the use of vocabularies and grammar. The aim of this study is to analyze the pattern of reality construction of the first 100 days of Jokowi-JK administration textually reported in some online media (Detik.com, Kompas.com, and Republika.com). The method of data collection is observation and literature review whereas the data method analysis used refers to Norman Fairclough critical discourse analysis covering description, interpretation, and explanation. The study found that textual news of the first 100 days of Jokowi-JK government shows that Jokowi is a liar president and is fully controlled by his supporting political party, but he is strict and a risk taker.
Jenis dan Fungsi Pragmatis Tindak Tutur Masyarakat Melayu Dialek Sambas di Kota Singkawang Safrihady, Safrihady; Mardikantoro, Hari Bakti
Seloka: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 6 No 1 (2017): April 2017
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.226 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi dan menganalisis jenis dan fungsi tindak tutur masyarakat dialek Sambas pada ranah lingkungan sosial pergaulan antartetangga di Kota Singkawang. Data dikumpulkan melalui metode simak terdiri atas teknik dasar dan teknik lanjutan, teknik dasar yaitu teknik sadap, dan teknik lanjutan, yaitu teknik lanjutan I: teknik simak bebas libat cakap, teknik II: teknik rekam, teknik III: teknik catat. Teknik padan pragmatis digunakan untuk menganalisis data. Jenis dan fungsi pragmatis tindak tutur pada ranah lingkungan sosial pergaulan antartetangga meliputi (1) tindak tutur representatif dengan fungsi pragmatis menyatakan, menyakinkan, menceriterakan, mengakui, menunjukkan, memberikan informasi, dan berspekulasi; (2) tindak tutur direktif dengan fungsi pragmatis memohon, memaksa, mengajak, meminta, menanyakan, menyuruh,  dan menyarankan; (3) tindak tutur ekspresif dengan fungsi pragmatis memuji, mengucapkan terima kasih, mengeluh, menyalahkan, dan mengucapkan selamat; (4) tindak tutur komisif dengan fungsi pragmatis berjanji dan menyatakan kesanggupan; dan (5) tindak tutur isbati dengan fungsi pragmatis memutuskan.The purposes of this study are to identify and analyze the types and functions of speech acts in the Malay society with Sambas dialect for the social interaction between neighbours in Singkawang city. The data were collected through listening methods consisting of basic and advanced techniques. The basic technique include tapping, and the advanced ones were divided into three: free conversation listening, recording, and making notes. The pragmatic comparison techniques were used to analyze the data. The types and functions of pragmatic speech acts for the social interaction between neighbours include  (1) representative speech acts with pragmatic functions of stating, convincing, telling, recognizing, demonstrating, informing, and speculating; (2) directive speech acts with pragmatic functions of begging, forcing, persuading, asking, questioning, inviting, and suggesting; (3) expressive speech acts with pragmatic functions of praising, thanking, complaining, blaming, and congratulating; (4) commissive speech acts with pragmatic functions of promising and expressing readiness; and (5) confirmative speech acts with pragmatic functions of deciding.
Analisis Tekstual dalam Konstruksi Wacana Berita Korupsi di Metro TV dan NET dalam Perspektif Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough Sholikhati, Nur Indah; Mardikantoro, Hari Bakti
Seloka: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 6 No 2 (2017): Agustus 2017
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.678 KB)

