Claim Missing Document
Check
Articles

“SAYA ODHIV, SAYA TAKUT MENULARKAN KE ORANG LAIN”: STUDI KUALITATIF NEGOISASI PENGGUNAAN KONDOM PADA LELAKI SEKS LELAKI (LSL) Tefanai, Jumiati; Ndun , Helga J. N.; Takaeb, Afrona E.L.; Limbu, Ribka
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.45776

Abstract

Lelaki Seks Lelaki (LSL) merupakan salah satu populasi kunci penyumbang kasus HIV dan AIDS setiap tahunnya. Faktor utamanya antara lain rendahnya pengetahuan tentang penggunaan kondom, praktik hubungan seksual kombinasi, serta tingginya frekuensi hubungan seksual dengan lebih dari dua pasangan. Penelitian ini bertujuan mengetahui strategi negosiasi penggunaan kondom pada LSL di Kota Kupang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi. Sebanyak 10 informan dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku penggunaan kondom di kalangan LSL masih belum konsisten. Meskipun sebagian informan memahami pentingnya kondom untuk pencegahan HIV dan AIDS serta IMS, sebagian lainnya masih mengalami kendala dalam penguasaan teknik penggunaannya. Negosiasi penggunaan kondom dipengaruhi oleh persepsi terhadap kerentanan, keparahan, serta manfaat kondom. Persepsi berkurangnya kenikmatan seksual menjadi alasan utama penolakan penggunaan kondom. Namun, informan yang menyadari manfaat kondom dalam perlindungan diri tetap melakukan upaya negosiasi. Proses negosiasi bersifat dinamis dan dipengaruhi oleh relasi dengan pasangan, pengalaman sebelumnya, serta informasi yang diperoleh dari lingkungan dan media sosial. Secara keseluruhan, keputusan untuk menggunakan atau menolak kondom ditentukan oleh kombinasi faktor pengetahuan, hubungan interpersonal, dan persepsi terhadap risiko HIV dan AIDS.
STUDI KUALITATIF PENGALAMAN MENYUSUI IBU USIA REMAJA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SASI KECAMATAN KOTA KEFAMENANU KABUPATEN TIMOR TENGAH UTARA Knaofmone, Pricila Yosepha; Limbu, Ribka; Ndun, Helga J. N; Syamruth, Yendris K.
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.47756

Abstract

Kehamilan pada usia remaja berdampak pada rendahnya praktik pemberian ASI eksklusif. Ibu usia remaja menghadapi tantangan biologis, emosional dan sosial budaya yang mempengaruhi keputusan ibu remaja dalam menyusui. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pengalaman menyusui pada ibu usia remaja di wilayah kerja Puskesmas Sasi, Kecamatan Kota Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan desain fenomenologi. Informan utama terdiri dari enam ibu remaja yang melahirkan pada usia ≤19 tahun dan memiliki anak usia 0-24 bulan, informan pendukung terdiri dari enam anggota keluarga, satu petugas kesehatan dan satu kader posyandu. Informan dipilih dengan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pedoman wawancara semi-terstruktur dan analisis data dilakukan secara tematik. Hasil penelitian mengidentifikasi lima tema utama: niat menyusui, pemikiran dan perasaan selama proses menyusui, referensi menyusui, dukungan sosial, dan norma sosial dan budaya. Ibu remaja tetap menyusui karena menyadari manfaat ASI, meski dihadapkan pada hambatan seperti nyeri payudara, keraguan terhadap produksi ASI, dan tekanan sosial. Pengalaman menyusui ibu usia remaja bersifat kompleks dan dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Dukungan emosional dan informasi dari keluarga serta tenaga kesehatan diperlukan untuk meningkatkan keberhasilan menyusui pada kelompok ibu usia remaja.
EVALUASI IMPLEMENTASI PROGRAM ORANG TUA ASUH ANAK STUNTING DI PUSKESMAS NGADU NGALA KECAMATAN NGADU NGALA KABUPATEN SUMBA TIMUR Mali, Clemensia Landerthy Leogore; Limbu, Ribka; Benu, Juliana Marlin Y.; Dodo, Dominirsep O.
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.46375

