Menopause adalah fase alami yang akan dialami oleh setiap wanita, umumnya terjadi pada usia 45–55 tahun. Fase ini merupakan masa transisi dari periode produktif menuju non-produktif, yang ditandai dengan berhentinya menstruasi dan dapat memengaruhi kualitas hidup wanita. Menurut WHO, diperkirakan akan terdapat 1,2 miliar wanita berusia di atas 50 tahun pada tahun 2030, dengan peningkatan jumlah wanita menopause di Asia mencapai 373 juta jiwa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi kualitas hidup wanita menopause di Klinik Central Medika 2, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, tahun 2025. Penelitian menggunakan metode analitik kuantitatif dengan desain cross-sectional, jumlah sampel 60 responden yang diambil dengan teknik total sampling. Instrumen menggunakan kuesioner MENQOL, serta kuesioner untuk mengukur dukungan suami, teman sebaya, dan aktivitas fisik. Analisis data menggunakan uji Chi-Square dan Odd Ratio (OR). Hasil menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara pendidikan (p=0,000; OR=3,923), dukungan suami (p=0,000; OR=0,043), dukungan teman sebaya (p=0,000; OR=20,000), serta aktivitas fisik (p=0,000; OR=53,833) dengan kualitas hidup menopause. Kesimpulan, kualitas hidup wanita menopause dipengaruhi oleh faktor pendidikan, dukungan sosial, dan aktivitas fisik. Disarankan agar wanita menopause meningkatkan gaya hidup sehat dan dukungan sosial, serta tenaga kesehatan memperkuat edukasi dan penelitian lebih lanjut dilakukan secara lebih luas.