Abstract

Fairclough mengemukakan bahwa analisis teks merupakan analisis terhadap teks yang terdapat dalam wacana. Teks dinilai sebagai ranah representasi pemahaman dan pengalaman dari pembuat teks itu sendiri. Teks terbuka untuk berbagai interpretasi. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi dan menganalisis praktik tekstual dari wacana berita korupsi di media televise. Media televisi tersebut adalah Metro TV dan NET. Ada tiga tahapan dalam menganalisis wacana dengan perspektif Norman Fairclough, yakni deskripsi, interpretasi, dan eksplanasi. Pendekatan penelitian yang digunakan meliputi pendekatan metodologis yaitu deskriptif kualitatif dan pendekatan teoretis analisis wacana kritis Norman Fairclough. Berdasarkan penelitian ini, pada aspek kosakata ditemukan adanya penyusunan kosakata kembali pada Metro TV dan NET. Kemudian juga lebih sering ditemukan pendayagunaan metafora dalam konstruksi wacana berita di NET. Kedua aspek kosakata tersebut memiliki maksud untuk menegaskan dan mengaburkan maksud yang sebenarnya. Selain kosakata, analisis tekstual juga meliputi aspek tata bahasa dengan mendayagunakan ketransitifan, kalimat positif negatif, dan modalitas, serta mendayagunakan struktur tekstual sesuai dengan piramida terbalik dengan pola konstruksi teks berita.Fairclough stated that the text analysis is the analysis of text that involves in the discourse. The text represents the comprehension and experience by the writer of text itself. Moreover, the text can be interpreted in many ways. The objective of this study is to identify and analyze the textual analysis in the corruption news in the television. The object of this study was from Metro TV and NET. There are three steps for critical discourse analysis by Norman Fairclough, including description, interpretation, and explanation. The approach of this study was the methodological approach, including descriptive qualitative and theoretical critical discourse analysis by Norman Fairclough. Based on this research, in the aspect of lexical choices was found that there was rewording in arrangement of lexical choices in the news of Metro TV and NET. In addition, it used metaphor in construction of discourse in NET. Two aspect of lexical choices itself was used to strengthen and manipulate absolutely real meaning or intention from the news. Besides the lexical choices, the textual analysis involves grammatical aspect that used transitive sentence, positive and negative sentence, and modality, and textual structure with conversed pyramid through construction news discourse pattern.
Representations of Social Cognition of TV One and Kompas TV Journalists in the Construction of News Discourse on Corruption: Critical Discourse Analysis Rivaldi, Sacandra Aji; Mardikantoro, Hari Bakti
Seloka: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 7 No 1 (2018): April 2018
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (427.889 KB)

Abstract

Criminal acts of corruption causing the destruction of human prosperity could be news discourse that receives lots of public’s serious attention. The difference of perspectives on corruption cases has impacted on the production of news discourse because of the influence of mass media’s backgrounds, knowledge, and ideologies. This present study aims to describe and analyze practices of the production of news discourse on corruption portrayed in TV One and Kompas TV mass media based on the van Dijk’s model of critical discourse analysis. The data presented in this qualitative study were collected through observation and interview. The findings reveal that TV One used person, self-presentation, role, and event schemes in the construction of news discourse on corruption. The use of these schemes was based on the priority of news values. Meanwhile, Kompas TV employed the same schemes as TV One did. The use of the schemes was deemed in terms of the ideology referred by this mass media, namely: “fortiter in re, suaviter in modo” (“firmly in action, gently in manner”). This ideology was used in the production of the news discourse so that the classical proverb in journalism “menghibur yang papa, mengingatkan yang mapan” (“comfort the afflicted, afflict the comfortable”) affirmed in this mass media. Both of Indonesia’s television channels tended to concern the control of cognition in producing the news discourse on a graft case.
Textual Analysis of Corruption News Text on Trans TV and Global TV Media: Critical Discourse Analysis by Norman Fairclough Mustika, Prisma Meita; Mardikantoro, Hari Bakti
Seloka: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 7 No 2 (2018): August 2018
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (454.076 KB)

Abstract

The purpose of this study is to describe the textual level of discourse on reporting corruption in Trans TV and Global TV media. The research employed a theoretical and methodological approach. Theoretically, this research used a model of critical discourse analysis by Norman Fairclough. The methodological approach used in this research was descriptive qualitative. The results of the study were concerned with two things. Firstly, the vocabulary used in the E-KTP corruption news texts broadcasted on Trans TV tend to be in the form of a formal vocabulary, while those on Global TV tend to use informal vocabulary. The expressions used in Trans TV tend to be the expression of euphemism, while those on Global TV tend to use metaphors. Secondly, regarding grammatical analysis, Trans TV and Global TV utilize active and passive sentences, positive-negative sentences, modalities, and personal pronouns. Thirdly, regarding text structure analysis, the corruption news texts on Trans TV and Global TV tend to show a pattern or structure consisting of five elements, namely the news headline, news date, news lead, news body, and the end of the news.  
Religion’s Elements and Social’s Conflict in “Mata yang Enak Dipandang” by Ahmad Tohari: Research of Sociology of Literature Hariyadi, Muhamad; Mardikantoro, Hari Bakti
Seloka: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 7 No 2 (2018): August 2018
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (406.851 KB)