Abstract

Stunting merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat kronis yang berdampak pada tumbuh kembang anak dalam jangka panjang. Pemerintah Kabupaten Sumba Timur telah menginisiasi Program Orang Tua Asuh Anak Stunting melalui Instruksi Bupati Nomor: Kesra.463.4/983/VI/2021 sebagai bentuk intervensi dalam penurunan angka stunting, khususnya di wilayah kerja Puskesmas Ngadu Ngala. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi program tersebut dengan pendekatan sistem yang mencakup aspek input, proses, dan output. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Informan terdiri dari Kepala Puskesmas, Pengelola Program, Bendahara Puskesmas, orang tua asuh, dan orang tua kandung anak stunting. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan dokumentasi, yang kemudian dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara input, pelaksanaan program masih bergantung pada tenaga kesehatan dari Nusantara Sehat, kader posyandu, serta dukungan sukarela dari pejabat sebagai orang tua asuh, tanpa dukungan anggaran khusus dari Puskesmas. Proses pelaksanaan mengalami perkembangan, khususnya dalam hal identifikasi dan pemantauan gizi anak melalui posyandu serta kunjungan rumah oleh orang tua asuh. Kendala utama yang dihadapi meliputi rendahnya kesadaran masyarakat, keterbatasan akses, dan minimnya pengawasan distribusi bantuan. Output program menunjukkan adanya perbaikan status gizi anak yang semula dalam kategori gizi buruk menjadi gizi kurang bahkan gizi baik. Namun, keberlanjutan program sangat tergantung pada konsistensi dukungan orang tua asuh dan sistem pengawasan yang memadai. Disimpulkan bahwa implementasi program telah memberikan dampak positif terhadap peningkatan status gizi anak, namun diperlukan penguatan sistem pendanaan, pelibatan masyarakat umum sebagai orang tua asuh, serta koordinasi lintas sektor dalam rangka keberlanjutan program. Kata Kunci: Evaluasi Program, Stunting, Orang Tua Asuh, Puskesmas Ngadu Ngala
Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue di Wilayah Kerja Puskesmas Waipare Kecaamatan Kangae Kabupaten Sikka: Faktors Related to the Incident of Dengue Hemorrhagic Fever in the Working Area of the Waipare Health Center, Kangae District, Sikka District Adang, Erny; Marni; Ribka Limbu
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 7 No. 6 (2024): June 2024
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v7i6.4719

Abstract

Latar belakang: Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan suatu jenis penyakit arbovirus yang ditularkan melalui gigitan artropoda seperti nyamuk. Demam Berdarah Dengue (DBD) disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan dari orang ke orang melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. kasus DBD di Nusa Tenggara Timur bervariasi dari tahun 2018 hingga 2021. Pada tahun 2018, terdapat 1.603 kasus, yang meningkat menjadi 4.832 kasus pada tahun 2019. Puncaknya terjadi pada tahun 2020, dengan 6.178 kasus dan 63 kematian, namun turun menjadi 2.807 kasus pada tahun 2021. Kasus DBD di Puskesmas Waipare mencapai 113 kasus pada tahun 2020, turun menjadi 21 kasus pada tahun 2021 dan meningkat menjadi 36 kasus pada tahun 2022. Ada 52 kasus antara Januari dan Maret 2023. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kejadian DBD di wilyah kerja Puskesmas Waipare Kecamatan Kangae Kabupaten Sikka. Metode: Penelitian ini menggunakan observasional analitik dan desain penelitian Case control untuk mengkaji variabel-variabel yang berhubungan dengan kasus DBD di wilayah Puskesmas Waipare, Kangae, Sikka. Hasil: Uji chi-square digunakan untuk analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan tidak berhubungan dengan kejadian DBD (p-value= 0,006). Sementara itu, sikap mencegah, tindakan PSN (p-value = 0,001) dan ventilasi berkasa (p-value = 0,004), serta keberadaan jentik (p-value = 0,002) memiliki hubungan signifikan dengan kejadian DBD, sedangkan pencahayaan tidak berhubungan dengan kejadian DBD (p-value = 0,255). Kesimpulan: Kesimpulan dari penelitian ini adalah tidak ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan pencahayaan terhadap kejadian DBD dan terdapat hubungan yang signifikan antara sikap mencegah, tindakan PSN, ventilasi berkasa dan keberadaan jentik nyamuk terhadap kejadian DBD
Analysis of Determinants Associated with the Activeness of Posyandu Cadres in the Working Area of the Tarus Health Center, Kupang Tengah Sub-District, Kupang District Viana, Carmen; Ribka Limbu; Marni Marni
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 7 No. 7 (2024): July 2024
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v7i7.5380

Abstract

Background: The activeness of cadres is very important in Posyandu activities because if cadres are not active then the provision of health services and Posyandu activity programs cannot run well, so cadre coaching is needed by health workers to increase the active role of cadres in the implementation of Posyandu activities. Purpose: This study aims to analyze the determinants associated with the activeness of Posyandu cadres in the working area of Puskesmas Tarus, Kupang Tengah District, Kupang Regency in 2024. Methods: This type of research is an analytic survey with a cross sectional research design. The sample in this study were 71 people. Sampling in this study using simple random sampling technique with a level of significance ? = 0.05. Results: The results showed that there was a relationship between the variables of knowledge (p=0.000), attitude (0.002) and training 0.002 with the activeness of Posyandu cadres in the working area of the Tarus Health Center, Kupang Tengah District, Kupang Regency. Conclusion: It is expected that health workers at the Tarus Health Center should always maintain the implementation of cadre training by providing counseling on the importance of activeness of Posyandu cadres so that Posyandu activities can run well, and it is also expected that Posyandu cadres can increase activeness as a social responsibility in the community.
Factors Associated with Premarital Sexual Practice among Adolescents in Kupang Nomleni, Weli Maryati; Talahatu, Anna Henny; Limbu, Ribka
Media Kesehatan Masyarakat Vol 5 No 2 (2023): Media Kesehatan Masyarakat (Agustus)
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/mkm.v5i2.10065

Abstract

Premarital sexual behavior practice is deviant behavior that negatively affects the lives of teenagers; however, many teenagers are engaged in this behavior due to a lack of knowledge related to its causes and effects. This study aims to analyze the factors associated with premarital sexual behavior in adolescents. This research was an analytic survey with a cross-sectional design and was conducted at SMK Negeri Z Kupang with a sample of 322 students. The data were analyzed using the chi-square test. The result showed that knowledge of reproductive health (p-value= 0.006), attitude (p-value= 0.000), parenting style (p-value= 0.0060, peers (p-value= 0.001), and social media (p-value= 0.000) were associated with premarital sexual behavior while no relationship was identified between religiosity (p-value= 0.123) and the behavior. Schools need to reactivate the Youth Information and Counseling Center (PIK-R) so that teenagers can access information about reproductive health to prevent them from having sex before marriage.
Hubungan Dukungan Orangtua dan Guru dengan Perilaku Seks Bebas pada Remaja di Nusa Tenggara Timur Maria Elisa Lena Teda; Afrona E.L. Takaeb; Eryc Z. Haba Bunga; Ribka Limbu
Sehat Rakyat: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2025): Agustus 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Penelitian Pengabdian Algero