Abstract

This research examines the religious and social conflicts in the short story’s collection “Mata yang Enak Dipandang” by Ahmad Tohari. The religious theme does not only focus on religious ritual practices but penetrates universal religious elements. In addition to religious themes, social conflict is used as a theme in this collection of short stories. The problems studied are forms of religious elements, depictions of social conflict, the relationship between religious elements and social conflicts in short stories’ collection “Mata yang Enak Dipandang”. The purpose of the research is to describe the elements of religion, social conflict, and the relationship between religious elements and social conflict. This research is carried out with the sociology of literature using the study of hermeneutics. Data research is in the form of words, phrases, and sentences contained in fragments of short stories containing religious elements and social conflicts contained in short stories“Mata Yang Enak Dipandang”.Religious elements in this short stories’ collection include religious emotions, belief systems, and ritual systems and ceremonies. Existing social conflicts are individual conflicts with individuals, inner conflicts, and individual conflicts within groups. The relationship between religious elements and social conflicts, namely the religious element is used as a view of life and reference in resolving social conflicts. We recommend that actions taken must be sourced from religious values in order to minimize the occurrence of social conflicts, so as to create a life of peace and harmony in the community.
The Effectiveness of Learning to Produce Exposition Texts with Project Based Models in Vocational High Schools, Based on Specialization Department Suningcih, Suningcih; Mardikantoro, Hari Bakti
Seloka: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 7 No 3 (2018): December 2018
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (396.562 KB)