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54259/sehatrakyat.v4i3.5292

Abstract

Free sexual behavior is still an issue that often occurs among adolescents because it can cause unwanted pregnancy, early marriage, abortion, sexually transmitted infection and school dropout. Parental and teacher support is very important in preventing free sexual behavior among adolescents. This study aims to analyze the relationship between parental and teacher support with free sexual behavior in adolescents at East Nusa Tenggara. This type of research is quantitative with cross sectional design. The population in this study was all students at a junior high school in East Nusa Tenggara, totaling 442 adolescents and a sample of 80 adolescents was taken using Proportional Random Sampling. Data were analyzed using a Chi-square statistical test with a significance level of p<0.05. The results of the study indicate that parental support in the form of emotional support (p-value=0.028<0.05), appreciation support (p-value=0.015<0.05), information support (p-value=0.001<0.05), instrumental support (p-value=0.026<0.05) and teacher support in the form of emotional support (p-value=0.003<0.05), appreciation support (p-value=0.001<0.05), information support (p-value=0.028<0.05), instrumental support (p-value=0.000<0.05). Thus, it can be concluded that there is a relationship between parental support and teacher support with free sexual behavior among adolescents at East nusa Tenggara. Therefore, parents and teachers need to increase their support and role in preventing free sexual behavior among adolescent.  
Determinan Pemilihan Metode Operasi Wanita (MOW) di Puskesmas Lewoleba Kecamatan Nubatukan Kabupaten Lembata Veronika Tuto Kalangona; Afrona E.L. Takaeb; Ribka Limbu; Petrus Romeo
Sehat Rakyat: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2025): Agustus 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Penelitian Pengabdian Algero

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54259/sehatrakyat.v4i3.5295

Abstract

The Women’s Sterilization Method (MOW) is one of the most effective and efficient contraceptive methods to reduce birth rates or end pregnancies. This method offers optimal benefits with minimal side effects. Several factors may influence the choice of MOW contraception, including age, parity, education level, knowledge, attitude, husband’s support, healthcare workers’ support, and accessibility of services. This study aimed to determine the factors influencing the choice of MOW contraception among women of reproductive age at Lewoleba Public Health Center, Nubatukan District, Lembata Regency. This was a quantitative study with a cross-sectional design. Sampling was conducted using proportional random sampling, involving 66 respondents. Data were analyzed using the chi-square statistical test. The results showed a significant relationship between knowledge (p = 0.000), attitude (p = 0.000), husband’s support (p = 0.004), healthcare workers’ support (p = 0.000), and number of children (p = 0.000) and the selection of MOW. It is recommended that the Lewoleba Health Center continues to provide comprehensive and consistent education to enhance community understanding regarding long-term and permanent contraceptive methods.
Literasi Kesehatan Reproduksi Remaja Sekolah Dasar di Daerah Semi Pedesaan Kota Kupang, NTT Ndoen, Enjelita Mariance; Nayoan, Christina Rony; Limbu, Ribka; Toy, Sarci Magdalena; Geghi, Cathrin Wea Djogo
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 16, No 1 (2025): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v16i1.19151

Abstract

SD GMIT Naioni yang terletak di daerah semi-pedesaan Kota Kupang teridentifikasi memiliki literasi kesehatan reproduksi yang kurang memadai dan siswanya berpotensi mengalami berbagai permasalahan kesehatan  reproduksi di masa yang akan datang. Kegiatan pengabdian literasi kesehatan reproduksi ini dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan siswa laki-laki dan perempuan kelas III-VI mengenai kesehatan reproduksi sehingga dapat mempersiapkan siswa dalam menghadapi masa pubertasnya. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat meningkatkan peran guru dalam memberikan edukasi yang berkelanjutan mengenai kesehatan reproduksi di sekolah. Kegiatan pengabdian meliputi pemberian empat kali pertemuan pemberian literasi  kepada siswa kelas III-VI SD GMIT Naioni yang berjumlah 143 siswa yang terdiri dari 89 laki-laki dan 54 perempuan. Setiap pertemuan memiliki topik literasi yang berbeda yang meliputi mengenal tubuhku, masa pubertas, nutrisi bagi remaja, dan hubungan yang saling menghormati. Pemberian literasi menggunakan metode penyuluhan dan tanya jawab yang disertai aktivitas ice breaking dan permainan. Media pembelajaran menggunakan buku saku kesehatan reproduksi, poster dan alat peraga organ reproduksi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan sebesar 24,30% pada siswa laki-laki dan perempuan kelas III-VI SD GMIT Naioni.  Para guru juga menyatakan kesediaan untuk memberikan edukasi kesehatan reproduksi secara berkala kepada para siswa dengan menggunakan media promosi kesehatan yang diterima dari kegiatan pengabdian berupa media poster siklus menstruasi, buku promosi kesehatan reproduksi, dan alat peraga organ reproduksi laki-laki dan perempuan. Pihak sekolah diharapkan secara konsisten dapat melanjutkan pemberian literasi kesehatan reproduksi dan memantau penerapan perilaku kesehatan reproduksi tersebut di sekolah.
KREATIVITAS KADER DAN IBU DALAM PENANGANAN GIZI BAYI DAN BALITA SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN STUNTING DI POSYANDU TERATAI DESA MANUSAK Limbu, Ribka; Marni, Marni; Purimahua, Sintha Lisa
Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Kepulauan Lahan Kering Vol. 6 No. 1 (2025): Volume 6 Nomor 1 Edisi April 2025
Publisher : Pergizi Pangan DPD NTT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51556/jpkmkelaker.v6i1.380