Abstract

Curriculum 2013 explains the increase in student competency in the affective, social skills and skill thinking is the main goal of learning. Curriculum 2013 explains the increase in student competency in the affective, social skills and skill thinking is the main goal of learning. The purpose of this study was to analyze the effectiveness of learning to produce exposition texts with project-based models in Vocational High Schools based on specialization department. The research method uses an experimental method with design pre-post test control group. The research method used an experimental method with a control group pre-post test design. The technique of collecting data uses tests, questionnaires, and documentation. The data analysis technique uses descriptive statistics and inferential statistics with an average difference test and Anova. The results of this study are project-based models that effectively improve the skills of producing text exposition of Vocational High School students, who has a special interest in light vehicle engineering. The results of these study benefit students, teachers, and schools in improving the quality of learning in Bahasa Indonesia. For students, this study is to improve mastery of learning material and improve the ability to produce text. For teachers, it can provide broad insight into the project-based learning model. For schools, it can use as a reference in making policies about improving the quality of learning in schools. (tvalue = 10.464 p < 0.01).
KEEFEKTIFAN PERMAINAN MANDI BOLA KATA DAN KARTU KATA UNTUK MENGENALKAN KONSEP MEMBACA DAN MENULIS PERMULAAN PADA ANAK USIA 4-5 TAHUN Prahesti, Swantyka Ilham; Utsman, Utsman; Mardikantoro, Hari Bakti
Journal of Primary Education Vol 5 No 2 (2016)
Publisher : Journal of Primary Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.165 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu 1) menentukan hasil pencapaian perkembangan belajar anak dalam konsep membaca dan menulis permulaan menggunakan alat permainan manbota; 2) menentukan hasil pencapaian perkembangan anak dalam konsep membaca dan menulis permulaan menggunakan alat permainan kartu kata; 3) menentukan perbedaan hasil belajar konsep membaca dan menulis permulaan menggunakan alat permainan manbota dan kartu kata. Desain penelitian menggunakan eksperimen nonequevalen control group design. Hasil uji t kelompok eksperimen menggunakan alat permainan mandi bola kata diperoleh bahwa nilai rata-rata pretes yang semula 17,26 berubah menjadi 30,33. Perkembangan hasil belajar mengenal konsep membaca dan menulis permulaan pada kriteria berkembang sesuai harapan. Hasil uji t kelompok kontrol menggunakan alat permainan kartu kata diperoleh bahwa nilai rata-rata pretes yang semula 19,66 berubah menjadi 22,73 mencapai kriteria mulai berkembang.  Simpulan penelitian ini adalah: 1) hasil pencapaian perkembangan anak dalam konsep membaca dan menulis permulaan menggunakan alat permainan mandi bola kata mengalami kenaikan 13.07 point; 2) hasil pencapaian perkembangan anak dalam konsep membaca dan menulis permulaan menggunakan alat permainan kartu mengalami kenaikan 3,07 point; 3) Keefektifan penggunaan alat permainan mandi bola kata untuk mengenalkan konsep membaca dan menulis permulaan ditunjukkan perkembangannya sudah mencapai tahap sesuai dengan harapan.  Sedangkan penggunaan  alat permainan kartu perkembangan kemampuan mengenal membaca dan menulis permulaan masih pada tahap mulai berkembang. Saran, guru menerapkan alat permainan mandi bola kata untuk membelajarkan konsep membaca dan menulis permulaan pada anak usia 4-5 tahun.
Co-Authors Afidah, Annisa Ul Agus Nuryatin Ahmad Salah Ahmad Syaifudin Alfaris, Lukman alfiah alfiah Alfiah Alfiah Amin, Yusuf Syaiful Amin, Yusuf Syaiful Amirin, Amirin Anak Agung Istri Sri Wiadnyani Andi Maulana Asnawi, Asnawi Asrizal Wahdan Wilsa Aulia, Rizki Anti Azizah, Eva Noor B. Wahyudi Joko Santoso Deby Luriawati Dina Mardiana Dwirahayu, Endang Pudji Eka Yulin Adriani Ekasari, Denis Endang Kurniati Endang Kurniati Esti Sudi Utami Esti Sudi Utami Esti Sudi Utami Fandy Prasetya Kusuma Fathur Rahman Fathur Rokhman Fathur Rokhman Fathur Rokhman Fauzul Etfita Firstya Evi Dianastiti Funadah, Luluk Atul Habibi, Ahmad Fajar Haekal, Muhamad Haekal, Muhamad Hananta, Rakhmat Dwi Hariyadi, Muhamad Hariyani Hariyani, Hariyani Haryadi - Haryadi Haryadi Haryadi Haryadi Hasanah, Alif Hastuti Hastuti Hayatun Nufus Hayatun Nufus Hetilaniar Hetilaniar Hetilaniar, Hetilaniar Huda, Wahyul Ida Zulaeha Ida Zulaeha Ida Zulaeha Ida Zulaeha Imam Baehaqie Imam Baehaqie Imbowati, Dian Indri Indiatmoko, Bambang Indiatmoko, Bambang Isnaini, Faridha Jati Kurniawan, Mikael Joko Santoso, Wahyudi Junaidi Junaidi Juwanda Juwanda Juwanda, Juwanda Karina, Alfa Zulia Dwi Kurnia, Maya Dewi Kustiah, Hariani Kusworo, Andy Lachlan, Nicholas Lenga, Klemens Maksianus Lestari, Esti Puji Martha Dua Sary, Maria Petrasia Masruroh, Nashihah Laila Meina Febriani Meina Febriani Meku, Andir Mila Roysa Mila Roysa, Mila Muhammad Badrus Siroj Muhammad Thobroni Mukhlis Mukhlis Mulyaningsih, Indrya Mustika, Prisma Meita Mustika, Prisma Meita Nafiyah, Khifdiyatun Nantu, Marselina Yosefina Nas Haryati Setyaningsih Neina, Qurrota Ayu Nenoliu, Dian Sidiarna Noorapsari, Deby Triananda Nurpadillah, Veni Pangestuti, Tri Yuli Parwaningtiyas, Anung Anindita Pekuwali, Dian Sari Arindah Pratama, Galih Suci Putri, Meidiana Qurrota Ayu Neina R. M Teguh Supriyanto Rahayu Pristiwati Rahmatia Ardila Rehulina Rehulina, Rehulina Rivaldi, Sacandra Aji Rizqon Hilmi, Muhammad Rustono Rustono - Rustono Rustono Sabbardi, Muhammad Safrihady, Safrihady Samsudin Samsudin Samsudin Sari, Devita Maliana Sari, Devita Maliana Septina Sulistyaningrum Sholikhati, Nur Indah Sri Wahyuni Sri Wahyuni Subiyantoro Subiyantoro Subyantoro Subyantoro Sugianto Sugianto Sukarismanti Sukma, Dimas Pramata Sumirah Sumirah Sumirah Sumirah Sumirah Sumirah Suningcih, Suningcih Suntoro Suntoro Surya Anis, Novalinda Susanto Susanto Suyitno Suyitno Swantyka Ilham Prahesti Tati Sri Uswati Teguh Supriyanto Tommi Yuniawan Tommy Yuniawan Tri Jayanti, Tri Umi Nur Sholikhah Utami, Etika Widi Utsman Utsman, Utsman Wahyuni, Sri Wardani, Vera Wati, Maulida Laily Kusuma Widianti, Nurhannah Wiwi Isnaeni Wiwit Lili Sokhipah, Wiwit Lili Yuniawan, Dwi Zainarthur, Henry Zuhra Sl. Datu