Abstract

Stunting pada balita merupakan masalah kesehatan utama khususnya di negara-negara berkembang. Masalah stunting di Indonesia memerlukan perhatian serius dan sangat penting untuk dicegah. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas ibu bayi dan balita serta kreativitas kader sebagai salah satu upaya pencegahan stunting pada bayi dan balita dengan fokus pada aspek edukasi. Metode yang dilakukan adalah dengan ceramah. Hasil dari edukasi yang telah dilakukan adalah berdasarkan hasil pretest dan posttest bahwa ada peningkatan pengetahuan dan praktik atau keterampilan oleh ibu dan kader. Pada ibu ada 22 orang (29,3%) memperoleh skor ≤60 dan meningkat menjadi 70 orang (93,3%) mendapat skor ≥60, sedangkan pada kader ada 3 orang (60%) memperoleh skor ≤60 dan meningkat menjadi 5 orang (100%) yang memperoleh nilai skor ≥60. Berdasarkan hasil tersebut dapat dikatakan bahwa kegiatan edukasi tentang kreativitas ibu bayi dan balita serta kader Posyandu berhasil. Kreativitas ibu dan kader dalam penanganan gizi keluarga terutama gizi bayi dan balita sangat penting sebagai salah satu upaya pencegahan stunting. Pengetahuan dan pemahaman keluarga khususnya ibu tentang stunting, penyebabnya dan pencegahannya memainkan peran utama dalam menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan dan perkembangan optimal bayi dan balita. Penyuluhan atau edukasi tidak hanya memberikan informasi tetapi juga membentuk sikap dan perilaku yang mendukung pencegahan stunting. Hal ini mencakup perubahan dalam penanganan gizi, pola makan, pengolahan makanan, dan juga praktik sanitasi dan kebersihan lingkungan. Pemberdayaan keluarga melalui edukasi memungkinkan mereka untuk berperan aktif dalam meningkatkan kesehatan bayi dan balita mereka. Meskipun pengetahuan ibu terhadap stunting mungkin sudah cukup baik, penting untuk memastikan bahwa pengetahuan tersebut diaplikasikan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari. Direkomendasikan bahwa perlu evaluasi terus-menerus terhadap implementasi praktik-praktik pencegahan stunting perlu dilakukan untuk memastikan dampak yang berkelanjutan. Selain itu direkomendasikan bagi pemerintah, lembaga kesehatan, dan praktisi kesehatan untuk mengintegrasikan pendekatan edukatif dalam program pencegahan stunting serta kolaboratif dari berbagai pihak
Co-Authors Adang, Erny Adu, Apris A. Afrona E.L. Takaeb Agus Setyobudi Amelia B Sir Anin, Yeni Anjelina Anna H Talahatu Anna Henny Talahatu Atanggae, Putra Samudra Ate, Piteryanus Bengu, Herfyn Jelita Benu, Juliana Marlin Y. Boeky, Daniela L.A. Bunga, Eryc Zevrily Habba Bura, Charolina Putri Aurelia Celine Mudji Wadoe Christin Rony Nayoan Christina Rony Nayoan Daniela Boeky David Ndapa Hambur David R. L. Sirait Demsi S. Dalle Deviarbi Sakke Tira Dian Lestari Anakaka Dince Adriana Sanang Dodo, Dominirsep Ovidius Elisa Muloko Emirensiana Luweng Enjelita M Ndoen Enjelita M. Ndoen Enjelita M. Ndoen Eryc Z. Haba Bunga Florani Asanab Geghi, Cathrin Wea Djogo Gustam, Tasalina Y. P. Hasanah, Venna Ismi Nur Helen Ndiki Helga Jilvera Nathalia Ndun Henukh, Tresna Asriany Imelda F. E Manurung Imelda Februati Ester Manurung Indra Yohanes Kiling Indriati A. Tedju Hinga Indriati Andolita Tedju Hinga Jeki A. Toudenga Junias, Marylin Susanti Junita Marta Mbadhi Kapitan, Jefani Esu M. KAYUN, ROSALINA HELAKA Keni Novanto Mira Higa Kenjam, Yoseph Knaofmone, Pricila Yosepha Lesik, Marlin Nurati Levinda, Felixa Yuki Malfret Njaka Mbani Mali, Clemensia Landerthy Leogore Manurung, Imelda F.E Manurung, Imelda Februati Ester Maranatha, Grace Mardianti, Melisa Maria Elisa Lena Teda Maria Fiona Pius Maria Yosephina Desita Mariana P. Bria Marni Marni Marni Marni Marni Marni Marni, Marni Marylin Junias Masrida Sinaga Mayang Bukan Megy Justin Ballbessy Meilisa Djami Balu Mico Perera Modesta Riani Manis Modesta Yustina Yunita Goang Mustakim Sahdan Nabuasa, Enggelina Nadya Admirelia Masan Ndoen, Enjelita Mariance Ndoen, Honey Ivon Ndun , Helga J. N. Ndun, Helga J.N. Nida Tasuib Ninda Ayu Lestari Ully Nomleni, Weli Maryati Novia Katupu Oematan, Grouse Padamaley, Patresia Marsela Pandak, Regina Soli Pellondou, Indri Polly, Junitry Yublina Purimahua, Sintha Purimahua, Sintha Lisa Putri, Shanaz Rezky Tamara Rosari Ragaletha, Tadeus A. L. Rahayu, Elisabeth Tri Ratu, Marcianus Regaletha, Tadeus A. L. Retna H.M. Timo Riwu, Yuliana Radja Rizki Fuji Maulidya Romeo, Petrus Rupang Rampo La'bi' Salmun, Johny Sarci Magdalena Toy Sarinah Basri K Serlie K.A. Littik Setyobudi, Agus Sianturi, Hery Leo Sintha Lisa Purimahua Soleman Landi Soni Doke Sori Duda, Nartiani Rambu Stacia Reviany Mege Stephany Rahmawati Syamruth, Yendris K. Tadeus A. L. Regaletha Tadeus A.L.Regaletha Takaeb, Afrona E. L. Takaeb, Afrona E.L. Talahatu, Anna Talahatu, Anna Henny Talahatu, Anna Heny Tanti Rahayu Tasalina Y. P. Gustam Tedju Hinga, Indriati A. Tefanai, Jumiati Tibertius A. W Dali Tyrone Adithya Nabe Veronika Tuto Kalangona Viana, Carmen Weraman, Pius Wijaya, R. Pasifikus Christa Yohanes Meli Yopinsias Endi Langga Yurinus L. Radja